[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 99: Ingatan yang berharga



...****************...


"Ughh … "


Ia perlahan membuka matanya dan langsung meringis kesakitan. Sensasi menyengat dan nyeri yang sangat menyakitkan masih terasa di sekujur tubuhnya.


Ia berusaha menenangkan kepalanya dengan menahan rasa sakit itu, dan melihat sekitarnya.


Ruangan yang tak ia kenal. Tempat itu penuh dengan rak buku yang diisi penuh oleh buku dengan berbagai ukuran.


Meskipun penataannya kurang dan terlihat seperti diletakkan secara sembarangan, semua buku itu dikelompokkan ke masing-masing tema sesuai dengan yang dibawakan.


Ia tertidur di sebuah ranjang kecil yang cukup empuk, ia yakin kalau harganya cukup mahal.


Melihat ke sekeliling, ia tak menemukan siapapun, kecuali seekor serigala hitam berukuran sedang yang sedang menatapnya dari lantai.


Detik berikutnya, serigala itu langsung berdiri dengan empat kakinya, lalu berjalan pergi meninggalkannya yang masih terbaring di ranjang.


Ia bingung dengan semua itu. Namun, ia memutuskan untuk berdiri dan mengikuti ke mana serigala itu pergi.


Saat ia mencoba berdiri, rasa sakit yang luar biasa langsung menyerang sekujur tubuhnya. Nyeri di kepala yang belum menghilang sejak ia bangun masih ada dan membuatnya semakin sulit berjalan.


Meskipun begitu, ia tetap memaksakan tubuhnya untuk bergerak dengan menggunakan semua rak buku di sekitarnya sebagai pegangan.


Tak lama setelah ia mengikuti serigala itu, ia akhirnya sampai di pusat ruangan. Tempat itu memiliki bentuk lingkaran yang dikelilingi oleh puluhan rak buku yang berjejeran, membuatnya menjadi seperti tempat yang terpencil.


"Hmm? Ahh, kau sudah bangun, ya? "


Di tengah ruangan itu, seorang laki-laki yang tampak pada usia remaja sedang duduk di lantai dengan memegang sebuah buku tebal yang sudah cukup usang. Di sekelilingnya, ada tumpukan buku lain yang memiliki ketebalan yang tak masuk akal sehingga orang yang tidak begitu menyukai membaca akan merasa mual melihatnya.


Laki-laki itu memiliki ciri fisik yang sangat khas dengan rambut putih dan mata kelabu, serta kulit pucat yang membuat penampilannya menjadi sedikit menyeramkan.


"Kau … Yang kemarin, ya … "


"Ohh? Kau mengingatku? Terima kasih, melihat bagaimana kau bahkan tidak bisa mengingat Charl, aku sudah menyiapkan diri untuk tidak diingat olehmu," kata laki-laki itu sambil tersenyum.


Laki-laki itu kemudian menutup bukunya dan berdiri, lalu pergi ke sebuah rak yang berisi banyak sekali buku tentang sejarah peperangan yang terjadi 700 tahun yang lalu.


"Kau mungkin kebingungan untuk apa yang terjadi sekarang, tapi kau harus tenang untuk sekarang. Kau tidak mau mati lagi, 'kan? Harold."


Laki-laki itu, Noelle tersenyum padanya. Meskipun begitu, senyumnya terasa sangat tak bernyawa. Benar-benar senyum yang kosong.


Dia, Harold tidak menjawab apa pun yang dikatakan Noelle, ia hanya diam dan mewaspadai semua gerakan yang dilakukan di sekitarnya.


"Seharusnya aku membiarkanmu mati saat kau menerima serangan Charl, tapi kurasa kau akan sangat berguna sehingga aku harus merombak sebagian besar rencanaku untuk sekarang," ucap Noelle sambil menghela napas lelah.


Meskipun ia menyelamatkan Harold dari kematian, bukan berarti ia melakukannya dengan sepenuh hati. Menyelamatkan Harold sama artinya dengan mengkhianati Charlotte yang sudah cukup mempercayainya.


Itu cukup merepotkan sehingga ia harus mengubah sebagian besar rencananya untuk memperkuat kepercayaan Charlotte padanya.


Tidak begitu mengerti dengan situasinya, Harold bertanya, "Apa yang kau inginkan dariku? "


"Informasi. Aku menginginkan informasi," jawab Noelle sambil mengambil salah satu buku di rak.


Buku itu memiliki judul 'Perjalanan Pahlawan' yang tampaknya menjadi buku dongeng yang akan disukai anak-anak.


Mendengar apa yang Noelle inginkan, Harold hanya memiringkan kepalanya dengan bingung, ia bahkan tidak repot-repot menyembunyikan ekspresi jengkel di wajahnya.


Melihat itu, Noelle hanya tersenyum ringan dan membuka buku yang ia pegang.


"Aku sangat yakin kalau kau sudah menjelajah ke banyak tempat di dunia ini. Karena itu, aku ingin semua informasi yang kau miliki. Selain itu, kau menggumamkan beberapa hal yang menarik saat kau tidur tadi."


Kali ini kedua ujung alis Harold bertemu.


Ia tidak tahu apa yang terjadi saat ia kehilangan kesadarannya, tapi jika itu yang dikatakan Noelle, maka ia harus memastikannya.


"Kau beberapa kali menyebut 'putri', 'maaf', 'ayah', dan 'Chloe'. Aku ingin tahu apa maksud di balik semua itu."


Harold terdiam sejenak. Ia mengerutkan keningnya dan menjawab Noelle dengan ragu.


"Aku sama sekali tidak tahu apa pun tentang itu. Kurasa itu adalah sesuatu yang datang dari mimpiku, tapi … Aku sama sekali tidak mengingatnya."


Ini memang selalu terjadi. Ia selalu memimpikan hal yang sama. Namun, ia selalu tidak mengingat apa pun yang terjadi di mimpi itu saat ia bangun, lalu ingatannya akan kembali saat ia memimpikan itu lagi.


Ingatannya akan tersegel saat ia bangun, lalu akan terbuka lagi di dalam mimpinya.


Perputaran yang menjengkelkan ini terus menyiksanya tanpa henti. Bahkan ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menghentikan perputaran itu.


"Hmm … Segel ingatan, ya … Apa itu karena ulah pihak ke-tiga? Atau sesuatu yang memang terjadi secara alami? "


Harold tidak tahu bagaimana cara menjawabnya. Selain ingatan mimpinya, ia bahkan tidak mengetahui apa pun tentang siapa dirinya, masa lalunya, bagaimana caranya tumbuh, siapa orangtuanya, dan semua hal lain yang terkait dengan masa lalunya.


Ia tidak mengetahui apa pun. Saat ia sadar, ia sudah hidup di dalam dunia kotor yang dipenuhi dengan genangan darah dan dosa.


Noelle yang mendengar pengakuannya itu tidak menghapus senyumnya dan mulai bergumam sendiri.


"Kehilangan ingatan, ya … Ini akan merepotkan … "


"Yahh, apa pun itu. Aku akan menunggu sampai saat kau mengingat semuanya lagi. Untuk saat ini … Apa kau tahu sesuatu tentang Abyss Clanman atau Kekaisaran El-Gustavia? Aku menanyakan ini karena kau tampaknya memiliki keterikatan khusus dengan salah satu anggota kelompokku."


Noelle sudah mencurigai ini sejak saat Harold melindungi Chloe dari serangan Charlotte dengan tubuhnya. Namun, ia sama sekali tidak dapat menemukan jawaban yang pasti akan hal itu.


Begitu Harold mendengar dua nama yang disebutkan Noelle, matanya langsung melebar dengan terkejut dan wajahnya menampilkan ekspresi yang tak dapat dijelaskan dengan tepat.


Dia mulai bergumam dengan tidak jelas.


"Aku … Aku tidak … Apa itu? Aku … Tidak ingat apa pun … "


Rasa gelisah yang sangat tidak nyaman mulai menguasai tubuhnya begitu dua nama itu disebutkan.


Anehnya, kedua nama itu memberinya rasa déjà vu yang luar biasa.


(Ini akan merepotkan … )


Noelle menghela napas pasrah dan menggaruk belakang kepalanya.


Kelihatannya Harold sama sekali tidak berbohong tentang dirinya yang tidak memiliki kenangan.


Yang artinya, akan memakan waktu yang lebih lama lagi untuk ia bisa menemukan informasi tentang kejelasan identitas Chloe.


"Yahh, laungkan waktumu untuk mengingat itu. Aku akan melepaskanmu untuk sekarang. Ahh, asal kau tahu, meskipun aku melepaskanmu, kau tidak akan bisa berbuat sesuatu yang membahayakan baik aku atau pun orang-orang di dekatku."


Noelle kemudian mengayunkan jarinya, dan membuat Harold seketika langsung berganti posisi menjadi duduk di lantai.


Harold yang posisinya tiba-tiba berubah tidak bisa menahan diri dari membuat wajah terkejut. Ia mencoba untuk berdiri dengan menggerakkan tubuhnya secara paksa. Namun, sebuah tarikan yang sangat kuat mencegahnya untuk berdiri. Seolah, tubuhnya telah menolak untuk mematuhi pikirannya.


"Seperti yang kamu lihat, tubuhmu sudah sepenuhnya tunduk padaku. Aku bisa melakukan apa pun yang kuinginkan jika kau melanggar perintahku," ucap Noelle sambil tersenyum.


Harold tidak tahu ini, tapi sebenarnya Noelle sudah merubahnya menjadi vampir secara paksa dengan darahnya.


Alasan Noelle mengubahnya menjadi vampir tentu saja karena ia ingin memiliki dan sepenuhnya mengendalikan bidak kuat seperti Harold.


Setelah semua yang terjadi pada saat pemberontakan Terneth, Noelle telah memprediksi bahwa dirinya akan terlihat dengan masalah lain yang lebih besar suatu saat nanti. Karena itu, tidak ada salahnya jika ia meningkatkan kekuatan yang ia miliki.


Kini Harold telah menjadi salah satu kekuatannya, itu seharusnya cukup untuk setidaknya menahan beberapa masalah di masa depan.


"Sekarang, aku akan pergi dulu. Kau pulihkan dulu tubuhmu, lalu keluar dengan masuk ke dalam kolam itu," ucap Noelle sambil menunjuk suatu kolam air yang ada di ujung pandangannya.


Setelah mengatakan itu, ia langsung menghilang meninggalkan Harold sendirian.


Begitu ia keluar dari《Reign》, wajah Noelle langsung menunjukkan ekspresi terkejut, lalu mendecakkan lidahnya.


"Seharusnya aku menanyakan tentang [Red Eagle] atau apa pun itu padanya … "


"Yahh, itu bisa dilakukan nanti," ucapnya sambil mengangkat bahu.


...****************...


Dua hari telah berlalu sejak penyerangan pemberontakan yang dilakukan Terneth.


Suasana di dalam kota masih belum begitu baik. Namun, setidaknya proses rekonstruksi sudah dimulai dan diprediksi akan selesai dalam beberapa bulan.


Total kerusakan yang diterima kota Eisen sama sekali tidak kecil. Berbagai bangunan penting yang menjadi jantung operasional kota telah hancur sepenuhnya, dan beberapa berkas seperti dokumen penting yang ada di dalamnya juga ikut hancur bersama bangunan-bangunan lain.


Para penduduk tetap yang berjumlah lebih dari 200.000 orang itu pun terpaksa tinggal di area penampungan yang telah disediakan dalam keadaan darurat. Tak sedikit juga warga yang memutuskan untuk meninggalkan kota dan menumpang di rumah keluarga mereka yang ada di desa atau kota terdekat.


Karena semua proses rekonstruksi yang sedang berlangsung, semua orang di kota menjadi sangat sibuk untuk membantu pembangunan.


Noelle yakin kalau Earl juga sedang terbaring sekarat di meja kerjanya karena pekerjaan yang terus berdatangan tanpa henti sejak kemarin, sementara asistennya justru mengambil cuti di saat kritis untuk liburan karena panggilan dari orangtuanya.


Sistem perairan kanal sudah hampir selesai diperbaiki. Jika itu telah diperbaiki sepenuhnya, maka perbaikan lebih lanjut dapat dilakukan.


Dalam momen ini, Noelle memutuskan untuk mengambil istirahat beberapa hari bersama anggota kelompoknya, sedangkan Norman dan yang lain ikut membantu pekerjaan ringan sebagai sukarelawan.


Meskipun ia mengambil istirahat, ia masih harus melakukan beberapa hal penting lain. Seperti menjelaskan pada Cryll dan yang lain tentang kondisi mereka yang dibocorkan begitu saja oleh wanita bernama Lucia.


Dan semenjak Charlotte berhasil ditenangkan oleh《Malaikat Pelindung Metatron》, ia telah kehilangan kesadarannya dan masih belum bangun sampai saat ini dan sedang dirawat oleh Olivia, Chloe, dan Stella.


Untungnya, saat itu Noelle berhasil membuat scenario palsu yang di mana Harold berpura-pura melarikan diri, walaupun sebenarnya ia memasukkan Harold ke dalam《Reign》.


Noelle berjalan memasuki rumah yang ia keluarkan untuk menjadi tempat tinggal sementara kelompoknya.


Karena penginapan tempatnya menginap sebelumnya telah hancur karena diinjak oleh sage mantis, Noelle hanya bisa menggunakan rumah darurat yang telah ia sediakan sejak lama.


Begitu ia memasuki kamarnya, ia langsung melepas mantel yang menutupi tubuhnya dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian santai, lalu menenggelamkan dirinya sendiri di ranjang yang empuk.


" … Ini melelahkan."


Meskipun ia tidak banyak melakukan tindakan fisik untuk membantu rekonstruksi kota, entah mengapa ia merasa kalau tubuhnya sangat berat. Satu-satunya bantuan yang ia berikan pada kota hanyalah pembuatan fasilitas layanan darurat publik.


Ia memperbaiki posisinya di ranjang dan memeluk bantal dengan erat, membiarkan kelembutan kasur itu perlahan membawa kesadarannya pergi.


...****************...


Matanya seketika terbutakan. Dalam sekejap, dunia di matanya langsung mengubah warnanya. Warna yang begitu menyilaukan dan menyakitkan untuk matanya.


Langit yang sepenuhnya merah, tanpa awan, tanpa burung dan apa pun yang biasa menghiasi langit yang dia ingat. Semuanya merah cerah. Tanah tempat ia berpijak hanya berupa tumpukan bunga halus berwarna putih murni tanpa noda.


Hanya dua warna itu. Dua warna yang sangat kontras, membakar langsung ke dalam retinanya.


Matanya mulai terasa perih karena melihat pemandangan itu terus menerus. Ia menggosok matanya guna untuk mengurangi dampak. Namun, darah terus menetes dari ujung matanya.


Aroma menyengat dari besi berkarat mulai memenuhi dirinya, membuatnya merasakan mual yang mengerikan.


Panas yang menyengat mulai membakar kulitnya dan seketika menguapkan butiran keringat yang mengalir secara bebas di seluruh tubuhnya.


Rasa mual itu terus menyiksa dirinya dan membuatnya berteriak kencang. Namun, suara sama sekali tak keluar dari mulutnya, seberapa keras pun ia berteriak. Seolah, suaranya telah diredam oleh kesunyian mutlak.


Di tengah itu semua, sebuah suara nyaring tiba-tiba memasuki telinganya yang mulai sensitif.


"Lama tidak bertemu."


Itu suara seorang gadis. Namun, itu terdengar begitu serak dan terdistorsi, seolah suara itu datang dari sebuah radio yang rusak.


Ia memaksakan tenggorokannya untuk mengucapkan sepatah kata yang ingin ia ucapkan. Darah mulai mengalir deras dari bibirnya, bersamaan dengan suaranya yang sangat pelan.


"Siapa … "


...****************...