[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 114: Obses Captured (2)



...****************...


Beberapa menit setelah Cryll berhasil melepaskan diri dari gudang itu, kini ia entah bagaimana berhasil menyelinap masuk ke dalam bangunan yang tampaknya diisi oleh banyak orang.


Meskipun, masuk ke sana butuh usaha yang cukup keras. Cryll berhasil masuk dan menerobos semua keamanan di sana tanpa harus bertarung.


Saat ini, Cryll tengah berada di sebuah lorong panjang yang lantai, dinding, dan atapnya sepenuhnya terbuat dari logam. Ia sudah menelusuri bangunan itu untuk beberapa waktu, dan menemukan suatu kejanggalan yang sangat jelas.


Untuk sebuah bangunan berukuran sedang, bagian dalam bangunan itu sedikit terlalu luas. Seharusnya, tidak akan ada lorong panjang di bangunan itu.


" ……… "


Cryll meningkatkan kewaspadaannya dan berjalan menyelinap menelusuri lorong panjang yang sama sekali tak memiliki pintu penghubung itu.


Berjalan di lorong lurus seperti sangatlah beresiko karena ia tidak memiliki tempat bersembunyi jika ketahuan, tapi untungnya ia masih belum bertemu satu orang pun dalam perjalanan.


Begitu Cryll mencapai ujung lorong yang hanya diisi oleh satu pintu logam besar, ia mendengar beberapa suara yang terdengar sedang berdebat dari dalam ruangan itu.


Apa yang mereka ucapkan tak begitu terdengar dengan jelas, mungkin karena efek peredam dan gaung yang dihasilkan oleh ruangan tanpa celah itu, atau mungkin faktor lain, tapi Cryll hampir tak dapat mendengar setiap kata yang mereka ucapkan.


Menerobos masuk dan memerintahkan mereka untuk memuntahkan semua informasi yang mereka miliki adalah hal mungkin bisa ia lakukan, tapi itu terlalu beresiko. Ia tak tahu jenis keamanan apa yang mereka miliki di dalam.


Terlebih lagi, satu-satunya senjata yang Cryll miliki saat ini hanyalah potongan pipa logam panjang yang tajam. Itu mungkin tidak akan masalah jika ia menggunakan《Accel》untuk mengatasi kekurangannya, tapi ia tak mau membuang-buang tenaganya hanya untuk kesempatan yang belum dipastikan tingkat keberhasilannya.


( … Berhubungan dengan Noelle mungkin membuatku semakin perhitungan … )


Tersenyum masam saat memikirkan itu, Cryll kemudian membuat beberapa lubang kecil di pintu ruangan itu menggunakan benang yang telah ia perkuat dengan sihir penguatan. Begitu ia selesai melakukannya, ia akhirnya bisa mendengar semua percakapan mereka dengan cukup jelas.


"Ketua, apa kau benar-benar yakin dengan rencana itu? "


"Apa maksudmu? "


"Itu … Kita sudah mencoba rencana yang serupa sebelumnya, tapi … Itu semua berakhir dengan kegagalan, 'kan? Bukankah kita hanya mengulangi kesalahan lama? "


Cryll tak dapat melihat sosok mereka karena lubang yang begitu kecil, tapi ia mampu menebak jumlah dan jenis kelamin semua orang di sana.


Orang-orang di dalam ruangan itu berjumlah sekitar delapan atau sembilan orang, dengan jumlah perbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah 2 banding 1.


Akan lebih baik jika ia bisa melihat wajah mereka. Dengan begitu, ia dapat mengingat dan memberikan laporan yang lebih jelas lagi jika ia berhasil kabur dari pulau ini. Meskipun begitu, hanya mendengar percakapan mereka saja sudah cukup untuk mengorek informasi.


Percakapan di dalam ruangan itu hening sejenak, lalu kembali dilanjutkan oleh seorang pria yang tampaknya menjadi seorang pemimpin di sini.


" … Kita memang mengalami kegagalan sebelumnya, tapi kita tidak akan mengalaminya lagi kali ini."


"Kenapa …… Ketua begitu yakin? "


"Itu … Kali ini kita memiliki bala bantuan dari para 'Voyager', kita seharusnya bisa menang kali ini."


Ruangan kembali hening. Tak lama kemudian, seorang wanita melanjutkan percakapan dengan suara yang terdengar agak meragukan.


"Ketua … Apa para Voyager ini bisa dipercaya? Kita masih belum tahu asal-usul mereka, 'kan? "


"Soal itu … Kau bisa menyerahkannya padaku. Untuk sekarang, mereka memang tidak bisa dipercaya. Jadi, aku akan melakukan segala cara agar rencana yang sudah kita susun ini dapat berjalan dengan sebaik mungkin. Kita tidak perlu bergantung pada mereka sepenuhnya, kita hanya perlu memanfaatkan keberadaan mereka sebaik mungkin."


"Tapi … Tetap saja … "


Tidak hanya wanita itu, tapi Cryll merasa kalau semua orang di sana sedang merasa ragu dengan pilihan dan rencana yang dimiliki pimpinan mereka.


"Kalian jangan khawatir. Tetap lanjutkan semuanya sesuai dengan rencana yang sudah kita buat. Aku sudah menyiapkan beberapa rencana untuk menghadapi para Voyager jika mereka mengkhianati kita."


(Voyager … )


Cryll masih asing dengan istilah itu. Apakah itu sebuah nama untuk seseorang, organisasi, atau bahkan kelompok? Ia tak tahu itu. Tapi, mendengar bagaimana pimpinan itu berbicara, Cryll dapat dengan jelas mengetahui kalau Voyager itu lebih dari satu orang.


Dan tampaknya, orang-orang yang sedang berdebat di dalam ruangan itu memiliki suatu rencana besar, dan mendapatkan bantuan dari Voyager ini. Cryll masih belum tahu rencana apa yang mereka maksud, tapi jelas kalau mereka saat ini sedang dalam situasi mendesak.


Hubungan kerja sama yang terjalin antara kelompok mereka dengan para Voyager ini masihlah bersifat tak tetap. Singkatnya, masing-masing pihak masih belum memberikan kepercayaan mereka sepenuhnya kepada pihak lain, dan dapat memutuskan hubungan relasi itu kapan saja ketika itu memang dibutuhkan.


Mereka jelas sangat mewaspadai para Voyager ini. Jika tidak, mereka tak akan meragukan 'bala bantuan' yang diberikan oleh Voyager.


Cryll mengerutkan keningnya ketika ia mendengar semua informasi aneh yang tak dapat ia olah dengan kemampuan pikirannya. Meskipun begitu, ia tetap berusaha mendengar dan memahami semua percakapan mereka untuk mendapatkan informasi yang lebih berguna.


Ketika ia menghela napasnya dengan lelah, pandangannya menjadi buram dan gelap sepenuhnya.


...****************...


Cryll bangun dengan penuh rasa sakit pada tubuhnya. Saat ia menggeliat guna meredam rasa sakit itu, ia menyadari kalau tubuhnya tak dapat bergerak sesuai dengan keinginannya.


Tak butuh waktu lama baginya untuk menyadari situasi macam apa yang sedang ia hadapi saat ini.


Cryll menghela napas berat dan tersenyum masam, lalu berbicara dengan suara yang cukup keras hingga bisa didengar oleh semua orang di sana.


"Jadi, apa yang kalian inginkan dariku? "


Tak lama kemudian, sesosok siluet hitam dengan ukuran yang cukup besar maju menunjukkan dirinya pada Cryll.


Dia adalah seorang pria. Dengan penampilan tegasnya yang mencolok, dia dapat dengan mudah dikenali sebagai seorang pria berumur pertengahan 40-an.


Rambutnya yang pirang cerah panjang diikat secara sederhana menggunakan karet gelang yang dapat ditemukan di mana saja. Ia juga menggunakan kacamata berbingkai logam tipis berwarna perak yang menimpa pandangan matanya yang tajam. Selain itu, ia juga memiliki bekas luka yang cukup besar, menarik dirinya sendiri dari bagian alis menuju pipinya yang tirus.


Jubah panjang berwarna kelabu itu menutupi tubuhnya sepenuhnya. Meskipun begitu, Cryll dapat dengan jelas melihat kalau pria itu memiliki perawakan yang kekar.


"Hanya kau yang muncul? Bukankah aku bertanya pada 'kalian'? "


Cryll mencoba mengulur waktu dengan memberikan beberapa provokasi agar ia bisa melepaskan dirinya lagi dari kekangan ini. Namun, seberapa keras pun ia mencoba, ia sama sekali tak dapat melepaskan dirinya.


Jelas kalau ini berbeda dari sebelumnya.


" … Bagaimana kau bisa melarikan diri dari sana? "


Pria itu bertanya pada Cryll, dan membuatnya tertawa singkat. "Entahlah, coba tebak. Kenapa tidak kau tanyakan pada orang-orang yang menahanku sebelumnya? "


Dalam ingatan samarnya, Cryll sama sekali tak pernah melihatnya. Mungkin itu karena efek pukulan keras hingga ia kehilangan sedikit ingatannya, tapi Cryll yakin kalau pria di hadapannya ini sama sekali tak ada dalam pertarungan di reruntuhan sebelumnya. Dia juga bukan orang yang sama dengan tiga orang yang membawakan makanan untuknya.


Meskipun begitu, berdasarkan suaranya, Cryll menebak kalau pria ini adalah orang yang sama dengan orang yang tampaknya menjadi pimpinan dalam perdebatan sebelumnya.


Cryll tersenyum dan memberikan senyum yang menantang pada pria di depannya. Namun, rasa sakit yang mengerikan tiba-tiba saja ia rasakan dari bahu kirinya yang bersentuhan dengan lantai.


" ……… "


Cryll tak mampu menjawab. Ia menggertakkan giginya dengan sekuat tenaga guna menahan rasa sakit yang menyerangnya. Ia tak tahu apa yang menyebabkan rasa sakit itu. Pria di hadapannya sama sekali tidak melakukan apa pun, tapi rasa sakit yang mengerikan tiba-tiba saja muncul menyerang bahunya.


Tak lama kemudian, rasa sakit itu perlahan menghilang, dan napas Cryll kembali normal.


Pria yang ada di hadapannya masih menatapnya dengan dingin.


Cryll balas menatapnya dengan kesal, kau berbicara, "Kau ingin menjadikanku sandera? Serius? Aku bukan siapa-siapa di sana. Tidak ada gunanya menyandera orang sepertiku."


" … Diamlah. Meskipun aku menyebutmu sebagai sandera, kau hanya alat sekali pakai di sini."


"Uwaa~ Jahatnya~"


Memaksakan senyum sengit di wajahnya, Cryll memiliki keringat dingin yang mengalir di dahi dan punggungnya. Ia tidak begitu mengerti situasi apa yang kini ia hadapi. Tapi, ini mungkin akan menjadi situasi yang sangat buruk hingga akan mengancam nyawanya.


Untuk memastikan, Cryll memutuskan untuk menanyakan beberapa hal yang mungkin dapat menyelamatkan dirinya.


" … Hei … Kenapa kau … Maksudku kalian … Berniat menggunakanku sebagai sandera? Dan … Apa tujuan kalian? "


"Itu bukan urusanmu."


Seperti yang Cryll harapkan. Pria itu sama sekali tidak memiliki niatan untuk menjawab pertanyaannya. Yahh, jika pria itu benar-benar menjawabnya, maka dia hanyalah seorang pemimpin yang bodoh dan terlalu sombong sehingga membocorkan rencananya pada musuh tanpa rasa takut.


Meskipun itu sesuai dengan harapannya, Cryll masih saja merasa sebal pada pria itu. Ia ingin menyelesaikan ini dan mendapatkan informasi sebanyak dan secepat mungkin tanpa harus melalui banyak rintangan.


Sebagai percobaan, ia mencoba untuk memprovokasi pria itu sekali lagi. Meskipun, resikonya adalah nyawanya sendiri. Namun, Cryll tak perlu takut untuk itu. Setidaknya, tidak untuk sekarang. Lagipula pria itu tidak mungkin akan membiarkan seorang sandera seperti dirinya mati begitu saja.


Paling parah, Cryll mungkin hanya akan mendapatkan rasa sakit seperti tadi menyerang seluruh bagian tubuhnya.


"Untuk seukuran orang bodoh sepertimu, sepertinya kau sangat yakin dengan rencanamu itu, ya? Bagaimana kalau rencana itu tak berjalan sesuai kehendakmu? "


" ……… "


"Sebelum aku menguping percakapan kalian sebelumnya, aku yakin kalau semua bawahanmu itu ragu dengan rencana yang kau buat. Kurasa mereka akan segera mengkhianatimu tak lama lagi."


" ……… "


Pria itu masih tak menjawab. Namun, Cryll samar-samar melihat kerutan di dahinya. Cryll tersenyum, lalu melanjutkan kata-katanya.


Kenyataannya, Cryll sebenarnya tidak begitu ahli dalam permainan kata-kata yang dapat menggoyahkan atau menghancurkan ketetapan hati dan mental seseorang. Ia mempelajari semua ini dari Noelle yang sering menunjukkan banyak trik kotor untuk mendapatkan uang dan manfaat lain secara instan.


Cryll sendiri benci mengakuinya, tapi ia sadar kalau ia sudah terlalu banyak dipengaruhi oleh Noelle. Terlebih lagi, semua pengaruh yang dia dapatkan itu adalah pengaruh yang buruk. Stella mungkin tidak akan senang jika mengetahuinya.


"Dan juga … Voyager, ya? Aku tidak tahu siapa atau apa mereka itu, tapi … Aku cukup yakin kalau mereka adalah pihak asing yang hanya memanfaatkanmu untuk tujuan tertentu. Kau bisa saja ditusuk dari belakang oleh mereka, tapi kau tetap bekerja sama dengan mereka. Kau memang bodoh."


" ……… Bisakah kau diam? "


Suara pria itu menjadi lebih dingin dari sebelumnya, kerutan di dahinya juga semakin terlihat. Jelas kalau dia sedang marah sekarang. Meskipun begitu, Cryll tidak berhenti dan terus memprovokasi dirinya dengan berbagai kata.


"Kau bodoh. Itu adalah kenyataannya. Kau sangat bodoh, dan kau juga sangat lemah. Karena itulah kau dengan senang hati bekerja sama dengan para Voyager itu. Kau tahu kalau mereka berbahaya, tapi kau tetap bekerja sama dengan mereka. Kurasa, hanya dengan kata 'bodoh' itu sudah cukup untuk menggambarkan dirimu sepenuhnya."


" ……… "


Pria itu menggertakkan giginya. Matanya sudah tak terlihat lagi, itu ditutupi oleh poninya yang panjang dan lensa kaca matanya yang bersinar dengan aneh. Namun, dia tetap diam seolah mengabaikan semua kata-kata Cryll.


(Ahh … Kurasa Noelle sudah terlalu banyak mempengaruhiku … )


Cryll diam-diam tersenyum. Hanya dengan satu dorongan lagi, ia bisa mengendalikan situasi ini sepenuhnya.


"Hanya demi keegoisanmu sendiri, kau mengabaikan semua kegagalan sebelumnya, dan mengorbankan semuanya hanya untuk bekerja sama dengan para Voyager. Membuat para bawahanmu yang setia padamu hanya dapat menganggukkan kepala mereka. Jika para Voyager itu mengkhianatimu, para bawahanmu yang sejak awal tak setuju dengan mereka akan langsung mati, kau tahu? Keputusan yang kau buat itu benar-benar bodoh."


" ……… "


"Mempertaruhkan segalanya hanya untuk satu rencana yang sangat beresiko, kau bahkan lebih tolol dari seekor goblin. Aku yakin kalau tujuanmu itu sangatlah tidak berharga, tapi kau justru mengorbankan semuanya hanya untuk mencapai itu."


" … Memangnya … Apa yang kau tahu tentang itu?!! "


Pria itu berteriak marah, dan mulai mengayunkan tinjunya pada Cryll.


(Binggo.)


Cryll tersenyum dan melompat untuk menghindari pukulannya. Dinding logam di belakang tempat ia berada sebelumnya langsung hancur begitu tinju pria itu menyentuhnya.


Karena kondisi tubuh Cryll yang masih ditahan dengan sebuah borgol di tangan, pinggang, dan kakinya, pergerakan Cryll jadi terbatas. Meskipun begitu, Cryll entah bagaimana mampu memanfaatkan momentum, dan mendarat tepat di punggung pria itu.


Saat dia masih di udara sebelumnya, ia telah mengubah posisi kedua lengannya yang sebelumnya ada di belakang, menjadi di depan dengan cara memasukkan kakinya ke lubang atau celah yang diciptakan kedua lengannya.


Begitu Cryll mendarat, ia segera melingkari leher pria itu dengan lengannya yang masih di borgol, lalu menarik tangannya dengan sekuat tenaga. Membuat pria itu menjadi tercekik dengan borgol penyerap sihir yang cukup kuat itu.


Pria itu mencoba melawan dengan membenturkan tubuh Cryll ke dinding logam, tapi Cryll sama sekali tidak bergeming, dan justru menguatkan tarikan tangannya pada pria itu.


Karena kakinya masih belum lepas dari ikatan borgol, posisi tubuhnya saat ini hanyalah bergelantungan di punggung pria itu dengan tangan memeluk lehernya.


Tangan pria itu beberapa kali menangkap pergelangan tangan Cryll, dan berniat melemparnya ke arah lain. Namun, tindakannya itu justru menjadi pedang bermata dua yang melukai dirinya sendiri.


Karena tubuh Cryll telah dilempar oleh pria itu, sementara kedua tangannya masih memeluk lehernya dengan kuat, pria itu juga mendapatkan efek yang menyakitkan karena tarikan borgol logam di lehernya.


Pria itu beberapa kali memuntahkan udara yang tersimpan di paru-parunya, sementara matanya melebar, dan wajahnya membiru karena kekurangan oksigen.


Menyadari itu, Cryll langsung tersenyum dan menggunakan sihir penguatan tubuh pada dirinya sendiri, lalu memperkuat tarikan tangannya yang masih dikekang oleh borgol itu.


Tak butuh waktu lama hingga tindakan yang ia ambil mulai menunjukkan efeknya. Borgol itu mulai retak dan hancur sepenuhnya, sementara tubuh pria itu jatuh tak berdaya ke lantai logam yang telah hancur karena tindakannya sendiri.


Begitu borgol yang mengekang tangannya hancur, Cryll segera memanfaatkan kesempatan itu dan menghancurkan borgol di kaki dan rantai di pinggangnya.


Cryll mendarat dengan aman di lantai logam yang dikelilingi puing-puing logam di sekitarnya, lalu tersenyum pada pria itu.


"Sayang sekali, tapi aku tidak bisa membiarkan diriku ditangkap begitu saja."


Dan tepat setelah ia mengatakan itu, pandangannya segera menjadi buram, dan kesadarannya menghilang sepenuhnya.


...****************...