![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
(Livia? Apa maksudmu? )
Norlle mencoba bertanya pada Olivia, tapi segera mendapatkan jawaban yang sangat tak terduga baginya.
{Aku menemukannya. Kelemahan dari senjata itu.}
(?! Beri tahu aku sekarang.)
Noelle mencoba menahan ekspresinya, selagi mengayunkan pedangnya untuk menyingkirkan semua tombak yang terus bermunculan di hadapannya.
Namun, karena pikirannya telah difokuskan ke banyak hal sekaligus, Noelle hampir tak dapat mempertahankan manipulasi darah yang masih melindungi Cryll dan Norman.
"Aku akan melepaskan kalian sekarang. Sebisa mungkin, lindungi diri kalian sendiri," ucap Noelle sambil bersiap menonaktifkan manipulasi darahnya.
Di sana, Cryll dan Norman langsung merespon dengan berbagai cara.
Cryll mengangguk sambil bersiap dengan pedangnya, sementara Norman langsung menyuntikkan energi sihirnya ke dalam inti Aligma dan bersiap untuk setangan berikutnya.
Detik kemudian, Noelle langsung melenoar mereka berdua ke arah yang berlawanan.
Cryll menggunakan fungsi armor Geist untuk melindungi dirinya sendiri dari dampak, sementara Norman menggunakan perangkat grappling hook yang masih terpasang di lengannya. Dia menembakkan itu ke salah satu pohon, dan menarik dirinya sendiri ke sana.
Tentu saja, Barsio tak akan melepaskan kesempatan itu. Dia langsung menancaokan tombaknya ke tanah, dan membuat puluhan tombak mulai bermunculan di sekitar Cryll dan Norman.
"Hehe, kali ini aku tidak akan membiarkanmu mengalahkanku lagi, ya, brengsek! "
Satu kekalahan melawan Barsio sudah cukup bagi Cryll. Saat itu ia lengah karena terkejut dengan kemampuan yang dimiliki Barsio, sehingga ia akhirnya kalah dan berakhir dengan ditangkap oleh regu pembebas.
"Ayo lihat bagaimana kau akan melakukannya," jawab Barsio sambil menarik sebuah pedang pendek yang tersarung di pinggangnya.
Meskipun ia terlihat bersiaga menggunakan pedangnya, Barsio tidak memiliki alasan untuk bertarung langsung seperti itu. Pada kenyataannya, dia lebih unggul karena bisa mengacau dan bahkan mengendalikan mobilitas Cryll dan Norman menggunakan tombaknya.
Cryll langsung maju sambil mengayunkan pedangnya untuk menyingkirkan belasan dan puluhan tombak yang bermunculan, dan di saat yang sama juga menembakkan petir di tempat Barsio berdiri.
Barsio entah bagaimana menghindari semua petir itu, tapi itu tidak masalah. Selagi Barsio disibukkan dengan serangan petir dari Cryll, Norman di belakangnya diam-diam membidik ke arah kepalanya.
Sebagai seorang pangeran, ia sudah pernah menggunakan senapan saat tahap uji coba revolusi senjata. Hasilnya, bidikannya tidak terlalu buruk. Tapi, jika dibandingkan dengan Rico yang mampu membaca semua kondisi lingkungan di sekitarnya yang membuatnya mampu membidik dan menembak secara lebih maksimal, Norman jelas kalah jauh.
Karena itulah, ia menjadi sedikit tidak percaya diri saat membidik menggunakan semua jenis senapan.
Butuh waktu bagi Norman untuk mempersiapkan dirinya.
Hingga akhirnya, Norman menarik pelatuknya, dan menembakkan peluru energi yang sudah terkompresi itu tepat ke arah kepala Barsio.
Namun, Barsio berhasil menghindar tepat waktu, membuat Norman mendecakkan lidahnya.
Tapi, setidaknya, dia berhasil membuat Barsio melepaskan pegangannya terhadap tombak itu.
Norman memanfaatkan kesempatan yang tersedia dengan langsung maju ke depan, mengayunkan bilah silet Aligma ke arah leher Barsio, tapi Barsio menahan itu menggunakan pedang pendek di tangannya.
Tak berhenti di sana, Norman langsung menendang perut Barsio, dan melangkahkan satu kakinya ke depan, menebas secara horizontal tepat di leher Barsio. Dan lagi-lagi, Barsio menghindari itu.
Norman dan Barsio terus beradu serangan untuk beberapa saat, hingga akhirnya Cryll ikut mebyerang Barsio dari belakang.
Barsio menundukkan kepalanya, dan menghindari tebasan pedang Cryll. Dan di saat yang sama, dia juga mengayunkan pedang pendeknya secara 360 derajat, membuat tebasan berputar yang sempurna.
Tentu saja, semua serangan itu tak ada yang berhasil mengenai Cryll dan Norman.
Berkat posisi Norman yang berdekatan dengan Barsio, Cryll tak dapat menembakkan petir secara sembarangan. Itu membuatnya hanya bisa mengandalkan serangan fisiknya secara langsung.
Cryll maju dan mengayunkan oedangnys secara diagonal dari bawah kiri, lalu juga mengayunkan salah satu pedang yang dibawa di tangan Geist.
Semua serangannya berhasil dihindari, tapi itu bukan masalah. Cryll terus mencoba menggunakan berbagai macam pola serangan untuk menyerang Barsio, sementara Norman memberikan dukungan tambahan dari sisi lain.
Anehnya, Barsio tampak tak memiliki masalah untuk menahan serangan dari mereka berdua sekaligus. Justru, semua pergerakan yang dia lakukan itu sedikit terlalu sempurna. Itu seolah ia memiliki mata tambahan di belakang kepalanya.
(Apa dia memiliki clairvoyance? )
Cryll ragu sejenak, tapi langsung menggelengkan kepalanya. Jika memang benar Barsio memiliki 《Clairvoyance》, maka itu akan menjadi sangat sulit baginya.
Melawan Noelle yang sama sekali tidak menggunakan《Clairvoyance》saja sudah merepotkan. Dia benar-benar tidak ingin membuang banyak waktu hanya untuk bertarung melawan orang yang mampu melihat dengan lebih baik darinya.
Cryll maju selangkah dan menebas ke arah leher Barsio, tapi langsung dihindari oleh Barsio dengan memundurkan kepalanya sedikit. Saat itu juga, Cryll langsung menggunakan kakinya untuk memberikan tendangan lurus ke perut Barsio.
Serangannya berhasil. Barsio mundur beberapa langkah setelah menerima dampak dari serangan itu. Tapi, dia benar-benar tak diberikan waktu untuk kembali bersiap.
Sensasi yang sangat keras menabrak punggungnya, yang langsung diikuti dengan tebasan ringan di titik yang sama.
Penyebabnya adalah Norman, yang sudah menembakkan Aligma, dan mendaratkan goresan di punggungnya dengan menggunakan bilah silet itu.
Keduanya lalu secara bersamaan mendaratksn serangan mereka pada Barsio.
Cryll menendang Barsio ke atas, dan Norman membalas dengan memberikan tendangan tumpul yang menyebabkan Barsio terguling jauh ke belakang.
Dan soalnya, Barsio berhenti tepat di dekat tombaknya berada, membuat Cryll dan Norman langsung panik saat melihatnya.
Keduanya secara refleks langsung mendekati Barsio dan berniat mendaratkan serangan lain, tetapi langsung ditangkis oleh Barsio menggunakan pedang dan tombaknya yang sudah is cabut.
Barsio mengayunkan tombaknya dengan gerakan memutar sehingga membuat Cryll dan Norman tak dapat mendekat secara bebas.
Cryll mencoba menembakkan petir ke arah Barsio guna memisahkannya dengan tombak itu, tapi dia sedikit terlambat.
Barsio sudah menancapkan tombaknya ke tanah, menciptakan sebuah menara kecil dari puluhan tombak yang muncul dari tanah.
Petir yang Cryll panggil itu kemudian mendarat tepat di menara kecil itu, dan bukan di tempat Barsio berdiri.
Dia menggunakan semua tombak yang ada untuk dijadikan penangkal petir. Benar-benar cara yang efektif untuk melawan Cryll.
Norman berusaha mendekat sambil menembakkan beberapa peluru sihir dari Aligma, tapi lagi-lagi dihentikan oleh barisan tombak yang muncul dari tanah.
Keduanya seketika melompat mundur ketika menyadari beberapa tombak yang mulai tumbuh di sekitar mereka. Dan pada akhirnya, belasan tombak yang saling berdempetan muncul di tempat mereka berdiri sebelumnya.
Dan saat mereka berdua bersiap untuk menerima serangan dari Barsio lagi, sebuah dinding merah yang terbuat dari darah muncul, menghalangi pandangan mereka terhadap Barsio.
"Darah … Noelle? "
Cryll secara alami mengenal siapa yang menciptakan dinding darah itu. Tapi, sayangnya tebakannya sedikit meleset.
Seekor kelelawar kecil muncul entah dari mana, dan mulai bertransformasi di hadapan mereka.
Itu adalah Olivia, yang dalam diam mengajukan sebuah kertas kepada mereka.
Cryll tanpa berkata-kata menerima kertas itu, dan membaca semua yang ada di sana.
Hasilnya, ia langsung meremukkan kertas itu dan mendecakkan lidahnya dengan kesal.
"Seenaknya saja! Jika aku memang bisa menghabisinya, maka aku sudah melakukannya sejak beberapa hari yang lalu."
Norman berdiri tak jauh dari mereka, jadi dia mendengar semua yang Cryll gumamkan. Meskipun begitu, ia tak mengerti maksudnya.
Mengabaikan kebingungan Norman, Olivia menggeleng.
"Noelle tidak meminta kalian untuk menghabisinya langsung. Kalian hanya perlu mengulur waktu sampai Noelle selesai bersiap."
Cryll sedikit kesal saat mendengarnya. Tapi, bagaimanapun juga, ia tidak cukup berani di hadapan Olivia, jadi dia tak dapat membantahnya.
Namun, ada satu hal yang membuat Cryll bingung.
"Tunggu. Bukankah dengan kekuatanmu, kau bisa menghabisi orang itu dengan sangat mudah? "
Pertanyaannya masuk akal.
Mengingat semua yang pernah ia lihat tentang kekuatan Olivia, ia yakin kalau Olivia pasti bisa mengalahkan Barsio dengan relatif cepat.
Namun, balasan Olivia berikutnya membuatnya sedikit kecewa.
"Aku sudah mencoba. Tapi, orang itu memiliki ketahanan sihir yang sangat tinggi, jadi aku tidak bisa mengalahkannya hanya dengan mengandalkan sihir."
Jika dia bisa melakukannya, maka mereka semua tidak akan kesulitan sekarang.
Sebelumnya, Olivia sudah mencoba menggunakan《Frost Nova》untuk langsung menghabisi Barsio. Namun, tak diduga Barsio memiliki ketahanan yang sangat kuat terhadap suhu dingin dan sihir, sehingga sihir es yang menjadi keunggulan Olivia selama ini tak dapat berfungsi dengan baik di hadapannya.
Selain itu, dia juga sudah mencoba menggunakan《Lust: Unholy Maiden》untuk langsung membunuh Barsio. Namun, dia sudah menggunakan kekuatan itu untuk bertarung melawan Jane dan Liv sebelumnya. Jadi, ia butuh waktu untuk memulihkan kekuatannya sebelum akhirnya bisa menggunakannya lagi.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Apa kalian bisa melakukannya? "
Suara Olivia sedikit bergetar saat ia mengucapkan itu. Namun, getarannya sangatlah samar sehingga siapa pun yang mendengarnya pasti tidak akan menyadari perbedaannya dengan yang biasa.
Berpikir sejenak, Cryll mengacak-acak rambutnya sambil mengaktifkan kembali Geist di punggungnya.
"Baiklah, baiklah. Kami hanya perlu mengulur waktu, 'kan? Aku tidak tahu apa yang Noelle rencanakan, tapi seharusnya aku bisa mengatasi ini untuk sementara."
Di sisinya, Norman mengangguk. "Aku tidak mengerti dengan situasinya. Tapi, pada intinya, Noelle sudah memiliki solusi, tapi butuh waktu untuk merealisasikannya, 'kan? "
Olivia membalasnya dengan mengangguk ringan.
Norman berniat kembali berbicara untuk merespon, tapi apa boleh buat takdir tak mengizinkannya.
Olivia langsung bertransformasi menjadi kelelawar dah pergi dari sana, tapi Cryll dan Norman tak bisa melakukan apa pun untuk menghindar,
Cryll menggunakan kedua pedang dari Geist untuk menahan serangan Barsio, dan Norman yang sebelumnya berdiri di sampingnya telah berpindah posisi tepat di belakang Barsio.
Norman melompat, dan bersiap menembak kepala Barsio dari belakang, tapi langsung dihentikan oleh Barsio sendiri yang melakukan tendangan berputar dan menyingkirkan Cryll serta Norman dari sisinya.
Cryll terpental ke belakang, dan menabrak dinding darah yang Olivia buat sebelumnya. Saat itu, ia juga menyadari.
Kemampuan Olivia dalam memanipulasi darah jauh lebih buruk dari Noelle.
Bentuk dinding darahnya sedikit berantakan, dan tingkat kepadatannya juga sangat buruk, sehingga bisa hancur hanya dengan tabrakan kecil seperti tadi.
Cryll langsung mengambil posisi bersiap dengan Geist, sementara Norman dengan sedikit kesulitan berusaha menangkis semua serangan Barsio.
Bilah silet Aligma terus bertabrakan dengan gagang tombak itu. Mereka berdua secara bersamaan mengayunkan senjata mereka, dan menghasilkan suara dentingan logam yang tidak mengenakkan.
Di saat Barsio disibukkan dengan Norman, Cryll langsung maju sambil mengayunkan semua senjata yang ada di tangannya.
Mulai dari menebas secara diagonal dengan pedang panjang yang ia pegang secara langsung, dan kemudian memberikan tebasan silang menggunakan dua pedang katana yang dipegang Geist di belakangnya.
Serangannya berhasil mengenai punggung Barsio, tapi Barsio tampak tak terluka.
Jubah kulit yang melindungi punggungnya hanya tergores sedikit, sebelum akhirnya jubah itu memperbaiki dirinya sendiri.
Cryll tidak terlalu terkejut karena ia sudah sering melihat mekanisme yang sama pada jubah pelindung Noelle. Tapi, tetap saja ia merasa jengkel dengan benda seperti itu.
Jika tebasan seperti barusan sama sekali tidak mempan, maka ia hanya bisa memberikan serangan tusukan.
Jubah pelindung yang Barsio gunakan memiliki fungsi untuk melindungi penggunanya dari berbagai macam serangan senjata tajam. Itu benar-benar efektif dalam meredam serangan tebasan, tapi tetap rapuh jika dihadapkan pada tusukan.
Jadi Cryll berusaha menghentikan langkahnya, dan mengambil posisi dengan sedikit membungkuk, lalu mengarahkan ujung pedangnya ke punggung Barsio. Dia kemudian menghunus ke depan, berusaha menyerang punggung Barsio yang menjadi targetnya.
Namun, Barsio yang sudah lebih dulu menyadari pergerakannya langsung berputar 180 derajat, dan melebarkan lengannya. Sehingga, posisinya saat ini membuat kedua telapak tangannya yang terbuka itu menghadap ke wajah Cryll dan Norman.
Cryll tak sempat merespon. Yang bisa dia lakukan hanyalah secara refleks sedikit berjongkok dan menghindari telapak tangan Barsio.
Norman pun melakukan hal mirip. Dia memiringkan kepalanya sehingga telapak tangan Barsio hanya menyentuh telinganya sedikit.
Namun, itu jelas akan menjadi kesalahan yang fatal.
Barsio tersenyum lebar dan langsung kembali ke posisinya sebelumnya. Dia lalu menarik tombak yang tertancap di tanah, dan menusuk perut Norman dengan bagian tumpul di ujung lain tombak itu.
Norman terhuyung mundur sementara udara secara paksa dikeluarkan dari paru-parunya.
Sementara itu, Barsio sama sekali tak berhenti. Ia langsung mengayunkan tombaknya ke arah Norman, membuat gagang yang sangat keras itu menabrak bagian siku lengan kanan Norman.
Norman seketika terpental ke samping, dan Barsio juga melanjutkan pergerakannya.
Tak ada tanda kalau tombaknya akan berhenti. Dia masih mengayunkan itu dengan kecepatan yang mengerikan, dan menabrak siku lengan kiri Cryll dengan momentum yang sangat kuat.
Sama seperti Norman, Cryll langsung terpental ke samping, dengan keadaan tangan yang sudah tak mampu mengerahkan tenaga untuk memegang senjata.
Cryll tak sempat mengaktifkan fungsi perlindungan dari Geist karena pergerakan yang Barsio lakukan sangatlah cepat. Jadi, dia akhirnya menerima dampaknya.
Berpikir kalau mereka berdua sudah dalam keadaan yang tak berdaya, Barsio langsung melebarkan senyumnya dan tertawa dengan nada mengejek.
...****************...
Sementara itu, di tempat lain ….
Di tempat dengan banyak puing-puing logam ini, Noelle terlihat berlarian sambil melihat ke sekelilingnya.
Dia terlihat terburu-buru, seolah sedang dikejar oleh waktu. Meskipun begitu, tetap tak ada keraguan dalam setiap hal yang ia lakukan.
Sesekali, Noelle memeriksa area reruntuhan dengan kedua matanya saja, sebelum akhirnya pergi meninggalkan area itu dan lanjut ke tempat lain.
Dia melakukan itu karena ia tak menemukan apa yang ia cari di sana.
Apa yang Noelle cari? Dan mengapa ia tak ikut bertarung melawan Barsio bersama Cryll dan Norman? Jawabannya ada pada informasi yang Olivia berikan padanya.
Beberapa waktu lalu, Olivia memberi tahu Noelle tentang semua informasi yang sudah ia dapatkan tentang senjata yang Barsio gunakan.
Hanya dengan mengamatinya sebentar, Olivia sudah menemukan semua kekurangan yang ada pada tombak itu.
Di antaranya adalah, tombak itu hanya bisa mengeluarkan kekuatannya saat mendapatkan sentuhan langsung dari penggunaannya. Itu hak yang cukup normal, dan tak ada yang aneh dari itu. Namun, itu adalah informasi yang berguna mengingat Cryll dan Norman sangat kesulitan dalam melawannya.
Kelemahan lain yang tombak itu miliki adalah batas jumlah tombak yang bisa dimunculkan ketika ujung tombak itu ditancapkan ke tanah.
Menurut pengamatan Olivia, ada jeda waktu yang cukup drastis ketika tombak yang dikeluarkan dari tanah sudah mencapai jumlah tertentu. Dan jumlahnya adalah 100 tombak.
Ketika tombak yang sudah dikeluarkan dari tanah mencapai angka 100, akan ada jeda waktu sebelum tombak lain dapat dikeluarkan.
Terlebih lagi, Barsio bisa mengeluarkan banyak tombak sekaligus, tapi semua tombak yang sudah kembali ke tanah tidak bisa dikeluarkan sampai jeda waktunya selesai.
Itu seharusnya menjadi kekurangan yang sangat fatal, tapi Barsio mampu mengatasi kelemahan itu dengan memadukan jenis serangannya sehingga musuh tidak akan menemukan celah waktu yang tercipta dalam pertarungan.
Bahkan jika Noelle sendiri tidak ingin mengakuinya, Barsio jelas lebih berpengalaman dalam mengendalikan senjatanya.
Tetapi, apa yang Noelle pikirkan setelahnya membuat dirinya sendiri bingung.
Dia dan Olivia sudah mendapat pemikiran kalau senjata yang Barsio gunakan adalah salah satu senjata bintang tak diketahui nama dan keberadaannya. Namun, untuk suatu senjata yang diciptakan untuk mengatasi krisis di masa lalu, senjata itu memiliki terlalu banyak kekurangan.
Efeknya juga tidak cocok untuk melawan musuh yang sangat lincah. Paling tidak, tombak itu hanya mampu mengalahkan monster kelas rendah dan menengah dengan kemampuannya. Noelle ragu kalau manusia dan dragonoid di masa lalu akan menciptakan senjata dengan banyak kelemahan seperti itu.
Atau, apakah senjata itu memang suatu kegagalan? Noelle tidak tahu pasti, tapi ia ragu kalau tombak itu benar-benar senjata bintang seperti yang ia dan Olivia pikirkan.
Lupakan mengenai itu sejenak. Apa yang Noelle cari sejak tadi adalah senjata untuk mengatasi tombak itu.
Dia memiliki persedian benda itu dalam jumlah besar ketika masih di bumi, tapi ia kesulitan mendapatkannya di sini karena kondisi geografis yang tidak cocok dengan lokasi materi itu berada.
Apa yang ia cari sekarang adalah 'bubuk mesiu', yang menjadi bahan dasar dalam pembuatan bom.
Noelle membutuhkan itu karena ia ingin menggunakannya untuk menghabisi Barsio dengan cepat.
Barsio memiliki resistensi yang sangat tinggi terhadap sihir, jadi Noelle tak bisa menghabisinya hanya dengan mengandalkan itu. Tapi, Noelle yakin kalau ia bisa mengalahkannya jika menggunakan bahan peledak fisik yang sama sekali tidak mengandung sihir di dalamnya.
Sebelumnya, Noelle tiba-tiba ingat dengan pistol yang Rico gunakan. Dia mendapatkan itu dari salah satu tahanan. Dan peluru revolver itu juga peluru sungguhan. Terbuat dari timah yang diisi dengan bubuk mesiu.
Jadi, pasti ada bubuk mesiu di sekitar sini.
Dan di sinilah Noelle sekarang, berusaha mencari keberadaan bubuk mesiu itu, di tempat yang sangat luas dan dipenuhi puing-puing logam.
Secara alami, tidak mungkin dia bisa menemukannya. Setidaknya, tidak dalam waktu dekat.
Noelle memasuki salah satu bangunan yang entah bagaimana masih berdiri. Dia melewati pintu logam yang dihalangi puing-puing logam yang berjatuhan, dan akhirnya menemukan tangga ke bawah tanah.
"Benar-benar suatu kebetulan yang bagus," ucap Noelle.
Namun, saat Noelle mencoba melangkahkan kakinya untuk menuruni tangga itu, dia langsung menunduk dan menarik Verstand, mengarahkan bilahnya yang tajam menuju leher orang yang keberadaannya muncul secara tiba-tiba di belakang Noelle.
Orang itu adalah Rico. Dia mengarahkan noncong revolvernya ke arah kepala Noelle, sementara bilah Verstand hampir menempel di lehernya.
Mereka berdua saling menatap untuk beberapa saat, sebelum akhirnya Rico bertanya pada Noelle.
"Apa yang kau lakukan di sini? "
Pertanyaan itu disertai dengan bunyi klik dari lepasnya pengaman pada revolver
"Aku bisa menanyakan hal yang sama padamu. Kenapa kau masih di sini? "
Tak ada satu pun dari mereka yang mau menjawab lebih dulu. Keheningan mencekam itu terus berlanjut hingga akhirnya Rico menghela napasnya dengan lelah.
"Aku terjebak di bawah tanah. Aku tak sempat keluar, jadi aku berkeliling untuk menemukan jalan keluar."
"Dan itulah bagaimana kau bisa sampai ke sini, ya? "
Noelle bergumam, dan bersiap melepaskan pedangnya. Namun, moncong revolver yang Rico arahkan padanya justru semakin mendekat, dan akhirnya menempel di kepalanya sendiri.
"Sekarang jawab pertanyaanku, apa yang kau lakukan di sini? "
" … Aku mencari bubuk mesiu. Aku butuh banyak benda itu."
"Kenapa kau membutuhkannya? "
" … Apa kau yakin ingin menahanku di sini lebih lama? Pangeran itu sedang dalam bahaya, kau tahu? "
Noelle bisa saja menyingkirkan Rico dan melanjutkan kegiatannya, tapi ia sengaja tak melakukan itu. Jika ia melakukannya, ia hanya akan memperkeruh situasi.
" … Bisakah aku mempercayaimu untuk sekali? "
Meskipun samar, Noelle dapat merasakan kecemasan dari suara Rico. Ia tidak mengerti mengapa Rico mengalihkan pembicaraan secara tiba-tiba seperti itu, tapi entah bagaimana Noelle yakin kalau ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan, dan dia ingin Noelle mengetahuinya juga.
" …… Apa yang terjadi? "
...****************...