![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Noelle masuk ke dalam Gereja, dan tanpa disadari siapa pun, asap hitam menyimutinya, dan mengubah wujudnya menjadi sosok yang berbeda.
Terlihat seperti pria paruh baya biasa, dengan karakteristik wajah yang sangat normal, sehingga siapa pun akan langsung melupakannya setelah mengalihkan pandangan selama lima detik.
Dengan wujud baru itu, Noelle berjalan melewati deretan bangku, dan akhirnya tiba di bangku yang menurutnya strategis. Itu terletak tepat di tengah, dan keramaian pasti akan menutupinya nanti.
Noelle tidak khawatir akan kehilangan pandangan, karena dia bisa menggunakan《Clairvoyance》untuk terus mengamati situasi.
Begitulah, rencana Noelle akhirnya dimulai.
...****************...
Setelah enam hari pengamatan, Noelle akhirnya menemukan beberapa informasi yang dia butuhkan.
Pertama tentang sistem pergantian penjaga. Para penjaga akan bertukar posisi dan berkeliling setiap dua jam sekali. Daftar orang yang bertugas juga akan diganti setiap tiga hari sekali.
Semua informasi itu ia dapatkan setelah menjalani rutinitas yang membosankan seperti menghadiri misa pagi dan malam setiap hari. Namun, masih ada beberapa hal yang sulit untuk dia dapatkan kejelasannya.
Sampai saat ini, yang masih belum Noelle temukan adalah celah dalam pergantian jadwal penjaga.
Proses pergantian dilakukan dengan begitu terstruktur dan hati-hati sehingga tidak menciptakan waktu di mana penjagaan kosong.
(ini sulit.)
Noelle mengerutkan keningnya sambil menata ulang rencananya yang sedikit berantakan. Jika sudah begini, maka dia tidak punya pilihan lain selain mengundur rencana, dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengamati proses pergantian jadwal.
Tidak mungkin itu begitu ketat. Pasti ada celahnya. Dan jika dia menemukan itu, maka infiltrasi akan mudah dilakukan.
Meski begitu, masih ada masalah lain yang harus dipikirkan; Noelle sama sekali belum memastikan sistem keamanan yang berlaku di sini.
Selama dia menjadi relawan di gereja dulu, dia tidak diberi tahu apa pun tentang sistem keamanan. Selain itu, tidak ada juga praktik atau prosesur yang harus dilakukan untuk menanggapi sinyal dari sistem keamanan yang aktif. Karena itulah, Noelle sedikit kesulitan sekarang.
Dia juga tidak bisa secara sembarangan menguji sistem keamanaannya, karena rencana yang sudah ia buat bisa berantakan.
(Apa kau ada saran? )
『Hehe, selesaikanlah urusanmu sendiri.』
Saat dia mencoba bertanya pada Noir, itulah responnya. Tapi itu tidak masalah, Sejak awal dia memang tidak pernah berharap akan mendapatkan jawaban yang serius.
(Hei, apa otoritas Dominasi bisa digunakan untuk mengendalikan pikiran manusia? )
Atas pertanyaannya, jawaban Noir adalah, 『Hehe, oritasku ini menguasai segalanya, termasuk waktu dan kenyataan. Pikiran manusia tidak lebih dari permainan anak-anak.』
Memang, Noelle sudah menduga itu.
Dia ingat Noir pernah memberinya rasa sakit yang berulang dengan mengendalikan waktu tubuhnya menggunakan otoritas Dominasi. Dalam hal ini, mengendalikan pikiran seseorang adalah hal yang sangat mudah.
Namun sayang bagi Noelle, dia masih harus mengembangkan kecocokannya dengan 'Dominasi' untuk menguasai tahap lanjutan dalam teknik Dominasi.
Sejauh ini kemampuan kontrolnya hanya sebatas pada benda mati. Dia juga pernah mengendalikan mayat atau tubuh yang sekarat, sehingga bisa dibilang kontrolnya terhadap Dominasi sudah cukup baik.
Sebenarnya Noelle belum pernah mencobanya, tapi dia memiliki ide tentang bagaimana harus mengkreasikan penggunaan otoritas Dominasi.
Entah apakah itu akan berhasil atau tidak, tapi Noelle sempat berpikir untuk menggunakan katalis atau perantara untuk membuat efeknya lebih kuat.
Seperti jika dia melengkapi sebuah koin dengan otoritas Dominasi, maka dia mungkin bisa menghipnotis pikiran orang untuk sejenak menggunakan koin itu. Tapi tentu saja, ini hanya spekulasinya sendiri. Noir belum memberikan konfirmasi apa pun terkait hal itu.
Ada cara lain untuk mengetahui sistem keamanan pada gereja, tapi Noelle ragu untuk melakukan itu.
Resikonya cukup besar, dan mampu menghasilkan kasus yang berkepanjangan.
Cara ini dilakukan dengan menangkap salah satu penjaga, kemudian membunuhnya, dan dengan otoritas Dominasi Noelle bisa mengekstrak ingatannya tentang struktur dan sistem keamanan pada gereja.
Pilihan ini juga memberinya kemudahan untuk menyamar sebagai orang itu, tapi kemudian jika ketahuan, maka hasilnya akan buruk. Mereka bisa saja menemukan Noelle sebagai pelakunya.
Karena itulah, setelah pertimbangan panjang, Noelle menolak gagasan itu. Dia lebih memilih fokus pada rencana aslinya yang memang sedikit berbahaya, namun minim resiko berkepanjangan.
...****************...
Tak terasa, hari yang ditentukan pun akhirnya tiba.
Noelle diam sambil memperhatikan sosoknya sebagai Grei Noctis yang terpantul di cermin.
Tidak diduga, dia benar-benar menciptakan wujud ini dengan baik. Meski pada awalnya ada sedikit masalah dengan pusat keseimbangan, Noelle dengan cepat mulai terbiasa. Wujud ini luar biasa, dan memiliki perawakan yang tampan juga meski cukup mengintimidasi.
"Kurasa aku bisa menaklukkan beberapa wanita sekaligus sekarang," ucapnya dengan nada bercanda.
Dari kamarnya, bunyi lonceng gereja yang menandakan waktu pagi akhirnya bergema. Noelle segera betbalik dan siap meninggalkan rumah ini kapan saja.
Rumah yang ia sewa juga memiliki lokasi yang cukup strategis. Itu tidak terlalu jauh dari gereja, dan bisa dicapai hanya dengan tiga menit berjalan santai.
Sebentar lagi misa pagi akan dimulai, dan bisa dibilang itu adalah saat yang paling tepat untuk melaksanakan rencana Noelle.
Begitu masuk ke gereja, Noelle langsung duduk di bangku barisan kedua dari belakang, dan menunggu sampai akhirnya semua tempat duduk penuh.
Begitu memastikan keramaian yang mulai berdesakan untuk duduk, pada saat itu juga Noelle langsung menggunakan ilusi untuk membuat proyeksi dirinya tetap ada di kursi, sementara sosok aslinya berubah menjadi kabut hitam yang nyaris tak terlihat di dalam gereja.
(Aku harap ini berjalan lancar.)
Noelle merasa seperti menelan ludahnya meski berada pada wujud kabut. Dia kemudian bergerak menuju pintu yang di baliknya ada tangga menuju bawah tanah.
Penjagaan di ruang doa sudah bukan masalah sekarang. Yang mungkin menjadi penghambat Noelle adalah para penjaga yang ada di bawah tanah.
Setelah menuruni tangga, Noelle akhirnya tiba di sebuah lorong lurus dengan banyak pintu di sisinya. Jika dia tidak salah ingat, jalur bawah tanah ini menghubungkan gereja dengan setiap markas Lunatic Order yang ada di seluruh kota Féncen, termasuk Bar Nautica.
Noelle mengingat jalur ini dengan cukup baik karena dia sudah beberapa kali melewatinya. Karena itu, dia tanpa kesulitan menemukan jalur lain untuk pergi semakin jauh ke bawah tanah.
Turun satu lantai ke bawah, Noelle tiba di ruangan dengan banyak pintu seperti sebelumnya. Namun Noelle yakin kalau ruangan yang ini berbeda.
Ruangan di lantai sebelumnya biasa digunakan sebagai basis untuk para Lunatic Order yang sedang berkumpul. Hitungan yang sebenarnya dimulai dari lantai ini.
Untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dari ingatannya, Noelle memeriksa salah satu ruangan di balik pintu. Dan benar saja, apa yang ada di balik pintu itu adalah tumpukan kentang yang masih segar seolah tak terpengaruh oleh waktu dan hama yang terus bergerak.
(Lantai pertama dan kedua berisi persediaan makanan, lalu ….)
Noelle langsung bergerak melewati lantai dua, dan sampai di lantai tiga. Di sana, sama seperti sebelumnya. Seperti gudang, dengan masing-masing ruangan diisi oleh persenjataan dan perlengkapan gereja yang sedikit berdebu.
(Jadi lantai tiga berisi perlengkapan, ya ….)
Cukup aneh karena di sini minim penjagaan, tapi itu tidak perlu dipikirkan sekarang.
Jumlah lantainya ada empat, dan seharusnya yang terakhir adalah gudang arsip, atau semacamnya.
Noelle kembali bergerak menuruni tangga dan tiba di lantai empat bawah tanah. Di sana, jumlah penjaga sedikit lebih banyak dari lantai-lantai sebelumnya. Dan di sana juga, Noelle akhirnya merasakan kehadiran yang kuat dari satu ruangan.
Tidak seperti semua lantai sebelumnya, hanya ada satu pintu di sini, dan itu dijaga oleh delapan orang berzirah lengkap khas gereja. Mereka semua sudah tua, jadi bisa diasumsikan kalau mereka adalah para veteran di Lunatic Order.
Untungnya, mereka tetap tidak memperhatikan keberadaan Noelle yang sedang dalam wujud kabut asapnya. Jadi Noelle bisa masuk melewati celah pintu dengan lancar—
( …?! )
Begitu memasuki ruangan, tubuhnya menjadi lebih berat, dan Noelle langsung terjatuh ke lantai. Barulah dia sadar kalau dia telah kembali ke wujud fisiknya sebagai Grei Noctis.
Tak butuh waktu lama sampai dia memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Menciptakan sebuah medan di mana sihir tidak dapat digunakan. Noelle cukup ahli dalam hal itu, meski dia jarang melakukannya karena tidak ada kebutuhan khusus. Terlebih lagi, beberapa sihir tingkat atas yang benar-benar kuat seperti milik Gild saat itu tidak akan bisa dihapus.
Cara kerja《Magic Interference》adalah dengan mengacaukan sihir orang lain menggunakan mana sendiri sebagai perantaranya. Ini seperti darah Noelle yang perlahan bercampur dengan darah di tubuh orang lain, yang kemudian bisa Noelle kendalikan sesuka hati.
Cara kerjanya sangatlah sederhana, dan seseorang bisa dengan mudah membatalkan efek《Magic Interference》jika mereka memiliki kontrol yang luar biasa terhadap energi sihir mereka sendiri.
Karena itu, Noelle mencoba membatalkannya.
Dia mencari energi sihir asing di dalam sirkuit sihirnya, dan mencoba menghapusnya. Namun, dia tidak merasakan apa pun selain energinya sendiri.
Noelle mengerutkan keningnya sendiri saat merasakan sesuatu yang aneh.《Magic Interference》ini sedikit berbeda dari yang ia tahu.
Itu benar-benar mampu meniadakan sihirnya sesaat setelah Noelle mengeluarkan sedikit energi sihir.
Ini tidak seperti《Magic Interference》. Pasti ada hal lain yang terlibat di sini.
Noelle melihat ke sekeliling, dan baru sadar kalau ruangan ini sebenarnya sangatlah luas. Ada banyak rak yang menjulang tinggi ke langit-langit, dan banyak barang aneh disusun secara rapih namun aneh. Juga, setiap barang seperti memiliki penanda kertas yang menempel di bagian tertentu, bertuliskan susunan angka acak yang tak Noelle mengerti.
"Apa ini … alat sihir? "
Meski tidak bisa menggunakan sihir sekarang, Noelle masih bisa merasakannya. Sangat jelas bahwa energi sihir dalam jlah besar dimuntahkan dari setiap barang yang ada di sana.
(Kalau begitu sudah jelas. Bukan《Magic Interference》yang melenyapkan sihirku, tapi barang-barang yang ada di sini.)
Pasti ada satu atau dua barang yang memiliki efek serupa namun lebih kuat dari《Magic Interference》di sini.
"Lantai pertama dan kedua adalah gudang persediaan makanan, lantai ketiga perlengkapan, dan keempat alat sihir, ya …."
Tapi semua ini bukanlah alat sihir biasa. Jika itu alat sihir biasa, jumlah kandungan sihirnya tidak akan terlalu banyak, dan bentuknya juga dirancang sesuai dengan fungsinya.
Namun, semua yang ada di sini memiliki jumlah kekuatan sihir yang melimpah, dan bentuknya juga cukup abstrak sehingga tidak dapat dimengerti apa kegunaannya. Bahkan, ada salah satu barang yang bentuknya seperti tengkorak manusia, namun memiliki belati menancap kuat di dahinya.
Terlebih lagi, Noelle tidak ingat kalau alat sihir harus dinamai dengan kode angka. Nama sebuah alat sihir seharusnya sesuai dengan keinginan penciptanya, kecuali jika pencipta itu memang memiliki selera penamaan yang unik untuk menamai semua ciptaannya dengan susunan angka.
"Artefak? "
Hanya itu yang Noelle pikirkan. Sampai sekarang, dia masih belum paham dengan pasti tentang apa itu artefak. Yang dia tahu hanyalah itu serupa dengan benda sihir.
(Ada banyak alat sihir di kastil, tapi aku tidak tahu mana dari mereka yang sebenarnya artefak.)
Noelle tidak membawa alat sihir dan artefak yang ia temukan dari kastil. Jadi dia tidak bisa memastikannya sekarang.
『Hehe, itu mudah saja. Alat sihir diciptakan oleh seseorang, sedangkan artefak adalah sesuatu yang tercipta secara alami. Kau seharusnya paham dengan itu.』
(Itu bukan hal yang penting sekarang.)
Noelle sedang bermain kekar-kejaran dengan waktu. Semakin lama dia di sini, semakin bahaya pula itu jadinya.
Dia dengan hati-hati berjalan cepat, dan menyusuri jalan di antara rak yang penuh dengan 'artefak'. Hingga akhirnya, sebuah pintu kayu yang terlihat sederhana menarik perhatiannya.
Ada papan yang tergantung di pintu itu, bertuliskan 'Ruang Arsip'.
Tanpa ragu, Noelle langsung membuka pintu dan masuk setelah mengganjal pintu itu dengan sebuah tombak yang ia temukan di rak terdekat.
Ruang di balik pintu itu benar-benar sesuai dengan harapan Noelle. Ada banyak berkas yang berisi informasi penting. Jumlahnya terlalu banyak untuk diperiksa langsung dalam waktu singkat.
Yang ia cari hanyalah informasi tentang Asterisk. Lebih dari itu, dia tidak terlalu peduli. Tapi akan lebih baik jika dia bisa menemukan sesuatu yang berkaitan dengan kejadian masa lampau.
Saat sedang sibuk menggeledah ruang arsip, Noelle samar-samar dapat merasakan kehadiran di belakangnya, dan dia sontak berbalik untuk melihat sosok itu.
Sihir tidak bisa digunakan, jadi Noelle tidak bisa begitu saja menarik pedang dan membunuh sosok di belakangnya. Namun, bahkan tanpa melakukan itu pun, sosok yang ada di belakangnya tidak akan terpengaruh.
Karena sejak awal, yang ada di belakangnya bukanlah makhluk hidup, melainkan boneka kecil berwujud anak perempuan, menggunakan gaun hitam yang terbuat dari rambut, dan kedua mata kancing yang seolah menatap langsung ke jiwa Noelle.
Noelle sontak waspada. Meski boneka itu terlihat tidak mengancam, wujudnya sedikit terlalu mengerikan sehingga Noelle tanpa sadar meningkatkan kewaspadaannya.
Boneka itu tidak melakukan apa pun. Hanya berdiri diam menatap Noelle dengan mata kancingnya, lalu terjatuh ke lantai begitu saja.
Untuk sejenak, Noelle tidak paham dengan apa yang baru saja terjadi, tapi dia benar-benar tidak diberikan waktu untuk merasa tenang.
Sebuah pisau yang entah muncul dari mana melesat dan menargetkan dahi Noelle. Namun, insting dan reaksi tubuh Noelle yang luar biasa membuatnya berhasil menghindar, dan pisau itu menancap di dinding di belakangnya.
Meski berhasil menghindar, tampaknya pisau itu jauh lebih cepat dari reaksi Noelle.
Noelle melirik ke arah pisau itu, dan dengan cepat menyadari adanya bekas luka tebasan dan darah yang mengalir di pipinya.
(Ini buruk.)
Tanpa membiarkan darahnya menyentuh lantai, Noelle langsung menghapus itu dengan pakaiannya sendiri, lalu mulai fokus mencari berkas.
Semua akan baik-baik saja jika ia mempercepat pencarian. Noelle yakin itu.
Justru, semakin lama ia terperangah oleh kejadian itu, semakin bahaya pula situasinya.
Setelah memporak-porandakan ruang arsip itu, Noelle akhirnya menemukan tiga amplop dengan judul 'Asterisk', berkas yang ia cari.
Tanpa ragu Noelle langsung memasukkan semua berkas itu ke kantung dalam mantelnya, dan bergegas pergi meninggalkan ruang arsip.
Dia kembali melintasi celah antara rak artefak, dan kemudian sadar akan sesuatu.
(Bagaimana aku keluar dari sini? )
Rencana awalnya adalah dengan mengubah wujud menjadi kabut. Namun karena sihir tidak berfungsi, dia tidak dapat bertransformasi.
Usai perdebatan batin yang panjang, Noelle akhirnya membuat keputusan.
Dia melihat ke sekeliling, dan menemukan beberapa benda yang sekiranya dapat ia gunakan.
(Jika benar semua benda ini adalah artefak, maka ….)
Noelle mengambil sebuah artefak berwujud bola logam berukuran genggaman, dan mulai menyuntikkan energi sihirnya dalam jumlah besar ke sana.
Karena energi sihir itu disuntikkan pada suatu objek, sistem perlindungan《Magic Interference》gagal menghapusnya. Karena itulah awal pada rencana ini dapat berjalan dengan baik.
Noelle menunggu sampai reaksi yang ia harapkan tiba.
Bola logam itu bersinar dengan cahaya violet yang samar, dan Noelle langsung melemparnya ke sudut tempat yang paling minim artefak.
Bola logam yang diselimuti cahaya violet itu menabrak lantai, dan seketika—
"Bagus! "
—Ledakan yang cukup besar terjadi, menggetarkan seisi ruangan, dan membuat beberapa artefak yang ada di sekitar berjatuhan dari rak mereka.
Seketika itu juga pintu terbuka dan para penjaga menyerbu masuk. Noelle tidak membuang kesempatan itu, dan setelah menghapus keberadaannya dia langsung berlari meninggalkan ruang penyimpanan artefak.
Tentu saja, setelah pergi dari ruangan itu, dia langsung berubah menjadi kabut.
Tak jauh di belakangnya, sebuah pena bulu yang berkilau emas dapat dilihat melayang dan mendarat tergeletak begitu saja di lantai.
Pada batang pena bulu itu, ada sebuah label kertas bertuliskan '0-41'.
Tidak ada siapa pun yang menyadari kemunculannya, dan tidak siapa pun sadar kalau itu sudah menghilang.
...****************...