[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 150: Cryll Rescue Act (7)



...****************...


"Hei, Noelle … Apa kita benar-benar akan melewati tempat ini? "


Suara penuh keraguan itu datang dari Norman yang dengan sibuk memperhatikan sekelilingnya. Tak hanya dia, hampir semua orang di saja juga mempertanyakan kejelasan tentang pemilihan rute yang dilakukan Noelle.


Tentu saja, itu semua bukan tanpa alasan. Mengapa semua orang kini dilanda kebingungan adalah karena apa yang ada di hadapan mereka sekarang.


Seharusnya itu akan menjadi 'jalan pintas' yang Noelle beri tahukan pada mereka. Namun, apa yang ada di hadapan mereka bukan jalan pintas, atau apa pun itu.


Melainkan sebuah tembok logam raksasa yang menjulang tinggi ke atas, dan terbentang ke setiap sisi sehingga tampak seperti tembok absolut yang mencegah segala hal melewatinya.


" … Apa boleh buat … "


Noelle menghela napas pasrah sambil mwnggaruk bagian belakang kepalanya. Dia kemudian mengeluarkan secarik kertas dari saku, lalu memberikan itu pada Norman.


"Itu adalah peta bangunan ini. Aku mendapatkannya dari salah satu penjaga yang kulawan sebelumnya."


Begitu Norman melihat petanya, ia langsung merasa bahwa pilihan yang Noelle buat itu masuk akal.


"Biar kulihat."


Rico dengan cepat merebut peta yang ada di tangan Noelle, dan memperhatikan isinya.


" … Kau benar."


Berdasarkan peta itu, mereka memang akan lebih cepat mencapai tujuan jika melewati jalan yang telah dipilih oleh Noelle.


Dinding besar itu adalah satu-satunya halangan mereka. Di balik dinding itu, terdapat sebuah lorong panjang yang akan langsung mengarahkan mereka ke bagian utama bangunan ini.


Di sana, seharusnya ada sebuah tangga yang akan langsung mengantar mereka ke tujuan.


Yang menjadi masalah, bagaimana mereka bisa berjalan menembus dinding itu? Jawabnnya hanya satu.


Tentu saja, dengan menghancurkannya. Seperti yang Noelle lakukan sebelumnya.


"Apa kau benar-benar bisa membuat jalan di sini? "


Kaira sedikit ragu, tapi ia langsung menggelengkan kepalanya untuk menghapus semua perasaan negatif itu.


Saat ini, ia hanya bisa percaya pada Noelle.


"Yahh, itu tidak masalah," ucap Noelle sambil menarik pedangnya.


Meskipun dia merasa agak disayangkan jika harus menghancurkan dinding yang tampaknya dibangun dengan susah payah itu, Noelle tetap melakukannya karena ini adalah satu-satunya cara tercepat agar ia bisa mencapai lokasi Cryll.


Selain itu, ia juga sedikit tertarik dengan orang-orang yang terlibat dalam pembangunan tempat ini.


Tembok yang ada di hadapannya jelas bukan sesuatu yang diciptakan dengan sihir. Dinding itu benar-benar terbuat dari balok logam yang disusun seperti puzzle, dan dilapisi dengan pelat logam yang membuatnya menjadi semakin kuat lagi.


Jelas akan ada banyak orang yang terlibat dalam hal ini. Setidaknya, mereka semua ahli dalam masalah konstruksi.


Yahh, Noelle akan memikirkan itu nanti. Untuk sekarang, ia hanya harus fokus pada apa yang ada di depannya.


Menarik napas panjang sejenak, Noelle kemudian membentuk posisi kuda-kuda.


Satu kakinya ditarik kebelakang, dan pinggangnya sedikit diturunkan. Ujung pedangnya yang bersinar di arahkan ke depan, sementara tangan kanan yang memegang gagangnya itu menonjolkan urat-urat yang menunjukan seberapa banyak kekuatan yang ia kerahkan pada satu tangan.


Tangannya yang lain bersiaga di bagian datar pedang, dan pedang itu diturunkan sedikit sehingga sejajar dengan bahu.


Itu posisi yang terlihat mudah untuk dilakukan, tapi sebenarnya sangat sulit untuk dipraktikkan.


Untuk melakukan itu, setidaknya Noelle harus menentukan lebih dari sepuluh titik keseimbangan tubuhnya agar ia bisa memperkuat posisinya. Seberapa kuat posisinya sekarang dapat dilihat dari bagaimana lantai di bawah kakinya yang mulai retak karena mendapat tekanan berlebih dari postur tubuhnya.


Jarak antara ujung pedangnya dengan permukaan dinding itu adalah sekitar 15 meter. Dengan kecepatan normal, mungkin akan butuh waktu kurang lebih empat detik baginya untuk menutupi jarak itu.


Tapi, jika Noelle beralih ke mode pertempuran, ia mungkin bisa mencapai permukaan dinding itu dalam waktu kurang dari dua detik.


Sebenarnya, itu tergantung pada bagaimana perspektif orang-orang di sekitarnya. Jika mereka memiliki pengelihatan yang baik, maka mereka bisa melihat semua pergerakan utama Noelle.


Tapi, jika pengelihatan mereka tidak begitu bagus, maka apa yang akan mereka lihat hanyalah sosok Noelle yang tiba-tiba menghilang, dan kembali muncul di tempat lain.


Dan tampaknya itulah yang terjadi pada hampir semua orang di sana.


Selain orang-orang yang cukup berpengalaman dalam pertempuran, mereka tidak dapat melihat pergerakan Noelle.


Yang mereka tahu, sosok Noelle tiba-tiba saja menghilang, dan muncul kembali bersama dinding logam yang telah berlubang itu.


Mereka hampir bisa membayangkan hal apa saja yang Noelle lakukan untuk menembus dinding itu.


Nyatanya, pergerakan yang Noelle lakukan untuk menembus dinding itu jauh lebih mengerikan dari yang mereka bayangkan.


Pertama, Noelle melesat dengan kecepatan yang mengerikan, dan menancapkan ujung pedangnya ke permukaan dinding. Setelah itu, dia dengan kuat langsung mengayunkannya ke bawah, menciptakan tebasan yang sepenuhnya merobek dinding besi itu.


Tak berhenti di sana, Noelle juga mengayunkan pedangnya ke tiga sisi yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan.


Dan hasilnya, sebuah lubang besar telah terbentuk di dinding logam itu.


"Baiklah, ayo pergi."


Mengabaikan semua reaksi keheranan yang diarahkan padanya, Noelle langsung berlari memasuki lubang itu sambil memegang pedangnya.


Meskipun begitu, ada suatu kegelisahan di balik wajah tenangnya.


Noelle dengan jelas mengetahui seberapa besar kekuatan yang ia kerahkan untuk menghancurkan dinding itu. Berdasarkan prediksinya, kerusakan yang akan diterima dinding itu seharusnya jauh lebih besar.


Tapi, entah bagaimana pelat logam yang melindungi dinding itu dapat menahan dampak serangan Noelle, dan dengan drastis mengurangi tingkat kerusakan yang Noelle berikan.


Noelle berpikir kalau pelat logam atau bahkan dinding itu sendiri memiliki kemampuan untuk meredam serangan dalam intensitas tertentu. Tapi, ia tak bisa menentukan jawabannya sekarang.


Akan lebih baik jika ia menyimpan pertanyaan itu untuk nanti. Lagi pula, jika logam yang menjadi bahan untuk pelindung dinding itu benar-benar terbuat dari material yang dapat menyerap dampak kerusakan, maka ia pasti dapat menghasilkan keuntungan besar darinya.


"Mulai dari sini kita hnya perlu berjalan lurus," ucap Noelle sambil menunjuk lorong gelap dan panjang yang ada di hadapannya.


Norman dengan bingung memperhatikan sekelilingnya, dan memutuskan untuk bertanya pada Noelle.


"Bukankah lorong ini sedikit terlalu besar? Berdasarkan peta yang kau berikan, seharusnya tidak ada tempat yang cukup untuk membangun lorong sebesar ini."


"Aku setuju dengan itu," ucap Rico sebagai respon.


" … Tidakkah kalian merasakan sesuatu yang aneh? "


Tiba-tiba, Alan datang dan menyela mereka. Di sampingnya, Werli juga menunjukkan ekspresi yang rumit. Dia tampak seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi ia tak tahu bagaimana harus mengatakannya.


"Ada apa? "


Noelle bertanya pada Alan untuk memastikan, tetapi Alan bahkan tak menatapnya. Dia hanya dengan sibuk memperhatikan sekeliling, dan dengan gelisah menempelkan telapak tangannya ke lantai.


"Di luar sudah siang, dan kau baru saja membuat lubang yang menjadi jalan masuk untuk cahaya. Tapi, tempat ini terlalu gelap, dan suara kita juga tidak bergema. Ini bukan lorong biasa."


Alan dengan tenang mengungkapkan analisisnya, membuat Noelle tiba-tiba menyadari sesuatu.


"Apa kau bisa memindai sekelilingmu dengan mengandalkan gelombang suara? "


"Kau bisa menebaknya dengan baik."


Tidak, Noelle seharusnya tidak dapat menebak itu hanya dengan melihat. Noelle dapat mengetahuinya karena ia memiliki kemampuan yang sama.


Cara kerja kemampuan itu mirip dengan ekolokasi pada kelelawar yang mengandalkan gelombang suara.


Yahh, lupakan tentang itu sejenak. Satu-satunya masalah yang Noelle pikirkan sekarang adalah hasil analisis Alan sebelumnya.


Dan jika bahkan suara saja tak mampu memindai tempat ini, maka tak mungkin untuk melacak semua perangkap yang telah dipasang.


Itu benar-benar merepotkan.


Noelle memikirkannya sejenak, dan berhasil menemukan suatu solusi yang cukup bagus.


Yang menjadi masalah adalah, solusi ini memiliki resiko mencederai beberapa orang yang mengikutinya dari belakang.


Noelle tak ingin itu terjadi, karena itu dapat merusak hubungan netral yang ia miliki dengan Norman dan yang lain.


Untuk mengatasi itu, ia mungkin harus bertanya pada Norman.


"Hei, aku punya satu cara untuk melewati tempat ini. Tapi, aku ingin kalian menjauh dariku sedikit. Apa bisa? "


Bukan Norman yang merespon itu, melainkan Rico yang berdiri di sampingnya.


Dia maju selangkah, dan menatap Noelle. "Lakukan saja jika itu dapat membuat kita melewati tempat ini dengan aman."


Kaira yang juga berdiri di sampingnya mengangguk, sambil mempersiapkan tombaknya.


Mendapatkan perizinan untuk bertindak, Noelle mengangguk sekali dan mengeluarkan beberapa pedang dari penyimpanan spasial miliknya.


Semua pedang itu kemudian mulai melayang dan mengitari dirinya seperti kumpulan satelit.


Ini pertama kalinya bagi Norman dan yang lain melihat itu, jadi mereka sedikit terkejut.


Mereka tahu kalau Noelle memiliki kemampuan telekinesis yang entah dari mana ia mendapatkannya, tapi mereka tidak pernah melihat Noelle menggunakannya seperti ini.


Satu-satunya momen di mana mereka pernah melihatnya adalah saat bertarung melawan para monster di penyerangan sage mantis, dan penyerbuan monster di Eisen beberapa waktu lalu. Bahkan saat itu Noelle hanya melemparkan pedangnya secara acak sehingga mereka tidak benar-benar melihat bagaimana kemampuan telekinesis miliknya bekerja.


Mengabaikan mereka semua, Noelle kemudian berbalik, dan menarik napas panjang.


Dari sini, ia hanya perlu berlari dan menerobos, tapi tampaknya itu akan menjadi hal yang jauh lebih sulit dari yang ia pikirkan.


Setelah memastikan semua orang di belakangnya telah mundur beberapa langkah, Noelle mulai maju dan mengendalikan semua pedang di sekelilingnya. Semua pedang itu dengan sangat cepat berputar, dan menjadikan Noelle sebagai pusatnya.


Itu tidak sia-sia. Semua pedang yang berputar mengelilingi Noelle itu akan secara aktif menangkis semua perangkap jenis proyektil yang mengarah langsung pada Noelle.


Sejauh ini, semua berjalan seperti yang Noelle duga.


Noelle sedikit khawatir karena ia sama sekali tidak memiliki informasi tentang ruangan ini, tapi ternyata ini tidak sesulit yang ia duga.


Yang menjadi masalah adalah bagaimana semua orang di belakangnya harus mengikutinya.


Jika itu perangkap jenis proyektil, maka itu akan terus aktif sampai semua amunisi yang tersedia telah dihabiskan sepenuhnya. Tapi, Noelle tidak memiliki waktu untuk melumpuhkan semua perangkap itu.


Sebagai resolusi dari masalah itu, Noelle telah memikirkan satu jawaban pasti.


Dia hanya perlu menerobos dengan nekat, dan menciptakan penghalang yang akan melindungi oleh semua orang.


(Baiklah.)


"Jika kalian tidak ingin terkena perangkap itu, cobalah untuk tidak terlalu menjauh dariku," ucap Noelle sambil menciptakan sebuah penghalang di sekitarnya.


Penghalang itu berbentuk kubus besar yang melindungi bagian belakangnya, tapi tidak dengan dirinya sendiri.


"Aku tidak bisa menyediakan tempat untuk semua orang, tapi ini seharusnya cukup untuk kalian yang tidak terlalu ahli bertarung."


Kubus cahaya itu perlahan membesar, dan menarik Kaira, Iris, Rias, Anzu, dan Liscia ke dalamnya.


"Kenapa kau tidak memasukkanku juga? "


Rico dengan jengkel mencoba protes, tapi Noelle bahkan tak mempedulikannya.


Setelah semua orang itu masuk, penghalang itu kemudian menyusut sehingga tidak memungkinkan adanya orang lain yang memasuki penghalang itu.


"Mengendalikan semua pedang ini saja sudah membuatku lelah secara mental, dan aku harus menciptakan penghalang raksasa hanya untuk melindungi satu orang lagi? Tidak, terima kasih. Lindungi dirimu sendiri, kau bisa melakukannya."


(Aku ini lebih lemah dari Kaira, kau tahu?! )


Meskipun ia merasa jengkel dengan kenyataan itu, bukan berarti ia memiliki pilihan untuk membantah. Posisinya sekarang tidak mengizinkannya untuk melakukan itu.


Dia hanya bisa melindungi dirinya sendiri seperti yang Noelle katakan.


Mengesampingkn Rico yang mengklaim dirinya sebagai orang yang lebih lemah dari Kaira, Noelle telah membuat keputusan yang tepat untuk memasukkan Kaira ke dalam penghalang, dan membiarkan Rico di luar.


Itu karena kemampuan analisis yang Rico miliki akan sngat berguna untuk menghindari semua perangkap yang akan aktif.


Jika Rico telah mengetahui jarak waktu antara satu jebakan dengan jebakan lainnya, bukanlah hal yang mustahil untuk memprediksi di mana lokasi jebakan yang belum mereka temukan.


Dalam hal ini, membiarkannya berada di luar penghalang adalah pilihan yang logis.


Noelle terus maju sambil mengendalikan semua pedang di sekitarnya untuk menghalau beberapa anak panah yang muncul dari segala arah. Semua pedang itu terbukti sangat berguna dalam melindunginya.


Setiap kali ada perangkap proyektil seperti anak panah yng menargetkan Noelle, Noelle secara refleks akan menggunakan salah satu pedangnya untuk menghalau itu.


Dan jika ada satu proyektil yang dilewatinya, maka pedang yang lain akan menghancurkan itu sebagai gantinya. Dan bahkan jika itu tidak cukup, masih ada penghalang yng aktif di belakangnya. Jadi semua orang akan tetap aman bahkan jika ratusan anak panah datang menyerbu Noelle secara bersamaan.


Noelle mengayunkan pedangnya sendiri untuk menghancurkan anak panah yng datang. Namun, itu justru menjadi pemicu untuk perangkap yang lebih brutal di belakangnya.


Beberapa jarum beracun mulai berjatuhan dari langit-langit, dan menargetkan semua orang. Noelle entah bagaimana mampu menghalau semua itu dengan mengandalkan sihir angin, tapi entah sampai kapan ia bisa melakukannya.


Sudah lebih dari sepuluh menit ia dan yang lain berlari di lorong ini, tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda akan munculnya sebuah tangga yang akan mengantarkan mereka pada lokasi Cryll.


Noelle mendecakkan lidahnya dengan kesal, dan langsung menyayat pembuluh darahnya sendiri.


"Apa yang kau lakukan?! "


Norman dengan anik menghampirinya, tapi segera dihentikan oleh beberapa pesang yang masih berputar di sekeliling Noelle.


Noelle mengabaikan itu, dan mengayunkan tangannya, membuat semua darah yang mengalir di sana seketika terciprat ke segala arah.


Di saat yang sama, ia juga mengeluarkan beberpa kelelawar dari bayangannya, dan membuat merek menyelidiki lokasi di sekitarnya.


Tapi, tampaknya semua itu sia-sia.


Semua kelelawar yang Noelle keluarkan langsung mati begitu meninggalkan jangkauan pengawasan mata Noelle. Tampaknya mereka terbunuh oleh semua perangkap proyektil yang masih aktif di depan sana.


Menggunakan familiar adalah hal yang sia-sia. Setidaknya ia tahu itu sekarang.


Kali ini Noelle mencoba untuk menggunakan《Clairvoyance》, tapi ap yng dia lihat hanyalah kegelapan yang mengerikan. Sama sekali tidak ada cahaya di sana. Benar-benae tempat yang gelap gulita.


Entah bagaimana pengelihatan malam yng dia miliki sama sekali tidak berfungsi di sini.


Sejauh ini, Noelle berhasil melihat ke sekeliling berkat sihir cahaya yang ia lapisi pada bilah pedangnya.


"Sudah kuduga. Tempat ini aneh."


Alan di belakangnya mengeluarkan suara untuk pertama kalinya. Di saat yang sama, ia juga mengayunkan pedngnya untuk menghancurkan anak panah yang datang dari samping.


Rico di depannya mengangguk, jelas setuju dengan pendapatnya.


Memanfaatkan kemampuan analisisnya, Rico telah sampai pada satu kesimpulan.


"Kita tidak benar-benar bergerak dari tempat ini. Ini seperti … Kita terjebak dalam lorong yang tak memiliki ujung! "


...****************...