[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 308: Bingung



...****************...


Setelah cahaya yang menyelimuti tubuhnya mereda, Asher kembali melihat pemandangan hutan, persis seperti yang ia lihat sebelum ditarik ke tempat Asterisk berkumpul.


Menatap serius pada api unggun yang masih menyala, pemikiran akan bahaya seketika berserakan di kepala Asher.


Dia benar-benar bingung dengan bagaimana dia harus menghadapi situasi ini.


Ada ancaman besar yang bersembunyi di Gereja Dewi Lumine. Dan Asher tidak mungkin bisa mengesmpingkan itu.


Setidaknya dia bisa mengabaikan yang lain, tapi Leticia berbeda. Asher tidak bisa meninggalkannya begitu saja.


Jika ada bahaya di dalam gereja, maka prioritas utama Asher adalah menyelamatkan Leticia, dan bukan yang lain.


Memang, bahaya yang dimaksud itu kini tidak berada di kuil pusat, melainkan sedang dalam tugas khusus di dalam Kekaisaran Alacrylia. Meski begitu, tetap saja kekhawatiran tidak bisa lepas dari pikiran Asher.


Tidak ada yang tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi, dan itu benar-benar mengkhawatirkan.


Asher tidak bisa memikirkan rencana yang cocok untuk memberikan perlindungan pada Leticia selagi dia sedang jauh darinya.


Sayangnya, Asher tidak bisa mengandalkan siapa pun yang ada di kuil utama. Dia tidak mempercayai mereka. Asher tidak bisa mengambil resiko besar dengan membiarkan mereka berada di sisi Leticia.


Membayangkan skenario terburuknya membuat Asher mengepalkan tangan. Dia mengerutkan keningnya saat api mulai berkobar lebih kuat.


(Jika saja aku bisa kembali ….)


Memang, semua akan lebih mudah kalau dia sendiri bisa kembali ke kuil pusat. Namun, tugasnya kini sangatlah merepotkan dan tidak bisa ditinggal begitu saja.


Asher saat ini sedang bertugas untuk mengintai dua negara kecil yang sedang dalam konflik perang dingin di bagian timur Kawasan Netral Elfrieden.


Meski dikatakan netral, bukan berarti tidak ada masalah yang terjadi. Itu hanya tidak terlihat.


Asher memang tidak peduli ada kedua negara itu, tapi dia lebih tidak mau berurusan dengan para atasan yang menginginkan hasil baik untuk misi ini.


Selain itu, masalah ini sebenarnya jauh lebih kompleks dari yang ia pikirkan.


Asher kuat, tapi itu hanya di antara manusia dan manusia super lainnya. Di hadapan sosok dewa luar yang dilihat Lucia, dia mungkin bukan apa-apa.


Asher belum pernah melihat dan merasakan kengerian dari seorang dewa, jadi dia sedikit meremehkannya.


Memang, di sini, kekuatan seorang dewa dapat diukur dari seberapa banyak pengikut mereka. Meski tentu saja, itu sebenarnya tidak benar-benar berlaku.


Bagi Asher yang belum pernah berurusan dengan dewa, masalah ini adalah hal yang membingungkan. Dia mulai berpikir kalau akan lebih baik jika masalah ini diserahkan pada Asterisk. Namun, harga dirinya terlalu


tinggi untuk itu.


(Resikonya terlalu banyak. Tapi kalau begitu, apa yang harus kulakukan? )


Tidak mungkin dia akan diam ketika Leticia sedang dalam bahaya.


Dia adalah seorang Saint, wajah gereja, sekaligus perpanjangan tangan dari dewa yang mereka sembah, Holy Light Goddess Lumine. Sebagai seseorang dengan posisi itu, wajar baginya untuk meras terancam oleh sesuatu.


Selain itu, masalah fisik seperti kelumpuhan dan kebutaannya adalah masalah yang cukup besar. Dengan kondisinya saat ini, Leticia tidak mungkin bisa hidup sendiri.


Apakah sudah tidak ada cara lain untuk menjaga Leticia tetap aman? Asher berpikir keras, mencoba mencari jawabannya secepat mungkin.


Namun, tidak ada ide yang keluar. Apakah semua sudah berakhir untuknya?


(Tidak. Masih ada.)


Masih ada satu cara yang bisa Asher gunakan. Namun, cara ini sangat beresiko, dan berlawanan dengan keinginannya sendiri.


Cara yang dimaksud adalah Asher bisa 'menyerahkan' perlindungan Leticia pada Asterisk.


Meski melakukan itu sama saja dengan memperkenalkan Leticia pada Asterisk, Asher tidak terpikir hal lain. Bagi seseorang yang hidup sebatang kara seperti dirinya, mengandalkan orang lain adalah hal yang sangat sulit.


Namun, meskipun menyadari itu, Asher cukup percaya pada Asterisk.


(Jika itu mereka, maka Leticia seharusnya akan aman.)


Selain itu, musuhnya saat ini adalah seorang pendeta yang memiliki bantuan dewa luar. Akan lebih baik untuk menyerahkan perlindungan Leticia pada orang terkuat yang dia kenal.


Caver Arnaz terlihat tidak dapat dipercaya, Ortis Ethan hanyalah anak-anak yang tinggal di kawasan kumuh, sedangkan Auger dan Pauper sedang dalam misi perekrutan di Kekaisaran, lokasi musuhnya berada saat ini. Jadi Asher segera membuang mereka dari daftar.


Dalam hal ini, dia hanya memiliki beberapa pilihan tersisa; menyerahkan perlindungan Leticia pada Ructus Damian, atau mengandalkan Souris dan Mordred.


Asher cenderung pada pilihan kedua.


Damian bisa dipercaya, tapi dia adalah petinggi militer Republik, mungkin saja ada banyak pihak yang mengawasinya.


Daripada itu, menyerahkan Leticia pada Souris dan Tristan tampak lebih masuk akal. Asher mempercayai Souris karena dia merasakan kesamaan yang kuat dengannya. Karena itulah Asher condong pada pilihan ini. Selain itu, Mordred tampaknya merupakan pilihan yang bagus.


Gadis itu terlihat seperti gadis yang tidak banyak bicara, namun mampu menjalankan tugasnya dengan baik.


Yang jadi masalah, Souris dan Mordred adalah petualang, mereka tidak bisa diam di satu tempat untuk waktu yang lama.


"Ini membingungkan."


Asher tersenyum masam sambil memandangi tombak perak di sampingnya—rekan yang telah menemaninya dalam banyak pertarungan semenjak dia menjadi Kesatria Templar.


...****************...


"Kekaisaran, ya …? "


Damian yang telah kembali ke kantornya di distrik militer Republik langsung duduk, dan menyingkirkan semua dokumen yang harus dia kerjakan.


Saat ini, ada masalah yang lebih serius sedang terjadi.


Awalnya Damian tidak ingin percaya ini, tapi rupanya itu benar-benar ada; ancaman yang diam-diam bersembunyi di balik nama Gereja Dewi Lumine.


Sejak beberapa bulan yang lalu, Damian telah merasakan keanehan yang jelas dari Gereja yang satu ini. Gerak-gerik mereka di Gereja cabang tidak seaktif sebelumnya. Dan saat inspeksi pun, Damian melihat kalau mereka tidak 'secerah' yang dia ingat.


Seperti ada sesuatu yang perlahan mempengaruhi dan menggerogoti para pemuja Dewi Lumine.


Memang, Gereja Dewi Lumine bukanlah agama mayoritas di Republik, tapi itu bukan berarti tidak ada.


Justru, Gereja Dewi Lumine adalah salah satu gereja dengan pemgikut terbanyak setelah Gereja Dewi Anastasia.


Jika ada masalah pada gereja pusat, maka gereja cabang pasti akan terkena dampaknya, meski itu ada di negara lain sekali pun.


Karena itulah, Damian benar-benar waspada terhadap ancaman yang tersembunyi ini. Terutama, karena yang terlibat adalah entitas yang disebut 'dewa luar'.


Sambil memainkan jarinya di atas meja, Damian tiba-tiba terpikir sesuatu.


Dia bangkit dan mengambil sebuah gulungan kertas dari lemari, lalu membentangkannya di atas meja.


"Sayangnya aku tidak punya versi terbarunya."


Itu adalah sebuah peta, yang mencantumkan keseluruhan bangunan gereja yang ada di Republik.


Titik biru gelap berarti Gereja Dewi Zelica, sedangkan titik kuning yang cerah melambangkan Gereja Dewi Lumine. Ada banyak warna lainnya, tapi Damian mengabaikan semua itu dan fokus pada titik kuning.


Ada enam sampai dua belas titik di setiap kota. Yang artinya, ada enam sampai dua belas Gereja Dewi Lumine yang tersebar di setiap kota di Republik.


Itu jumlah yang cukup mengesankan, melihat agama lain hanya mendapatkan jatah tiga sampai lima gereja di setiap kotanya.


Dengan jumlah itu, seharusnya bukan masalah untuk menelusuri jejak dan penyebaran ancaman dari sosokNya. Namun, Damian tidak memiliki personil yang bisa dikerahkan untuk melakukan itu.


Dia tidak bisa mengeluarkan pasukan atau anggota gereja lain untuk menerobos dan menyelidiki semua Gereja Dewi Lumine yang ada di kota.


Sayangnya, ini bukanlah wilayah yang bisa Damian mainkan dengan kekuatan politik. Jadi dia benar-benar harus menyusun siasat agar semua berjalan dengan lancar.


Sebenarnya, Damian bisa saja mengerahkan Gereja Dewi Zelica untuk melakukan penyelidikan. Namun, dia belum memiliki alasan yang tepat untuk melakukannya.


Jika dia secara sembarangan memberikan perintah pada organisasi gereja seperti Lunatic Order, maka pihak atasan pasti akan menyadarinya dan langsung menginterogasi Damian atas tindakan itu.


Para atasan tidak akan mau mengeluarkan pasukan atas 'dugaan' semata. Damian membutuhkan alasan yang dapat meyakinkan mereka.


Singkatnya, dia butuh bukti untuk digunakan.


Dan untuk itu, Damian harus melakukan penyelidikan lain terlebih dahulu. Itu sangat beresiko dan merepotkan karena dia tidak memiliki waktu luang untuk melakukannya.


Jadi, sekarang masalahnya telah berubah. Bukan 'bagaimana dia harus melakukan penyelidikan', tapi 'siapa yang harus dia kirim untuk melakukannya'.


Setelah Nantz sil Grandbell dinyatakan tewas dalam insiden kebakaran di rumahnya sendiri, sebagian besar urusan internal Republik telah kacau balau. Dan, masalah terkait militer Republik sepenuhnya diserahkan pada Damian yang memiliki otoritas terkuat di bawah pihak parlemen.


Jika Damian pergi untuk menyelidiki Gereja Dewi Lumine, tidak hanya menyebabkan kecurigaan terarah padanya, tapi dia juga harus siap menghadapi konflik internal yang akan terjadi pada militer Republik.


(Benar-benar merepotkan.)


Damian mengerutkan keningnya, dan tangannya tanpa sadar telah mencengkeran erat peta di atas meja, yang membuat peta itu langsung terkoyak di bagian yang ia cengkeram.


(Jika saja Souris tidak menggunakan cara yang ekstrim itu, maka aku bisa menyerahkan urusan ini pada Nantz.)


Dia mulai kesal saat mengingat metode yang Souris Noelle gunakan untuk merekrut Nantz.


Jika saja Nantz tidak memalsukan kematiannya, maka dia masih akan menangani sebagian besar urusan politik Republik, termasuk militer.


Namun, karena dia sudah tidak ada, maka Damian yang harus menggantikannya.


Secara tidak langsung, Noelle adalah orang yang menyebabkan situasi ini terjadi.


Selain itu, untuk menyelidiki Gereja Dewi Lumine, seseorang benar-benar harus membuang rasa takutnya dan bertindak nekat.


Dia atau mereka juga harus paham dengan resiko yang ada. Bagaimanapun juga, ada kemungkinan besar mereka akan dikirim ke Kekaisaran Alacrylia, karena di sanalah lokasi dari 'ancaman tersembunyi' Gereja Dewi Lumine.


Damian yang mulai pusing memikirkan semuanya itu pun memutuskan untuk merokok.


(Siapa yang harus kukirim? )


Orang yang akan dikirim haruslah memiliki loyalitas yang terpusat padanya, dan tidak takut mati.


Untuk sejenak Damian tidak dapat memikirkan sosok itu. Namun, saat dia keluar dari kantornya, perhatiannya tertarik oleh sosok seorang pria dengan setelan militer lengkap beserta topi hitam kebiruan di atas kepalanya.


Wajahnya tegas, dan tatapannya dingin. Saat Damian memperhatikan kehadiran sosok itu, dia diam-diam tersenyum tipis.


...****************...