[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 219: Kasus (1)



...****************...


"Itu semua pilihan yang berat, bukan? Apa kamu menyesalinya? "


"Aku … Tidak yakin."


"Kalau begitu … Jika kamu diberikan kesempatan untuk memilih kembali keputusanmu … Apa yang akan kamu lakukan? "


"Mungkin … Aku akan mengambil pilihan yang sama."


"Benarkah? Kalau begitu syukurlah. Kamu tidak perlu merasa berat hati dengan pilihan yang telah kamu buat. Kamu bisa menerimanya, dan kamu memiliki alasan yang kuat untuk menerimanya."


" ……… "


"Bagaimanapun, dia adalah hidupmu, dan kamu adalah hidupnya. Kamu menjauhkan diri untuk melindunginya, tapi pilihan itu membuatnya terluka. Apa kamu tidak keberatan dengan itu? "


"Aku … "


"Tidak bisa menjawabnya? Kalau begitu, lihatlah ini."


...****************...


Kesadaran Noelle menjadi semakin jelas. Di bisa merasakan kembali tubuhnya. Meskipun begitu, pikirannya begitu kacau sehingga dia tidak dapat menemukan jawaban atas pertanyaan yang sederhana sekali pun.


Kelopak bunga putih yang tak terhitung jumlahnya beterbangan di sekelilingnya, dan semua kelopak itu kemudian membentuk sangkar yang sepenuhnya mengurung Noelle dari dunia luar.


Tak lama kemudian, kelopak bunga itu membubarkan diri, dan pemandangan yang disajikan pada Noelle adalah sesuatu yang sepenuhnya berbeda.


Tidak ada lagi kelopak bunga. Semua itu telah digantikan oleh sesuatu yang berbeda.


Dinding kayu yang membeku, dilapisi es yang tidak diketahui berapa tebalnya. Selain itu, langit-langit dan lantai juga dalam kondisi yang sama.


Tak hanya itu, semua objek yang ada di sana telah dalam keadaan membeku, dan dilapisi es yang sangat tebal.


Hanya dengan melihatnya, Noelle bisa merasakan betapa drastisnya suhu menurun.


Di tengah semua itu, seorang gadis, yang wajahnya berhasil membangkitkan kesadaran Noelle, sedang duduk di atas ranjang yang membeku.


Kasur, seprai, bantal, dan selimut juga telah dilapisi es, tapi gadis itu bahkan tidak bergerak sedikit pun.


Dia terus duduk diam di atas ranjang es, tampak memeluk lututnya sendiri dengan tidak berdaya.


Matanya kosong, dan wajahnya benar-benar terlihat tidak bernyawa, seolah dia sudah lama mati.


Setiap detak jantungnya berhasil membawa getaran menakutkan pada ruangan itu, dan semua itu hanya membuat suhu ruangan menjadi semakin dingin.


Tidak diketahui berapa lama dia memeluk lututnya seperti itu. Namun, setiap detik berjalan seperti keabadian.


Sebuah rapier perak menancap di lantai berlapis es, dan bilah rapier itu berhasil menembus jauh sampai-sampai tiga per empat bagiannya telah tenggelam ke lantai.


Beberapa bagian di ruangan itu juga menunjukkan tanda seolah telah dihancurkan oleh tebasan dan ledakan yang kuat, tapi semua itu telah berhasil ditutupi oleh lapisan es yang tebal.


Bagian yang membuat Noelle ngeri, adalah jejak pembekuan genangan darah yang tidak dapat ia perkirakan seberapa banyak itu sebenarnya.


Meskipun bagian depan tubuhnya terhalang oleh kakinya, bagian belakang gadis itu terbuka tanpa ada yang menghalangi, dan di pakaian gadis itu, ada sebuah lubang besar yang tercipta.


Kulit yang terlihat di balik pakaian itu masih mulus, seolah tidak pernah mendapatkan goresan apa pun. Namun, kenyataannya sudah jelas.


Gadis itu sudah mencoba untuk menusuk dirinya sendiri. Namun, dia diberkati dengan keberuntungan dan kesialan pada saat yang sama; keabadian itu melindunginya.


Noelle mengangkat tangannya dan berusaha menjangkau sosok gadis itu, namun semua pemandangan di sekitarnya seketika pecah menjadi kelopak bunga putih yang tak terhitung jumlahnya.


Saat Noelle sadar, dia sudah mengangkat tangannya, meraih pada udara kosong di bawah langit-langit yang masih asing itu.


Dia bangun dan memindai sekelilingnya; kamar yang hampir tidak ia kenal, dan langit di luar jendela yang sudah gelap.


Noelle sekarang ingat, dia berada di kamarnya, di sebuah kereta yang dalam perjalanan menuju Fèncen.


" … Jam berapa ini? "


Jam internal Noelle masih agak kacau, jadi dia kesulitan untuk menentukan waktu. Meskipun begitu, dia segera menjawab pertanyaannya sendiri setelah melihat posisi bulan.


Dia sudah tertidur selama hampir empat jam, dan tidak lama lagi akan tengah malam.


Noelle turun dari ranjangnya, berjalan menuju meja tempat penyambutan tamu, dan duduk di sofa dengan menjatuhkan tubuhnya di sana.


Dia segera menyeduhkan secangkir kopi, lalu mulai memikirkan apa yang baru saja terjadi.


Noelle sangat yakin, kalau barusan sesuatu telah terjadi. Namun, dia tidak bisa ingat apa itu.


Dia samar-samar bisa ingat pemandangan yang dia lihat; sebuah kamar yang membeku, dan seorang gadis dengan jejak tusukan pada perutnya.


Wajah gadis itu tidak dapat dia lihat dengan jelas, tapi Noelle dengan mudah menemukan identitasnya; itu adalah Olivia.


"Pemandangan yang kulihat … Apa itu adalah situasi yang Livia alami saat ini? Tapi … Bagaimana bisa itu muncul di mimpiku? "


Sebelumnya, Noelle sudah 'mendominasi' skill《Lust》Olivia yang belum bangkit, dan dia berhasil menyegelnya. Jadi, tidak mungkin Olivia bisa memberikan pengaruh melalui skill itu, mengingat itu bahkan sudah tersegel.


Selain itu, sejak awal, skill《Lust》tidak memiliki kekuatan yang cocok untuk melakukan sesuatu seperti yang Noelle alami.


Kemampuan《Lust》meliputi pengendalian emosi dan keadaan psikis seseorang. Selain itu,《Lust》juga memiliki jenis serangan yang bisa melewati realita seperti yang diinginkan penggunaannya.


Salah satu bentuk penggunaan kemampuan ke-dua dari《Lust》adalah saat pertarungan Noelle melawan Sage Mantis di Eisen. Saat itu Noelle bergerak dengan kecepatan tinggi menggunakan《Accel》milik Cryll, tapi serangan Olivia bisa dengan jelas menyentuh Sage Mantis meskipun saat itu semuanya dalam pengaruh lambat karena percepatan perspektif Noelle.


Anehnya, saat itu serangan Olivia muncul tepat waktu dan tanpa memiliki masalah, jadi Noelle menyimpulkan kalau serangan Olivia bisa menembus perspektif seseorang terhadap waktu.


Sedangkan untuk yang pertama … Dia sudah sering menggunakannya pada Noelle, dan bisa dibilang Olivia sangat ahli dalam mengendalikan kekuatan itu.


Semua kekuatan《Lust》membutuhkan energi yang besar untuk diaktifkan, dan itu juga memiliki efek samping yang cukup buruk jika tidak ditangani dengan cepat.


Pada akhirnya, Noelle menyimpulkan kalau kekuatan yang membuat adegan situasi Olivia muncul di mimpinya saat ini adalah kekuatan yang sepenuhnya berbeda.


Pelakunya bisa dipastikan memiliki hubungan yang erat dengan Noelle dan Olivia, tapi orang seperti itu sangat sedikit jumlahnya.


Yang paling merepotkan, Noelle sama sekali tidak bisa mengingat siapa yang muncul di mimpinya sebelumnya. Yang dia ingat, hanyalah suara halus yang sepertinya membisikkan sesuatu.


Noelle kembali mengeluarkan buku catatannya dan mulai membuat sketsa orang-orang yang bisa dikatakan dekat dengannya dan Olivia.


Pertama, dia menulis nama Levina, Charlotte, Chloe dan Cryll serta Stella. Kemudian, dia menuliskan nama lain tak jauh di bawah nama semua orang.


Ini adalah semua nama yang bisa ia pikirkan. Dia tidak terlalu akrab dengan beberapa orang di kelompok Norman, jadi mereka bisa dikesampingkan.


Hanya ada dua nama yang berasal dari kelompok Norman, dan itu adalah Anzu serta Lilith.


Kecurigaan terkuat menyasar pada Charlotte dan Levina, karena mereka berdualah kandidat terbaik untuk menjadi dalang di balik semua ini.


Namun, Noelle segera membuang nama Charlotte dan fokus pada Levina.


Charlotte dengan mudah tersingkir dari daftar kandidat karena Noelle sudah memiliki pemahaman dasar terkait dirinya. Charlotte memiliki hubungan yang dekat dengan dia dan Olivia, tapi tidak sampai pada tahap pendekatan jiwa.


Satu-satunya orang yang cocok dengan ciri-ciri itu, adalah Levina. Dia memiliki asal-usul yang tidak diketahui, dan keterkaitan antara dirinya dengan Noelle dan Olivia sepertinya sangatlah erat.


(Sebenarnya … Apa yang terjadi di masa lalu– tidak, tepatnya alur waktu sebelumnya. Apa yang terjadi pada saat itu? )


Dari pemahaman Noelle sejauh ini, dia dengan mudah menyimpulkan kalau alur waktu sebelumnya sangatlah kacau, sehingga Charlotte harus melakukan pengulangan dan menciptakan skema yang nyaris menghasilkan paradoks.


"Yahh, masalah ini tidak begitu serius, jadi ini tidak akan menjadi prioritasku … "


Untuk saat ini, Noelle akan menetapkan Levina sebagai dalangnya, tapi kesimpulan ini bisa berubah seiring berjalannya waktu.


Sekarang, Noelle sudah mengesampingkan masalah itu. Dia mulai memikirkan hal lainnya.


Karena dia sudah tidur lebih awal, pikirannya menjadi lebih segar, dan dia tidak perlu tidur setidaknya untuk satu atau dua hari.


Tangan kanan Noelle terangkat, dan sebuah objek hitam muncul tepat di atas telapak tangannya. Itu adalah sebuah topeng, yang menyebabkan masalah pada ingatan Charlotte dan Chloe.


Berdasarkan semua yang terjadi, mudah untuk menyimpulkan kalau topeng ini terkait dengan semua hal yang berhubungan dengan Charlotte dan Chloe.


"Untungnya aku mempertimbangkan kembali keputusanku yang hampir memberikan ini pada Chloe … "


Noelle menghela napas lega sejenak, sebelum akhirnya kembali serius.


Sekarang topeng itu sudah ada di hadapannya, dan Noelle berencana untuk melakukan sedikit eksperimen.


Noelle berniat menggunakan kekuatan 'Dominasi' dari otoritas yang ia dapatkan setelah bertarung melawan Noir.


Namun, saat kekuatan 'Dominasi'nya menyelimuti topeng ini, itu berubah menjadi gelombang energi sihir yang menyebar dengan tidak terkendali.


Noelle seketika membatalkan proses dominasi dan hampir membuang topeng itu ke luar jendela. Namun, untungnya peganganmya terhadap topeng itu sedikit lebih kuat.


Setelah menatap topeng itu sejenak, Noelle menyimpulkan masalahnya.


"Ada yang menghalangi."


Rupanya, topeng ini tidak sesederhana kelihatannya. Itu memiliki struktur fisik yang biasa, tapi memiliki struktur sihir yang sangat kompleks sehingga nyaris menciptakan ledakan karena tabrakan gelombangnya.


Selain itu, ada hal lain yang membuat topeng ini istimewa. Noelle sama sekali tidak bisa mengganggunya dengan 'Dominasi'.


Jika itu hanya objek biasa dengan kandungan energi sihir, maka Noelle masih bisa mengendalikannya sampai batas tertentu. Namun, topeng ini sangat berbeda.


Sesaat setelah kekuatan 'Dominasi' menyelimutinya, energi lain dikeluarkan dari topeng, dan seolah bertindak menjadi sistem penjagaan otomatis.


Meskipun kekuatan 'Dominasi' Noelle masih berlevel rendah, tidak diragukan lagi kalau itu adalah kekuatan yang berasal dari seseorang yang setara dengan dewa. Jadi tidak mungkin sistem perlindungan kecil dapat menahan kekuatannya.


Yang artinya, sistem keamanan yang diterapkan pada topeng ini sama kompleksnya dengan struktur sihir di dalamnya.


"Mungkin tidak sekarang. Aku bisa mencobanya lagi setelah pengendalianku terhadap 'Dominasi' meningkat drastis."


Noelle lagi-lagi menghela napas dan membuang topeng itu ke dalam gudang spasialnya. Dia kemudian bersandar pada sofa, dan menatap langit bertabur bintang di luar jendela.


"Livia … "


Noelle mulai mengingat apa yang ia lihat di mimpi itu. Tidak salah lagi, itu adalah Olivia, dan dia dalam keadaan yang menyedihkan.


Hanya dengan melihatnya, Noelle tahu kalau Olivia telah berulang kali mencoba untuk membunuh dirinya sendiri. Namun, dia tidak memiliki cara untuk menghapus keabadian yang melekat padanya.


Akhirnya, Olivia berhenti mencoba bunuh diri. Kemudian dia hanya duduk diam di ranjang, sambil memandang kakinya dengan mata yang kosong dan tak bernyawa itu.


Noelle sudah siap untuk ini, tapi tetap saja menyakitkan baginya untuk melihat Olivia dalam situasi yang menyedihkan seperti itu.


Ekspresi Noelle perlahan memudar, namun kemudian sebuah senyum mengejek yang penuh penyesalan terbentuk di wajahnya.


"Yahh, setidaknya rencanaku berhasil. Mereka benar-benar mengira aku sudah mati."


"Dengan ini … Mereka semua akan aman. Ini tidak apa-apa, 'kan? "


...****************...


Setelah merenungkan banyak hal, Noelle akhirnya memutuskan untuk berhenti memikirkannya. Dia memiliki firasat jika ia terus memikirkan semua itu, maka dia pasti akan merubah keputusan yang sudah ia buat.


Sekarang Noelle sedang berada di lorong yang menghubungkan setiap gerbong. Setelah semua itu, kepalanya mulai bekerja dengan lambat. Karena itulah, Noelle memutuskan untuk berkeliling dan menyegarkan kepalanya.


Di luar sudah gelap, dan kereta masih berjalan setidaknya untuk lima atau enam jam lagi. Kereta ini harus berhenti di stasiun berikutnya untuk mengisi ulang pasokan bahan bakar.


Ada sekitar tiga gerbong kelas satu di kereta ini, dan masing-masing gerbong hanya memiliki sekitar dua kamar untuk penumpang yang berbeda. Setiap satu kamar akan terhubung ke kamar lain yang digunakan untuk beberapa orang yang datang bersama mereka; pelayan, dan semacamnya.


Noelle menempati salah satu gerbong itu, dan dia harus melewati setidaknya satu gerbong lagi untuk mencapai gerbong kafetaria.


Tidak ada penjelasan tentang jadwal operasional di sini, jadi Noelle tidak tahu apakah gerbong kafetaria itu masih melayani pelanggan atau tidak. Tapi itu tidak masalah, karena sejak awal dia memang tidak datang dengan niat mencari makan.


Noelle hendak memasuki gerbong kafetaria, namun kakinya seketika terhenti. Firasatnya akan suatu bahaya berdering dengan keras, dan Noelle ingin secepat mungkin menarik kakinya lalu berbalik pergi ke kamarnya sendiri.


Mungkin itulah yang akan dia lakukan jika hanya ada dirinya sendiri. Namun, di belakangnya, ada beberapa orang lain yang sedang mengobrol sambil berjalan.


"Hei, apa yang terjadi? "


Salah satu orang itu merupakan seorang pria tua, dan dia memanggil Noelle ketika dia melihat Noelle yang sudah berhenti berjalan selama beberapa detik.


Pria lain juga heran, dan dia mendekati Noelle dengan penasaran.


Lorong itu sempit, dan hanya satu orang bisa melewatinya di satu waktu. Karena itulah mereka sedikit heran dengan Noelle yang tiba-tiba berhenti.


"Bau darah."


Noelle mengambil satu langkah mundur dan menghentikan dua pria yang berniat mendekatinya. Kemudian, dia berbicara pada salah satu pria di sana. "Cepat panggil pelayan."


Pria itu tidak mengerti dengan maksud Noelle, tapi melihat ekspresi waspada Noelle, dia menjadi ikut serius. Akhirnya, dia berbalik dan berlari kembali ke gerbong sebelumnya untuk memanggil pelayan seperti yang diperintahkan Noelle.


"Apa yang terjadi di sana? " tanya satu pria yang masih tinggal di belakang Noelle.


Noelle tidak menjawabnya, dan justru maju ke depan, bersiap untuk membuka gerbong.


Namun, saat tangan Noelle menyentuh gagang pintu gerbong, sebuah ledakan kecil tiba-tiba terjadi dan membuat pintu itu terpental ke arah Noelle.


Noelle secara refleks langsung menendang pintu itu dan memasang sihir penghalang untuk melindungi dirinya dan pria yang berdiri di belakangnya.


Ledakan itu tidak begitu kuat, jadi gerbongnya masih aman. Namun, beberapa bagian telah hancur dan kelihatannya sudah tidak bisa diperbaiki lagi.


Asap hitam dengan bau hangus seketika memenuhi udara, dan Noelle bersama pria asing itu hanya diam dengan waspada di tempatnya sambil menunggu asap menghilang.


Tak lama kemudian, asap sudah sepenuhnya menghilang, dan pria yang sebelumnya pergi telah kembali dengan membawa beberapa petugas dan pelayan di belakangnya.


Saat mereka kembali, betapa dikejutkannya mereka dengan pemandangan apa yang ada di sana.


Itu adalah tubuh seseorang, yang sudah hangus terbakar dan sudah tidak dapat dikenali lagi identitasnya.


Beberapa anggota tubuhnya terpisah, dan semua anggota tubuh itu terlihat menggantung di langit-langit karena tersangkut kail baja.


Darah yang menggenang masih basah, dan semua itu menghasilkan campuran bau yang benar-benar menjijikkan.


Noelle melihat ini dengan waspada, tapi dia tidak merasakan kehadiran satu pun musuh di sekitarnya.


Ledakan itu telah membangunkan semua orang di gerbong kelas satu dan dua yang tak jauh darinya, dan mereka semua mulai berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.


Namun, karena para penjaga yang telah sadar lebih dulu, mereka tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Dari pemandangan kondisi mayatnya, tidak diragukan lagi kalau ini bukanlah kecelakaan, melainkan suatu pembunuhan


...****************...