[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 239: Contract (3)



...****************...


Dalam perjalanan kembali ke apartemen, Noelle terus menanyakan beberapa hal pada Felice, dan Felice menjawab semuanya dengan lancar seolah itu adalah hal yang wajar.


Kemudian, Noelle menanyakan pertanyaan lain. "Tentang kontrak seperti ini … Pihak mana saja yang punya hak untuk mengetahuinya? "


Noelle memiliki kenalan seorang pangeran dan beberapa keturunan bangsawan, dan tak ada satu pun dari mereka yang tau tentang kontrak.


Tentu saja dia merasa itu aneh. Informasi tentang kontrak seharusnya menjadi informasi yang mudah diakses oleh beberapa pihak penting, seperti pangeran, dan beberapa keturunan bangsawan.


Apa pun alasannya, Noelle tertarik untuk mengetahuinya.


"Itu … Sebenarnya, aku tidak terlalu tahu. Posisiku hanya sebagai staff sipil biasa di cabang kota ini, jadi aku tidak punya hak untuk mengetahuinya. Tapi, berdasarkan apa yang kudengar dari Kapten dan Tian, hanya pihak tertentu dan gereja yang bisa mengetahui tentang kontrak."


Pembatasan penyebaran informasi, sehingga seseorang dengan kedudukan tinggi saja tidak akan bisa mengetahuinya.


(Kontrol informasinya luar biasa ketat … )


Noelle mau tak mau mengagumi bagaimana para organisasi gereja mampu menyembunyikan semua itu dari berbagai pihak.


Dia ingat dengan percakapannya dengan Norman saat masih di dalam dungeon.


Saat itu, Norman mengatakan kalau dia merasakan gerak-gerik yang mencurigakan dari Gereja Dewa Pengetahuan Gerben, tapi dia tidak yakin dengan masalah yang sedang mereka hadapi.


Sekarang, Noelle sadar kalau masalahnya cukup rumit.


Masalah yang melibatkan gereja selalu menjadi masalah yang rumit. Noelle seharusnya tidak menyukai ini, namun … Entah mengapa, senyum kecil justru terbentuk di wajahnya.


...****************...


Noelle dan Felice tiba di apartemen mereka, dan keduanya langsung masuk ke kamar mereka masing-masing.


Noelle langsung mengunci pintu, menyalakan lentera, dan duduk di sofa tengah ruangan.


Tepat di hadapannya, sebuah sangkar kecil berisi dua ekor tikus putih dapat terlihat dengan jelas.


Dalam keheningan total, Noelle menatap salah satu tikus itu, lalu menjentikkan jarinya.


Seketika, lingkaran sihir yang sudah tertanam di tubuh tikus itu bereaksi. Tubuhnya memancarkan cahaya untuk sejenak, tapi cahaya itu kemudian menghilang, dan digantikan dengan suasana yang tiba-tiba menjadi suram.


"Kau memanggilku lebih dulu hari ini. Apa yang kau mau? Asal kau tahu, aku tidak punya banyak waktu sekarang."


" … Apa yang terjadi padamu? "


Suara yang cukup nyaring keluar dari tikus itu, tapi Noelle tetap berbicara santai dengannya. Suara itu berasal dari sosok yang sedang merasuki tikus—'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu'.


Tak butuh waktu lama, tikus itu menjawab, "Para Voyager sialan itu menjadi lebih aktif belakangan ini. Terlebih lagi, orang yang dipasangkan denganku, si bajingan Terneth itu begitu terobsesi untuk menyerang kota Eisen."


" … Apa semua akan baik-baik saja? "


"Kurasa kau tidak perlu khawatir. Orang-orang yang ingin kau lindungi, sudah tidak ada di sana. Mereka sudah pindah ke kota lain beberapa waktu yang lalu. Selain itu, Terneth juga tidak bisa bertindak seenaknya karena aku masih memegang kendali."


"Jadi mereka pindah, ya … "


Sejujurnya, ini membuat Noelle lega.


Eisen telah mengalami banyak penghancuran, dan entah kapan serangan berikutnya akan datang. Bahkan, berkat semua insiden yang sudah terjadi, populasi penduduk di Eisen telah berkurang secara drastis karena berbagai alasan.


Alasan terbesar di balik pengurangan populasi ini, adalah betapa banyaknya keluarga yang memutuskan untuk pindah ke kota lain, dan menetap secara permanen di sana.


Biar pun pemandangannya tidak seindah Eisen, setidaknya mereka akan aman di sana. Atau, begitulah yang mereka pikirkan.


Dengan perginya Olivia dari tempat itu, maka dia sudah pasti akan aman.


Memang, berkat kontrol informasi yang diterapkan, fakta bahwa dirinya adalah vampir tidak begitu tersebar luas. Hanya sejumlah kalangan kecil saja yang mengetahuinya.


Noelle tidak menyadarinya saat itu, tapi sekarang dia sepenuhnya sadar bahwa kontrol informasi ini diterapkan oleh Anastasia.


Setelah kemunculan pertama dari sosok malaikat, Noelle telah mengantisipasi berbagai kemungkinan, namun semua yang ia bayangkan itu justru tidak terjadi.


Banyak orang justru menganggap kalau malaikat itu tidak pernah turun. Satu-satunya kelompok yang masih mengingatnya dengan jelas, adalah kelompok reinkarnator, dan beberapa orang tambahan dari pihak Earl.


Jelas, Anastasia telah melakukan beberapa tindak pencegahan yang membuat semua orang tidak dapat mengingat kejadian yang mereka lihat.


Dewa dilarang ikut campur dalam urusan manusia, jadi mungkin kekuatan yang dikeluarkan itu menggunakan malaikat sebagai katalisnya.


" … Aku akan mengesampingkan itu. Untuk sekarang, apa kau sibuk? "


Tikus itu mendecakkan lidahnya dengan kesal.


"Langsung saja katakan urusanmu. Aku sibuk memulihkan tubuhku."


Noelle mengangkat bahunya dan dengan santai bersandar pada sofa.


"Apa kau tahu sesuatu tentang 'membuat kontrak dengan dewa'? "


Tikus itu diam sejenak, seolah bingung harus menjawab apa. Namun, detik kemudian 'Dia' langsung angkat bicara.


"Tentu aku tahu itu. Membuat kontrak dengan makhluk fana adalah salah satu cara terbaik bagi seorang dewa untuk memberikan pengaruhnya di dunia. Tapi, aku benar-benar terkejut kau menanyakannya sekarang. Apa yang terjadi? "


Noelle mendongak dan menatap langit-langit dalam keheningan untuk sejenak. Kemudian, dia kembali menatap tikus yang dirasuki itu.


"Aku berencana membuat kontrak dengan dewa. Apa kau punya saran untuk itu? "


Noelle masih belum terlalu mengerti tentang membuat kontrak. Namun, dari mendengarnya saja dia sudah merasa kalau itu adalah hak yang cukup bagus.


Membuat kontrak dengan dewa berarti dapat memiliki sebagian kecil dari kekuatan dewa tersebut, dan jika dia terus berkembang, kekuatan itu juga pastinya akan mengikuti perkembangannya.


Yang menjadi masalah, Noelle masih belum mengetahui dampak negatif dari membuat kontrak. Felice sama sekali tidak menjelaskan apa pun terkait hal itu.


Satu-satunya yang Noelle pahami, adalah kenyataan bahwa kekuatan yang berasal dari kontrak tidaklah mutlak. Seperti Felice yang hanya mendapatkan kemampuan untuk menghindar, Noelle belum tahu kekuatan apa yang akan dia dapatkan nanti.


Tikus yang dirasuki itu diam merenung sejenak, lalu kembali menatap Noelle dengan mata merahnya.


"Sebaiknya jangan terlalu terburu-buru. Aku tidak akan menghentikanmu kalau kau benar-benar ingin membuat kontrak, tapi ada baiknya kau memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan itu."


"Dan? Apa saja itu? "


Setelah Noelle menanyakannya, gumpalan debu perak muncul entah dari mana, dan membuat sebuah daftar tepat di atas meja.


"Yang pertama yang harus kau perhatikan adalah dengan siapa kau membuat kontrak."


"Ada banyak dewa di dunia ini, dan mereka semua memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Bagaimana kau bisa mengetahui kekuatan mereka? Cukup lihat saja nama kehormatan mereka. Contohnya, kau tahu nama kehormatanku, 'kan? "


"'Yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu', 'kan? "


Tikus itu mengangguk. "Seperti namaku, aku memiliki kekuatan yang terkait dengan Dongeng dan Masa Lalu. Semua yang kau lihat di dungeon itu adalah hasil dari kekuatanku."


Kekuatan'Nya' mampu memanifestasikan dongeng yang sudah ada, serta menjadikan 'masa lalu' sebagai bahan 'jamuan' untuk dinikmati. Jika 'Dia' tidak menyukai masa lalu yang dijadikan jamuan itu, maka 'Dia' akan mewujudkan dongeng, atau pun mimpi buruk orang tersebut.


"Secara garis besar, aku mengerti. Jadi … Misalkan aku membuat kontrak dengan Dewi Anastasia, apa aku akan mendapatkan kemampuan yang terkait dengan 'Cinta' dan 'Harapan'? "


"Benar."


"Terdengar menjijikkan."


Noelle mengerutkan keningnya saat dia membayangkan dirinya sendiri mendapatkan kekuatan seperti itu.


Menggelengkan kepalanya sejenak, Noelle seketika menghapus semua bayangan itu, dan kembali berbicara pada sosok yang merasuki tikus.


"Lalu, apa lagi yang harus kuperhatikan? "


"Hal yang paling dasar. Jika kau ingin membuat kontrak dengan seorang dewa, maka dewa itu harus tertarik padamu. Jika tidak, maka kau tidak akan bisa melakukan apa pun."


" ……… "


Meskipun Noelle sudah menduga hal ini, dia tetap merasa kesulitan. Hal yang membuat dewa tertarik … Apa itu?


"Bagaimana aku bisa menarik perhatian salah satu dari 'Mereka'? "


"Itu termasuk dalam poin berikutnya. Sebenarnya, caranya sangatlah sederhana, hanya memenuhinya saja yang sulit. Langsung saja, apa yang kau pikirkan saat mendengar kata kontrak? "


"Saling memberikan keuntungan, ya … Aku mengerti … "


"Kau benar. Itulah gunanya kontrak. Seorang dewa tidak akan mau repot-repot membuat hubungan kontrak dengan makhluk fana jika mereka tidak memiliki tujuan. Mereka pun hanya akan membuat kontrak pada yang mereka anggap layak. Jadi, jika kau tidak bisa memenuhi persyaratan kontrak yang sudah ditetapkan, maka kontrak akan langsung terputus."


Persyaratan kontrak akan ditentukan oleh kedua belah pihak. Tentu saja, mereka harus saling memberikan keuntungan satu sama lain. Karena jika tidak, tidak akan ada gunanya membuat kontrak.


"Persyaratan kontrak apa yang biasanya diinginkan dewa? "


Noelle menanyakannya karena lawan bicaranya juga seorang dewa. Jika lawan bicaranya sekarang adalah manusia biasa, maka dia tidak akan repot-repot menghabiskan napasnya untuk bertanya.


"Itu tergantung pada apa yang ingin dicapai dewa itu. Jika kau membuat kontrak denganku, maka kau harus mencari cara untuk membuatku bebas dari segel milik Voyager. Aku tidak tahu tentang dewa lain, tapi mungkin mereka menginginkan penambahan jumlah pengikut, atau sesuatu yang mirip dengan itu."


" … Kau sepertinya tahu banyak, tapi kenapa kau terdengar sangat ragu? "


"Kau seharusnya tahu alasannya. Aku ini hanya Dewa Luar yang tidak berasal dari dunia ini. Aku seharusnya tidak di sini, tapi karena bajingan tua tertentu, aku jadi tertangkap oleh Voyager dan harus bertahan entah bagaimana caranya."


"Bajingan tua? "


Sambil memasukkan biji kacang ke dalam mulutnya, sosok yang merasuki tikus itu terus berbicara.


"'Dia yang Menelan Kebijaksanaan'. Itu adalah nama kehormatannya. Sebagai peringatan, sebaiknya kau berhati-hati jika berada di sekitar ibu kota Republik, karena manusia yang membuat kontrak dengannya ada di sana."


Noelle tidak berencana untuk pergi ke ibu kota dalam waktu dekat, tapi ia akan tetap menyimpan peringatan itu. Yang menjadi masalahnya, Noelle entah bagaimana memiliki keberuntungan dan kesialan yang seimbang. Ini membuatnya akan mengalami hal-hal yang sudah ia takutkan sebelumnya.


(Tidak, tidak, tidak. Aku bertemu dengan Feran Cerces kemarin karena aku berinteraksi dengan pria tua sialan itu. Aku seharusnya tidak akan mengalami kesialan yang parah lagi, 'kan? )


"Terima kasih atas peringatannya. Lalu … Bisakah aku bertanya satu hal? "


"Kau sudah banyak bertanya hari ini, tapi satu pertanyaan tambahan tidak akan berakibat buruk. Cepat tanyakan itu, atau aku akan segera pergi."


Noelle mengangguk. "Apa kau punya pasangan kontrak? "


"Jika itu pasangan kontrak resmi, maka jawabannya adalah tidak. Aku memang dipaksa untuk membuat kontrak dengan Terneth, tapi aku tidak benar-benar melakukannya. Kenapa kau menanyakan itu? Apa kau ingin membuat kontrak denganku? "


"Kau terlalu narsis. Aku hanya bertanya." Noelle mencibir sambil tertawa kecil. Dia kemudian melipat lengannya di depan dada, dan mengangkat kedua kakinya ke atas meja.


"Aku tidak keberatan, kau tahu? Justru, aku akan dengan senang hati melakukannya. Cukup cari cara untuk membebaskanku dari Voyager sialan itu, dan aku akan memberikan kekuatan yang kau butuhkan."


Tentu saja Noelle tidak tertarik dengan itu.


Lagi pula, bahkan meski 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' tidak membuat kontrak dengannya, Noelle masih harus mencari cara untuk membebaskan'Nya'. Itu adalah harga dari semua kerja sama dan informasi yang 'Dia' berikan.


Hanya saja, jika Noelle membuat kontrak dengannya, pilihan untuk melarikan diri sudah tidak ada lagi. Dia akan diwajibkan untuk memenuhi kontraknya dan membebaskan 'Dia' dari cengkraman Voyager.


Voyager memang musuh, tapi sifat mereka netral. Noelle tidak akan mengusik mereka jika mereka tidak mengusiknya lebih dulu, atau memiliki kepentingan dan tujuan yang bertolak belakang dengannya.


"Yahh, aku sudah menduga kalau kau akan menolaknya. Baiklah, apa kau memiliki sesuatu lagi untuk ditanyakan? "


"Pertanyaan terakhir."


"Silahkan."


Tikus itu berbalik dan menatap Noelle dalam diam.


"Jika aku ingin membuat kontrak dengan dewa, dan memiliki tujuan yang bertentangan denganmu … Apa yang akan kau lakukan? "


Membuat kontrak dengan dewa bukanlah hal yang mudah. Dia perlu mencari cara untuk menarik perhatian 'Mereka', tapi itu pun tidak akan cukup. Noelle harus menyediakan hubungan yang benar-benar saling menguntungkan, dan dia tidak tahu dewa mana yang akan sesuai dengannya.


Jika kebetulan dia membuat kontrak dengan seorang dewa yang memiliki tujuan berkebalikan dengan 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu', maka apa yang akan 'Dia' lakukan? "


Sosok yang merasuki tikus itu tiba-tiba diam. Namun, keheningannya itu tidak berlangsung lama. Suara yang keluar darinya sangatlah datar, dan itu mengandung intensitas intimidasi yang luar biasa.


Noelle merasakan suhu semakin dingin, namun tentu saja itu hanya perasaannya saja.


"Bukankah sudah jelas? Alat yang sudah tidak layak pakai sebaiknya segera dibuang. Kau sebaiknya tidak bermain-main denganku, reinkarnator."


Setelah itu, udara menjadi lebih ringan, dan tikus yang sebelumnya sangat mengintimidasi kembali menjadi tikus biasa.


Sosok 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' telah menghilang, dan Noelle ditinggalkan sendirian dengan keadaan hampir tidak bisa menahan keringat dinginnya.


...****************...


Meskipun Noelle percaya diri dengan kekuatannya, dia tetap saja akan lumpuh saat dihadapkan pada kekuatan seorang dewa.


Mungkin, karena 'Dia' muncul dan berbicara dengan santai, Noelle jadi lupa bahwa yang di hadapannya itu adalah salah satu Dewa Luar sejati.


'Dia' memiliki kekuatan yang berkaitan dengan domain 'Dongeng' dan 'Masa Lalu', jadi tentu saja 'Dia' memiliki banyak pengetahuan tentang siapa yang ada di hadapan'Nya'.


Noelle juga tidak luput dari jangkauan pengetahuannya. Justru, Noelle mungkin menjadi orang yang paling 'Dia' kenal karena telah melihat banyak masa lalunya di dungeon.


"Tentu saja dia tahu tentang reinkarnator … "


Pada akhirnya, Noelle hanya bisa tersenyum lemah sambil menyandarkan punggungnya di sofa.


(Kerja bagus, Noelle. Kau berhasil memprovokasi seorang dewa. Ayo tambahkan ini ke dalam daftar pencapaian.)


Noelle diam-diam tersenyum saat sorot matanya menembus atap, seolah menatap langsung pada langit yang perlahan menjadi semakin gelap.


Meskipun ini menjadi pengalaman yang buruk, tapi ini juga merupakan pelajaran yang baik untuknya; jangan terbawa suasana, dan tetaplah waspada meskipun lawan bicara bersikap sangat ramah!


...****************...


Pagi hari.


Noelle bangkit dari tempat tidurnya, dan membuka jendela. Setelah itu, dua mengambil jam saku, dan melihat waktu yang ditunjuknya.


"Aku benar-benar harus membiasakan diri dengan alur waktu negara ini … "


Semenjak dia memasuki Republik, jam internalnya tidak berfungsj dengan baik. Ini membuat Noelle harus melihat jam secara manual untuk memeriksa waktu.


Pagi di Republik datang lebih lambat dari pagi yang selalu ia rasakan di Kerajaan.


Noelle melakukan peregangan sejenak, lalu mengganti pakaian tidurnya menjadi pakaian latihan biasa.


Mengambil dua hiasan tangan berbentuk pedang, Noelle kemudian keluar dari kamar apartemennya, dan menaiki tangga menuju atap.


Sesampainya di atap, dia langsung memulai jadwal latihan hariannya.


Karena kesibukan yang tidak menentu, Noelle terpaksa melewatkan beberapa hari latihan rutin, tapi dia mulai menebus hutangnya baru-baru ini, jadi rutinitasnya perlahan kembali seperti semula.


Sambil latihan, Noelle mulai memikirkan semua informasi yang dia dapatkan kemarin.


Hari ini, jika ada Dolf atau Tian, Noelle berencana meminta izin dari mereka untuk membuat kontrak. Setelah itu, dia akan pergi ke salah satu bangunan kecil yang ia sewa di pinggiran kota. Bangunan itu adalah tempat yang ia gunakan sebagai alamat pengiriman informasi untuk para Bounty Hunter yang bekerja untuknya.


Meskipun belum 24 jam semenjak permintaannya dibuat, ada kemungkinan seorang Bounty Hunter sudah menemukan secuil informasi. Noelle berencana memeriksa itu nanti.


Selain dari itu semua, rutinitasnya tidak akan terlalu berbeda. Dia akan bekerja di bar bersama Felice, lalu menyusun rencana untuk pengumpulan rencana yang lebih efektif.


Noelle menyelesaikan semua set latihannya hanya dalam 40 menit. Sekarang, dia sedang berada di kamar penginapan, dan bersantai sejenak sambil menunggu waktu untuk pergi ke bar.


Sambil menunggu waktu berjalan, Noelle mulai memikirkan beberapa hal.


Salah satu hal yang tersangkut di pikirannya adalah tentang membuat kontrak dengan dewa.


Baginya, ini adalah hal yang sepenuhnya baru, dan dia tidak memiliki informasi mendetail tentang hal ini. Bahkan meskipun 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' sydah menjelaskannya sampai tahap tertentu, Noelle masih merasa kalau itu kurang, dan dia membutuhkan lebih banyak informasi.


"Haruskah aku bertanya pada Asterisk? "


Yang pertama terlintas di benaknya adalah Asterisk. Orang-orang di perkumpulan itu penuh dengan misteri, dan Noelle masih tidak tahu banyak hal tentang mereka.


Bisa jadi, ada satu atau dua orang yang mengetahui tentang kontrak.


(Benar, Tristan adalah kesatria dari Gereja Dewi Cahaya Suci Lumine. Mungkin dia tahu sesuatu.)


Tristan Asher memang bukanlah anggota Light Sanctuary, tapi sebagai anggota kalangan atas dari gereja, dia seharusnya tahu banyak tentang informasi yang ingin Noelle ketahui.


Yang menjadi masalahnya, apakah Tristan akan memberitahunya? Hubungan antara semua anggota Asterisk tidak bisa dibilang dekat, dan aksi saling membocorkan informasi seperti ini hanya akan dilakukan saat ada kepentingan bersama.


Jika Noelle tidak memiliki apa pun yang bisa ia pertukarkan dengan informasi dari Tristan, maka dia tidak akan mendapatkan informasi yang dia inginkan.


Paling tidak, ini harus menjadi transaksi yang setara.


"Kurasa aku bisa memberitahunya tentang satu atau dua hal … "


Anggukan kepala keluar saat Noelle berhasil memutuskan. Yang perlu ia perhatikan sekarang, adalah waktu pertemuan Asterisk berikutnya.


Di pertemuan sebelumnya, mereka sempat membicarakan tentang jadwal pertemuan, dan semua sepakat untuk melakukannya dalam beberapa hari, atau beberapa minggu sekali.


Satu minggu bahkan belum terlewat sejak pertemuan terakhir, dan tidak mungkin bagi Noelle untuk memaksakan pertemuan hanya untuk pertukaran kecil.


(Kurasa aku hanya bisa bertindak sesuai dengan insting dan perasaanku … )


Noelle menghela napas berat untuk sejenak, tapi posisinya segera berubah saat mendengar ketukan berirama dari pintu.


Radar deteksi kehadiran dan deteksi sihirnya meluas. Dengan itu, Noelle mulai memeriksa siapa yang datang.


Rupanya, itu adalah Felice.


Noelle berjalan menuju pintu, dan membukanya, seketika menbuat Felice hampir melomoat ketakutan.


"Ada apa? Bukankah ini masih terlalu pagi? "


Untuk sejenak, Felice terlihat seperti tidak nyaman. Namun, ekspresinya kembali normal hanya dalam beberapa detik.


"Noah … Tolong bantu aku. Aku memiliki sedikit masalah di apartemenku … "


...****************...