![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Situasi menjadi lebih tegang sejak ledakan itu muncul.
Para penumpang yang kebetulan memiliki kamar yang dekat dengan gerbong tempat kejadian itu mulai berkumpul dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Gerbongnya cukup sempit, karena itulah para penjaga tidak bisa leluasa mengurus keributan sehingga penanganan kasus ini menjadi lebih terlambat.
Namun, pada akhirnya, entah bagaimana situasinya bisa diurus dengan baik. Para penumpang yang dekat dengan tempat kejadian dikembalikan ke kamar mereka masing-masing, dan kereta terus bergerak untuk menuju stasiun berikutnya.
Saat ini kereta sudah berhenti di stasiun terdekat, tapi ini sudah hampir delapan jam sejak perhentian, dan kereta itu masih belum bergerak sedikit pun.
Semua karena kasus pembunuhan dan ledakan yang tiba-tiba terjadi.
Noelle sedang duduk di kursi dan berhadapan langsung dengan seorang pria yang duduk di hadapannya.
Pria itu memakai jas cokelat tua, berperawakan tegas, dan memiliki kesan sebagai seorang pria yang berpengalaman.
Mereka berdua sedang berada di sebuah ruangan kecil, dengan hanya satu meja kecil di antara keduanya.
"Maaf membuatmu menunggu. Apa kau bisa menjelaskan kronologinya padaku? "
Pria yang duduk di hadapan Noelle itu adalah seorang inspektur lokal yang dipanggil untuk mengurus bagian interogasi. Meskipun itu bukan tugasnya, dia tetap melakukannya karena kasus ini diperkirakan bukanlah kasus yang sederhana.
Ada perbedaan besar antara sistem pengamanan di Kerajaan dengan Republik. Jika Kerajaan masih menggunakan Ordo Kesatria untuk pengamanan daerah, maka Republik memiliki unitnya sendiri yang perannya mirip seperti polisi.
Noelle sudah ditahan di ruangan ini selama dua jam penuh hanya untuk menunggu inspektur ini datang.
Pertama-tama mereka memeriksa dokumen identitasnya, dan mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh dengan itu. Lalu mereka juga menanyakan motif yang Noelle miliki untuk pergi ke Féncen.
Noelle memberikan surat yang Erwin tulis, dan semua petugas memeriksanya dengan cermat. Hasilnya, Noelle bersih. Dia sama sekali tidak mencurigakan, dan hanya merupakan saksi yang kebetulan terlibat.
Satu saksi lain yang Noelle lindungi sebelumnya juga diperiksa, tapi pemeriksaannya berakhir dengan cepat karena dia sama sekali tidak terlibat. Dia juga memberikan pembelaan pada Noelle, mengatakan pada para petugas kalau Noelle telah melindunginya.
Sambil menatap mata interogator itu, Noelle menjawab, "Aku tidak tahu banyak. Aku berniat keluar untuk berjalan-jalan dan memeriksa kafetaria, tapi aku berhenti di gerbong itu karena merasakan sesuatu yang salah."
"Saat aku akan membuka pintunya, ledakan tiba-tiba terjadi. Untungnya aku berhasil selamat dengan sihirku, dan aku juga berhasil menyelamatkan saksi lain."
"Kami melihatnya bersama saat itu. Kondisi mayat yang mengenaskan, dan jejak darah yang menggenang di mana-mana."
Noelle menyampaikan jawaban yang sama persis dengan jawaban yang ia berikan sejak tadi. Ini membuat konsistensi jawabannya menjadi sesuatu yang jelas, dan interogator juga akan mempercayainya.
Sebenarnya, memang itulah yang terjadi. Hanya saja, Noelle tidak menyebutkan detail tambahan yang ia temukan.
Jejak pertama yang ia temukan adalah tanda kalau pelakunya lebih dari satu orang. Lalu, ada juga jejak yang menjadi bukti kalau para pelaku masih belum meninggalkan lokasi kejadian tepat sebelum ledakan terjadi.
Noelle dapat mengetahuinya karena ia merasakan hawa keberadaan yang cukup jelas sebelum ledakan itu muncul. Namun, setelah ledakan, semua itu menghilang tanpa jejak.
Noelle bisa yakin dengan hal itu karena ia tidak melihat jejak pelarian diri dari lubang yang tercipta karena ledakan.
Korban jelas mati dengan cara yang mengenaskan. Beberapa anggota tubuhnya terpotong dan digantung di kail yang menancap di langit-langit. Dari hal ini saja, sudah dapat disimpulkan kalau para pelaku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk 'menyelesaikan dekorasi'.
Mereka mungkin merasakan kehadiran Noelle, jadi mereka segera menghapus jejak keberadaan mereka dengan sebuah ledakan.
Noelle sama sekali tidak tertarik untuk menyelesaikan kasus ini. Namun, dia penasaran dengan motif pelaku, jadi ia memutuskan untuk berkontribusi sedikit pada para petugas.
Dari cara pelaku memperlakukan korban, ini jelas bukan hal yang sederhana. Tidak mungkin pelakunya hanyalah psikopat aneh yang rela membuang waktu dan tenaga untuk menggantung mayat korbannya. Dia atau mereka pasti punya motif lain.
"Aku sudah mendengar jawaban itu. Terima kasih atas kesediaanmu untuk menjawab pertanyaan. Sekarang, bisakah aku menanyakan satu hal? "
"Apa itu? "
Jawaban yang Noelle berikan akan dipengaruhi jenis pertanyaan apa yang orang ini tanyakan.
Interogator ini bersikap cukup ramah, tapi Noelle masih tidak bisa lengah karena anehnya pria ini memiliki kesan yang membahayakan.
"Bagaimana kau tahu kalau ada sesuatu yang salah sebelum kau memasuki gerbong itu? "
Noelle sudah menantikan pertanyaan ini, jadi dia sudah memiliki jawabannya. Tanpa ragu, Noelle langsung menjawab, "Aku punya insting dan penciuman yang cukup bagus."
Interogator mengangguk. "Jadi instingmu akan bahaya memperingatkanmu kalau ada sesuatu yang salah di gerbong itu, lalu penciumanmu bereaksi untuk memastikannya. Apa begitu? "
"Ya," jawab Noelle sambil mengangguk singkat.
"Kau memiliki penciuman yang cukup bagus."
Kebanyakan hidung manusia normal tidak akan bisa mencium aroma darah yang segar. Satu-satunya yang bisa mereka rasakan adalah bau amis yang akan muncul setelah darah menyentuh udara untuk beberapa waktu. Mengetahui hal ini, interogator itu mau tak mau memuji indera penciuman Noelle.
"Aku terima pujian itu. Lalu … Apa semua sudah selesai? Aku harus segera kembali."
Noelle memiliki firasat kalau semua akan jadi lebih buruk jika ia membiarkan interogator ini menatapnya lebih lama.
Interaksi yang berkelanjutan dengan orang seperti interogator ini bisa membuat pikiran Noelle melambat. Itu akan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk mempengaruhinya tanpa ia sadari.
Menanggapi Noelle, interogator itu berdiri dan tersenyum. "Tentu, terima kasih karena sudah mau bekerja sama. Kau bisa kembali dan beristirahat sekarang, maaf karena menyita banyak waktumu."
"Tidak masalah." Noelle berdiri dan memperbaiki lipatan di pakaiannya.
Dia kemudian menerima kembali dokumen identitas, surat Erwin, lalu memasukkan itu semua ke dalam kopernya.
Dia berjalan keluar dengan dituntun oleh seorang pria berseragam penjaga yang formal. Tepat setelah itu, interogator yang berbicara dengannya sebelumnya kini berteriak dengan ramah. "Keretamu akan berangkat dalam tiga jam, bersiaplah! "
Noelle berhenti, lalu berbalik dan membungkuk singkat sebagai respon. Kemudian, dia kembali berjalan keluar dari ruang interogasi.
Sementara Noelle sudah berada di luar, pria yang merupakan interogator Noelle sebelumnya kembali duduk dan menghela napas lelah.
"Apa itu tidak masalah? "
Suara seorang wanita muncul dari belakangnya.
Pria itu menoleh dan melihat ke sosok yang merupakan sumber suara itu.
Dia adalah seorang wanita yang cantik. Berambut hitam dengan potongan pendek, berseragam penjaga formal, dan memiliki ekspresi yang dingin seolah otot wajahnya sangatlah kaku.
"Apa maksudmu? " tanya pria itu dengan ekspresi bingung.
Untuk sejenak wanita itu tidak menjawab. Dia melihat pada buku catatan di tangannya sendiri, lalu berbicara dengan suara datar.
"Dia adalah satu-satunya saksi di sini. Dari pengamatanku, dia juga sudah memiliki beberapa dugaan untuk situasi terkait. Membawanya bersama kita untuk penyelidikan adalah hal yang tepat."
"Kurasa cara itu tidak akan berhasil," jawab pria itu dengan cepat.
"Kenapa? "
"Singkat saja. Dia bukanlah tipe orang yang bisa kau ajak kerja sama. Aku tahu kalau dia sudah memiliki dugaan untuk situasi ini. Tapi, fakta bahwa dia hanya memberikan kita informasi minimum adalah bukti kalau dia tidak ingin terlalu terlibat."
"Tapi … "
Wanita itu tidak melanjutkan balasannya. Dia hanya diam sambil menatap coretan tangan yang tertera pada buku catatannya.
"Aku tahu. Ini sudah kasus ke-empat bulan ini. Kita memiliki saksi lain, tapi tidak ada di antara mereka yang memiliki deduksi yang bagus. Sejauh ini, Noah Ashrain adalah satu-satunya kesempatan kita. Monica, kirim beberapa anggota untuk berbaur dengannya."
Sebelum mencoba membawa Noah Ashrain ke sisinya secara paksa, dia ingin menggunakan cara yang aman terlebih dahulu.
Dengan mengirimkan beberapa agen yang akan berbaur dengan Noah, maka akan ada kesempatan di mana Noah bisa diajak berdiskusi untuk membahas prospek kerja sama ini.
Tentang keuntungan apa yang bisa mereka berikan pada Noah, pria ini belum memikirkannya. Tapi, jika dia bisa memenuhi permintaan Noah, maka itu akan menjadi bayaran yang cukup untuk menerima kerja sama darinya.
"Kita benar-benar kekurangan petunjuk. Markas pusat sama sekali belum memberikan perhatian mereka pada kasus ini, jadi kita tidak bisa berharap lebih untuk bantuan. Tapi … Kalau kita bisa menerima bantuan dari Noah Ashrain, maka itu mungkin akan menjadi kesempatan bagi kita untuk mengungkap pelaku dan motif tindakannya."
Bantuan satu orang yang berkemampuan sudah lebih dari cukup untuk menggantikan bantuan dari markas pusat yang entah kapan akan datang. Kira-kira begitulah isi pikiran pria ini.
Wanita di belakangnya tidak berbicara lagi, dan dia mulai menganalisis data diri korban kali ini.
Karena kondisi mayatnya, korban hampir tidak bisa dikenali. Namun, mereka beruntung karena menemukan barang-barang yang bisa menjadi petunjuk tentang siapa korbannya.
Rupanya, sosok korban adalah seorang anggota Dewan Rakyat yang datang dengan tujuan inspeksi rutin antar-daerah.
Menurut dugaan, waktu dia tewas adalah sekitar setengah jam sebelum ledakan terjadi. Yang artinya, korban sudah tewas bahkan sebelum para saksi menemukan ada sesuatu yang salah.
Tidak ada jejak yang bisa diselidiki, tapi mereka menduga kalau pelaku yang lebih dari satu orang ini masih berada di kereta saat korban ditemukan.
Wanita itu membalik halaman buku, dan menemukan catatan yang lebih detail tentang sosok korban.
Korbannya bernama Marco Yanger, berusia 47 tahun. Dia memikiki reputasi yang cukup baik, tapi terkadang memiliki sifat yang tidak dapat ditebak. Dia tidak meninggalkan petunjuk apa pun, dan tidak ada banyak suara saat dia dieksekusi. Yang artinya, dia tewas dengan cepat, terlalu cepat sehingga dia tidak sempat berteriak.
Dia dalam perjalanan menuju kota Féncen, membayar sewa untuk kamar kelas satu. Hanya membawa dua orang pelayan, dan kedua pelayannya sedang tertidur saat Marco berkeliaran di gerbong itu.
Tidak ada yang tahu alasan mengapa Marco meninggalkan kamarnya, tapi mereka menduga kalau Marco berniat bertemu dengan seseorang di salah satu gerbong.
Mereka menemukan jawaban ini saat melihat lembaran surat yang sudah terbakar di dalam pakaian Marco yang terkoyak.
Orang yang akan ia temui, adalah seorang wanita yang bernama Feran Cerses.
...****************...
Setelah Noelle meninggalkan kantor keamanan, dia segera kembali ke stasiun yang haraknya bisa ditempuh dengan jalan kaki selama sepuluh menit penuh.
Dalam perjalanan, dia pergi ke salah satu toko serba ada dan membeli beberapa makanan serta koran yang terbit secara terbatas.
Noelle kembali ke kamarnya di kereta, dan segera meletakkan semua barang-barangnya di meja.
Kereta akan kembali berangkat dalam tiga jam, jadi dia masih memiliki waktu untuk melakukan banyak hal.
Kasus ini benar-benar membuat semuanya menjadi terhambat. Beberapa orang mulai kesal karena harus menunggu lama, dan mereka memutuskan untuk mengeluarkan uang lebih untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta lain.
Noelle tidak melakukan itu karena ia tidak ingin membuang tiket kelas satu yang sudah ia bayar.
Noelle duduk dan bersandar pada sofa, lalu mengangkat kakinya dan meletakkan itu ke atas meja. Setelah itu, dia langsung membuka koran yang ia beli.
Ada banyak konten yang tercantum dalam koran itu. Meskipun tingkat penjualannya lebih rendah, iklan masih banyak ditempatkan di sana karena targetnya memanglah orang kaya yang mampu membeli atau berlangganan koran.
Noelle membolak-balik halaman koran untuk menemukan konten yang menarik, tapi ia tidak menemukan apa pun. Satu-satunya yang menarik perhatiannya, adalah berita tentang suatu penipuan yang besar.
Isi beritanya menyatakan seorang wanita sosialita, yang sering berperan sebagai wanita penghibur bagi para bangsawan dan pejabat kaya, berhasil meraup keuntungan besar yang hampir tidak dapat dihitung jumlahnya.
Sejauh yang diperkirakan, wanita itu telah mendapatkan lebih dari dua juta Lunar, yang jika dikonversikan ke mata uang Kerajaan akan menjadi lebih dari dua ribu Emas Putih.
Itu adalah jumlah yang besar, bahkan bagi seorang pengusaha atau pejabat kaya sekali pun.
Wanita itu telah merenggut semua harta itu untuk dirinya sendiri, dan kini dia sudah melarikan diri. Dia menjadi orang yang masuk ke daftar pencarian, bersama para penjahat lainnya.
Di koran itu terdapat ilustrasi wajah wanita yang dimaksud. Meskipun hanya gambaran tangan, detail yang dihasilkan sudah cukup untuk membuat pembaca mengingat sosoknya.
Di bawah ilustrasi wajah wanita itu, terdapat sebuah nama.
"Feran Cerces."
...****************...