[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 193: Pemecahan (1)



...****************...


Saat pemandangan dunia roh sekali lagi muncul di hadapannya, Noelle lagi-lagi mendengarkan berbagai bisikan yang sangat menyakitkan, menusuk langsung ke gendang telinganya.


Jika dia lengah, mungkin dia akan kehilangan kendali dalam sekejap mata.


Ketika dia berupaya untuk mempertahankan kewarasannya, Noelle tiba-tiba mengingat sesuatu.


Dunia roh dengan dunia fisik saling tumpang tindih satu sama lain. Menggunakan itu sebagai dasarnya, Noelle mengemukakan pertanyaan baru di pikirannya.


Musuh yang dia dan Asterisk hadapi saat itu, sosok musuh yang sama sekali tidak bisa mereka rasakan hawa kehadirannya. Sosok yang Noelle anggap sebagai eksistensi non-fisiologis, apa mungkin itu adalah makhluk dari dunia roh?


Jika memang begitu, maka itu masuk akal, dan akan memberinya banyak pengetahuan baru.


Sekarang, Noelle tiba-tiba sadar, kalau tidak ada penjelasan mengenai bagaimana cara untuk terhubung dengan dunia roh.


Abaikan gerbang roh dan item sihir yang Norman dan Kaira miliki untuk membuka gerbang roh, maka tidak ada cara untuk terhubung langsung dengan dunia roh.


Teori yang Noelle buat sebelumnya menyatakan, kalau kekuatan sihir atau spiritualitas seseorang adalah media yang penting untuk terhubung dengan dunia roh. Tapi, itu justru membuat pertanyaan kain timbul di benaknya.


Spiritualitas siapa, yang saat itu terhubung ke dunia roh, sehingga bisa membawa makhluk tak dikenal itu ke dunia nyata?


Dari cara Norman menjelaskannya sebelumnya, informasi terkait dunia roh adalah sesuatu yang dijaga kerahasiaannya oleh berbagai pihak. Yang artinya, tidak sembarang orang bisa terhubung ke dunia roh. Lebih lagi, tidak mungkin seseorang akan terhubung secara tidak sengaja.


Bisa jadi teorinya salah, atau bisa saja dia benar. Noelle tidak tahu mana jawabannya. Yang jelas, semua ini saking terkait. Ada juga perkara dunia bawah yang pernah Mordred singgung sebelumnya, dia juga penasaran dengan itu.


(Aku mungkin bisa bertanya pada Weise sera Haustür tentang ini … Tidak, dia sudah mati, aku lupa itu.)


Untuk saat ini, Noelle memilih untuk membuang masalah ini ke tumpukan sampah yang dinamakan 'hal yang harus dia pikirkan nanti', dan fokus pada apa yang ada di hadapannya.


Suara bisikan perlahan mulai memudar, dan pemandangan menjadi lebih normal seperti sebelumnya.


Perjalanan melalui dunia roh akan segera berakhir. Noelle dengan berat hati menggigit bibirnya sendiri saat ia menyadari betapa kurangnya informasi yang dia miliki.


Noelle akan menanyakan cara melakukan perjalanan melalui dunia roh pada Norman nanti.


Detik kemudian, dia berhasil keluar dari tempat yang dinamakan dunia roh itu. Seketika, Noelle memeriksa tubuhnya sendiri dan tidak menemukan keanehan.


(Dunia roh … Dari namanya, itu seharusnya menjadi tempat yang tidak bisa menerima material fisik dari dunia nyata. Lalu … Bagaimana dengan tubuh fisik kami, yang tidak bisa masuk ke dunia roh? )


Noelle diam sejenak untuk memikirkannya, tapi dia tidak bisa menemukan jawabannya. Jika tebakannya benar, maka dunia roh hanya bisa dimasuki oleh sesuatu yang berwujud spiritual seperti jiwa atau semacamnya. Dengan begitu, tidak mungkin sesuatu yang bersifat fisik bisa masuk.


Namun, dengan begitu, tidak mungkin dia bisa melakukan perjalanan melalui dunia roh. Jika jiwa atau tubuh astralnya pergi melalui dunia roh, maka tubuhnya akan tertinggal di tempat. Itu membuat perjalanan melalui dunia roh menjadi hal yang tidak mungkin, kecuali tubuh fisiknya bisa berteleportasi untuk menyesuaikan dengan lokasi tubuh astral.


Hal pertama yang kemudian Noelle lakukan, adalah memeriksa koneksinya dengan Olivia, yang hasilnya masih sama seperti sebelumnya. Koneksi yang dia dan Olivia masih belum pulih, dan Noelle juga tidak bisa terhubung dengan Chloe atau bahkan Brackas.


"Sekarang … Ada di mana kita? "


Norman membuka percakapan seolah tidak menyadari apa yang Noelle pikirkan. Sadar akan situasinya, Noelle sontak melihat ke sekeliling, dan mulai menganalisis lokasi baru ini.


Sekarang, mereka ada di suatu tempat yang terlihat seperti taman bunga. Luasnya mungkin mencapai sekitar 100 meter, tapi itu hanya perkiraan Noelle yang tidak bisa melihat lebih jauh lagi.


Alasan kenapa pengelihatannya sedikit terbatas, adalah karena adanya kabut abu-abu yang sangat tebal di sana. Selain itu, kabut abu-abu yang tipis juga ada di tanah, membuat kakinya sedikit tidak terlihat.


Berbagai bunga yang tumbuh di taman itu memiliki partikel cahaya kebiruan yang melayang di sekitarnya, membuatnya menjadi sumber penerangan alami yang juga memperindah taman.


Noelle sedikit penasaran dengan bunga itu, jadi dia berencana untuk memetik beberapa dan memeriksanya secara detail. Namun, saat ia melakukan itu, bunga yang sudah ia putuskan tangkainya tersebut dengan cepat mengering, kemudian melebur menjadi partikel cahaya yang kemudian menyatu dengan kabut abu-abu tipis yang ada di bawah.


Cryll yang melihat itu dari samping kau tidak kau bergumam, "Antara kau yang memang tidak disukai oleh tanaman, atau memang semua tanaman yang ada di sini hanyalah ilusi."


Sebenarnya, Cryll sendiri condong dengan jawaban yang pertama, tapi akal sehat dan logikanya yang berusaha bertahan dari absurditas ini segera menolak, lalu memilih jawaban kedua.


Di sisi lain, Norman sedang berjongkok, memeriksa tanaman itu tanpa harus mencabutnya. Meskipun itu sedikit merepotkan karena dia tidak bisa melihat bunganya secara jelas, ini tidak seperti dia memiliki pilihan lain.


" … Serius, aku mulai membenci ini."


Menyerah dalam penyelidikannya karena tidak menemukan apa pun, Norman hanya bisa menghela napas ringan saat dia bangkit dari posisi jongkoknya.


" "Aku sudah membenci ini sejak awal." "


Noelle dan Cryll secara bersamaan merespon sambil menunjukkan wajah lelah mereka.


Perjalanan melalui dunia roh itu tidak mempengaruhi fisik mereka, tapi kepala mereka mulai sakit dan terasa seperti akan pecah karena bisikan-bisikan yang terus bermunculan itu. Jadi, mereka sepakat untuk beristirahat di tempat ini sebentar.


(Antara tempat ini dengan yang sebelumnya, apakah saling berhubungan? Dungeon yang diciptakan dewa, makhluk luar, penyusup … Yang menyukai dongeng dan masa lalu … )


Meskipun terbiasa dengan rasa sakit, Noelle secara paksa menolak keinginan untuk mengucapkan nama kehormatan 'Dia' secara lengkap. Jika tidak, 'Dia' mungkin tidak akan senang dan secara acak memberikan serangan penghakiman pada Noelle.


Noelle dengan kekuatannya segera mengendalikan darahnya sendiri, dan menyebarkannya ke sekitar dalam bentuk lingkaran.


Setelah itu, dia mengeluarkan sebuah kursi malas dari penyimpanan spasialnya, dan dengan lesu menjatuhkan dirinya sendiri di sana.


"Hei, keluarkan untukku juga."


Cryll tidak diam, dan meminta Noelle mengeluarkan lebih banyak kursi malas, yang kemudian dengan santainya Noelle kabulkan.


Akhirnya, Noelle dan Cryll memilih untuk bersantai dan menenangkan pikiran mereka sejenak, sementara Norman terus berusaha menyelidiki tanpa terpengaruh dengan apa yang mereka berdua lakukan. Namun, dia berhati-hati untuk tidak mendekati garis darah yang Noelle buat, karena dia tahu kalau darah itu adalah garis pertahanan yang Noelle ciptakan untuk melindungi semua orang.


Norman hendak berdiri dan lanjut menyelidiki bagian lain, saat sebuah pintu ganda tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Eh? "


Norman terpaku sejenak saat dia melihat pintu itu. Bagian bingkainya memiliki banyak simbol dan tulisan misterius yang tidak dia ketahui artinya; dan saat daun pintu itu perlahan terbuka, seberkas cahaya yang menyilaukan dengan banyak bisikan mengerikan muncul dari baliknya.


Norman segera mengikuti instingnya dan melompat mundur, bersiap untuk semua serangan, sementara Noelle dan Cryll juga sudah bangkit dari posisi mereka dan siap menyerang kapan saja.


Namun, tak ada yang terjadi. Pintu itu terbuka, memiliki berbagai bisikan mengalir keluar darinya. Tapi, itu benar-benar terasa kosong, seolah tidak ada apa-apa di balik sana.


Norman dengan waspada mendekat, membuat Aligma di tangannya dalam posisi siap menyerang.


Saat dia akhirnya tepat berada di depan pintu itu, dia mengulurkan tangan, hendak menyentuh cahaya yang keluar dari sana. Namun, ketika dia melakukan itu, dia segera merasakan sesuatu yang keras dan berat baru saja menabraknya dengan kasar dan membuatnya terpental ke belakang.


Norman dengan hati-hati mengembalikan keseimbangannya, dan memperhatikan sosok yang datang dari pintu, yang awalnya ia duga sebagai musuh.


"Ini salahmu, seharusnya kau tidak mengambil koin emas aneh itu … Aku benar-benar berharap kau tidak melakukan hal yang bodoh lagi … Apa《Analyze》belum cukup untuk membuatmu pintar dalam memahami situasi? "


Suara yang penuh dengan kejengkelan segera muncul, dan itu datang dari sosok lain yang keluar dari pintu.


Tak lama kemudian, pintu tertutup, segera memblokir semua yang ada, lalu menghilang tanpa jejak seolah ditelan oleh kabut abu-abu itu.


"Kalian … Kaira?! Bahkan ada Rico … "


Norman yang sebelumnya mendengarkan suara yang tak asing di telinganya segera bergegas mendekat, dan menyambut mereka dengan senang.


Dua orang yang baru saja datang itu adalah salah satu kelompok yang terpencar dari semua orang; Rico dan Kaira.


"Norman … Kenapa kau ada di sini? "


"Aku bisa menanyakan hal yang sama denganmu … Apa yang terjadi padamu dan Rico? "


Kaira terkejut sejenak, tapi begitu ia melihat sosok Noelle dan Cryll yang juga datang menghampirinya, ekspresinya segera berubah.


Dia sudah menandai beberapa tebakannya yang benar, dan kini sedang membuat beberapa kesimpulan baru.


Sementara Kaira sedang sibuk bergekut di pikirannya, Rico segera bangkit dan menatap Norman dengan senang. "Aku tidak menduga kalau kita akan bertemu di sini! Ini luar biasa! Suatu kemajuan! Kupikir aku akan terjebak di tempat itu hanya dengan Kaira seorang … "


Secara diam-diam, Rico sudah membuat beberapa perkiraan mengerikan yang dimana dia harus hidup bersama Kaira seumur hidupnya. Hidup bersama seseorang sampai akhir hayat di sebuah tempat yang tidak diketahui, itu akan menjadi kisah yang indah, jika saja kedua tokoh pengisinya bukanlah dua orang remaja laki-laki dengan jiwa yang sudah berusia lebih dari 30 tahun.


Rico menggeleng, berusaha menghapus pikiran itu dari kepalanya. Dia pun melihat ke sekeliling, dan kembali menatap Norman.


"Ceritanya agak panjang. Dari yang kulihat, hanya ada kalian bertuga di sini, apa aku bisa berasumsi kalau kalian semua terpisah? "


Norman dengan muram mengangguk, mengkonfirmasi kecurigaan Rico dan Kaira.


Kaira telah selesai dengan dunianya, jadi dia segera kembali pada semua orang, dan memberikan beberapa pertanyaan.


"Di mana ini? Apa kalian sudah menemukan petunjuk untuk jalan keluar? "


Sebuah gelengan singkat datang dari Noelle. "Tidak. Sejujurnya, kami baru sampai di tempat ini beberapa saat sebelum kedatangan kalian, jadi kami belum menemukan petunjuk apa pun."


Jawaban itu membuat Rico dan Kaira secara kompak mengangguk dengan serius. Keduanya kemudian berdiskusi, lalu menjelaskan beberapa perkiraan mereka pada semua orang yang hadir.


"Kurasa kalian semua tahu ini, tapi kita dibawa ke dungeon oleh bajingan Terneth yang meminjam kekuatan dari yang tidak diketahui. Lalu, ada juga tentang bagaimana kita bisa terpisah … Kurasa itu ada kaitannya dengan seberapa jauh jarak kita dengan lingkaran sihir yang lain."


Kaira sendiri tidak tahu seberapa akurat dari jangkauan serangan itu, tapi dia akan berasumsi kalau jangkauannya adalah sampai dua atau lebih lingkaran sihir itu bersentuhan.


Dia ingat dengan jelas bagaimana lingkaran sihir itu bergerak mengikuti mereka ketika mereka bergerak selangkah, atau terlempar ke arah lain. Jika ada dua atau lebih lingkaran sihir saling bersentuhan, maka jelas kalau teleportasinya akan saling mempengaruhi satu sama lain.


Setelah saling menginformasikan perkiraan mereka, Norman kemudian bertanya tentang apa yang terjadi pada Rico dan Kaira hingga mereka berdua bisa sampai ke tempat ini.


Rico dan Kaira saling memandang sejenak, sebelum akhirnya tersenyum pahit. Dengan begitu, keduanya mulai bercerita.


Kaira menjelaskan, kalau dia dan Rico awalnya terkirim ke sebuah gua asing dengan topografi yang tidak jelas. Lalu mereka berdua menjelajahi sekitar, dan menemukan kalau mereka sedang berada di sebuah dungeon yang ada di bawah laut.


Usai menemukan kenyataan itu, keduanya sepakat untuk mejelajah lebih dalam, dengan harapan akan bertemu dengan setidaknya satu orang. Akhirnya, mereka tiba di ruangan yang dipenuhi dengan berbagai pintu. Mereka memasuki salah satunya, hanya untuk memasuki sarang lebah dengan sengat yang menyakitkan.


Mereka keluar dari sarang, dan memasuki pintu lainnya. Saat itu, mereka berhasil keluar dari tempat sebelumnya. Namun, itu tak membuat mereka benar-benar keluar. Keduanya terjebak di suatu tempat yang sangat luas, yang dipenuhi dengan berbagai patung raksasa, dan banyak harta seperti perhiasan dan koin emas kuno.


Dari kelihatannya, itu adalah ruang harta. Rico memungut salah satu koin emas yang ada di sana, dan menemukan kalau koin itu diisi dengan kalimat dalam bahasa Minerva kuno yang sudah ia pelajari.


Saat Noelle, Cryll, dan Norman mendengar cerita ini, ekspresi ketiganya langsung berubah.


Mereka menyadari kalau situasi yang dialami oleh Rico dan Kaira hampir serupa dengan mereka. Hanya saja, proses eksekusi dan penemuan jalan keluarnya berbeda.


Dari yang diceritakan Rico sebagai tambahan, kalimat yang ada di koin itu menyatakan; "Engkau yang merupakan penyusup dari dunia luar. Yang menyukai dongeng dan masa lalu."


Itu adalah nama kehormatan dari entitas yang berkemungkinan besar telah menciptakan dungeon ini. Noelle dengan keterkejutannya entah bagaimana berhasil menahan ekspresinya, dan menatap Rico dengan serius.


"Apa benar-benar hanya itu yang tertulis? Dari yang kami alami, kami harus menguraikannya, dan menemukan kalimat itu sendiri. Tapi … Kenapa kalimat itu bisa muncul di sebuah koin? "


Noelle mulai merasa kalau ini tidak adil. Dia harus memakan waktu lebih dari 20 menit, hanya untuk menemukan nama kehormatan itu, tapi Rico dan Kaira bisa menemukannya dengan cara memungut koin secara acak dari ruang harta. Itu terlalu tidak adil sehingga dia tiba-tiba memiliki keinginan untuk membotakkan sosok yang membuat dungeon ini.


"Sebenarnya … Kalimat itu ada di semua koin yang kami temukan," Rico melanjutkan.


Begitu mendengarnya, tidak hanya Noelle, tapi bahkan Cryll dan Norman juga kehilangan kehangatan di ekspresi mereka. Ketiganya menatap Rico dengan dingin, sementara Rico tidak memahami situasinya.


Kaira memperhatikan ini, dan menyela, "Baiklah, lupakan tentang masalah itu. Pada intinya, setelah Rico membaca kalimat yang ada di koin itu, sebuah gerbang roh muncul di hadapan kami."


Kelanjutan dari penjelasan Kaira itu sama seperti yang dialami oleh Noelle, Cryll, dan Norman. Mereka berdua tidak memiliki pilihan lain, dan langsung memasuki gerbang roh itu.


Dalam prosesnya, mereka tiba-tiba mendengarkan banyak bisikan yang jauh lebih kuat dari apa yang pernah mereka bayangkan.


Bisikannya tidak jelas, dan apa yang 'mereka' gumamkan juga sepertinya tidak terlalu berarti. Hanya saja, ini mengejutkan bagi mereka berdua, terutama bagi Rico yang belum pernah melakukan perjalanan dunia roh sebelumnya.


Detik kemudian, seolah tak memperhatikan masalah sebelumnya, Rico langsung memasang wajah serius.


"Kaira … Kita … Tadi mendengar banyak bisikan, 'kan? "


Pada saat ini, Kaira juga menyadarinya. Dia langsung meletakkan telapak tangannya di mulutnya sendiri dengan tidak percaya, lalu menatap tanah dengan linglung.


Dalam benaknya, ia mencaci maki dirinya sendiri, tentang mengapa dia tidak pernah menyadari ini sebelumnya.


Gejala yang pernah Werli ceritakan padanya, hampir identik dengan apa yang terjadi saat dia melintasi gerbang roh!


Sekarang dia menemukan masalahnya. Werli mengatakan kalau dia selalu mendengar bisikan itu tanpa mengenal waktu. Yang artinya, dia bisa terhubung dengan dunia roh kapan saja! Ini adalah penemuan baru bagi Kaira!


Namun, di sisi lain, Kaira juga merasa bingung. Kenapa dia tidak menyadari ini sebelumnya? Kenapa dia tidak pernah menghubungkan masalah antara bisikan yang didengar Werli, dengan bisikan yang selalu dia dengar saat melintasi dunia roh? Pertanyaan itu berputar di kepalanya, tanpa ada jawaban yang bisa memuaskannya.


Noelle, Cryll, dan Norman merasakan sesuatu yang salah saat melihat mereka berdua terdiam, dan kemudian Norman berinisiatif untuk menanyakan situasi mereka. Namun, Kaira dengan wajah pucatnya menoleh pada Rico, yang memiliki ekspresi mati dan wajah yang lebih pucat darinya.


"Sebenarnya … Apa yang baru saja kita temukan … "


Keduanya hampir gila karena menemukan kebenaran yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


...****************...