[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 259: Eclipse Fiction



...****************...


Suara pemuda itu bergema, dan sesuatu seperti kubah penghalang muncul dengan dia sebagai pusatnya.


Kubah itu terus meluas, hingga mencakup semua orang yang ada di lokasi pertarungan.


Semua orang, termasuk tim bala bantuan yang dibawa Dolf masuk ke dalam kubah itu, dan menemukan diri mereka sedang berdiri di tengah suatu tempat tak dikenal.


Itu adalah gurun tandus, yang hanya diisi oleh pasir dan bebatuan yang kering.


Benar-benar tidak ada yang spesial dari tempat itu.


Namun, di saat mereka masih bingung, mata mereka justru fokus menatap langit.


Gild juga tidak terkecuali. Dia menghiraukan semua gumaman dan bisikan di sekitarnya, hanya untuk melihat apa yang ada di atas sana.


Langit yang gersang, berwarna kuning kecoklatan. Awan kelabu yang bergerak dengan kecepatan yang tak kasat mata perlahan bubar, saat satu demi satu roda gigi raksasa bermunculan.


Gild jatuh berlutut saat ia menyaksikan satu per satu roda gigi itu berputar perlahan di udara, membuat struktur seperti bagian dari mesin.


"Apa … itu? "


Setiap orang yang masih hidup di sana seketika menjatuhkan senjata mereka, saat—


"Keh-hehe … hehehe … "


—Suara tawa yang mengerikan terdengsr bergema di seluruh tempat.


Pandangan mereka teralihkan ke sosok yang menjadi sumber dari suara itu, dan beberapa orang, terutama orang-orang dari bar Nautica, tidak dapat mempercayai apa yang mereka lihat.


Berdiri di puncak gunung batu, adalah sosok yang mereka kenal sebagai Noah Ashrain.


Setidaknya, penampilannya serupa. Namun, suasana yang dipancarkannya benar-benar berbeda.


Ada juga mahkota hitam berduri yang melayang di atas kepalanya. Itu berputar secara perlahan, seolah mengikuti pergerakan dari roda gigi yang ada di atas sana.


Tatapannya terlihat kosong, tapi siapa pun bisa dengan jelas melihat senyum lebar di wajahnya.


Sejenak, dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi kemudian dia mengangkat bahunya dan satu per satu memperhatikan semua orang di sana.


"Baiklah, ini akan mudah."


Perhatiannya kemudian diarahkan pada Gild, yang sudah jatuh berlutut tak berdaya.


"Hehe, aku penasaran, apakah kebetulan yang membawa kita ke pertemuan ini? Apakah kau masih lapar akan 'kebijaksanaan'? "


Gild perlahan berdiri, tapi sepertinya yang di sana bukan Gild sungguhan. Ada sesuatu yang mengendalikan tubuhnya.


"Suatu kejutan melihatmu membuat kontrak dengan manusia. Bagaimana kau bisa lepas? Aku yakin segel yang ditanamkan para dewa padamu tidak begitu lemah sampai-sampai kau bisa membebaskan diri."


"Ohh? Kau tertarik? Baiklah, akan kuberitahu. Aku bisa melepaskan setengah kekuatanku dari tempat itu dengan bantuan anak ini."


Noelle—atau lebih tepatnya Noir—menunjuk langsung pada dirinya sendiri. Tentu saja, 'anak' yang dimaksud Noir adalah Noelle.


Sementara itu, lawan bicaranya hanya mendengus kesal.


"Hmph, sepertinya disegel selama 867 tahun belum cukup bagimu untuk berubah. Kau benar-benar sudah ketinggalan zaman."


"Hehe, jadi sudah selama itu, ya? Bagaimana kabar Ishka? "


"Dia mati. Hanya itu yang bisa kukatakan."


Sosok yang mengendalikan Gild meludah, lalu kembali menatap Noir yang mengendalikan tubuh Noelle.


"Sekarang, bisakah kami pergi? Kami tidak tahu kalau bocah itu adalah kontraktor, terlebih lagi, pasanganmu."


Noir, bagaimanapun hanya terus mempertahankan senyumnya. Kemudian, setelah beberapa saat, dia akhirnya terkekeh ringan.


"He–hehehe … Maaf, tapi aku tidak bisa melakukannya. Bagaimanapun, aku dan teman kecilku ini memiliki sifat yang cukup mirip."


Kerutan terlihat jelas di dahi Gild. Meskipun begitu, dia tidak melakukan perlawanan apa pun.


Pasangan kontraknya, dewa yang membuat kontrak dengan Gild, adalah 'The One Who Swallowed Wisdom'. 'Dia' adalah dewa luar tak dikenal yang berada dalam kekuasaan pihak Voyager.


Meskipun bisa bebas berkeliaran bersama pasangan kontraknya, 'Dia' dengan yakin merasa kalau kekuatannya saja tidak akan cukup untuk mengalahkan sosok yang disebut 'Noir'.


Meskipun keduanya dalam keadaan tersegel, masih ada perbedaan yang mencolok untuk kekuatan 'Mereka'.


Hal ini bisa terjadi karena perbedaan otoritas yang cukup jelas.


'The One Who Swallowed Wisdom'. Seperti namanya, otoritasnya hanya mencakup pengetahuan dan kebijaksanaan. Sangat berbeda dari otoritas 'Dominasi' yang dimiliki Noir.


"Sifat yang mirip? "


Perbedaan kekuatan sudah cukup jelas. Meskipun begitu, 'Dia' tidak bisa diam saja, dan membiarkan dirinya sendiri dikalahkan. Setidaknya, 'Dia' harus memberikan perlawanan.


Dengan tubuh Noelle, Noir tersenyum dan menunjukkan barisan gigi putih dengan taring yang tajam.


"Ya, benar. Ada banyak alasan kenapa aku menyukai bocah ini. Salah satunya adalah karena kemiripan kami. Apa kau tahu apa itu? "


"Perilaku brengsek? "


'Dia' menjawab setelah mendengus kesal. Mungkin terdengar seperti candaan, tapi jawaban itu juga sebenarnya cukup serius.


Noir pun hanya mempertahankan senyum di wajahnya sambil menghela napas.


"Yahh, mungkin kau benar. Tapi, bukan itu jawaban yang kuinginkan."


Noir menatap langsung pada mata Gild, dan melebarkan senyumnya.


"Aku suka bocah ini, karena dia tidak pernah membiarkan musuhnya lepas. Dia akan terus mengejar bahkan sampai ke ujung dunia, jika dia benar-benar menginginkannya. Bukankah itu sangat cocok untukku? "


Tepat setelah Noir mengatakan itu, 'Dia' langsung menjentikkan jarinya.


"《Eclipse》"


Langit perlahan berubah menjadi gelap, dan roda gigi raksasa yang melayang di sana sedikit demi sedikit mulai tertutup oleh sesuatu yang menyerupai bayangan.


Semua orang, tanpa terkecuali hanya bisa menatap bingung pada pemandangan itu.


"Apa yang kau rencanakan? "


Noir tidak menjawab, melainkan membentangkan kedua lengannya selebar mungkin.


'Dia' tampaknya benar-benar menikmati setiap detik momen itu.


Ekspresi yang tampaknya hanya bisa disebut sebagai 'kesenangan' memenuhi wajah Noelle, dan mahkota hitam yang melayang di atas kepalanya mulai mempercepat perputarannya sendiri.


Setelah kegelapan sepenuhnya menyelimuti keseluruhan area itu, Noir—dengan tubuh Noelle kembali melirik semua orang satu per satu.


Tak satu pun yang luput dari perhatiannya. 'Dia' benar-benar mengamati setiap detail terkecil yang ada di sana.


Gild, yang sedang dirasuki oleh 'Dia yang Menelan Kebijaksanaan' mendecakkan lidahnya. Biarpun dia tidak memiliki banyak keberanian tersisa, dia masih harus melakukan sedikit perlawanan.


Bahkan meski 'Dia' berada di tempat tak dikenal ini, seharusnya 'Dia' masih bisa menggunakan kekuatan otoritasnya.


Pada dasarnya, satu otoritas seorang dewa tidak akan bisa membatalkan otoritas dewa lain, kecuali jika memang itu berlawanan, dan memiliki efek saling menetralkan.


'Gild' mengayunkan lengan kristalnya ke samping, dan beberapa portal dengan ukuran yang berbeda-beda mulai bermunculan. Portal terbesar ukurannya sedikit melebihi ukuran hewan rakasa seperti gajah.


Dari portal itu, keluarlah monster dengan penampilan yang aneh.


"Hehe, aku sudah lama memikirkan ini, tapi sejak kapan kau bisa mengakses dunia bawah di dunia ini? "


Noir bertanya seolah dia baru saja melihat hal yang sangat mengejutkan. Berbanding terbalik dengan itu, respon yang 'Gild' keluarkan hanya bisa disebut sebagai kekesalan.


"Kau tidak perlu tahu itu," ucap 'Gild' saat dia menjentikkan jarinya.


Seketika, kerumunan monster berwujud aneh itu mulai bertindak liar. Masing-masing dari mereka menargetkan Noir, tapi Noir tidak terlihat bermasalah dengan itu.


"Hehe, yahh, struktur dunia bawah memang sangat rumit, karena pada dasarnya tempat itu hanya berisi energi buangan dari 'Dia'. Tapi, benar-benar mengejutkan melihatmu bisa mengaksesnya."


Dunia bawah, pada dasarnya merupakan suatu tempat yang diciptakan untuk menjadi 'tempat pembuangan' energi kotor berlebih. Noir masih tidak tahu detailnya, tapi itulah yang 'Dia' ketahui.


Tempat yang penuh dengan kekotoran, dan akan menghancurkan makhluk hidup mana pun yang memasukinya. Semua monster yang 'Gild' keluarkan dari sana sebenarnya merupakan perwujudan, atau hasil mutasi dari energi kotor yang berlebih itu.


Seharusnya, tidak mungkin bagi manusia, atau bahkan dewa tingkat rendah untuk selamat setelah menyentuhnya. Karena itulah, 'Dia' heran tentang bagaimana gadis bernama Tania itu bisa selamat dari sana.


"Hehe, aku penasaran, tapi aku tidak tertarik untuk mencaritahunya sendiri. Noelle, kau harus melakukannya untukku nanti. Hehe."


Noir sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada monster dari dunia bawah itu. Meskipun begitu, mereka akan menjadi halangan.


Dengan jentikan jarinya, sebuah bola hitam raksasa muncul di langit, dan menjatuhkan dirinya sendiri ke kerumunan monster.


Beberapa detik setelah bola itu jatuh, semua monster telah lenyap, bersama dengan bebatuan dan pasir kering tempat mereka berpijak sebelumnya.


"Hehe, apa pasangan kontrakmu itu pernah merasakan kematian sebelumnya? "


Noir menoleh, dan menatap pada 'Gild' yang masih tercengang dengan apa yang baru saja 'Dia' lakukan.


"Kau … ingin membunuh orang ini? " tanya sosok yang sedang mengendalikan tubuh Gild.


"Begitulah."


Jawaban tanpa keraguan muncul, dan 'Gild' segera mengerutkan keningnya.


"Apa itu artinya, kau ingin menjadi musuhku? Musuh semua Voyager? "


Mendengar pertanyaan itu, Noir hanya melebarkan senyumnya sambil terkikik kecil.


"Hehe, aku tidak tahu dengan Voyager yang kau bicarakan itu, tapi tentu saja aku tidak mau menjadi musuhmu. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan? "


'Gild', tentu saja tahu kalau Noir sedang berbohong. 'Gild' sudah mulai sadar kalau pemuda bernama Noelle itu pernah terlibat dengan Voyager beberapa kali sebelumnya.


Karena itulah, sebagai pasangan kontraknya, Noir tidak mungkin tidak mengetahui keberadaan Voyager.


'Dia' terang-terangan mengajukan kesepakatan, yang artinya 'Dia' sedang mengincar sesuatu.


Dalam hal itu, 'Gild' tidak memiliki pilihan lain selain menerimanya.


Bahkan meski Gild yang asli dibunuh, 'Dia' akan tetap hidup, dan kembali ke naungan Voyager, menunggu sampai pasangan kontrak berikutnya diberikan. Itu adalah siklus yang telah 'Dia' ulangi beberapa kali.


"Baiklah. Katakan maumu."


Noir menyipitkan matanya, dan ekspresi kesenangan terlihat semakin jelas di wajahnya.


"Hehe, kalau begitu aku tidak akan berbasa-basi. Aku ingin kalian, para Voyager tidak mengusik bocah ini sampai tiga tahun ke depan. Keputusanmu akan kuanggap sebagai keputusan mereka semua. Bagaimana dengan itu? "


'Bocah ini' tentu saja merujuk pada Noelle. Bagaimanapun, 'Gild' masih belum memahami maksud dan tujuan dari Noir.


Memberikan waktu untuk seseorang adalah hal yang mungkin untuk dilakukan, asalkan mereka bisa menghindari kerugian. Jika 'Dia' melaporkan semua kejadian ini pada Voyager, maka tidak mungkin pihak itu akan tetap diam. Paling tidak, mereka akan mengejar Noelle, dan menuntut 'ganti rugi' padanya atas kehilangan personil yang berharga.


Namun, berlawanan dengan yang 'Dia' pikirkan, sosok angkuh bernama Noir itu justru hanya meminta tiga tahun.


'Gild', tentu saja sadar kalau ada makna lebih di balik permintaan itu. Hanya saja, dia tidak dapat menebaknya.


Pola pikir entitas di hadapannya benar-benar acak, dan sulit ditebak bahkan bagi sosok yang telah 'menelan kebijaksanaan' untuk waktu yang lama.


"Hanya itu? " tanyanya untuk memastikan.


Respon yang Noir berikan, adalah senyum yang keji, berbeda dari senyum yang biasa ia tunjukkan. Di saat yang sama, suara yang dihasilkannya ikut berubah menjadi suara yang dingin, berat, dan sangat mencekam.


"Ya, tentu saja. Itu waktu yang cukup. Sebenarnya, itu masih terlalu lama, tapi aku tidak ingin terlalu merepotkannya."


Sulit untuk membaca apa yang tersirat di balik kata-katanya. Karena itulah, 'Gild' tidak mengajukan pertanyaan lain, dan hanya menerima tawaran Noir dengan anggukan singkat.


Tepat setelahnya, tubuh Gild kembali terjatuh ke tanah seolah sumber daya benar-benar telah terputus darinya.


Namun, detik kemudian, dia bangkit kembali. Hanya saja, yang bangkit kali ini benar-benar Gild seorang.


Gild perlahan bangkit, dan memperhatikan sekelilingnya. Dia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Ingatannya telah terputus.


Meskipun begitu, saat dia melihat sosok Noir yang mengenakan tubuh pemuda bernama Noah, dia mau tak mau gemetar.


"Keh–hehe … Nikmatilah waktumu, di putaran keabadian ini … "


Senyum di wajahnya melebar, saat 'Dia' menyatukan kedua tangannya, dan membentuk sebuah bola hitam di udara.


Bola hitam itu terlihat sangat padat, namun melayang dengan ringan seperti bulu.


Pergerakannya tidak cukup cepat, tapi juga tidak cukup pelan. Yang pasti, itu telah menetapkan targetnya.


Gild melihat bola itu perlahan kendekatinya, dan dia langsung merangkak mundur.


"Tidak, singkirkan itu! "


Bahkan meski dia tidak tahu apa yang terjadi, nalurinya mengatakan kalau itu adalah sesuatu yang berbahaya.


Dia mencoba memanggil pasangan kontraknya, tapi tidak ada siapa pun yang membalas. Itu tentu saja. Lagi pula, kontraknya telah terputus, dan dia dibiarkan sendirian menghadapi Noir.


"Ughh–"


Gild mencoba melarikan diri, tapi dia menabrak sebuah gunung batu di belakangnya, sehingga ia terhenti.


Berbagai upaya ia lakukan untuk menghentikan pergerakan bola hitam, tapi tidak ada yang berhasil.


Setiap sihir yang ia luncurkan dengan mudah lenyap menjadi butiran pasir yang kemudian menyatu dengan gurun di sekitarnya.


Di saat itulah, dia akhirnya sadar.


Tidak ada jalan untuk melarikan diri.


Gild hanya bisa pasrah, dan membiarkan bola hitam itu menyentuhnya.


Sesaat kemudian, bola hitam membesar, dan menenggelamkan seluruh tubuh Gild ke dalamnya.


"Hehe, itu adalah putaran kematian yang tidak memiliki akhir. Aku penasaran, sampai kapan kau akan bertahan."


Noir hanya menyaksikan bola hitam itu perlahan menghilang, lalu melirik ke arah lain.


"Ohh? Kau mencoba untuk bereinkarnasi? "


Tatapannya fokus pada Silis, yang masih dalam keadaan setengah hidup dan setengah mati.


《Eclipse》, yang diwujudkan dengan langit yang gelap kemudian mengeluarkan gumpalan asap hitam dari salah satu roda gigi di atas, dan itu sepenuhnya menyelimuti tubuh Silis.


Suara tawanya yang keji adalah hal terakhir yang gadis bernama Silis itu dengar.


Reinkarnasi gadis itu benar-benar telah dikacaukan oleh Noir.


...****************...


Dwayne, yang tiba-tiba terseret ke tempat tak dikenal ini tiba-tiba merasa merinding.


Sosok itu begitu mengintimidasi, dan dia mau tak mau berlutut saat melihatnya.


Tidak hanya dia, tapi semua orang yang masih menjaga kesadarannya praktis menjatuhkan tubuh mereka seolah memuja sosok itu.


(Apa-apaan itu?! )


Biarpun dia bingung, dia tetap tidak mengetahui jawabannya.


Setidaknya, dia aman untuk sekarang. Sosok itu benar-benar fokus pada Gild, bala bantuan yang dikirim oleh Hermit Cult.


Dwayne mencari cara untuk melarikan diri, tapi tak ada satu pun solusi yang efektif. Dalam hal ini, dia hanya perlu menunggu, sambil menjaga agar kehadirannya tidak diperhatikan.


Tentu saja, itu adalah hal yang sia-sia.


Sosok itu, dengan tatapan arogan, dan senyum mengerikan di wajahnya, menoleh, dan menatap langsung pada Dwayne.


Intimidasi yang mengerikan seketika menimpa Dwayne, dan dia nyaris kehilangan kesadaran.


Kelihatannya tidak hanya Gild, tapi Silis juga sudah dibunuh. Setidaknya itu berita baik bagi Dwayne. Namun, situasi mulai berbalik padanya.


Dengan senyum yang lebar di wajahnya, sosok itu terus mengamati, sampai akhirnya terkekeh ringan.


"Keh–hehe … Begitu, ya? Pantas saja terasa akrab? Kau … keturunan Minster, 'kan? "


Mata Dwayne melebar. Dia tidak menduga kalau nama keluarganya akan muncul begitu saja dari mulut sosok itu.


Dia mengangkat kepalanya secara refleks, dan menyadari kalau tekanan yang diarahkan padanya telah berkurang drastis.


Menganggap itu sebagai sebuah berkah, Dwayne kemudian mengangguk.


Dia tidak memiliki pilihan lain selain menjawabnya dengan jujur. Satu kesalahan saja, dan semua akan berakibat fatal.


"B-benar! Apa Anda … apa Anda mengenal leluhur saya?! "


Cara bicaranya tiba-tiba menjadi sopan, sehingga dia sendiri terkejut dengan itu.


"Hehe, ya, aku mengenal mereka. Minster, dan semua keluarga besar lainnya, aku cukup mengetahui tentang kalian. Hehe, begitu, ya? Jadi kalian berhasil bertahan, ya? Kalau begitu, aku akan memberikan perlakukan spesial kali ini."


"Perlakuan spesial? "


Sosok itu mengangguk senang.


"Ya. Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku pada leluhurmu. Aku tidak akan membunuhmu kali ini, dan aku akan membiarkanmu melanjutkan kegiatan penyamaran itu. Tentu saja, jika kau menghalangiku … Maka aku tidak punya pilihan selain memusnahkan garis keluarga kalian yang mewah itu."


"T-terima kasih! Tapi … kenapa … Anda membiarkan saya hidup? "


Itu adalah pertanyaan tak terduga yang ia sendiri bingung kenapa dia menanyakannya.


"Hehe, tentu saja, karena aku ingin kau menghancurkan mereka."


Dwayne langsung mengerti. 'Mereka' yang dimaksudkan sosok itu adalah organisasi Swallow Life Order. Namun, Dwayne tidak mengerti mengapa sosok itu menginginkan kehancuran mereka.


Bukan berarti dia bisa bertanya.


Pada akhirnya, yang bisa dilakukan oleh Dwayne hanyalah bersujud, dan terus berterima kasih pada sosok itu.


(Surga benar-benar ada di pihak kami.)


Dia nyaris tidak dapat menahan senyumnya saat memikirkan itu.


...****************...


"Hehe, baiklah, kurasa tugasku sudah selesai."


Noir tersenyum sambil terkikik kecil. Dia kemudian melirik semua orang, yang memiliki berbagai reaksi di wajah mereka.


"Sisanya urusanmu."


Noir berkata singkat, lalu mengembalikan kontrol tubuh pada Noelle.


Sebelumnya, dia telah mengambil alih kontrol tubuh dari Noelle secara paksa menggunakan 'Dominasi'.


Normalnya, itu tidak dapat dia lakukan karena segelnya yang menghalangi. Namun, kesadaran Noelle saat itu benar-benar di ujung tanduk, dan menyebabkan Noir bisa dengan mudah menembus ketahanannya.


Setelah melepas kontrol tubuh, pemandangan di sekitar kembali normal.


Langit yang ditutupi roda gigi tak terhitung jumlahnya telah menghilang, dan digantikan dengan langit malam yang normal. Gurun tandus itu juga telah berubah menjadi pemandangan area rekonstruksi yang biasa.


『Hehehe, kurasa itu cukup menyenangkan. Terima kasih karena telah meminjamkan Padang Akasha padaku.』


Noelle yang masih kehilangan kesadarannya, tidak mungkin bisa mendengar itu.


...****************...