[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 153: Cryll Rescue Act (10)



...****************...


Rico tanpa mengatakan apa pun langsung menembakkan revolver itu ke pada para living armor yang mulai bergerak.


Setiap peluru yang ia tembakkan secara instan mendarat di titik kelemahan mereka semua. Bidikannya benar-benar akurat.


Skill《Analyze》yang Rico miliki mampu memberinya informasi akurat mengenai kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Kecepatan angin, luas ruangan, tekanan gravitasi, dan bahkan kepadatan udara. Semua itu mampu dibaca dengan《Analyze》.


Rico dapat menembak secara akurat karena ia memiliki informasi itu semua. Bahkan jika ia tidak memiliki pengalaman dalam memegang senjata api, ia masih bisa menembakkan revolver itu dengan tingkat keakuratan yang mengerikan.


Rico sekali lagi menarik pelatuk revolver itu, tapi tak ada peluru yang keluar. Living armor yang sebelumnya ia targetkan kini sudah di depan mata, dan tombaknya yang sebelumnya ia lempar juga menghilang entah ke mana.


Untungnya, Noelle datang tepat waktu dan menghancurkan living armor itu menggunakan kakinya. Jadi Rico berhasil selamat.


Dia pun menatap Rico dengan jengkel.


"Kau membuang senjatamu, hanya untuk menggunakan senjata yang amunisinya saja kau tidak punya? Apa kau bodoh? "


"Ugh … "


Wajahnya sedikit terdistorsi, dan dia mendecakkan lidahnya. Dia kemudian melihat ke sekeliling untuk mencari tombaknya, tapi tak menemukan itu di mana pun.


"Jika kau mencari tombakmu, itu sudah hilang. Living armor yang ditancapkan bersamanya juga menghilang entah ke mana."


Setelah Noelle mengatakannya, Rico kemudian sadar.


"Tunggu, kau bilang kalau tombakku menghilang entah ke mana, 'kan? "


"Hm? Ya."


"Apa itu artinya … "


Seolah sudah memahami pemikiran Rico, Noelle mengangguk. "Tepat seperti yang kau bayangkan."


Noelle kemudian melanjutkan, "Lorong ini memiliki sifat yang sama dengan sebuah dungeon. Semua monster atau peralatan lokal yang terjatuh di sini akan langsung terserap, dan diubah menjadi energi sihir."


Noelle tidak tahu banyak tentang dungeon, tapi dia bisa memberikan contoh sedikit. Noelle mengeluarkan sebuah jarum kecil dari sakunya, dan menjatuhkan itu ke lantai.


Tak lama kemudian, jarum itu tenggelam dan menghilang ke dalam lantai.


"Jika kalian sudah mengerti, hati-hatilah dengan peralatan kalian. Aku tidak bisa menggunakan sihir di sini, jadi aku tidak bisa memberikan peralatan cadangan."


Setelah mengatakan itu, Noelle lalu mengeluarkan beberapa batu berwarna dari sakunya. Ia melemparkan itu ke arah Anzu, yang pada akhirnya ditangkap Anzu dengan mudah.


"Penghalang yang kubuat itu akan menghilang tidak lama lagi, dan aku tidak bisa menyuplai energinya secara langsung. Untuk sekarang, gunakanlah batu sihir itu."


Penghalang yang melindungi Kaira dan yang lain adalah sesuatu yang Noelle ciptakan menggunakan sihirnya. Dan karena ia sudah tak bisa mengeluarkan sihir lagi di sini, ia tak bisa menyuplai energi ke sana sehingga penghalang itu bisa hancur kapan saja. Untuk sekarang, ia hanya bisa memberikan solusi sementara menggunakan batu sihir.


"Baiklah," jawab Anzu sambil menggenggam beberapa batu sihir kecil itu.


Noelle mengangguk, lalu menyiapkan pedangnya.


Langen dan Verstand telah ia gabungkan sebelumnya. Dan kini, ia akan memisahkannya kembali.


Pedang panjang di tangan Noee bersinar sejenak, sebelum akhirnya terpisah menjadi dua bagian. Hanya memakan beberapa detik hingga kedua bagian yang bersinar itu berubah menjadi dua pedang panjang dengan warna yang saling berlawanan.


Namun, Noelle tak berhenti di sana. Kedua pedangnya kembali bersinar, dan mengubah bentuknya hampir dalam seketika.


Pedang hitamnya—Langen—berubah bentuk menjadi sebuah pedang besar dengan bilah yang sedikit melengkung. Itu mirip dengan pedang yang dikenal sebagai katana. Hanya saja, ukurannya sedikit lebih besar, yaitu sekitar 1,4 meter.


Sedangkan pedang peraknya—Verstand—juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Ukurannya jadi lebih pendek dari sebelumnya, dan bentuk bilahnya juga menjadi lebih melengkung. Dibandingkan Langen, ukuran Verstand jauh lebih layak untuk disebut sebagai katana. Yaitu hanya satu meter pas.


Keduanya telah berubah menjadi pedang berjenis katana. Hanya saja, ukuran keduanya berbeda. Keputusan untuk membedakan ukurannya itu bisa muncul karena pemikiran Noelle yang ingin mengubah gaya bertarungnya.


"Apa yang akan kau lakukan dengan kedua pedang itu? "


Norman sedikit bingung saat melihat perubahan pada senjata Noelle. Namun, ia memutuskan untuk mengesampingkannya. Sebagai gantinya, ia bertanya pada Noelle tentang alasan ia merubah bentuk pedangnya itu.


"Yahh … Jika kau bisa mendeteksi sihir, maka kau seharusnya tahu kalau gaya bertarungku ketika dengan pedang panjang yang normal itu menggunakan beberapa sihir sebagai dukungan."


" … Tentu."


Memang agak samar. Tapi Norman masih dapat mengingatnya. Dalam ingatannya, ia memperhatikan kalau Noelle sering kali mengayunkan pedangnya, dan di saat yang sama juga mengeluarkan beberapa sihir sebagai dukungan.


Sihir yang paling sering Noelle pakai ketika bertarung adalah sihir gravitasi, dan beberapa sihir elemen lainnya yang biasa ia pakai untuk menjadi pengecoh.


Selain itu, Norman tak pernah melihat yang lain. Mungkin karena lawannya yang terlalu lemah, sehingga Noelle hanya perlu pedangnya sendiri untuk menang melawan mereka.


"Tapi … Apa hubungannya dengan perubahan senjata itu? "


Norman melirik pada kedua pedang yang kini telah digantung di tubuh Noelle. Langen yang memiliki ukuran yang lebih panjang telah digantung di bagian punggung Noelle, sedangkan Verstand yang sedikit lebih pendek dibiarkan bergelantungan di sabuk pada bagian belakang pinggangnya.


Seolah mendapatkan pertanyaan yang bodoh, Noelle menghela napas dengan pasrah. "Apa kau benar-benar tidak bisa menebaknya sendiri? "


"Aku hanya ingin memastikan, oke? "


Mereka berdua saling menatap dengan kesal. Meskipun begitu, pada akhirnya Noelle tetap menjawabnya.


"Aku cenderung memakai banyak sihir ketika menggunakan bentuk pedang panjang yang biasa. Tapi, jika bentuk senjataku seperti ini, aku akan lebih fokus pada pengendalian telekinesis dan serangan fisikku."


Pada dasarnya, ini hanya masalah kecocokan saja. Noelle merasa pedang panjang yang normal akan lebih baik jika dikombinasikan dengan sihir. Dan Noelle cenderung hanya akan menggunakan kekuatan fisiknya saja saat menggunakan pedang dengan bilah melengkung seperti katana.


Langen dibuat menjadi lebih besar karena fungsi dan kekuatannya yang lebih besar ketika dalam pertarungan jarak dekat. Sedangkan Langen dibuat lebih kecil karena Noelle hanya akan menggunakannya sebagai senjata 'support' semata.


Mengapa ia tidak menggabungkan keduanya? Hal ini terkait dengan beberapa tipe serangan kombinasi yang Noelle miliki.


"Yahh, tidak ada waktu untuk membicarakan itu. Ayo maju."


Noelle berlari meninggalkan semua orang di belakangnya. Karena penghalang sihir yang melindungi Kaira dan yang lain kini telah disuplai menggunakan batu sihir, ia tidak perlu repot-repot mengawasi mereka setiap saat.


"Meskipun dia bilang maju … Memangnya mau ke mana kita? "


Pemikiran seperti itu terus diulang di kepala Rico.


"Siapa yang peduli dengan itu? Kita harus segera keluar dari sini," jawab Kaira.


"Aku benar-benar tidak ingin mendengar itu dari seseorang yang hanya bisa diam dan berlindung di dalam penghalang, kau tahu? Dan dari pada itu, seharusnya aku masuk ke sana sekarang! "


"Kau masih bertanya? Apa kau tidak melihat betapa lemahnya keadaanku sekarang? Aku bahkan tidak memiliki senjata untuk bertarung! Jadi biarkan aku masuk! "


Rico mencoba menerobos masuk ke dalam penghalang, tapi tangan Kaira selalu menghentikannya dengan paksa.


Tangan Kaira dengan sangat kuat meraih wajah Rico dan dengan paksa mendorongnya keluar dari dalam penghalang.


"Tempat ini sudah penuh! Kami sudah tidak bisa menerima tamu tambahan di sini! "


"Kalau begitu, keluarlah dan gantikan aku, dasar bajingan! "


"Tidak mungkin! Tempat ini lebih cocok untukmu! Kemampuanmu itu pasti akan berguna! Dan juga, jika kau membutuhkan senjata, ambil saja punyaku! "


Kaira kemudian melemparkan tombaknya sendiri, yang pada akhirnya ditangkap oleh Rico dengan sedikit panik.


"Jangan melemparnya secara tiba-tiba! Bagaimana jika itu terjatuh dan menghilang?! "


"Jika itu terjadi, maka hari ini pasti hari kesialanmu! "


"Kau tidak perlu mengatakannya, setiap hari adalah hari kesialan untukku."


"Kalian diamlah."


Muak dengan keributan yang mereka berdua buat, Alan dengan wajah jengkel langsung maju dan menyusul Noelle.


...****************...


"Tidak salah lagi. Kita hanya berjalan memutar tanpa sadar."


Setelah beberapa menit berlarian menelusuri lorong tanpa ujung itu, Noelle akhirnya memastikan keraguannya.


Di lantai tempat ia berpijak, terdapat sisa tebasan yang cukup dalam. Itu adalah bekas yang ia tinggalkan untuk menandai titik awal sebelum ia mulai menelusuri lorong ini.


"Kita berlari ringan dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam, dan kita sudah berlari selama 9 menit, dan 40 detik. Itu artinya, butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke titik kita mulai."


"Jika begitu, lorong ini pasti memiliki panjang sekitar … "


Saat Rico mulai melakukan perhitungan di kepalanya, Noelle langsung menyela dengan gelengan sederhana.


"Kau tidak perlu menghitungnya. Itu tidak penting. Yang terpenting di sini adalah kita sudah tahu kalau lorong ini membuat kita terus berputar. Sekarang, kita hanya perlu menemukan cara untuk keluar."


"Aku mengerti dengan itu, tapi … "


Setelah merenung sejenak, Norman melanjutkan. "Bagaimana kita bisa melakukannya? "


Noelle tersenyum masam. Sedikit menyesal karena tidak memberi tahu mereka sebelumnya.


Berdasarkan reaksi kebingungan dari semua orang, Noelle menyimpulkan kalau mereka tidak memiliki informasi apa pun terkait senjata bintang. Jika mereka mengetahui setidaknya satu hal tentang senjata bintang, maka mereka pasti akan menyinggung tentang hal itu dalam pembicaraan ini.


Setidaknya itu kabar baik untuk Noelle.


Noelle kemudian menarik keluar Langen dari punggungnya, dan membentuk posisi kuda-kuda.


"Aku tidak tahu pasti tentang seberapa kuat ini. Tapi, jika apa yang dia katakan tentang kekuatan pedang ini adalah hal yang nyata … Seharusnya masalah sepele seperti dinding yang sangat tebal seperti ini tidak akan menjadi penghalang."


Benar, pedang hitam Langen memiliki kekuatan untuk menebas segalanya. Namun, Noelle tak tahu pasti apakah itu benar atau tidak. Lagi pula, Anastasia yang mengatakannya.


Sementara semua orang dibuat bingung dengan apa yang Noelle lakukan, Noelle terus mengumpulkan kekuatan di tangan dan kakinya agar ia bisa memberikan tebasan yang maksimal.


Pinggangnya sedikit diturunkan, dan kedua kaminya yang dalam posisi penguatan seketika berubah menjadi pusat gravitasinya. Noelle menggenggam gagang Langen dengan kedua tangannya yang dalam posisi ditarik ke belakang, sehingga bilah tajam nan besar itu kini berada tepat di belakang lehernya.


Posisinya sedikit mirip dengan seorang pemukul yang sedang menunggu lemparan bola dari pitcher.


Beberapa detik berlalu dengan keheningan. Meskipun begitu, semua orang secara alami menyadari perbedaan pada udara di sekitar Noelle. Semua tiba-tiba menegang.


Namun, mereka langsung dibuat mengerti setelahnya.


Noelle sekuat tenaga mengayunkan tangannya dan membuat bilah tajam Langen melesat dengan kecepatan yang mengerikan ke arah dinding.


Setiap senti yang dilewati bilah itu akan menghasilkan angin yang sangat kuat sehingga membuat semua orang sedikit terdorong kehilangan keseimbangannya.


Benar-benar monster, adalah apa yang semua orang pikirkan ketika mereka melihat Noelle. Sebelumnya, mereka sudah tahu kalau Noelle tidak bisa menggunakan sihir di sini. Yang artinya, serangan yang baru saja ia lakukan ini, sepenuhnya mengandalkan kekuatan fisiknya semata.


Bagian tajam Langen menabrak dinding logam itu, dan menghasilkan gelombang kejut yang luar biasa kuat. Bahkan Noelle sendiri hampir melepaskan pegangan Langen karena dampak yang ia terima dari tabrakan ini. Meskipun begitu, ia tidak berhenti.


Noelle lagi-lagi menyuntikkan setiap energi yang ia miliki ke tangannya, dan membuatnya memperkuat ayunan Langen.


Berkat itu, kerusakan yang Langen berikan menjadi semakin besar. Bilahnya dengan mudah mengoyak dinding berlapis logam, sementara baja tebal yang ada di dalamnya dengan mudahnya terpotong seperti jeli.


Namun, hanya dengan itu saja tidak cukup. Noelke tidak tahu pasti mengenai berapa ketebalan dinding ini. Tapi, berdasarkan sensasi memotongnya, ketebalannya pasti berbeda dari yang dia ingat saat menciptakan lubang di dinding yang sama dari luar.


Bilah Langen lanjut menembus dan memotong semua bagian logam yang menghalangi. Dan saat ujung Langen berpisah dengan permukaan dinding, Noelle kembali mengayunkannya sekuat tenaga ke arah yang berbeda.


Tebasan yang ia berikan memiliki pola diagonal. Sehingga, semua tebasan yang ia berikan sejauh ini telah menciptakan sebuah tanda silang yang cukup dalam di dinding.


Selesai dengan satu tebasan lagi, Noelle lanjut mengayunkan pedangnya dengan memanfaatkan momentum yang dihasilkan dari tebasan sebelumnya.


Kali ini ia menciptakan sebuah garis horizontal yang sangat lebar dan sangat dalam di dinding.


Tubuhnya berputar karena momentum, tapi itu bukan halangan. Noelle mengandalkan semua itu dan kembali memberikan beberapa tebasan pada dinding.


Hingga akhirnya, tembok besar itu menjadi sebuah 'kanvas' untuk 'lukisan' abstrak yang Noelle hasilkan.


Tak terhitung ada berapa banyak tebasan yang ia berikan pada tembok itu. Dan itu juga tidak penting. Satu-satunya yang membuat semua orang fokus adalah 'jalan keluar' yang telah Noelle ciptakan.


Sebuah lubang kecil yang memancarkan cahaya mulai muncul di titik utama dari bagian tembok yang Noelle serang. Titik itu akan menjadi dasar jalan keluar mereka.


Noelle lanjut mengayunkan pedangnya, dan menciptakan tebasan yang tercipta dari angin. Bilah angin itu kemudian dengan mudahnya menembus dan menghancurkan dinding yang telah dilemahkan itu.


Noelle tersenyum, dan menghentikan gerakannya setelah berputar sekali di tempat, dengan tujuan menghabiskan momentumnya.


"Jalan keluar, sudah tercipta! " ucapnya sebelum ia akhirnya menyadari apa yang telah menunggunya di luar sana.


...****************...