![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Noelle dengan lincah melompati semua reruntuhan gedung yang berserakan di jalanan utama, sementara Lucius mengejarnya di belakang.
Sudah lebih dari beberapa menit sejak mereka mulai bermain kejar-kejaran mematikan ini.
Noelle menciptakan sebuah rantai darah dan mengaitkannya ke salah satu puing batu berukuran besar di dekatnya, lalu ia melempar itu tepat ke arah Lucius.
Lucius, bagaimanapun, ia hanya melompat dan menghindari serangan itu dengan cukup mudah.
Ini terlihat seperti situasi yang tidak menguntungkan untuk Noelle, tapi ia justru tersenyum sengit di balik topengnya.
Kenapa ia bisa tetap tenang seperti itu? Jawabannya ada pada asumsi yang ia miliki.
Lucius sebelumnya mengatakan kalau ia sudah menonaktifkan semua skill pasif yang Noelle miliki, tapi Noelle dengan jelas bisa merasakan beberapa skill pasifnya masih bekerja dengan baik. Terlebih lagi, Lucius tidak terlihat sedang berbohong dengan hal itu.
Yang artinya, Lucius beranggapan kalau ia sudah menyegel semua skill pasif yang Noelle miliki, tapi, jumlah skill pasif yang Noelle miliki jelas melebihi kemampuan penyegelan yang ia miliki.
Noelle berpikir kalau ini adalah situasi yang sempurna. Orang bernama Lucius itu terlihat sangat percaya diri dengan kemampuannya, dan dia juga terlihat meremehkan Noelle.
Tidak salah lagi, Noelle bisa memanfaatkan situasi ini.
Sambil terus melompati bangunan-bangunan besar yang telah ditinggalkan oleh penghuninya untuk mengungsi, Noelle mencoba bertanya pada Lucius.
"Hei, apa kau tahu alasanku, alasan kami melakukan penyerangan ini? "
Lucius terlihat bingung sejenak, tapi ia memutuskan untuk menjawab Noelle setelah hening sejenak.
"Huh? Tidak mungkin aku tahu, 'kan? "
"Hehe … Untuk orang dengan kesombongan seperti dirimu, kau cukup bodoh, ya? "
" … Apa maksudmu? "
Lucius berhenti mengejar Noelle, dan begitu juga dengan Noelle. Dia berhenti tepat di atas puing-puing bangunan yang berserakan itu.
"Apa kau tahu? Semakin kau menghalangi kami, semakin besar pula masalah yang akan kau hadapi di masa depan."
Lucius memiringkan kepalanya dengan bingung. Jelas kalau ia tidak mengerti dengan apa yang Noelle katakan.
Melihat itu, Noelle memutuskan untuk memutar otaknya dan menggunakan beberapa kalimat yang sudah ia susun di atas kepalanya.
"Kau bilang kau adalah Knight of Round, 'kan? Aku tidak tahu apa itu, tapi kurasa kau memiliki tanggung jawab untuk banyak masalah di negara ini."
Ketika Noelle mendengar tentang Knight of Round, satu-satunya hal yang bisa ia pikirkan adalah kelompok kesatria meja bundar yang dipimpin oleh Raja Arthur Pendragon dari legenda Britania.
Noelle merasa kalau itu semua adalah hal yang konyol. Lagipula, legenda tentang Knight of Round di bumi sangat terkenal akan kekuatannya.
Jika Knight of Round di dunia ini mirip dengan apa yang ia ketahui di bumi, maka sosok Lucius seharusnya menjadi sosok yang sangat kuat. Ini benar-benar pertarungan yang tidak seimbang. Karena itulah, Noelle hanya bisa tersenyum masam dan terus memikirkan berbagai solusi untuk melarikan diri dari situasi ini.
Meskipun begitu, Noelle tidak bisa benar-benar melarikan diri. Targetnya masih hidup. Jika ia ingin melarikan diri, maka ia harus memastikan kematian targetnya terlebih dahulu.
Noelle berusaha mengatur napasnya, sementara Lucius masih memandangnya dengan bingung.
"Karena kelihatannya kau tidak mengerti, maka aku akan berbaik hati untuk menjelaskannya padamu."
" ……… "
Berdasarkan waktu saat Lucius muncul, Noelle dapat memastikan kalau ia ada untuk melindungi walikota. Karena itulah, Noelle berpikir kalau ia bisa memanfaatkan ini.
Noelle diam-diam tersenyum di balik topengnya yang sudah berlumuran darah itu.
"Sosok yang kau lindungi beberapa saat yang lalu, seorang walikota bernama Weise sera Haustür itu, adalah salah satu orang yang akan menyebabkan banyak kematian di masa depan."
Begitu Noelle mengatakannya, ia akhirnya bisa melihat sedikit perubahan pada ekspresi Lucius.
Lucius tampak terkejut, tapi ia mengerutkan keningnya dan menatap Noelle dengan tidak percaya. Melihat itu, Noelle hanya mampu tersenyum kecut.
(Seperti yang diharapkan, ini masih kurang.)
Bermain dengan kata-kata dalam situasi seperti ini bukanlah hal yang menguntungkan bagi Noelle.
Noelle harus menyelesaikan pekerjaan ini secepatnya, dan langsung menemukan dalang dibalik penyerangan kota Eisen. Ia memang berkata pada Olivia kalau orang yang memberikan pengancaman, serta orang yang menyandera Cryll berada di kelompok yang sama. Namun, pada kenyataannya, Noelle masih belum tahu pasti tentang orang atau kelompok itu.
Semakin lama ia menyelesaikan ini, semakin banyak orang akan mati di Eisen. Noelle tahu kalau Earl tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini dalam waktu dekat, karena itulah ia harus melakukan apa pun untuk membebaskan Cryll.
Ini akan menjadi masalah yang sangat besar jika semua hal belum dibereskan setelah mereka melewati batas waktu yang diberikan.
"Dengan menghalangiku, menghalangi kami … Itu artinya kau akan memperlancar semua kematian yang akan terjadi itu."
" ……… "
Lucius masih tidak menjawab, ia hanya menatap Noelle dengan wajah datar.
Jelas kalau hanya dengan kalimat itu saja tidak akan cukup untuk membuatnya percaya. Noelle tahu itu dengan pasti. Kalau begitu, ia hanya perlu terus menyudutkan keyakinan Lucius dengan kata-kata yang telah ia susun di kepalanya.
Noelle saat ini memiliki beberapa keuntungan, salah satunya adalah informasi tentang 'bencana' yang akan datang itu.
Sambil diam-diam menyembuhkan dirinya sendiri, Noelle terus mengeluarkan berbagai kalimat dan mengamati reaksi yang Lucius buat.
"Apa kau tahu sesuatu tentang 'rencana penciptaan senjata malaikat'? "
Kali ini Lucius bahkan tidak menyembunyikan ekspresi terkejut di wajahnya. Noelle tersenyum begitu melihatnya.
(Sudah kuduga dia tahu sesuatu.)
Ini memang sudah berada dalam perkiraan Noelle. Tapi, melihat bagaimana Lucius membuat reaksi seperti itu, Noelle akhirnya tanpa sadar membuat kesimpulan kalau Lucius sama sekali tidak terlibat dengan rencana yang ia maksud.
Lucius memang mengetahui sesuatu tentang itu, tapi ia sama sekali tidak terlibat. Jelas kalau itu aneh.
Dalam ramalan yang Noelle dapatkan dari kristal itu, rencana yang ia maksud itu adalah sebuah rahasia besar yang hanya diketahui beberapa kalangan saja.
Tidak mungkin ada orang yang mengetahuinya, tapi sama sekali tidak terlibat di dalamnya.
Untuk memastikannya, Noelle memutuskan untuk menanyakan beberapa hal pada Lucius. Untungnya, sementara mereka melakukan percakapan singkat barusan, Noelle telah menyiapkan banyak rencana pelarian yang siap ia gunakan kapan saja.
"Kelihatannya kau tahu sesuatu tentang itu."
Noelle sebisa mungkin berusaha membuat suaranya terdengar tenang agar tidak memberikan kesan yang terburu-buru. Ini hanya spekulasinya saja, tapi Noelle berpikir kalau Lucius adalah orang yang cukup tajam.
Lucius mengangguk sedikit, "Memang, aku tahu sesuatu tentang itu. Lalu apa? "
(Huh? Dia masih belum mau mengatakannya, ya … )
Menghela napas sejenak, Noelle kemudian menjawab, "Aku hanya ingin memastikan beberapa hal. Kau tahu rencana itu, 'kan? Rencana penciptaan senjata malaikat itu bertujuan untuk menciptakan suatu 'senjata' yang dapat membawakan kemenangan pada kalian secara instan dalam setiap medan perang. Apa kau tahu apa efek samping yang dihasilkan dari semua itu? "
Meskipun itu disebut sebagai senjata malaikat, nyatanya, senjata yang dimaksud itu masih belum jelas wujudnya. Itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan malaikat.
Satu-satunya yang Noelle ketahui tentang 'senjata' itu adalah kekuatannya yang cukup untuk melenyapkan semua mahkluk abadi seperti dirinya.
Bahkan wujud senjata itu saja ia sendiri juga tidak tahu. Ramalan yang diberikan kristal itu padanya hanya memberikan gambaran kasar tentang 'senjata malaikat'.
Lucius membuat wajah bingung sejenak, lalu menjawab Noelle dengan penuh kepastian. Meskipun begitu, Noelle tetap bisa melihat suatu 'ketidakseimbangan' dalam cara Lucius menjawabnya.
"Tentu aku tahu itu. Itu adalah rencana untuk menciptakan sebuah senjata yang kemudian akan digunakan dalam banyak peperangan."
Mungkin karena ia tahu kalau Noelle sudah memiliki beberapa informasi tentang rencana itu, tapi caranya menjawab pertanyaan yang mencurigakan tanpa rasa khawatir itu sempat membuat Noelle merasa tidak nyaman.
Noelle mengangguk dan ingin membalas, tapi Lucius menyelanya, "Tapi, rencana itu sudah dibatalkan begitu raja yang sekarang, Yang Mulia Raja Louise naik takhta."
Informasi itu sudah cukup untuk membuat Noelle melebarkan matanya dengan terkejut. Waktu di mana raja Louise naik takhta, yang artinya, kurang lebih sekitar 17 tahun yang lalu.
Lucius baru saja mengatakan kalau rencana itu sudah dibatalkan setelah raja Louise naik Takhta sekitar 17 tahun yang lalu. Itu artinya, rencana itu seharusnya sudah lama berakhir dengan pembatalan.
Tapi, kenapa Noelle justru mendapatkan gambaran masa depan yang di mana dirinya dan semua orang tewas karena keberadaan senjata itu? Jawaban dengan persentase kebenaran paling besar hanya ada satu.
Rencana itu dijalankan secara rahasia oleh suatu pihak.
(Ahh, begitu, ya … Semuanya … Mulai terhubung … )
Di kepala Noelle, ia terus menerus menyimpulkan garis besar tentang apa yang sebenarnya terjadi. Pantas saja ia selalu merasakan suatu keganjilan saat mendapatkan ramalan itu. Firasatnya memang tidak pernah mengkhianati dirinya.
Ada lebih dari satu kelompok yang terlibat. Asumsinya tentang pihak yang mengirimkan serangan berupa bom manusia ke Eisen, dengan pihak yang menjadi dalang dibalik berjalannya rencana penciptaan senjata malaikat.
Adalah kelompok yang berbeda.
Semua hal itu dapat terjadi secara bersamaan karena adanya kerja sama dalam dua kelompok itu. Tapi, jika memang begitu, itu justru sangat menguntungkan bagi Noelle.
Noelle hampir tak bisa menahan tawa yang keluar dari seringai di wajahnya itu.
Semua rencana yang ia susun selama berjam-jam dengan mudah menghilang dari kepalanya, digantikan oleh rencana alternatif yang dapat dijalankan dengan sangat mudah, dan memberikan hasil yang jauh lebih memuaskan.
Dengan adanya pihak lain yang bersekutu dengan lawannya, Noelle akan mendapatkan pion tambahan yang sangat berguna dalam eksekusi rencananya nanti.
Bagi Noelle, menghancurkan dua kelompok sekaligus adalah hal yang jauh lebih mudah dibandingkan hanya satu kelompok. Karena, ia bisa menebarkan 'benih' ketidakpercayaan di antara musuhnya.
Dibandingkan dengan rencananya sebelumnya, yang baru saja ia buat ini jauh lebih mudah untuk dieksekusi. Ia hanya perlu memainkan beberapa pion untuk mendapatkan skakmat.
Yang menjadi masalahnya, ia tidak memiliki cara untuk menghubungi semua pionnya. Tapi, itu seharusnya bukanlah masalah jika ia bisa mengorek beberapa informasi dari para anggota Asterisk nanti.
Noelle tak bisa menahan seringainya yang semakin lebar, sementara mendapatkan tatapan bingung dari Lucius yang hanya melihatnya sebagai 'patung bertopeng yang aneh'.
Tak lama kemudian, Noelle berhasil menenangkan dirinya, dan kembali berbicara pada Lucius, "Hei, aku ingin tahu, apa pendapat pribadimu tentang percobaan penciptaan senjata itu? "
Alis Lucius saling bertaut, jelas tidak senang menerima pertanyaan itu.
"Bukankah sudah jelas? Senjata seperti itu … Tidak boleh dibiarkan ada. Semua kemenangan yang akan didapatkan kerajaan ini harus didapatkan dengan cara yang adil dan bermartabat. Hanya dengan itulah kami semua bisa mewariskan kebanggan yang kami miliki sebagai pengikut pahlawan."
(Kuhuhu … Kelihatannya dia akan jadi orang yang mudah untuk ditaklukkan.)
Orang dengan perasaan akan keadilan dan kebanggaannya yang kuat cenderung jauh lebih mudah dimanipulasi ketika berada dalam situasi seperti ini. Karena itulah, situasi yang diciptakan oleh dua pihak bodoh itu adalah yang terbaik untuk Noelle.
"Mhm, mhm. Itu benar, Lucius. Senjata seperti itu, memang tidak diizinkan untuk tetap ada di dunia ini. Suatu hal yang bagus karena rencana untuk menciptakan senjata itu telah dihentikan 17 tahun yang lalu. Tapi, bagaimana jika sebenarnya rencana itu sedang dilanjutkan secara diam-diam? "
Kali ini wajah Lucius menunjukkan ekspresi ragu sejenak.
(Untuk seseorang yang sepertinya memiliki banyak pengalaman kehidupan dalam perang, monyet satu ini memiliki terlalu banyak ekspresi.)
Citra bermartabat yang Lucius miliki sebelumnya seketika menghilang dari mata Noelle.
"Kurasa itu tidak mungkin," jawab Lucius dengan keyakinan penuh.
Noelle tidak tahu dari mana asalnya keyakinan yang ia miliki itu, tapi untuk saat ini, ia akan mencoba untuk memprovokasinya sedikit.
"Hee? Bagaimana kau bisa seyakin itu? "
"Singkat saja, Yang Mulia Louise, dia adalah sosok raja yang mengetahui segalanya yang ada di dunia. Jika rencana itu benar-benar sedang dilanjutkan, tidak mungkin raja sehebat Yang Mulia tidak menyadarinya."
(Alasan konyol macam apa itu? )
Saking konyolnya alasan itu, Noelle bahkan hampir tidak mempercayai telinganya yang mendengar semua itu.
Keyakinan yang Lucius miliki itu sedikit menjengkelkan bagi Noelle. Jika Lucius benar-benar yakin dengan apa yang ia katakan, maka akan sulit bagi Noelle untuk memanipulasi pikirannya.
"Apa yang membuatmu yakin dengan itu? Apa Sang Raja yang kau puja itu benar-benar 'mengetahui segalanya'? Bagaimana jika sebenarnya ia hanya mengarang untuk mendapatkan kepercayaan dari banyak orang. Bisa saja, semua yang ia katakan itu adalah sebuah kebohongan yang disertai dengan beberapa trik yang membuat dirinya terlihat lebih meyakinkan? "
"Kau?! Apa kau mera–"
"Meragukan? Tentu saja. Tidak mungkin aku bisa percaya pada omong kosong seperti 'mengetahui segalanya'. Apa kau pernah melihat pembuktian langsung dari Rajamu itu? Apa ada sesuatu yang membuatmu sangat percaya pada 'kemampuan spesial' yang dia miliki? "
"Itu–"
"Jika dia benar-benar bisa mengetahui segalanya, maka semua konflik besar yang terjadi antara kerajaan ini, dengan negara lain pasti tidak akan pernah terjadi. Dia bisa saja menemukan sosok yang menjadi dalang dari semua masalah, dan mengeksekusinya saat itu juga sebelum dia menjadi pelaku yang menyebabkan kekacauan pada negeri yang ia kuasai ini."
" ……… "
Kali ini Lucius tidak menjawab. Dia hanya menatap Noelle dengan penuh amarah. Melihat ekspresi seperti itu, tanpa sadar telah membuat Noelle merasa bersemangat.
Noelle memutuskan untuk melanjutkan kalimat provokatifnya, dan memberikan penekanan lebih lanjut pada Lucius.
"Jika dia benar-benar mengetahui segalanya, maka dia pastinya bisa dengan mudah menaklukkan negara yang menjadi lawannya. Itu benar-benar kemampuan yang berguna, kau tahu? Dia bisa saja menemukan semua rahasia dan celah yang dimiliki lawannya, dan memanfaatkan itu untuk menggapai kemenangan telak bagi negeri ini."
Noelle mengangkat kedua bahunya sambil mendengus singkat, lalu melanjutkan, "Tapi, dia justru tidak melakukan itu dan tetap diam bahkan setelah 17 tahun kenaikannya. Semua tindakan yang aku, kami Asterisk ambil malam ini, semua berkat kelalaiannya dalam mengurus sebuah negara. Itu adalah fakta yang tak dapat diganggu gugat bagi kami yang telah menerima ramalan."
"Ramalan? "
Noelle tersenyum. Ia sengaja untuk membocorkan sedikit tentang 'ramalan' itu untuk menarik perhatian Lucius.
Dan seperti yang ia bayangkan, Lucius tampak tertarik dengan itu.
"Benar. Kami mendapatkannya, ramalan itu. Ramalan mengenai bencana besar yang akan datang. Keberadaanmu yang menghalangi tugasku, sama saja dengan membiarkan bencana itu," ucap Noelle sambil menunjuk ke arah Lucius.
Sejujurnya, Noelle tidak ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi di sini. Dia masih memiliki banyak hal yang harus ia lakukan. Karena itulah, Noelle mencoba untuk mempercepat tindakannya.
"Kau sudah mengerti, 'kan? Rajamu itu … Dia tidak mengetahui segalanya. Dia hanya tahu apa yang dia tahu. Jika dia benar-benar sehebat yang kau katakan, maka dia pasti tidak akan tinggal diam ketika ada bencana besar yang akan menimpa negerinya dalam waktu dekat."
Lucius mengernyitkan dahinya dengan kesal, "Aku tidak peduli dengan bencana apa yang kau katakan itu, tapi … Menghina Yang Mulia, tidak dapat dimaafkan."
Mengatakan itu, sosok Lucius tiba-tiba menghilang, dan kembali muncul tepat di hadapan Noelle.
Noelle yang jadi sedikit lengah karena semua yang terjadi begitu cepat itu hanya mampu memundurkan tubuhnya dengan gerak reflektif yang ia miliki.
Meskipun ia hanya mampu melakukan gerakan kecil itu, nyatanya, itu sudah cukup untuk membuat kepalanya tetap berada pada tempatnya.
Sisa angin yang disebabkan oleh tebasan cepat pedang Lucius itu sedikit menyerempet leher Noelle, menyebabkan sebuah luka gores dengan darah segar yang mengalir dari sana.
Menyadari serangannya dihindari, Lucius segera mengambil gerakan lain dengan kembali mengayunkan pedangnya secara diagonal ke Noelle, tapi Noelle berhasil menghindari itu dengan melompat jauh ke belakang.
Sosok Lucius kembali menghilang, dan muncul kembali tepat di hadapan Noelle. Namun, kali ini ia menggunakan kepalan tangannya untuk memukul langsung ke titik solar plexus Noelle.
Hanya dengan pukulan itu, Noelle langsung terpental jauh ke belakang, menyebabkan lebih banyak kehancuran pada bangunan sekitarnya.
Meskipun begitu, Noelle segera memperbaiki posisinya di udara dan mendarat dengan kaki yang tampak tertatih-tatih.
(Itu gila! )
Meskipun ia bisa meregenerasi lukanya secara manual, Noelle tetap merasakan sakit yang luar biasa di area dadanya.
"Persetan dengan ini … "
Tepat saat Noelle ingin melomoat menjauh, sosok Lucius kembali muncul tepat di hadapannya, memberikan tendangan menyamping dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Lengan Noelle yang entah bagaimana dapat menyamai kecepatan Lucius itu segera memposisikan dirinya di bagian yang akan menjadi titik serangan, tapi kekuatan yang ada pada kaki Lucius itu sangat tidak masuk akal sehingga Noelle terpental jauh ke samping dengan lengannya yang membengkok ke titik yang aneh.
Noelle segera meregenerasi lengannya, dan bersiap untuk serangan berikutnya, tapi dia tak dapat menemukan Lucius di mana pun.
Bahkan dengan kemampuan deteksi yang Noelle miliki, sosok Lucius tetap tak terlihat. Baik hawa kehadiran fisiknya, maupun jejak sihirnya. Sama sekali tidak ada tanda-tanda akan keberadaan Lucius.
Namun, Noelle segera merasakan suatu firasat mengerikan yang akan menimpanya beberapa saat lagi.
Insting Noelle secara alami membuat tubuhnya bergerak sendiri untuk melompat sejauh mungkin ke belakang. Dan benar saja, tanah tempat ia berpijak sebelumnya, telah hancur tak berbentuk dengan banyak lahar panas yang tumpah di sana.
Bahkan Noelle akan kesulitan beregenerasi jika ia menerima serangan itu.
Di saat seperti ini, hanya satu hal yang Noelle pikirkan.
Entah bagaimana, ia harus melarikan diri.
Noelle tersenyum kecut, dan berbicara sambil terus melompat dalam pola yang tak menentu guna mengecoh Lucius.
"Jika kau benar-benar tidak percaya padaku, maka kau bisa memastikannya langsung dengan memeriksa wali kota sialan yang kau biarkan kabur itu! Jika kau benar-benar memeriksanya, maka kau akan menemukan kebenaran! "
" ……… "
Lucius memang tidak menjawab, tapi Noelle bisa merasakan sedikit perubahan pada ekspresinya. Itu sudah cukup.
"Kalau begitu, selamat tinggal! "
Sosok Noelle tiba-tiba lenyap menjadi gumpalan asap hitam yang kemudian menghilang seperti tertiup angin. Meninggalkan sosok Lucius yang memiliki wajah suram sedang menatap tempat Noelle berdiri sebelumnya.
...****************...