![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Ngomong-ngomong, Noelle … Apa yang kau bisikkan pada Glantz tadi? "
Setelah beberapa waktu berbincang dengan Glantz mengenai 'pesanan' Noelle, Noelle dan Cryll segera berjalan meninggalkan bengkel.
Dan ketika mereka berada tepat di gerbang, Cryll bertanya pada Noelle tentang apa yang ia bisikkan pada Glantz sebelumnya.
Cryll terlihat penasaran dan menginginkan jawaban, tapi Noelle tak menjawab dan tersenyum samar.
" … Yahh, itu hanya masalah sepele tentang sarung pedangku, aku menginginkan beberapa ornamen tambahan untuk ditambahkan di sana."
Setelah hening sejenak, Noelle menjawab pertanyaan Cryll dengan senyum cerahnya yang biasa.
Cryll tidak yakin. Ia tahu kalau itu bukanlah jawaban yang sebenarnya. Di telinganya, Noelle secara tidak langsung mengatakan kalau ia tidak boleh mengetahui lebih dalam dari itu.
Cryll menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinya dengan tidak nyaman.
"Ngomong-ngomong, aku masih ada urusan tentang permintaanku sebelumnya, dan ini mungkin akan memakan waktu yang cukup lama, jadi … Aku ingin kau lebih dulu kembali ke penginapan."
Seolah tak menyadari kegelisahan di benak Cryll, Noelle dengan ceria meminta Cryll untuk kembali ke penginapan sendirian.
Secara alami, Cryll menyadari kalau hal yang akan Noelle lakukan selanjutnya adalah hal yang terkait dengan masalah ini.
Meskipun penasaran, Cryll tetap berusaha untuk tidak terlibat dalam masalah yang serius dengan Noelle, karena itu adalah jenis hubungan pertemanan mereka sejak awal.
Jadi Cryll dengan mudah menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika Nona Olivia memarahimu nanti."
"Ahaha~ jangan khawatir tentang itu~ entah bagaimana aku akan mengatasinya."
Noelle berkata sambil tersenyum kecut.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang."
"Mhmm, sampai jumpa~"
Cryll berbalik dan berjalan menjauh meninggalkan Noelle sendirian yang masih melambaikan tangannya dengan riang.
Begitu punggung Cryll sudah tak terlihat, Noelle perlahan menurunkan tangannya dan senyum cerahnya tadi juga perlahan menghilang, digantikan dengan seringai yang tajam.
"Yahh, emosi dan otak manusia adalah bagian yang paling membuatku sangat penasaran … "
Noelle mengatakan itu dengan suara yang sangat rendah sehingga hanya bisa dikategorikan sebagai 'bisikan', lalu berbalik dan kembali masuk ke dalam gedung bengkel.
Langit sudah gelap, dan aktivitas masyarakat juga terlihat telah dihentikan sejak beberapa saat yang lalu.
Suara lonceng yang memekakkan telinga bergema di seluruh kota sebagai pertanda akan datangnya malam.
Beberapa pandai besi yang bekerja, perlahan mulai meninggalkan bengkel dengan wajah ceria.
Noelle berjalan melewati mereka semua tanpa disadari siapapun seolah keberadaannya tidak pernah ada di sana.
Setelah beberapa detik menyusuri ruangan bengkel yang mulai sepi, Noelle akhirnya tiba tepat di depan sebuah pintu logam yang tertutup rapat.
Senyum Noelle semakin dalam seolah menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya, lalu ia perlahan mendorong pintu itu dengan kedua tangannya.
Pintu itu dengan lancar terbuka mengikuti jumlah tenaga yang dikerahkan Noelle pada tangannya, lalu-
"《Reign》"
Seketika, sebuah lingkaran sihir raksasa muncul dan memenuhi ruangan yang ada di balik pintu logam itu.
"A-apa yang terjadi?! "
Glantz yang masih berada di ruangan itu sendirian tampak terkekut dengan lingkaran sihir yang tiba-tiba muncul, namun ia tidak bisa melakukan apapun.
Detik berikutnya, lingkaran sihir itu mulai memenuhi ruangan dengan cahaya yang sangat terang dan menyilaukan.
Membawa Noelle beserta Glantz yang ikut tenggelam di dalamnya.
...****************...
"Ughh … "
Begitu Glantz membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah dinding batu berwarna merah gelap dengan permukaan yang tidak rata dan nampak sangat kasar.
"Di mana … Aku …? "
Dia mencoba melihat ke sekelilingnya, namun hanya kepalanya saja yang mampu bergerak.
Ia sama sekali tidak bisa merasakan tubuhnya.
Pemandangan di sekitarnya tidak lebih dari dinding batu berwarna merah gelap yang nampak mengerikan dengan beberapa bercak darah di sana dan sini.
Glantz bukanlah seorang amatir. Ia adalah seseorang dengan banyak pengalaman hidup di ujung tanduk. Jadi, meskipun tubuhnya mengalami kelumpuhan dan hanya kepalanya saja yang dapat bergerak, ia entah bagaimana mampu untuk tetap tenang.
"Yo, akhirnya kau bangun. Cukup sulit membangunkanmu menggunakan sihir, kau tahu? "
Sebuah suara yang baru-baru ini ia kenal muncul dari belakangnya.
Dia tidak bisa memutar kepalanya untuk melihat ke belakang, tapi ia tahu siapa orang itu.
"Noelle … Kah? "
"Yep, itu aku~"
Noelle muncul di depannya dengan senyum cerah.
"Ya ampun, sebenarnya seberapa kebal kau terhadap sihir? Aku kesulitan hanya untuk membangunkanmu, tahu? "
Noelle melipat tangannya dan berbicara dengan nada bercanda.
"Yahh, tapi itu sudah tidak penting karena kau akhirnya bangun dengan sendirinya~"
" … Meskipun itu memakan sebagian besar kekuatan sihirku hanya untuk mempertahankan ruangan ini."
Glantz tidak mengerti maksudnya, ia hanya menatap tajam pada Noelle yang sedang bermain-main di hadapannya.
" … Berapa lama aku pingsan? "
Dia mencoba bertanya dengan ekspresi tegas pada Noelle, namun Noelle tampak tak terpengaruh dan menjawabnya dengan santai.
"Cukup sebentar, kau hanya pingsan sekitar lima menit."
" … Ngomong-ngomong, apa kau yang membawaku ke tempat ini? "
Glantz menyipitkan matanya dan menatap Noelle dengan pandangan mengancam.
"Secara teknis, kita masih ada di ruanganmu di bengkel, tapi … Kau bisa menganggap kalau aku memang membawamu ke tempat lain~"
" … Apa yang kau bicarakan … "
Glantz mengatakan itu dengan suara yang terdengar seperti teriakan kecil dan membuat Noelle tersenyum.
"Nah, nah~ tidak perlu marah padaku~ sebaiknya kau simpan energimu untuk nanti."
" ……… "
Glantz tidak mengatakan apapun, dan hanya menatap Noelle dengan niat membunuh.
Noelle tampak tak terpengaruh dan justru terlihat menikmati itu.
Meskipun ia mengarahkan niat membunuh pada Noelle, bukan berarti ia bisa melakukan apapun dalam kondisinya saat ini.
Ia dalam posisi duduk di kursi kayu dengan kedua tangannya terikat di belakang.
Terlebih lagi, tubuhnya mengalami kelumpuhan sehingga ia sama sekali tidak dapat menggerakkan apapun selain kepalanya sendiri.
Ia yakin kalau Noelle telah melakukan sesuatu padanya, namun ia tidak memiliki bukti untuk itu …
Meskipun akan lebih tepat untuk mengatakan kalau ia sama sekali tidak membutuhkan bukti.
Lagipula Noelle sudah mengaku kalau dialah yang membawanya ke tempat ini.
" … Apa yang kau inginkan? Sama sekali tidak ada untungnya menculik seseorang sepertiku, kau tahu? "
Glantz bertanya dengan setenang mungkin.
Ia tidak memiliki keluarga sehingga Noelle tidak akan bisa membuat mereka membayar biaya tebusan, dan ia hanyalah alat penghasil uang di mata para bangsawan sehingga ia memiliki perlindungan yang cukup kuat dari para bangsawan yang berinvestasi di bengkel miliknya.
Jadi Noelle sama sekali tidak akan mendapatkan keuntungan apapun hanya dengan mencukiknya.
Setidaknya itulah yang ia pikirkan dengan kepribadian pesimisnya.
"Ahh~ bukankah kau terlalu merendahkan dirimu sendiri? Walaupun itu benar sih~"
Noelle mengatakan itu sambil sedikit terkikik.
"Tapi, setidaknya … Kau masih memiliki banyak kegunaan lho~"
" ……… "
Dengan perlahan dan tanpa suara, Noelle berjalan dan berhenti tepat di belakangnya.
Posisi Glantz saat ini sedang duduk membelakangi Noelle.
"Aku sudah mengatakannya padamu tadi, 'kan? Aku cukup yakin aku membisikkannya dengan cukup jelas di telingamu … "
Noelle perlahan mendekatkan bibirnya ke telinga Glantz.
Tanpa sepengetahuan Glantz, Noelle juga sudah menggunakan beberapa sihir tipe debuff untuk mengacaukan pikirannya.
"Aku yakin, kau sangat membenciku bukan? "
" ……… "
Tidak ada jawaban, namun mata Glantz berkeliaran tak fokus dan tampak panik.
Noelle hanya berbisik di telinganya, namun itu memiliki dampak yang sangat kuat pada emosi dan kondisi psikologis Glantz.
Tampaknya efek dari sihir debuff cukup kuat karena Glantz seketika mengalami syok dan mulutnya tak mampu berkata-kata.
"Benar, kau sama sekali tidak berguna, kau tidak memiliki kegunaan apapun, kau tidak memiliki apapun yang bisa kau banggakan."
Noelle terus membisikkan Glantz menggunakan kata-kata yang telah ia pilih dengan hati-hati.
Tanpa ia sadari, senyumnya semakin dalam.
"Kau tahu? Saat pertama melihatmu, aku langsung tahu kalau kau memiliki 'kegelapan' yang sangat pekat di hatimu, jadi aku berpikir kalau kau akan menjadi orang yang mudah."
"Orang dengan kecenderungan untuk memiliki emosi negatif di dalam hati mereka adalah orang-orang yang sangat mudah ditaklukkan, namun cukup sulit untuk menemukan orang seperti itu, karena itulah … Glantz, berkorbanlah untuk percobaanku, ya? "
Noelle dengan seringai gila mengarahkan sebilah pisau ke leher Glantz yang tengah duduk dengan mata kosong.
"Hmm? Ahh~ kurasa efek sihir ini terlalu bagus~"
Noelle yang melihat kondisi 'kosong' Glantz tampak sedikit kecewa, namun masih mempertahankan senyumnya.
"Yahh, kurasa pikiranmu tidak cukup kuat untuk mempertahankan dirimu dengan sihir itu … Baiklah, ayo kita mulai sekarang~"
Noelle menjentikkan jarinya, dan ruangan sekali lagi berubah.
...****************...
Itu adalah ruangan gelap dengan satu lampu besar yang tergantung tepat di tengah ruangan.
Ruangan itu sedikit berbeda dari yang sebelumnya.
Jika ruangan yang sebelumnya identik dengan tema 'darah dan penyiksaan', maka tempat ini mungkin memiliki tema 'kehampaan yang abadi' dan akan menghancurkan mental seseorang secara perlahan.
Sama sekali tidak ada apapun di tempat itu selain dirinya sendiri.
Setidaknya itu yang ia pikirkan. Namun, pada kenyataannya …
"Hey, aku yakin kau marah, tapi … Bisakah kau berhenti mengabaikanku? "
Noelle berdiri di belakangnya dengan senyum yang menakutkan.
" ……… "
Glantz sama sekali tidak merespon.
Noelle membuat ekspresi cemberut dan mengerutkan keningnya, kemudian ia mengangkat bahunya dengan gerakan yang santai.
"Yahh, kuharap ini akan tetap berjalan lancar meskipun dia hanya setengah sadar."
Noelle kemudian kembali mendekatkan bibirnya pada telinga Glantz dan mulai berbisik.
"Kenapa kau diam saja? Dasar pecundang."
Detik berikutnya, tubuh Glantz gemetar dan matanya perlahan mulai memancarkan cahaya kegilaan.
Hanya dengan satu kalimat sudah cukup untuk membuat akal sehatnya menghilang, itulah bukti seberapa mengerikannya sihir debuff tipe pikiran.
Noelle masih menggunakan sihir itu pada Glantz setiap beberapa waktu dengan dosis yang sama, dengan begitu, efeknya akan menjadi konsisten.
Kekurangan dari sihir ini adalah, sihir ini hanya efektif pada orang-orang dengan tingkat emosi negatif yang lebih tinggi dibandingkan orang normal, dan efeknya juga tidak bertahan lama sehingga si perapal harus terus merapalkan mantra ini agar efeknya konsisten, itu benar-benar akan menghabiskan mana mereka hanya untuk satu mantra ini saja.
(Yahh, efeknya masih belum terlihat sih, justru … Ini pertama kalinya aku mencoba mencuci otak seseorang dengan menggunakan sihir … kalau begitu … Ayo lanjutkan.)
Noelle menyeringai dan kembali berbisik di telinga Glantz.
"Hey, sekali lagi, kau pasti membenciku, 'kan? "
"Aku memiliki segala yang tidak kau miliki."
"Aku memiliki bakat alami dalam segala hal, kekayaan, status, koneksi, wanita, dan kekuatan yang besar."
"Sedangkan kau? Kau tidak memiliki apapun sejak awal. Kau tidak lebih dari karakter sampingan yang tidak memiliki pengaruh apapun pada proses jalannya cerita di dunia ini."
"Kau tidak memiliki bakat, kau harus berlatih sangat keras selama bertahun-tahun hanya untuk mencapai tingkat kekuatan yang jauh lebih rendah dariku."
Tubuh Glantz semakin gemetar dan matanya mulai membengkak. Namun itu justru membuat senyum Noelle semakin dalam.
"Aku memiliki banyak kekayaan secara instan, aku bahkan bingung bagaimana harus menghabiskan semua uangku."
"Sedangkan, kau harus melakukan banyak pekerjaan yang sulit hanya untuk mendapatkan sejumlah kecil dari total kekayaanku."
"Hey, rasanya menyedihkan, 'kan? Apa itu menyakitkan? "
"Bagaimana rasanya? Saat mendengar berita tentang seseorang yang jauh lebih muda darimu telah mendapatkan semua yang kau inginkan sejak lama? "
"Tentu saja itu sangat menjengkelkan, 'kan? Aku yakin kau sudah mendengar atau bahkan melihat orang-orang yang jauh lebih sukses dengan sedikit usaha dibandingkan dengan dirimu yang berusaha sangat keras, namun masih menjadi pecundang."
"Kau hanya pecundang yang tidak berguna, kau tidak memiliki kekuatan, kau kehilangan semua yang kau impikan, namun kau tidak menerima kenyataan itu dan berakhir dengan menyalahkan orang lain … Benar, 'kan? "
Tubuh Glantz berhenti gemetar sebagai efek hipnosis, dan matanya perlahan berubah menjadi tampak tak bernyawa.
"Aku tidak tahu tentang apa yang terjadi padamu di masa lalu, tapi aku bisa menebaknya hanya dengan melihatmu."
Noelle mengangkat kedua tangannya dan meraih kepala Glantz dari belakang.
"Otak dan emosi manusia selalu menjadi hal yang paling misterius bagiku sejak lama, aku sangat ingin mengetahui lebih banyak tentang hal itu, namun kebanyakan hasil penelitian yang kulihat hanyalah hipotesis-hipotesis yang penuh rekayasa dari para orang dewasa."
"Karena itulah, aku berpikir untuk melakukan percobaanku sendiri, namun … Aku cukup kesulitan untuk menemukan subjek yang bagus."
Bisikan mengerikan Noelle terus berlanjut dan memperparah keadaan Glantz yang sudah tampak tak bernyawa itu.
"Struktur otak manusia dan monyet cukup berbeda, jadi aku tidak bisa menggunakan monyet sebagai subjek percobaanku, lagipula aku adalah tipe orang yang tidak ingin menyakiti hewan."
"Aku sudah mencari banyak subjek sejak lama, tapi aku sama sekali tidak menemukan yang cocok dengan hipotesisku, tapi … Kau berneda, Glantz."
"Kau memiliki begitu banyak emosi negatif yang terakumulasi di dalam dirimu, namun kau masih mampu untuk mempertahankan kesadaranmu tanpa mengalami kondisi [Berserk]."
Noelle tidak tahu bagaimana cara Glantz berhasil mempertahankan kewarasannya tanpa harus berubah menjadi seorang pengamuk karena energi negatif yang menumpuk di dalam dirinya.
Noelle telah hidup bersama Charlotte untuk beberapa waktu, jadi ia bisa dengan mudah membedakan antara energi negatif dengan energi positif.
Dan saat ia bertemu dengan Glantz, ia langsung menyadari kalau orang itu memiliki jumlah energi negatif yang sangat besar yang mengendap di dalam dirinya.
Energi positif dan negatif berbeda dengan energi sihir.
Energi sihir atau mana adalah energi yang mengalir di seluruh tubuhnya melalui pembuluh darah dan organ yang dinamakan sirkuit sihir. Proses peredarannya cukup mirip dengan peredaran darah.
Jantung yang berdetak akan menghasilkan sejumlah energi sihir secara bertahap yang kemudian akan dialirkan ke seluruh tubuh melalui sirkuit sihir.
Sedangkan, energi positif dan energi negatif adalah energi yang mengendap di 'jiwa' seseorang.
Orang normal memiliki komposisi energi positif dan negatif yang seimbang, dan bukanlah hal yang mudah untuk meningkatkan jumlah energi itu.
Satu-satunya orang dengan energi negatif terbanyak yang Noelle kenal adalah Charlotte.
Awalnya ia ingin melakukan percobaan ini pada Charlotte, namun Charlotte memiliki berkah dari Dewi Anastasia yang melindungi dirinya, jadi tidak mungkin bagi Noelle untuk mempengaruhinya.
Charlotte memiliki berkah Anastasia yang secara otomatis akan mengkonversi energi negatif itu menjadi sumber kekuatannya sebagai seorang [Fallen-Angel], namun Glantz kemungkinan besar tidak memiliki itu.
Noelle merasa sedikit penasaran tentang bagaimana Glantz mampu bertahan, karena itulah ia akan menyelidikinya malam ini.
Kondisi [Berserk] hanya akan tercapai begitu seseorang meningkatkan energi negatif yang ia miliki secara besar-besaran.
Secara alami, tubuh dan jiwa manusia biasa tidak akan sanggup untuk menampung energi negatif dalam jumlah besar, yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada tubuh dan jiwa mereka.
Itu adalah teori Noelle tentang kondisi berserk.
Charlotte memiliki berkah yang melindunginya, sedangkan Glantz tidak. Lantas, bagaimana Glantz mampu bertahan sampai saat ini?
Noelle tertarik dengan jawabannya.
Noelle sekali lagi mendekatkan bibirnya ke telinga Glantz, dan mulai berbisik.
"Hey, Glantz … Kau sendiri menyadari tentang betapa payahnya dirimu, 'kan? "
" ……… "
"Kau pecundang, tidak berguna, beban, tidak mengesankan, payah. Apapun yang kau lakukan hanya akan dipandang sebelah mata oleh orang lain."
"Kau tidak lebih dari alat penghasil uang untuk para babi kelas atas itu."
" ……… "
"Kau tahu? Daripada menghabiskan waktumu dengan sia-sia seperti itu, akan lebih baik jika kau bisa berguna untukku."
Noelle mengangkat kepala Glantz dan membuatnya menatap matanya dengan paksa.
Senyum Noelle semakin dalam.
"Kau seharusnya bersyukur karena aku mau merekrut orang tak berguna dan payah seperti dirimu."
Mata Glantz tampak tak bernyawa, namun ia mengangguk dengan perlahan.
(Tidak kusangka melakukan cuci otak ternyata semudah ini … )
Ini sedikit berbeda dari yang ia perkirakan.
Noelle berpikir mungkin akan memakan lebih banyak waktu untuk melakukan cuci otak. Namun, mungkin karena efek sihir atau Noelle yang memicu energi negatif di dalam dirinya, Glantz tampak langsung patuh pada Noelle.
Senyum Noelle semakin dalam dan semakin terlihat gila.
"Baiklah, kalau begitu … Jelaskan semua yang kau ketahui tentang kota ini, tentang masa lalu, tentang seluk-beluk kerajaan ini yang kau ketahui."
"Beritahu aku semuanya tanpa menyembunyikan apapun."
Dengan senyum gila, Noelle mengeluarkan perintah pertamanya.
...****************...