[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 288: Identitas (1)



...****************...


Setelah pelarian yang amat lancar, Noelle langsung menuju rumah sewaannya tanpa mengubah wujud menjadi manusia terlebih dahulu. Ini untuk meminimalisir kemungkinan untuk dilacak.


Pelarian ini bisa berhasil hanya karena Noelle memahami prinsip sihir pada akat sihir atau artefak.


Alat sihir dan artefak, pada dasarnya merupakan sebuah benda yang sudah memiliki struktur sirkuit sihir tersendiri di dalamnya. Apa yang Noelle lakukan adalah menyuntikkan energi sihirnya dengan tujuan 'mengacaukan' sirkuit sihir yang ada, dan dengan begitu membuat semua kandungan sihir dalam alat itu meledak seketika.


Cara kerjanya sederhana, tapi sngat bermanfaat untuk dilakukan dalam situasi krisis seperti sebelumnya. Satu-satunya kelemahan dari teknik ini adlah biaya operasionalnya yang agak mahal.


Alat sihir atau bahkan artefak harganya cukup mahal, dan jumlahnya juga sedikit mengingat itu tidak diproduksi atau diperdagangkan secara masif. Teknik yng hanya bisa digunakan dengan mengorbankan benda-benda seperti itu, dikategorikan sebagai teknik yang biayanya mahal.


Tentu saja, Noelle yang menggunakan artefak di gudang gereja adalah pengecualian karena sejak awal benda itu bukanlah miliknya.


Masuk melalui celah pintu, Noelle langsung kembali ke wujudnya dan jatuh begitu saja di sofa yang cukup empuk. Dia kemudian mengeluarkan tiga berkas yang baru saja ia curi.


Setiap berkas sudah terlihat usang, tapi jelas kalau berkas itu dibuka belum lama ini.


Ada judul 'ASTERISK' yang tertulis dengan sangat mencolok, dan Noelle meletakkan dua berkas di meja, lalu dengan hati-hati membuka salah satunya.


Isinya sama sekali tak mengecewakan. Itu sesuai dengan yang Noelle harapkan.


Berkas pertama berisi informasi mengenai waktu kemunculan Asterisk. Yang paling baru di daftar adalah tanggal di mana Asterisk menyerang kota Rondo. Sedangkan yang ada di baris pertama dalam daftar adalah masa sebelum kemenangan melawan Raja Iblis.


Dari hal ini, Noelle dapat menyimpulkan kalau pemikiran awalnya salah. Asterisk jauh lebih tua dari yang ia kira.


Generasi pertama hidup pada zaman sebelum kemenangan melawan Raja Iblis, sedangkan generasi yang sekarang hidup 700 tahun setelahnya. Bisa dibilang, ini adalah organisasi yang cukup tua dengan telah berlalunya 47 generasi.


Catatan tindakan mereka juga tidak banyak. Bahkan, kebanyakan generasi hanya muncul dalam laporan ini paling banyak dua kali, dengan yang paling aktif dalam daftar adalah generasi pertama sampai dengan generasi kedua.


Namun, melihat hal ini, Noelle memiliki masalah lain.


Pada zaman sebelum kekalahan Raja Iblis, gereja yang memuja dewa ortodoks seperti sekarang ini sama sekali belum berkembang. Singkatnya, mereka hanya memasrahkan diri pada entitas khayalan masing-masing yang mereka sebut sebagai 'Dewa'.


Gereja Dewi Zelica sudah ada, tapi anggotanya tersebar dan tak jelas ke mana perginya.


Yang artinya, kemunculan pertama Asterisk dalam laporan ini dibuat oleh individu yang pada awalnya belum terikat pada organisasi.


Cukup luar biasa karena laporannya masih bertahan hingga sekarang.


Membuka lembaran lain pada berkas, pandangan Noelle seketika terfokus pada teks pendek di bawah.


'Dicatat berdasarkan pengamatan Artefak 0-319; setiap kemunculan akan menyebabkan penyimpangan pada sejarah. Tingkat kerahasiaan: maksimal. Tingkat prioritas akan kasus: menengah. Protokol yang harus dipatuhi saat terjadi kemunculan berikutnya: menunggu sampai informasi mengenai penyimpangan sejarah diberitakan. Tindakan akan diambil berdasarkan laporan tersebut. Jika menguntungkan, Asterisk dapat diabaikan. Jika merugikan, maka perintah pemusnahan akan segera diberikan.'


Tak jauh di bawah ada teks lagi; 'Informasi akan secara otomatis diperbarui jika ada tanda-tanda kemunculan Asterisk. Informasi lebih lanjut bisa ditanyakan pada orang dengan otoritas Paus atau yang setara.'


(Diperbarui secara otomatis? )


Apa kertas laporan ini semacam benda ajaib yang mampu menerima laporan orang lain dari kejauhan? Maka sepertinya Noelle telah mendapatkan barang yang luar biasa.


Selain itu, sepertinya benda-benda dengan label angka itu memanglah artefak. Dia mengetahuinya saat ada bagian teks tersebut yang menyinggung penggunaan artefak berlabel '0-319'.


Berkas pertama sudah selesai ia baca. Isinya memang tak banyak, tapi itu memberinya informasi baru. Noelle kemudian membuka berkas kedua dan ketiga secara bersamaan, dan melihat isinya.


Jika berkas pertama berisi waktu kemunculan, maka berkas kedua dan ketiga secara berturut-turut adalah kejadian yang mereka sebabkan, dan penyimpangan apa yang menjadi dampaknya.


Tidak ada catatan mengenai kejadian dan penyimpangan pertama, tapi Noelle langsung melihat lembar terakhir dan menemukan kalau kejadian yang tertulis di sana sesuai dengan kenyataannya.


Kehancuran kota Rondo menjadi dampaknya, tapi penyimpangan yang disebabkannya masih belum diketahui. Bahkan, ada banyak generasi Asterisk yang penyimpangan buatan mereka sama sekali tak dicatat di laporan itu.


Noelle mengerutkan keningnya dan membaca satu per satu penyimpangan yang ada, dan kemudian sadar kalau ada yang melibatkan misteri yang telah ia coba pecahkan.


'Penyimpangan terbesar pada generasi dan kejadian ini adalah berlangsungnya genosida selama Wabah Kristal menyebar.'


Wabah Kristal, Noelle cukup mengenal sebutan itu. Sesuatu yang akrab disebut Orphiment, atau Apocalypse Virus. Sebuah wabah yang menyebar dengan sangat cepat, dan mustahil untuk disembuhkan. Setiap penderitanya akan menjadi kristal hanya dalam hitungan 48 jam.


Wabah itu … adalah sesuatu yang disebabkan oleh para Voyager, dan menghilang pula berkat para Voyager. Namun, kenyataan di baliknya justru berbeda.


Genosida yang dilakukan untuk melenyapkan wabah itu sebenarnya dikendalikan oleh Asterisk generasi lama? Noelle tidak bisa menahan diri dari membuat kerutan di dahi.


Noelle melemparkan berkas itu ke meja, dan mulai berpikir keras.


Tidak banyak informasi yang dia peroleh, tapi setidaknya ini cukup untuk membuat beberapa kesimpulan.


Entah kapan tepatnya Asterisk dibentuk, tapi yang jelas organisasi ini sudah ada bahkan sebelum Raja Iblis dikalahkan oleh pahlawan Aaron.


Noelle mengira kalau awalnya Asterisk ada untuk mencegah penyimpangan. Namun pada laporan ini justru tertulis kalau semua tindakan yang diambil Asterisk itulah yang menjadi penyebab penyimpangannya. Entah dalam artian yang baik atau buruk, tapi Asterisk telah mengubah sejarah beberapa kali dalam setiap generasi.


Tidak diketahui pula tentang siapa yang sebenarnya mendirikan organisasi ini. Namun, siapa atau apa pun itu, yang jelas 'dia' telah hidup sangat lama, dan mungkin saja masih hidup hingga saat ini.


Sayangnya tidak ada informasi mengenai kristal yang menjadi objek terpenting dari Asterisk, jadi Noelle tidak bisa menyusun kesimpulannya.


Terkait identitas, Noelle menemukannya di beberapa bagian, tapi tidak dicatat secara menyeluruh karena hasilnya sudah sangat jelas.


Setiap generasi Asterisk, memiliki nama yang selalu sama, yaitu: Souris, Mordred, Ructus, Tristan, Caver, Auger, Pauper, dan Ortis.


Bahkan, ada beberapa spekulasi yang menyatakan kalau setiap generasi diisi oleh anggota yang sama persis seperti sebelumnya. Namun, Noelle dengan jelas menggelengkan kepalanya untuk menolak spekulasi itu.


Bagaimanapun, ada barisan patung di tempat Asterisk biasa berkumpul. Semua patung itu bisa dipastikan merupakan patung anggota Asterisk dari generasi ke generasi.


Noelle bersandar pada sofa dan menghela napas berat.


(Ini tidak cukup.)


...****************...


Semua informasi yang ia dapatkan itu tidak cukup memuaskan. Mungkin, jika ia mencuri dari gereja lain, hasilnya akan lebih baik, tapi Noelle memilih untuk menunda hal itu sampai dia bisa memastikan yang sebenarnya.


Ructus Damian juga sedang berusaha mengorek informasi yang ada tentang Asterisk, dan Noelle menunggu sampai hasilnya tiba. Keputusan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan seberapa bagus informasi yang akan dibawakan Damian nantinya.


Saat ini, Noelle dalam perjalanan menuju markas Red Hood.


Noelle tanpa mengetuk langsung membuka pintu dan masuk, seketika disambut oleh wanita yang sebelumnya pernah ia lihat di markas ini.


"Apa Kino ada? "


Kedatangannya begitu tiba-tiba, sehingga wanita itu terlambat menunjukkan respon. Tapi respon yang ia berikan selanjutnya sama sekali tak mengecewakan Noelle.


"Biar saya panggilkan," ucap wanita itu sebelum akhirnya menuliskan sesuatu di kertas, dan melemparnya ke dalam pipa yang ada tepat di belakang tempatnya duduk. Sepertinya itu adalah cara mereka berkomunikasi.


Menurut Noelle, cara ini cukup bagus. Mereka bisa meminimalisir komunikasi dengan tamu, dan yang bekerja di belakang meja sama sekali tidak perlu bergerak sehingga tidak memberikan kesempatan pada tamu untuk bertindak secara diam-diam.


Cara yang cukup ampuh untuk meminimalisir musuh yang menyusup.


Tak lama kemudian, bocah laki-laki yang bernama Kino itu akhirnya muncul dari pintu di samping, dan menghampiri Grei Noctis dengan sedikit tergesa-gesa.


"K-kenapa datang tiba-tiba?! "


Jika Grei lebih dulu memberi kabar kalau dia akan datang, Kino akan menggunakan waktunya untuk bersiap-siap. Bagaimanapun juga, markas sedikit lebih berantakan dari biasanya hari ini. Dia ragu Grei akan suka melihat itu.


"Lupakan tentang formalitas, aku hanya datang untuk beberapa kepentingan. Bagaimana kabar kalian sekarang? "


Noelle bertanya tanpa mempengaruhi pandangan mereka terhadap 'Grei Noctis'. Sikap yang blak-blakan ini cocok dengan identitas barunya.


"Ahh, itu … seperti yang kau lihat, kami melakukan beberapa renovasi, dan permintaan yang diajukan pada kami juga semakin banyak. Bisa dibilang, ini adalah kesuksesan besar."


Meskipun Kino sendiri berusaha menutupinya, Noelle tetap bisa melihat perasaan bangga yang terpancar jelas melalui sikapnya. Dia benar-benar serius dalam mengurus segala hal yang berkaitan dengan Red Hood. Dan sejujurnya, ini membuat Noelle senang juga, karena ekspektasinya sama sekali tidak berlebihan.


Mungkin karena menyadari emosinya yang terpancar jelas, Kino jadi sedikit malu dan mulai menundukkan kepalanya. Namun, dengan cepat ia pulih dan mengajak Grei untuk turun ke bawah tanah.


Sambil berjalan menuruni tangga, Noelle bertanya, "Bagaimana dengan para vampir baru itu? "


Kino terlihat bingung saat hendak menjawabnya. "Itu … semua berjalan dengan baik, kurasa …. Memang kelihatannya sulit, tapi sepertinya mereka semua sudah terbiasa dengan gaya hidup dan kekuatan baru yang mereka miliki. Mereka sudah bisa berkomunikasi satu sama lain dengan telepati. Bahkan ada dua orang yang bisa mengendalikan darah dan menciptakan kelelawar dari sihirnya! Salah satu dari mereka juga sudah bisa berubah menjadi serigala atau kabut, meski aku belum melihat ada yang bisa berubah menjadi kelelawar."


(Ohh, itu cukup cepat.)


Noelle, yang sejak awal tidak terlalu berekspektasi tinggi pada mereka, kini terkejut.


Kemampuan adaptasi mereka jauh lebih baik dari yang dia kira, dan bisa dibilang ini merupakan kesalahan perhitungan di pihak Noelle.


Bahkan butuh waktu sekitar satu bulan bagi Noelle dan Olivia untuk membiasakan diri dengan wujud selain manusia. Bisa beradaptasi hanya dengan memakan waktu sekitar dua minggu bisa disebut prestasi.


Mungkin tak akan lama bagi mereka untuk memaksimalkan potensi mereka sendiri sebagai vampir, meskipun itu agak sedikit sulit. Bahkan, sampai sekarang pun Noelle masih belum mencapai tahap maksimal dari potensinya. Dia kesulitan berkembang karena mengalami kebuntuan pada ide dan pelatihannya yang tidak membuahkan hasil.


Singkatnya, Noelle telah menabrak tembok yang membuatnya kesulitan untuk berkembang.


Sekarang dia iri pada Cryll yang bisa terus berkembang setiap detiknya.


Selain itu, Noelle ingat kalau Harold juga menciptakan beberapa vampir bawahan. Dia bertanya-tanya tentang bagaimana kabar mereka sekarang. Noelle sama sekali belum menghubungi Harold sejak malam itu.


Sesampainya di bawah tanah, apa yang menyambut Noelle adalah ruang santai sekaligus ruang kerja para Red Hood, yang telah diperluas satu setengah kali lipat dari sebelumnya.


Semua orang sepertinya sedang berkumpul, dan pandangan Noelle lagi-lagi tertuju pada gadis muda dengan bakat yang menarik minatnya—Leyn.


(Kurasa tidak masalah meninggalkannya pada Kino. Potensi sehebat itu harus dijaga sebaik mungkin.)


Noelle memejamkan matanya sejenak, lalu kembali berbicara pada Kino. "Aku memiliki permintaan."


"Permintaan? " Kino memiringkan kepalanya dengan bingung. Jika Grei Noctis benar-benar memiliki permintaan, dia bisa saja menghubungi melalui telepati dengan vampir yang ada di Red Hood.


Permintaan apa yang mengharuskan Grei turun langsung ke lapangan? Kino secara naluriah menelan ludahnya dalam kegugupan. Dia sudah siap meski permintaan yang akan Grei ajukan adalah sesuatu yang mustahil.


"Buatkan aku dokumen identitas."


"Sebenarnya itu akan sulit … eh? "


Jawabannya keluar secara otomatis tanpa memproses terlebih dahulu apa yang ia dengar. Itu membuat Kino yang kemudian paham permintaan Grei, membeku dalam keterkejutan.


"Aku ingin kau membuatkanku dokumen identitas, dengan namaku sendiri tentu saja. Jangan khawatir soal bayaran."


"S-sungguh? Dokumen identitas? Kenapa kau membutuhkannya? "


"Aku tidak harus menjawab itu," balas Noelle tanpa ada perubahan pada ekspresinya.


Membuat dokumen identitas termasuk dalam hal pemalsuan identitas dan dokumen. Ini sama sekali bukan lapangan pekerjaan yang diselami Kino. Namun, dia memiliki koneksi yang memungkinkan hal itu.


Ada beberapa orang di antara kenalannya yang memiliki akses ke pemerintahan Republik, dan beberapa dari mereka juga sebenarnya merupakan pejabat berpangkat tinggi. Karena itu, jika Kino serius, dia bisa membuatkan dokumen identitas Grei dengan sangat mudah.


Namun, dia penasaran akan satu hal; mengapa Grei membutuhkan dokumen itu? Terlebih lagi, dengan namanya yang sekarang.


Jika seseorang meminta untuk dibuatkan dokumen identitas, biasanya mereka akan meminta untuk menggunakan nama palsu. Para pengguna jasa itu biasanya membeli dokumen identitas palsu ini dengan tujuan pelaksanaan kegiatan kriminal berjangka panjang.


Jika Grei Noctis meminta dokumen identitas dengan namanya yang sekarang, maka Kino bisa menyimpulkan dua hal.


Yang pertama, dokumen identitas asli milik Grei entah bagaimana lenyap, seperti terbakar atau hancur karena berbagai penyebab. Yang kedua, adalah kemungkinan yang tak ingin ia pikirkan.


Grei Noctis bisa saja merupakan identitas palsu sejak awal, dan bisa jadi kalau orang dengan nama itu tak pernah ada sebelumnya. Jika pernyataan ini benar, maka Kino benar-benar dalam bahaya karena telah terlibat dengan sosok semacam Grei Noctis.


Apa pun alasannya, Kino tidak peduli. Resiko ini sebanding dengan manfaat yang akan ia terima di masa mendatang.


Red Hood berada di bawah perlindungan Grei Noctis. Kenyataan itu saja sudah cukup untuk menjadi jaminan. Jika kerja sama ini terus berlanjut, maka mengendalikan jalur informasi permukaan dan bawah tanah seperti yang diimpikan Kino bukan lagi khayalan semata. Itu bisa menjadi kenyataan.


Karena itulah, tanpa pikir panjang, Kino menerimanya.


"Itu mudah, tapi mungkin akan butuh waktu agar dokumen identitas itu bisa selesai. Apa kau mau menunggu? "


Noelle mengangguk. "Aku ada di perpustakaan, panggil aku jika semua sudah selesai."


...****************...