[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 28: Serigala



...****************...


Disaat yang bersamaan ketika Noelle berurusan dengan Lindsey, itu adalah jalanan yang lebar di tengah hutan.


Sebuah kereta mewah yang dikelilingi pengawal berzirah lengkap bisa terlihat disana.


Kereta itu memiliki sebuah lambang bunga teratai di bagian pintu dan bendera yang digantungkan di atasnya.


Itu adalah lambang keluarga margrave Suiren.


"Hahhh … Ayah selalu mengirim ku untuk sesuatu yang merepotkan"


"… Anda harus berbicara sopan nona, tuan Suiren mengirim anda untuk tugas karena tuan mempercayai anda"


"Lupakan, lagipula hanya ada kau disini Ellen, ayah baik mana yang akan mengirim putrinya ke sarang babi politik yang licik? "


Suara yang melontarkan kata-kata kasar itu berasal dari seorang gadis cantik berambut biru dan mata biru lapis lazuli. Dia adalah satu-satunya putri keluarga Suiren.


Sena sera Suiren.


Di sampingnya adalah seorang wanita di usia kejayaannya, Ellen, seorang maid. Sena adalah maid yang selalu menjaga Sena sejak kecil, karena kedua orang tua nya adalah bangsawan tingkat atas, mereka selalu disibukkan dengan berbagai pekerjaan.


Tentu saja bukan berarti kedua orang tua nya akan menelantarkannya begitu saja, sebaliknya, mereka berdua sangat menyayangi Sena secara berlebihan.


Karena keterbatasan waktu, mereka tidak pernah mendapatkan kebebasan untuk bermain dengan satu-satunya putri mereka, jadi mereka berdua meminta Ellen yang mengurusnya.


Ellen sendiri terlahir di keluarga yang telah menjadi pelayan atau pengikut Margrave Suiren secara turun temurun, jadi tingkat kepercayaan mereka padanya sangat tinggi.


Saat ini Sena sedang dalam perjalanan kembali ke daerah nya setelah dikirm untuk berurusan dengan bangsawan tetangga.


Suiren berada di wilayah yang berbatasan dengan hutan terkutuk, hutan yang penuh dengan tanaman dan monster yang sangat berbahaya. Semakin dalam kau pergi, semakin sedikit kesempatanmu untuk bertahan hidup.


Selain itu, Sena diharapkan akan menjadi penerus keluarga nantinya. Jadi wajar untuk memberikan pengawalan yang sangat ketat.


Hanya ketika dia bersama Ellen saja dia bisa bersantai.


Saat Sena dengan elegan meminum tehnya, kereta yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami guncangan besar.


"A-apa yang terjadi? "


Sena menjerit dengan suara yang terdengar agak panik sementara suara besi saling bertabrakan terdengar dari luar.


(Serangan?! )


Dia menolehkan kepalanya sedikit untuk mengintip dari jendela, tapi tangan Ellen menariknya sebelum dia bisa melihat semuanya.


Ellen memiliki ekspresi yang serius di wajahnya, itu adalah ekspresi yang jarang dilihat bahkan oleh Sena yang selalu bersamanya.


"… Nona, berlindung di belakang saya"


Sena hanya bisa duduk dibelakang Ellen dengan patuh sementara Ellen menarik sepasang belati dari balik roknya.


Dia tiba-tiba mengayunkan belati di tangannya ke udara kosong, tapi suara benturan jelas terdengar dari belati itu.


Setelah itu, sebuah panah menancap di lantai di beberapa meter dari tempat berdiri Ellen.


"Hoo? Cukup mengesankan melihatku menangkis itu"


Suara tidak dikenal bergema di dalam kereta itu, tak lama kemudian, insting Ellen membunyikan alarm yang sangat keras, memerintahkannya untuk bersembunyi.


"…! Nona! "


Ellen melompat untuk memeluk Sena dan terjatuh di lantai kereta dengan suara benturan kecil, tapi itu harga yang murah untuk keselamatan keduanya.


Karena, atap kereta itu sudah hilang. Terlihat jelas bekas tebasan di dinding yang terbelah seperti mentega.


"Instingmu mengesankan … Apa kau benar-benar pelayan? "


Suara itu kembali berbicara, tapi kali ini pemiliki suara itu menunjukkan dirinya dengan jelas.


"… Seorang pelayan sejati setidaknya harus bisa bertarung untuk melindungi majikan mereka"


Ellen berbicara dengan suara yang sedikit bergetar, itu karena lawan bicaranya adalah pria yang memiliki aura seorang pembunuh.


Memiliki rambut merah crimson, mata coklat almond yang menyipit tajam, ditutupi zirah ringan dan membawa pedang besar di tangannya.


Pria itu mengeluarkan aura yang seolah mengatakan 'tidak boleh disentuh'. Menekan ketakutannya sendiri, Ellen berbicara dengan pria itu sambil dengan waspada melindungi Sena di belakangnya.


"… Siapa kau? "


"Hmm? Ahh, aku tidak memiliki nama … Tapi orang-orang biasanya akan memanggilku crimson atau 'si gila', bagaimanapun kau bebas untuk memanggilku seperti apa"


Pria tanpa nama di depannya berbicara dengan santai sementara Ellen mati-matian mencari celah untuk menyerang pria di depannya.


Sebagai seorang yang dipilih untuk melayani Sena secara pribadi, Ellen harus memenuhi berbagai kualifikasi dan membuktikan bahwa dirinya layak.


Dia diberkahi dengan penampilan yang cantik, tubuh yang indah, kemampuan bertarung dan sihir yang tinggi, dan bakat alami dalam 'melayani'.


Karena itulah Ellen dipilih untuk melayani Sena, bahkan jika dia harus mengorbankan tubuhnya untuk menjadi perisai daging, maka dia akan melakukannya dengan rela jika itu demi melindungi satu-satunya majikannya.


Ellen dengan fokus mencari celah untuk menyerang sementara Sena bersembunyi di belakangnya. Beberapa prajurit yang mengawal sudah menjatuhkan beberapa penyerang, tapi mereka tetap ditekan dengan jumlah musuh yang tidak sedikit.


Beberapa pengawal sudah mati, tapi yang lain langsung menggantikan yang gugur untuk bertarung. Itu menunjukkan loyalitas mereka yang luar biasa pada penguasa mereka, margrave Suiren.


Sesaat kemudian, pria tanpa nama itu menyerang Ellen lebih dulu dengan berlari sambil menyeret pedang yang bahkan lebih besar dari tubuhnya.


Entah bagaimana Ellen masih bisa menahan itu dengan penguatan tubuhnya, dia pasti akan menjadi daging cincang jika dia terkena serangan itu.


"… Kau, apa kau benar-benar seorang wanita pelayan? "


"Tidak lebih dari itu"


"Kau lebih cocok untuk menjadi prajurir"


"Terimakasih atas pujiannya, banyak yang mengatakan begitu … Daripada itu, siapa yang mengirim kalian? "


"… Apa kau pikir aku akan memberitahumu? Yahh, babi tua itu tidak memerintahkan kami untuk tetap diam, tapi … Ayo bersenang-senang dulu! "


Mengatakan itu, pria tanpa nama itu langsung melompat pada Ellen dan mengayunkan pedangnya secara vertikal.


Mengandalkan kekuatan fisik dan tarikan gravitasi, ayunan pedangnya secara alami akan memiliki kekuatan destruktif yang besar.


Ellen mengandalkan kecepatan refleks nya untuk menghindar sambil membawa Sena.


"… Nona, pasang penghalang sekarang"


Ellen tidak bisa bertarung dengan leluasa karena dia harus melindungi Sena, jadi Ellen memintanya untuk menggunakan sihir untuk membuat penghalang, Sena secara alami mengerti itu, jadi dia hanya menurutinya.


"《Light barrier》"


Membentuk lingkaran sihir di tanah, Sena mengucapkan mantra dan seketika, kubah cahaya muncul menutupi dirinya.


"… Baik, ayo selesaikan ini"


Memastikan Kalau Sena sudah aman, Sena langsung mengambil posisi dengan kedua belatinya.


Beberapa prajurit yang menjadi pengawal sudah bergabung dengannya untuk membantu, mereka kalah dalam jumlah, tapi mereka unggul dalam kekuatan dan pengalaman.


Hanya kelompok bandit atau tentara bayaran tidak akan bisa menyamai mereka.


"… Tch"


Menyadari posisinya, pria tanpa nama itu tanpa sengaja mendecakkan lidahnya dan mendesah kesal.


"Babi tua itu tidak membayar kami cukup untuk ini"


Dia bergumam dengan suara kecil sampai tidak bisa didengar oleh siapapun, tapi sebelum dia menyerang…


"…! Apa-apaan ini?! "


Beberapa serigala datang untuk menyerangnya. Kelompok serigala itu muncul entah darimana dan menggigitnya di seluruh tubuh.


Meskipun dia menggunakan penguatan tubuh, taring serigala yang tajam benar-benar mengoyak dagingnya semudah merobek kertas.


(Serigala? Kenapa mereka ada di sini?)


Kebingungan Ellen wajar, itu karena tempat mereka saat ini bukanlah tempat seharusnya untuk serigala.


"Nona! "


Seorang pengawal membawanya kembali ke kenyataan, Ellen mengembalikan kesadarannya dan menoleh pada pengawal itu.


Hanya dengan tatapannya, Ellen sudah mengerti apa yang dia isyaratkan. Menoleh pada pria tanpa nama yang dicabik-cabik oleh kelompok serigala itu tanpa bisa melawan.


Menurunkan pusat gravitasinya, Ellen melompat kedepan dengan kecepatan tinggi dan mengayunkan belatinya. Beberapa pengawal juga mengikutinya mengayunkan pedang mereka pada pria itu.


"Sial! "


Sebelum dia bisa melanjutkan protesnya, belati Ellen mencapai lehernya dan memenggal kepalanya dengan mudah.


Darah keluar seperti air mancur dari bekas luka tebasan itu.


Setelah itu, serigala yang menolong mereka tadi lenyap ke udara seolah mereka tidak pernah ada...


Mereka berhasil selamat berkat kelompok serigala yang muncul entah darimana menyelamatkan mereka.


"… Nona"


"Ya, apakah kita harus menuliskan tentang bantuan serigala ke dalam laporan nanti? "


Meskipun mereka menulis itu, tidak akan ada yang percaya…


Ellen memimpin untuk melanjutkan perjalanan setelah memperbaiki kereta itu sedikit. Tidak ada yang menyadari keberadaan kelelawar yang memperhatikan mereka dari atas pohon.


...****************...


"Haaahhh … Hari yang melelahkan"


Suara keluhan Noelle terdengar di seluruh ruangan kamar yang mereka tempati.


"Terimakasih atas kerja kerasnya"


Olivia duduk disampingnya sambil mengelus rambut putih Noelle.


Noelle dan Olivia sudah mengganti pakaiannya menjadi kemeja dan celana panjang, setelahnya Noelle langsung melompat ke kasur.


"… Apa kau benar-benar menyukai pakaian oversize seperti itu Olivia? "


Menikmati tangan Olivia yang lembut, Noelle berbicara padanya dengan nada penasaran. Olivia saat ini hanya menggunakan kemeja putih yang kebesaran untuknya. Itu adalah kemeja milik Noelle, dia juga tidak memakai celana apapun.


"… Ini nyaman untuk dijadikan piyama, selain itu … Aroma Noelle sangat enak"


Mengatakan itu dengan wajah merah, Olivia mengangkat kedua tangannya untuk menutupi mulutnya.


Tangannya ditutupi oleh lengan kemeja, jadi itu sangat meningkatkan keimutannya, meskipun dia hanya memakai ****** *****, itu justru semakin meningkatkan pesona yang dia miliki.


Tersenyum kecut pada kekasihnya itu, Noelle perlahan mengangkat tubuhnya dan duduk di pinggir kasur dan menghadap ke jendela.


Hari sudah cukup gelap di luar, itu karena mereka harus mengurus banyak masalah setelah mereka mengusir Lindsey.


Ada banyak protes untuk itu, tapi Noelle hanya mengancam mereka dengan kekuatan dan hasilnya, semuanya selesai dengan damai … Mungkin.


"Noelle? "


Memperhatikan Noelle yang menatap langit tanpa berbicara, Olivia merangkak dan bersandar pada Noelle.


"… Olivia"


"… Nn"


"Ini hari pertama festival kan? "


"… Ya? "


"Aku mendapatkan beberapa informasi di jalanan tadi … Tidak, bukan apa-apa … Lebih baik kau mengetahuinya sendiri nanti"


"… Kau membuatku penasaran"


Olivia bangun dan menatap Noelle dengan mata berharap. Tapi Noelle sudah membuat keputusan. Jadi meskipun Olivia menatapnya dengan mata anak anjing seperti itu, itu tidak akan menggoyahkan keputusan Noelle.


"Tunggulah sebentar lagi, itu akan dimulai"


Menyadari kalau Noelle tidak memiliki niat untuk memberitahunya sekarang, Olivia hanya menerima keputusannya dan lanjut bersandar pada bahu Noelle, tapi…


"… Seharusnya sebentar lagi …"


Noelle bergumam pada dirinya sendiri, lalu dia mengangkat Olivia dan menempatkannya di pangkuannya. Saat diangkat, Olivia mengeluarkan jeritan imut 'Hya! '. Mendengar itu, Noelle tidak sengaja tersenyum padanya.


Secara fisik, Noelle lebih tinggi daripada Olivia, perbedaan ketinggian mereka sekitar 20 cm. Jadi ketika dia mendudukkan Olivia di pangkuannya, Noelle masih bisa meletakkan dagunya di atas kepala Olivia.


"Noelle? "


"Tunggulah sebentar lagi"


Noelle hanya membalasnya seperti itu, tapi Noelle memeluk Olivia dari belakang.


Olivia tidak memberontak, dia justru menikmati pelukan Noelle dan merasakan kehangatan yang dipancarkan tubuhnya.


Untuk beberapa alasan, Noelle tidak menyalakan lampu sihir yang seharusnya menerangi kamar mereka, itu membuat Olivia bingung.


Tapi Olivia tau kalau Noelle merencanakan sesuatu, jadi dia hanya menurut, Lalu…


"Sudah dimulai ya"


Noelle membuka matanya dan melihat ke langit. Ada satu cahaya yang ditembakkan ke langit, tapi itu meledak dan berubah menjadi percikan yang berwarna.


"… Kembang api? "


Cahaya yang menerangi langit malam itu adalah kembang api. Itu memiliki warna yang beragam dan sangat indah seperti kembang api di bumi.


"Rupanya mereka akan menyalakan itu setiap malam sampai festival berakhir"


"… Begitu …"


Di bumi, Olivia sangat menyukai pertunjukkan cahaya, jadi dia melihat kembang api itu dengan mata berbinar seperti anak-anak.


"… Olivia"


"Nn? "


Merasakan pelukan Noelle semakin kuat, Olivia menoleh ke belakang untuk melihatnya, tapi Noelle memiliki wajah yang tersenyum. Itu bukan senyuman nya yang biasa, itu terlihat lebih cerah dari sebelumnya sampai-sampai membuat Olivia memalingkan wajahnya yang memerah.


"… Olivia, aku ingin memberimu sesuatu"


"…… Apa? "


"Ini"


"…! ini?! "


Olivia menjawabnya dengan suara pelan, tapi Noelle tidak peduli dan melanjutkan. Dia membuka tangan kanannya dan menunjukkan sepasang cincin.


Ketika melihat cincin itu, Olivia langsung melebarkan matanya yang biasanya hanya setengah terbuka. Matanya berbinar untuk alasan yang berbeda, dia masih sedikit shock karena mendapatkan hadiah secara tiba-tiba, jadi dia tidak tersenyum.


"… Apa ini seperti yang kupikirkan? "


"Benar, seperti yang kau lihat sendiri Olivia … Aku melamarmu"


Olivia tidak menjawab, tapi bibirnya melengkung menjadi senyuman cerah, wajahnya penuh kejutan dan berubah menjadi kebahagiaan.


"Ini mungkin tidak resmi, tapi setidaknya kita bisa bertunangan lebih dulu … Kita akan melakukan upacara resminya suatu saat"


"…"


"Aku mungkin tidak ahli dalam membentuk kata-kata yang romantis, karena aku benar-benar bodoh dalam hal itu, tapi setidaknya aku bisa mengatakannya padamu"


"…"


Olivia tidak menjawab, dia hanya mengangguk kecil, matanya menjadi basah karena air mata kebahagiaan yang hampir mengalir keluar, bibirnya bergetar dan wajahnya memerah.


"… Olivia, apa kau mau menjadi pasanganku? Apa kau mengizinkanku untuk menjadi pendampingmu sampai akhir hidupmu? "


"……… Nn"


Setelah jeda panjang, Olivia akhirnya mengeluarkan suara kecil dan mengangguk kuat pada Noelle.


Olivia duduk di pangkuan dengan membelakangi Noelle, tapi Noelle bisa dengan jelas melihat kalau ada air mata yang mengalir di wajahnya.


Olivia memajukan tangan kirinya dan Noelle langsung memegangnya, memasangkan cincin itu di jari manisnya.


Cincin itu hanya cincin biasa tanpa hiasan atau efek khusus. Hanya cincin perak dengan 1 permata biru di atasnya dan motif bunga sederhana menghiasi bagian dalamnya.


Setelah memasangkan cincin itu di jari Olivia, Olivia menatap jarinya sendiri dan wajahnya mekar dengan senyuman bahagia. Dia tidak berhenti menatap cincin itu dengan mata lembab sampai dia akhirnya ingat.


"… Noelle … Jarimu … Biarkan aku memasangkannya"


"Memang itu keinginanku Olivia"


Mengatakan itu, Noelle menunjukkan tangan kirinya dan memberikan Olivia cincin yang lain.


Olivia memasangkan cincin itu dengan lembut seolah dia memegang sesuatu yang berharga dan bisa pecah kapan saja.


Setelah dia memasangkannya, Olivia tidak melepaskan tangan Noelle melainkan menjalin tangannya sendiri dan dengan erat, tangan mereka berpegangan seolah tidak akan melepaskan keberadaannya satu-sama lain.


Noelle mengencangkan pelukannya pada Olivia dan berkata padanya.


"Aku mungkin laki-laki yang bodoh dan tidak pengertian, apa kau masih mau denganku? "


"… Noelle tidak seperti itu, Noelle sangat memperhatikanku setiap saat"


"Apakah begitu? "


"Ya"


Jawab Olivia dengan kuat. Mata obsidian miliknya menatap kuat pada tangan Noelle yang memeluknya.


"Begitu ya … Kalau begitu, apakah kau masih mau denganku meskipun aku sudah berubah? Dan jika aku—"


Sebelum dia selesai berbicara, Olivia menarik tangannya, berbalik dan menutup bibir Noelle dengan jarinya yang halus.


Menatap mata Noelle dengan mata lembab, Olivia berbicara padanya dengan kata-kata yang kuat.


"Noelle, Satu-satunya tempatku adalah bersamamu, aku bukanlah aku jika tidak bersamamu, bukankah aku pernah mengatakannya padamu? Noelle adalah satu-satunya untukku, aku tidak akan pernah melepaskanmu, karena itu … Kau juga jangan sampai melepaskanku ya"


"… Baiklah, aku tidak akan melepaskamu lho"


Mengatakan itu, Noelle menguatkan pelukannya dan membuat wajah Olivia semakin memerah. Mereka hanya memakai kemeja tipis untuk tidur, dan Olivia tidak menggunakan pakaian dalam apapun selain ****** *****, dan karena mereka saat ini saling berhadapan, mereka bisa dengan jelas merasakan sensasi kelembutan dan kehangatan tubuh masing-masing.


"… Selain itu …"


Olivia berusaha mengalihkan pembicaraan, dia menatap mata Noelle dan melanjutkan Kata-katanya.


"Aku suka Noelle yang seperti apapun, meskipun kau berubah, aku akan tetap mencintaimu, dan jika kau berubah menjadi orang yang jahat, aku tidak akan ragu untuk menghentikanmu bahkan jika aku harus mengorbankan diriku"


"… Jika memang begitu, aku akan berusaha untuk tidak berubah … Aku tidak ingin Olivia terluka karena aku"


Mendapatkan jawaban yang tidak terduga dari Noelle, Olivia melebarkan matanya lalu menyipitkannya lagi dengan penuh kebahagiaan. Wajahnya menggambarkan emosinya dengan jelas, bibir merah muda miliknya tersenyum manis pada Noelle.


"Fufu~ Kalau begitu, jangan sampai berubah ke sisi negatif ya"


Olivia menjawabnya dengan suara menggoda. Suaranya yang penuh dengan emosi kebahagiaan dengan jelas masuk ke telinga Noelle.


"Tentu"


Dengan langit yang penuh kembang api sebagai latarnya, Noelle dan Olivia saling mendekatkan wajah satu sama lain dan … mereka sekali lagi menyatu di kegelapan.


...****************...


Tengah malam, setelah memastikan Olivia yang tanpa busana dan penuh keringat sudah benar-benar tertidur di sampingnya, Noelle melihat ke udara kosong di sudut ruangan.


Matanya yang tadinya abu-abu perlahan menjadi merah, dia berbicara dengan suara rendah namun jelas.


"… Kau bisa keluar sekarang kok, nona penyusup"


Setelah itu, di sudut ruangan yang dia tatap, muncul lingkaran hitam yang berputar dan perlahan menampilkan sosok manusia di dalamnya.


Sosok manusia itu memiliki rambut pirang keemasan dipotong sampai bahu, menggunakan kemeja tanpa lengan dan rok hitam.


Dia juga memiliki sayap hitam yang tumbuh di punggungnya.


Lingkaran yang tadinya menutupi tubuhnya, perlahan mengecil dan melayang tepat di atas kepalanya.


"Aku tidak mengira kalau kau adalah seorang malaikat, Charlotte"


Tamunya hari ini adalah seorang gadis yang mereka temui di turnamen hari ini, Charlotte.