[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 277: Taman Gantung (2)



...****************...


"Untuk memulai penjelasan, biar kuberitahu kalian semua."


Anzu bersandar pada kursinya, sambil memainkan biskuit rumahan dengan bentuk stik panjang di tangannya.


"Sama seperti dia, aku juga admin di kelompok yang disebut Black Marine itu. Seingatku, ada sekitar dua puluh admin yang aktif, dan kami hanya segelintir dari jumlah itu."


Tidak akan ada kesalahan dalam penjelasannya. Anzu sangat yakin dengan ingatan yang dia miliki. Jika ada satu atau dua kesalahan, maka itu pasti karena dia belum mengetahui fakta sebenarnya.


Menjadi salah satu pengurus dalam suatu kelompok, sama artinya dengan menjadi anggota inti dari kelompok tersebut.


Ketika semua orang mendengar itu, mau tak mau mereka meragukan telinga mereka sendiri. Norman bahkan tidak ingin percaya dengan apa yang ia dengar.


Apa Anzu benar-benar pernah terlibat dalam kelompok kriminal itu? Lalu, apa tujuannya?


Pada saat ini, topik mengenai hubungan yang dimiliki Noelle dan Anzu sudah luput dari perhatian mereka, dan mereka mulai fokus pada topik baru.


Bisa dibilang, Anzu sukses dalam menjalankan rencananya untuk mengalihkan pembicaraan.


"Dia dan aku selalu berada dalam posisi berpasangan, karena bergerak sendiri akan sangat beresiko mengingat kami masih di bawah umur saat itu. Pekerjaan yang kami lakukan juga tidak banyak. Jika kami tidak memiliki klien, kami normalnya hanya akan melakukan beberapa pekerjaan kecil."


Beberapa pekerjaan kecil yang dimaksud adalah pekerjaan untuk menyalurkan informasi dari informan, memeriksa dokumen, dan beberapa hal terkait administrasi.


Sebenarnya, memeriksa pasokan juga termasuk dalam tugas mereka, tapi Black Marine sudah memiliki orang lain untuk mengisi pekerjaan itu.


Dalam hal ini, yang biasanya Izaya dan Shion lakukan adalah masalah negosiasi dan perencanaan siasat, yang merupakan bidang keahlian mereka.


"Ahh, sebelum kalian berburuk sangka tentang kelompok ini, biar kuberitahukan satu hal."


Anzu menghela napas sejenak, lalu melanjutkan.


"Meski aku tidak akan menyangkal kalau Black Marine disebut kelompok kriminal, pada kenyataannya kelompok ini bersifat netral dengan tujuan yang cukup baik. Tentu saja, ini semua hanya berdasarkan apa yang kulihat."


Seperti yang pernah Izaya katakan padanya. Baik atau buruk itu bersifat subjektif. Semua orang memiliki pandangan yang berbeda. Tapi tentu saja, mayoritas pastinya akan menganggap kalau Black Marine adalah kelompok yang buruk.


Pada awalnya, Black Marine adalah kelompok kecil yang diciptakan oleh Wakana Hakui untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu memberantas kejahatan dan membawakan kedamaian pada masyarakat.


Atas cita-cita itu juga ia memilih untuk menjadi polisi.


Tapi seperti yang sudah diduga. Kelompok dengan tujuan sebesar itu tidak mungkin akan terus bertahan dengan visi dan misi yang konsisten. Pada akhirnya, sedikit demi sedikit semua akan berubah.


Demi mewujudkan impian Hakui yang tak berujung, Black Marine akhirnya mulai menjangkau dunia yang lebih gelap dan ilegal.


Beberapa pekerjaan tambahan seperti 'layanan bunuh diri' dan 'balas dendam' akhirnya bisa dilaksanakan. Semua berawal dari cita-cita seorang Wakana Hakui.


"Dulu, karena koneksi kami mulai menjaring ke ranah ilegal, akhirnya beberapa organisasi kriminal sungguhan seperti yakuza atau mafia lokal mulai mengendus keberadaan kami."


Tentu saja, mereka tak secara sembarangan mengganggu dan merusuh Black Marine yang tiba-tiba timbul ke permukaan. Mereka melakukan pendekatan secara perlahan, karena mereka begitu mewaspadai kelompok asing yang tiba-tiba muncul ini.


"Setelah tahu jenis kegiatan dan bisnis apa yang kami jalankan, orang-orang itu mulai menawarkan afiliasi dengan banyak keuntungan. Tapi, yahh … Hakui menolak mereka semua, berkata kalau dia ingin kelompok keciknya tetap independen tanpa terikat dengan organisasi manapun."


Pada saat itu, skala kelompok Black Marine yang Hakui ciptakan sudah menjangkau lebih dari enam kota. Mengingat berapa banyak pengelola yang dimiliki, jumlah itu sudah cukup luar biasa.


Namun lagi-lagi, Hakui tak puas. Dia ingin memperluas jangkauan operasi Black Marine, hingga menjangkau skala nasional jika memungkinkan.


Tapi sayangnya dia meninggal sebelum cita-cita itu bisa terwujud.


Sejak saat itu, Black Marine tidak pernah lagi memiliki pemimpin, dan segala keputusan akan diambil berdasarkan sistem pemungutan suara secara langsung.


Bagi mereka, tak ada yang layak untuk dijadikan pemimpin selain dari Wakana Hakui. Tidak ada orang yang cukup berambisi dan bercita-cita besar seperti dirinya yang sanggup untuk menjalankan kelompok ini.


"Black Marine sudah mengalami perkembangan yang pesat setelah beberapa tahun sejak kematian Hakui. Tapi, kasus terbesar yang pernah ditangani oleh kelompok ini adalah kasus yang sudah kalian semua ketahui."


Itu adalah insiden sekolah Sakuragaka.


Dari apa yang Anzu ingat, Back Marine tidak pernah memiliki pekerjaan seperti ini sebelumnya. Jika saja Izaya tidak menghasut Tanaka, maka tidak akan ada rekor seperti ini.


Jelas kalau mereka sudah tidak perlu diberi tahu lagi tentang hal itu. Mereka sudah tahu kalau Izaya Canaria adalah dalang di balik tragedi mengerikan itu.


"Yahh, aku sendiri menganggap itu sebagai kasus yang mengerikan, tapi aku memahami situasinya, dan sebenarnya aku sedikit bersimpati pada Tanaka."


Anzu mengangguk beberapa kali, lalu kembali mendongak dan melihat langit yang biru cerah.


"Setelah kejadian, dia membiarkan pihak tentara mengamankannya, dan sejak itu pula keberadaannya seperti menghilang dari publik. Tapi kenyataannya, Asahina Tanaka masih hidup, dengan hukuman yang jelas sangat tidak setimpal."


Mengikuti semua rencana Izaya dengan patuh, Tanaka membiarkan dirinya tertangkap. Setelah itu, dia dibawa ke pengadilan, dan hanya diberikan hukuman tahanan serta rehabilitasi selama tiga tahun.


Itu sangat tidak adil.


Norman dan hampir semua orang yang mendengarnya di sana mau tak mau mengerutkan kening mereka.


Apa yang terjadi sehingga pelaku pembantaian seperti Tanaka hanya ditahan selama tiga tahun? Tidak ada yang memahaminya. Selain itu, mereka juga penasaran.


Berita tentang Asahina Tanaka benar-benar lenyap setelah tragedi yang ia sebabkan tersebar ke seluruh media masa. Televisi, radio, koran, serta majalah tidak pernah lagi membahasnya, seolah kasus itu tidak pernah ada.


Mengetahui ini, jelas mereka bingung mengapa Anzu bisa mengetahuinya.


"Pertanyaan kalian terlihat jelas di wajah kalian. Apa aku harus menjawab yang satu itu? "


"Sebagai putra dari seorang pejabat terkemuka saat itu, bagaimana perasaanmu? Apa yang kau pikirkan? "


Alan tak menggigit umpan secara sukarela. Dia dengan santai menepis umpan itu, dan dengan tenang menjelaskan.


"Aku tidak setuju denganmu. Hukum jelas tidak akan berpihak padanya. Dunia dan hukum akan mengutuknya, dan hukuman berat pasti langsung diberikan. Selain itu, hukum perlindungan anak juga tidak akan berlaku pada pelaku kasus pembantaian berskala besar," jelas Alan sambil menyipitkan matanya.


Tapi sayangnya, semua itu ditepis dengan santai oleh Anzu.


"Hukum dan media masa tidak lebih dari sekedar mainan bagi mereka yang memiliki kekuasaan."


Anzu mengetahui hal itu dengan sangat baik.


Meski faktanya sering luput dari perhatian orang-orang, bagi Anzu yang sering berhadapan dengan mereka, tahu bagaimana cara mengendalikan mereka adalah hal dasar yang wajib diketahui.


Itu berlaku untuk pihak media masa. Tapi, lain ceritanya jika itu adalah hukum dan politik.


"Asal kau tahu, Black Marine memiliki kekuasaan yang cukup besar terhadap hukum dan politik. Ini karena Izaya dan beberapa admin lain memegang kelemahan terbesar beberapa tokoh paling berpengaruh dalam politik."


Salah satunya adalah Perdana Menteri, yang saat ini pasti sudah diganti beberapa kali.


"Aku tidak tahu jenis kelemahan apa yang mereka pegang, tapi melihat bagaimana mereka langsung tunduk begitu saja, aku yakin kalau itu bukanlah masalah yang sederhana."


Dia bahkan penasaran bagaimana Izaya dan yang lain dapat menemukan dan menguasai kelemahan orang penting dalam bidang politik satu negara.


Entah apakah itu bukti skandal, catatan anggaran dana yang tidak jelas, rekaman kejahatan kelas berat, dan beberapa bukti kejahatan lainnya.


Anzu tidak peduli, tapi sepertinya Izaya dan yang lain memegang hal-hal itu di tangan mereka.


"Bahkan bisa jadi mereka memiliki video skandal ayahmu," ucap Anzu sambil tersenyum sinis pada Alan.


"Kau–"


Meskipun sudah tidak memiliki ikatan lagi, Alan tetap kesal saat seseorang berani menghina anggota keluarga yang paling dihormatinya. Karena itulah, dia benar-benar ingin segera menghentikan Anzu dari segala ocehan omong kosongnya. Namun, sebelum dia dapat melakukan itu, Anzu sudah lebih dulu tertawa kecil.


"Yahh, intinya aku dan Iza sudah melakukan beberapa pekerjaan khusus di masa lalu, sehingga hukuman yang diterima Tanaka bisa mendapat keringanan yang tak masuk akal."


Tentu saja, apa yang mereka lakukan, dan apa hasil dari tindakan mereka itu telah dirahasiakan sepenuhnya dari publik. Dari sini, terlihat jelas betapa mengerikannya kontrol yang mereka miliki terhadap media masa.


Anzu masih tidak ingin mempercayainya, karena dia tidak menyangka akan bisa mengendalikan informasi jenis apa yang akan menyebar. Dengan begitu, dia bisa menetapkan sensor sendiri.


Semua juga sudah termasuk dalam skenario yang Izaya rangkai.


Setelah Tanaka ditangkap, dia akan menjalani hukuman tahanan dan rehabilitasi selama tiga tahun. Setelah ia bebas, ia akan langsung direkrut untuk menjadi anggota baru dalam Black Marine.


Meningkatkan jumlah anggota bukanlah sesuatu yang bisa diputuskan seenak hati. Mereka saat itu harus berdiskusi dengan anggota lainnya, dan harus mendapatkan persetujuan sebelum Tanaka bisa bergabung.


Meski semua telah dipersiapkan, bagaimana Tanaka akan bertahan di penjara adalah masalah lain. Hanya dia sendiri yang bisa mengurus itu.


Jika Tanaka gugur di penjara, maka kualifikasinya akan dibatalkan.


(Bahkan semua orang di sarang penjahat itu tidak akan pernah memaafkan orang yang menjadi pelaku pembantaian.)


Anzu menghela napas dan meminun tehnya sejenak.


"Sekarang, sudah jelas kalau yang kami miliki hanyalah hubungan kerja sama, tidak lebih. Aku memegang kelemahannya, dan dia memegang kelemahanku. Kami saling mengendalikan."


Norman yang mendengar itu mau tak mau menelan ludahnya sendiri dengan tidak percaya.


Tidak heran Anzu mengatakan kalau hukum dan media masa hanyalah mainan belaka.


Dia tidak ingin percaya itu, tapi lebih dari apa pun, dia tahu kalau Anzu tidak akan berbohong.


Apa yang harus dia lakukan? Mengecamnya karena melakukan dan menormalisasikan hal yang di luar moral? Atau bahkan, memusuhinya dan berikan dia hukuman yang bisa setimpal?


Tidak ada pilihan yang muncul di benak Norman.


Dia merasa ini kejam dan tidak masuk akal, tapi di sisi lain dia menerima semua ungkapan Anzu dengan tenang, seolah dia sudah tidak peduli lagi pada mereka yang hidup di masa lalu.


Mungkin, tanpa dia sadari, dia sendiri telah berubah menjadi orang yang tidak bermoral.


Sebenarnya itu wajar. Dia sudah hidup di dunia baru sekarang, sebuah dunia di mana nyawa sangatlah murah harganya. Untuk membiasakan diri dari kehidupan itu, dia harus membuang beberapa moral kemanusiaan yang dulunya sangat ia jaga.


Mungkin, kebenaran yang Anzu ungkapkan hanyalah sedikit dari kebenaran sejatinya. Dan Norman merasa dia tidak ingin tahu lebih banyak, atau dia benar-benar akan menggila.


Melihat semua orang hanya terdiam, Anzu menghela napas. Dia kemudian tertawa dengan penuh ejekan, yang entah ia keluarkan untuk siapa.


Anzu berdiri, berniat untuk segera pergi dari tempat itu. Namun, saat dia masih setengah perjalanan menuju gerbang keluar, angkat kakinya berhenti. Dia berbalik.


"Pada akhirnya, yang ingin kukatakan adalah; Iza tidak mungkin mati begitu saja. Dia pasti masih hidup di suatu tempat. Aku lebih percaya kalau dunia akan kiamat dibandingkan Iza mati secara tiba-tiba bahkan tanpa menyisakan mayat."


Dia belum selesai. Setelah berbalik ke arah gerbang keluar, dia melanjutkan, "Selain itu, Cryll sudah pergi untuk mencarinya. Tidak ada gunanya berdiam diri. Jika ada sesuatu yang harus dilakukan, maka itu adalah mengkhawatirkan kondisi Olivia yang semakin tidak stabil setiap harinya."


Anzu tidak memberitahukan ini pada yang lain, tapi dia memiliki hewan familiar yang juga membuat kontrak dengan Chloe. Dengan begitu, Anzu bisa mendapatkan kepastian mengenai kondisi Olivia. Jika Chloe melaporkan adanya keadaan darurat yang melibatkan Olivia, maka Anzu akan langsung pergi ke tempatnya, tidak peduli seberapa jauh itu.


Karena ini adalah janji tak terungkapnya pada Noelle.


...****************...