[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 326: Ilusi yang Jahat



...****************...


"Noir."


Noelle, di kamarnya, sendirian, memanggil nama Noir berkali-kali. Namun, itu sia-sia. Tidak ada respon yang datang dari 'orang' itu.


Sudah hampir tengah malam, dan Noelle telah mencoba memanggil Noir sejak dia berkata pada Dolum dan Rudra bahwa dia akan mengatasi masalah ini.


Ini sangat jarang. Memang, belakangan ini Noir lebih sering diam dan tidak muncul untuk mengganggu pikiran Noelle. Tapi, dia biasanya akan muncul ketika Noelle memanggilnya.


Noelle mperbaiki posisi duduknya di tepi ranjang, lalu kembali menggumamkan nama itu.


"Noir."


Masih tidak ada reaksi. Noelle akan mencoba hal lain.


"Jawab aku, Noir."


Noelle menciptakan sebilah belati yang cukup besar, lalu menusukkan itu ke lehernya sendiri tanpa ragu.


Seketika darah menyembur, membasahi dan menodai sekitarnya dengan bercak merah yang mengerikan.


Namun, itu sama sekali tidak menyakitkan. Noelle tidak berkedip sekali pun saat bilah belati itu masih menancap di lehernya.


Hanya saja, ini sedikit memperlambat regenerasi tubuhnya, jadi mungkin agak berbahaya jika dia tidak mencabut belati itu segera. Tapi, bagaimanapun juga, Noelle tidak berniat melakukan itu sendiri sejak awal.


Tubuhnya jatuh ke kasur, dan pandangannya perlahan memudar. Namun, samar-samar ia dapat mendengar sebuah suara bergema di kepalanya.


『Tidak bisakah kau sedikit bersabar?』


Belati itu kehilangan bentuknya, dan seketika berubah menjadi darah yang membanjiri seprai.


Luka tusukan di lehernya pun dengan cepat pulih.


"Aku tidak punya pilihan lain. Kau tidak akan muncul meski aku memanggilmu berkali-kali."


Noelle bangkit ke posisi duduk, meraba lehernya sendiri untuk memastikan apakah ada bekas luka yang tersisa.


『Vampir benar-benar ras yang luar biasa, ya? Luka seperti itu seharusnya sudah membunuh makhluk hidup mana pun, tapi kau masih bertahan.』


Memang, tindakan yang Noelle lakukan sebelumnya hanya bisa dianggap sebagai 'bunuh diri'. Tapi, itu jika yang melakukannya adalah manusia atau makhluk hidup biasa lainnya.


Sedangkan Noelle, dia dapat bertahan karena sejak awal dia memiliki tubuh yang abadi. Luka seperti itu bukanlah masalah besar.


"Tidak juga, vampir biasa juga bisa mati jika mereka memiliki luka seperti itu. Aku berhasil bertahan karena aku adalah 'Raja Vampir', dan bukan vampir biasa."


Dalam artian lain, meski memiliki tubuh yang abadi, masih ada banyak cara yang bisa digunakan untuk membunuh vampir tingkat rendah; seperti misalnya menghancurkan otak atau jantung mereka agar skill regenerasi berhenti bekerja.


『Aku mengerti. Jadi 'Raja Vampir' itu individu spesial, ya? Tapi, bagaimana dengan gadis yang kau panggil Olivia itu? Dia bukan 'Raja Vampir', tapi keabadiannya mirip sepertimu.』


Anehnya Noir justru kedengaran seperti sedang tertarik sekarang.


"Livia memang bukan 'Raja Vampir', tapi dia meminum darahnya. Selain itu, dia dulunya adalah pasangan kontrakku, jadi bisa dibilang tubuhnya entah bagaimana diperkuat hingga melampaui vampir biasa."


Noelle kemudian menghela napas. "Lagi pula, kenapa kau bertanya? Seharusnya kau sudah tahu itu semua ketika kau memeriksa ingatanku."


Sebagai 'dewa' yang membuat kontrak dengannya, Noir memiliki hak penuh untuk mengakses ingatan Noelle sesukanya. Dan bersama dengan ingatannya, Noir seharusnya juga mendapatkan semua kesimpulan dan pemikiran yang Noelle buat, jadi Dia seharusnya sudah tahu semua itu.


Noir tidak mengatakan apa pun, dan hanya terkekeh ringan.


"Yahh, lupakan itu. Apa yang kau lakukan selama ini? "


Apa yang Noir lakukan sehingga Dia tidak pernah muncul lagi untuk mengganggu pikirannya? Noelle agak penasaran dengan itu.


『Hehe, apa kau penasaran?』


"Sama sekali tidak. Apa aku bisa langsung mengatakan tujuanku sekarang? "


Noelle mendecakkan lidah dan menyilangkan kedua lengannya. Reaksi itu kembali membawa suara tawa kering ke kepala Noelle.


『Kau sama sekali tidak bisa diajak bersantai. Baiklah, akan kujawab. Belakangan ada banyak orang yang berkunjung ke rumahku, jadi sebagai tuan rumah yang baik, aku harus menyambut mereka. Itulah kenapa aku tidak bisa sering muncul untuk mengganggumu sekarang.』


Jawaban itu membuat Noelle tercengang. Dia sedikit melebarkan matanya, dan membayangkan bagaimana nasib semua orang yang berkunjung ke tempat Noir itu.


Dari penjelasannya, Noelle menyimpulkan bahwa ada banyak orang yang entah sengaja atau tidak, memasuki tempat Noir disegel.


Bagaimanapun, tempat itu adalah sebuah labirin yang agak terisolasi, di mana orang-orang luar bisa masuk, tapi tidak akan pernah bisa menemukan jalan keluar.


Sejenak, Noelle membayangkan segerombolan orang mengendarai sebuah kapal menuju sekitaran Laut Senor, tempat Noir disegel.


"Apa mereka mau bunuh diri? Aku yakin ada cara yang lebih baik dari itu ...."


Begitulah respon spontan Noelle, sebuah jawaban yang ia keluarkan tanpa pikir panjang.


『Itu kasar. Aku selalu menyambut tamuku dengan sangat baik.』


"Apa itu dengan cara yang sama seperti saat kau 'menyambut' kami? " tanya Noelle dengan raut wajah jijik.


Noelle tanpa sengaja menanyakannya dengan nada sarkastik, entah apa tujuannya. Tapi, sejak awal dia tidak terlalu mengharapkan jawaban untuk datang, jadi dia tidak akan kecewa pada hasil apa pun.


『Itu benar.』


Begitulah jawaban Noir.


Entah bagaimana, Noelle sama sekali tidak terkejut. Jawabannya persis seperti yang Noelle bayangkan. Tidak mungkin entitas aneh seperti Noir akan memperlakukan tamunya dengan baik. Paling tidak, dia akan membuat mereka semua mati karena gila.


Terlebih lagi, setelah memasuki tempat itu, tidak ada cara yang bisa mereka gunakan untuk keluar, kecuali mereka memiliki seorang dewa yang bisa menciptakan portal atau gerbang roh untuk mereka. Karena tanpa itu, mustahil untuk keluar.


『Hehe, kelihatannya sebuah konspirasi telah berjalan tanpa sepengetahuan kita. Apa kau tahu siapa para tamu yang kumaksud?』


"Siapa? "


Noelle tidak tahu jawabannya. Dia hanya memiliki firasat.


Setelah hening sejenak, yang meningkatkan ketegangan dan rasa penasaran dalam diri Noelle, Noir pun menjawab.


『Mereka adalah kelompok yang benar-benar kau benci.』


Itu bukanlah jawaban langsung, tapi sudah cukup untuk membuat Noelle mengetahui jawaban aslinya.


"Swallow Life Order …?! "


Noelle menyipitkan mata dan menggertakkan giginya sedikit. Organisasi sialan itu telah memberikan pengalaman yang tidak mengenakan untuknya, dan sebisa mungkin, Noelle tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Tapi sepertinya itu mustahil.


Lagi pula, apa yang dilakukan orang-orang dari sekte sesat itu di tempat Noir? Apakah mereka memang datang ke sana karena ketidaksengajaan? Noelle meragukan itu.


"Apa Tuhan yang mereka sembah itu … kau? "


Noelle tidak akan terlalu terkejut kalau jawabannya adalah 'ya'.


『 ……… Heh …. Hehehehe–! Itu adalah suatu pemikiran yang unik, Noelle. Tapi sayangnya, jawabannya dalah 'tidak mungkin'. Aku tidak tertarik memiliki gerombolan kecoak sebagai pengikutku.』


Sebutan kecoak mungkin tepat, karena mereka sulit untuk dibunuh. Kebanyakan dari mereka adalah makhluk semi-abadi yang masih bisa hidup setelah dibunuh sekali. Ini membuat mereka harus dibunuh dua kali agar mereka benar-benar mati.


"Yahh, aku sudah menduga itu."


Noelle sama sekali tidak kecewa, karena di satu sisi dia yakin kalau Noir sama sekali tidak tertarik untuk memiliki sebuah sekte pengikut.


『Hehe– daripada para serangga itu, aku lebih tertarik untuk memiliki pengikut dengan kepala yang sudah kacau, sepertimu, Noelle.』


"Kau kurang beruntung. Sangat disayangkan, aku belum pernah mempercayai dewa sekali pun dalam hidupku."


『Bahkan Anastasia dan Zelica?』


Noelle mengangkat bahunya. "Yahh, mengesampingkan Dewi Zelica, Dewi bernama Anastasia itu selalu membuatku merinding ketika berbicara dengannya."


『Dasar tidak konsisten.』


Noelle berpura-pura tidak mendengar itu. Pikirannya fokus mencari tahu apa yang sebenarnya menjadi tujuan Swallow Life Order ketika mereka datang ke tempat Noir.


Entah apakah tujuan mereka itu baik atau buruk, Noelle tidak terlalu peduli. Tapi, ini mungkin bisa berbahaya bagi dirinya sendiri.


『Tidak ada gunanya memikirkan itu semua sekarang. Kurasa lebih baik kau sebutkan langsung tujuanmu memanggilku tadi.』


"Ohh, kau benar."


Noelle hampir melupakan itu.


"Tapi, yahh … kau sendiri sudah tahu apa yang kuinginkan, 'kan? "


Sekali lagi, Noir tertawa.


『Hehe, sayangnya, tidak ada cara untuk mengembangkan kendali terhadap kekuatan otoritas secara instan.』


Yang Noelle inginkan adalah sebuah cara untuk meningkatkan kontrolnya atas otoritas dominasi, dan Noir dengan sempurna membaca niat itu.


『Kau memiliki kapabilitas yang cukup tinggi dengan 'Dominasi', karena itu aku yakin tidak butuh waktu lama bagimu untuk mwnguasainya. Yang perlu kau lakukan adalah menerima otoritas itu sepenuhnya, dan sering menggunakannya agar tubuh dan jiwamu semakin cocok dengan itu.』


Sayangnya, Noelle tidak sering menggunakan dominasi, dan mencoba untuk melakukannya sekarang hanya akan membuang waktu. Karena saat ini, dia sedang berpacu dengan waktu.


Katalis terakhir sudah ada di depan mata, dan dia membutuhkan otoritas dominasi untuk mendapatkannya. Pada saat yang sama, Ratu Bengis sudah semakin melemah, dan segel bisa terbuka kapan saja tanpa membiarkan semua orang bersiap.


" … Apa tidak ada solusi lain? "


Noelle seketika melebarkan matanya. Dia merasa baru saja melihat walah yang tersenyum lebar, tapi dia yakin kalau itu hanyalah ilusi.


『Hehe, biarkan aku yang mengendalikannya.』


Jawaban singkat itu pun langsung Noelle tolak tanpa pikir panjang.


...****************...