![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Begitu Noelle kembali ke titik kumpul, dia segera melihat tiga tenda kecil yang telah didirikan dengan kuat, mengelilingi sebuah perapian yang siap untuk dinyalakan kapan saja.
Tak jauh dari perapian itu, tumpukan kayu kering bersama dengan dedaunan yang sudah mati terlihat telah diikat dengan kuat menggunakan sulur pohon.
Menunggunya, Cryll dan Norman sedang duduk di tempat duduk yang sebenarnya hanya gelondongan kayu biasa tanpa ada karakteristik khusus.
"Aku kembali … Hei, Cryll. Ini giliranmu."
Noelle segera mengangkat suaranya dan menghancurkan keheningan itu dalam seketika. Cryll menoleh, dan menatapnya dengan ekspresi aneh yang tidak bisa Noelle mengerti.
"Kau membawa banyak sekali hasil buruan. Tidak ada satu pun dari kita yang merasa lapar di sini."
Apa yang Cryll katakan itu memang benar. Bahkan setelah semua pertarungan yang melelahkan itu, mereka sama sekali tidak merasa lapar atau bahkan haus. Itu adalah kondisi yang aneh, mengingat mereka bertiga telah bertarung untuk waktu yang lama, dan itu seharusnya menguras tenaga mereka.
Noelle tentu saja sadar akan hal itu. Tapi, tetap saja ia memilih untuk mengumpulkan beberapa bahan makanan untuk berjaga-jaga.
Bahkan meski tidak semua daging itu habis, dia masih bisa menyimpannya ke dalam gudang spasial, atau merubahnya menjadi daging kering yang bisa dimakan sebagai cemilan.
Itulah alasan yang Noelle berikan pada Cryll dan Norman, membuat mereka hanya bisa menghela napas pasrah tanpa memberikan bantahan apa pun.
Setelah Noelle duduk, Cryll langsung berdiri dan berjalan ke arah tempat Noelle datang sebelumnya.
"Aku akan pergi. Kita akan berganti lagi setelah 40 menit."
Cryll langsung berjalan sambil melambaikan tangannya sedikit, tidak repot-repot menunggu balasan dari mereka berdua yang ditinggalkan di belakangnya.
Selama sepuluh menit, Noelle dan Norman yang kini tinggal berdua di sini hanya bisa menghabiskan waktu mereka dalam keheningan, sambil menunggu ikan yang Noelle panggang di atas api itu matang dengan sempurna.
Saat ini, tidak satu pun dari mereka yang tertarik untuk memulai percakapan.
Noelle memiliki beberapa pertanyaan untuk Norman, tapi ia menunda untuk menanyakan itu karena dia sendiri sedang bergulat dengan pikirannya.
Dia masih berusaha menghubungkan titik-titik yang sudah tersedia, meskipun hasilnya nihil.
Akhirnya, Noelle menghela napasnya dan menatap Norman. "Tentang penjelasanmu tadi … Bisakah aku menanyakan sesuatu? "
Norman melebarkan matanya sendiri, dan dengan antusias mencondongkan tubuhnya ke depan. "Silahkan."
Dia sudah menunggu momen ini untuk waktu yang sangat lama. Momen di mana seseorang akan menanyakan sesuatu padanya, membuatnya secara antusias memberikan penjelasan yang panjang lebar.
Noelle bisa dengan jelas melihat semangat yang dimiliki Norman, dan tersenyum masam sebagai gantinya. Di satu sisi dia benar-benar kagum pada Norman karena bersedia menjawab pertanyaan apa pun yang diajukan.
Jika itu adalah Noelle, maka dia pasti akan lebih banyak berpikir dan meminta imbalan untuk informasi yang akan dia ucapkan.
(Ini agak buruk, tapi aku bisa memanfaatkannya.)
Noelle mengangguk sejenak, dan beralih menatap ke sekelilingnya.
"Sebenarnya, ada banyak yang ingin kutanyakan, tapi … Yang pertama, ini tentang bahasa asli yang kau jelaskan tadi … Apa itu bahasa yang memiliki kandungan sihir atau semacamnya? Kau bilang itu akan memberikan pengaruh yang besar jika kau menyebutkan atau menyinggung sosok dewa melalui kata-kata."
Norman menjelaskan kalau dulunya bahasa asli ini digunakan dalam ritual kepada para dewa. Menurut sejarah yang tercatat, bahasa asli ini dapat memberikan pengaruh langsung pada dunia hanya dengan kata-kata yang diucapkan. Itu terdengar terlalu gila dan sangat tidak masuk akal.
"Mungkin akan lebih baik untuk memberikan contoh … "
Norman mengambil ranting kayu di dekatnya, dan mulai menggambar di tanah.
"Anggap saja bahasa Jepang yang kita kenal itu adalah bahasa asli."
Mengatakan itu, Norman menggambar beberapa kata dalam bentuk kanji bahasa Jepang, dan membuat gambar dan simbol huruf yang digunakan dalam bahasa Hermes tepat di samping kanji itu.
Menunjuk kedua gambar itu, Norman dengan serius menjelaskan, "Yang membedakan antara bahasa asli dengan bahasa Hermes yang kita gunakan saat ini adalah pengaruhnya. Bahasa Hermes tidak memiliki pengaruh apa pun pada dunia, sehingga bahkan jika kau meneriakkan nama dewa dengan bahasa itu, kau tidak akan mendapatkan respon apa pun kecuali target panggilanmu itu tertarik padamu.
"Lalu, bahasa asli ini adalah kebalikannya. Jika kau menyebutkan nama dewa atau keberadaan yang tersembunyi dengan bahasa ini, maka kemungkinan untuk mendapatkan tanggapan mereka adalah mendekati angka 100 persen."
Noelle memposisikan tangannya di dagunya sejenak dalam proses berpikir, lalu kembali mengajukan pertanyaan pada Norman.
"Tentang dewa dan keberadaan tersembunyi itu … Sebenarnya ada berapa banyak dari mereka? "
Norman dengan sedih menggelengkan kepalanya. "Sayangnya, bahkan aku tidak tahu. Aku sudah mencoba menggunakan otoritas dan koneksiku untuk menanyakan hal itu pada Yang Mulia dan pihak gereja, tapi tak satu pun dari mereka yang memiliki niat untuk menjawabnya."
(Bahkan keberadaan mereka juga disembunyikan, ya … Dengan asumsi kalau mereka menyembunyikan keberadaan-keberadaan itu untuk menyelamatkan banyak orang … Maka kurasa itu adalah pilihan yang bagus.)
Jika keberadaan di luar pemahaman manusia itu dapat membahayakan semua manusia, maka pilihan terbaik adalah dengan menyegel semua informasi tentang 'mereka', sehingga tidak ada satu pun rakyat biasa yang mengetahuinya.
(Tunggu, tapi aku mengetahui tentang mereka … Apa aku akan ditangkap? Kurasa tidak, kecuali Norman membocorkan informasi tentangku. Tapi … Apa dia akan melakukan itu? )
Noelle sudah memiliki sedikit pemahaman tentang kepribadian Norman, dan dia yakin kalau Norman bukanlah orang yang akan membocorkan suatu rahasia dengan mudahnya. Kecuali, jika dia memang berniat untuk itu.
Maka, pilihan Noelle di sini, adalah dengan membuat Norman tidak memiliki, atau menghapus semua niatnya untuk membocorkan informasi tentangnya; dan cara tercepat untuk melakukan itu adalah dengan 'kekerasan' atau 'paksaan'.
Tapi itu adalah cara terburuk, jadi Noelle segera menolaknya. Dia tidak ingin merusak hubungan baik dengan Norman, jadi dia akan memilih jalur aman, yaitu membimbing komunikasi dan membuat Norman berpikir kalau dirinya adalah orang yang baik.
"Lalu … Bagaimana dengan kekuatan mereka? "
Norman diam dan berpikir sejenak. Setelah tujuh atau delapan detik keheningan, dia akhirnya kembali membuka mulutnya.
"Sejujurnya, ada terlalu sedikit informasi tentang itu. Tapi … Menurut perkiraanku … Mereka semua memiliki kekuatan yang berbeda, bersama dengan gelar dan posisi yang berbeda juga."
Benar-benar sulit untuk mengukur kekuatan seorang dewa, Noelle secara alami berpikir begitu.
Kemudian, Norman mengangkat satu sudut bibirnya menjadi seringai yang agak menakutkan.
"Dan di sinilah aku memiliki firasat, kalau dungeon ini juga diciptakan oleh seorang dewa luar yang tidak kita ketahui."
( … Bukankah itu terlalu tiba-tiba? )
Noelle mencoba memahami maksud dari perkataan Norman, tapi dia tetap tidak bisa memahaminya. Meskipun dia sudah berusaha untuk menghubungkan semua titik yang tersedia, dia masih belum bisa sampai pada kesimpulan yang sama dengan yang dibuat Norman.
Apakah dia ketinggalan informasi? Itu adalah kemungkinan terbesarnya.
"Apa maksudmu? "
Noelle mencoba bertanya, dengan harapan Norman akan menjawabnya.
Sedangkan Norman sendiri, dia seperti sudah menunggu pertanyaan itu. Dia melebarkan senyumnya, dan menatap Noelle dengan sedikit menunduk. Suaranya dikecilkan, dan tatapannya terpaku dengan kuat pada Noelle.
"Coba pikirkan, ada di mana lokasi sebenarnya dari dungeon ini? "
Noelle mencoba memikirkannya, tapi dia tidak menemukan jawabannya. Satu-satunya yang terbesit di benaknya, adalah lokasi yang tak jauh dari pulau tempat mereka berada sebelumnya.
Seolah sudah memahami isi pikiran Noelle, Norman terkekeh sejenak, lalu kembali menatap Noelle dengan serius.
"Tepat seperti yang kau pikirkan. Kita tidak tahu di mana lokasi pastinya. Tapi, kita bisa yakin kalau lokasi kita sekarang tidak begitu jauh dari pulau tempat kita berada sebelumnya."
" … Lalu? "
"Yang menjadi masalahnya, aku ingat kalau wilayah lautan di sekitar Eisen telah disisir sepenuhnya, demi menemukan rute perjalanan yang aman. Tapi, aku sama sekali tidak ingat dengan pulau ini."
Noelle akhirnya melebarkan matanya dengan keterkejutan.
Sekali lagi, dia mencoba serius saat memikirkan semua yang telah Norman sebutkan; dan hasilnya, dia menemukan satu jawaban kecil.
Apa yang Noelle bayangkan, adalah jangkauan teleportasi yang menyebabkan dirinya berpindah tempat bersama semua orang.
Sihir ruang jenis teleportasi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Minimal, mereka butuh beberapa penyihir kelas atas untuk melakukan perjalanan kelompok. Tapi, bahkan jika sejumlah besar penyihir kelas atas itu digabungkan kekuatannya, teleportasi yang dihasilkan tidak akan begitu kuat.
Paling banyak, mereka hanya bisa melintasi satu kota kecil dalam waktu singkat.
Noelle tiba-tiba mengingatnya, lingkaran sihir teleportasi yang terbentuk di bawah kaki semua orang sebelumnya.
Untuk bisa melakukan ritual sihir teleportasi berskala besar seperti itu, seseorang harus mengorbankan banyak hal. Jika itu dilakukan oleh penyihir biasa, maka mereka akan membakar jiwa mereka sebagai ganti dari kekurangan energi sihir.
Bahkan meskipun kekuatan semua anggota Asterisk digabungkan, mereka hanya bisa melakukan teleportasi setelah waktu perapalan yang cukup lama.
Menghubungkannya dengan penjelasan Norman sebelumnya, Noelle akhirnya sampai pada kesimpulan yang sama; bahwa semua kejadian yang membawa mereka ke dalam situasi ini, ada kaitannya dengan sosok dewa yang tak dikenal.
Norman seperti sudah menunggu Noelle untuk sampai pada kesimpulan yang sama dengannya. Dia pun menyeringai tajam sambil menatap Noelle dengan sedikit penasaran.
"Bagaimana menurutmu? "
" … Setelah aku memikirkannya, itu jadi masuk akal. Ada banyak hal aneh yang tak pernah kuketahui atau alami sebelumnya. Seperti … Saat kita melakukan perjalanan menggunakan 'Gerbang Roh' itu."
Noelle akhirnya memiliki kesempatan untuk mengalihkan topik dan membuat Norman menjelaskan masalah lain. Sejak beberapa waktu yang lalu, Noelle sudah penasaran dengan apa itu gerbang roh.
Dia mencoba mengorek ingatannya, dan berusaha menemukan informasi terkait tentang hal itu, tapi dia tidak bisa menemukannya. Yang artinya, bahkan semua pengetahuan yang dia dapatkan di kastil vampir itu belum mencakup semua informasi yang ada.
Diam sejenak, Norman kemudian dengan agak ragu menjelaskan, "Agak sulit untuk menjelaskannya. Jika kau ingin tahu, maka aku harus memeriksa sudah sejauh mana pengetahuanmu tentang roh."
Noelle sekali lagi mencoba memeriksa kembali ingatannya, dan menemukan satu informasi terkait.
Jika itu berhubungan dengan roh, maka Noelle mengetahui setidaknya satu hal. Roh, atau lebih tepatnya setengah roh, ada di dalam daftar evolusi yang tersedia untuk Charlotte begitu dia menerima sejumlah energi sebagai hasil dari kondisi berserk yang hampir menelannya.
Meskipun dia tahu itu, jelas kalau itu masih kurang. Dia butuh lebih banyak informasi.
Noelle menggeleng, dan menjawab, "Jelaskan semuanya padaku. Aku ingin memastikan kesamaan informasi yang kuketahui, dengan informasi yang kau miliki."
Itu adalah kebohongan. Noelle sama sekali tidak memiliki informasi apa pun tentang roh, dan dia sedikit waspada kalau Norman mungkin tidak akan memberitahunya jika Noelle mengatakan kalau dia sama sekali tidak memiliki informasi apa pun tentang hal itu.
Jadi, satu-satunya pilihannya adalah dengan berpura-pura memiliki sejumlah pengetahuan, tapi tidak yakin dengan tingkat kebenarannya. Dengan begitu, Norman akan menganggap kalau Noelle tahu sesuatu, tapi mencoba untuk memastikan melalui dirinya.
Hening sejenak, Norman dengan wajah rumitnya kemudian memandang ke langit. Tatapannya menembus awan, dan mendarat tepat pada bola mata raksasa dengan banyak tentakel itu.
"Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya. Yang jelas, masih terlalu sedikit informasi yang kumiliki tentang roh, jadi … Aku tidak bisa memberitahumu banyak hal."
" … Cukup beri tahu aku apa yang kau tahu."
Memang sangat disayangkan karena dia tidak bisa mendapatkan informasi yang dia inginkan, tapi apa boleh buat, informasi tentang hal itu masih terlalu minim, dan Noelle bahkan tidak tahu kalau semua itu benar atau tidak.
Daripada harus dibuat pusing dengan informasi yang belum tentu benar, lebih baik dia menunggu dengan sabar, dan mencoba untuk mencari jawabannya secara mandiri.
Norman melemaskan tubuhnya di tempat duduknya selagi ia menghela napas berat.
"Yang aku tahu, dunia roh, dengan dunia kita itu saling tumpang tindih. Jadi, ketika seseorang memiliki sihir, atau spiritualitas yang cukup, maka mereka bisa secara samar atau bahkan dengan jelas melihat koneksi yang dimiliki antara kedua dunia. Konsepnya agak rumit, dan aku masih belum terlalu memahaminya, tapi … Di dalam dunia roh, ada banyak hal yang tidak ada dan tidak akan pernah ada di dunia manusia. Kau mungkin melihat atau mendengarnya sebelumnya, saat kita melewati gerbang roh."
Ingatan yang menyakitkan tentang pemandangan dan bisikan yang Noelle rasakan sebelumnya kembali muncul. Noelle sedikit mengerutkan keningnya saat dia bergumam. "Tujuh pilar cahaya, dan berbagai suara bisikan … "
Norman mengangguk, seolah telah lebih dulu menebak isi pikirannya.
"Belum ada yang tahu apa tujuh pilar cahaya itu sebenarnya, tapi aku memiliki beberapa spekulasi tentang semua bisikan yang kita dengar di sana."
"Yang pertama, bisikan itu sebenarnya datang dari keberadaan tertentu atau bahkan dari para roh itu sendiri, yang ingin membuat koneksi dengan kita. Lalu, ada teori kedua, yang menurutku agak sedikit gila."
"Menurutku, bisikan-bisikan itu berasal dari para roh jahat yang belum dimurnikan, yang telah terjebak di dunia roh untuk waktu yang sangat lama."
Meskipun teori keduanya agak sedikit lebih masuk akal bagi dirinya sendiri, Norman justru lebih condong pada teori pertamanya; yaitu tentang para keberadaan tersembunyi, dan para roh yang mencoba untuk membuat koneksi dengan makhluk hidup berakal yang memasuki gerbang roh.
Kenapa teori itu lebih dipilih olehnya? Jawabannya ada pada bisikan yang muncul ketika dia melewati gerbang roh.
Bisikan itu bukanlah bisikan yang berisi kata-kata acak yang tidak bisa dimengerti, melainkan kata-kata yang disusun dan dirangkai menjadi penggalan informasi penting untuk pendengarnya.
Setiap orang akan mendengar bisikan yang berbeda, dan kebanyakan dari mereka cenderung mendengar informasi yang dapat membantu mereka. Hanya saja, informasi yang diberikan itu benar-benar bersifat acak, dan terkadang juga harus dilakukan dengan cara yang menyesatkan.
" …… Dari mana kau mengetahui itu semua? "
Sebenarnya, Noelle sudah menebak jawabannya, tapi ia ingin memastikannya langsung dengan bertanya pada Norman. Hanya pertanyaan seperti ini, Norman seharusnya tidak akan keberatan, 'kan?
Samar-samar, Noelle dapat melihat aura kesuraman mulai menyelimuti Norman.
Senyumnya perlahan menghilang, digantikan oleh ekspresi pahit yang sangat jelas.
"Kau mungkin lupa karena aku tidak bertindak seperti pangkatku, tapi kenyataannya aku masihlah seorang pangeran, salah satu orang paling berkuasa di kerajaan ini. Secara otomatis, aku memiliki akses untuk banyak hal yang tidak diketahui oleh orang biasa."
"Salah satunya, adalah betapa banyaknya sejarah yang disembunyikan oleh pihak gereja. Noelle, kau itu pintar dan memiliki pikiran yang tajam, jadi aku yakin kau sudah menyadarinya."
Bahkan tanpa Norman mengatakannya langsung pun, Noelle sudah mengerti maksudnya.
Dia secara tersirat menyebutkan tentang 'sejarah kosong' dari waktu seribu tahun atau yang lebih lama lagi.
Seperti yang sudah dia ketahui, semua sejarah di kerajaan, atau semua negara lain di sekitarnya, dimulai dari seribu tahun yang lalu, yaitu tepat saat Raja Iblis menyerang.
Sebelum masa itu, tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Norman mengatakan kalau dia memiliki akses untuk informasi yang disembunyikan gereja, dan Noelle merasa penasaran dengan itu.
Namun, saat dia mencoba bertanya, dia segera menyadarinya. Norman juga tersenyum masam seolah sudah memahami kejanggalan yang dirasakan Noelle.
"Tepat seperti yang kau pikirkan, Noelle. Ada sesuatu, kekuatan yang tidak terlihat, yang mencegah kita untuk membahas hal itu secara terbuka."
"Aku paham dengan apa yang ingin kau tanyakan, tapi … Sayangnya aku sendiri juga tidak tahu jawabannya. Aku hanya tahu kalau gereja menyembunyikan sesuatu dari publik."
Bicara tentang gereja, Kerajaan Nothernos adalah negara dengan tingkat toleransi yang tinggi secara hukum, membuatnya menjadi salah satu negara multi-agama yang menjamin kedudukan sosial untuk penganut agama yang berbeda. Meskipun … Beberapa penganut memang sedikit bermasalah, sehingga terkadang tidak bisa mentoleransi kepercayaan lain.
Agama mayoritas di sini adalah agama yang memuja dewi Anastasia, dan ada sekitar lima agama lain yang dianggap sebagai agama utama baik itu di Kerajaan, atau bahkan di seluruh negara yang ada di benua ini.
Gereja yang merawat Noelle ada Olivia dulu adalah gereja yang mempercayai Vesperi Goddess Zelica, yang dikenal juga sebagai dewi penjaga malam.
Meskipun tidak begitu besar, gereja Vesperi Goddess Zelica memiliki pengaruh yang cukup kuat pada Noelle dan Olivia, sehingga mereka berdua menghapal hampir semua isi kitabnya.
Dalam benaknya, Noelle mencoba menebak gereja mana yang Norman maksud, tapi dia tetap tidak bisa menebaknya karena kurangnya informasi.
"Mungkin … " hening sejenak, Norman kemudian melanjutkan, "Paus atau Diakon berpangkat tinggi dari berbagai gereja mengetahui isi sejarah yang sama, jadi mereka bekerja sama untuk menjaga kerahasiaannya."
"Awalnya aku berasumsi kalau yang pertama kali menemukan sejarah itu adalah Gereja God of Knowledge Gerben, tapi kemudian aku merasakan gerak-gerik yang aneh dari anggota Gereja True Sun God Qulhod, mereka seperti sedang terburu-buru dan mengkhawatirkan sesuatu."
"Sayangnya, aku tidak mengetahui apa yang membuat mereka menjadi seperti itu. Keanehan mereka terjadi secara bersamaan dengan berangkatnya kelompokku ke berbagai kota untuk tes terakhir akademi."
"Mmhmm … "
Noelle menghela napasnya dan berusaha menghubungkan semua titik yang tersedia.
Yang pertama adalah informasi tentang dunia roh, itu baru saja ia ketahui, dan dia masih kekurangan informasi. Lalu, ada juga spekulasi Norman yang menebak kalau Paus atau Diakon berpangkat tinggi dari berbagai gereja mengetahui sesuatu tentang 'sejarah dunia lama', yang kemungkinan besar berhubungan dengan informasi tentang dunia roh.
(Gereja God of Knowledge Gerben, dan Gereja True Sun God Qulhod … Apa keduanya memiliki hubungan tertentu? Selain itu … Berdasarkan cerita Norman barusan … Apa mereka sadar kalau Norman mulai mengendus mereka? Jika begitu, tidak heran kalau mereka akan saling menggunakan umpan untuk mengalihkan perhatian Norman, tepat di saat keberangkatannya. Dengan begitu, dia tidak akan punya waktu untuk penyelidikan yang lebih dalam.)
Saat Noelle diam-diam membuat kesimpulan di kepanya, dia kemudian tersadar lagi. Ada dua hal yang saling berhubungan, dan itu sangat jelas!
Norman mengatakan kalau dunia roh itu saling tumpang tindih dengan dunia material, yang mereka tempati saat ini. Tapi, Noelle sama sekali tidak menemukan catatan tentang hal seperti itu dari kastil vampir!
Dengan asumsi kalau semua pengetahuan itu berasal dari dunia iblis, maka Noelle dapat menyimpulkan beberapa hal.
Yang pertama, adalah kenyataan bahwa dunia iblis dan dunia tempat dia tinggal sekarang memiliki karakteristik yang sangat berbeda.
Jika dunia ini memiliki dunia roh yang saling tumpang tindih dengannya, maka dunia iblis tidak! Dengan begitu, wajar saja jika tidak ada catatan yang menyatakan tentang adanya dunia roh di kastil vampir!
Kemungkinan lainnya, adalah bahwa raja vampir sebelumnya sengaja untuk tidak meninggalkan informasi apa pun tentang itu. Tapi, apa gunanya? Jika dipikirkan lebih lanjut, tidak akan ada keuntungan yang didapat dari melakukan hal seperti itu.
Jadi, dalam hal ini, Noelle cenderung memilih kesimpulan pertamanya.
Dunia roh hanya ada di dunia ini, dan itu saling tumpang tindih, sehingga koneksi langsung tidak bisa dihindari; dan media untuk melakukan kontak dengan dunia itu, adalah kekuatan sihir atau spiritualitas seseorang!
Noelle sekali lagi tersenyum ketika dia akhirnya menemukan jawaban dari salah satu pertanyaannya.
...****************...