![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Keesokan paginya, Noelle telah berada di kota Vulip setelah melakukan perjalanan kilat dengan cara berlari dari kota Féncen.
Sesampainya dia di Vulip, Noelle langsung menyewa penginapan yang agak mahal, dan berbaring di kamarnya sendiri sambil memikirkan tindakan selanjutnya.
Dia sudah mencapai tujuan utamanya untuk mendapatkan informasi mengenai Asterisk dari gereja. Dan sekarang dia tidak memiliki rencana apa pun, tapi dia masih memiliki tujuan.
Tujuannya kali ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Justru, ini adalah hal paling membingungkan yang pernah Noelle alami.
Bagaimana dia bisa mencuri Lecca dan mengembalikannya pada Dewi Zelica?
Meski Noelle sudah menerima berkah dari Dewi Zelica, dia masih belum memiliki kesiapan untuk menghadapi Lost Traveler di kosmos. Jika dia membuang akal sehatnya dan langsung pergi menyerang, maka dia akan langsung mati satu detik setelah meninggalkan planet.
Seperti yang pernah dikatakan Noir, kosmos adalah tempat yang sangat berbahaya. Ada banyak keberadaan yang memusatkan perhatiannya pada planet ini, dan Noelle juga yakin ada banyak yang sedang mengamatinya saat ini.
Jangankan pergi ke kosmos, menyebutkan nama Noble Armament milik Dewi Anastasia saja sudah cukup untuk memicu respon dari mereka.
Ini adalah pertama kalinya Noelle terlibat langsung dalam konflik para dewa, jadi wajar baginya untuk kebingungan.
Noelle menatap telapak tangannya sendiri yang diselimuti sarung tangan merah, dan menghela napas lelah.
(Kekuatanku sendiri jelas tidak akan cukup.)
Vampir bukanlah dewa. Dia tidak akan bisa menyamai tingkatan itu bahkan dengan kekuatan raja vampir sekalipun.
(Apa Raja vampir sebelumnya itu kuat? )
Pertanyaan yang konyol. Noelle tahu sendiri jawabannya.
Raja vampir sebelumnya itu sangatlah kuat, tapi sosok seperti itu bahkan dikalahkan langsung oleh Dewi Anastasia, sehingga hanya bisa menunggu selama ratusan tahun untuk mencari wadah kebangkitan yang cocok. Dan bahkan setelah dia menemukan wadah yang bagus, dia sekali lagi dikalahkan, dan kali ini dimusnahkan sepenuhnya oleh berkah dari sosok yang sama dengan yang pernah mengalahkannya.
"Dewa lokal saja sudah sulit, bagaimana aku harus melawan dewa gila yang sudah beradaptasi dengan kosmos? "
『Hehe, lihatlah, ada bocah yang sedang kebingungan sekarang.』
Noelle seketika mengerutkan keningnya saat suara yang dia kenal itu tiba-tiba muncul.
"Apa yang kau mau? "
Tidak mungkin Noir dengan sengaja membuka percakapan setelah dia menghilang selama beberapa hari.
『Tidak ada. Aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa tidak ada gunanya untuk terlalu terburu-buru.』
"Apa maksudmu? "
Noelle tahu artinya, tapi dia memilih untuk bertanya karena Noir selalu memiliki makna ganda dari setiap kata-katanya.
『Hehe, itu sederhana saja. Wanita serigala itu memang dalam kondisi darurat, tapi dia masih bisa menjaga situasinya setidaknya sampai lima tahun lagi. Itu lebih dari cukup bagimu untuk mengumpulkan kekuatan dan menyelematkannya.』
Lima tahun adalah waktu yang cukup lama, tapi akan terasa sangat singkat bagi makhluk berumur panjang seperti dewa. Tentu saja, Noelle adalah salah satu makhluk berumur panjang, tapi dia belum sampai pada tahap di mana dia bisa melupakan waktu yang terus berjalan.
Bagi Dewi Zelica, lima tahun mungkin tidak ada apa-apanya. Tapi, tetap saja situasinya akan memburuk saat waktu terus berlalu.
"Apa itu tidak masalah? "
Noelle sendiri ragu kalau lima tahun akan cukup baginya untuk mendapatkan kekuatan yang melampaui dewa. Yang menjadi masalahnya, dia harus memiliki kekuatan itu untuk menaklukkan Lost Traveler.
『Hehe, aku juga tidak berniat untuk menunggu selama itu. Aku memiliki tujuan lain, kau tahu? Karena itulah, aku akan membantu untuk meningkatkan kapabilitasmu dengan otoritas ini.』
Bisa dibilang, otoritas Dominasi adalah hal terkuat yang Noelle miliki sekarang. Itu tidak terbatas pada konsep dan kekuatannya sendiri, dan akan terus meningkatkan kekuatannya seiring dengan berjalannya waktu.
Jika dia bisa meningkatkan kendalinya terhadap 'Dominasi', maka bukanlah hal yang mustahil bagi Noelle untuk mendominasi beberapa hal yang berwujud konseptual semata.
Ada juga otoritas 'Pencurian'. Memang, kecocokan Noelle dengan otoritas itu tidaklah sebaik kecocokannya dengan 'Dominasi', tapi kekuatan ini juga penting dalam pelaksanaan rencananya untuk merebut Lecca dari Lost Traveler.
Noir bahkan mampu mencuri sistem Anastasia, dan mendominasi waktu dengan kekuatannya yang terbatas di dalam segel. Entah hal seperti apa yang mampu Noir lakukan jika 'Dia' memiliki kekuatan penuhnya.
"Tunggu, bukankah akan lebih mudah jika aku membebaskanmu, dan membuatmu menyelesaikan permintaan Dewi? "
『Keh–hehe, itu bukan hal yang mustahil, tapi wanita serigala itu pasti akan menolaknya. Bagaimanapun juga, dia termasuk satu dari beberapa orang yang menyegelku di masa lalu.』
" … Kau benar."
Akan aneh jika Noir menerimanya begitu saja. Saat ini, Noir memilih untuk membantu Dewi Zelica adalah karena dia juga mendapatkan keuntungan. Dengan tujuan membantu Dewi Zelica, Noelle bisa mengembangkan kekuatannya, dan hal itu sejalan dengan keinginan Noir.
Tapi, jika sejak awal Noir tidak membuat kontrak dengan Noelle, dia tidak akan repot-repot memberikan bantuan pada sosok yang pernah menyegelnya di masa lalu.
"Ngomong-ngomong, aku sudah penasaran dengan ini sejak lama, tapi … apa yang kau lakukan sampai harus disegel oleh Dewi Zelica dan yang lain? "
Kemungkinan Noir melakukan kejahatan besar yang bahkan tidak bisa dimaafkan oleh para dewa. Namun tentu saja, itu hanya pikiran acak yang keluar dari kepala Noelle. Kebenarannya hanya diketahui oleh mereka yang terlibat.
『Hehe, Noelle, apa kau tahu Kekaisaran Minerva? 』
Noelle mengangguk. Meski dia tidak tahu banyak, tapi dia paham kalau Kekaisaran Minerva adalah bagian penting dari cerita ini.
『Puaskanlah rasa keingintahuanmu, dan pecahkan semua misteri tentang itu. Suatu saat, kau akan paham dengan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Tapi untuk melakukan itu, kau harus bersabar dan berusaha mencaritahunya sendiri.』
...****************...
Beberapa jam telah berlalu sejak percakapan itu. Dari sana, Noelle tahu kalau dirinya telah mendapatkan izin untuk melakukan penjelajahan sekaligus penyelidikan mengenai sejarah yang telah hilang. Meski bukan berarti dia butuh izin Noir sejak awal.
Noelle yang telah selesai beristirahat kini keluar dari penginapan, dan mengunjungi beberapa toko material untuk membeli bahan-bahan yang akan dia butuhkan.
Dengan semua itu, Noelle berencana membuat sebuah rumah kecil yang bisa ia tinggali ketika dia berada di tempat yang jauh dari kota, seperti hutan atau kedalaman dungeon.
Dia bisa saja menciptakan ruang《Reign》yang baru, namun untuk melakukan itu dia harus memodifikasi sihir yang sudah pernah ia buat. Karena jika dia menggunakan struktur dan lingkaran sihir yang sama persis, dia bisa saja memulihkan hubungannya dengan《Reign》yang telah diputus sebelumnya.
Memodifikasi sihir juga bukan hal yang terlalu sulit, tapi itu cukup beresiko. Terlebih lagi, yang ia modifikasi adalah sihir buatannya sendiri, yang belum pernah ada percobaan modifikasi sebelumnya.
Karena itulah Noelle berpikir untuk membangun sebuah rumah baru.
Kebanyakan yang dia beli dari toko adalah papan kayu siap pakai, dan banyak perlengkapan tambahan seperti paku dan hal lainnya.
Noelle tidak terlalu khawatir dengan kekurangan bahan karena dia bisa mendapatkannya dari hutan, tapi akan lebih baik jika dia bisa mendapatkan bahan yang bagus dan sudah jadi dari toko. Dengan begitu, dia tidak perlu cemas akan kualitas kayu yang berbeda.
Di halaman belakang toko, para pegawai sibuk menyusun dan menghitung total belanjaan Noelle. Papan kayu bertumpuk menjulang dan nyaris memenuhi sepertiga halaman, dan ratusan atau bahkan ribuan paku diletakkan di beberapa kotak kayu berukuran kepala.
Seorang pegawai menghampiri Noelle dengan buku kecil di tangannya, dan dia terlihat lelah saat melemparkan handuk yang sebelumnya menggantung di leher.
"Ke mana kami harus mengirimkan ini? "
"Itu tidak perlu," ucap Noelle dengan santai sambil mendengus kasar.
Noelle mengangkat tangan kanannya sedikit, dan semua belanjaan yang memenuhi halaman itu langsung menghilang setelah ditelan kabut hitam tipis.
(Sekarang aku penasaran, apa memasukkan benda ke sihir spasial selalu mengeluarkan kabut hitam itu? )
Noelle tahu kalau saat dia mengganti pakaian menggunakan sihir spasial, akan ada asap hitam yang menyelimuti tubuhnya lebih dulu. Namun itu adalah hal yang sejak awal diatur olehnya. Asap hitam itu muncul untuk menutupi tubuhnya yang dalam proses pergantian pakaian, harus melepas semua busana yang terpakai. Namun, Noelle tidak ingat kalau memasukkan sesuatu ke gudang akan menghasilkan hal yang serupa….
Sebenarnya, kabut atau asap hitam itu cukup mirip dengan yang keluar saat dia menggunakan 'Dominasi'.
"Ohh, itu bagus. Tapi kau tetap harus membayar biaya jasa pengangkutan."
Pegawai itu tak terlihat begitu terkejut, dan langsung menulis sesuatu di buku kecilnya. Kemudian, dia merobek lembaran itu, dan menyerahkannya pada Noelle.
Noelle menerimanya, dan melihat kalau itu adalah kertas tagihan.
Total tagihannya adalah sekitar 800 Lunar. Itu sudah mencakup biaya pajak, jasa, dan harga material. Sebenarnya, itu tidak terlalu mahal mengingat kekayaan Noelle saat ini. Namun, tetap saja Noelle berpikir kalau itu adalah harga yang cukup tinggi.
Sekarang dia sadar, wajar saja banyak orang memilih untuk tinggal di rumah sewa saat muda, dan baru membangun rumah permanen saat sudah menjelang usia pensiun.
Noelle membayar semua tagihan, dan pergi dari toko itu begitu saja. Di tengah jalan, dia tiba-tiba mendapatkan ide untuk membangun satu struktur tambahan di rumah kecilnya. Dan untuk itu, dia membutuhkan marmer.
Sayangnya, marmer tidak dijual di Vulip. Pemilik toko bilang kalau itu merupakan bahan yang terlalu mahal, dan sulit untuk diangkut. Jadi penjualannya masih terbatas pada ibu kota saja.
Noelle benar-benar ingin menolak ide itu. Namun, hasratnya untuk menambahkan satu bangunan tambahan tak tergoyahkan.
Keraguan terbesar Noelle dalam mengunjungi ibu kota terletak pada kenyataan bahwa itu merupakan markas musuhnya. Markas pusat Voyager ada di sana.
'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' bahkan pernah memperingatkannya untuk menghindari ibu kota.
(Kami punya kesepakatan gencatan senjata, tapi … aku tidak tahu apa yang akan Voyager lakukan ketika tahu musuh mereka berada di sekitar markas mereka.)
Awalnya, status hubungan Noelle dengan Voyager hanyalah 'target pengawasan' semata. Namun semuanya berubah sejak 'Noelle' menghabisi Gild yang merupakan salah satu kontraktor dewa mereka.
Voyager telah meningkatkan kewaspadaan padanya, namun mereka sama sekali tidak mengambil pergerakan apa pun karena masih memiliki kesepakatan gencatan senjata yang akan berlangsung selama tiga tahun.
"Aku akan berasumsi kalau aman untuk datang ke sana. Lagi pula, yang akan datang adalah Grei Noctis, dan bukan Noah Ashrain."
Kemungkinan mereka belum mengetahui hubungan antara Noah Ashrain dengan Grei Noctis. Namun, mungkin tidak akan membutuhkan waktu lama sampai mereka menyadarinya.
Akhirnya, Noelle kembali ke penginapan, dan mempersiapkan dirinya untuk perjalanan panjang.
Dia tidak terlalu terburu-buru, jadi dia berencana untuk menaiki kereta dari stasiun kota Vulip sampai ibu kota, Alten. Dia juga berencana untuk pergi pada pagi hari, jadi lebih baik menghabiskan sisa waktu di sini dengan bersantai sejenak.
...****************...
Pagi harinya, Noelle menatap cermin, dan memperhatikan setiap detail pada penampilannya sendiri.
Baginya, persona Grei Noctis adalah yang paling sulit untuk dimainkan di saat santai. Sosok Grei Noctis yang ia bayangkan adalah seseorang yang berhati dingin, kasar, dan bersikap acuh terhadap segala sesuatu. Namun, di sisi lain identitas Grei Noctis sangat nyaman untuk dimainkan ketika dia sedang bersemangat. Noelle sama sekali tidak perlu menahan diri karena itu cocok dengan kepribadian Grei Noctis.
"Kemampuan aktingku meningkat," ucapnya dengan raut wajah tak senang setelah mendengus kesal pada cermin.
Sebagai permulaan, penampilan Grei Noctis Noelle buat dengan menjadikan seseorang yang pernah ia lihat sebagai referensinya. Orang itu adalah anggota kelompok yakuza yang datang menghubungi Black Marine untuk permintaan afiliasi.
Noelle sekali lagi menyisir rambutnya ke atas menggunakan sela-sela jari tangannya, dan mendecakkan lidah saat tatapannya jatuh pada mata biru gelap yang tak berperasaan.
(Aku mungkin tidak akan menyukai identitas ini.)
Lonceng gereja berbunyi, dan Noelle tanpa mengatakan apa pun langsung meninggalkan kamarnya, menyerahkan kunci pada pegawai penginapan, dan bergegas membawa kopernya menuju stasiun kereta.
Tiket sudah dibeli malam sebelumnya, dan jam keberangkatannya adalah sesudah misa pagi. Masih ada waktu, tapi Noelle tidak berniat menunggu lebih lama.
Keretanya sudah berhenti di peron, dan Noelle langsung naik, lalu masuk ke ruang kelas dua yang sepenuhnya ia sewa untuk dirinya sendiri.
Ruang kelas dua biasanya digunakan oleh empat orang maksimal, tapi Noelle membayar untuk semua tempat, dan menjadikan ruangan itu miliknya sendiri. Dia melakukan ini karena perbedaan biaya yang cukup mencolok antara kelas dua dan pertama.
Noelle meletakkan kopernya di samping meja, dan duduk sambil menatap langit pagi jari yang agak berawan mendung. Mungkin akan hujan tidak lama lagi. Itu wajar, sekarang memang sudah mulai musimnya.
(Aku benar-benar harus bersiap untuk bulan baru.)
...****************...
Dikarenakan badai hujan yang tiba-tiba turun, perjalanan ditunda, dan kereta Noelle berhenti di stasiun kota Antern, kota terdekat dengan Alten.
Berada di kereta tengah malam seperti ini bukanlah masalah untuk Noelle, tapi dia tidak bisa menghabiskan waktunya hanya untuk tidur, jadi dia berkeliling gerbong sejenak untuk menghilangkan rasa bosan.
"Ah–"
Di tengah gerbong tertentu, dia bertabrakan dengan seorang wanita muda sehingga wanita itu terjatuh. Noelle mengulurkan tangannya untuk membantu, dan wanita itu juga dengan santai menerima bantuannya.
Mungkin karena gelap dan tidak begitu terlihat, wanita itu menyipitkan matanya saat dia berusaha melihat sosok yang baru saja membantunya.
Setelah melihat wujud Grei Noctis dengan jelas, wanita itu langsung tersenyum kaku.
"Maaf karena mengganggu waktumu. Ada banyak naskah yang harus kukerjakan, jadi aku sedikit tidak fokus sekarang."
"Naskah? "
Kata-kata itu membuat minat Noelle sedikit terusik.
"Itu benar. Aku seorang novelis sekaligus jurnalis. Kalau kamu membaca majalah atau koran dari Daily Welton, kamu akan sering melihat namaku."
Wanita muda itu mengeluarkan kartu namanya, dan dengan canggung menyerahkannya pada Noelle.
'Fuu Kafhka' adalah nama yang tercantum di kartu nama itu. Di bagian bawah, ada nama perusahaan penerbit Daily Welton, tempat wanita ini bekerja.
"Nama yang cukup unik," ucap Noelle tanpa sadar dengan suara rendah.
Kafhka dengan jelas mendengarnya, dan seketika tertawa kering. "Benar, 'kan? Aku juga berpikir begitu. Sebenarnya Kafhka adalah nama asliku. Aku menambahkan kata 'Fuu' untuk membuatnya lebih unik."
Jadi pada dasarnya itu adalah nama pena. Noelle memasukkan kartu nama itu ke saku bajunya, dan balik memberikan kartu namanya sendiri yang baru ia buat siang ini.
"Grei … Noctis … itu nama yang bagus. Apa kamu orang asli Republik? "
"Bisa dibilang begitu," balas Noelle dengan santai.
Entah mengapa, percakapan ringan ini membuat Noelle merasa agak nyaman.
Mengesampingkan badai yang terjadi di luar, percakapan dengan Kafhka berhasil menenangkannya dari rasa khawatir dan bosan.
"Ngomong-ngomong, Grei … apa kamu pernah melakukan hubungan badan? "
Itu pertanyaan yang begitu absurd untuk dua orang yang baru saja saling mengenal. Karena terkejut, Noelle terlambat memberikan respon yang sesuai.
"Kenapa bertanya? "
Kafhka tetap tersenyum meski sekarang agak canggung. "Begini, atasanku memintaku untuk membuatkan artikel di majalah yang baru akan terbit. Artikel itu membahas tentang hal-hal yang dilalui pasangan, tapi sayangnya aku sama sekali belum punya pengalaman dengan siapa pun. Apa kamu bisa membantuku dengan menjawab beberapa pertanyaan? "
Noelle sedikit mengerutkan keningnya. "Dari kata-kata itu … apa kau berasumsi kalau aku punya pengalaman dengan hal itu? "
"Hehe, sangat mudah untuk membedakan orang yang berpengalaman dan tidak dari aura yang mereka pancarkan saat berada di samping seseorang dengan jenis kelamin yang berbeda. Beberapa pria yang mendekatiku cukup polos, tapi auramu dengan jelas mengatakan kalau kamu punya pengalaman yang banyak." Kafhka sedikit tersipu setelah dia mengatakannya.
Meskipun terlihat agak suram dan blak-blakan, nyatanya Kafhka adalah wanita muda yang cantik. Dia memakai gaun langsung bernuansa musim semi dengan paduan warna cokelat dan kuning pucat. Di atas bahunya, terlampir kardigan putih kekuningan yang cukup tipis.
Selain paras wajah dan selera berpakaiannya yang bagus, dia juga memiliki tubuh yang cukup feminim, dengan ketinggian hanya mencapai dagu Noelle dalam wujud Grei Noctis.
Saat seorang wanita seperti Kafhka menanyakan pertanyaan yang sensitif ini, tentu saja akan memberikan kesan yang aneh.
"Kau sudah tahu jawabannya, tapi kau masih bertanya? Tidak, lebih dari itu, kemampuanmu untuk membaca aura orang lain cukup mengesankan."
"Benar, 'kan? Aku cukup bangga dengan kemampuan itu." Kafhka tersenyum puas dan sedikit membusungkan dadanya atas pujian itu.
Keduanya kemudian tertawa kecil sebelum akhirnya Kafhka mengeluarkan sebuah buku kecil dari saku roknya, dan mengeluarkan benda lain dari saku yang sama.
Benda kedua yang Kafhka keluarkan menarik perhatian Noelle. Itu adalah pena bulu yang indah, dengan bulu yang terlihat amat halus, berwarna keemasan dan memancarkan cahaya hangat yang pudar.
Selain itu, terlihat juga saat Kafhka menuliskan beberapa kata di buku catatannya menggunakan pena bulu itu.
Kafhka menyadari arah tatapan Noelle, dan dia seketika melebarkan senyumnya.
"Aku mengerti perasaanmu, Grei. Ini pena yang indah, 'kan? Aku tidak tahu bagaimana, tapi pena bulu ini sudah ada di atas mejaku pagi ini. Awalnya aku tidak terlalu peduli, tapi kemudian aku sadar kalau aku bisa menulis dengannya tanpa mencelupkannya ke tinta lebih dulu."
Seperti yang Kafhka katakan, pena bulu itu benar-benar mampu menulis kata-kata bahkan tanpa perlu dicelupkan ke dalam tinta, sebuah hal yang tak wajar bagi pena bulu.
"Kau yakin itu aman? " Noelle bertanya untuk memastikan, tapi Kafhka hanya menjawabnya dengan tawa kecil yang hampir tak terdengar.
"Saat ada kemudahan di depan matamu, kenapa kamu harus peduli dengan bahaya? Gunakan saja apa yang bisa kamu gunakan."
Usai mengatakan itu, Kafhka kemudian merobek selembar kertas di bukunya, dan menyerahkan itu pada Noelle.
"Jika kita sudah tiba di ibu kota, aku ingin melakukan sesi wawancara denganmu. Datanglah kapan saja ke alamat ini, aku akan selalu ada di sana. Ahh, pastikan juga untuk tidak melewati tanggal 20 November, karena itu adalah tenggat waktunya."
Kafhka kemudian meregangkan tubuhnya sendiri, dan menghela napas dengan penuh kepuasan.
"Baiklah, satu naskah lagi, dan aku bisa tidur. Kalau begitu, selamat malam, Grei."
...****************...