[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 204: Keputusan Bersama (3)



...****************...


Setelah semua itu, Noelle akhirnya bisa bernapas dengan tenang. Olivia ada di sisiNya, dan Erwin yang berpengalaman dalam hal ini juga sudah berkeliling, memastikan kalau tidak ada musuh yang mendekat.


Saat melihat Erwin, Olivia langsung menatap Noelle dengan bingung bertanya-tanya siapa orang itu sebenarnya.


Noelle berniat menjawabnya, tapi belum sempat ia melakukan itu, kabut tebal sudah menutupi semua orang, dan mereka kembali ke dunia nyata.


Noelle terbangun, dan Olivia yang ada di pelukannya juga perlahan membuka matanya.


Mereka berdua saling menatap untuk sejenak, tapi segera mengembalikan fokusnya dan memikirkan semua hal yang terjadi tadi.


Olivia, yang tampaknya sudah dipengaruhi rasa lelah secara mental tidak berniat bangun. Dia terus memeluk Noelle dan berbaring di ranjang sambil menggumamkan beberapa hal.


Noelle mencoba bangun, tapi Olivia terus menghentikannya, seolah memakunya di tempat tidur.


Sejumlah energi sihir dikeluarkan, dan gravitasi menjadi semakin kuat. Untungnya, ranjang yang mereka gunakan cukup kuat sehingga tidak menghasilkan derit apa pun bahkan setelah peningkatan gravitasi ini.


" … Livia … Ayo simpan ini untuk nanti. Sekarang kita harus berkumpul dengan yang lainnya … "


Sebelumnya, Noelle telah sepakat dengan semua orang untuk berkumpul dan berbagi informasi setelah keluar dari alam mimpi. Ada pun kapan kesepakatan itu dibuat, sebenarnya itu dibuat setelah semua pembahasan mereka beberapa jam yang lalu.


Setelah mendapat 'permohonan' dari Noelle, Olivia mengerutkan bibirnya, tapi ia tidak melakukan apa pun lagi, dan dengan pasrah bangun dari posisinya.


Noelle tersenyum kecil dan berusaha mengangkat tubuhnya di tengah gravitasi yang sudah normal ini, tapi kemudian Olivia kembali memeluknya dan memberinya ciuman yang singkat tepat di bibirnya.


Olivia tidak mengatakan apa-apa lagi, dan melompat dari tempat tidur. Dia dengan lembut mendarat di lantai, dan melihat dirinya sendiri di cermin besar yang dia keluarkan.


Dia memakai gaun tidur yang cukup kusut, memiliki noda basah di titik tertentu, dan beberapa helai rambut putih pendek yang jelas berasal dari Noelle.


Wajahnya memerah sedikit, tapi ia segera memperbaiki penampilannya. Gumpalan asap dan kabut hitam aneh tiba-tiba muncul dan menyelimuti tubuhnya, hampir seketika mengganti pakaiannya ke yang baru.


Dia kini memakai pakaian santai berupa kemeja putih lengan panjang, dengan pita biru berukuran sedang di bagian kancing teratasnya. Selain itu, dia juga memakai rok lipit berwarna biru gelap, disertai dengan sepatu boot hitam dengan kancing dan resleting emas di satu sisinya. Rambut perak panjangnya dikuncir dengan model kuncir kuda yang sederhana, dan sebuah pedang rapier perak dibiarkan menggantung di bagian pingganya.


Setelah selesai berganti pakaian, Olivia langsung berbalik dan tersenyum pada Noelle. "Ayo keluar."


Noelle tidak mengatakan apa pun dan hanya mengangguk singkat. Dia kemudian berdiri, dan pakaiannya juga langsung berganti setelah gumpalan asap hitam aneh itu menyelimutinya.


...****************...


Setelah sampai di geladak kapal, Noelle dan Olivia dengan mudah menemukan beberapa orang yang sudah menunggu di sana.


Dari kelihatannya, ada beberapa orang yang belum tiba di sini, masih ada beberapa orang lagi termasuk Chloe dan Levina.


Noelle dan Olivia langsung mengambil tempat duduk di tepi, dan menyiapkan 'materi' yang akan mereka berikan sebagai laporan nantinya.


Selain pertemuan mereka dengan anggota Swallow Life Order itu, hampir tidak ada yang spesial yang terjadi.


Tentu saja, Noelle memiliki berita penting yang harus ia sampaikan pada semua orang.


Memanfaatkan kesempatan di mana semua orang belum berkumpul sepenuhnya, Noelle langsung memanfaatkan ingatannya dan menyalin peta yang Erwin berikan di alam mimpi kolektif sebelumnya.


Olivia hanya melihat dari samping, tanpa mengatakan apa pun. Dia sedikit penasaran dengan apa yang Noelle lakukan, tapi daripada bertanya, ia lebih memilih untuk menunggu sampai Noelle selesai.


Tak lama kemudian, salinan peta itu telah dibuat dengan sempurna di atas perkamen kulit kambing yang kebetulan ia temukan di kamarnya.


Pada peta itu, ada beberapa titik hitam yang dibuat dengan cara yang mencolok. Sebelumnya Erwin telah mengatakan untuk menghindari area itu karena itu dipenuhi dengan banyak monster berbahaya, dan tingkat konsentrasi angin korupsinya juga mengerikan.


Selain itu, ada juga titik merah yang sangat menonjol di sana. Itu adalah lokasi Erwin saat ini.


Satu-satunya masalahnya sekarang, adalah Noelle tidak memiliki cara untuk memastikan lokasinya sendiri.


Memalukan untuk mengakuinya, tapi dia tidak memiliki keahlian yang bagus saat berkaitan dengan peta. Bahkan dia akan sedikit tersesat meski menggunakan GPS.


Untuk mengatasi masalah itu, Noelle mungkin bisa menyerahkannya pada Norman atau siapa pun yang bisa membaca petanya dan menentukan lokasi mereka sekarang.


"Tidak ada petunjuk arah mata angin, dan tidak ada perbandingan skala … Erwin mungkin masih harus mempertimbangkan kemampuan seseorang."


"Erwin … Apa itu nama dari orang yang bersama Noelle sebelumnya? "


Menanggapi rasa penasaran Olivia, Noelle mengangguk singkat. "Itu benar. Detailnya akan kujelaskan saat yang lain sudah berkumpul. Untuk saat ini, aku akan mengatakan kalau dia adalah orang yang sudah lama terjebak di tempat ini."


Hanya dengan penggalan informasi itu, Olivia telah menemukan banyak jawaban lainnya, termasuk alasan mengapa Noelle terlihat mempercayai Erwin.


Perlahan, tatapannya melembut, dan dia fokus pada Noelle sementara Noelle sendiri masih sibuk dengan peta di tangannya.


Akhirnya, semua orang berkumpul.


Kaira dan Norman, yang merupakan penyelenggara dari pembicaraan ini langsung membuka sesi pembagian informasi.


Mereka saling menginformasikan tentang apa yang mereka alami di alam mimpi kolektif itu, dan secara bertahap sampai pada suatu pemahaman.


Lilith mengatakan kalau ia muncul di sebuah hutan yang penuh dengan tanaman rambat. Iris mengatakan kalau ia tiba-tiba tersadar di sebuah gua yang sangat luas, dengan sinar matahari yang cerah menyelinap masuk melalui lubang yang ada di atas gua. Di tengah-tengah cahaya itu, ada sebuah kristal aneh yang melayang di sebuah altar dengan pola dan bahasa yang tidak dia ketahui...


Sesi ini terus berlanjut hingga mereka selesai saling menginformasikan satu sama lain. Selanjutnya, giliran Noelle.


Noelle tak mengambil waktu untuk berpikir, dan langsung menjawab dengan jawaban yang sudah ia persiapkan sebelumnya.


"Aku muncul di sebuah menara. Kali ini ukurannya cukup normal, dan tidak seperti menara raksasa sebelumnya. Tapi, aku bertemu dengan seseorang. Aku ingin membicarakan tentang orang ini dengan kalian semua."


Norman dan Kaira secara naluri langsung menegakkan punggung mereka, menunggu informasi yang akan diberikan Noelle.


Noelle mengangguk sejenak sebagai konfimasi, lalu melanjutkan, "Namanya Erwin. Dia adalah seorang pedagang yang berasal dari Republik Waldenholt, dan penganut setia dari Gereja Vesperi Goddess Zelica."


Sayangnya Noelle tidak menggambar wajah Erwin. Jika dia melakukannya, maka kecurigaan pada Erwin akan menurun secara drastis. Norman dan yang lainnya tidak akan menganggap pria paruh baya itu sebagai seseorang yang berbahaya.


Kemudian, Noelle menceritakan semua yang perlu diceritakan. Tentang bagaimana Erwin bisa sampai ke area ini, tentang anggota kelompoknya yang satu per satu mengamuk dan kehilangan kendali, dan menyebabkan mereka saling membunuh, tentang bagaimana dia memiliki hubungan yang baik dengan gereja, dan tentang bagaimana dia bisa bertahan hidup selama ini.


Penjelasannya hanya berlangsung selama 15 menit, tapi itu terasa begitu lama.


Tanpa menunggu mereka mengajukan pertanyaan, Noelle kembali melanjutkan, "Kami berdua pergi dari menara itu, dan bertemu dengan seseorang yang Erwin sebut sebagai anggota dari Swallow Life Order. Apa kalian mengetahui sesuatu tentang itu? "


Ketika pertanyaan ini keluar, berbagai reaksi berhasil keluar dari mereka.


Beberapa terkejut, dan beberapa lainnya kebingungan, tidak mengerti apa yang dia bicarakan.


Kaira yang selama ini diam mendengarkan kemudian menghela napas pasrah. "Di antara para bangsawan yang setiap hari mengamati berita dari berbagai daerah, tidak mungkin kami tidak mengetahui organisasi itu. Mereka adalah kumpulan orang gila fanatik yang mengerikan, dan sering melakukan banyak hal yang memprovokasi keluarga kerajaan."


Kaira kemudian menambahkan kalau di antara semua orang yang hadir di sini, hanya sebagian kecil yang mengetahui keberadaan mereka; di antaranya adalah Norman, Kaira, Rico, Werli, Alan, Iris, dan yang paling mengejutkan, Cryll.


"Sebenarnya … Keberadaan mereka sudah bukan rahasia lagi. Jika kau sering mengamati berita setiap musim, kau akan menemukan satu atau dua kasus dengan pelaku yang tidak diketahui, itu adalah mereka. Pihak kerajaan, militer, dan gereja memutuskan untuk meminimalisir pengetahuan publik tentang mereka, dan hasilnya adalah bentuk pemalsuan berita."


"Aku mengerti … "


Pantas saja dia tidak ernah mendengar atau mengetahuinya. Informasi tentang mereka telah dikontrol dengan kett oleh berbagai pihak penting. Selain itu, Noelle juga jarang mengamati berita yang datang dari berbagai wilayah. Dia hanya melihat apa yang membuatnya tertarik. Selain itu, beberapa kota masih memiliki sistem penyebaran berita yang agak bermasalah, dan Eisen adalah salah satunya.


Jika Noelle tidak salah ingat, maka dia yakin kalau ibu kota pasti sudah memakai koran untuk menyebarkan informasi, dan Norman juga pernah mengatakan kalau ia sedang mengembangkan teknologi telegram, sehingga memungkinkan penyebaran informasi yang lebih cepat dari kota ke kota.


"Tapi tetap saja … Sangat mengejutkan karena ada anggota mereka yang juga terjebak di sini … Tidak, aku akan asumsikan kalau dia datang dengan niatnya sendiri untuk suatu tujuan. Tapi … Apa tujuannya? "


Sayangnya Noelle sendiri masih ragu dengan jawaban yang dia miliki. Hasilnya, dia tidak bisa menyuarakannya. Mungkin, jika ia memiliki lebih banyak informasi tentang mereka, dia bisa membuat jawaban yang lebih jelas lagi.


Kaira menghela napasnya dengan pasrah dan melihat ke langit. Langit itu masih gelap, tanpa ada bintang menyinarinya. Bulan merah raksasa yang agung itu menggantung di langit, tak pernah bergerak seolah memang begitulah posisinya.


Jika dia tidak tahu kalau dia sedang berada di tempat yang penuh dengan keanehan di sekitar Laut Senor, Noelle pasti sudah berpikir kalau dia terjebak di dunia yang sepenuhnya berbeda.


Setelah keheningan yang cukup panjang, Kaira akhirnya menoleh pada Norman, dan bertanya, "Tentang pria itu … Erwin, apa menurutmu dia bisa dipercaya? "


Norman diam sejenak, lalu menjawab, "Aku lebih suka mengujinya sendiri. Bagaimana kalau kita bawa dia? Bagaimanapun, informasi yang dia berikan pada Noelle cukup penting, dan dia sudah menjelajahi sebagian besar area ini."


"Aku mengerti … Bagaimana dengan kalian? "


Kaira bertanya pada yang lain, berharap mengumpulkan suara semua orang.


Mereka saling menoleh dan berdiskusi untuk beberapa saat lalu dengan penuh antisipasi menjawab, "Kami berpikir kalau itu akan baik-baik saja. Orang itu kemungkinan bisa menjadi sumber informasi yang bagus, jadi tidak ada salahnya untuk membawanya."


Ada pun tentang resikonya, mereka akan menyerahkan masalah itu pada Noelle. Noelle-lah yang menyarankan untuk membawa Erwin, jadi dia harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.


"Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan. Kita akan membawa orang bernama Erwin ini bersama kita. Pada saat yang sama, kita juga bisa mencoba beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk keluar."


Kaira dengan hati-hati menyusun rencananya saat semua orang menanggapinya dengan reaksi yang berbeda-beda. Yang jelas, mereka setuju dengan ide untuk membawa Erwin bersama mereka.


Setelah selesai mengorganisir pikirannya, dia kemudian menoleh dan melihat semua orang satu per satu.


"Sekarang, apa ada yang bisa membaca peta? "


" ……… "


Tak ada satu pun yang menjawabnya.


...****************...