![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Apa pun yang kamu lakukan, aku akan selalu memperhatikanmu. Bahkan ketika tidak ada yang tahu situasimu, aku akan selalu menjadi yang pertama menyadarinya. Karena itulah, jangan berhenti."
...****************...
Kelopak matanya cukup berat, tapi entah bagaimana ia bisa membuka itu dengan normal.
Noelle melihat sekelilingnya, merasa aneh dengan pemandangan di sana.
"Ini … "
Jika ada kata yang tepat untuk mengungkapkannya, maka itu adalah 'mengerikan'.
Dunia yang dilihatnya hanya terdiri dari dua warna; merah dan putih.
Tempat dia berpijak, yang dia sendiri tidak yakin apakah itu tanah atau bukan, sepenuhnya berwarna putih terang. Sementara itu, langit yang seharusnya berwarna biru kini menjadi merah cerah.
Paduan warna yang menyilaukan. Namun, entah mengapa Noelle sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pemandangan itu.
Perasaan déjà vu berat menghampirinya, membuatnya seketika melihat tubuhnya sendiri.
Noelle sangat yakin, kalau dia sudah pernah melihat ini sebelumnya. Namun, dia tidak ingat itu.
Tidak salah lagi, ini adalah perasaan serupa yang selalu ia miliki setiap kali dia bangun dari mimpi aneh yang tidak bisa dia ingat.
Yang lebih aneh lagi, ini semua tidak seperti yang pernah ia rasakan sebelumnya. Kali ini, dia masih memiliki kesadarannya.
"Aku di dalam mimpi, tapi aku masih sadar? Apa ini semacam lucid dream? "
Demi memastikan situasinya, Noelle memutuskan untuk berjalan beberapa langkah ke arah tertentu. Namun, karena tidak adanya penanda navigasi, dia tidak tahu apakah dia benar-benar bergerak atau tidak.
Tidak ada sensasi berpijak, tapi ia tahu kalau di sana ada sesuatu yang membuatnya mampu berdiri.
Sementara dia masih kebingungan, pandangannya seketika buram. Dia tidak bisa melihat dengan jelas.
Kedua warna yang kontras itu mulai menghilang dari pengelihatannya, sementara dia juga secara samar dapat melihat beberapa kelopak bunga berwarna putih mulai berterbangan.
Rasanya, Noelle baru saja nelihat sesosok manusia di sana. Namun, sebelum dia bisa dengan jelas melihat sosoknya, pandangannya menjadi gelap.
Noelle langsung bangun dari tidurnya, tanpa mengerti apa yang terjadi,
Namun, kali ini, dia tidak kehilangan ingatannya. Semua pemandangan yang baru saja ia lihat itu masih segar di otaknya.
Tanpa dia sadari, air mata mulai menetes dari sudut matanya.
...****************...
Setelah pulih dari kebingungannya, Noelle akhirnya membulatkan niat untuk bangkit dari ranjang.
Cahaya yang menyelinap masuk melalui celah jendela masih belum terang. Hanya dari itu, Noelle tahu kalau ini masih terlalu dini baginya untuk keluar.
Namun, semua yang baru saja terjadi dalam mimpinya itu membuatnya tidak bisa tetap diam.
Noelle akhirnya bisa mengingatnya. Dia bisa mengingat apa yang terjadi di dalam mimpi itu. Ini jelas suatu kemajuan yang besar.
Dia sudah mengalami mimpi aneh itu beberapa kali, dan semua mimpi yang pernah ia alami itu sama sekali tidak ada yang masuk ke ingatannya.
Dengan cepat dia mengeluarkan buku catatan dari gudang spasialnya, lalu menuliskan semua yang terjadi secara detail. Ini adalah hak yang dia lakukan untuk berjaga-jaga. Lagi pula, tidak ada yang tahu sampai kapan ingatan itu akan tetap ada.
Setelah menyelesaikan catatannya, Noelle segera bangun dari ranjang. Dia melakukan peregangan sejenak, lalu membuka jendela.
Seperti yang dia duga, langit masih cukup gelap. Waktu pertemuan yang telah ditentukan masih cukup lama, jadi Noelle masih punya waktu untuk melakukan hal lain.
Dia pergi ke kamar mandi, dan mencuci muka untuk menyegarkan dirinya. Setelah itu, dia langsung pergi ke ruang tamu sambil mengganti semua pakaiannya dengan memanfaatkan sihir spasial.
Semua pakaian kotor diletakkan dalam keranjang, yang nantinya akan dibawa oleh Felice ke tempat penyedia jasa pencucian.
Setelah melakukan semua itu, Noelle kemudian pergi ke luar apartemen dan melihat ke sekelilingnya.
(Masih cukup sepi. Itu artinya … Aku punya kesempatan untuk menemui mereka.)
Noelle tidak tahu apakah Felice sudah bangun atau belum, tapi itu tidak masalah. Dia hanya akan pergi sebentar tanpa mengacaukan rencana yang telah Dolf buatkan untuknya.
Melewati beberapa persimpangan, Noelle akhirnya tiba di tempat yang menjadi tujuannya.
"Berdasarkan jangkauan pengamatan mereka … Seharusnya mereka ada di sekitar sini … Sialan, kenapa aku tidak bertanya di mana mereka tinggal? "
Yang akan dia temui kali ini, adalah kelompok agen yang dikirim untuk mengawasinya. Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh pihak kepolisian di kota Nif.
Noelle diam di tempatnya, dan mulai memperluas jangkauan deteksi kehadiran.
Semua yang ada di sekelilingnya adalah bangunan penginapan, bar, dan kios pedagang. Jadi, agak sulit untuk menemukan seseorang dengan kemampuan deteksi.
Namun, Noelle tidak terlalu peduli dengan masalah itu. Dia terus memperluas jangkauan deteksinya, hingga akhirnya dia menemukan apa yang ia cari.
Sebuah bangunan, terletak di sebelah timur dari tempatnya berdiri. Itu adalah bangunan penginapan yang terlihat mewah karena kesederhanaannya.
Noelle sudah menemukan tiga agen yang mengikutinya, dan mereka semua tinggal di satu tempat yang sama.
Alasan Noelle bisa mengetahuinya dengan cepat, tentu saja karena dia memiliki beberapa metode untuk itu.
Salah satu metode yang ia pakai, adalah metode 'eleminasi'.
Jumlah orang yang mengikutinya ada tiga orang, dengan dua pria dan satu wanita. Secara alami, pria dan wanita akan berada di ruang terpisah karena mereka tidak memiliki hubungan apa pun.
Memanfaatkan itu, Noelle langsung mencari semua keberadaan dua pria dan satu wanita yang jaraknya tidak terlalu berdekatan, namun juga tidak terlalu jauh.
Alhasil, dia menemukan bangunan yang tiga orang itu tempati.
Namun, ada masalah saat dia mulai mencari.
Saat itu, Noelle melirik ke samping, dan seorang wanita sedang duduk di kursi pelanggan kafetaria dengan wajah bosan yang sangat jelas.
(Dibandingkan dengan deteksi, ini akan jauh lebih baik.)
Noelle mengangkat bahunya sedikit, lalu berjalan mendekati wanita itu.
Tanpa mengatakan apa pun, Noelle langsung duduk tepat di samping wanita itu.
"Kurasa ini masih terlalu pagi. Apa yang kau mau? " tanya wanita itu tanpa melirik Noelle sedikit pun.
"Di mana anak buahmu itu? "
Sejenak, wanita itu diam tanpa mengatakan apa pun. Namun, detik kemudian, dia melirik Noelle.
"Langsung katakan saja tujuanmu."
Wanita ini benar-benar tidak suka berbasa-basi. Menanggapi hal itu, Noelle hanya tersenyum masam.
"Kau ingat kalau kita sedang dalam hubungan kerja sama untuk menemukan Feran Cerces, 'kan? "
"Apa kau sudah punya informasi tentangnya? "
Wanita itu berhenti fokus pada dirinya sendiri, dan bertanya pada Noelle.
Noelle pun menggeleng sebagai responnya.
"Tidak, belum. Aku yakin semua yang kuketahui juga sudah kalian ketahui lebih dulu. Tapi, para organisasi gereja di kota ini mulai bergerak untuk menemukan keberadaan Feran Cerces dan semua rekannya. Apa pihak kepolisian tidak akan ikut bekerja sama? "
Wanita itu berpikir sejenak, tapi segera menggelengkan kepalanya dengan pasrah.
"Kami belum mendapatkan laporan apa pun. Kemungkinan pihak kepolisian akan ikut bekerja sama, tapi … Aku tidak tahu sampai sejauh mana kami akan ikut terlibat. Terutama, kami di sini hanya sebagai agen yang mengawasimu. Menyelidiki Feran Cerces adalah sampingan. Aku bahkan tidak yakin apakah cabang kepolisian di kota ini akan mengikutsertakan kami ke dalam kasus ini."
"Apa itu artinya … "
Noelle sengaja tidak melanjutkan kata-katanya, dan justru menunggu wanita itu merespon sendiri.
"Kami mungkin akan terlibat, tapi peran kami tidak akan terlalu besar. Mungkin … Hanya sebatas informan."
(Informan, ya … )
Noelle tidak terlalu keberatan dengan itu. Justru, dia bersyukur karena telah mendapatkan bantuan tambahan dari pihak agen yang sekarang sedang mengawasinya.
Yang menjadi masalah, dia tidak tahu seberapa besar bantuan yang akan diberikan pihak organisasi gereja lain padanya.
Saat ini, tim Noelle hanya terdiri dari dua orang saja, yaitu Noelle dan Felice. Akan bagus jika ada anggota organisasi lain yang turut membantu dalam timnya. Namun, itu akan sulit mengingat dirinya hanya memiliki peran sebagai informan.
Termasuk dukungan dari pihak agen yang mengawasinya, total anggota kelompok Noelle sekarang sudah ada lima orang termasuk dirinya sendiri.
Meskipun begitu, tetap saja itu jumlah yang kecil. Mereka akan menyelidiki seluruh kota, dan apa yang bisa diharapkan dari lima orang? Paling tidak, mereka semua harus bekerja tanpa henti untuk menemukan informasi yang dicari.
Untuk mengatasi kekurangan itu, Noelle telah membuat beberapa jalan keluar.
Yang pertama, dia akan memperluas koneksinya melalui pekerjaannya di kafe bar Nautica, lalu mencari bantuan lain dari beberapa pihak luar seperti detektif swasta atau para Bounty Hunter.
Untungnya, kafe bar Nautica tidak akan ditutup selama misi ini. Jadi, Noelle memiliki banyak kesempatan untuk memperluas koneksi di sana. Yang menjadi masalahnya, banyak anggota yang pergi untuk menjalankan misi, dan itu artinya kafe bar akan kekurangan pegawai.
(Apa Kapten belum memperkirakan ini? )
Dolf tidak mengatakan apa pun tentang pegawai baru, jadi Noelle tidak tahu bagaimana prosesnya nanti akan berlangsung. Namun, untuk berjaga-jaga, dia akan berbicara pada Dolf mengenai perekrutan pegawai paruh waktu.
Pegawai paruh waktu ada hanya untuk bekerja, dan mereka tidak akan dilibatkan dalam misi ini. Bahkan, mereka juga tidak akan tahu bahwa kafe bar itu sebenarnya adalah markas pesembunyian organisasi milik gereja.
(Satu masalah selesai, lalu … )
Noelle menganggap ini masih kurang. Dia memerlukan lebih banyak sumber daya manusia untuk membantunya mengumpulkan informasi.
Membuat misi pencarian di guild petualang tidak akan menjadi hal yang bagus, jadi dia segera menghapus pilihan itu.
Setidaknya, orang-orang yang akan ia rekrut nanti haruslah orang yang memiliki loyalitas dalam menjaga kerahasiaan.
Setelah menggunakan waktu yang cukup lama untuk berpikir, Noelle akhirnya kembali berbicara pada wanita itu.
"Di mana aku bisa menemukan para Bounty Hunter? "
Mencari bantuan dari para Bounty Hunter adalah pilihan terbaik untuk saat ini. Kebanyakan dari mereka adalah gelandangan, atau anggota geng yang membutuhkan banyak dana untuk mempertahankan hidup semua anggota kelompoknya.
Jadi, mengeluarkan sedikit uang untuk membayar mereka tidak akan menjadi masalah.
(Aku bisa mengirimkan surat pengajuan dana pada Kapten, 'kan? Aku tidak mau mengeluarkan lebih banyak uang dari kantungku untuk hal ini … )
"Bounty Hunter? Kau bisa menemukan mereka di mana pun. Tapi, kebanyakan dari mereka akan berkumpul di sebuah bar yang memang digunakan sebagai basis perkumpulan. Aku tahu alamatnya, kau bisa pergi ke sana nanti."
Setelah mengatakan itu, dia segera mengeluarkan sebuah kertas dan pensil dari kantungnya, lalu menuliskan sesuatu di sana sebelum akhirnya menyerahkan itu pada Noelle.
"Ingatlah kalau mereka hanya akan menerima pekerjaan berdasarkan bayarannya. Kau mungkin harus mengeluarkan banyak uang untuk merekrut beberapa dari mereka."
Noelle sudah mengerti itu. Tidak seperti petualang, para Bounty Hunter tidak memiliki sistem peringkat dalam perkumpulan mereka. Yang artinya, semua orang bisa mengambil misi apa pun selama mereka menginginkannya.
Selain itu, jika pemberi misi menginginkan lebih dari satu orang untuk bekerja sama dengannya, maka dia harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membayar mereka satu per satu.
Bayaran tidak perlu diberikan kalau misi gagal diselesaikan, tapi pemberi misi harus bertanggung jawab jika ada hal berbahaya yang tidak seperti di laporan.
(Dengan peraturan seperti itu, para Bounty Hunter bisa saja megeksploitasi si pemberi misi, tapi … Kurasa aku tidak perlu khawatir. Sedikit ancaman mungkin cukup untuk membuat mereka menjadi jujur.)
Memikirkan beberapa hal sejenak, Noelle kemudian mengeluarkan sebuah jam saku berwarna perak dari saku mantelnya.
Itu adalah jam saku yang diberikan Dolf padanya kemarin.
Jarum pada jam itu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, sedangkan jadwal pertemuan Noelle dengan Felice adalah setengah jam lagi.
Setelah memastikan waktu yang dia miliki, Noelle menutup jam itu, kemudian mengembalikannya ke saku mantel.
"Baiklah, terima kasih karena sudah mau bekerja sama. Sampaikan salamku pada anak buahmu yang lain, aku akan pergi dari sini."
Noelle berdiri, dan langsung berjalan meninggalkan wanita itu sendirian. Sekarang, tempat tujuannya adalah kafe bar Nautica tempatnya bekerja.
"Ahh, aku lupa menanyakan namanya … "
...****************...