![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Apa-apaan itu tadi … "
Noelle mengerutkan keningnya dengan kesal, sementara tubuhnya masih mempertahankan posisi kura-kuda yang kuat.
Beberapa menit telah berlalu sejak Noelle, Lucius, dan Tania dihadapkan pada serangan dari musuh yang tidak mereka kenal.
Sesekali ada tebasan yang berhasil melewati penjagaan dan akhirnya melukai tubuh mereka. Namun, luka yang disebabkan tebasan itu sama sekali bukan masalah karena mereka bertiga entah bagaimana bisa menghindari serangan yang mendarat pada titik vital.
Meskipun begitu, tetap saja menjengkelkan rasanya ketika harus terluka sementara mereka bahkan tak mengetahui apa yang menyebabkannya.
Bahkan kemampuan deteksi yang Noelle dan Lucius miliki sama sekali tidak dapat mendeteksi hawa keberadaan penyerang. Yang artinya, orang yang menyerang mereka memiliki kekuatan yang setara, atau bahkan satu tingkat lebih tinggi dari mereka.
Noelle sendiri sebenarnya ingin meragukan pernyataan itu. Tapi, melihat bagaimana orang sekuat Lucius bahkan tak dapat melakukan apa pun selain menangkis dan menghindari serangan itu membuatnya berpikir dua kali.
{Noelle, sampingmu! Arah jam 3! )
Mendapatkan peringatan telepati dari Olivia, Noelle dengan gerakan yang hampir dilakukan secara refleks langsung memusatkan perhatiannya pada arah yang Olivia maksud.
Detik kemudian, suara siulan yang disertai kelopak bunga muncul dan membuat Noelle seketika menarik pedangnya untuk menangkis serangan itu.
Suara dentingan logam yang disertai bunga api yang muncul sebagai akibat dari dua bilah pedang tipis yang saling bertabrakan itu muncul dan membuat Noelle langsung melompat mundur.
Lucius yang memperhatikan itu segera melempar pedang pendek di tangan kirinya, tapi pedang itu hanya terbang tanpa menyentuh apa pun. Pedang yang Lucius lemparkan sebelumnya itu hanya menancap di dinding, sebelum akhirnya ditarik kembali oleh Lucius melalui rantai kecil yang tersambung dengan pedang besarnya.
Suara siulan yang disertai kelopak bunga itu kembali muncul, kali ini ada di dekat Tania.
Tania dengan gerakan akrobatik yang sempurna langsung melompat mundur dan bermanuver di udara untuk menghindari serangan itu, sebelum akhirnya melempar sabitnya sendiri tepat ke arah yang ditunjuk Navi di dalam pikirannya.
Namun, sabit Zephiroth yang Tania lemparkan itu hanya menancap di tanah tanpa menyentuh musuh sedikit pun. Ini hampir mirip dengan pertarungannya melawan 'kehendak alam' di Rondo sebelumnya.
Noelle yang melihat tindakan gegabah Tania yang melempar satu-satunya senjatanya itu seketika langsung mengendalikan tiga pedang yang dia miliki untuk melindungi Tania dari segala sisi.
"Adalah hal yang bodoh untuk membuang senjatamu seperti itu."
" … Terima kasih," ucap Tania sambil menarik rantai yang tersambung dengan gagang sabit Zephiroth.
{Noelle, arah jam 6.}
Peringatan datang lagi dari Olivia. Noelle seketika langsung menyerang ke arah itu sambil menciptakan posisi bertahan dengan pedangnya.
Suara dentingan yang dihasilkan dua logam yang saling bertabrakan kembali muncul. Peringatan yang Olivia berikan benar-benar akurat.
(Bagaimana kamu bisa menebak serangannya? )
{Kelelawar memiliki kemampuan deteksi ultrasonic yang kuat, jadi aku bisa mendengar suara dari serangan yang dihasilkannya sebelum serangan itu mendarat.}
Setelah Olivia menjelaskannya, itu menjadi masuk akal bagi Noelle.
Indera pendengaran manusia dan kelelawar sangat berbeda. Bahkan dengan peningkatan yang diberikan evolusi vampir dan sihir penguatan, telinga Noelle masih tidak bisa mendengar suatu suara yang sangat halus dengan gelombang frekuensi yang tinggi. Tapi, hal seperti itu tidak berlaku ketika dia dalam wujud kelelawar.
Pengelihatannya memang menjadi sedikit lebih buruk, tapi sebagai gantinya, dia akan mendapatkan pendengaran super yang bahkan dapat mendeteksi suara ultrasonik yang biasanya tak dapat didengar manusia.
(Aku lupa kalau kelelawar punya kemampuan ekolokasi itu … )
{Aku senang bisa membantu, dan ngomong-ngomong … Arah jam 9, ada sesuatu yang datang.}
Noelle sekali lagi menggerakkan tubuhnya untuk merubah posisinya, menghindari serangan yang akan datang itu.
"Sialan, kenapa bajingan ini hanya menargetkanku?! "
Bahkan meski ia memiliki bantuan ekolokasi dari Olivia, Noelle masih merasa jengkel dengan serangan yang terus datang itu.
Padahal ada Lucius atau Tania yang bisa menjadi target empuk, tapi entah mengapa serangan itu selalu menargetkan Noelle sekrang.
Noelle melompat jauh ke atas, lalu menembak ke sembarang tempat menggunakan Aligma di tangannya.
"Jangan mengeluh, bocah."
Lucius ikut melompat dengannya, lalu melemparkan pedang besar itu ke tanah.
"Kau gadis dengan sabit sialan, menyingkir dari sana kalau kau tidak ingin terluka! "
Tania mengikuti perintahnya dan melompat jauh ke atas sambil memperhatikan tanah di bawahnya.
Pedang yang Lucius lemparkan itu dengan mudah menancap di tanah dan mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Terlalu menyilaukan dan menyengat sehingga Noelle bisa merasakan kulitnya terbakar hanya dengan itu.
"Apa yang kau lakukan?! " teriak Noelle, mempertanyakan apa yang Lucius rencanakan.
"Musuh kita adalah seseorang dengan hawa kehadiran yang sangat tipis. Akan lebih baik jika kita menggunakan serangan berskala besar untuk menghentikan pergerakannya."
(Ohh, itu ide bagus. Kenapa aku tidak memikirkannya? )
Noelle mengangguk dan langsung mendarat di tanah ketika cahaya itu menghilang. Diam-diam ia berbicara dengan Olivia melalui telepati.
(Livia, apa kamu bisa memakai《Frostnova》dengan aku sebagai perantaranya? Aku ingin kamu menggunakan sihir itu ketika aku berpura-pura merapalkannya.)
{Itu bukan masalah, tapi … Sihir itu butuh sedikit persiapan. Bisakah kamu menunggu? Energi sihirku juga masih belum pulih setelah membangkitkan《Lust》tadi.}
Itu seharusnya tidak masalah. Mengulur waktu bukanlah hal yang sulit bagi Noelle. Tapi, ia merasa baru saja mendengar sesuatu yang gila barusan.
(Apa kamu bilang kalau《Lust》bangkit? )
{Nn.}
( … Jelaskan detailnya padaku nanti.)
{Jika itu yang Noelle mau.}
Percakapan singkat itu selesai. Noelle langsung berlari menyusuri lapangan yang kini dipenuhi oleh puing-puing batu yang sudah tak berbentuk.
Sesekali, ia mendapatkan serangan dari musuh, tapi ia bisa menahan itu semua hanya dengan pedangnya.
Begitu Noelle mencapai area pusat tempat ia memperkirakan musuhnya berada, Noelle langsung merapalkan sihir untuk melemahkan musuhnya sedikit.
"《Druckbereich》"
Sebuah lingkaran sihir besar terbentuk di tanah dengan Noelle sebagai pusatnya. Lingkaran sihir itu perlahan berputar dan memperbesar ukurannya sendiri, sementara energi sihir dalam jumlah yang sangat besar terus dituangkan untuk mempertahankan aktifasinya.
Dengan memasukkan Lucius dan Tania ke dalam daftar pengecualian, Noelle seketika meningkatkan tekanan gravitasi di seluruh tempat dalam jangkauan 200 meter di sekitarnya.
Dengan ini, ia seharusnya bisa memberikan Olivia waktu yang cukup sampai Olivia selesai mempersiapkan sihirnya.
{Aku sudah selesai, Noelle! }
Noelle membuka matanya yang sejak tadi terpejam, dan menggumamkan mantra yang akan 'dia' gunakan.
"《Frostnova》"
Aura yang mengerikan, sekaligus menenangkan mengalir keluar dari tubuhnya, disertai dengan penurunan suhu yang sangat drastis terhadap lingkungan sekitar.
Tanah dan air yang ada di sekitarnya dengan cepat mulai membeku, sementara penurunan suhu itu terus terjadi.
Energi sihir dalam jumlah besar mengalir keluar dari tubuh Noelle, bersamaan dengan partikel violet yang bercampur dengan partikel sihir berwarna perak kusam yang sebenarnya berasal dari Olivia.
Semua hal yang ada dalam jangkauan sihir yang baru saja Olivia rapalkan itu, seketika membeku.
Suhu udara yang telah berada di angka minus itu membelukan semuanya. Bahkan Noelle ragu kalau ada makhluk mikroorganisme yang berhasil selamat dari pembekuan yang brutal ini.
Karena penurunan suhu yang sangat tiba-tiba, tubuh Lucius dan Tania hampir tak bisa menahannya. Untungnya mereka memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi sehingga tubuh mereka dapat menyesuaikan diri dengan suhu sekitar.
(Livia … Hanya perasaanku saja, atau sihir ini memang menjadi lebih kuat dari sebelumnya? )
{ … Aku juga tidak mengerti, Noelle.}
Bahkan Olivia sendiri dikejurkan dengan betapa besarnya kekuatan yang dihasilkan《Frostnova》sekarang.
Lucius dengan cepat menghampiri Noelle dan memperhatikan sekelilingnya.
"Kau benar-benar memiliki sihir yang gila."
Melihat sihir berskala besar seperti ini sudah menjadi hal yang biasa bagi Lucius. Tapi, tetap saja ia merasa terkejut karena melihat sihir sebesar ini datang dari seorang petualang peringkat C seperti Noelle.
(Maaf, tapi Olivia yang memiliki sihir ini.)
Noelle hanya mampu tersenyum masam saat ia menebak apa yang Lucius pikirkan.
Tania menghampiri mereka berdua setelah ia memastikan situasinya.
"Musuh sudah tidak menyerang lagi? "
"Kurasa begitu," jawab Noelle dengan singkat.
Namun, saat mereka mencoba untuk bernapas lega, sesuatu yang aneh tiba-tiba terjadi.
(Apa-apaan?! Tubuhku … Tidak bisa bergerak … )
{Noelle! }
Noelle sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya, dan itu juga terjadi pada Tania dan Lucius.
Olivia berteriak dengan panik melalui telepati, jelas tidak mengerti dengan situasinya.
Suasana di sekitar mereka tiba-tiba berubah. Udara menjadi jauh lebih berat dari sebelumnya, dan suara kaca yang pecah mulai bermunculan dengan sangat keras, memekakkan telinga mereka semua.
Medan yang dipenuhi energi sihir dalam jumlah besar mulai bermunculan di sekitar mereka. Meskipun begitu, mereka bertiga masih tak bisa menggerakkan tubuh mereka sedikit pun.
Noelle mencoba menggunakan transformasi untuk melepaskan diri, tapi tampaknya ia tak diizinkan untuk menggunakan skill itu dalam situasi ini.
Sisa sihir yang Olivia lepaskan sebelumnya masih ada di sekitar mereka, tapi hanya dengan fakta itu tidak akan merubah apa pun.
Hampir dua menit telah berlalu dengan mereka yang terjebak dalam situasi yang rumit ini. Dan tak lama kemudian, suatu perubahan akhirnya terjadi.
Udara menjadi lebih ringan, dan tubuh mereka dapat digerakkan dengan bebas lagi. Medan sihir yang sebelumnya bermunculan juga perlahan mulai menghilang, bersamaan dengan sisa sihir《Frostnova》yang sebelumnya Olivia rapalkan.
"Tampaknya kita sudah bebas."
"Itu benar, tapi … Bagaimana? "
(Ohh, ayolah … Aku sedang tidak dalam suasana hati yang bagus sehingga mau memikirkan hal seperti itu.)
'Pembatas' yang sebelumnya menghalangi mereka untuk pergi akhirnya menghilang, tapi bagaimana dengan caranya adalah sesuatu yang tidak ingin Noelle pikirkan sekarang.
Yang jelas, pihak ketiga pasti terlibat dengan hal ini.
Saat mereka semua masih dioanda kebingungan terhadap perubahan situasi yang begitu tiba-tiba, sesosok monster dengan wujud seperti ubur-ubur raksasa muncul dan menyerang mereka dengan sengatnya. Namun, makhluk itu seketika menbeku ketika menyentuh Noelle.
Noelle yang melihat itu tentu saja bingung. Ia kemudian menatap tangannya sendiri.
(Hmm? Apa efek sihirnya masih ada? Livia … Apa sihir itu memang memberi kita efek tambahan berupa perlindungan seperti tadi? )
{Eh, kurasa tidak.}
(Eh? )
Apa itu tambahan dari kebangkitan《Lust》? Kemungkinan besar memang begitu.
"Sekarang … Karena kota sudah berhasil keluar … Bagaimana kalau kita memeriksa yang lain? "
Lucius menanyakan itu pada Noelle dan Tania dengan sopan, tapi apa yang ada di pikiran Noelle sekarang sangat tidak layak untuk ditunjukkan padanya.
(Kenapa kau justru menjadi akrab dengan kami, dasar bajingan.)
Lucius pastinya khawatir dengan keadaan Norman dan yang lain, karena itu ia ingin bergegas memeriksanya.
Namun, apa yang menjadi kekhawatirannya saat ini bukanlah urusan Noelle. Noelle sangat ingin menolak tawarannya dan segera pergi dari sana, tapi itu pastinya akan merusak citra yang sudah ia bangun dengan susah payah, jadi ia menolak ide itu.
"Jadi di sini kalian berada."
Beberapa saat kemudian, seorang pria datang dan memanggil mereka.
Itu adalah Earl Eisen. Dia tampak memiliki luka di beberapa bagian tubuhnya, dan pakaiannya sedikit hancur dengan banyak noda darah di sana.
Jelas kalau ia baru saja terlibat dalam pertarungan.
"Apa yang terjadi pada kalian? Kalian tiba-tiba saja menghilang," ucap Earl.
"Seharusnya kami yang menanyakan itu padamu, kemana saja kau?! "
Noelle tidak peduli padanya, tapi tetap saja menjengkelkan ketika melihat seorang pemimpin seperti Earl justru meninggalkan penduduk yang ada di bawah kekuasaannya.
Lucius juga memiliki perasaan yang sama dengan Noelle. Dia menatap Earl dengan penuh tekanan, seolah meminta dia untuk menjelaskan semuanya.
Menyadari pikiran semua orang, Earl pun hanya bisa menghela napas. Benar-benar merepotkan, pikirnya.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Ini semua terkait dengan Terneth, aku hanya pergi sebentar untuk mengurusnya. Untuk Yang Mulia Pangeran dan teman-temannya, aku sudah meminta mereka untuk pergi ke tempat lain untuk berlindung. Aku juga mendapatkan bantuan dari mereka."
Earl menoleh ke belakang, dan memperhatikan sekelompok orang yang sedang bertarung untuk menghabisi semua monster yang tersisa.
Mereka semua adalah anggota Asterisk yang tersisa. Namun, ada sesuatu yang salah di sana.
Hanya ada enam orang di sana. Sosok yang dikenal sebagai Souris, menghilang.
(Kemana bajingan itu pergi?! )
...****************...
Sementara itu, di tempat Harold berada.
Harold dengan tubuh yang bersimbah darah berusaha berdiri dengan susah payah. Semua luka di tubuhnya itu perlahan menutup dengan kekuatan regenerasi, tapi tetap saja dia masih kehilangan banyak darah.
Beberapa menit telah berlalu sejak ia diserang oleh musuh yang tak dikenal, dan sejak saat itu, sama sekali tidak ada tanda akan kehadiran sangat penyerang.
Dia benar-benar menghilang tepat setelah meninggalkan luka yang besar di tubuh Harold.
Beberapa organ dalam dan tulangnya telah hancur, dan butuh waktu yang agak lama untuk menyembuhkan semua itu dengan regenerasi. Untuk mempercepat regenerasinya, Harold mencoba untuk menggigit dan menghisap darah monster yang telah ia bunuh sebelumnya.
Rasa darah monster itu benar-benar sangat buruk. Rasanya sangat pahit dan menjijikkan. Disertai dengan bau busuk yang dihasilkan daging monster itu, bahkan seorang vampir sekali pun pasti akan berpikir dua kali untuk menghisap darahnya.
Meskipun begitu, Harold terus memaksakan dirinya sendiri untuk meminum darah yang sangat menjijikkan itu. Meskipun ia harus menahan muntahnya saat merasakan bagaimana cairan lengket yang sangat busuk itu memasuki tenggorokannya, Harold akan melakukan apa pun agar ia selamat.
Namun, tidak peduli berapa banyak darah monster yang ia minum, kecepatan regenerasi tubuhnya sama sekali tidak berubah. Dia hanya terus meminum cairan menjijikkan itu tanpa mendapatkan keuntungan apa pun darinya.
Di saat Harold sudah pasrah, ruang di sekitarnya mulai terdistorsi, dan menampilkan sosok bayangan yang sama sekali tidak memiliki ciri manusia.
Itu adalah seekor serigala besar dengan rambut hitam pekat, dan mata yang merah. Bayangan di bawah serigala itu terlihat bergetar setiap kali angin menimpa dan membelai tubuh halusnya.
Harold merasa pernah melihat serigala itu di suatu tempat, tapi ia sama sekali tidak ingat apa atau siapa serigala itu.
Detik kemudian, satu sosok lagi datang, kali ini berwujud seperti seorang gadis kecil dengan rambut hitam yang sangat pekat.
Di saat kesadarannya memudar, ia berhasil menyebut nama gadis itu.
"Chlo … e … "
...****************...
Salah satu bagian pulau otonom di kota Eisen, Gereja Anastasia.
Sudah tidak ada apa pun di sana. Selain tanah tandus yang memiliki beberapa kawah kecil yang penuh dengan lahar, sama sekali tidak ada jejak yang menandakan berdirinya pulau otonom gereja yang agung itu.
Satu-satunya yang tersisa di sana adalah sosok biologis dari seorang pria yang tubuhnya telah hampir hancur sepenuhnya.
Itu adalah Terneth, yang sedang dalam keadaan sekarat.
"Lihat dirimu, kau benar-benar menyedihkan sekarang."
Menghampirinya yang sudah sekarat itu, seorang gadis mengucapkan kalimat ejekan pada sosok Terneth yang kini terbaring tanpa daya di tanah.
"Tidak hanya membiarkannya mengalahkanmu, kau bahkan kalah tanpa perlawanan darinya. Kau benar-benar mengecewakan, Terneth."
Gadis itu tertawa kecil, jelas mengejek keadaan Terneth yang sekarang.
Bagaimana tidak? Terneth benar-benar bdalan keadaan yang sangat menyedihkan sekarang ini.
Awalnya, ia bertarung melawan Earl dengan penuh keyakinan akan kemampuannya. Tapi, nyatanya ia dikalahkan dengan sangat mudah.
Kedua tangannya telah hancur, dan satu kaki serta satu matanya juga telah rusak sehingga tak dapat digunakan lagi. Puluhan tulang dan beberapa organ dalamnya juga telah hancur karena gelombang kejut yang menghantamnya dari luar.
Itu semua adalah luka yang ditinggalkan Earl untuk Terneth hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
"Yahh, aku tidak bisa menyalahkanmu karena kalah darinya. Tidak ada satu pun di antara kita yang mengira kalau orang itu, Moretti sera Eisen memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam pertarungan jarak dekat. Itu adalah kesalahan perhitungan."
Tidak hanya dikalahkan dalam hal sihir, tapi Terneth juga dibuat babak belur dengan kemampuan Earl dalam menggunakan senjata jarak dekat seperti belati dan pedang pendek.
"Meskipun begitu, ini adalah kekalahanmu. Kau masih harus bertanggung jawab, Terneth."
Bahkan meski keadaan tubuhnya sudah sangat mengerikan, Terneth entah bagaimana masih bisa hidup untuk mendengarkan perkataan gadis itu.
"Aku bisa mentoleransi kegagalanmu kali ini, tapi tidak akan ada lain kali. Kau bahkan membiarkan vibrate dagger yang kuberikan padamu itu dicuri olehnya. Kau harus menebus itu, dengan melayani kami, Voyager."
"Me … laya … ni? "
"Itu benar. Bersumpah setia pada kami, dan kami akan memberimu satu kesempatan lagi untuk menebus semua kegagalanmu."
" ……… "
Terneth sudah tidak memiliki kekuatan untuk menjawabnya. Dia hanya bisa pasrah akan apa yang akan terjadi pada hidupnya setelah ini.
"Yahh, seharusnya aku membunuhmu di sini sekarang. Tapi, karena tujuan kami sudah tercapai, kami masih bisa berbaik hati untuk memberimu kesempatan. Sebaiknya kau jangan sia-siakan itu. Aku akan menyembuhkan tubuhmu nanti, untuk saat ini, aku hanya akan memberimu penanganan darurat."
Saat gadis itu berniat pergi, Terneth dengan tenaga terakhir yang ia miliki berusaha memanggilnya, dan bertanya.
" … Bagaimana … Dengan … Orang-orang … Itu? "
Gadis itu hanya melirik sedikit pada Terneth, sebelum akhirnya menjawab dengan acuh.
"Jika yang kau maksud dengan 'orang-orang itu' adalah orang-orang yang kau bawa untuk menyerang tempat ini, maka hanya ada kabar buruk untukmu. Dari 60 orang yang kau bawa, hanya ada 14 orang yang selamat. Sisanya telah mati dengan cara yang sangat mengenaskan sehingga kami bahkan tak mau melihat mayat mereka."
"Begitu … Ya … "
Setelah mendengarnya secara langsung, hanya penyesalan yang mengisi hati Terneth. Dia sudah meminta orang-orang itu untuk bergabung dengannya dalam aksi 'pembalasan'. Mereka semua bergabung dengan Terneth karena ia telah menjanjikan kemenangan pada mereka semua. Namun, hasilnya sangat bertentangan dengan apa yang diharapkan.
Jika itu hanya petualang, maka Terneth masih bisa mengatasinya. Tapi, ia tidak pernah mengira kalau seorang Knight of Round seperti Lucius juga akan datang. Terlebih, ada kelompok baru yang dinamakan Asterisk yang muncul dan mengacaukan semua rencananya.
(Aku benar-benar bodoh … )
Hanya itu yang bisa ia pikirkan sekarang.
Tidak peduli berapa kali ia memikirkannya, ia selalu berakhir dengan kesimpulan kalau semua rencana yang ia buat adalah sesuatu yang sangat bodoh.
Dia terlalu percaya diri dengan kekuatan yang dia miliki, dan berakhir dengan membuat rencana yang gegabah. Dia bahkan tak memperhitungkan situasi terburuk yang bisa saja terjadi.
Kini, dia sudah tidak memiliki muka untuk bertemu semua orang yang ia janjikan dengan kemenangan sebelumnya.
"Yahh, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri seperti itu. Ini juga kesalahan kami karena tidak memprediksi semuanya. Kemunculan Asterisk dan Knight of Round adalah sesuatu yang tak terduga."
Meskipun dia mengatakannya seperti itu, Terneth tetap tenggelam dalam penyesalan karena telah menyia-nyiakan nyawa yang berharga dari semua orang itu.
"Setidaknya ini bukanlah akhir untukmu. Kau masih memiliki kesempatan untuk membalas semua ini nanti. Untuk sekarang, kau harus ikut bersama kami."
Dengan itu, Terneth kembali diberikan kesempatan untuk hidup, dan menjalani kehidupan pembalasannya yang dipenuhi dengan penyesalan.
(Selamat tinggal … Glantz, Luna, semuanya … Aku harap kalian bisa hidup dengan tenang tanpa menerima pengaruh buruk dariku … )
...****************...