![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Hm hm … Kalau begitu, mohon kerja samanya, Tuan [Sword Star] Noelle Lynneheim dan Tuan [Thunder Sanctus] Cryll Light."
" "Baiklah, mohon kerja samanya—apa kau bilang? " "
Begitu Terneth menyelesaikan kata-katanya, Noelle dan Cryll seketika membeku karena mendengar nama aneh itu.
" … Hey … Apa nama aneh itu adalah … "
Setelah hening sejenak, Noelle dengan gugup bertanya pada Terneth.
Terneth yang melihat itu langsung tersenyum dan keinginannya untuk menggoda Noelle dan Cryll seketika meningkat.
"Tepat sekali, itu adalah julukan yang disematkan pada kalian berdua setelah mencetak banyak prestasi dalam waktu singkat."
" " ……… " "
Mereka berdua benar-benar terdiam, bukan karena mereka terkejut, melainkan karena mereka tidak bisa menerima kenyataan.
Mengabaikan reaksi mereka berdua, Terneth tanpa basa-basi langsung melanjutkan perkataannya.
"Tergantung pada seberapa populer kau di kalangan masyarakat maupun petualangan, nama kalian akan semakin menyebar dan beberapa julukan aneh akan mulai diberikan pada kalian."
" " ……… " "
"Kalian mendapatkan nama itu berdasarkan cara bertarung kalian yang cukup unik."
Menurut Terneth, gaya bertarung Noelle yang menggunakan beberapa pedang sekaligus itu tampak sangat mencolok dan tidak pernah dilihat oleh semua orang, jadi ia diharapkan untuk menjadi 'bintang' baru di kalangan para petualang.
Dan Cryll mendapatkan julukan itu karena ia mengendalikan petir untuk bertarung, serta sosok 'hantu' yang selalu berdiri di belakangnya seolah itu adalah roh penjaga.
Kebanyakan orang menganggap kalau wujud Sword Geist yang selalu menampakkan dirinya di belakang Cryll adalah roh penjaga yang Cryll miliki.
Mereka menganggapnya seperti itu karena mereka sama sekali tidak mengetahui apapun tentang senjata bintang berkemampuan spesial seperti Sword Geist milik Cryll.
Ada rumor yang beredar tentang bagaimana Noelle dan Cryll mampu mendapatkan kekuatan mereka saat ini.
Banyak orang menganggap kalau Noelle adalah seorang atavis yang memiliki berkah dari Dewa perang sehingga Noelle diberkahi dengan kemampuan untuk mengendalikan senjata.
Rumor itu seharusnya tidaklah salah, lagipula Noelle memiliki berkah dari Dewi Anastasia yang merupakan Dewa tertinggi yang telah menyelamatkan umat manusia ratusan tahun lalu.
Tapi entah bagaimana Noelle tidak mau menerima rumor itu.
Sama namun berbeda dengan Noelle, banyak yang menganggap kalau Cryll adalah seorang atavis yang mendapat berkah dari Dewa langit sehingga ia mampu menurunkan petir untuk membantunya bertarung.
Tentu saja Noelle dan Cryll berniat langsung membantah rumor itu, namun mereka secara kompak berpikir kalau akan aman untuk membiarkan situasinya tetap seperti ini.
Noelle ingin merahasiakan segala informasi tentang senjata bintang, karena akan berbahaya jika publik mengetahuinya dan mulai memburu semua senjata itu.
Sedangkan untuk Cryll, ia memiliki pemikiran yang mirip dengan Noelle, jadi ia tidak akan memberitahu siapapun tentang senjata itu.
Awalnya Cryll bahkan tidak pernah memberitahu Noelle tentang Sword Geist, tapi Noelle sudah mengetahui senjata itu sejak awal, jadi ia tidak memiliki pilihan untuk merahasiakannya.
Orang lain yang mengetahui tentang senjata [Star Series] selain kelompok Noelle dan Cryll adalah orang-orang dari keluarga Light yang memiliki informasi yang sangat minim tentang senjata itu, dan kemungkinan ada pengguna [Star Series] lainnya yang mengetahui informasi yang pernah diberitahukan Anastasia pada Noelle.
Penting untuk menjaga informasi itu untuk tetap menjadi rahasia. Karena, hanya dengan satu senjata bintang, seseorang akan memiliki kekuatan yang setara dengan satu batalyon pasukan.
Itu jelas akan menyebabkan ketidakseimbangan pada kekuatan militer dunia.
( … Oke … Aku sudah baik-baik saja … Sekarang … )
Setelah beberapa saat keheningan yang canggung, Noelle berdeham dan berbicara untuk menghilangkan suasana tegang yang sejak tadi memenuhi ruangan.
"Aku akan mengurus masalah julukan yang memalukan itu nanti, untuk sekarang … Beri aku detail lain tentang misi ini."
Terneth menangkap maksud Noelle dan tersenyum seraya menghirup tehnya perlahan lalu akhirnya berbicara dengan suara tenang.
"Baiklah, aku akan mengirimkan surat permintaan resminya nanti, untuk sekarang aku akan mempersiapkan semua permintaan yang kau buat tadi."
Terneth melambai-lambaikan kertas yang berisi gambar dan daftar permintaan Noelle.
"Mhmm, kalau begitu … Olivia, bisakah kamu dan yang lain pergi lebih dulu ke penginapan, aku dan Cryll masih harus mengurus beberapa hal di sini."
Noelle bertanya dengan lembut pada Olivia.
Olivia di sampingnya tampak bingung tentang apa yang akan Noelle lakukan setelah ini, tapi ia tetap mengangguk pada Noelle.
{Bagaimana dengan reinkarnator lainnya? }
Olivia bertanya pada Noelle dengan telepati.
Di mata orang lain, ia dan Noelle hanya terlihat seperti pasangan yang saling menatap untuk waktu yang lama, tapi Noelle dan Olivia terus melakukan percakapan mereka secara diam-diam melalui telepati.
{Kita tidak memiliki pilihan lain, Olivia bisa mengungkapkan identitasmu dan identitasku jika Olivia mau, tapi jika mereka bertanya lebih jauh dari itu … Silahkan abaikan saja.}
Noelle dengan cepat membuat keputusan.
Meskipun itu bukanlah keputusan yang bagus. Saat ini Noelle tidak mampu memikirkan solusi apapun sehingga ia terpaksa membiarkan identitas mereka bocor.
Lagipula sudah terlambat untuk mengelak. Itu karena Olivia sempat mengucapkan nama Tohka tanpa sengaja.
{Maaf, aku mengacaukannya … }
Menyadari kesalahannya, Olivia menundukkan kepalanya dengan kecewa dan meminta maaf pada Noelle.
Namun Noelle hanya tersenyum dan mengelus kepala Olivia sambil berhati-hati untuk tidak membuat rambutnya berantakan.
{Tidak masalah, lagipula kota juga akan bertemu dengan mereka suatu saat, ini hanya sedikit lebih cepat dari yang kuduga.}
"Mhmm … "
Olivia dengan nyaman membiarkan Noelle mengelus kepalanya lebih lama.
"Baiklah, apa kalian sudah selesai? "
Terneth dengan suara tanpa emosi memanggil mereka kembali ke kenyataan.
Noelle memperhatikan sekelilingnya dan melihat Cryll dan Charlotte menatapnya dengan mata dingin sedangkan Stella menatap Olivia dengan pandangan iri sambil terus melirik Cryll.
"Nn, ayo pergi … "
Untuk meredakan suasana canggung itu, Olivia langsung berdiri dan berjalan ke pintu sambil melirik ke arah Noelle yang tersenyum padanya.
Pipi Olivia tampak sedikit memerah, tapi ia tidak menghentikan langkahnya dan berjalan meninggalkan ruangan.
"Stella, bisakah kamu menunggu bersama Nona Olivia sebentar? "
"Baiklah, tapi jangan terlalu lama … "
Stella dengan wajah yang menunjukkan ekspresi tidak puas segar berdiri dan berjalan meninggalkan Cryll dan Noelle.
Charlotte dan Chloe tanpa mengatakan apapun mengikutinya dari belakang.
Meskipun Chloe ingin tinggal lebih lama bersama tuannya (Noelle), ia dengan ekspresi sedikit kecewa tetap meninggalkan ruangan bersama Charlotte.
Setelah memastikan tidak ada siapapun di depan pintu yang menguping pembicaraan mereka, ekspresi Noelle dan Cryll segera berubah.
"Baiklah, sekarang … "
"Apa ada yang bisa kubantu? "
Terneth yang tetap mempertahankan wajah pokernya bertanya dengan sopan pada Noelle dan Cryll.
"Tidak perlu berbasa-basi lagi, Cryll! "
"Oke~"
Noelle memanggil Cryll dengan senyum gila di wajahnya, dan Cryll menjawabnya dengan ekspresi yang sama.
Sesaat berikutnya, ratusan koin emas dan koin putih yang bersinar serta kertas pudar yang panjang mulai bermunculan dari udara kosong dan menumpuk di meja kayu tempat dimana perlengkapan teh Terneth diletakkan.
Terneth tampak bingung dengan apa yang Noelle dan Cryll lakukan tiba-tiba, tapi ia langsung mengerti begitu Cryll mengeluarkan barang lainnya.
Yang muncul dari tangan Cryll adalah sebuah sebuah kartu hitam yang tampak mengkilap dengan beberapa ornamen emas yang menghiasinya.
Di kartu itu tertulis 'Unter Tage' yang dicetak dengan sangat rapih dan indah.
Noelle dan Cryll secara bersamaan mengeluarkan senyum jahat yang tidak akan pernah mereka tunjukkan pada Olivia dan Stella.
"Aku merasa ada sesuatu yang menyenangkan terjadi di bawah sana, biarkan kami ikut."
"Kartu ini adalah tiketnya 'kan? Bukanlah hal yang mudah untuk mendapatkan ini, kau tahu? "
Noelle dan Cryll secara berurutan berbicara pada Terneth yang senyumnya semakin mendalam.
"Begitu ya … Begitu … Tidak ku duga kalian akan menemukannya, ini sangat mengagumkan."
Meskipun nada suaranya terdengar sedikit kecewa, wajahnya tetap tersenyum misterius dan kemudian ia kembali menatap Noelle dan Cryll seraya menahan tubuhnya agar tidak bergetar karena terkikik geli.
"Baiklah, aku akan menunjukkannya pada kalian."
Begitu Terneth menjawab, senyum jahat Noelle dan Cryll semakin dalam.
...****************...
Sementara Noelle dam Cryll masih berada di ruang pertemuan bersama Terneth, kelompok para gadis yang dipimpin Olivia telah sampai di lantai pertama setelah menuruni beberapa anak tangga.
Hal pertama yang menyambut mereka begitu mereka turun adalah decak kagum dari orang-orang di sekitar mereka.
Saat itu sudah siang hari, dan Eisen adalah kota perdagangan yang cukup ramai sehingga saat ini, guild sudah cukup padat dengan orang.
Meskipun mendapatkan tatapan dari semua orang, Olivia dengan tenang melewati mereka semua tanpa terpengaruh sedikitpun.
Beberapa orang pria mencoba menghampiri mereka, tapi mereka langsung dihentikan oleh pria lain.
Orang-orang itu berniat protes, tapi pria yang menghalangi mereka hanya menghela nafas lelah.
"Kalian pasti orang baru, ya … Ini saranku, tapi sebaiknya kalian tidak macam-macam dengan para gadis itu."
"Memangnya kau siapa?! "
Tak menghiraukan protesnya, pria itu dengan tenang menjelaskan.
"Para gadis itu adalah petualang yang baru saja naik daun belakangan ini. Gadis berambut perak itu mencapai peringkat ke-dua dalam turnamen di Suiren beberapa bulan yang lalu, tiga dari mereka adalah peringkat-C yang mendapatkan posisinya saat ini dengan menyingkirkan semua saingan dalam pertarungan yang adil."
"Benarkah? Mereka tidak terlihat bagiku … "
Salah satu orang yang ada di sekitar mereka menyela percakapan dan menatap Olivia dari kejauhan.
"Jangan tertipu oleh penampilannya, ia memiliki jenis serangan yang sangat brutal untuk orang lemah, ia bisa membekukan semua ruangan ini jika dia mau."
"Heee~ Kau sepertinya cukup mengenal mereka~"
"Itu karena aku pernah berhadapan dengan dua dari mereka saat turnamen di Suiren."
"Eh? Benarkah?! Bukankah itu artinya kau sangat kuat?! "
Orang yang tadinya protes saat dia dihalangi mulai kehilangan minatnya pada Olivia dan menatap pria yang menghalanginya dengan wajah terkejut.
Itu wajar, lagipula Suiren dikenal dengan wilayah perbatasan yang menghasilkan para petualang dengan kekuatan diatas rata-rata.
Suiren memiliki para petualang yang siap dijadikan aset tempur untuk perang antar negara dan penyerbuan ke wilayah monster yang belum terpetakan.
Itu karena kondisi wilayah Suiren yang berbatasan langsung dengan negara lain dan hutan terkutuk yang dirumorkan dihuni oleh para monster peringkat atas, kondisi itu membuat para prajurit dan petualang yang berada di Suiren mengalami perkembangan yang sangat drastis pada level mereka.
"Hee~ ngomong-ngomong, siapa namamu? "
Pria itu bertanya dengan penasaran. Oa tidak terlalu mengharapkan jawaban langsung, tapi tanpa diduga pria di depannya dengan baik hati memperkenalkan dirinya.
"Orang-orang memanggilku Gorgon, kau bebas mau memanggilku seperti apa. Ahh, ngomong-ngomong aku menjadi petualang hanya untuk bersenang-senang dan menghasilkan uang tambahan, pekerjaanku yang sesungguhnya adalah tukang daging. Ini alamat toko-ku, lain kali berkunjunglah dan pesan sebanyak yang bisa."
" ……… "
Sementara pria itu sedang disibukkan dengan perkenalan diri Gorgon yang terus berlanjut, kelompok Olivia telah meninggalkan guild dan berjalan menuju penginapan mereka.
Sebelumnya Terneth telah merekomendasikan mereka suatu penginapan dengan fasilitas yang cocok untuk para gadis, jadi Olivia dan yang lain dengan senang hati mengunjungi tempat itu.
Mereka tidak perlu khawatir dengan biaya sewa kamar karena pihak guild akan menanggung semuanya, mereka hanya perlu mengurus biaya makan mereka sendiri.
Setelah berjalan melewati beberapa jembatan yang menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya, kelompok Olivia akhirnya tiba di penginapan yang dimaksudkan.
Itu adalah bangunan besar yang membuat Olivia dan Charlotte teringat pada penginapan Vinka tempat mereka tinggal saat mereka masih di Suiren.
Saat Olivia memasuki gedung, ia langsung mengerutkan keningnya dan berniat meninggalkan gedung itu, namun kakinya tidak mau bergerak karena pikirannya begitu terkejut.
Di hadapannya adalah sekelompok remaja yang tampak seumuran dengan dirinya.
"Kami sudah menunggumu."
Lilith menatap Olivia dengan pandangan serius sambil melipat tangannya.
...****************...