[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 36: A-aku akan berusaha keras!



...****************...


Udara bergetar karena suara sorakan dari kursi penonton, orang-orang di dalam arena memiliki tangan yang gemetar saat memegang senjata, dan keringat di seluruh tubuh mereka meskipun suhu di sana sudah sangat turun.


Pelaku dibalik itu semua tentu saja Olivia yang saat ini sedang dikelilingi banyak orang sekaligus, dia memancarkan aura dingin yang sulit didekati.


Beberapa duri es benar-benar menonjol di atas tanah yang kecoklatan.


Olivia mengangkat rapier miliknya dengan posisi siap menusuk, dengan mata dinginnya yang biasa.


Beberapa orang maju sambil mengangkat senjata mereka untuk menyerang Olivia, tapi Olivia justru menendang tanah dan meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah musuh.


Menusukkan rapier miliknya beberapa kali, Olivia juga menggunakan sihir es untuk menyerang area sekitarnya.


Dia bisa saja menang dengan mudah jika menggunakan skill original miliknya sendiri, tapi Noelle telah meminta Olivia untuk sedikit menahan diri, itu tentu saja agar Olivia bisa membiasakan diri dengan semua tipe serangan.


Dia harus bertarung di jarak pendek menggunakan pedang, sekaligus menggunakan sihir es untuk menutupi celah.


Meskipun itu bukan masalah sama sekali karena Olivia memiliki skill 《Clairvoyance》 yang membuatnya mampu melihat 360 derajat penuh.


Olivia lanjut menendang tanah dan menendang semua orang yang ada di hadapannya, kini hanya ada enam orang tersisa. Beberapa mayat(?) menumpuk di atas tanah dengan bekas tusukan dan bagian tubuh membeku.


Enam orang yang tersisa menatap Olivia dengan waspada, namun mata Olivia tetap dingin. Seorang pria dengan pedang besar berlari sambil menyeret pedangnya di belakang untuk menyerang Olivia.


Berlari, dan langsung menebas dan dengan memanfaatkan momentum dari pedang besar itu, pria itu berputar dan menyerang Olivia, namun Olivia dengan tenang mengeluarkan dinding es dari tanah dan menghalangi serangan itu.


"Aku sama sekali tidak mengerti pergerakannya …"


Charlotte dengan nada tercengang berkomentar tentang gaya bertarung Olivia, disampingnya adalah Noelle yang menonton itu dengan senyuman.


"Itu adalah gaya bertarung Olivia … Dengan memasukan serangan jarak dekat menggunakan pedang sambil menutup celah dengan serangan jarak jauh yang menggunakan sihir"


Noelle dengan tenang menjelaskan.


"Apa itu benar-benar mungkin? Bukankah kau tidak akan memiliki waktu untuk membangun konstruksi sihir sambil bertarung jarak dekat seperti itu? Kupikir hanya ksatria suci yang bisa melakukannya"


"Memang itu cukup sulit untuk membagi kesadaranmu seperti itu, kau membutuhkan waktu untuk melakukan casting sihir, dan kau juga harus melakukan itu dengan tingkat fokus yang luar biasa, tapi Olivia dan aku memiliki skill 《Instant Cast Magic Manipulation》, jadi kami bisa dengan mudah mengaktifkan sihir hanya dengan mengharapkan mantra itu, daripada itu … Apa yang kau maksud dengan ksatria suci? "


Noelle bertanya dengan nada keheranan.


"Eh? Kau tidak tahu itu? "


Kali ini Charlotte tercengang.


"Ahh lupakan … Jangan beritahu aku sekarang, aku akan mengetahuinya nanti dengan Olivia … Hmm? "


Tidak menyelesaikan kata-katanya, Noelle justru memalingkan wajahnya dan menatap seorang laki-laki yang menggunakan jubah dan memegang sebuah tongkat kayu.


"Ada apa Noelle? "


Charlotte bertanya dengan penasaran, namun Noelle tidak menjawab. Charlotte yang penasaran pun langsung melihat kearah mata Noelle menatap.


"… Seorang penyihir? "


Tidak ada yang spesial dengan itu. Pikir Charlotte.


"… Dia akan menembakkan serangan, tapi … Mantra apa itu? … Itu seharusnya menjadi elemen api …"


Noelle bergumam dan membuat Charlotte semakin penasaran.


"Apa dia akan menembakkan serangan? Tapi aku tidak melihat lingkaran sihir? "


Charlotte bertanya dengan penasaran sambil memiringkan kepalanya saat melihat laki-laki itu.


"Tidak, belum … Konstruksi nya belum benar-benar terbentuk … Dia masih dalam tahap membayangkan sihir apa yang akan ia gunakan"


"Eh?! Bagaimana kau tahu itu?! "


Charlotte bertanya dengan terkejut.


"Aku dan Olivia memiliki skill《Mana Detection》, skill itu membuatku mampu merasakan kekuatan sihir di sekitar … Dan aku merasakan yang sangat kuat sedang dia kumpulkan"


Charlotte hanya mendengarkan penjelasan Noelle dengan tercengang sementara Noelle menyipitkan matanya tidak tenang saat melihat laki-laki itu. Di arena juga terlihat Olivia yang menyipitkan matanya dengan curiga.


"Bukankah itu artinya dia akan menggunakan sihir yang kuat? Apa itu tidak masalah? "


Charlotte bertanya dengan cemas, dia tanpa sadar mulai mencemaskan Olivia setelah melihat tindakan Noelle.


Menyadari itu, Noelle hanya tersenyum kecut dan menjelaskan pada Charlotte.


"Itu tidak masalah … Yang membuatku penasaran adalah baik aku maupun Olivia belum pernah merasakan sihir ini sebelumnya"


"Merasakan … Eh? "


Charlotte bingung, Noelle kembali menjelaskan.


"Kau tahukan, setiap sihir pasti memiliki konstruksi yang berbeda-beda? Nah, berdasarkan itu … Jumlah mana yang dibutuhkan untuk mengaktifkannya juga berbeda"


"Pada akhirnya, apa yang kau coba jelaskan? "


Charlotte mulai tidak sabar.


"Hahh … Jadi begini, setiap sihir pasti memiliki konstruksi yang berbeda, jadi jumlah sihir yang diperlukan juga berbeda, jika kau memiliki skill deteksi mana, kau akan merasakan sensasi tertentu ketika ada aktivasi sihir di sekitarmu … Sensasi itu juga selalu berbeda berdasarkan sihir apa yang kau pakai, jika itu berasal dari elemen yang sama, sensasi yang diberikan cenderung mirip … Namun jika diperhatikan dengan lebih detail, itu berbeda"


"Uh … Hu …"


Charlotte semakin kebingungan, mengabaikannya, Noelle terus menjelaskan.


"Baik aku maupun Olivia memiliki afinitas yang cukup tinggi dalam semua tipe elemen, baik itu elemen utama maupun elemen gabungan dan lanjutan … Walaupun aku tidak terlalu mahir dengan itu … Nah, karena itulah aku dan Olivia sudah pernah 'mencoba' semua sihir yang kami ketahui … Sihir ofensif dan defensif, kami sudah mencoba semua yang kami ketahui, jadi aku dan Olivia benar-benar mengingat semua sensasi aktivasi sihir itu … Namun sihir yang dipakai laki-laki itu … Aku dan Olivia tidak mengetahui nya, berdasarkan reaksi samar-samar dari sihir itu, itu seharusnya akan menjadi sihir ofensif berbasis elemen api"


"………"


Charlotte sama sekali tidak mengerti. Bagaimanapun, memikirkan dia harus mengingat sesuatu yang sangat samar-samar seperti perasaan atau sensasi, itu adalah hal yang gila di pikirannya.


Dia dibesarkan di keluarga bangsawan dengan kelas yang cukup tinggi, jadi wajar jika akal sehat dunia sudah benar-benar menempel padanya. Tapi tidak dengan Noelle dan Olivia, mereka sama sekali tidak terikat dengan akal sehat dunia ini, menilai sesuatu berdasarkan pandangan mereka sendiri, namun tetap mempertimbangkan situasi kenyataan di dunia, ini adalah hal yang gila untuk Charlotte.


Charlotte memikirkan itu di kepalanya sambil menonton pertarungan Olivia di arena.


"Ah! Aku melihat lingkaran sihirnya"


Charlotte bergumam secara spontan sementara Noelle menyipitkan matanya.


(Itu benar-benar lingkaran sihir yang tidak pernah kulihat)


Olivia juga memperhatikan itu dan berniat menyerang dengan sihir es, namun laki-laki itu meneriakkan mantra sihirnya tepat sebelum sihir Olivia mencapainya.


"《Tornado Blaze》! "


Api mulai mengamuk, membentuk pusaran di di tanah dan menjulang tinggi ke langit, melelehkan semua es Olivia.


Laki-laki yang menembakkan sihir itu langsung jatuh pingsan setelah menembakkan sihirnya. Seepertinya laki-laki menguras setiap ons kekuatan sihir miliknya untuk membentuk tornado api itu.


Berdasarkan jumlah mana yang diberikan, badai api itu seharusnya akan aktif selama kurang lebih 5 menit.


"… Bukankah itu tingkat tertinggi dari sihir ofensif ber-elemen api? "


Charlotte bertanya sambil memiringkan kepalanya dan membuat Noelle semakin kebingungan.


"Charl … Kau mengetahuinya? "


"Eh? Tentu saja"


Charlotte bertanya pada Noelle dengan ekspresi yang seolah mengatakan 'kenapa kau menanyakan itu? '.


Noelle terdiam, dia berpikir sejenak dan akhirnya bertanya pada Charlotte.


"Hanya untuk memastikan, kapan sihir ini dibuat atau diperkenalkan? "


Noelle bertanya dengan suara penuh keraguan.


"Kapan … Kalau tidak salah … Itu adalah 25 tahun yang lalu …"


Charlotte menjawab sambil memeriksa ingatannya.


"25 tahun … Tepat 10 tahun sebelum kita terlahir kembali … Maka itu semua masuk akal, tidak ada grimoire tentang sihir di desa, dan semua buku yang ada di kastil vampir seharusnya berusia 700 tahun atau lebih …"


Noelle mulai bergumam. Charlotte menatapnya sejenak, namun dia segera mengalihkan pandangannya untuk melihat Olivia yang ada di arena.


Es yang dia ciptakan mulai meleleh dan menjadi mendidih secara bertahap. Masih ada beberapa orang lagi yang berdiri di sana.


Mereka tiba-tiba menggunakan jubah hitam dan menyerang Olivia secara habis-habisan dari dekat.


"Begitu …"


Noelle bergumam dengan penuh pengertian dan membuat Charlotte penasaran.


"Mereka … Sudah merencanakan pengepungan ini sebelum pertarungannya dimulai"


"Eh?! "


Atas desahan kagum Noelle, Charlotte justru terkejut dan dengan panik memanggil Noelle.


"H-hey, bukankah itu melanggar peraturan? Apa Ayano … Olivia baik-baik saja? "


Charlotte dengan cemas bertanya pada Noelle. Sepertinya dia masih belum terlalu terbiasa untuk memanggil Olivia dengan nama baru.


Itu wajar, di kehidupan sebelumnya, Charlotte … Atau Nitta adalah satu dari sedikit orang yang bisa bertemu akrab dengan Olivia, atau Ayano.


"Jangan khawatir, api dengan suhu seperti itu tidak akan mengganggu Olivia, lagipula … Karena kami adalah vampir, kami tidak memiliki suhu tetap dan bisa memanipulasi suhu tubuh sesuka hati kami, karena itulah … Api tidak akan mempan padanya, itu hanya akan menghambat nya karena sihir es Olivia akan langsung meleleh … Lihat"


Mengatakan itu, Noelle mengangkat jarinya dan menunjuk pada Olivia. Charlotte yang melihat dari samping hanya bisa menatap heran.


Dan seperti yang dikatakan Noelle, Olivia yang dikurung di dalam tornado api itu bahkan tidak menggerakkan alisnya sedikitpun, itu tentu saja membuat semua orang yang menonton, bahkan peserta lain menjadi terkejut.


Olivia bingung sejenak dan memanfaatkan momen keterkejutan mereka untuk berlari dengan cepat dan menusukkan rapier nya pada musuh.


Seorang pria dengan tombak menyerangnya dari belakang, namun Olivia dengan santai menggerakkan kakinya menghindari tusukan itu dan memberikan tendangan berputar pada pria yang memegang tombak.


Tornado api masih menyala, jadi Olivia tidak bisa menggunakan sihir es, dan Olivia memutuskan untuk menggunakan gaya pertarungan jarak dekat menggunakan pedang sebagai satu-satunya cara.


Lawan terakhir berdiri agak jauh darinya, namun Olivia masih tidak bergerak, melainkan mengambil tombak yang tergeletak di tanah, dan … Melemparnya.


Tindakannya tersebut sangat tidak terduga untuk semua orang bahkan Charlotte, hanya Noelle yang mengetahui ini. Olivia memiliki kebiasaan untuk melemparkan senjata jika dia terlalu malas untuk berlari ke arah musuh … Tidak, Noelle juga memiliki kebiasaan seperti itu.


Melemparkan senjatamu pada musuh mungkin terdengar gila dan boros, tapi Noelle dan Olivia adalah gudang yang menyimpan ribuan senjata di dalam spatial storage mereka.


Hanya kehilangan satu senjata bukanlah masalah … Justru Noelle mungkin bisa disebut sebagai orang paling boros karena menggunakan semua senjata itu sebagai senjata sekali pakai untuk skill originalnya.


"………"


Ketika mendengar penjelasan itu dari Noelle, Charlotte yang menonton dari samping hanya bisa tercengang.


"Lihat, mereka selesai"


Noelle kembali berbicara dan menarik Charlotte kembali ke kenyataan.


Seperti yang dikatakan Noelle, Olivia berhasil keluar sebagai pemenang.


"Selanjutnya adalah giliranmu kan Charl? "


"Giliranku setelah istirahat siang"


Charlotte dengan tenang menjawab Noelle.


"Kalau begitu, ayo kita temui Olivia dan segera pergi dari sini"


"… Oke"


Noelle dan Charlotte dengan tenang berjalan menuruni tangga dan menemui Olivia yang berdiri di depan gerbang masuk arena.


"Olivia, kerja bagus~"


"Nn~ Kau boleh lebih memujiku"


Ketika Noelle memuji Olivia, Olivia tidak bisa menahan senyuman dan langsung melompat ke dada Noelle dan bertindak manja padanya.


"Bagus bagus~ kerja bagus~"


"Nn~"


Noelle dengan senyum kecil menepuk kepala Olivia dan mengelusnya. Olivia juga menikmati itu ketika dia menutup matanya dan tersenyum nyaman.


"Bisakah kalian berhenti melakukan itu di tempat umum?! "


Charlotte mulai memberontak karena tidak tahan dengan suasana merah muda itu, dia berteriak dengan rona merah di wajahnya.


Meskipun dia tidak memahami perasaan orang lain dengan baik, Charlotte masih memahami banyak hal tentang hubungan antara pria dan wanita.


Semua orang di sekitar mereka melihat mereka dengan tatapan hangat dan membuat Charlotte malu.


"Ahaha, baiklah … Sekarang lebih baik kita pergi ke perpustakaan sebentar"


Noelle berbicara sambil tersenyum masam ketika dia melepaskan tangannya dari kepala Olivia. Itu membuat Olivia menjadi cemberut sedikit.


Mereka berjalan dengan tenang sampai akhirnya seorang anak kecil menabrak Noelle.


"Hmm? "


"Ah- ma-maaf …"


Gadis itu mulai menangis kecil, itu membuat hati nurani Noelle menjadi sedikit terluka, jadi dia berjongkok dan bertanya pada gadis itu.


"Ada apa gadis kecil? Apa kau tersesat? "


"Uuu- i-ibu …"


Gadis itu mulai meneteskan air mata.


"Baiklah, jangan menangis … Ini untukmu"


Noelle dengan lembut mengelus kepala gadis itu dan mengeluarkan permen karamel dari sakunya.


Permen karamel itu dibuat sendiri oleh Olivia ketika dia sedang senggang, Olivia juga memiliki hobi untuk membuat cemilan, jadi mereka memiliki banyak.


"Ini untukku? "


Gadis itu bertanya dengan sedikit terisak, dia menatap karamel itu dan terlihat sangat menginginkannya.


"Tentu, kau bisa memilikinya asal jangan memakannya terlalu berlebihan atau gigimu akan sakit"


"Te-terimakasih kak! "


Menerima permen itu dari Noelle, gadis itu tersenyum cerah sambil memasukkan permen itu ke dalam mulutnya.


(Terlihat seperti binatang kecil)


Noelle tersenyum, tapi dia tiba-tiba menyadari keberadaan seseorang yang berlari ke arah mereka. Noelle menoleh untuk melihat itu dan menemukan seorang wanita dengan wajah cemas.


"Hana! "


"Hm? Ibu-! "


Ketika nama itu diteriakkan, gadis itu … Hana langsung menoleh kearah seorang wanita yang ternyata ibunya.


Hana berlari dan langsung memeluk ibunya saat itu juga.


"Baiklah, lain kali jangan biarkan anakmu lepas dari pengawasanmu … Kota ini cukup besar, akan menjadi masalah jika dia hilang"


Noelle memperingatkan wanita itu dengan senyum kecil di wajahnya.


"Te-terimakasih"


Wanita itu membungkuk dan berterimakasih padanya dan berbalik untuk pergi, namun Hana berhenti dan menoleh pada Noelle.


"Kakak! Siapa namamu? "


"Hm? Ahh, aku Noelle … Noelle Lynneheim, sampai jumpa lagi gadis kecil"


Noelle tersenyum hangat pada Hana dan berbalik untuk meninggalkan mereka.


"Noelle … Kau sangat baik terhadap anak-anak"


Charl berkomentar.


"Aku cukup menyukai anak-anak, walaupun mereka agak berisik, tapi mereka sangat imut"


Noelle dengan senyum kecil membalas. Olivia yang mendengar itu langsung memiliki wajah yang memerah untuk suatu alasan.


"Ada apa Olivia? "


"Noelle … Apa kau menginginkan anak? "


"……… ha? "


Hening sejenak, Noelle perlahan mulai mencerna kata-kata Olivia.


"Jika Noelle menginginkannya … A-aku akan berusaha keras! "


Olivia berbicara dengan suara pelan sambil mengelus perutnya, lalu dia berbicara dengan semangat sambil mengepalkan tinjunya ke udara.


Hening sekali lagi, Noelle mulai membayangkannya.


Dia lelah setelah bekerja seharian, kembali ke rumah dan disambut oleh Olivia yang menggunakan celemek … Lalu seorang anak kecil datang dari belakang dan berteriak 'Selamat datang kembali papah! '.


Membayangkan itu, Noelle akhirnya mengeluarkan darah dari hidungnya.


"A-aku akan menahan diri untuk sekarang, itu terlalu cepat"


Dia berbicara dengan tergagap, Olivia tersenyum padanya sambil tertawa kecil sementara Charlotte menatap mereka dari samping dengan terheran.


"… Apa kalian bisa memiliki anak? "


Dia bertanya, membuat Noelle dan Olivia menatapnya kemudian menjawab.


"Seharusnya tidak masalah, meskipun kami sudah menjadi vampir, struktur tubuh kami tidak jauh berbeda dengan manusia"


"Nn"


Setidaknya itu adalah harapan mereka~


...****************...