![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Waktu pertarungan sudah melebihi setengah jam, dan hasilnya sama sekali tidak baik.
Meskipun tidak terdesak, baik itu Noelle ataupun Gild masih belum bisa mendaratkan serangan yang berarti satu sama lain.
Gild secara tidak terduga memiliki keahlian yang bagus dalam pertarungan jarak dekat, dan sihir juga tidak terlalu berpengaruh padanya. Satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan bertarung langsung menggunakan senjata.
Noelle unggul dalam teknik dan kekuatan serangan, namun Gild memiliki pengalaman yang lebih banyak, dan dia juga tahu bagaimana cara menahan serangan langsung dari Noelle.
"Ini mulai merepotkan."
Noelle tidak memiliki masalah dengan waktu, tapi dia tidak bisa terus-terusan bertahan. Pertarungan ini harus segera diakhiri.
Alasan dia begitu terburu-buru adalah karena situasinya mulai memburuk di semua tempat. Tian bertarung sendiri melawan Moldy, tapi sepertinya dia sedikit dipukul mundur. Di sisi lain, tim kecil yang beranggotakan Louen, Rita, dan Dexter juga memiliki pertarungan yang sengit dengan Silis.
Strtegi Tian untuk memisahkan semua musuh berhasil, tapi itu tidak membawa perubahan. Situasi menjadi semakin buruk saat Gild mulai memanggil lusinan monster dari dunia bawah.
(Monster dari dunia bawah itu bukan masalah untuk Tania, tapi … Aku mungkin butuh bantuannya di sini … )
Noelle dengan cepat menganalisis situasinya sambil memikirkan strategi yang tepat untuk menghadapi Gild.
Tak jauh di hadapannya, Gild sudah melepas jubahnya, dan bersiap menyerang dengan sebuah tongkat kayu yang panjang.
(Aku harus mendekati Tania sekarang.)
Rencananya sederhana. Dia akan mendekati Tania dan entah bagaimana mengatur strategi dalam waktu yang singkat itu.
Monster dari dunia bawah juga sedang dihadapi oleh tim Dolf yang sudah datang. Jumlah bala bantuan hanya sekitar dua puluh orang, tapi itu seharusnya sudah cukup untuk menghabisi semua monster yang tersisa.
Gild mungkin sengaja mengeluarkan monster untuk mengalihkan perhatian Tania. Karena itulah Noelle sedikit ragu rencananya akan berhasil dengan mudah.
Lelaki tua itu pasti sudah sadar dengan rencana yang dia buat.
"Menyerahlah."
Gild bersiap dengan tongkatnya, dan langsung menerjang ke arah Noelle. Namun, Noelle sudah bersiap untuk serangan itu.
Sebanyak empat buah pedang keluar dari udara kosong, dan semuanya menargetkan titik yang berbeda di tubuh Gild.
Tentu saja Gild sadar akan hal itu. Tepat sebelum pedang mendarat di tubuhnya, dia sudah menggerakkan tongkatnya dalam ayunan yang besar untuk menyingkirkan semua pedang.
"Sebenarnya aku tidak punya banyak waktu untuk berurusan denganmu," ucapnya sambil mengayunkan tongkat kayu sekali lagi.
Beberapa piringan api muncul di udara, dan mereka semua berputar dengan cepat.
Semua piringan api itu menargetkan Noelle, tapi Gild sendiri tahu kalau itu tidak akan terlalu efektif. Bagaimanapun, dia sudah mencoba melakukan itu sebelumnya.
Noelle mundur beberapa langkah, dan menghapus satu per satu piringan api itu dengan tebasan Langen, sementara di saat yang sama juga mengendalikan semua pedang yang telah disingkirkan Gild sebelumnya.
Kali ini semua pedang itu bergerak ke arah punggung Gild, tapi bukan berarti Gild tidak menyadarinya.
Setelah mengeluarkan piringan api lain, Gild langsung berjongkok sedikit, dan mengumpulkan momentum untuk melakukan lompatan besar.
Dia melompat ke ketinggian yang tidak masuk akal, lalu melakukan jungkit balik untuk menukar posisinya.
Semua pedang itu terbang melewatinya, dan dia yang sekarang berada di belakang semua itu langsung mengeluarkan puluhan piringan api lain.
Gild kembali menerjanh ke depan bersama semua piringan apinya, dan Noelle melompat ke belakang sambil menyingkirkan semua piringan api yang datang padanya.
Jumlah mana yang dimiliki Gild rupanya jauh lebih besar dari yang Noelle pikirkan. Mungkin, jumlahnya sama atau sedikit lebih besar dari yang ia miliki sekarang.
"Tch."
Noelle mendecakkan lidahnya saat piringan api mulai kembali menyerbunya.
"Serangan yang merepotkan."
Dengan geraman yang mengungkapkan kejengkelan, Noelle langsung menebas dari kiri ke kanan dengan gerakan yang besar.
Hembusan angin tercipta, dan mana-nya secara bertahap mulai bermanifestasi di jejak tebasan pedang itu.
Seketika, beberapa piringan api yang serupa dengan milik Gild muncul, dan Noelle mengendalikan itu semua untuk menghadapi piringan api Gild.
"Kau bisa meniru sihirku? Itu luar biasa."
"Heh, itu mudah."
Memang bukan fakta yang umum, tapi Noelle mengetahuinya. Sihir apa pun bisa tercipta asalkan perapalnya memiliki visualisasi yang jelas dan mana yang cukup untuk menciptakannya.
Dalam hal ini, meniru piringan api milik Gild adalah hal yang mudah karena Noelle sudah memiliki gambaran yang kuat tentangnya.
Noelle mendarat dan berganti tepat di belakang Tania. Kini posisi mereka berdua saling memunggungi.
"Aku tahu mereka kebal dengan sihir, tapi apa ada batas untuk itu? "
Tanpa berbasa-basi keduanya langsung berdiskusi untuk merumuskan rencana.
"Ada, tapi … butuh lebih banyak mana untuk menembus kekebalan mereka."
Meskipun monster-monster itu unggul dalam pertahanan sihir mereka, bukan berarti tidak ada cara untuk menembusnya.
Tania tidak bisa menembus pertahanan sihir mereka karena dia memang nyaris tidak bisa menggunakan sihir apa pun. Namun, semua akan berbeda jika seseorang dengan kapasitas Noelle yang melakukannya.
"Begitu, ya? Jadi, jika aku menuangkan semua mana-ku ke dalam satu sihir untuk menyerang mereka, apa serangan itu bisa menembus pertahanannya? "
"Secara teknis begitu."
Jawaban yang Tania berikan agak meragukan, tapi itu sudah cukup bagi Noelle.
Saat ini, jumlah monster itu terlalu banyak untuk ditangani oleh para bala bantuan yang dibawa Dolf.
Karena itu, peran Tania sangatlah penting untuk menghabisi semua monster yang tersedia.
Jika mereka bisa mengeliminasi monster sebanyak mungkin, maka beban yang harus ditanggung oleh pihak Dolf tidak akan begitu besar, dan Tania bisa fokus membantu Noelle untuk menyerang Gild.
"Kalau begitu, gunakan sabitmu, dan makan serap sebanyak mungkin sihir yang akan kukeluarkan."
Tania diam sejenak, tampak tak mengerti dengan maksud Noelle. Namun, tak lama setelahnya dia langsung mengangkat wajahnya seolah memahami sesuatu.
"Baiklah, tapi beri aku sedikit waktu."
"Hmm? Tentu."
Noelle sudah sadar kalau kontrol Tania terhadap kekuatan sabit Zephiroth tidak begitu bagus. Dia bisa menggunakan kekuatannya, tapi tidak sebebas yang Noelle lakukan dengan Langen dan Verstand.
Zephiroth bisa menyerap sihir di sekitarnya, dan pengguna bisa bebas mengeluarkan semua sihir itu sebagai serangan yang sama persis dengan yang diserap sebelumnya.
Sejauh ini, belum ada batasan untuk seberapa banyak kekuatan sihir yang bisa diserap oleh Zephiroth. Namun, seharusnya itu memiliki sedikit batasan, meskipun batasan itu masih belum terlihat untuk sekarang.
Setelah Tania meminta sedikit waktu, Noelle mengembalikan fokusnya untuk menghadapi Gild.
Di sana, Gild tidak terlihat baik, namun dia juga tidak terlihat dalam situasi yang buruk.
Dia masih diam, tapi bukan berarti dia tidak melakukan apa pun. Sebaliknya, 'diam' yang ia lakukan selama beberapa detik ini adalah bentuk persiapan yang ia lakukan untuk menghadapi Noelle.
Noelle bisa merasakan aliran mana yang terpusat pada Gild, dan semua luka di tubuhnya secara bertahap menghilang.
"Regenerasi, ya … Hehe, terlihat merepotkan."
Regenerasi yang baru saja Gild tunjukkan tidak begitu fleksibel seperti yang dimiliki Noelle. Dia harus menyerap mana dari sekitarnya, dan menggunakan itu untuk memaksa pemulihan pada tubuhnya.
Normalnya, itu adalah hal yang berisiko karena mana bisa dia kehilangan kendali atas mana yang ia serap. Namun, dalam hal pengendalian, Gild jelas berada di level lain.
Dia sama sekali tidak memiliki masalah dengan semua itu.
"Sekarang aku sudah selesai. Ayo lanjutkan," ucapnya saat dia mengambil langkah ke depan.
Gild berjalan tanpa ragu, dan Noelle mencoba menghentikannya dengan berbagai macam cara.
Teknik membunuh dari dalam dengan pengendalian darah tidak berguna. Ketika darahnya masuk ke tubuh Gild, itu akan langsung dinetralkan, sehingga Noelle sama sekali tidak bisa mengendalikannya.
Di belakangnya, beberapa monster dari dunia bawah masih mengamuk. Namun, jika dibandingkan dengan sebelumnya, para monster itu terlihat lebih terkendali.
"Aku selesai. Noah."
Begitu mendapatkan sinyal dari Tania di belakangnya, Noelle nyaris tidak bisa menahan senyum yang terbentuk di bibirnya.
"Baguslah! "
Dalam waktu yang sangat singkat, Noelle telah memisahkan Langen dan Verstand menjadi dua pedang yang berbeda, dan dia langsung melemparkan Langen ke depan, tepat ke arah Gild.
Tindakan Noelle begitu tiba-tiba sehingga Gild nyaris tidak dapat bereaksi. Meskipun dia berhasil memutar kepalanya sedikit untuk menghindari serangan itu, bilah pedang yang tajam masih sempat menyerempet pipinya, sehingga meninggalkan luka sayatan yang bersih.
Memanfaatkan kesempatan itu, Noelle dan Tania langsung melompat ke arah yang berbeda, tapi segera berbalik untuk melihat sosok masing-masing.
Cahaya putih kebiruan menyala di kedalaman mata Tania, tapi rasanya itu seperti sebuah ilusi.
Di udara, gadis itu langsung mengayunkan sakitnya sekali, dan menghentikannya saat itu mengarah pada Noelle.
Sementara di sisi lain, Noelle melihat persiapan Tania sudah selesai. Dia pun langsung mengayunkan Verstand secara horizontal dengan gerakan yang lebar, meninggalkan belasan tombak api berukuran besar dengan tingkat kepadatan mana yang ekstrim.
Jika ditotal, semua sihir itu menghabiskan hampir dua per tiga jumlah mana yang dia miliki.
Semua tombak api itu kemudian diluncurkan bersamaan ke arah Tania.
Aliran panas dapat dirasakan bahkan dari kejauhan, namun Tania tidak terlihat panik. Matanya sedikit menyipit saat cahaya ilusi putih kebiruan di sana menjadi semakin jelas.
Setelah semua piringan mencapai area jangkauan sabitnya, Tania langsung mengayunkan sabit Zephiroth dan mengenai semua piringan api itu dengan bagian tumpul bilahnya.
Bilahnya yang putih murni sedikit memiliki noda biru yang samar, tapi kelihatannya itu hanyalah ilusi semata.
Setelah memastikan semua sihir telah diserap oleh Zephiroth, baik itu Noelle ataupun Tania langsung turun dan mendarat di tanah.
Gild melihat itu semua, dan dia mau tak mau menjadi bingung.
Semua sihir yang baru saja Noelle keluarkan jelas mengandung jumlah dan kepadatan mana yang luar biasa, tapi semua itu lenyap setelah sabit itu bersentuhan dengannya.
Dia tidak tahu apa yang terjadi, namun dia memiliki tebakannya sendiri.
"Begitu, ya? Sabit itu … bisa menyerap sihir. Tapi, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? "
"Bodoh, mana mungkin kami menjawabnya. Lihatlah sendiri."
Noelle hanya bisa mengeluarkan ejekan itu setelah mendengar pertanyaan Gild. Kemudian, dia menyaksikan Tania maju ke arah gerombolan monster yang menargetkan tim Dolf.
Monster-monster itu merasakan kehadiran yang sangat kuat dari arah lain, dan itu mulai membangkitkan insting mereka.
Bukan insting yang membuat mereka melarikan diri, melainkan insting predator yang membuat mereka menjadi semakin bersemangat.
Para monster itu mengeluarkan raungan yang ganas dan memekakkan telinga, tapi tidak ada perubahan apa pun pada ekspresi Tania.
"Benar-benar jumlah yang mengagumkan. Mungkin … ini setara dengan sihir dari Malaikat Es yang pernah kita hadapi dulu, Tania."
Sebutan 'Malaikat Es' jelas merujuk pada Archon Nix Regina. Navi masih ingat semuanya seolah kejadian itu baru kemarin.
『Benarkah?』
Karena kontrolnya terhadap kemampuan Zephiroth cukup buruk, Tania selalu menyerahkan tugas itu pada Navi, yang jelas jauh lebih ahli dalam bidang itu.
"Hanya tebakanku, sih."
Tubuhnya yang kini dikendalikan oleh Navi tersenyum, dan bergerak dengan mengarahkan sabit lurus ke depan.
Seketika, cahaya putih kebiruan menyelimuti bilah Zephiroth, dan aliran panas yang sebelumnya secara bertahap kembali.
Yang ada di sana sekarang adalah satu tombak api, dengan ukuran dan kepadatan mana yang tidak masuk akal, tentu saja.
"Aku sudah muak dengan kalian semua."
Setelah mengucapkan itu, tombak api masif di ujung sabit ditembakkan, dan gelombang api panas yang mengerikan seketika meluncur ke arah gerombolan monster yang terus mengejar.
Panasnya begitu mengerikan sehingga logam di sekitar terlihat meleleh, tapi tubuh Tania sama sekali tidak mengeluarkan keringat. Selain itu, kobaran apinya juga sama mengerikannya sehingga menghanguskan semua objek yang dilewatinya.
Pergerakan tombak itu tidak terlalu cepat, tapi itu memiliki dampak kerusakan yang masif.
Ketika ujung tombak menyentuh salah satu monster, itu seketika meledak dan berubah menjadi kubah api yang menghanguskan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Kobarannya menghasilkan cahaya yang mengurangi hampir semua lokasi pertarungan, dan gelombang panas yang dikeluarkannya juga sama mengerikannya dengan pemandangan itu.
Tak lama kemudian, kobaran api mereda, dan kubah api itu sedikit demi sedikit menghilang menjadi partikel cahaya yang samar.
Semua monster yang ada di dalamnya sudah menghilang, bahkan tidak menyisakan setitik pun abu, dan kawah besar dengan penampakan hangus adalah satu-satunya sisa yang menjadi saksi akan serangan masif itu.
Setelah memastikan situasinya aman, Navi kembali menyerahkan kontrol tubuh pada Tania, dan Tania juga langsung menghampiri Noelle.
"Nah, sekarang … "
Gild yang menyaksikan semua itu cukup tercengang, tapi dia dengan cepat memulihkan ketenangannya dan melihat langsung pada sabit Zephiroth.
"Sabit yang bisa menyerap sihir dan bisa mengeluarkannya … kurasa aku pernah mendengar kemampuan itu di suatu tempat."
Noelle mendengus kesal. "Kau tidak perlu memperhatikan detail kecil seperti itu."
Detik kemudian, sosok Noelle menghilang, dan muncul kembali tepat di hadapan Gild. Jika ini situasi yang sama dengan beberapa saat yang lalu, maka mendekati Gild secara langsung adalah tindakan yang gegabah. Namun, Noelle sudah memiliki rencana lain yang ia persiapkan.
Seperti yang sudah ia duga, Gild langsung memasang penghalang untuk melindungi dirinya sendiri, tapi kemudian dia mengayunkan tongkatnya dalam gerakan yang besar untuk menyingkirkan Noelle.
Bilah angin yang tajam muncul, dan menargetkan Noelle, namun tebasan angin itu Noelle hindari hanya dengan memutar sedikit tubuhnya.
Dia lalu mengeluarkan rantai darah, yang kemudian menariknya ke suatu tempat di belakang Gild.
Bermanuver sejenak, Noelle menghapus rantai darahnya, dan menarik pedang hitam Langen yang menancap di tanah. Awalan itu kemudian ia lanjutkan dengan menerjang maju ke depan sambil menebas menggunakan Langen.
Tak jauh di depan Gild, sosok Tania dapat terlihat sedang bersiap menyerang. Dari gerak matanya, Gild tahu kalau di sedang menunggu Noelle untuk membuka celah baginya agar bisa menyerang.
Tentu saja, Gild tidak ingin itu terjadi.
Gild menoleh sedikit, dan mendorong ujung tongkatnya ke belakang, tepat pada Noelle.
Gerakannya tidak terlalu mencolok, tapi Noelle tahu lebih dari siapa pun kalau itu dipenuhi dengan kekuatan. Gild benar-benar ahli dalam memainkan kekuatannya sendiri.
Dalam waktu yang sangat singkat, Noelle berhasil menkalkulasikan pergerakan Gild. Dia sudah menebak beberapa gerakan yang kemungkinan besar akan Gild lakukan.
Jika dia memiringkan tubuhnya ke samping untuk menghindari tongkat itu, maka Gild pasti akan ikut mengayunkan tongkatnya ke samping. Meskipun tenaga yang dihasilkan tidak begitu besar, akan tetap fatal jika mengenai bagian leher, tepat seperti yang ditargetkan Gild.
Yang paling fatal adalah jika Noelle tidak bergerak sedikit pun. Ujung tongkat Gild pasti akan menghantam wajahnya dengan sangat kuat.
Dalam hal ini, Noelle mengambil satu pilihan yang menurutnya tidak begitu beresiko.
Mempercepat waktu refleksnya, Noelle menunduk sedikit, dan akhirnya melompat untuk menghindari serangan tongkat itu. Gild pun mengangkat tongkatnya ke atas sambil bersiap mengeluarkan sihir serangan.
Tapi tentu saja semua itu sudah diprediksi oleh Noelle sebelumnya.
Dia melirik ke Tania sekilas, yang kemudian dibalas dengan anggukan kecil.
Sementara Noelle masih berada di udara, Tania dengan cepat melemparkan sabitnya ke arah Gild. Sabit itu berputar layaknya piringan api sebelumnya, dan itu menargetkan langsung tepat pada Gild.
Gild memperhatikan serangan itu, tapi dia tidak dapat melakukan sesuatu yang gegabah. Akhirnya, Gild menghela napas dan mengayunkan tongkatnya ke arah Zephiroth yang terus terbang ke arahnya.
Badan tongkatnya memukul Zephiroth, tapi kemudian tongkat itu patah dan menyebabkan Gild harus melompat mundur jauh ke belakang.
Noelle yang akan mendarat ke tanah langsung menangkap gagang sabit itu, dan melemparnya kembali ke arah Tania, yang kemudian ditangkap dengan mudah oleh gadis itu.
"Itu mengejutkan. Tongkatku terbuat dari bahan campuran yang berkualitas tinggi. Itu adalah batang dari pohon Lignum yang keras, dan dicampur dengan logam yang sama kerasnya. Tapi itu masih hancur."
Gild berdiri dengan tenang sambil memainkan janggutnya yang tipis. Dia kemudian menatap ada sabit Zephiroth di tangan Tania.
"Sekarang aku ingat. Ada beberapa senjata yang dikenal tidak dapat dihancurkan, dan memiliki kemampuan unik. Mereka disebut Senjata Bintang. Begitu, ya? Kau memilikinya, ya? "
Noelle dan Tania ingin tahu bagaimana Gild bisa mengetahui hal itu. Namun, semua itu tidaklah penting. Situasinya menjadi semakin buruk sekarang.
Gild masih berdiri di sana, dengan tenang menatap Noelle dan Tania. Kemudian, dia membuang sisa tongkatnya yang sudah patah, dan menjentikkan jari.
Sejenak, tidak ada yang terjadi. Baik itu Noelle atau pun Tania tidak dapat merasakan perubahan pada lingkungan sekitar mereka.
(Apa yang dia lakukan? )
『Hehe, hati-hati jika kau ingin bergerak.』
Peringatan dari Noir membuat Noelle menjadi semakin waspada. Kata-katanya menunjukkan kalau ada perangkap yang tersebar di sekitar. Hanya saja, tidak ada yang tahu di mana lokasi perangkap itu.
(Perangkap yang sama sekali tidak bisa dideteksi … Apa itu perangkap fisik? Tidak, jika itu perangkap fisik, itu seharusnya sudah aktif sejak tadi.)
Bahkan jika itu adalah perangkap fisik yang diaktifkan dengan sihir, Noelle seharusnya menyadari aliran mana yang menunjukkan lokasi setiap perangkap.
Noelle ingin memperingatkan Tania, namun Tania telah bersiap dengan senjatanya.
Dia menunduk sedikit, satu kakinya mundur satu langkah ke belakang, dan menarik sabitnya ke arah yang sama.
Namun, ujung sabit itu tiba-tiba menyentuh sesuatu yang tidak terlihat, dan berakhir dengan memicu ledakan yang cukup kuat untuk membuat Tania terlempar ke depan karena gelombang kejutnya.
Tania kehilangan keseimbangannya, tapi dia berusaha menjaga agar posisinya tidak berubah. Namun, satu tangannya yang kehilangan kendali justru menabrak perangkap yang tak terlihat, dan ikut merespon ledakan yang sama.
Tania kembali terpental ke samping, dan memicu ledakan lain.
Semua kejadian itu terus berulang sampai akhirnya Tania berlutut ke tanah dengan banyak luka di tubuhnya.
Tentu saja, luka fisik bukanlah masalah bagi makhluk abadi seperti Tania. Tapi tetap saja, ledakan itu menyakitkan.
Meskipun begitu, ada yang aneh dari Tania. Luka di tubuhnya, nyaris tidak beregenerasi. Itu sangat lambat sehingga Noelle ragu apakah dia benar memulihkan diri atau tidak.
Noelle mengerutkan keningnya saat dia melihat itu, lalu dia menebas menggunakan Langen dengan harapan akan menghancurkan perangkap yang terpasang.
Tidak ada yang terjadi. Pedangnya hanya bergerak menembus udara tanpa menabrak apa pun.
"Baiklah, kurasa waktunya untuk berhenti bermain-main."
Gild kembali menjentikkan jarinya, dan seketika—
"Ughh … "
—Ledakan demi ledakan menyerbu tubuh Noelle yang diam. Itu lebih banyak, dan dampaknya lebih merusak dari yang dialami Tania sebelumnya.
Dari kelihatannya, Gild mengendalikan semua perangkap itu untuk menempel pada Noelle, sehingga perangkapnya bisa merespon sentuhan dari target.
Ledakan berhenti, dan Noelle terbaring di tanah dengan bekas luka di seluruh tubuhnya.
"Luar biasa … manusia biasa pasti sudah mati jika terkena ledakan itu. Tapi kalian … "
Rasanya Noelle bisa melihat senyum di wajah Gild, tapi dia tidak bisa bergerak sedikit pun.
Tubuhnya kaku, dan regenerasi juga nyaris tidak berfungsi. Kesadarannya mulai memudar, tapi kemudian Noelle mendengar suara bergema di kepalanya.
『Hei, berikan kendali tubuhmu padaku.』
...****************...