![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Tengah malam, Noelle mengubah wujudnya menjadi kelelawar, dan pergi menyelinap tanpa sepengetahuan semua agen yang mengamatinya.
Tanpa ragu dia langsung masuk ke salah satu jendela di sebuah mansion, dan kembali ke wujud manusianya sebagai Noelle Lynneheim.
Noelle duduk di ambang jendela, diam memperhatikan sosok yang sedang bergelut dengan tumpulan dokumen di atas meja.
Tanpa menoleh, sosok itu, Nantz sil Grandbell berbicara.
"Aku berencana memulainya akhir bulan ini. Apa kau akan bekerja sama? "
"Akhir bulan? Secepat itu? "
Nantz berhenti mengerjakan dokumennya saat ia mendengar respon keterkejutan dari Noelle. Dia kemudian menoleh, dan tersenyum tipis.
"Semakin cepat, maka semakin baik. Selain itu, rencana ini sudah tidak bisa diulur. Salah satu rute pelarian yang kupersiapkan sudah ditemukan oleh agen militer. Hanya masalah waktu sampai rute lainnya ditemukan."
Itu artinya mereka dalam keadaan terdesak.
Meski Nantz tidak meninggalkan jejak apa pun saat menciptakan semua rute itu, dia tetap saja khawatir. Itu karena jika agen militer serius dalam mencarinya, maka mereka akan dengan mudah menemukan kalau Nantz sil Grandbell-lah yang menciptakan semua jalur itu.
Jika itu terjadi, rencana Nantz akan gagal.
Noelle duduk diam di ambang jendela, dan berpikir dengan mata menyipit.
Di sana, Nantz memperhatikannya dan tersenyum masam.
Jika bisa, Noelle ingin mengendalikan Nantz tanpa harus disadari olehnya. Namun, mata Nantz yang dapat melihat kebenaran di balik kebohongan akan dapat dengan mudah menyadari siasat Noelle.
Karena itulah, Noelle sedikit kesulitan dalam membuat rencana agar Nantz bisa bergerak sesuai keinginannya.
Pikiran itu sepertinya bocor keluar karena Noelle melihat Nantz tertawa kecil.
"Aku tidak keberatan dikendalikan olehmu. Tapi, sebagai gantinya, kau harus membantuku. Bagaimana? Apa ini sudah menjadi pertukaran yang setara? "
Tidak terlalu. Noelle ingin mengatakan itu, tapi dia segera bungkam.
Sebenarnya, kesepakatan itu agak tidak seimbang.
Nantz bisa meminta bantuan dalam bentuk apa pun darinya, tapi Noelle hanya bisa mendapatkan sesuatu jika dia bisa mengendalikan Nantz.
Terlebih lagi, Noelle masih belum mempercayai Nantz, dan ada kemungkinan Nantz akan menolak saat Noelle memintanya melakukan sesuatu.
Lupakan tentang mengendalikannya secara diam-diam. Itu adalah hal yang sia-sia. Mata Nantz sepertinya bisa melihat maksud sejati di balik siasat orang yang dia lihat.
(Aku mungkin terlalu waspada padanya.)
Noelle menghela napas ringan sambil menutup matanya. Dia kemudian menatap Nantz.
"Baik, aku tidak keberatan dengan itu. Jadi, apa yang bisa kulakukan untuk membantu? "
Biarpun tidak begitu menguntungkan, Noelle memiliki alasan untuk menerima tawaran ini.
Sebenarnya, dia bisa menggunakan rencana Nantz untuk membunuh identitasnya sebagai Noah Ashrain. Karena, seperti yang sudah dia sadari sejak beberapa waktu lalu, pengawasan gereja terhadapnya menjadi semakin ketat. Itu artinya, gereja sudah memusatkan perhatian mereka padanya.
Meski Noelle sengaja memancing beberapa agen untuk mengamstinya, jumlah ini cukup di luar nalar. Mereka hanya diam dan mengamati, tanpa melakukan apa pun. Bisa jadi, mereka bukanlah manusia, melainkan boneka yang diam-diam dikendalikan dari balik layar.
Meskipun berat, membunuh identitasnya sebagai Noah Ashrain adalah cara terbaik untuk lepas dari masalah ini. Lebih baik cepat dilakukan, sebelum gereja mulai mengerahkan kekuatan mereka.
Melihat Noelle setuju dengan penawarannya, Nantz justru tetap memasang wajah datar dengan senyum tipis sebagai penghias. Dia kemudian kembali pada dokumennya.
"Tidak banyak. Aku hanya ingin kau membantuku dalam pertunjukan terakhir. Ini juga akan membantu rencanamu, jadi tenanglah," ucapnya sambil memperdalam senyumnya.
...****************...
Sekarang adalah 30 Oktober, hanya satu hari sebelum rencana Nantz yang sesungguhnya dimulai.
Namun, sebelum itu, ada sesuatu yang harus Noelle hadapi.
"Selamat ulang tahun! "
Di bar Nautica, dengan keceriaan Felice yang seperti biasa mengisinya, Noelle duduk diam di kursi sambil menatap semua orang di sekitarnya dengan terheran-heran.
Noelle memang berencana untuk mengunjungi bar hari ini, tapi papan di luar pintu menunjukkan kalau bar itu tutup. Meski begitu, Mona yang melihatnya di luar langsung mendorongnya masuk ke dalam bar, sampai akhirnya ini terjadi.
Sebuah kue cokelat yang sederhana diletakkan di atas meja. Itu dilapisi krim putih, dihias dengan berbagai jenis cokelat dan kacang-kacangan.
Noelle memikirkannya sejenak, dan akhirnya sadar dengan apa yang terjadi.
Dalam identitasnya sebagai Noah Ashrain, 30 Oktober adalah tanggal kelahirannya. Itu artinya, dia sedang berulang tahun hari ini.
Meskipun ini akan menjadi pesta yang cukup menyenangkan, Noelle memiliki perasaan yang sangat berat di hatinya.
Bukan karena dia tidak senang. 30 Oktober adalah tanggal lahir palsu yang dia buat untuk identitas Noah Ashrain. Namun, itu adalah tanggal yang ia ambil dari tanggal lahirnya sendiri sebagai Canaria Izaya. Bisa dibilang, ini memang hari ulang tahunnya, karena itulah Noelle tidak keberatan.
Yang membuat Noelle merasa sakit adalah kenyataan pahit yang akan menimpa hubungannya dengan bar ini.
Meski begitu, dia tidak bisa menurunkan alisnya dengan kecewa. Wajah ceria Felice membuatnya ingin mempertahankan senyum itu, meskipun pada kenyataannya itu adalah senyum palsu.
"Terima kasih," ucap Noelle sambil tersenyum pada semua orang.
Dibandingkan dengan saat dia baru pertama kali datang ke sini, bar telah mengalami penurunan jumlah anggota yang cukup besar.
Termasuk Noelle sendiri, hanya ada lima orang yang hadir. Sisanya adalah Kapten Dolf, Mona, Felice, dan Dexter.
(Ini pasti akan berbeda kalau Tian, Rita, atau Louen hadir bersama kami.)
Felice juga berpikir demikian, tapi dia mengesampingkan semua pemikiran tersebut, dan memilih untuk menikmati waktu sekarang.
(Benar, tidak ada gunanya menyesali masa lalu. Masalahku dengan Silis adalah sesuatu yang terjadi di masa lalu, aku tidak harus terpaku padanya.)
Sambil memperhatikan Noah memotong kuenya, Felice tersenyum lembut.
Sosok Noah-lah yang membuatnya mengembangkan pikiran itu. Untuk terus menjalani hidup, tanpa berpaling pada masa lalu.
Tidak peduli masalah apa yang menimpanya, pada akhirnya itu disebabkan oleh sesuatu yang ada di masa lalu. Tidak ada gunanya menyesali itu. Dia harus menghadapinya langsung.
Felice mengangguk dengan ceria saat satu potong kue cokelat ditaruh di piring kecil.
"Biar aku yang menyuapinya duluan! "
Menyuapi seseorang yang sedang ulang tahun dengan kue adalah tradisi Republik. Suapan pertama memiliki arti harapan untuk kebahagiaan, suapan kedua berarti harapan untuk keberuntungan, dan suapan ketiga hingga seterusnya berarti keceriaan serta kesuburan.
Para lelaki yang hadir di sana tidak begitu memahami tradisi, jadi mereka tidak menghiraukannya. Namun, Mona yang dengan jelas memahami makna dari suapan itu memiliki senyum lembut terpampang di wajahnya.
Dia memberikan piring pada Felice, dan membiarkan gadis itu memberikan suapan pertama pada Noelle.
Normalnya, yang memberikan suapan pertama adalah keluarga, atau orang yang akan menjadi bagian dari keluarganya. Karena itulah, suapan pertama dapat diartikan juga sebagai suapan kasih sayang dan rasa cinta. Meskipun tidak banyak yang mengetahuinya.
Felice mengambil potongan kecil dengan sendok, dan meminta Noelle membuka mulut.
Sejenak, Noelle bisa melihat senyum aneh di wajah Mona, tapi dia tidak menghiraukannya. Pada akhirnya, Noelle membuka mulut, dan menerima suapan itu dari Felice.
"Ini enak."
Itu tidak bohong. Rasanya pas, mengingatkan Noelle pada kue yang pernah Olivia buatkan, meski rasanya tidak sama persis.
Noelle memiliki lidah yang sangat sensitif, jadi dibutuhkan takaran khusus agar makanan itu sesuai dengan lidahnya. Secara ajaib, kue ini cocok untuk dinikmati oleh lidahnya yang sensitif itu.
"Kamu harus memuji Felis karena sudah berusaha keras membuatnya."
Ucapan Mona membuat Noelle secara alami melihat pada Felice. Merasakan tatapan dari empat rekannya, reaksi pertama Felice adalah senyum malu, sebelum akhirnya berubah menjadi tawa kecil.
"Sekarang, kalian semua bisa menikmatinya. Aku harap kalian suka! "
Dolf dan Dexter yang melihatnya dari samping hanya bisa tersenyum masam.
Felice adalah yang termuda di antara mereka, jadi secara alami dia dianggap sebagai adik oleh semua orang.
Sayangnya, Rita yang paling menyukai Felice tidak hadir di sini sekarang.
Bahkan setelah pengepungan beberapa hari yang lalu, bar Nautica masih belum mendapatkan anggota baru. Gereja terlalu sibuk mengorganisir pasukan mereka untuk mencari jejak Swallow Life Order dan Hermit Cult, sehingga tidak dapat membagi fokus untuk unit kecil mereka yang tersebar di kota.
Entah bagaimana bar bisa bertahan dengan jumlah anggota yang tiba-tiba berkurang. Tapi tentu saja, semakin banyak shift yang harus diikuti setiap orang, dan semakin banyak pula waktu mereka untuk tutup.
Para pelanggan setia juga mempertanyakan kehadiran tiga orang yang selalu melayani, dan bar hanya bisa memberi kabar kalau Tian meninggal, tapi tidak dengan Rita dan Louen. Sampai saat ini, ketidakhadiran Rita dan Louen adalah pertanyaan berulang yang mulai sering didengarkan semua orang di bar.
Kue sudah dibagikan, dan semua orang sudah memberikan ucapan selamat mereka pada Noelle.
Noelle duduk di kursi tepat di samping Mona yang sedang sendiri, dan tiba-tiba bertanya dengan ekspresi murung.
"Siapa yang sebenarnya menyerangmu saat itu? "
Ini adalah pertanyaan yang belum Noelle ketahui jawabannya. Dia memiliki ciri-ciri pelakunya, tapi tidak dengan identitasnya.
Mona tiba-tiba diam merenung, dan kembali menjawab sambil melihat pada Felice yang sedang menyajikan bir pada Dolf dan Dexter.
"Namanya Klowd. Dia dulu tetanggaku, dan kami cukup akrab. Tapi, suatu hari dia tiba-tiba pergi tanpa memberikan kabar, dan beberapa bulan yang lalu dia mengirimiku surat."
Noelle membaca surat itu dalam keheningan, dan dengan cepat menyimpulkan isinya.
"Jadi dia bergabung dengan Hermit Cult, dan berniat merekrutmu, ya … "
Tidak dapat dipungkiri memang. Bakat Mona dalam sihir cukup jelas, meski dia jarang memperlihatkannya. Itu seharusnya sudah cukup untuk menjadi anggota Hermit Cult.
Hanya saja, ada satu kesalahan Klowd yang Noelle sadari.
Tidak seperti anggota dan ciri-ciri Hermit Cult, Mona sama sekali tidak memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap sihir. Dia hanya berbakat, dan menggunakan bakatnya sebagaimana harusnya. Namun, dia tidak tertarik untuk menggali lebih dalam tentang sihir.
Mungkin karena itulah Mona menolak tawaran Klowd untuk bergabung dengan organisasi.
"Aku sendiri tidak pernah menduga kalau dia akan bergabung dengan Hermit Cult. Memang, dia sedikit pendiam, dan hanya akan berbicara ketika itu perlu. Terlebih lagi … aku tidak menduga kalau dia akan menyerangku."
Sebenarnya itu masuk akal. Kasusnya mirip dengan Silis yang mengincar Felice.
Klowd mungkin sengaja mengajukan diri untuk terjun langsung ke misi ini untuk menghabisi Mona.
Serangannya sudah cukup untuk membunuh Mona, tapi ada satu hal yang gagal Klowd prediksi.
Dia tidak menduga kehadiran seseorang yang bisa menyembuhkan semua luka Mona dalam waktu singkat.
Sekarang Mona sudah baik-baik saja, dan dia juga sudah memberikan laporan terperinci mengenai situasinya pada Dolf.
"Baiklah, aku tidak menduga kalau kau memiliki hubungan dengannya. Maaf karena membawa topik ini."
"Tidak, tidak masalah. Aku memang ingin memberitahumu sejak awal, Noah. Kamulah yang memberi tahu semua orang tentang ciri-ciri fisiknya, 'kan? "
"Kalau begitu mari lupakan ini, dan nikmati pestanya," ucap Noelle sambil mengangkat cangkir yang berisi teh hangat.
"Kau memang aneh, Noah … "
Noelle mendengar suara lamunan yang berasal tak jauh dari tempatnya duduk. Kata-kata itu diucapkan oleh Dexter, yang sedang meminum birnya dengan wajah merah.
(Alkoholnya yang kuat, atau dia yang lemah?)
Jelas kalau Dexter sedang mabuk sekarang.
"Apa maksudmu? " tanya Noelle.
Dexter masih belum sadar, tapi dia terus menggumamkan banyak hal yang sulit untuk dipahami.
"Ahhh … Louen bajingan itu … beraninya dia meninggalkan kami … saat dia kembali aku akan langsung menghajarnya … "
"Hehe, benar. Kita harus menghukum Louen karena tiba-tiba pergi tanpa mengabari kita! " seru Felice tak jauh dari tempatnya.
Dolf yang tetap diam sejak tadi juga tertawa kecil. "Jangan khawatir tentang itu, karena aku akan langsung memberinya hukuman saat dia kembali."
Noelle, yang mengetahui faktanya lebih dari siapa pun, hanya bisa menurunkan alisnya dengan kecewa.
Sampai saat ini, dia terus bertanya pada dirinya sendiri. Apakah dia harus memenuhi harapan yang Louen bebankan padanya? Pertanyaan itu terus menggema, tapi Noelle sudah memiliki jawabannya.
Dia tidak akan memenuhi harapannya. Dia akan segera pergi, meninggalkan tempat yang sangat ingin dilindungi oleh Louen dan Rita ini.
Harapan yang Louen tempatkan padanya juga akan pupus, dan Noelle tidak tahu ekspresi seperti apa yang akan Louen berikan saat mengetahuinya.
Dia pasti akan kecewa. Tidak, lebih dari itu. Perasaan kekecewaannya mungkin sangat tinggi sehingga sulit diukur.
Meski begitu, Noelle tidak berniat mengubah pilihannya.
Dia akan meninggalkan harapan Loen, dan pergi seolah tidak memiliki beban. Ini adalah jalan yang Noelle pilih.
Rasa bersalah akan terus menghantuinya, dan dosa karena telah mengecewakan sosok yang sudah sangat mempercayainya juga akan menjadi sangat berat.
Noelle tanpa sadar tersenyum mengejek pada dirinya sendiri, tapi dia langsung menutupi senyum itu dengan cangkir porselen berisi teh manisnya.
...****************...
Pesta terus berlanjut. Hingga tanpa sadar, langit mulai berubah menjadi oranye.
Situasi di bar sudah cukup kacau. Dexter yang mabuk tiba-tiba membuka pintu bar, dan semua pelanggan setia yang sudah menunggu langsung masuk begitu saja.
Pada akhirnya, Noelle dan Felice harus mengatasi gelombang pelanggan yang tiba-tiba datang.
Saat ini, keduanya sudah pergi dari bar.
Noelle berniat membantu Mona dan Dolf untuk mengurus peralatan makan yang kotor, tapi Mona menolaknya dengan keras dan langsung mengusirnya pulang.
Hal yang sama juga terjadi pada Felice.
Karena itulah, pada saat ini, keduanya dapat dilihat sedang berjalan santai di trotoar, menuju apartemen mereka yang tidak begitu jauh jaraknya.
Keduanya terus berjalan dalam keheningan, sampai akhirnya Noelle tiba-tiba membuka percakapan.
"Ngomong-ngomong, apa mayat makhluk aneh di kamarmu itu sudah dibereskan? "
Itu masalah yang sudah cukup lama, jadi Noelle hampir melupakannya, Dia benar-benar baru ingat saat Felice mengatakan kalau dia akan kembali ke kamarnya yang lama.
"Mhmm, ya. Mereka bilang kalau makhluk itu adalah hewan familiar milik Silis. Sejenis hewan pelacak, yang akan langsung mati setelah beberapa waktu."
"Jadi karena itulah mayatnya masih ada di sana, ya … "
Noelle tersenyum masam saat memikirkan alasan itu. Alasannya begitu sederhana, sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk mendecakkan lidah.
"Yahh, syukurlah. Sekarang kamu sudah bisa tidur dengan tenang."
Silis juga sudah tidak ada, jadi Felice tidak perlu mengkhawatirkan apa pun. Meskipun, situasinya akan berbeda jika Noir membiarkan Silis mengaktifkan《One's Hope》untuk bereinkarnasi.
Keheningan kembali menimpa, dan Noelle sudah tidak memiliki sesuatu yang ingin dia bicarakan.
Dia berniat memutus hubungan dengan mereka. Karena itulah, dia ingin memotong percakapan sebanyak mungkin, tapi di saat yang sama juga ingin menikmati setiap waktu yang tersisa.
Perasannya begitu ambigu, sehingga dia sendiri tidak bisa memahaminya.
Felice di sampingnya menggosok telapak tangannya saat dia melihat ke langit.
"Musim dingin sudah semakin dekat, ya … "
Noelle juga ikut mendongak ke atas, dan memperhatikan kawanan burung sedang bermigrasi ke tempat yang lebih hangat.
"Hei, Noah …. Terima kasih."
Di sampingnya, Felice tiba-tiba bergumam, dan membuat Noelle melirik padanya.
"Untuk apa? " tanya Noelle.
"Semuanya. Aku berterima kasih padamu atas semua kebaikanmu. Jika kamu tidak ada, aku mungkin sudah kacau sekarang."
" ……… "
Noelle tidak berbicara, dan membiarkan Felice melanjutkan kata-katanya sendiri.
"Kamu berhasil meyakinkanku saat aku dalam kondisi terburuk. Karenamulah aku bisa meminta maaf, sekaligus berterima kasih pada Louen dan Rita. Karenamulah aku bisa ada di sini sekarang, menghabiskan waktu dengan semua orang, tanpa harus memikirkan masa laluku."
Ini ironis. Noelle mengatakan itu pada dirinya sendiri.
Dia berhasil meyakinkan seseorang, dan membuatnya hidup tanpa harus terikat dengan masa lalu. Namun, dia sendiri justru masih terjebak dalam semua itu.
Noelle belum bergerak sedikit pun dari lingkaran masa lalunya. Baik itu tentang keluarganya, Olivia, Wakana Hakui, dan semua orang yang pernah terikat dengannya.
Sesekali dia akan berpikir, apakah dia benar-benar hidup?
Itu pertanyaan yang konyol, karena dia sendiri tahu jawabannya.
Noelle tersenyum mencela diri, dan melihat Felice bergerak maju lebih cepat.
Felice kemudian berbalik, menunjukkan senyum ceria sekaligus malu yang sedikit tidak biasa di wajahnya.
"Terima kasih, Noah. Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Aku hanya ingin menikahimu sekarang."
Dia berbalik lagi, menghadap bangunan apartemen yang sudah di depan mata. Untuk beberapa saat, dia terus diam, lalu akhirnya menoleh sedikit ke arah Noelle yang masih diam di tempatnya.
"Tentu saja, aku bercanda," ucapnya sambil tersenyum malu.
Noelle lambsung menyadari maksudnya yang sebenarnya. Dia tidak cukup bodoh untuk tidak menyadari itu. Tidak mungkin kata-kata yang diucapkan dengan ekspresi itu adalah sebuah candaan.
Dia akhirnya berlari pergi meninggalkan Noelle, bergegas masuk ke kamar apartemennya sendiri.
Sementara itu, Noelle yang masih diam di sana tidak bergerak sedikit pun.
Tatapannya tertuju pada pintu kamar Felice yang terlihat dari bawah, dan senyum penuh cela seketika muncul di wajahnya. Namun kali ini, dia tidak repot-repot menutupi itu.
"Aku memang yang terburuk."
...****************...