![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Kurasa kau sudah mengerti. Sekarang, gertakkan gigimu, berusahalah agar kau tidak menggigit lidahmu sendiri! "
"Hm–"
Belum sempat Rico merespon, Noelle langsung meraih kerah bajunya dan melemparnya sekuat tenaga ke arah dinding es yang Olivia bangun.
Entah bagaimana dinding es itu masih utuh, dan Noelle dapat merasakan kehadiran semua orang di dalamnya. Setidaknya, itu berarti Barsio sama sekali belum menyentuh mereka.
Itu bagus.
Sementara itu, Rico yang sudah Noelle lempar sebelumnya kini hanya bisa pasrah. Dia dengan cepat menggertakkan giginya, untuk mencegah kecelakaan fatal seperti menggigit lidahnya sendiri.
Detik kemudian, ia sampai di dalam dinding es Olivia, dan dengan keras menabrak dinding bagian dalam sehingga membuat itu retak sedikit.
"Rico?! "
Kaira yang lebih dulu menyadari keberadaannya langsung menghampirinya dan dengan cemas mulai memerikda kondisinya.
Dia baik-baik saja. Hanya mengalami beberapa luka kecil karena pendaratan kasar sebelumnya. Itu seharusnya bukan masalah.
Kaira menghela napas lega dan kembali ke semua orang, mengabaikan Rico yang masih dalam keadaan setengah sadar.
Di saat itu, Noelle dengan Barsio masih saling menatap tanpa ada satu pun gerakan di antara mereka.
{Noelle. Apa kamu menemukan sesuatu? }
Noelle tiba-tiba mendapatkan pesan telepati dari Olivia, dan tentu saja Noelle langsung menjawabnya.
(Ya. Kemungkinan, aku tahu siapa orang ini sebenarnya. Rico juga mengetahuinya, jadi minta dia menjelaskannya nanti.)
{Baiklah.}
Dengan begitu, sambungan telepati terputus.
Dan itu tepat pada waktunya. Barsio langsung berdiri dengan memegang tombaknya di tangan, dan menatap Noelle tanpa menghapus penampilan arogansinya.
"Aku penasaran, apa yang kau temukan di sana. Bisakah kau menceritakannya padaku? "
(Bajingan ini … )
Barsio yang ada di hadapannya, atau lebih tepatnya, tiruan dari Barsio asli yang sudah mati itu menyeringai kepada Noelle.
Tampaknya dia sudah tahu dengan apa yang Noelle temukan, tapi ia tak menunjukkan tanda akan melakukan sesuatu untuk mengatasi kebocoran informasi itu.
"Kelihatannya kau sudah tahu terlalu banyak. Aku tidak memiliki pilihan lain selain menghabisi kau dan semua orang di sini."
Mendengar itu, Noelle langsung memasang senyum masam di wajahnya.
"Heh, bahkan meskipun aku tidak mengetahui apa pun, aku ragu kalau kau akan membiarkan kami semua lepas."
"Bukankah itu sudah jelas? " ucap Barsio seraya menancapkan ujung tombaknya ke tanah.
Noelle langsung melompat dan mengeluarkan sebuah rantai dengan jangkar untuk menarik dirinya sendiri ke lokasi Barsio. Namun, belasan tombak dengan ketajaman yang mengerikan itu terus bermunculan.
Noelle melakukan berbagai manuver yang rumit di udara untuk menghindari setiap tombak itu, hingga ia akhirnya bisa mencapai tempat tepat di hadapan Barsio.
Barsio mencoba melawannya, tapi segera dihentikan oleh sebuah pedang yang melayang, mengganggu pergerakannya. Pedang itu berniat menusuknya, dan Barsio harus bergerak sedikit untuk menghindar.
Itu sudah cukup untuk memberikan Noelle waktu agar ia bisa menyerang.
Noelle melemparkan sebuah bola kertas berisi bubuk mesiu yang sudah ia persiapkan sebelumnya, dan menyalakan sumbunya dengan sihir api.
Bola kertas itu mendarat tepat di wajah Barsio, dan akhirnya menghasilkan ledakan yang cukup kuat untuk menghancurkan tubuh manusia.
Kepulan asap hitam yang disertai kobaran api yang sangat kuat itu muncul setelah suara ledakan yang mengerikan datang dari wajah Barsio.
Barsio terlihat terganggu, tapi sama sekali tak merasakan kesakitan. Dia hanya menempelkan telapak tangannya di wajah, dan sedikit mengerang.
Butuh waktu beberapa saat hingga wajah Barsio pulih sepenuhnya. Jadi, Noelle bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan memberikan serangan tambahan.
Noelle langsung menarik Verstand dari pinggang belakangnya, dan memberikan tebasan cepat secara horizontal ke perut Barsio. Setelah itu, ia membiarkan Verstand terjatuh ke tanah, dan langsung menarik Langen keluar, lalu memberikan serangan kuat dengan membanting bilah hitam besar itu ke tanah, atau lebih tepatnya ke kepala Barsio.
Namun, Barsio menghindari serangan Langen tepat waktu. Mungkin karena instingnya yang masih bekerja, atau karena faktor lainnya, Barsio mundur tepat waktu sehingga ia dapat menghindari serangan mematikan yang baru saja Noelle berikan.
Bekas tebasan Noelle di perutnya mulai beregenerasi, dan Noelle menyadari itu.
Mendadak, Noelle langsung mengangkat kembali Langen, dan menyerang secara membabi buta ke arah Barsio.
Memanfaatkan bilah besar dan panjang yang Langen miliki dalam bentuknya yang sekarang, Noelle dapat menutup jarak dengan rekatif cepat.
Sebuah tebasan horizontal yang sangat kuat berhasil mendarat di perut Barsio, dan tebasan horizontal lain dari arah yang berlawanan kembali datang untuk memperdalam luka itu.
Barsio terhuyung mundur dengan darah yang mengalir keluar dengan sangat deras dari perutnya. Sebuah lubang kecil bahkan tercipta di perutnya karena serangan Noelle.
Namun, itu tak berlangsung lama. Lukanya segera beregenerasi, dan kulitnya kembali tertutup seperti semula.
Meskipun begitu, Noelle sudah dapat memastikan beberapa hal.
Salah satunya, adalah kenyataan bahwa Barsio yang saat ini ada di hadapannya, bukanlah manusia.
Itu karena tidak adanya organ dalam di perut Barsio. Hanya ada sejumlah darah dengan tulang yang sangat keras melindungi tubuhnya layaknya manusia normal.
Akhirnya, Barsio melepaskan telapak tangannya, menunjukkan wajah yang telah sepenuhnya beregenerasi itu.
Kecepatan regenerasinya cukup mengejutkan bagi Noelle. Memang, kecepatannya masih lebih lambat jika dibandingkan dengan regenerasi yang ia dan Olivia miliki, tapi itu sudah cukup untuk membuktikan kalau Barsio bukanlah lawan yang mudah.
"Sebenarnya, makhluk apa kau ini? "
Di tengah pertarungan, Noelle mencoba bertanya pada Barsio. Tapi, Barsio hanya meresponnya dengan mengangkat bahunya sambil kembali memegang gagang tombaknya.
"Apa kau benar-benar peduli dengan hal itu dalam situasi seperti ini? Jika iya, maka kau pasti sangat bodoh! "
Beberapa tombak mulai bermunculan dari tanah setelah Barsio menyelesaikan kata-katanya. Sebagai respon, Noelle langsung melompat dan bergelantungan di salah satu pohon yang masih berdiri dengan kokoh.
Dia sudah tahu kelemahan yang dimiliki tombak itu, jadi itu bukanlah masalah. Noelle hanya perlu mengeksploitasi kelemahan tombak itu untuk mengalahkannya.
Namun, hanya dengan itu saja tidak akan membuatnya menang.
Saat ini, Noelle butuh informasi. Tentang apa dan siapa itu Voyager, dan apa yang mereka lakukan. Mungkin Barsio tahu sesuatu, tapi jelas kalau ia tak akan membocorkannya dengan mudah.
Awalnya, Noelle benar-benar berpikir kalau ini adalah konflik sederhana yang tercipta karena dendam masa lalu. Tapi, ketika ia menyadari adanya pihak ketiga yang terlibat, semua telah berubah.
"Jika kau tidak mau memberitahuku, maka itu tidak masalah. Aku hanya perlu mencaritahunya sendiri! "
Usai mengatakan itu, Noelle kembali melompat, dan mempertahankan posisinya di udara.
Dia pun mengeluarkan beberaoa oedang dan langsung 'menembakkannya' ke arah Barsio, sehingga Barsio harus sedikit menghindar dan menciptakan beberaoa tombak yang dapat menjadi perisainya.
"Aku ingin tahu bagaimana kau melakukan itu! "
Barsio berteriak, dan mengayunkan tombaknya untuk menyingkirkan semua edang Noelle, sekaligus menciptakan hembusan angin yang menghempaskan semua material yang ada di sekitar mereka.
Noelle tersenyum, dan menjawab, "Apa aku harus menjawab itu sekarang? Aku yakin kapal mereka belum pergi terlalu jauh."
Kali ini, Noelle bisa melihat perubahan pada ekspresi Barsio.
Dia sedikit terkejut, tapi segera mengerutkan keningnya dengan suasana hati yang buruk.
Barsio mengayunkan tombaknya, hingga akhirnya bertabrakan dengan bilah hitam Langen. Meskipun begitu, tak ada tanda kalau tombaknya akan hancur.
"Tch, sudah kuduga! Senjata bintang, ya?! "
Hanya sebuah senjata bintang yang dapat menetralisir kemampuan senjata bintang lainnya. Itu adalah reaksi yang telah Noelle temukan dengan sedikit eksperimen bersama Olivia.
Ketika dua senjata bintang yang memiliki kekuatan besar dalam pertarungan langsung bertabrakan, maka kedua senjata tersebut akan menetralisir kemampuannya satu sama lain. Noelle tidak mengerti alasannya, tapi itu mungkin untuk mencegah adanya konflik internal pada masa perang besar di masa lalu.
Meskipun begitu, ada batasan untuk efek yang saling menetralisir itu. Dalam beberapa saat, efek yang menetralisir kedua kemampuan itu akan menghilang, dan harus menunggu beberapa waktu hingga efeknya kembali muncul.
Noelle berpikir kalau itu disebabkan oleh tabrakan dua partikel energi yang menjadi bahan dasar dalam kemampuan pada senjata bintang, tapi itu hanyalah kesimpulan yang ia buat secara acak, sehingga tak diketahui tingkat validitasnya.
Bagaimanapun, efek yang menetralisir kemampuan mereka seharusnya sudah menghilang untuk sementara sekarang, jadi Noelle bisa menggunakan kemampuannya secara leluasa untuk bertarung.
Kedua senjata mereka saling bertabrakan, dan menghasilkan gelombang kejut yang bahkan menyingkirkan semua awan di atas mereka. Itu saja sudah cukup untuk membuktikan betapa mengerikannya kemampuan yang mereka miliki.
Noelle dan Barsio secara bersamaan mundur. Noelle mendarat dengan lembut di tanah, dan bersiap menyerang dengan Langen.
Mereka berdua secara bersamaan maju, dan senjata mereka lagi-lagi harus bertabrakan.
Noelle menarik Langen, dan Barsio menarik tombaknys. Lalu mereka berdua kembali menabrakan senjata mereka masing-masing, hingga akhirnya mereka sadar kalau itu akan menjadi hal yang sia-sia.
Noelle langsung melompat jauh ke belakang, sementara Barsio langsung memanfaatkan kesempatan itu dengan menancapkan ujung tombaknya ke tanah.
Belasan dan puluhan tombak mulai bermunculan di semua tempat, hingga akhirnya Noelle tak dapat menemukan jalan keluar.
Noelle melirik pada penghalang transparan yang sedikit bersinar di atas kepalanya.
Itu mungkin penghalang yang diciptakan seseorang yang saat ini sedang berlindung bersama Olivia. Suatu penghalang yang mencegah orang masuk dari luar, sekaligus keluar dari dalam.
Menghadapi itu, Noelle langsung menancapkan Langen ke tanah, dan menyatukan kedua tangannya.
"《Impact》"
Sebuah sihir yang menggabungkan dua elemen, yaitu elemen gravitasi, dan elemen angin, sehingga pengguna mampu menciptakan suatu gelombang kejut hanya dengan sedikit pergerakan tubuhnya.
Seberapa kuat kemampuan itu akan dipengaruhi oleh tingkat atau batas kemampuan dari penggunanya.
Dalam kasus Noelle, 《Impact》yang ia keluarkan sudah cukup untuk menghancurkan semua tombak Barsio, dan memberikan jalan agar ia bisa lari.
Noelle langsung menarik kembali Langen yang ia ciptakan, dan maju dengan pola zig-zag sehingga Barsio tak mampu mengikuti lergerakannya.
Akhirnya, Noelle sampai tepat di hadapan Barsio.
Ia lagi-lagi melemparkan bola kertas yang telah diisi dengan bubuk mesiu sebelumnya.
Barsio melihat itu, dan langsung mengeluarkan beberapa tombak dari tanah untuk menghancurkan bola kertas itu.
Namun, itu justru memperburuk situasinya.
Noelle melebarkan senyumnya dan mengaktifkan sihir api dan memicu ledakan dari semua bubuk mesiu yang tersebar itu.
Seketika, beberapa ledakan kecil mulai terjadi di sekitar mereka. Beberapa ledakan itu juga menghancurkan semua tombak yang melindungi Barsio. Yang paling fatal, wajah Barsio sendiri dempat terpapar oleh bubuk itu, dan akhirnya mengalami luka yang sama seperti sebelumnya.
Noelle memanfaatkan kesempatan itu, dan langsung menendang perut Barsio. Sebagai hasilnya, Barsio terpental jauh ke belakang, sementara senjatanya masih menancap di tanah, dan kini telah dicabut oleh Noelle.
"Aku hanya memiliki tiga bom yang tersisa … Aku harap ini cukup."
Dengan raut cemas di wajahnya, Noelle kembali memasukkan tiga bola kertas yang tidak jadi ia ledakkan itu ke dalam penyimpanan spasialnya.
Begitu selesai, ia langsung membawa tombak itu dan menghampiri Cryll.
Di sana, ada Olivia dalam wujud kelelawarnya sedang memberikan sihir penyembuhan pada Cryll.
"Bagaimana keadaannya? "
Bukan dengan suaranya yang biasa, Olivia justru menjawab dengan telepati.
{Luka luarnya tidak terlalu parah. Aku yakin kerangka Geist yang melindunginya. Tapi, beberapa tulang dan organ dalamnya dalam keadaan yang cukup parah karena dampak yang diterima dari luar. Sementara itu … Geist yang sebelumnya mengalami keretakan sudah pulih sepenuhnya.}
Itu persis seperti prediksi Noelle. Setidaknya, Noelle bisa bernapas lega sekarang.
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai dia bisa bertarung lagi? " tanya Noelle sambil menatap ke arah di mana Barsio terpental sebelumnya.
{Menyembuhkan semua lukanya bukanlah masalah. Tapi, aku khawatir dia tidak akan bisa menggerakkan beberapa anggota tubuhnya karena rangsangan eksternal yang membuat tubuhnya masuk ke keadaan pasif.}
Semua luka yang Cryll alami jelas memiliki dampak yang sangat buruk terhadap otot-ototnya. Meskipun semua lukanya sudah sembuh, tubuhnya masih membutuhkan waktu untuk memproses semua yang terjadi sehingga Cryll tidak akan bisa bergerak untuk sementara.
Singkatnya, tubuhnya akan mengalami kelumpuhan sementara sebagai akibat dari dampak yang otot-ototnya terima.
"Begitu, ya … "
Noelle sedikit khawatir dengan kemungkinan kalau Cryll tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya untuk sementara. Tapi, mengenal orang itu untuk waktu yang cukup lama membuat Noelle langsung sadar.
"Yahh, dia pasti akan langsung bergerak saat dia bangun nanti. Tolong jelaskan situasinya padanya ketika dia bangun."
{Baiklah–}
Noelle berbalik dan hendak pergi untuk memeriksa Norman, tapi tak diduga ada sebuah tangan yang menghentikan langkahnya.
Itu adalah Cryll yang menahan kakinya dengan tangan yang sama sekali tidak memiliki tenaga di dalamnya.
"Kau tidak perlu repot-repot. Aku akan kembali bertarung."
" … Apa kau yakin? "
Noelle sedikit terkejut ketika melihat Cryll bangun, tapi ia tak menunjukkan reaksi apa pun di wajahnya selain ekspresi keraguan terhadap apa yang baru saja ia dengar.
"Kau pikir aku bercanda? Berikan aku salah satu pedangmu yang tidak kau pakai! Aku akan menggunakannya! Dan juga, terima kasih karena sudah menyembuhkanku, aku baik-baik saja sekarang."
{Aku tidak mengizinkannya. Tubuhmu masih belum pulih sepenuhnya. Otot dan sarafmu hanya akan semakin rusak jika kau memaksakannya.}
Penolakan yang Okivia berikan padanya adalah respon yang wajar. Bukan berarti Okivia khawatir akan keselamatannya, justru, ia sama sekali tidak peduli.
Hanya saja, jika Cryll terluka lebih jauh, Stella pasti akan bersedih. Itulah satu-satunya yang Olivia pikirkan. Sebelumnya, Olivia sudah melakukan berbagai cara hanya untuk menenangkan Stella yang saat ini bersembunyi di dalam dinding es itu.
Kekhawatirannya sangat jelas.
Sepanjang pertarungan, Olivia sama sekali tidak mengizinkan siapa pun untuk melihat ke luar dinding. Tapi, dengan menghilangnya semua suara pertempuran, semua orang secara alami mengerti situasinya.
Itu memicu kekhawatiran di benak semua orang. Stella yang khawatir dengan Cryll, dan yang lain juga mengkhawatirkan keadaan Norman.
Cukup sulit untuk menenangkan mereka semua, jadi Olivia tak mau membuang waktunya hanya untuk melakukan itu lagi.
Namun, meskipun begitu, Cryll terlihat tak keberatan. Dengan raut wajah yang seolah menahan semua rasa sakit fisiknya, Cry berdiri dan melakukan peregangan.
Jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, ia sudah jauh lebih baik.
"Aku tidak keberatan. Sejak awal, kalian semua datang ke tempat ini karena aku, dan aku sudah menggunakan nama Noelle di hadapan semua musuh yang menginterogasiku sebelumnya. Jadi, anggap saja ini sebagai balas budi dan permintaan maaf yang sederhana."
{ … Noelle, bagaimana? }
Dari nada suaranya yang disampaikan melalui telepati, Noelle bisa dengan jelas merasakan penolakan Olivia.
Tapi, meskipun ia tahu itu, ia hanya tersenyum, dan mengangkat bahunya.
"Biarkan saja. Aku sedang membutuhkan kuda pekerja untuk membantuku membereskan makhluk itu. Tidak ada salahnya untuk membiarkannya ikut."
{ … Jika Noelle mengatakannya begitu … }
Olivia yang dalam wujud kelelawar itu kemudian mengepakkan sayapnya, dan terbang menjauh dari mereka berdua. Ia sudah benar-benar pasrah dan memilih untuk menyerahkan segalanya pada Noelle seorang.
"Terima kasih karena sudah membantuku membujuknya, Noelle."
Cryll sudah kembali melengkapi persenjataannya dan langsung menghampiri Noelle. Langkah kakinya sedikit kaku, dan pandangannya semakin goyah karena rasa sakit yang terus bermunculan. Namun, Cryll yak membiarkan itu mengganggunya, dan berusaha berdiri dengan tegap.
Noelle tersenyum masam dan mengangkat satu sudut bibirnya dekali lagi.
"Itu tidak masalah. Tapi, kau seharusnya tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Apa kau punya surat asuransi? Yahh, aku tidak peduli. Dan ngomong-ngomong, kuda pekerja yang baik harus diberikan peralatan yang lebih baik juga."
Mengatakan itu, Noelle kemudian mengeluarkan sebuah pedang mengkilap dari dalam penyimpanan spasialnya. Dia lalu memberikan pedang itu pada Cryll.
Meskipun Cryll sudah memiliki Geist, dia tetap membutuhkan senjata lain yang bisa ia gunakan. Menggunakan pedang yang dimiliki Geist tidak terlalu efektif, dan gaya bertarung Cryll juga tidak akan cukup hanya dengan menggunakan dua pedang lengkung itu.
Cryll menerima pedang itu dari Noelle, dan mengayunkannya beberapa kali sebagai percobaan.
"Ini bagus. Ayo kita mulai," ucap Cryll setelah memastikan kecocokan tubuhnya dengan pedang itu.
Namun, saat ia hendak pergi ….
"Rasanya sangat menjengkelkan ketika diabaikan seperti ini. Apa kalian melupakanku? "
Itu adalah Norman yang berdiri dengan melipat kedua lengannya, dan menatap Noelle serta Cryll dengan mata menyipit tajam.
Semua lukanya tampaknya sudah pulih, dan tak ada masalah serius dari kondisi fisiknya. Kondisinya jauh lebih baik jika dibandingkan Cryll.
"Ohh, kau pulih dengan cepat! " seru Noelle ketika ia melihat kondisi Norman.
Sebelumnya, ia sudah memastikan kalau Norman sama sekali tidak memiliki skill yang mendukung kecepatan regenerasi alaminya, tapi kecepatan pemulihan Norman jelas lebih cepat jika dibandingkan dengan orang normal.
Itu mungkin berkat berkah Anastasia yang memiliki beberapa efek pada tubuh mereka. Salah satu efeknya mungkin mempercepat pemulihan alami pada tubuh dan mental.
"Baiklah, kau memiliki Aligma bersamamu, jadi kau seharusnya tidak butuh senjata lain. Tapi … Untuk berjaga-jaga, gunakan ini."
Noelle memberikan pedang lain pada Norman. Itu adalah sebuah pedang panjang dengan bilah yang sangat ramping, mirip seperti rapier.
" … Kau benar-benar memiliki banyak senjata simpanan, ya? Kau seperti gudang berjalan," ucap Norman sambil menerima pedang itu.
"Akan kuanggap itu sebagai pujian."
Dan dengan begitu, mereka bertiga langsung berlari menuju lokasi Barsio sambil mempersiapkan serangan kejutan.
Tak perlu strategi, dan tak perlu trik licik juga. Mereka sudah tahu semua kelemahan Barsio, jadi mereka hanya perlu mengeksploitasi hal itu.
Ini juga menjadi kesempatan bagi Noelle untuk menemukan kebenaran akan kemungkinan yang sebelumnya ia buat.
...****************...