![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Kenapa! Kau! Tidak! Mati! Saja!! "
Noelle dengan kesal menusukkan pedangnya berkali-kali di bagian dada Barsio, membuat darah dalam jumlah yang mengerikan itu tersembur keluar tanpa henti.
Barsio tak sempat melakukan apa pun untuk melindungi dirinya sendiri. Dia hanya bisa membiarkan Noelle melubangi dadanya terus menerus.
Hingga akhirnya, Noelle menarik kembali pedangnya dari dada Barsio, dan menciptakan lubang seukuran kepalan tangan di sana.
Barsio berniat mundur, tapi Noelle tak membiarkannya.
Sebuah cakar yang terbuat dari darah Noelle muncul dan menahan kepalanya sehingga ia tidak bisa bergerak, dan Noelle kemudian mengeluarkan dua bola kertas yang berisi gumpalan bubuk mesiu.
Dua bola kertas itu adalah bom terakhirnya. Ia sudah menghabiskan sebagian besar bom itu hanya untuk mengalihkan perhatian Barsio sebelumnya.
Mengingat Noelle yang sebelumnya dengan percaya diri mengatakan kalau itu sudah cukup untuk membunuh Barsio, bisa dibilang ini adalah sebuah kegagalan.
Noelle tanpa mengatakan apa pun lagi langsung memasukkan salah satu bola kertas itu ke lubang yang tercipta di dada Barsio, dan satu lagi dimasukkan ke mulutnya yang dibuka dengan paksa oleh cakar darah Noelle.
Begitu selesai memasukkan semuanya, Noelle lalu menyumbat lubang di dada Barsio menggunakan sebuah kain kering, dan dengan paksa mengunci mulut Barsio sehingga dia tidak bisa membukanya lagi.
Noelle melompat mundur, dan mengaktifkan sihir api menggunakan darahnya sebagai media, yang kemudian akan membakar semua bubuk mesiu itu.
Ledakan seketika terjadi di dada dan mulut Barsio, menghancurkan bagian tubuhnya itu dengan cara yang sangat mengerikan.
Wajah bagian bawah Barsio hancur, dan lehernya juga robek. Itu benar-benar pemandangan yang sangat mengerikan.
Cryll dan Norman bahkan mundur beberapa langkah setelah menyaksikan adegan brutal yang baru saja Noelle lakukan itu.
Meskipun begitu, Barsio tampaknya belum mati. Ia masih berdiri dengan sudah payah dan mencoba menyerang menggunakan tombaknya.
Karena darahnya sendiri, bubuk mesiu yang ada pada bom di dalam dirinya itu menyerap semua kelembapan sehingga meredam tingkat ledakannya menjadi jauh lebih kecil.
Bahu Barsio hanya sedikit terluka, tapi ia masih bisa mengayunkan senjatanya dengan bebas.
Barsio kembali menancapkan tombaknya ke tanah, dan mengeluarkan beberapa tombak lain di sekitar Noelle, Cryll dan Norman.
"Brengsek! Jeda waktunya sudah selesai! "
Noelle dengan jengkel mengayunkan Langen sekuat tenaga, dan menghancurkan semua tombak itu. Dia pun tak membuang waktu lagi, langsung maju dengan niat membunuhnya terarah sepenuhnya pada Barsio.
Noelle memberikan tebasan secara horizontal ke arah leher Barsio, tapi Barsio menahan itu dengan bilah tombaknya.
Bahkan meskipun tubuhnya dalam keadaan yang menyedihkan, dia masih bisa mengerahkan banyak kekuatan pada genggamannya.
Namun, Noelle kini menemukan celahnya.
Barsio selalu fokus untuk melindungi kepalanya. Bahkan ia tampak tak peduli ketika tubuhnya telah hancur, ia masih berusaha melindungi kepalanya sendiri.
Noelle melebarkan senyumnya, lalu berteriak pada Cryll dan Norman.
"Sudah kuduga! Serang kepalanya! "
Tanpa meminta penjelasan yang lebih lanjut tentang itu, Norman lsngsung menembakkan beberapa peluru sihir ke kepala Barsio, yang kemudian Barsio hindari dengan memiringkan kepalanya.
Cryll memanfaatkan kesempatan itu untuk memberikan tusukan menggunakan pedangnya, tapi tombak yang tumbuh tepat di hadapannya menghalanginya untuk memberikan serangan itu.
Noelle mendorong pedangnya dan membuat sedikit jarak di antara dirinya dengan Barsio. Dia menancaokan Langen ke tanah, dan menciptakan sebuah pedang dengan bentuk dan ukuran yang serupa menggunakan darahnya.
Tanpa menghapus senyum di wajahnya, Noelle langsung berlari ke depan dan memberikan beberapa tebasan pada Barsio.
Barsio menghindari beberapa, tapi tak sempat menghindari yang terakhir. Dia terkena tebasan Noelle, dan memiliki luka dari bahu kiri sampai pinggangnya.
Seolah tak puas, Noelle langsung mengubah bentuk pedangnya menjadi seperti cambuk berduri, dan mengayunkannya dengan liar pada Barsio.
Dia masih ingat dengan jelas gaya bertarung Charlotte yang menggunakan pedang cambuk itu, jadi dia mencoba untuk mereproduksi gaya bertarungnya menggunakan sebuah cambuk berduri.
Hasilnya, cambuk darah Noelle berhasil mendarat di kulit Barsio, hingga melilit tubuhnya.
Duri yang ada pada cambuk itu seketika memanjang, menjadi seperti bilah pisau yang sangat tajam hingga menggali ke dalam tubuh Barsio dengan sangat mudah.
Darah Noelle kini dalam bentuk padat, jadi dia tidak perlu khawatir kalau tubuh Barsio akan menetralisir darahnya. Dia bisa dengan bebas menyiksanya dengan metode ini.
Cryll dan Norman juga tak tinggal diam. Mereka berdua bersiap dengan senjata mereka masing-masing, dan langsung memberikan serangan sementara Barsio masih ditahan oleh cambuk darah Noelle.
Cryll menurunkan petir di tempat Barsio, yang kemudian disusul oleh Norman dengan menembakkan beberapa peluru sihir tepat ke kepalanya.
Meskipun begitu, Barsio masih baik-baik saja.
Tampaknya butuh usaha lebih untuk mengalahkannya hanya dengan hal itu.
Luka di tubuh Barsio mulai pulih, dan mulutnya telah kembali seperti sebelumnya. Akhirnya, dia bisa mengucapkan kalimat yang sejak tadi ingin ia ucapkan.
"Kalian … Bocah brengsek! "
Lonjakan energi sihir dalam jumlah besar mengalir keluar dengan sangat deras dari tubuh Barsio. Cambuk yang menahan tubuhnya mulai kembali ke wujud cairnya, dan luka di tubuhnya hampir pulih sepenuhnya.
Barsio dengan cepat mengangkat tombaknys dan mengayunkan itu di udara, menciptakan hembusan angin yang sangat tajam sehingga mungkin dapat memotong sebatang kayu besar.
"Sekarang! "
Noelle berteriak, dan membuat Cryll serta Norman langsung bergerak untuk mengikutinya.
Noelle berlari maju sambil menarik Verstand keluar, dan mengendalikan beberapa pedang sekaligus, sementara di sampingnya Cryll muncul dengan tubuh yang sepenuhnya ditutupi oleh zirah kerangka Geist.
Akhirnya, ketiganya berhasil mendekati Barsio dan mendaratkan mereka masing-masing.
Noelle memberikan tebasan horizontal di perutnya, hingga memotong tubuhnya menjadi dua. Norman mengayunkan bilah siket Aligma dan berhasil memotong salah satu lengannya, dan Cryll menggunakan pedang Geist untuk memberikan tusukan, sekaligus tebasan di persendian Barsio.
Keadaan tubuh Barsio kini tidak memungkinkannya untuk bergerak, tapi ia memiliki kecepatan regenerasi yang luar biasa sehingga Noelle dan kedua laki-laki yang bersamanya itu tak bisa berhenti menyerang bahkan untuk satu detik.
Noelle berkali-kali menebas tubuh Barsio, dan menendangnya ke atas. Dia lalu melemparkan Verstand kepada Cryll yang sudah ikut melompat untuk menyamai posisinya dengan Barsio.
Cryll menangkap Verstand yang Noelle lemparkan, dan melemparkan pedangnya sendiri hingga menancap tepat di dada Barsio.
Dia lalu bersiap untuk jatuh sambil memberikan tebasan lurus ke arah leher Barsio menggunakan Verstand.
Norman memberikan dukungannya dengan menembakkan peluru sihir kepada Barsio, sehingga Barsio berada lebih lama di udara karena dampak kejut dari tabrakan peluru sihirnya.
Masing-masing pedang yang sebelumnya Noelle kendalikan kini telah Noelle atur secara manual di titik di mana Barsio akan terjatuh. Sehingga, jika Barsio terjatuh dalam posisi terlentang seperti ini, dia pasti akan langsung mendapatkan beberapa pedang yang menancap dan menembus tubuhnya.
Sayangnya, Cryll tidak bisa memenggal kepala Barsio. Itu karena Barsio telah bersiaga menggunakan tangannya sendiri yang ia lapisi dengan pelat logam yang keras untuk melindungi lehernya.
Selain keunggulannya yang dapat memberikan penggunanya kekuatan untuk mengendalikan sesuatu, Verstand hanyalah sebuah pedang biasa. Tingkat ketajamannya mungkin setara dengan sebuah pedang mahal yang banyak orang bisa membelinya asalkan memiliki uang.
Mungkin karena itulah, pedang itu tidak memiliki daya tembus yang cukup untuk memotong semua yang disentuhnya.
Tapi itu sudah cukup.
Cryll menarik Verstand, dan menginjak tubuh Barsio, sementara Noelle meningkatkan berat tubuhnya menggunakan sihir gravitasi. Sehingga, Cryll mempercepat kejatuhan Barsio.
Dan tepat seperti yang telah Noelle rencanakan. Barsio terjatuh dengan posisi terlentang, memiliki beberapa pedang yang menembus tubuhnya.
Salah satu pedang itu bahkan menembus tepat di lehernya. Barsio tak bisa mengatakan apa pun, dia hanya bisa membuka dan menutupi bibirnya berkali-kali sebelum akhirnya ia menggertakkan giginya dengan kuat.
Noelle tak akan membiarkannya membebaskan diri lagi. Jadi, Noelle langsung mengambil kembali Langen dan memberikan tebasan yang memisahkan senua anggota tubuh Barsio, termasuk kepalanya.
Bagian yang terpotong itu kemudian terlihat berdetak, dan menumbuhkan gumpalan daging yang menjijikkan untuk menyambungkan diri kembali dengan anggota tubuh yang terpisah.
"Sekarang! "
Norman berteriak, menggantikan Noelle, dan mereka bertiga bergerak secara bersamaan.
Norman menusukkan Aligma ke kepala Barsio, diikuti dengan Noelle yang juga menusukkan Langen dan Verstand, sementara Cryll menggunakan dua pedang Geist untuk memberikan tusukan tambahan di sana.
Mata Barsio tampak bersinar sejenak, sebelum akhirnya kehilangan semua jejak kehidupannya.
"Hah … Hah … Apa … Dia mati? "
Beberapa detik penuh keheingan pun berlalu. Tak ada satu pun dari mereka yang berani mencabut senjata mereka.
Untuk beberapa saat, mereka hanya membiarkan senjata mereka menancap di kepala Barsio.
Detik kemudian, kulit Barsio mulai berubah. Dari yang sebelumnya kulit organik berwarna sedikit kecoklatan layaknya manusia normal, perlahan menghitam seperti arang yang habis terbakar.
Noelle, Cryll, dan Norman memperhatikan kejadian itu dari dekat, dan dibuat kebingungan dengannya.
" … Apa kalian pernah melihat sesuatu seperti ini? " tanya Noelle.
Baik Norman maupun Cryll hanya menggelengkan kepala mereka tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Akhirnya, kulit Barsio telah sepenuhnya menghitam. Tubuhnya pun perlahan berubah menjadi abu, menyisakan sebuah kristal kecil yang muncul setelah kepalanya telah direduksi menjadi abu sepenuhnya.
Kristal itu adalah kristal yang memancarkan cahaya redup, dan berukuran genggaman pria dewasa, dengan setiap bagiannya yang telah dihancurkan oleh tusukan senjata. Mungkin itu adalah kristal yang mereka hancurkan ketika mereka menusukkan senjata mereka di kepala Barsio.
"Apa itu … Inti? "
" … Kurasa," ucap Noelle sambil mengangguk.
Dia pun mengambil kristal itu, dan memperhatikannya dari dekat.
"Ini bukan kristal sihir, jadi dia tidak sama seperti monster … Apa ini? Sensasi energinya … Terasa sangat familiar, tapi aku tidak mengenalnya … "
Noelle mencoba menggali ingatannya, tapi tetap tak dapat menemukan informasi di balik rasa penasarannya itu.
"Kalian benar-benar tidak pernah melihat ini? "
"Tidak."
"Begitu juga denganku."
Cryll dan Norman menggeleng terhadap pertanyaan Noelle, dan menjawab hampir secara bersamaan.
"Kalau begitu … Akan kusimpan untuk kuperiksa nanti … Mungkin kenalanku tahu sesuatu."
Tentu saja, kenalan yang Noelle maksud itu adalah Harold, yang memberikan semua informasi tentang tempat ini padanya.
Noelle berniat memasukkan kristal itu ke dalam penyimpanan spasialnya. Namun, tepat saat ia ingin melakukan itu, cahaya yang keluar dari kristal itu seketika menghilang, dan kristal itu sendiri langsung berubah menjadi debu, tak bersisa sedikit pun.
" " " ……… " " "
Ketiganya dengan tidak percaya menatap tumpukan debu yang ada di telapak tangan Noelle, dan terus diam sebelum akhirnya Noelle berbicara sambil mengangkat kedua bahunya.
"Kurasa itulah yang terbaik."
...****************...