[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 113: Obses Captured (1)



...****************...


(Sekarang … Bagaimana aku harus mengatasi ini …? )


Di saat pertarungan melawan Nix Regina sedang pecah di Eisen, di suatu tempat tak dikenal yang jaraknya cukup jauh dari kota, Cryll memandangi lingkungan sekitarnya dengan kebingungan.


Tampaknya ia sempat kehilangan kesadarannya sebelumnya, dan saat ia sadar, ia sudah ada di suatu ruangan gelap dengan kedua tangan dan kaki yang terikat oleh borgol logam yang tampak sangat kuat.


Cryll mencoba mengorek ingatannya dan memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Namun, ia tak dapat memikirkan apa pun selain situasi terburuk ini.


Ruangan tempatnya saat ini adalah ruangan yang hampir sepenuhnya tertutup. Tak ada jendela, dan pintu logam di hadapannya ditutup dengan sangat rapat dengan sela yang ditutupi oleh peredam gabus sehingga suara dari dalam tak akan dapat terdengar dari luar. Ventilasi yang hanya berupa garis-garis kecil di sudut ruangan setidaknya memberinya gambaran samar tentang waktu dan lokasinya.


Cahaya terang berwarna oranye yang samar-samar datang dari celah ventilasi itu jelas menggambarkan waktu sore hari. Meskipun begitu, Cryll tidak tahu waktu tepatnya karena jam internalnya sudah kacau begitu ia kehilangan kesadaran.


Aroma manis yang menyelinap memasuki hidungnya membuatnya kebingungan sejenak tentang di mana ia berada saat ini. Namun, Cryll akan mengabaikannya untuk saat ini. Ia kemudian menatap borgol yang mengekang tangan dan kakinya.


Borgol itu bukanlah borgol biasa, melainkan borgol yang dibuat untuk menahan kekuatan sihir dan fisik seseorang. Cryll bisa merasakan kalau borgol itu terus menyerap energi sihirnya sedikit demi sedikit.


Cryll mencoba menggerakkan tubuhnya dengan cara menggeliat guna untuk memastikan kelengkapan barang-barangnya, dan hasilnya, semua persenjataan di tubuhnya telah dilucuti tanpa sisa.


Baik pedang, pisau lempar, pisau pertahanan, dan bahkan jarum kecil yang ia bawa untuk berjaga-jaga juga sudah hilang sepenuhnya.


Senjata-senjata itu sendiri bukanlah masalah bahkan jika itu hilang atau hancur, yang menjadi kekhawatiran Cryll saat ini adalah keberadaan Sword Geist yang mungkin saja sudah jatuh ke tangan musuh.


Sebagai senjata bintang yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan petir, itu bisa menjadi senjata pemusnah berskala besar jika digunakan oleh seseorang yang dapat memaksimalkan potensinya.


Meskipun Sword Geist sudah mengakui Cryll sebagai pemilik dan penggunanya, bisa saja ada orang yang jauh lebih layak dibandingkan Cryll di luar sana.


Dengan perasaan gelisah yang tak tertahankan, Cryll berusaha merogoh sabuk kulitnya yang masih dibiarkan di pinggangnya, lalu mencabut salah satu jarum panjang yang menjadi pengait untuk sabuk itu.


(Dengan ini, aku seharusnya bisa lepas, tapi … )


Ia tidak bisa lari begitu saja tanpa mengetahui apa niat musuh yang menahannya.


Dalam ingatannya sebelum kehilangan kesadaran, Cryll sedang menyelidiki suatu reruntuhan aneh yang tak diketahui, dan di sana juga ada puluhan mayat manusia yang mati dalam keadaan mengenaskan, lalu sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba saja muncul dengan menodongkan senjata padanya.


Pertarungan pun tak dapat dihindari, meskipun Cryll sudah beberapa kali mencoba menenangkan semua orang dan meminta mereka menjelaskan situasinya, mereka tetap menyerang Cryll tanpa henti sehingga ia akhirnya kehilangan kesadarannya.


Bukan berarti ia tidak bisa menang, hanya saja senjata yang mereka gunakan sangat mengejutkan bahkan bagi Cryll.


Mereka semua menggunakan senjata jenis baru yang seringkali disebut sebagai 'senjata api'. Jenis senjata itu bukanlah hal baru bagi Cryll yang sudah melihat wujud aneh Aligma milik Noelle, tapi tetap saja mengejutkan ketika melihat bagaimana sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba muncul dengan menggunakan tipe senjata yang sama.


Revolusi persenjataan sendiri juga baru dimulai di ibukota sejak beberapa tahun yang lalu, dan hanya sebagian bangsawan besar serta kesatria saja yang mendapatkan hak untuk menggunakannya. Keluarga Light juga termasuk sebagai keluarga kesatria yang mendapat hak spesial untuk ikut serta dalam melakukan uji coba terhadap jenis senjata itu. Karena itulah Cryll pernah beberapa kali melihat wujud senjata itu.


Cryll benar-benar tidak menduga kalau akan ada kelompok orang asing yang memiliki persenjataan itu, jadi ia hampir tak dapat melawan ketika diserang tanpa henti menggunakan peluru timah panas itu.


Ia masih bisa memberi perlawanan pada awalnya, tapi itu semua menjadi situasi yang sangat buruk saat pertarungan telah terjadi selama sekitar 40 menit. Pihak musuh mulai menggunakan senjata lain yang sepenuhnya tidak Cryll ketahui.


Itu adalah senjata sejenis tombak yang jika ditancapkan ke tanah, akan menumbuhkan ratusan hingga puluhan tombak lain dari tanah di sekitar sang pemegang menancapkan tombaknya.


Cryll berpikir kalau itu adalah senjata yang digunakan untuk membunuh orang-orang yang mayatnya ia temukan di sekitar reruntuhan sebelumnya.


Menggelengkan kepalanya untuk menghapus pemandangan mengerikan itu, Cryll mulai memejamkan matanya untuk menganalisis situasi lingkungan sekitarnya.


Untuk sekarang, Cryll akan memprioritaskan mencari informasi terlebih dahulu sebelum mulai melarikan diri. Ia juga sudah menyiapkan rencana jika ada sesuatu kejadian yang tak terduga. Tapi, itu semua bergantung pada lokasinya berada saat ini.


Mempertimbangkan bangunan tempat ia dikurung, seharusnya ini adalah bangunan yang dijadikan gudang penyimpanan karena memiliki berbagai perkakas untuk membantu proses pembangunan atau semacamnya. Terlebih lagi, sebagian besar perkakas itu dalam keadaan bersih tanpa debu. Yang artinya, peralatan-peralatan itu baru digunakan belum lama ini.


Melalui ventilasi kecil itu, ia sudah cukup mengumpulkan banyak informasi tentang dunia luar. Angin sepoi-sepoi dan suhu udara yang dingin, serta suara desiran ombak memberinya gambaran samar tentang di mana dia berada.


Memperhitungkan waktu antara dia kehilangan kesadarannya, dan waktu saat ini, ada kemungkinan kalau musuh sudah membawanya ke tempat yang sangat jauh dari lokasi reruntuhan. Tapi, suara ombak itu menenangkan pikiran Cryll.


Cryll mencoba mengingat kondisi geografis kerajaan Nothernos yang ia pelajari dari peta detail, dan menemukan kalau dia seharusnya masih berada di kawasan Eisen. Namun, aroma manis yang memasuki hidungnya sempat membuatnya ragu dengan itu.


Kota Eisen adalah kota yang berdekatan dengan laut, jadi seharusnya bau yang lebih dominan adalah bau asin dari kandungan garam di air laut.


Sama sekali tidak ada lahan untuk fasilitas produksi jenis tanaman atau gula yang dapat menghasilkan aroma manis seperti ini.


Yang artinya, ia berada di suatu tempat di antara Eisen dengan kota lain. Kota yang berbatasan dengan Eisen adalah wilayah kekuasaan keluarga Houzen. Perbatasan itu sendiri terletak di beberapa ratus kilometer dari lokasi reruntuhan yang ia selidiki sebelumnya. Jadi, ada cukup waktu bagi para musuh untuk membawanya ke tempat ini.


Cryll sempat berpikir kalau pelakunya berafiliasi dengan keluarga Houzen, tapi ia ragu dengan itu mengingat hubungan baik antara keluarga besar Houzen dengan Eisen. Tidak ada alasan bagi orang-orang dari keluarga Houzen untuk mengacaukan hubungan kerjasama yang mereka miliki dengan Eisen.


Eisen adalah kota perdagangan dengan sedikit rute jalan masuk. Keluarga Houzen seharusnya diuntungkan karena menjadi salah satu wilayah perantara yang menghubungkan Eisen dengan kota lain.


(Ahhh, percuma! Ini menyebalkan! )


Cryll entah bagaimana mampu menahan dirinya dari mendecakkan lidahnya dengan kesal.


Tak lama setelah ia memikirkan situasi ini dengan susah payah, ia mendengar suara langkah kaki yang perlahan berjalan mendekati lokasinya saat ini.


(Binggo.)


Cryll diam-diam tersenyum dan kembali ke posisinya sebelumnya, berpura-pura tidur.


Pintu terbuka, dan suara beberapa langkah kaki yang cukup berat karena sepatu karet mereka bergema di ruangan dan berhenti tepat di dekat Cryll.


"Oi, dia masih tidur. Apa yang harus kita lakukan? "


Salah satu orang itu berbicara dengan orang yang tampaknya menjadi rekannya. Dari suara dan napas mereka, Cryll dapat dengan mudah menebak kalau semua orang di sana adalah laki-laki. Dan berkat kemampuannya dalam mengidentifikasi hawa keberadaan seseorang, ia cukup yakin kalau mereka berjumlah tiga orang.


Salah satu pria berjalan mendekati orang yang berada di dekat Cryll, dan mulai memperhatikan sosok Cryll gang dengan sempurna berpura-pura masih tertidur.


Suara dentingan logam yang berasal dari sepatu dan area pinggang, serta bahu pria itu memberi Cryll gambaran samar tentang senjata apa saja yang ia miliki.


"Kau benar. Dia masih tidur. Kalau begitu, letakkan saja makanan dan minumannya di sana. Dia akan memakannya sendiri ketika dia bangun."


Begitu dia mengatakan itu, salah stu pria yang masih berdiri di pintu mulai masuk dan meletakkan suatu pelat logam yang tampaknya menjadi nampan dengan piring, mangkuk, serta cangkir logam.


"Bagus, semuanya sudah selesai. Sekarang, kita tinggalkan dia."


"Tapi, Kapten, bagaimana dengan borgolnya? Dia tidak bisa bergerak, 'kan? "


"Heh, akan menjadi pertunjukkan yang menarik untuk melihatnya berjuang mati-matian hanya untuk memakan sampah itu."


Cryll tidak tahu ekspresi apa yang dibuat orang itu saat ini, tapi entah bagaimana ia yakin kalau orang itu sedang tersenyum mengejek sambil memandang rendah dirinya yang terbaring di tanah.


"Ayo keluar sekarang. Rapatnya akan segera dimulai."


" "Baik! " "


Dengan begitu, mereka bertiga segera keluar lalu kembali mengunci pintu, dan meninggalkan Cryll sendirian di ruangan itu.


Kalimat yang diucapkan dengan suara yang terdengar miris itu datang dari Cryll yang langsung berdiri dan meregangkan tubuhnya.


Borgol logam yang sebelumnya menahan tangan dan kakinya telah terlepas dan tergeletak di tanah.


"Ternyata tidak sia-sia meminta Noelle untuk mengajariku cara membuka kunci menggunakan jarum."


Cryll tersenyum masam sambil memperhatikan jarinya yang memegang jarum pengait sabuk yang sebelumnya ia cabut.


"Sekarang … "


Cryll memasang kembali jarum itu ke sabuknya dan berjalan secara perlahan untuk memeriksa situasi di sekitarnya dengan lebih jelas.


(Kurasa ini bukan berada di perbatasan Eisen dan Houzen, lalu … Di mana ini? )


Bau alkohol yang datang dari ketiga pria itu sangat menyengat sehingga sempat mengganggu kinerja hidung Cryll sejenak, tapi dalam kesempatan itu ia berhasil menemukan beberapa informasi penting lainnya.


Suara yang sebelumnya ia kira sebagai desiran ombak rupanya suara gemerisik antara daun-daun pohon di hutan yang sangat lebat. Ada sungai dengan aliran cukup deras yang membuat efek suara itu semakin terasa nyata sehingga Cryll dapat tertipu. Serta, bau manis yang ia cium sebelumnya juga berasal dari ketiga pria tadi.


Sangat aneh mengingat mereka sudah memiliki aroma alkohol yang menyengat di tubuh mereka, tapi tidak salah lagi, bau manis itu datang dari tubuh mereka.


Kemungkinan, itu adalah narkoba. Hanya itu jawaban yang ditemukan Cryll. Melihat bagaimana sikap mereka bertiga sebelumnya, Cryll yakin kalau mereka bertiga bukanlah tipe orang yang akan menggunakan sesuatu seperti parfum. Jadi, satu-satunya jawaban yang ia temukan hanyalah jenis narkoba yang meninggalkan jejak kuat pada penggunanya.


Untuk saat ini, Cryll seharusnya aman dari situasi yang mematikan. Lagi pula ketiga pria itu sampai repot-repot mengantarkan makan dan minuman untuknya. Setidaknya, mereka tidak akan membiarkan Cryll mati kelaparan. Tapi, itu juga berarti kalau mereka melihat manfaat lain yang bisa mereka dapatkan dari Cryll.


Cryll berpikir mungkin akan lebih baik jika ia keluar sekarang dan memeriksa situasinya secara langsung daripada banyak berpikir di tempat ini. Dia bukanlah Noelle yang akan menghabiskan waktunya hanya untuk berpikir bahkan dalam situasi mendesak.


Menganggukan kepala guna untuk meyakinkan dirinya sendiri, Cryll perlahan mulai berjalan ke salah satu tumpukan barang di sekitarnya.


Jika ia ingin keluar, maka ia butuh senjata. Cryll mengambil salah satu pipa logam dengan ukuran genggaman dan memiliki ukuran yang setara dengan pedang panjang, lalu mematahkannya dengan cara memelintir salah salah satu ujung pipa. Jika ia mematahkannya dengan cara seperti itu, ia akan mendapatkan salah satu ujung pipa logam menjadi dipenuhi dengan bagian tajam yang tidak rata.


Mengayunkannya sejenak untuk membiasakan diri dengan beratnya, Cryll kemudian perlahan memeriksa pintu logam yang menghalangi jalan keluarnya.


(Tempat ini penuh dengan besi … )


Pintu logam sendiri sudah bukan hal yang aneh bagi Cryll. Tapi, melihat pintu logam dengan ketebalan yang mengerikan seperti ini tentu saja sangat mengejutkan untuknya.


Cryll mencoba untuk mendorong pintu itu beberapa kali, tapi pintu itu jelas terkunci dengan rapat.


Sebelum suara langkah dan hawa keberadaan ketiga pria tadi menghilang, Cryll sempat mendengar bunyi gemerincing yang sangat nyaring di telinganya, sekarang ia berpikir kalau itu mungkin rantai yang menjadi kunci tambahan untuk pintu ini.


Menghancurkan pintu atau dinding dengan kekuatannya seharusnya bukanlah masalah, tapi saat ini Cryll tidak mau membuat keributab yang tidak perlu. Jadi, pilihan untuk menghancurkan pintu atau dinding akan dijadikan sebagai opsi terakhir dalam daftar pilihan tindakannya.


Meskipun begitu, dalam situasi seperti ini, Cryll bahkan bingung harus melakukan apa.


Cryll sekali lagi memperhatikan pintu itu dengan cermat, lalu menemukan celah yang sangat kecil terbentuk di antara daun pintu. Seketika, sebuah ide yang cukup bagus langsung terlintas di kepalanya.


Ide ini mungkin sedikit beresiko dan memiliki peluang yang cukup kecil untuk berhasil, tapi selama dia yakin dengan kemampuannya sendiri, maka seharusnya ini bukanlah masalah.


Cryll langsung mengambil kembali jarum pengaitnya, dan mencabut seutas benang panjang dari mantelnya, lalu mengikat ujung jarum dengan benang itu.


Cryll tersenyum begitu melihat 'senjata' barunya berhasil tercipta dengan baik. Dia kemudian memfokuskan matanya untuk memperhatikan celah yang terbentuk di antara kedua daun pintu itu.


Menggunakan penguatan pada matanya, Cryll membuat posisi bersiap melempar, dan tanpa mengatakan apa pun langsung melempar jarum itu keluar melalui celah yang sangat kecil.


Jarum berhasil keluar, dan membuat Cryll seketika tersenyum sambil menggenggam erat ujung benang di tangannya.


Ia kemudian mengalirkan energi sihirnya ke benang itu, dan memberikan sihir penguatan agar membuat benang itu keras.


Karena itu adalah benang yang cukup tipis, itu akan jadi cukup tajam jika dikeraskan. Dengan begitu, Cryll bisa menjadikannya sebagai gergaji untuk memotong rantai di luar.


Ditambah dengan kekuatan dan kecepatan fisiknya, tidak butuh waktu lama baginya untuk memotong rantai itu. Suara dentingan yang dihasilkan rantai itu segera bergema memasuki telinganya melalui celah yang terbentuk dari pintu. Cryll kemudian menarik kembali jarum yang telah ia lempar ke luar sebelumnya.


Masalah yang ia miliki sekarang hanyalah, bagaimana ia harus keluar melewati pintu ini tanpa harus menghancurkannya.


"Kurasa tidak ada cara lain, ya … "


Cryll hanya bisa menghela napas pasrah dan mulai melakukan satu-satunya pilihan yang ia miliki.


Membuat celah yang lebih besar di pintu itu dengan menggunakan metode yang sama dengan yang ia lakukan saat memotong rantai di luar. Meskipun, itu akan memakan waktu yang cukup lama.


...****************...


"Uwaaa!! Akhirnya selesai!!! "


Setelah perjuangan yang cukup membosankan dan melelahkan, sebuah lubang berukuran sedang akhirnya berhasil terbentuk di pintu itu.


Cryll benar-benar memotong pintu logam itu hanya dengan menggunakan sebuah benang yang telah diperkuat dan dipertajam dengan sihirnya. Ia perlahan menarik potongan pintu itu dan perlahan meletakkannya ke tanah.


Begitu ia melihat ke luar melalui lubang itu, ia kini menyadari kalau tempatnya berada saat ini adalah di sebuah pulau hutan yang cukup luas.


Menahan kedutan yang hampir terbentuk di dahinya, Cryll kemudian berusaha keluar melalui lubang itu. Untung saja, ukuran lubang itu pas dengan ukuran tubuhnya.


Awalnya Cryll hanya memperkirakan ukuran yang ia butuhkan, dan ia sempat khawatir kalau ternyata itu tidak muat. Tapi, tampaknya itu tidak masalah.


Cryll kemudian menambal kembali lubang yang telah ia buat dengan potongan logam itu. Begitu juga dengan rantai yang telah ia putuskan sebelumnya.


Namun, saat Cryll sedang membereskan rantai itu, ia kemudian menyadari sesuatu.


Bukankah adalah hal yang sia-sia untuk memotong rantai ketika ia akhirnya hanya membuat lubang di pintu? Kini ia memikirkannya, ia benar-benar tampak bodoh karena melupakan hal sepele itu.


"Sungguh buang-buang waktu."


Menghela napas berat sambil memikirkan kebodohannya, Cryll langsung menyembunyikan hawa kehadirannya, dan bergegas pergi menyelidiki apa yang ada di sekitarnya.


Selain gudang tempat ia ditahan sebelumnya, ada beberapa bangunan lain yang dindingnya terbuat dari pelat logam yang cukup tebal sehingga tidak akan mudah hancur. Cryll memandangi itu semua dengan curiga sambil memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.


Sangat jarang untuk melihat bangunan yang sepenuhnya terbuat dari susunan logam seperti ini. Ia hanya pernah melihat tipe bangunan serupa saat mengunjungi kamp komando militer di area perbatasan.


Terlebih lagi, ada beberapa pohon besar yang tumbuh secara tidak wajar dan membuat semua bangunan itu tak akan dapat dilihat dari luar pulau. Sangat jelas kalau pohon itu ditanam dengan sengaja di titik-titik tertentu guna menyembunyikan bangunan-bangunan itu.


"Kurasa ini akan memakan waktu yang cukup lama … "


Cryll tanpa mengatakan apa pun lagi langsung berjalan menyelinap memasuki salah satu bangunan yang memiliki banyak hawa keberadaan manusia di dalamnya.


Tanpa mengetahui kalau itu akan menjadi sebuah kesalahan yang cukup fatal.


...****************...