[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 228: Cryll's Decision (2)



...****************...


Aku tidak tahu apa pun.


Aku selalu berpikir kalau aku sudah mengetahui banyak hal. Aku sudah memiliki banyak pengalaman. Namun, pada kenyataannya, aku masih tidak tahu apa pun.


Semua kenyamanan yang kurasakan saat ini, adalah berkah dari ketidaktahuanku terhadap keadaan di sekitarku. Seharusnya aku bersyukur untuk itu.


Tapi, seperti yang diharapkan. Aku tetap tidak bisa diam ketika ada sesuatu yang mengusikku.


Setelah dipikir-pikir … Sejak kapan hidupku mulai berubah? Apakah saat aku diusir dari keluargaku karena tidak memiliki bakat? Apa saat aku membawa pergi Sword Geist, dan bertemu dengan guruku? Atau saat … Aku bertemu Noelle?


Sekarang aku memikirkannya. Banyak keanehan mulai terjadi padaku semenjak aku bertemu dengan Noelle.


Aku mulai sering memimpikan sesuatu yang tidak jelas sejak aku bertemu dengannya. Mimpi itu, adalah mimpi yang bahkan aku sendiri tidak bisa mengingatnya.


Noelle, dan Nona Olivia … Mereka juga sering mendapatkannya baru-baru ini. Apa itu kebetulan? Tidak, aku yakin tidak begitu.


Aku juga yakin, kalau Noelle telah memikirkan sesuatu tentang ini. Apa itu ada hubungannya dengan alasan mengapa ia pergi? Bagaimanapun … Itu tidak begitu penting untuk saat ini.


Satu hal yang harus kupikirkan, adalah apa yang akan kulakukan selanjutnya.


Aku sudah memikirkan berbagai ide, tapi tidak satu pun bisa kulakukan untuk mencapai tujuanku.


Bagaimanapun, aku lemah. Aku benci mengakuinya, tapi aku ini lemah. Aku juga tidak pintar. Pengetahuanku benar-benar terbatas.


Jika dibandingkan dengan Noelle, aku mungkin akan terlihat seperti monyet yang berusaha memahami setiap perkataannya.


Tapi, tetap saja. Aku masih punya harga diriku. Aku tidak bisa diam ketika semua orang memahaminya, tapi aku tidak.


Apa ini rasa cemburu dari suatu persaingan? Mungkin begitu. Aku menjadikan Noelle sebagai tolak ukur, tapi mungkin itu adalah standar yang terlalu tinggi.


Aku tidak menyukainya, tapi aku juga tidak membencinya. Sejujurnya, aku mengagumi laki-laki itu.


Karena itulah, melihat bagaimana dia dengan mudah meninggalkan sesuatu yang sangat berharga baginya, sesuatu yang baginya jauh lebih berharga dari nyawanya sendiri … Membuatku sakit.


Dia pasti punya alasan, suatu alasan yang tidak aku, kami ketahui.


Aku sudah memikirkan banyak hal, tapi semua ide yang terpikirkan olehku adalah ide yang tidak berguna.


Ada satu pilihan bagus yang kumiliki, tapi entah mengapa aku tidak bisa memilihnya.


Ini karena mimpi itu.


Karena mimpi itulah aku mulai mempertimbangkan kembali semua pilihanku.


'Keputusan terbaik kadang datang dari keputusan terburuk'.


Hanya sebuah kalimat yang sederhana, tapi sudah cukup untuk mengguncang diriku. Karena kata-kata itulah aku mulai mempertimbangkan kembali semua pilihan yang kubuat.


Akhirnya, aku menemukannya. Keputusan terburuk yang berhasil kupikirkan.


Aku akan pergi mencarinya.


Ini adalah pilihan terburuk yang berhasil kupikirkan. Memiliki banyak resiko, dan aku bisa mati kapan saja karenanya.


Aku tahu, kalau Noelle tidak mungkin akan tiba-tiba pergi seperti itu. Dia pasti memiliki alasan, sebuah alasan yang sangat kuat, sangat kuat sehingga cukup untuk membuatnya mengambil pilihan untuk meninggalkan sesuatu yang sangat berharga baginya.


Aku tidak bisa memikirkan apa pun untuk ini, tapi aku berhasil menebak beberapa.


Mungkin itu karena keberadaan musuh. Lagi pula, Noelle sangat agresif saat berhadapan dengan musuh-musuhnya. Dia juga memiliki banyak musuh, jauh lebih banyak dari yang bisa kubayangkan.


Mempertimbangkan identitasnya sebagai anggota organisasi misterius bernama Asterisk itu, aku tidak akan heran jika Noelle memiliki selusin musuh yang sangat kuat.


Aku membuang pikiran kalau Noelle sengaja pergi karena bosan. Karena, Noelle tidak akan pernah melakukan itu. Dia adalah orang yang bertanggung jawab, jadi dia tidak akan lari dari tanggung jawabnya.


Yang menjadi masalah, bagaimana aku bisa menemukannya? Dia menghilang tanpa jejak apa pun. Aku tidak akan bisa mengikutinya.


Pada saat itu juga, aku langsung menemukan jawabannya.


Aku bisa menelusuri kembali jalan kami sebelum dia pergi.


Itu benar … Aku bisa pergi ke dungeon itu sebagai percobaan, dan melihat apa aku akan terkirim ke tempat berkabut itu lagi.


Ini adalah keputusan yang menurutku gila. Tidak seperti sebelumnya, aku akan sendirian.


Tidak ada rekan yang bisa diandalkan seperti Noelle atau Norman. Tidak ada bantuan kekuatan, dan tidak ada bantuan kecerdasan.


Aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri.


Inilah keputusanku. Aku harus menguatkan diriku, karena aku juga akan meninggalkan semua orang.


Pada akhirnya, aku juga akan meninggalkan orang yang sangat berharga bagiku.


Noelle … Apa ini yang kau rasakan?


...****************...


"Itu terlalu mendadak … "


Setelah keheningan yang cukup panjang, akhirnya ada kata yang diucapkan oleh Stella.


Dia menundukkan kepalanya, dan meremas kedua tangannya sendiri seolah sedang geram akan sesuatu.


Sementara itu, Cryll, dia hanya berdiri di tempatnya tanpa melakukan apa pun selain melihat.


"Apa … Kamu benar-benar akan melakukan itu? "


" … "


Cryll tetap tidak menjawab, melainkan hanya mengangguk kecil sambil terus menatap Stella. Jika dia memalingkan pandangannya sedikit saja, maka dia pasti akan goyah. Karena itu, Cryll akan terus menatap Stella, sampai Stella merelakannya.


Mencari Noelle, atau tetap bersama Stella. Jika dalam situasi normal Cryll dihadapkan pada dua pilihan itu, maka sudah pasti dia akan mengambil pilihan ke-dua. Namun, situasinya berbeda sekarang.


Mencari Noelle bisa berarti hidup dan mati, sedangkan jika dia terus bersama Stella, perasaan aneh itu akan terus mengganggunya sampai seumur hidup.


Jelas saja, sosok yang sering muncul dalam mimpinya tidak akan membiarkan Cryll untuk tetap diam. 'Dia' pasti akan mendorong Cryll untuk membuat sebuah keputusan.


Sangat tidak menyenangkan untuk dikendalikan seseorang, tapi bukan berarti dia bisa menolak. Lagi pula, sejak awal dia juga penasaran dengan alasan di balik kepergian Noelle.


"Itu … Keputusan yang gila … Kamu tahu itu, 'kan? "


Suara Stella bergetar, tapi dia berusaha untuk mengeraskan ekspresinya.


Cryll tetap tidak menjawab. Dia tahu kalau keputusan yang dia buat kali ini adalah keputusan tergila yang pernah ia ambil dalam hidupnya.


Tidak seperti saat dia meninggalkan keluarganya, ini adalah hal yang sangat berbeda.


Jika saat itu Cryll adalah seorang bocah polos yang tidak memiliki apa pun selain keberuntungan, maka dirinya yang saat ini masihlah orang yang sama, namun menghadapi tingkat kesulitan yang berbeda.


" … Aku tahu itu."


Setelah jeda yang cukup panjang, akhirnya ada balasan yang keluar dari Cryll.


Dia menunduk sedikit, menatap lantai, dan tersenyum tipis.


"Aku tahu betapa gilanya keputusan yang kubuat. Tapi, bukan berarti aku bisa diam saja, 'kan? "


(Mungkin … Tanpa aku sadari, aku telah terlibat cukup dalam dengannya. Jauh lebih dalam dari yang kuharapkan … Hehe, kurasa aku telah melanggar aturanku sendiri … )


Cryll ingat dengan dirinya yang dulu berpikir untuk tidak terlalu terlibat dengan Noelle. Sekarang, dia hanya bisa menertawakan masa lalunya itu sambil memikirkan banyak hal yang telah ia lewati dengan Noelle.


"Meskipun begitu—"


—Tidak ada alasan bagi Cryll untuk melakukan semua itu; adalah apa yang ingin dikatakan oleh Stella. Namun, kata-katanya berhenti di tengah jalan karena merasakan keberadaan tangan Cryll yang menepuk kepalanya.


"Tolong jangan terlalu khawatir. Aku melakukan ini atas keinginanku sendiri. Selain itu … Aku tidak akan menjadi seperti si bodoh itu. Aku akan mengirimkan kabar setidaknya satu atau dua kali selama sebulan. Tentu saja, aku mungkin tidak akan mengirimkan surat jika aku berada dalam situasi yang tidak memungkinkan."


Sebenarnya, semua ini akan mudah jika dia dan Stella menjadi vampir. Dengan begitu, keduanya akan mendapatkan kehidupan yang abadi, dan mereka juga bisa membentuk koneksi yang hampir mutlak dengan《Oath of Blood》.


'Masih nyaman menjadi manusia', mungkin alasan yang terdengar konyol, tapi itu memiliki arti yang jauh lebih dalam dari yang terdengar.


Selain itu, Cryll juga tidak mau mengambil kekuatan itu begitu saja. Karena jika dia melakukan itu, dia akan merasa kalau niatnya untuk mencari Noelle hanya setengah-setengah.


(Kekuatan yang besar datang bersama dengan tanggung jawab yang besar, ya … )


Mengutip kalimat dari seorang paman tertentu, Cryll kemudian tersenyum masam.


"Hanya dua kali dalam sebulan? Bukankah kamu terlalu pelit? "


Setelah waktu yang cukup panjang, Stella akhirnya tenang. Dia mulai menerima semua yang Cryll katakan, dan membalas kata-kata Cryll dengan senyum tipis.


"Aku akan berada di dungeon untuk waktu yang tidak kuketahui, jadi mengirim selembar surat saja sudah cukup sulit … "


Untungnya Cryll sempat mempelajari cara untuk melakukan kontrak familiar. Sebelum benar-benar pergi, dia akan menjinakkan setidaknya satu hewan untuk dijadikan sebagai pengantar surat.


Tentu saja, dia juga akan menambahkan Stella ke dalam daftar kepemilikan. Dengan begitu, familiar bisa berteleportasi bolak-balik antara lokasi mereka berdua.


Untuk monster yang akan dia jinakkan … Dia sudah memiliki calonnya. Dia hanya perlu pergi dan menaklukkan makhluk itu.


" … Sebenarnya … Ada banyak yang ingin kukatakan. Tapi … Itu terlalu banyak sampai aku sendiri bingung harus mengatakan yang mana … "


Stella tersenyum sedih sambil memejamkan matanya. "Tapi," Stella melanjutkan, "Tolong berhati-hatilah."


Cryll terdiam sejenak, tidak tahu harus menjawab apa. Dia hanya terus menatap Stella dalam keheningan, sebelum akhirnya tersenyum lembut.


"Apa itu perintah? "


"Ya," jawab Stella tanpa mengalihkan pandangannya.


"Kalau begitu … "


Mengambil napas sejenak, Cryll kemudian berjongkok. Dengan posisi itu, dia menatap Stella yang masih duduk di kursinya.


"Perintah diterima," ucap Cryll sambil membawa tangan Stella ke bibirnya sendiri. Dia mencium tangan itu, lalu menempelkannya di dahi untuk beberapa waktu.


...****************...


"Kurasa persiapan sudah selesai … "


Hanya satu hari setelah semua itu, Cryll akhirnya menyelesaikan semua persiapannya.


Dia sudah memiliki familiar, yang ia taklukkan langsung bersama Stella. Familiar miliknya adalah seekor monster tipe burung berukuran sedang yang mirip dengan elang. Monster itu adalah jenis monster yang hidup sendiri, dan sangat teritorial.


Untuk klasifikasi rank-nya sendiri, dia cukup lemah. Hanya memiliki rank-D, tapi itu sudah cukup mengingat Cryll hanya membutuhkan hewan pengantar pesan.


Yang mengejutkan, monster itu bisa merubah ukurannya menjadi tiga kali lebih besar dari ukuran semula, yang kemudian akan merubah tingkat bahayanya menjadi C. Tentu saja, dia tidak bisa terus menerus merubah ukurannya. Dia adalah familiar milik Cryll sekarang, jadi mana yang dibutuhkan untuk transformasi itu akan dikuras langsung darinya.


Cryll memeriksa catatannya kembali, dan memastikan kalau itu semua sudah memiliki satu centang. Dia kemudian melihat pada pelindung lengan yang dipasangkan di lengan kirinya.


"Benda yang sangat berguna. Aku harap Noelle membuatkan ini untukku lebih awal."


Itu adalah alat sihir dengan kemampuan gudang spasial, yang diciptakan secara langsung oleh Olivia.


Setelah Olivia memberikan itu, dia tidak pernah keluar dari kamarnya lagi. Dia hanya berdiam diri dan membusuk di kamarnya, membiarkan es tebal melapisi semua dinding, pintu, jendela, dan langit-langit.


Cryll juga memakai jubah yang Chloe buatkan untuknya. Jubah yang dibuatkan Chloe itu memiliki kemampuan penyembunyian yang kuat. Efeknya akan semakin baik seiring dengan menebalnya bayangan si pengguna.


Cryll bisa melemparkan sihir cahaya untuk menebalkan bayangannya, dan dengan jubah itu, monster yang hanya menggunakan deteksi visual untuk menemukan musuh akan langsung kehilangan pandangannya dari Cryll.


Perlengkapan lain yang ia gunakan secara langsung, adalah Sword Geist.


Senjata bintang itu sedang dalam bentuk lempengan yang melayang di balik jubahnya, dan bisa berubah menjadi kerangka manusia kapan saja.


Meskipun kekuatannya tidak akan terlalu berguna di bawah tanah, Cryll masih bisa menggunakan dua pedang itu sebagai senjata, karena pada dasarnya senjata bintang tidak akan bisa dihancurkan, dan akan memperbaiki dirinya sendiri.


Sebuah pedang panjang juga terlihat menggantung di pinggangnya. Itu adalah senjata yang akan Cryll gunakan untuk sebagian besar waktu di permukaan.


Dia juga menyiapkan beberapa senjata cadangan di gudang spasial miliknya, tapi itu bukanlah sesuatu yang penting untuk dibahas.


Waktu saat ini masih terlalu pagi, dan Cryll adalah satu-satunya orang di halaman belakang rumah.


Dia memutuskan untuk segera pergi, tanpa memberikan salam pada Stella. Karena, jika dia melakukan itu, niatnya pasti akan goyah.


Cryll berbalik sejenak, melihat rumah itu dengan tatapan yang mengandung banyak emosi, emosi yang sulit untuk dijelaskan.


"Apa kau akan segera pergi? "


Saat dia sedang melakukan salam perpisahan yang sederhana, suara seorang gadis muncul dari arah diagonal di depannya. Itu adalah Chloe.


Rambut hitamnya yang panjang terlihat hampir menyentuh lantai, dan tubuhnya yang terbilang kecil justru memancarkan aura kedewasaan yang jelas saat berhadapan dengan Cryll.


"Aku pikir aku yang pertama bangun."


Cryll tersenyum masam dan menoleh pada Chloe.


Chloe membalas dengan sebuah senyum sinis, sebuah senyum yang bahkan mengejutkan Cryll.


"Kau terlalu meremehkan vampir. Aku ini makhluk yang tidak perlu tidur. Mungkin aku kehilangan semua ingatanku, tapi perlahan aku mulai membangkitkan beberapa pengalaman dan pemikiran yang tidak kumiliki sebelumnya."


"Dan dirimu yang sekarang adalah hasil dari semua itu, ya … "


"Yahh, untungnya semua itu berasimilasi dengan baik."


Dibandingkan Chloe yang ia ketahui, Chloe yang ada di hadapannya sekarang jelas seperti orang yang berbeda.


"Kurasa Noelle akan bangga padamu. Baiklah, apa ada yang ingin kamu katakan? Kamu sudah repot-repot datang ke sini, jadi kurasa tidak mungkin kamu hanya akan melihat, 'kan? "


Chloe mengangguk, kemudian maju beberapa langkah. Dia kini hanya berdiri beberapa langkah di hadapan Cryll.


Kemudian, pergerakan yang paling tidak Cryll duga akhirnya muncul.


Chloe benar-benar membungkukkan punggungnya pada Cryll, sementara Cryll hanya terkejut dan bingung harus menanggapinya dengan apa.


Tanpa menunggu reaksi dari Cryll, Chloe telah lebih dulu berbicara.


"Tolong, selamatkan Tuan."


Suaranya bergetar, tapi dia berusaha menahannya dengan mengepalkan kedua tangannya sendiri.


Pada saat ini, Cryll tidak tahu harus menjawab dengan apa.


Dia sadar, kalau Chloe mungkin telah menyembunyikan sebagian besar perasaannya saat ini.


Bagi gadis kecil ini, Noelle mungkin menjadi satu-satunya sosok yang terus dia harapkan untuk muncul.


Cryll tahu bagaimana Noelle menemukan Chloe. Namun, pengetahuannya hanya sebatas pada Noelle yang merebut Chloe dari para pedagang budak. Dia tidak tahu apa pun tentang Kekaisaran El-Gustavia, dan dia juga tidak tahu apa pun tentang Abyss Clanman.


Cryll berpikir, kalau Chloe mungkin sudah sangat bergantung pada Noelle.


Seorang gadis yang kehilangan semua ingatannya. Tentu saja dia akan menempel pada sosok pertama yang menyelamatkannya.


Pikiran Cryll dipenuhi dengan berbagai macam hal, tapi ia masih sempat memberikan jawaban.


"Memang itu niatku."


Cryll tidak mengatakan apa pun lagi. Dia kemudian berjalan, melewati Chloe yang masih membungkuk, lalu menutup kepalanya dengan tudung jubah hitam yang dia gunakan.


"Kurasa inilah saatnya."


Pada hari ini, Cryll resmi memulai perjalanan panjangnya.


Tujuan pertama: pulau misterius yang menjadi tempat di mana dia ditahan oleh para pasukan pemberontak.


...****************...