[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 202: Keputusan Bersama (1)



...****************...


(Sebenarnya … Aku punya tebakan untuk jalan keluarnya … )


Noelle dengan serius memikirkan ertanyaan dari Erwin. Menghubungkannya dengan apa yang telah diceritakan Erwin sebelumnya, Noelle akhirnya sadar kalau mencari jalan keluar secara fisik adalah hal yang percuma.


Jika tempat ini benar-benar seperti penjara yang terisolasi dari dunia luar, maka akan sulit untuk mencari jalan keluar. Namun, jelas kalau tempat ini tidak benar-benar terisolasi. Karena itu, masih ada cara yang bisa dilakukan.


Dalam hal ini, solusi yang berhasil Noelle pikirkan adalah dengan bantuan nama'Nya'. Noelle bisa memanggil nama kehormatan'Nya' dan memicu reaksi serupa untuk membuka gerbang roh. Dengan itu, mungkin mereka semua bisa keluar.


Solusi lainnya, adalah dengan mengandalkan benda yang Kaira dan Norman gunakan untuk salin terhubung. Benda itu bisa digunakan untuk teleportasi. Hanya saja, benda itu hanya bisa berteleportasi ke benda serupa yang terhubung dengannya.


Norman dan Kaira masih di tempat ini, jadi tidak mungkin untuk mengandalkan teleportasi mereka.


(Ini sulit … )


Pada akhirnya, hanya ada satu solusi yang mungkin bisa dilakukan. Meskipun, ini sedikit bertentangan dengan keinginan Noelle.


Noelle hanya bisa memijat pelipisnya sendiri sambil melihat ke arah jendela, tatapannya mengarah langsung ke bulan merah raksasa yang terlihat jelas tanpa halangan.


"Mungkin … Kita bisa menyebut nama kehormatan'Nya' untuk mengaktifkan gerbang roh … Kemungkinan besar kita bisa menggunakannya untuk pergi ke dungeon yang kami masuki sebelum datang ke sini … "


Erwin mendengarkan Noelle dengan penuh fokus, lalu berpikir sejenak. Dia kemudian memilih kata-katanya dengan penuh kehati-hatian.


"Itu mungkin bisa dilakukan. Tapi, aku tidak begitu menyarankannya. Bagaimanapun, menyebutkan nama kehormatan dari seorang dewa—terutama dewa luar yang tidak termasuk ke dalam jajaran Dewa Ortodoks bisa saja menjadi bentuk provokasi yang akan menyinggung'Nya'. Tergantung bagaimana sifat'Nya', 'Dia' akan memberikan respon yang berbeda."


Setelah mendengarkan itu, Noelle kemudian terdiam tanpa bisa mengatakan apa pun. Apa yang Erwin katakan itu memang benar, dan dia tidak bisa menyangkalnya.


Awalnya, Noelle sudah memikirkan kemungkinan akan hal itu, tapi ia segera mengesampingkan semua resiko yang ada karena dia sudah merasa cukup aman.


"Haahhh … Kabut ini jelas menumpulkan kecerdasanku … "


Ada pun respon yang Erwin sebutkan sebelumnya. 'Dia' akan memberikan respon berupa serangan yang membahayakan jika 'Dia' tidak senang. Sebaliknya, 'Dia' pasti akan memberikan banyak keuntungan pada orang yang berdo'a pada'Nya' jika 'Dia' dalam suasana hati yang baik.


Dalam hal ini, Noelle sebenarnya cukup yakin kalau 'Dia' akan memberikan respon yang baik. Itu sesuai dengan nama kehormatan'Nya'.


Dewa luar yang Noelle pikirkan sekarang memiliki nama kehormatan yang menyiratkan kalau 'Dia' adalah eksistensi yang cukup ramah.


Noelle melirik pada Erwin, dan bergumam, "Apa kau tahu kalau ritual penyebutan nama kehormatan itu harus menggunakan bahasa yang bisa mempengaruhi kekuatan alam untuk mendapat respon? Sebelumnya, kami harus menggunakan bahasa Minerva Kuno untuk mendapatkan respon'Nya'."


"Ya." Erwin mengangguk sedikit, lalu melanjutkan, "Sejujurnya aku tidak begitu ahli dalam ilmu mistisme atau ritual, tapi … Aku punya beberapa pengalaman dengan itu. Aku juga memahami bahasa Minerva Kuno dengan cukup baik."


"Syukurlah … " Noelle menghela napas lega saat ia menyadari kecerdasan yang dimiliki Erwin. Syukurlah dia bukan seorang pria tua biasa yang akan menggila dalam beberapa waktu. Ini akan memudahkannya untuk memberi penjelasan.


"Aku tidak bisa membuktikannya langsung padamu, tapi aku bisa menyebutkan nama kehormatan'Nya' menggunakan bahasa Hermes. Dengan begitu, kau bisa menentukan apakah keberadaan ini benar-benar aman atau tidak."


"Bahasa Hermes, ya … "


Bukannya Erwin memiliki keraguan dengan itu. Bahasa Hermes adalah bahasa paling umum yang digunakan di banyak negara, dan itu sudah menjadi bahasa dasar yang harus dipahami semua orang.


Bahasa itu tidak memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi dunia dan alam sekitarnya, tapi menyebutkan nama kehormatan dewa dengan bahasa itu tetap memiliki kemungkinan untuk mendapatkan respon dari keberadaan yang dimaksud.


"Hehe, aku mengerti dengan kekhawatiranmu, tapi itu tidak masalah. Menyebutkan nama kehormatan'Nya' dengan Hermes tidak akan menghasilkan respon apa pun, kecuali keberadaan yang dimaksud itu tertarik padamu."


Itu bukanlah sesuatu yang tidak Erwin ketahui, tapi mendengarnya dari Noelle membuatnya menjadi sedikit yakin.


Lagi pula, menyebutkan nama'Nya' seharusnya tidak akan ada masalah, karena mereka sekarang masih ada di alam mimpi. Alam mimpi kolektif ini adalah sesuatu yang dihasilkan dari sisa-sisa kekuatan Vesperi Goddess Zelica, salah satu Dewa Ortodoks yang memiliki banyak pengikut. Noelle ragu keberadaan yang akan ia sebutkan nama'Nya' ini memiliki otoritas yang cukup untuk mengganggu kekuatan Dewi Ortodoks.


Kemudian, Noelle dengan lancar melafalkan nama kehormatan'Nya' dalam bahasa Hermes.


"Si putih dan emas, yang menjadi penguasa misterius di alam mimpi, yang menguasai jalan cahaya dan kabut ilusi. Menikmati semua sajian, dan membagikannya pada pengikutnya. Yang memberikan bencana ketakutan pada musuhnya."


"Yang menyukai kisah indah dari dongeng dan masa lalu, serta 'Dia' yang tidak menyukai kesedihan. 'Dia' yang menciptakan taman imajiner, yang menunjukkan kenangan indah pada semua orang, juga yang menunjukkan mimpi buruk pada semua orang."


Setelah baris itu disebutkan, dia kemudian beralih ke baris nama kehormatan sejati dari sosok tersebut.


"Engkau yang merupakan penyusup dari dunia luar. Yang menyukai dongeng dan masa lalu."


Keheningan melanda, dan tak satu pun dari mereka yang berbicara. Tak lama kemudian, Noelle akhirnya tersenyum, seolah puas setelah membuktikan kalau menyebutkan nama'Nya' dengan bahasa Hermes di alam mimpi sama sekali tidak berbahaya.


Setelah itu, Erwin mau tak mau menghela napas lega. Dia mencubit jarinya dan sekali lagi mengetuk dadanya tiga kali dalam pola bulan sabit. "Puji Nona."


Dia kemudian tersenyum pada Noelle. "Baiklah, kau sudah meyakinkanku! Setelah kita keluar dari alam mimpi ini, kau dan kelompokmu bisa menemukanku di bagian yang kutandai di peta. Setelah itu, kita akan keluar bersama."


Tertawa berat sejenak, Erwin kemudian melanjutkan, "Aku sendiri tidak begitu yakin dengan kekuatanku, tapi aku punya cukup banyak pengalaman untuk membimbing kalian para anak-anak! "


Noelle meresponnya hanya dengan tersenyum kecil. Dia lalu berdiri, membuat kursi malasnya menghilang ke udara, kemudian berjalan mendekati jendela.


"Orang yang kukenal ada di sekitar sini. Aku ingin menghampirinya."


Tentu saja, orang yang dia maksud itu adalah Olivia. Noelle kini sudah kembali ke wujudnya sebagai Noelle yang asli, jadi koneksinya dengan Olivia dengan cepat terbentuk kembali setelah memasuki alam mimpi.


Selama percakapannya dengan Erwin, Noelle tidak berhenti memastikan kehadiran Olivia, dan akan memantau setiap pergerakannya. Tidak diragukan lagi, Olivia berlari dengan cepat untuk mendatangi menara ini. Dia pasti merasakan kehadiran Noelle melalui koneksi《Oath of Blood》.


Noelle berbalik, berniat pergi keluar melalui satu-satunya pintu yang ada di sana. Namun, suara Erwin menghentikan langkahnya.


"Aku akan ikut denganmu."


" ……… Kenapa? "


Noelle awalnya ingin langsung pergi dan meninggalkan Erwin di belakang. Urusannya sudah selesai, dan dia akan mendatangkan Erwin ketika dia sudah kembali ke dunia nyata. Namun, tindakan Erwin membuatnya ragu sejenak, merasa seolah Erwin tidak mengerti maksud tersirat dari perkataannya.


Namun, berlawanan dengan pemikiran Noelle, Erwin sebenarnya sudah paham dengan cukup baik tentang situasi Noelle. Hanya saja, dia menghentikannya untuk pergi ke luar karena beberapa alasan.


Noelle juga paham ini. Erwin adalah seseorang yang sudah terjebak di tempat ini selama beberapa tahun. Itu membuatnya menjadi orang yang sangat berpengalaman dalam bidang ini.


Noelle menghentikan langkah kakinya, dan berbalik menatap Erwin. Dia tahu kalau Erwin tidak menghentikannya untuk alasan yang sepele, jadi dia menunggu sampai Erwin menjelaskan tujuannya sendiri.


Setelah keheningan yang cukup panjang, helaan napas panjang akhirnya keluar dari Erwin.


Pada saat ini, Noelle langsung mengertj maksudnya.


Untuk seseorang yang sudah berulang kali memasuki alam mimpi kolektif, dia pasti memiliki sangat banyak pengalaman dan kenalan di sana.


Semua orang yang ada di alam mimpi kolektif adalah orang-orang yang pernah memasuki area di luar Laut Senor. Itu membuat Erwin mengenal sangat banyak orang di sini.


Tempat ini adalah tempat yang cukup terisolasi dari dunia luar, membuatnya sulit untuk menemukan jalan keluar, dan Noelle menjadi sedikit penasaran dengan bagaimana interaksi semua orang yang terjebak di sini.


Namun, pemikiran itu hilang seketika saat dia mengingat kabut dan angin berat yang dapat menyebabkan kerusakan mental pada seseorang. Benar, sebagian dari mereka pasti sudah mati sekarang. Bertemu dengan Erwin yang masih hidup mungkin menjadi sebuah keberuntungan untuk Noelle.


Ucapan Erwin sebelumnya menyiratkan kalau ada banyak orang dengan kekuatan di luar nalar sedang bersembunyi di balik bayang-bayang area ini. Keberadaan mereka sulit untuk dideteksi, tapi itu seharusnya bukanlah masalah untuk seorang vampir abadi.


(Yahh, ada baiknya untuk berjaga-jaga … )


"Lalu, apa yang harus kulakukan? " tanya Noelle pada Erwin.


Erwin menatapnya dalam diam sejenak, lalu tersenyum lebar. "Sebenarnya, aku juga tidak tahu. Kebanyakan orang yang terjebak di alam mimpi ini akan bersembunyi dari keberadaan satu sama lain. Mereka tidak ingin bertemu dengan yang lain, dan pada akhirnya hanya akan mati sendirian di pulau tak berpenghuni."


"Jadi mereka seperti tetangga yang introvert, ya … "


Noelle mengangguk beberapa kali, kemudian menatap Erwin. "Ikut denganku, aku masih membutuhkan pemandu turis."


...****************...


Setelah Noelle dan Erwin keluar dari menara, keduanya langsung mengambil posisi di balik beberapa pohon besar. Noelle juga secara aktif memperluas jangkauan deteksinya dalam upaya untuk menemukan orang lain.


Namun, pada akhirnya ia hanya menemukan satu jejak keberadaan, dan itu adalah Olivia yang lokasinya masih agak jauh.


Noelle dan Erwin melepaskan kewaspadaan mereka, dan dengan tenang berjalan menyusuri jalan setapak yang tercipta entah bagaimana.


Dari tempatnya, Noelle dapat melihat ada banyak bangunan raksasa yang berdiri dengan megah di kejauhan.


Salah satu konstruksi raksasa itu adalah kastil hitam raksasa yang entah siapa penciptanya.


Saat Noelle fokus melihat kastil itu, Erwin yang ada di sampingnya segera berbicara, "Kemungkinan besar itu adalah kastil Raja Raksasa Faulmir yang hidup di zaman sebelum kemunculan Raja Iblis. Yahh, aku tidak tahu pasti karena sosok Raja Raksasa Faulmir hanyalah tokoh legenda yang banyak dikenal petualang."


(Sebenarnya … Ini pertama kalinya aku mendengar nama itu … )


Raksasa … Noelle memikirkan kata ith untuk beberapa saat, tapi tak berhasil menemukan apa pun yang sesuai. Dia melirik sedikit pada Erwin, berharap dia akan memberikan jawaban atas pertanyaannya. Namun, Erwin tidak menyadari tatapan itu dan justru melihat ke arah lain dengan mata menyipit.


Melihat keanehan Erwin, Noelle seketika menegakkan punggungnya. Dia bersiap dengan pedangnya dan waspada dengan arah yang ditunjuk Erwin.


Namun, tidak hanya tidak terjadi apa pun, tapi bahkan tidak ada sensasi keberadaan seseorang di sana.


Noelle awalnya ingin menurunkan senjatanya dan melanjutkan perjalanan, tapi Erwin telah lebih dulu berjalan cepat ke arah yang dia tunjuk sebelumnya.


(Seharusnya tidak ada apa-apa di sana … )


Tanpa menyuarakan isi pikirannya, Noelle dengan hati-hati mengikuti Erwin dan memeriksa tempat itu. Tapi, dia segera dikejutkan dengan siluet tiga orang asing yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.


Begitu melihat sosok mereka bertiga, Noelle mau tak mau mengeluarkan keringat dingin, sementara cengkeraman tangannya terhadap gagang pedang menjadi semakin kuat.


Mereka sama sekali tidak mengeluarkan aura intimidasi, dan justru sebaliknya; mereka semua sangatlah tenang, seolah mereka tidak memiliki kehidupan apa pun. Namun, Noelle yakin kalau mereka masih hidup—setidaknya salah satu dari mereka. Itu bisa dilihat dengan gerakan dadanya yang naik turun secara konstan, sementara dua yang lain telah berdiri di tempat dengan wajah pucat dan mata kosong. Mereka berdua sudah mati!


Yang membuat Noelle merasa sedikit panik tadi adalah karena dia sama sekali tidak bisa mendeteksi kehadiran mereka. Meskipun dia sudah bersiap untuk beberapa kemungkinan kejadian serupa, tetap saja mengejutkan baginya untuk menemukan orang lain mampu menghindar dari deteksinya.


Noelle dan Erwin tidak bergerak sedikit pun saat mereka dalam diam menyaksikan pria yang masih hidup itu. Dia memakai jubah penuh dengan warna hitam kemerahan, dan wajahnya yang kurus dan pucat itu terlihat rekatif sehat. Rambutnya emas panjang, dan diikat sederhana sehingga membuatnya terlihat rapih.


Dari penampilannya, semua orang dapat mengira kalau dia adalah seorang pendeta dari salah satu Gereja Ortodoks. Namun, pada kenyataannya, organisasi yang dia masuki bukanlah Gereja Ortodoks, melainkan organisasi lainnya; sebuah organisasi yang tujuannya belum diketahui secara pasti, tapi telah diketahui memiliki banyak anggota yang gila dan tidak rasional.


" … Swallow Life Order! "


Erwin melebarkan matanya, dan langsung masuk ke posisi menyerang dengan pedang yang Noelle berikan sebelumnya.


Pria yang diduga sebagai anggota Swallow Life Order itu pun melihat ke arah Erwin, dan mengangguk sedikit. Dia kemudian mengulurkan tangannya, menciptakan garis cahaya keemasan yang mengikuti dari jari telunjuknya.


Begitu jari telunjuknya mengarah tepat pada Erwin, sinar yang menyilaukan muncul, diikuti dengan ledakan besar yang tiba-tiba muncul.


Mengikuti instingnya, Noelle secara refleks langsung menciptakan penghalang fisik dan penghalang sihir yang berlapis, lalu melapisinya lagi dengan darahnya sendiri.


Pada saat yang sama, dia juga menggunakan telekinesisnya dan mengendalikan beberapa pedang untuk menebaa dan menusuk pada anggota Swallow Life Order itu.


Memanfaatkan《Clairvoyance》, Noelle kemudian secara akurat mengendalikan pedangnya dan menargetkan tepat pada leher pria itu.


Serangannya berhasil mendarat, dan leher pria itu memiliki sebuah pedang menembusnya, mengeluarkan banyak darah yang berbau busuk.


Untuk sesaat, tidak ada reaksi tambahan darinya. Namun, tak lama kemudian, tubuh anggota Swallow Life Order itu pun bergerak dengan cara yang aneh. Dia menggeliat, dan dengan paksa mencabut pedang yang sebelumnya menancap di lehernya.


Ekspresinya bengkok saat darah dalam jumlah besar dikeluarkan dari bekas luka, dan bekas luka pada leher pria itu kemudian mengeluarkan gumpalan daging kemerahan yang menjijikkan, sepenuhnya telah menutup bekas luka tusukan pedang itu.


Tak butuh waktu lama bagi Noelle untuk memahami situasinya.


"Dia bukan manusia! "


Setelah menggumamkan itu dengan cemas, Noelle langsung menciptakan rantai darah yang bisa dia kendalikan secara bebas, lalu melilit tubuh besar Erwin untuk dibawa secara paksa.


Dia kemudian berlari, berusaha menjauhi posisi anggota Swallow Life Order itu. Di belakangnya, ada sosok Erwin yang bergelantungan di rantai, berusaha menyeimbangi kecepatan Noelle dengan berat tubuhnya.


"Serius, aku tidak menyangka akan ada anggota Swallow Life Order di tempat ini … "


Setelah cukup jauh dari posisi awal, Noelle langsung menurunkan Erwin, membuat Erwin bernapas lega dan mengintip ke dalam kapal.


Sementara itu, Noelle yang mendengar nama organisasi itu pun terdiam.


"Aku benar-benar tidak tahu ada organisasi seperti itu … "


...****************...