[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 273: Panggung dan Skenario



...****************...


Dengan kobaran api raksasa dari mansion keluarga Grandbell sebagai latarnya, Nantz berjalan mendekati Noelle.


Noelle menghadap ke arahnya, tidak memiliki ekspresi apa pun.


Dia sudah melihat sosok sejati dari 'Noah Ashrain' beberapa kali, tapi dia benar-benar tidak terbiasa dengannya.


Tidak ada satu pun bagian yang bisa dianggap manusiawi dari sosok itu, tapi sepertinya dia dalam keadaan emosi dan perasaan yang belum berkembang.


Bocah yang hanya bertindak berdasarkan apa yang ia pikirkan dan ia rasakan. Begitulah sosok 'Noelle Lynneheim' di mata Nantz.


Mata miliknya hanya berfungsi untuk melihat kebenaran di balik kebohongan, dan bukan melihat ke dalam sosok seseorang. Karena itulah, sampai saat ini, kesimpulannya terhadap Noelle masih ragu-ragu.


Sambil memikirkan banyak hal dengan kecepatan pikiran yang tidak manusiawi, Nantz melihat bibir Noelle bergerak.


"Mayat yang berperan sebagai dirimu dan pelayanmu sudah ada di tempat. Kau bisa pergi sekarang," ucapnya sebelum menoleh lagi ke pemandangan mansion yang mengalami kebakaran hebat itu.


Nantz tidak bisa menahan senyumnya. "Aku tahu aku bisa menyerahkan masalah itu padamu. Terima kasih karena sudah mau melakukannya."


Ucapan terima kasihnya itu tulus, tanpa keterpaksaan sedikit pun. Meski begitu, Noelle tidak menanggapinya dan terus menonton kerumunan orang yang berusaha memadamkan api.


Sedikit demi sedikit api padam saat divisi keamanan yang memang berspesialisasi dalam kebakaran diturunkan.


Tapi, mau api itu padam atau tidak, sudah tidak ada hubungannya dengan Noelle.


Tugas Noelle hanyalah 'menciptakan sebuah kecelakaan yang menewaskan kepala keluarga Grandbell dan pelayannya'. Lebih dari itu, bukan urusannya.


"Apa rencanamu selanjutnya? Ada pangkalan rahasia yang sudah kusiapkan sejak lama. Kau bisa mengunjunginya kapan pun, aku atau Robert akan selalu ada."


Noelle belum memutuskan banyak hal.


Sejauh ini, rencana terbesarnya adalah membunuh identitasnya sebagai Noah Ashrain, dan dia juga sudah menyiapkan beberapa rencana tambahan untuk masa depan.


Selain itu, dia juga memiliki tugas dari Noir yang harus dia selesaikan.


Noelle menghela napas, dan menjawab, "Berikan saja alamatnya padaku. Aku tidak akan sering berkunjung, tapi mungkin sesekali. Bagaimanapun, kemungkinan kita akan selalu terlibat di masa depan."


Sejak awal, Nantz adalah salah satu kandidat anggota bawahan yang harus didapatkan Asterisk.


Selesainya rencana ini menandakan suksesnya misi Noelle dalam merekrut tiga anggota; Kino, Harold, dan Nantz.


Belum diketahui dengan kabar yang lain, tapi Noelle akan mengesampingkan masalah itu sejenak.


Karena Nantz adalah anggota bawahan Asterisk sekarang, itu artinya dia akan banyak terlibat dengan Noelle di masa depan nanti.


"Itu mudah. Tapi, bagaimana aku harus menghubungimu? "


Benar juga, Noelle belum memberi tahu Nantz tentang cara menghubunginya. Karena selama ini, Noelle telah secara mandiri pergi sendiri dan menemuinya langsung.


" … Kau bisa langsung kirimkan suratmu melalui hewan familiar. Ini cara memanggilnya."


Noelle mengeluarkan selembar kertas kosong, lalu menuliskan instruksi untuk memanggil hewan familiar barunya.


Untuk metode pemanggilan sendiri, Noelle memutuskan kalau itu membutuhkan darah dari si pemanggil. Jadi, jika Nantz ingin memanggil hewan familiar-nya, dia harus mengorbankan sejumlah darah.


Ini Noelle lakukan untuk berjaga-jaga. Dia tahu beberapa hal buruk yang bisa dilakukan jika dia memiliki darah orang lain.


Di bawah instruksi itu, Noelle menambahkan metode lain.


"Selain dengan familiar, kau juga bisa menghubungiku melalui mereka. Cukup berikan suratmu pada mereka, atau minta untuk bertemu langsung jika itu mendesak. Mereka memiliki beberapa orang yang bisa langsung menghubungiku."


Pihak yang Noelle cantumkan adalah kelompok agen informasi Red Hood.


Kelompok itu memiliki beberapa vampir yang terkait langsung dengannya, jadi menghubungi Noelle dengan telepati untuk keperluan darurat akan menjadi hal yang sangat mudah.


Harold juga tahu metode telepati itu, tapi dia tidak pernah melakukannya karena dia tidak memiliki hal penting yang harus dia laporkan.


Nantz dengan senang hati menerima kertas itu dari Noelle, lalu membungkuk ramah.


"Kalau begitu, sekali lagi kuucapkan terima kasih. Jangan sungkan untuk bertanya jika kau memerlukan sesuatu, aku akan membantumu sebanyak yang kubisa."


"Baiklah," jawab Noelle sambil mengangguk kecil.


Setelah menerima konfirmasi dari Noelle, Nantz segera mengangkat kepalanya dan tersenyum, lalu berbalik dan berjalan pergi bersama Robert.


Sekarang Noelle sendirian, dan dia belum memiliki niat untuk meninggalkan tempat ini.


" ……… "


...****************...


Sudah empat hari sejak kebakaran hebat di mansion keluarga Grandbell.


Noelle masih di kota Féncen, dan belum ada rencana untuk pergi dalam waktu dekat.


Saat ini, dia sedang duduk di bangku taman, bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


Dia tidak dalam wujud Noah Ashrain, melainkan Grei Noctis. Tubuhnya yang besar, disertai dengan wajah tegas seperti batu itu sudah cukup untuk mengintimidasi banyak orang.


Awalnya dia berencana untuk memperhatikan situasi di bar Nautica dari kejauhan, namun dia tidak mampu melakukannya.


Ada bagian dari dirinya yang takut untuk melihat semua orang.


( … Apa mereka baik-baik saja? )


Sebenarnya itu pertanyaan yang konyol. Dia sudah tahu jawabannya.


Tidak mungkin mereka baik-baik saja.


Dolf, Mona, Dexter, dan Felice baru saja merayakan pesta ulang tahunnya, tapi kemudian mereka mendapat kabar kalau Noah telah tewas.


Itu bukan lawakan yang lucu, dan justru memang bukan lawakan sama sekali.


Memikirkan mereka semua membuat Noelle mengembangkan rasa sakit di dadanya. Karena itulah, dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang akan membuatnya tidak akan kepikiran lagi.


Noelle menghela napas pasrah, lalu bangkit dari tempat duduknya.


Dia melihat ke sekeliling, dan mengkonfirmasi kalau tidak ada siapa pun di dekatnya.


Noelle segera mengubah wukudnya menjadi seekor kelelawar kecil, dan mulai terbang ke arah yang sudah cukup akrab dengannya.


Di sana adalah bangunan yang sama dengan yang selalu ia lihat setiap hari, bar Nautica.


Papan penandanya mengatakan tutup, tapi Noelle dengan jelas bisa merasakan satu kehadiran dari sana. Kehadirannya cukup lemah, dan Noelle tahu siapa pemilik hawa keberadaan itu.


Menyusup ke dalam bar adalah hal yang mustahil untuk dia lakukan saat ini. Mengintip ke dalam menggunakan《Clairvoyance》juga terbukti sulit karena keberadaan penghalang yang menyelimuti seluruh bar.


Meski begitu, ada cara lain untuk memeriksanya.


Noelle menyembunyikan kehadirannya, dan terbang mendekati jendela kaca yang memperlihatkan seisi ruangan bar.


Di sana, terlihatlah Felice yang tersenyum seperti biasa, sedang membersihkan meja satu per satu.


Tapi, ada yang aneh dari itu.


Semua meja sudah bersih, tapi dia tidak berhenti melakukan kegiatannya.


Tangannya terus menggosok permukaan meja dengan lap yang mulai ditempeli noda.


" ……… "


Noelle tidak mengatakan apa pun, dan hanya diam sambil memperhatikannya.


Tak lama kemudian, gerakan Felice mulai melambat, dan senyumnya juga terlihat bergetar.


Sementara mata dan senyumnya mulai gemetar, Felice tidak menghentikan gerakannya.


Dia terus membersihkan semua meja, sampai akhirnya—


"Ughh …. "


—Gerakannya terhenti sepenuhnya, dan Felice jatuh ke lantai.


Tangis mulai pecah, dan senyum di wajahnya juga seketika menghilang.


Meski begitu, dia tidak membiarkan itu mengganggunya.


Felice berusaha berdiri, dan melanjutkan kegiatan. Tapi tak peduli seberapa kuat dia menahannya, air mata terus memaksa keluar, dan Felice sekali lagi harus berhenti bergerak untuk menahan tangis itu.


Noelle melihat pengulangan itu dari luar, dan tidak bisa menahan kekecewaan berat di hatinya.


Tentu saja Felice akan merasa begitu.


Noelle merasa bodoh karena gagal memprediksinya.


Sementara itu, Felice masih berusaha menguatkan dirinya. Tapi air mata yang terus menetes adalah bukti bahwa kesedihan itu melebihi batas perjuangannya. Akhirnya, Felice mulai pasrah.


Dia membiarkan dirinya terjatuh, dan air mata terus keluar. Tidak ada lagi niat untuk bangkit seperti sebelumnya. Dia juga tidak repot-repot menahannya.


Felice menggunakan lengan baju untuk menghapus air mata, tapi sepertinya dia sudah terlalu sering melakukan itu karena lengan bajunya sudah sangat basah.


Di saat itulah, semburan cahaya mulai muncul dari lantai di depannya, dan sebuah bunga muncul dari kehampaan dengan diselimuti cahaya yang hangat.


Bunga itu memiliki lima kelopak yang besar, berwarna biru tua, dan memancarkan cahaya violet yang samar. Tangkainya yang hijau tua terlihat bersih, tanpa ada luka atau noda sedikit pun.


Felice masih belum memahami situasinya, dan terus memperhatikan bunga itu, sampai akhirnya dia sadar.


Bunga adalah satu dari banyak hal yang sangat ia sukai. Karena itulah, dia mengenal cukup banyak makna dari setangkai bunga.


Bunga yang muncul di hadapannya, dikenal oleh penduduk Republik sebagai Bunga Bluemarry, yang memiliki arti harapan akan kebahagiaan di masa depan.


Makna lain dari bunga itu adalah 'semangat untuk hidup yang tak pernah padam'. Karena itulah, bunga Bluemarry sering diberikan pada seseorang yang sedang sakit, atau menjalani perawatan.


Begitu menyadari arti bunganya, Felice segera tersentak.


Felice dengan hati-hati mengambil bunga itu, membawanya ke pelukannya, lalu bangun dan buru-buru berlari ke pintu. Dan setelah dia membukanya, dia langsung melihat ke sekeliling.


Ada banyak orang yang lewat, tapi tak satu pun dari mereka mempedulikan Felice. Felice juga tidak cukup bodoh untuk meyakini kalau salah satu dari mereka adalah orang yang memberinya bunga itu.


Felice berlari ke arah barat, tapi di sana justru semakin sepi. Selanjutnya, dia kembali dan berlari ke arah timur.


Ada cukup banyak orang, dan tidak mungkin dia akan menanyai mereka satu per satu tentang siapa yang memberinya bunga itu.


Sampai akhirnya—


"Ah–! M-maafkan aku! "


Karena terlalu bersemangat dalam mencari, dia menabrak seseorang.


Itu terlalu tiba-tiba sehingga dia tidak sempat menghindar dengan kekuatan kontraknya, jadi Felice langsung berbalik ke arah orang itu dan membungkuk untuk minta maaf.


Setelah dia mengangkat kepalanya, wajah mengancam dan tatapan dingin dari seseorang yang tidak pernah dia lihat sebelumnya itu sontak membuatnya gemetar.


Rambutnya pirang rami seperti miliknya, tapi pria itu memiliki jenis rambut yang sulit diatur, dan hanya disisir secara kasar ke atas menggunakan tangannya.


"Lihat-lihat kalau jalan."


Meski dingin dan terdengar tak berperasaan, entah mengapa orang itu terasa sama sekali tidak mengancam. Felice entah bagaimana merasa nyaman dengan suasana dari orang itu. Namun, sebelum dia dapat menanyakan lebih lanjut lagi, orang itu sudah menghilang.


Felice yang ditinggalkan sendirian pun dibiarkan kebingungan, dan tak dapat memahami situasinya.


Pada akhirnya, Felice hanya memeluk bunga Bluemarry itu, dan membentuk senyum lembut sambil membayangkan sosok Noah, seseorang yang sudah ia cintai meski belum lama bertemu.


"Apa ini darimu … Noah? "


Felice mendongak melihat ke langit, berharap jawaban akan turun, tapi itu sia-sia.


Dia kemudian tertawa kecil, lalu berjalan kembali ke bar dengan suasana hati yang lebih baik.


Sementara itu, sosok Noelle dalam wujud Grei Noctis masih menatap Felice yang perlahan menghilang di antara kerumunan.


Tidak ada yang menyadarinya, tapi sebuah senyum lembut tercipta di wajahnya yang kaku.


...****************...