![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Setelah pertemuan Asterisk diakhiri, Noelle yang sudah kehilangan rasa kantuknya memilih untuk membuka jendela, dan bersantai sedikit.
Sejenak, angin yang berhembus di malam hari berhasil menenangkannya, tapi kemudian berbagai pikiran mulai terlintas di benak Noelle.
Kapan dia terakhir kali bisa menikmati waktu dengan tenang tanpa harus memikirkan apa pun? Mungkin, sudah lama sekali.
Noelle menghela napas lelah, dan kembali berbaring. Posisi jendela persis berada di samping ranjangnya, jadi angin yang berhembus masuk mengisi ruangan Noelle dengan angin malam yang dingin.
Dia masih penasaran tentang pengulangan waktu yang terjadi siang tadi.
Terakhir kali dia menyadari adanya pengulangan waktu, adalah saat dia masih berada di kelompoknya. Itu belum lama sejak pertemuannya dengan kelompok Norman.
Alasannya tidak diketahui, dan masih diragukan apakah itu benar-benar melibatkan dirinya.
Satu-satunya yang membuat Noelle masih penasaran adalah mengapa hanya dia yang ingat? Pertanyaan ini membawanya pada kecurigaan kuat bahwa dirinya sebenarnya terkait erat dengan pengulangan waktu.
Tidak mungkin dia berhasil mempertahankan ingatannya tanpa alasan apa pun.
"Hei, bagaimana menurutmu? Apa kau ingat apa yang terjadi saat itu? "
Noelle belum benar-benar berbicara dengan Noir sejak siang tadi. Tapi, dia ingat kalau Noir mengatakan 'kau terjebak' padanya.
Setelah mencoba menanyakannya tanpa berharap itu akan dijawab, Noelle menoleh ke arah jendela.
Langit yang gelap, bertabur bintang yang bercahaya. Yang paling mencolok di sana adalah tiga benda bulat yang menggantung tak pernah bergerak.
Satelit alami, atau bulan yang mengorbit pada planet ini berjumlah tiga. Noelle tahu fakta itu selama lima belas tahun lebih. Tapi, dia benar-benar masih belum terbiasa.
Dibanding dengan itu, bulan merah yang ia lihat di Pulau Kabut dan alam mimpi kolektif jauh lebih masuk akal baginya.
Memikirkan peristiwa pengulangan itu terus menerus tidak akan membuat jawaban datang dengan sendirinya. Dia harus membiarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya.
Noelle bangkit, dan bersandar ke jendela. Angin malam yang berhembus meniup rambutnya yang kini hitam, dan Noelle secara alami menutup matanya saat menikmati itu.
Matanya sedikit terbuka, melirik pada salah satu bulan di langit.
Ukurannya yang terbesar kedua dari semua yang ada, dan itu mungkin satu-satunya yang memancarkan cahaya suci, berbeda dari yang lain.
Noelle tanpa sadar terus menatapnya sampai suara tawa kering muncul dari Noir.
"Apa kau akhirnya memilih untuk berbicara? "
『Hehe, aku tidak berniat memberitahumu apa pun yang terkait dengan kejadian tadi siang. Tapi, sepertinya kau tertarik dengan semua benda itu.』
Bahkan tanpa gerakan menunjuk dari Noir pun, Noelle tahu apa yang dia maksud.
Noelle melirik pada 'benda itu' yang Noir maksud—tiga bulan yang mengorbit pada planet.
" … Apa sejelas itu? " tanya Noelle sambil mengerutkan keningnya.
Dia kemudian berbalik dan memangku dagunya sendiri di ambang jendela, menjadikan lengan kirinya sebagai bantalan untuk pose itu.
Di saat dia terdiam, suara Noir kembali muncul, namun kali ini dengan aura mistis yang secara langsung tersampaikan meski hanya dari suara.
『Satelit-satelit itu, sebut saja bulan. Mereka memiliki nama mereka sendiri.』
" … Benarkah? "
Bukan sesuatu yang mengejutkan, tapi Noelle sedikit tertarik.
Mengingatkan Noelle pada Anaximandros, dan Nicolas Copernicus. Meski teori yang dikemukakan keduanya berbeda, pada dasarnya mereka memiliki satu kesamaan.
Keduanya disebut sebagai 'Bapak Astronomi', dan telah berkontribusi banyak terhadap pengetahuan-pengetahuan yang terkait dengan luar angkasa.
Noelle membayangkan kalau di dunia kuno ini, hanya memiliki segelintir orang dengan pemikiran seperti mereka. Meski begitu, teori apa pun yang mereka kemukakan berdasarkan hasil penelitian adalah hal yang layak untuk didengar.
Noelle juga penasaran tentang bagaimana orang-orang di dunia ini mampu mencapai hal yang sama dengan umat manusia di bumi.
Sementara dia terus diam sambil berpikir, suara Noir yang sudah kehilangan intensitas menegangkannya kini muncul.
『Yang terbesar itu bernama Ishka, lalu yang kedua, yang kau tatap sejak tadi itu adalah Lecca. Setelah itu, ada yang ketiga—』
Sejenak tidak ada suara, tapi Noelle yang tubuhnya tiba-tiba merinding bisa merasakan Noir sedang tersenyum di dalam dirinya. Sebuah senyum aneh. Terasa begitu banyak emosi bercampur di dalamnya, membuatnya menjadi senyuman yang menakutkan.
『Pan-dora.』
...****************...
(Pan … dora? )
Noelle sontak mengerutkan keningnya saat dia mendengar nama itu.
Dua nama lainnya terdengar asing, tapi nama ini pernah ia dengar sebelumnya.
'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' pernah menyebutkan nama itu sebelumnya, tepatnya saat pembahasan tentang tujuan Voyager.
'Membuka sesuatu yang disebut Pan-dora'.
Apa sebenarnya Pan-dora itu? Apakah Pan-dora yang menjadi tujuan Voyager adalah hal yang sama dengan bulan di langit? Banyak pertanyaan terlintas di benak Noelle, tapi lagi-lagi dia tidak berhasil menemukan jawabannya.
"Jelaskan tentang itu."
『Kehehe, temukanlah jawabannya sendiri.』
Kalimat menyebalkan itu akhirnya muncul. Itu artinya Noelle tidak memiliki pilihan lain selain mencaritahunya sendiri. Meski begitu, dari cara Noir mengatakannya, Noelle hampir yakin dengan pasti kalau jawaban dari pertanyaannya adalah kata 'ya'.
Memaksa Noir untuk menjawab adalah hal yang sia-sia, jadi Noelle tidak mencobanya sejak awal. Akhirnya, dia hanya bisa diam sambil menikmati angin malam yang menerpa wajahnya.
Tapi kemudian, suara itu muncul lagi.
『Aku ingin melakukan sedikit percobaan. Bantu aku.』
" … Apa yang kau rencanakan? "
Tidak mungkin ada hal baik yang akan terjadi saat Noir turun tangan.
Percobaan apa pun yang dilakukan pasti akan kacau, dan Noelle tidak ingin itu terjadi.
『Hehe, kau bisa tenang. Ini bukan percobaan yang berbahaya. Anggap saja ini eksperimen yang sering kau lakukan.』
Noir sepertinya bukanlah orang yang nekat, sama seperti Noelle. Tapi, bagian dari kegilaannya itu sedikit mengkhawatirkan.
Eksperimen yang Noelle lakukan hanyalah eksperimen sebagaimana manusia biasa, yang mungkin cenderung berbahaya. Itu sangat berbeda dari eksperimen yang dijalankan oleh seorang dewa.
『Aku tidak begitu tertarik untuk menghancurkan dan membunuh semua orang di sekitar sini, jadi kau tenanglah.』
"Menolak akan percuma, ya …. "
『Hehe, baguslah kau sadar.』
Meski kekuatannya saat ini tidak begitu besar, Noir bisa saja mengambil alih kendali tubuh Noelle saat dia lengah. Karena itulah, alih-alih meminta izin, akan lebih mudah baginya untuk bereksperimen sambil mengendalikan tubuh Noelle.
"Apa yang harus kulakukan? " tanya Noelle.
『Berjalanlah ke cermin, dan lihat dirimu sendiri di sana.』
Noelle tidak mengatakan apa pun, atau bahkan membantah. Dia dengan santai turun dari ranjang, dan berjalan ke sebuah meja dengan cermin besar terpajang.
Di cermin itu, sosok Noelle salam identitas Noah Ashrain muncul.
Barulah kemudian, Noelle tersadar kalau penampilannya perlahan berubah.
Mata yang semula merah kini berubah satu menjadi hitam pekat, dan rambutnya juga menjadi sedikit lebih bergelombang dari biasanya.
Selain dari itu, yang paling mencolok adalah sebuah mahkota hitam yang tiba-tiba muncul di atas kepalanya. Itu melayang, berputar dengan kecepatan yang konstan.
Noelle memiliki firasat tentang apa yang terjadi.
"Kau … membagi kontrol tubuh? "
Apa yang Noir lakukan saat ini bisa disebut sebagai 'pembagian kontrol tubuh'.
Singkatnya, dalam satu tubuh ini, ada dua entitas yang mengendalikannya pada saat yang sama.
Noelle masih bisa menggerakkan tubuhnya tanpa masalah, tapi kemudian tangan kirinya tiba-tiba bergerak sendiri tanpa dia perintahkan.
Berusaha menahannya sedikit, tangan kirinya kemudian berhenti, sebelum akhirnya kembali ke posisi semula secara perlahan.
『Hehe, tepat seperti yang kau pikirkan. Ini berhasil.』
Dengan kekuatan otoritas Dominasi, Noir mengendalikan tubuh Noelle, dan pada saat yang sama juga membagikan kontrol padanya. Dengan begitu, baik itu dirinya maupun Noelle bisa menggerakkan tubuh ini dengan bebas, selama tidak ada reaksi penolakan dari salah satu pengendali.
"Rasanya semakin hari tubuhku jadi seperti bukan milikku …. "
Noelle menghela napas kecewa saat dia memandangi pantulan dirinya di cermin. Kemudian, tatapannya fokus pada satu hal.
"Aku selalu memikirkan ini sejak pertama kali melihatnya, tapi aku tidak sempat bertanya. Sebenarnya, apa mahkota yang melayang di atas kepalaku ini? Benda ini juga ada di tubuh aslimu."
Noelle awalnya mengira kalau itu adalah sebuah senjata. Bagaimanapun juga, saat pertarungannya melawan Noir di Taman Kabut, mahkota itu telah menunjukkan berbagai pergerakan yang sepertinya mempengaruhi daya serang Noir.
Tapi, kini dia menolak gagasan itu. Mahkota yang ada di atas kepalanya bukanlah senjata, karena itu selalu ikut muncul menyertai kemunculan Noir sendiri.
『Mahkota ini adalah apa yang kau sebut dengan Noble Armament. Menyebutnya senjata bukanlah hal yang salah, tapi ini memiliki penjelasan yang lebih spesifik.』
Noelle tahu kalau saat Noir tiba-tiba menjelaskan, itu bukanlah hal yang normal. Karena itu, dia langsung mengesampingkan kecurigaannya sendiri, dan secara mental mencatat setiap penjelasannya.
Mahkota di atas kepalanya masih berputar dengan tenang saat penjelasan Noir berlanjut.
『Perwujudan hati dan jiwa seseorang. Itulah Noble Armament. Semua orang memilikinya, tapi tidak mungkin bagi mereka untuk mewujudkannya sendiri. Terlalu banyak persyaratan bagi manusia untuk membangkitkannya.』
"Hmm … apa aku bisa membangkitkannya juga? "
『Keh-hehe, entahlah. Aku juga penasaran.』
sesuatu yang merupakan perwujudan dari jiwa dan hati manusia. Noble Armament kedengarannya seperti sesuatu yang absurd.
Noelle bahkan tidak tahu kalau jiwa dan hati manusia bisa dimanifestasikan di dunia nyata.
Dari penjelasan itu, dapat disimpulkan kalau Noble Armament yang dimiliki setiap orang memiliki wujud yang berbeda-beda. Dalam kasus Noir, itu adalah mahkota hitam.
"Tunggu, apa itu artinya dewa memiliki Noble Armament mereka sendiri? Kalau begitu, apa Noble Armament milik Anastasia? "
Rasa merinding tiba-tiba menjalari seluruh tubuhnya. Noelle melihat ke samping, dan menyadari kalau itu bukan karena suhu yang tiba-tiba dingin. Melainkan, karena dia bisa dengan jelas merasakan banyak keberadaan tak terlihat tiba-tiba mengarahkan tatapan mereka padanya.
Ini perasaan yang serupa dengan yang ia miliki sesaat setelah mengalahkan Noir di Taman Kabut.
Saat itu, kondisi emosi dan mentalnya tidak begitu bagus, dan dia telah menanggung banyak polusi yang bisa menyebabkan kondisi Berserk. Mungkin karena itulah perasaan ditatap oleh semua entitas itu menjadi menguat.
Namun, kali ini dia yakin kalau kondisi emosi dan mentalnya baik-baik saja. Yang artinya, semua tatapan itu disebabkan oleh sesuatu yang lain.
Noir tidak mungkin tidak menyadarinya, dan Noelle bisa dengan jelas melihat setengah dari wajahnya di cermin tersenyum lebar, menunjukkan satu taring yang berkilau tajam.
Kemudian—
『Modestia.』
Nama itu disebutkan, dan Noelle bisa merasakan berbagai hal mulai berkecamuk di sekitarnya. Namun anehnya, semua hal itu sama sekali tidak terlihat. Sampai akhirnya, cermin di hadapannya tiba-tiba pecah menjadi beberapa bagian, dan wajahnya yang terpantul di sana menjadi semakin mengerikan.
Noelle secara refleks melompat mundur, tapi kamarnya cukup sempit sehingga punggungnya langsung menabrak dinding tepat sebelum mendarat.
Intensitas akan bahaya meningkat, dan Noelle nyaris tidak bisa berpikir jernih.
Kursi kayu di hadapannya terangkat, dan itu dilempar langsung ke arahnya.
Noelle mengeluarkan Langen, dan langsung menebas kursi itu hingga menjadi beberapa potongan. Tapi kemudian, satu per satu barang di kamarnya terangkat tanpa ada yang menyentuhnya.
"Hei hei, aku tidak ingat pernah mengendalikan mereka dengan Verstand."
Vas bunga yang terbuat dari keramik itu terbang langsung ke arahnya, dan Noelle secara alami menunduk untuk menghindarinya, hingga vas itu hancur berkeping-keping saat menabrak dinding.
Masih belum selesai, barang-barang lain mulai terbang ke arahnya. Tapi kemudian, mahkota yang melayang di atas kepalanya mempercepat putarannya sendiri, dan mulai memuntahkan gumpalan asap hitam dari sana.
Asap hitam menyebar hingga menyelimuti seluruh ruangan, dan barang-barang yang semula melayang kini satu per satu jatuh ke lantai.
『Keh-hehe, mereka benar-benar menjadi agresif saat mendengar namanya.』
"Apa … yang sebenarnya terjadi? "
Ini mengingatkannya pada saat misi pertama Asterisk. Saat itu, Asterisk harus menghadapi sosok musuh yang tidak jelas keberadaannya.
Mahkota di atas kepalanya mulai menghilang, dan penampilannya secara bertahap kembali seperti semula. Transformasi itu begitu cepat sehingga siapa pun yang melihat akan merasa sedikit takut padanya.
Tanpa sempat memahami apa pun, Noelle langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang, mengabaikan semua barang yang berserakan di lantai.
Dia akan membereskan itu nanti.
"Serius, apa yang sebenarnya terjadi? "
Semua keberadaan itu benar-benar menjadi liar saat mendengar nama Modestia, Noble Armament Anastasia disebutkan.
『Aku yakin kau tahu alasannya. Mereka benar-benar membenci wanita itu, hehe.』
(Aku tidak akan menanyakan alasannya.)
Noelle menghela napas berat saat pandangannya teralihkan. Dia menatap pada Lecca, satelit alami berukuran terbesar kedua yang mengorbit planet ini.
"Apa ada Noble Armament lain yang harus kuketahui? "
『Sebenarnya tidak perlu. Tapi, aku akan memberitahumu untuk berjaga-jaga.』
"Ohh, terima kasih atas kepedulianmu," balas Noelle sambil tersenyum sinis.
Noir sepertinya mengabaikan itu karena dia lanjut menjelaskan.
『Ada Ixa, Gloria, Longinus, Chariot, Merciful Hand, Heart of Anima, Enigma, Vandergil, dan Libera.』
"Itu cukup banyak."
Ada sembilan Noble Armament yang Noir sebutkan. Artinya, ada sembilan orang yang Noir biarkan Noelle mengetahui keberadaannya.
"Siapa saja pemiliknya? "
Untuk pertanyaan itu, jawaban Noir adalah:
『Hehe, itu adalah sesuatu yang akan kau ketahui sendiri nanti.』
...****************...