[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 145: Cryll Rescue Act (2)



...****************...


"Seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya. Kita akan bergerak dalam 5 kelompok. Apa kalian sudah ingat pembagian kelompoknya? "


Semua orang mengangguk pada pertanyaan Noelle.


Sebelumnya, Noelle telah memutuskan untuk membagi semua orang ke dalam beberapa kelompok.


Karena jumlah anggota kelompok pangeran tepat 12 orang, Noelle memutuskan untuk membaginya menjadi tiga kelompok yang berisi empat orang.


Karena Noelle masih belum mengetahui statistik kekuatan setiap orang, Noelle menyerahkan pembagian anggota kelompok ini pada Rico, mengingat dia tampaknya memiliki kesadaran penuh terhadap semua orang.


Dan hasilnya, semua telah diputuskan dengan cukup baik.


Meskipun itu disebut sebagai lima kelompok, Noelle tidak termasuk ke kelompok mana pun. Dia hanya bergerak sendiri, sementara Olivia dan Stella akan berada di satu kelompok yang sama.


Berikut adalah hasil pembagian kelompok mereka:


Kelompok pertama hanya berisi Noelle seorang, sedangkan kelompok kedua hanya berisi dua orang, yaitu Olivia, dan Stella.


Kelompok ketiga adalah kelompok Norman, yang berisi orang-orang dengan kekuatan penyerangan yang kuat, disertai serangan kombinasi yang bagus juga.


Orang-orang itu adalah Iris, Muku, dan Waka.


Lalu, ada kelompok Rico yang bisa dibilang memiliki keseimbangan yang sempurna antara penyerangan, dan pertahanan.


Kelompoknya berisi empat orang. Di antaranya adalah Rico sendiri, Anzu, Werli, dan Liscia.


Selain itu, kelompok yang dipimpin Kaira juga memiliki keseimbangan yang cukup bagus.


Meskipun dua orang di kelompoknya cenderung tidak ingin bertarung melawan manusia, tapi kekuatan mereka tak perlu diragukan.


Kelompok ini berkemungkinam besar akan didominasi oleh Alan yang memiliki kemampuan pelucutan senjata yang sangat membantu dalam pertarungan, lalu diikuti oleh Kaira yang memiliki kemampuan analisis yang dapat dibilang cukup bagus.


Lalu ada Lilith dan Rias. Mereka adalah satu-satunya masalah yang ada di kelompok ini.


Kemampuan unik yang dimiliki Rias berupa kemampuan untuk membaca ingatan. Itu bukanlah kemampuan yang cocok untuk digunakan dalam pertarungan.


Namun, kemampuan yang dimiliki anggota lainnya akan menutupi ketidaksempurnaan itu.


Dan begitulah, semua pembagian anggota kelompok itu adalah keputusan yang Norman dan Rico buat setelah berdiskusi dengan semua orang.


"Pembagian kelompok sudah selesai. Sekarang kita bisa bertindak sesuai dengan rencana."


Noelle memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Sama sekali tidak ada tanda kehadiran lain di sekitar pulau itu.


Satu-satunya tempat yang memiliki banyak kehadiran di dalamnya adalah bangunan besar yang terletak tepat di pusat pulau.


(Kurasa aku sedikit terlambat … )


Selain di bangunan itu, sama sekali tidak ada tanda kehidupan. Itu membuat semuanya mengarah pada satu kesimpulan.


Musuh sudah melarikan diri, dan meninggalkan markas mereka yang di sini.


Meskipun begitu, ada lebih dari 80 orang di dalam bangunan itu. Jadi mungkin proses pelarian diri mereka belum sepenuhnya selesai.


Musuhnya adalah kelompok yang berkemungkinan besar memiliki jumlah anggota ratusan orang. Organisasi sebesar itu pastinya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pelarian mereka.


"Ini adalah permainan waktu. Lebih baik kita cepat," ucap Noelle sambil berlari mendekati bangunan itu.


Jika musuh benar-benar melarikan diri seperi yang dia pikirkan, maka ada kemungkinan kalau Cryll juga akan dibawa bersama mereka.


Tapi, ada satu kejanggalan dalam semua itu.


Apakah musuh sangatlah waspada sehingga mereka berakhir dengan berpindah markas? Tidak, tidak mungkin begitu. Noelle berpikir kalau setidaknya proses pemindahan mereka akan lebih cepat selesai jika memang itu yang terjadi.


Yang artinya, mereka berpindah markas karena alasan lain.


Satu-satunya hal yang dapat Noelle pikirkan adalah kebocoran informasi.


Mereka pasti mendapat kabar kalau Noelle akan menyerang tempat mereka dalam waktu dekat. Jadi mereka buru-buru meninggalkan markas yang sekarang, dan pergi menjauh dari laut Eisen.


Tapi, siapa yang menyebabkan kebocoran informasi itu? Noelle akan memikirkannya nanti. Untuk saat ini, ia harus fokus pada misinya.


"Lakukan semuanya sesuai rencana! Aku akan langsung masuk ke dalam! "


...****************...


Matahari mulai terbit. Itu adalah pertanda kalau aksi mereka akan dimulai.


Noelle mengayunkan pedangnya dan menebas pintu logam yang tampak sangat tebal itu, dan langsung masuk ke dalamnya.


Di belakangnya, Norman dan kelompoknya mengikutinya.


Sebelumnya, Noelle sudah memberi tahu semua orang tentang struktur bangunan yang akan mereka masuki.


Itu adalah sebuah konstruksi besar yang hampir seluruh bagiannya dibuat dari logam yang sangat kuat. Bangunan itu terdiri dari enam lantai, dan memiliki luas kurang lebih 2000 meter.


Bahkan meskipun itu terlihat seperti struktur yang sangat besar, tetap tak dapat memenuhi pulau yang luasnya dapat mencapai 8000 meter ini.


Karena bangunan itu sedikit terlalu besar, maka mereka memutuskan untuk membaginya ke dalam beberapa segmen.


Noelle akan menerobos menuju bagian inti bersama kelompok Norman, sedangkan Rico dan Kaira akan menyisir bagian lain bersama kelompok mereka masing-masing.


Sementara itu, Stella adalah satu-satunya orang yang memiliki kekuatan penyerangan jarak jauh. Jadi dia tidak bisa langsung masuk begitu saja ke markas musuh.


Dia akan mengambil tempat yang strategis di titik tertentu, lalu memberikan dukungan dari jarak jauh menggunakan kemampuannya dalam memanah.


Olivia ada di sisinya untuk membantunya ketika ada musuh yang mendekat.


"Apa itu? "


Begitu Noelle memasuki bangunan, hal pertama yang menyamnutnya adalah beberapa golem dengan bentuk minimalis sedang melakukan pekerjaan pengangkutan barang.


Tapi, jika hanya itu saja, tidak mungkin Noelle akan terkejut.


Yang membuatnya terkejut adalah puluhan duri yang tajam dan besar, tumbuh dari lantai, dan mengarah ke langit-langit.


(Apa-apaan ini … )


Awalnya Noelle mengira kalau itu adalah ulah dari pengguna sihir tanah. Tapi, melihat bagaimana duri itu terus bertahan tanpa menunjukkan tanda akan menghilang membuatnya kembali sadar.


Sesuatu yang diciptakan dengan sihir seperti duri tanah tidak akan bertahan lama. Itu pasti akan menghilang seiring berjalannya waktu.


Noelle langsung mengayunkan pedangnya dan menghancurkan semua duri yang menghalangi jalannya, lalu lanjut berlari ke tempat tujuannya.


Sambil berlari, ia juga melempar beberapa belati kecil ke arah para golem yang sedang bekerja. Belati yang ia lemparkan pun dengan mudah menancap di titik vital golem itu, membuatnya seketika hancur menjadi tumpukan batu biasa.


Semua jalur telah dibersihkan oleh Noelle seorang, sehingga Norman dan orang-orang di kelompoknya hanya bisa diam-diam mengikutinya dari belakang tanpa benar-benar melakukan apa pun.


"Sedikit lagi," ucap Noelle sambil menyiapkan beberapa pisau kecil di antara jari-jarinya.


Begitu ia mencapai sebuah tempat yang dihalangi oleh pintu logam besar, Noelle langsung menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya. Namun, pintu itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan hancur, melainkan hanya penyok sedikit di bagian yang Noelle tendang.


"Bahkan dengan kekuatan fisikku masih tidak bisa menghancurkannya, ya … Lalu, bagaimana dengan ini! "


Noelle menarik pedang hitam Langen dari sarungnya, dan menebas pintu itu, menciptakan sisa tebasan yang sangat rapih di sana.


Seperti yang diharapkan dari senjata bintang yang dikatakan 'mampu memotong segalanya', bilah hitam Langen dapat dengan mudah menembus logam tebal itu.


Noelle sedikit penasaran dengan material yang digunakan untuk menciptakan pertahanan pada pintu itu. Jadi ia mengambil beberapa kepingan logam yang terjatuh di lantai, dan memasukkannya ke kantungnya sendiri.


"Ayo masuk," kata Noelle sambil kembali menyarungkan pedangnya, dan bersiap dengan beberapa pisau lempar.


Norman menoleh pada Iris, dan mengangguk sebagai tanda persetujuan. Keduanya kemudian berlari mengikuti Noelle, dengan Muku dan Waka tepat di belakang mereka.


Ruangan yang ada di balik pintu itu adalah sebuah ruangan persegi dengan masing-masing sisi memiliki panjang kurang lebih 60 meter.


Itu benar-benar ruangan yang luas. Namun, perhatian Noelle dan yang lain tak mengarah pada betapa luasnya ruangan itu.


Perhatian mereka sepenuhnya tertuju pada suatu bola kristal raksasa yang berada tepat di tengah ruangan.


Bola kristal itu memiliki permukaan yang transparan dan sangat halus sehingga bagian dalamnya dapat terlihat dengan sangat jelas.


Di bagian dalam kristal itu, terdapat sebuah bola logam berukuran seperempat dari kristal itu. Bola itu memancarkan cahaya biru yang aneh, dan tampaknya mengandung unsur magnetik yang sangat kuat sehingga persenjataan yang Noelle dan semua orang di belakangnya bawa hampir tertarik oleh gelombang itu.


Tampak jelas Noelle memperkuat jepitan jarinya yang membawa beberapa pisau lempar, sementara Norman, Muku, dan Waka dengan sedikit kesulitan berusaha mempertahankan posisi mereka di tempat.


Iris tampak sama sekali tidak terpengaruh karena ia tidak membawa sesuatu yang terbuat dari logam. Kecuali untuk jepit rambut dan sabuknya yang mengandung sedikit unsur logam magnetik. Senjatanya sendiri hanya berupa sebuah cambuk yang dilapisi kulit pada bagian pegangannya, sehingga efek tarikan magnet sama sekali tidak berpengaruh padanya.


Noelle tentunya yakin kalau gelombang magnetik ini terpancar bersamaan dengan cahaya biru yang keluar dari bola logam itu.


"Kurasa kristal itu adalah sumber energi yang menjadi pilar utama bangunan ini. Seharusnya bukan masalah untuk menghancurkannya."


Mengatakan itu, Noelle kemudian langsung melemparkan beberapa pisau lempar yang sejak tadi tertahan di jarinya, dan dengan tingkat keakuratan yang mengerikan langsung menargetkan bola logam itu.


Namun, pisau-pisau itu berhenti tepat sebelum mencapai permukaan kristal.


"Apa-apaan … "


"Gelombang magnetnya … Menolak pisau itu? Tapi … Bukankah gelombang magnet yang dipancarkannya memiliki sifat tarikan yang kuat? Lalu, kenapa … "


Iris dengan cekatan menganalisis situasinya, sebelum akhirnya ia mengayunkan cambuknya pada kristal itu.


Dan sesuatu yang tak terduga kembali terjadi. Ujung cambuknya berhenti tepat sebelum mencapai permukaan kristal itu. Sama seperti yang terjadi pada pisau lempar Noelle.


Jelas itu aneh. Mengingat cambuk Iris terbuat dari campuran kulit dan karet yang sangat elastis, seharusnya gelombang magnet tidak akan berpengaruh padanya.


"Muku, Waka. Bisakah kalian lakukan sesuatu dengan itu? "


Norman menoleh pada Muku dan Waka, yang kemudian dibalas hanya dengan celengan kepala.


"Jika serangan kalian saja tidak mempan, bagaimana mungkin kami bisa mempengaruhinya? "


" … Itu benar."


Norman sedikit sulit untuk menerimanya, tapi jika itu tentang kekuatan, Muku dan Waka sedikit lebih lemah darinya. Meskipun serangan kombinasi mereka cukup mengerikan.


"Yahh, setidaknya kita tahu kalau benda itu tidak akan bisa dihancurkan. Tapi … Tidakkah kalian merasakan sesuatu yang aneh di sini? "


Begitu Noelle mengatakannya, semua orang tiba-tiba menyadarinya.


Terlalu sepi di sini. Meskipun tempat ini seharusnya menjadi bagian inti dari bangunan ini, sama sekali tidak ada penjagaan di sini.


Biar pun markas ini telah ditinggalkan oleh musuh, seharusnya ada satu atau dua orang yang menjaga pusat pembangkit energi mereka.


Kesunyian itu terus menguasai ruangan untuk beberapa waktu. Sampai akhirnya, tiga siluet perlahan muncul dari balik kegelapan.


Noelle dengan waspada menarik pedangnya, sementara ia juga memperkuat pijakannya di lantai agar tak terseret gelombang magnet yang sangat kuat itu.


Ketiga siluet itu berjalan perlahan keluar dari balik bayangan, dan menunjukkan sosok mereka.


Dua di antara mereka adalah orang dewasa, dan satu lagi tampak seperti seorang bocah laki-laki dengan usia kurang lebih sebelas tahun.


"Siapa kalian? " Norman mencoba bertanya, walaupun jelas kalau itu sia-sia.


Salah satu orang berperawakan pria dewasa di sana menjawab pertanyaan Norman dengan senyum sinis.


"Bukankah kami yang seharusnya menanyakan itu? Siapa kalian? Dan kenapa kalian memasuki rumah orang tanpa izin? "


"Kau–"


Tepat sebelum Norman melanjutkan perkataannya, Noelle berjalan maju dan menyela mereka.


"Maaf saja jika kami memasuki rumah kalian tanpa izin. Tapi … Kami sedang terburu-buru di sini. Bisakah kalian menyingkir? "


" … Dasar bocah kurang ajar."


Wajah pria itu masih tersenyum, tapi kerutan jelas terbentuk di dahinya.


"Kurang ajar? Apa aku bisa menganggap itu sebagai pujian? " ucap Noelle sambil membentuk senyum sinis yang sama dengan pria itu.


" … Sudah cukup. Zei, maaf, tapi kurasa aku akan sedikit membuat keributan di sini."


Pria itu kemudian mengeluarkan dua buah belati dari belakang tubuhnya, dan membuat posisi menyerang mengarah pada Noelle.


Namun, sebelum dia dapat bergerak, sebuah hantaman yang sangat keras menabrak wajahnya, dan membuatnya terpental jauh ke belakang sehingga menabrak dinding logam dan membuat pelapis logam itu penyok seketika.


Di tempatnya berdiri sebelumnya, Noelle dengan wajah jengkelnya menatap pria itu sambil mengayunkan satu tangannya.


"Brengsek. Kepalamu sangat keras. Apa kau tipe orang yang berkepala batu secara harfiah? "


...****************...