[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 240: Contract (4)



...****************...


Menanggapi permintaan bantuan Felice, Noelle bergegas menuju kamar apartemen Felice, dan melihat keadaan di sana.


"Apa yang terjadi? " tanya Noelle pada Felice yang berdiri di sampingnya.


"Itu … Lebih baik kamu melihatnya sendiri. Ke sini."


Felice membawa Noelle ke sebuah ruangan, dan dia seketika dikejutkan dengan sosok hewan pengerat berukuran besar sedang menggantung di langit-langit.


Itu terlihat seperti tikus, tapi ukurannya sangat tidak normal. Selain itu, ada beberapa tentakel licin yang tumbuh di punggungnya.


Semua tentakel itu menggantung tak berdaya seolah hanya pajangan semata.


Setelah memeriksanya sedikit, Noelle akhirnya sadar kalau makhluk pengerat itu sudah mati.


Noelle merasa tidak asing dengan pemandangan ini.


Tidak salah lagi, ini pemandangan yang serupa dengan saat dia masih ada di pulau aneh itu.


Hanya saja, yang menggantung di langit-langit bukanlah hewan pengerat, melainkan manusia.


Secara alami, Noelle menghubungkan ini dengan yang pernah ia lihat. Hasilnya, ada satu kecurigaan.


Jika ini benar-benar peristiwa yang sama dengan yang pernah ia lihat di dungeon, maka sudah pasti penyebabnya adalah Voyager, atau setidaknya yang berkaitan dengannya.


Saat melihat ini sambil memikirkan tentang Voyager, pikiran Noelle secara alami mengaitkannya dengan satu sosok.


'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu'. Memang, Noelle belum menemukan bukti konkrit yang menyatakan bahwa 'Dia' adalah orang yang berada di balik ini.


Namun, Noelle ingat dengan pesan terakhir yang ditinggalkan oleh seseorang bernama Bersio.


Pesan itu dituliskan dengan darah di dinding, dan sosoknya menggantung di langit-langit dengan banyak tentakel dan bola mata tumbuh di sekujur tubuhnya.


Noelle tidak ingat dengan pasti tentang isi pesannya, tapi ia yakin kalau itu memiliki kata 'mimpi' di dalamnya.


Hanya dengan mengingat itu, dia akan langsung memikirkan sosok 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu'.


Jika sosok itu benar-benar ada di balik kejadian ini, maka bisa jadi ini adalah 'pesan ancaman' yang ditujukan kepada Noelle seorang.


Namun, jika bukan 'Dia' pelakunya, maka akan ada banyak jalan yang mengarah langsung ke kesimpulan lain.


"Apa kamu tahu sesuatu tentang itu? "


Dia terlalu fokus dengan pikirannya sendiri, sehingga tanpa sadar telah mengabaikan Felice.


Gadis itu menatapnya dengan khawatir dari dekat, untuk sejenak menunggu satu reaksi keluar dari Noelle.


" … Aku tidak tahu. Apa kamu ingat dengan bagaimana itu ada di sana? "


Felice dengan cepat menggeleng. "Aku tidak tahu. Saat aku bangun tidur, itu sudah ada di sana."


"Kapan kamu bangun? "


"Umm … Sekitar lima menit sebelum aku memanggilmu? Aku benar-benar panik sampai tidak tahu harus apa, jadi aku membuang cukup banyak waktu di sini."


Noelle merogoh sakunya, dan melihat pada jam saku yang selalu ia letakkan di sana. Membuka penutupnya, Noelle dengan seksama memastikan bahwa waktu yang ditunjukkan itu tidaklah salah.


(Ini aneh.)


" … Elis, jam berapa kamu biasanya bangun? "


Felice melebarkan matanya untuk sejenak, tidak menyangka kalau Noelle akan menanyakan itu.


Namun, setelah merenung sejenak, dia menjawab tanpa ragu, "Aku selalu bangun di jam setengah enam. Ada banyak yang harus kulakukan, jadi … Kurasa aku tidak pernah bangun terlambat."


"Sudah kuduga."


Noelle menghela napas sambil menutup kembali jamnya. Dia kemudian melihat ke arah hewan pengerat yang masih menggantung itu, lalu mengerutkan keningnya.


" … Apa masalahnya? "


Felice yang melihat perubahan pada ekspresi Noelle itu mau tak mau bertanya. Namun, jawaban yang akan Noelle berikan itu membuat Felice tidak mampu mempercayai telinganya.


"Sekarang sudah jam setengah tujuh."


Mata Felice seketika melebar karena keterkejutannya.


...****************...


Sekitar jam setengah delapan pagi.


Noelle dan Felice berada di bar dan sedang bersiap untuk pembukaan.


Banyak pembicaraan telah berlalu semenjak kejadian di apartemen Felice. Sekarang, mereka berdua memutuskan untuk tetap tenang sambil menganalisis situasinys lebih lanjut lagi.


Noelle sudah mengirimkan sinyal darurat pada Dolf, dan Dolf juga akan mengirim Tian untuk memeriksa situasinya. Dengan begitu, Felice bisa sedikit ditenangkan dan dia akhirnya mau pergi ke bar untuk bekerja.


Pada awalnya, dia benar-benar terkejut dengan kebenaran yang Noelle ungkapkan.


Noelle mengerti itu, karena dia juga akan curiga ketika waktu bangunnya jadi lebih lambat dari biasanya.


Hewan pengerat dengan tentakel itu sudah ada bahkan sebelum Felice bangun. Kemungkinan, itu baru ada di sana sekitar pada waktu setengah enam, dan setengah tujuh pagi. Ada jeda satu jam dari waktu biasa Felice bangun dari tidurnya.


"Noah … Menurutmu, apa yang harus kulakukan? "


" ……… "


Noelle yang sedang membersihkan meja konter itu pun menghentikan kegiatannya. Dia diam sejenak, tampak sibuk memikirkan sesuatu, sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya.


"Aku akan memikirkannya. Untuk saat ini, jangan panik. Tian juga akan datang, jadi ini seharusnya aman."


Meskipun itulah yang dia katakan, pada kenyataannya, Noelle tidak sepercaya diri seperti yang terlihat.


Kemungkinan besar kejadian ini terkait dengan Voyager, dan ada kemungkinan besar kalau seorang dewa telah terlibat.


Noelle tidak mau memikirkannya, tapi kemungkinan terburuknya adalah dia dan semua orang harus berhadapan dengan sosok misterius itu.


Yang menjadi masalah, ada satu poin yang membuatnya tidak dapat meyakini kesimpulan itu.


Jika pelaku sebenarnya benar-benar Voyager, maka apa tujuannya? Setidaknya, untuk sekarang Noelle belum melakukan apa pun yang pantas untuk mendapatkan perhatian mereka.


Felice? Jelas tidak mungkin gadis itu menyinggung mereka. Bagaimanapun, dia tidak tahu apa pun tentang Voyager.


Dibandingkan semua itu, teori yang menyatakan bahwa pelakunya adalah 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' jadi jauh lebih masuk akal.


(Apa aku harus bertanya langsung pada'Nya'? )


Setelah pikiran itu terlintas di benaknya, Noelle segera menggelengkan kepala. Sebisa mungkin, dia tidak ingin menghubungi 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu'. Karena bagaimanapun, kejadian semalam mungkin telah sedikit menyinggungnya, dan akan lebih baik untuk menunggu sampai 'Dia' melupakan masalah itu.


(Aku tidak bisa bertindak sesuka hati di sini, dan deduksiku kelihatannya tidak membantu. Jadi … Ayo mulai sebuah penyelidikan kecil.)


"Elis … Apa kamu punya musuh? "


Meskipun menjadi detektif bukanlah impiannya, Noelle tetap memiliki beberapa kemampuan terkait hal itu.


"Tidak … Aku tidak ingat pernah menyinggung siapa pun, tapi … Mungkin ada beberapa orang yang membenciku di luar sana … "


Felice memiliki reputasi sosial yang sangat baik entah itu di mata para pelanggan bar, atau bahkan semua penduduk di sekitar. Jika mereka mendengar kalau Felice memiliki musuh, mungkin mereka akan sangat terkejut.


Begitu juga dengan Noelle.


Dalam hal ini, bukannya tidak mungkin bagi Felice untuk memiliki satu atau dua musuh.


"Ayo coba ingat, apa kamu pernah menyinggung seseorang di masa lalu? "


Dengan wajah cemas, Felice langsung menggelengkan kepalanya.


"Memalukan untuk mengatakannya sendiri, tapi aku adalah orang yang mudah merasa bersalah. Aku akan mengingat setiap kesalahan kecil yang kubuat. Aku bahkan ingat saat aku tidak sengaja menjatuhkan permen temanku … "


" ……… "


(Ini sulit.)


Mau bagaimanapun, Noelle tidak bisa membayangkan Felice akan memiliki musuh karena tindakannya sendiri.


(Tidak, masih ada kemungkinan lain.)


Kemungkinan lain yang berhasil Noelle pikirkan, adalah hal yang menyebabkan banyak masalah pada kehidupan sosial makhluk mana pun.


Itu adalah 'iri hati' dan 'kecemburuan'.


...****************...


(Meskipun aku tidak mau memikirkannya, tapi ada kemungkinan kalau orang dengan skill dosa akan terlibat dalam hal ini. Sialan, dari semua kemungkinan, kenapa harus yang itu … )


Sebenarnya, Noelle tidak terlalu heran dengan ini. Bagaimanapun, yang Lunatic Order incar sekarang ini adalah sebuah organisasi rahasia bernama Swallow Life Order. Selain itu, ada juga Voyager yang mungkin telah berdiri dari bangku penonton, dan ikut bermain di atas panggung.


Organisasi sebesar itu, tentu saja akan memiliki beberapa senjata tersembunyi.


Noelle sedikit meremehkannya, karena dia memang belum pernah bertemu dengan pemegang skill dosa mana pun selain pemegang《Lust》dan《Wrath》. Bagian terburuknya, dia sama sekali tidak memiliki persiapan untuk menghadapi pemegang《Envy》.


Sambil bekerja, Noelle menggigit kukunya sendiri dengan kesal. Jika bisa, dia benar-benar ingin berharap bahwa perkiraannya salah. Namun, sayangnya keberuntungan dan kesialannya yang seimbang seringkali menghasilkan sesuatu yang fatal.


Saat Noelle menggigit kukunya, dia tiba-tiba tersadar. Matanya melebar, dan semua gerakannya berhenti.


"Noah? "


Felice yang ada di dekatnya mau tak mau bertanya, tapi Noelle bahkan tidak menghiraukannya.


(Kenapa aku berasumsi kalau itu ditujukan kepada Elis? )


Pikiran Noelle berjelana tak tentu arah. Dia mulai memikirkan segala kemungkinan, dan menemukan banyak kemungkinan yang cocok dengan situasinya.


Benar, jika dibandingkan dengan Felice, Noelle memiliki jauh lebih banyak kemungkinan untuk terlibat dalam hal ini. Dia telah terlibat baik itu dengan Swallow Life Order, atau bahkan dengan Voyager.


'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu' juga mengatakannya semalam; pasangan kontrak 'Dia yang Menelan kebijaksanaan' sedang berada di ibu kota.


Jarak antara kota Féncen dengan ibu kota Republik; Alten sebenarnya tidak terlalu jauh. Jarak itu bisa ditempuh hanya dengan lima hari perjalanan menggunakan kereta uap.


(Kalau 'Dia' memang ada hubungannya dengan ini, maka ini akan semakin merepotkan … )


Noelle hanya bisa menghela napas pasrah sambil memikirkan mayat hewan pengerat yang masih menggantung di apartemen Felice.


Karena situasinya memerlukan perhatian khusus dari pihak atasan, Noelle dan Felice tidak bisa seenaknya menghancurkan TKP. Tempat itu harus dibiarkan seperti apa adanya.


Itu artinya, sampai penyelidikan selesai, makhluk aneh itu akan tetap ada di sana. Felice tidak memiliki pilihan lain selain pindah untuk sementara.


Setelah menyelesaikan persiapan, Noelle akhirnya siap membalik papan penanda tutup di depan pintu bar.


Namun, saat Noelle membuka pintu, yang menyanbutnya di sana adalah Tian yang memiliki wajah serius.


...****************...


"Aku sudah dengar situasinya dari Dolf. Apa kalian sudah melakukan penyelidikan? "


Untuk beberapa saat, pembukaan akan ditunda, dan di ruangan khusus pegawai, tiga sosok orang dapat terlihat sedang duduk saling berhadapan dan mendiskusikan sesuatu.


Tian dengan serius menatap bolak balik antara Noelle dan Felice, sedangkan Felice yang tidak mampu menjawab hanya bisa melirik Noelle.


"Kami belum melakukan apa pun terhadap makhluk itu. Tian, apa kau tahu sesuatu tentang itu? "


Dilihat dari reaksinya, jelas kalau Tian mengetahui sesuatu. Memang, itulah kebenarannya, dan Tian juga tidak berniat menutupinya.


"Baca ini," ucap Tian sambil memberikan selembar kertas pada Noelle dan Felice.


Di atas kertas itu, tercantum beberapa paragraf tulisan tangan yang indah. Kertasnya sudah tua, dan tintanya juga sudah mengering cukup lama.


Noelle dan Felice secara bersamaan membaca tulisan di kertas itu, lalu dikejutkan dengan konten yang terkandung di dalamnya.


"Ini … Arsip misi lama? "


Apa yang sedang mereka baca itu adalah sebuah laporan. Lebih tepatnya, laporan misi Lunatic Order yang dijalankan sekitar 26 tahun yang lalu.


Deskripsi pada arsip itu dengan sangat jelas menuliskan hal yang sama dengan yang Noelle dan Felice lihat.


Pada laporan itu, ada pernyataan mengenai seekor hewan pengerat dengan tentakel yang tiba-tiba muncul dalam keadaan mati.


Itu kejadian yang sama persis, dan kesamaan lainnya adalah fakta di balik kejadian itu tidak pernah terungkap.


"Apa itu artinya … Peristiwa lama akan terulang lagi? " Wajah Felice mendadak murung. Dia melihat ke paragraf lain pada kertas.


Noelle juga fokus ke paragraf itu, dan dia akhirnya bergumam dengan penuh kekesalan.


"Ini benar-benar gawat, 'kan? "


Pada detail laporan misi itu, ada bagian yang menyatakan sebuah insiden mengerikan; tim gabungan dari beberapa cabang Lunatic Order ditemukan tewas dengan keadaan tubuh mereka menumbuhkan beberapa tentakel yang licin.


Penyebab kematian mereka belum diketahui, dan sama sekali tidak ada orang asing yang berinteraksi dengan mereka selama misi berlangsung. Yang artinya, kematian mereka itu terjadi secara tiba-tiba.


(Tunggu, waktu dan tempat kejadiannya … )


Misi dan insiden itu terjadi pada 26 tahun yang lalu, yang artinya tahun 715. Jika hanya itu saja, Noelle tidak akan terkejut. Yang membuatnya terkejut, ada pada poin berikutnya.


Semua kejadian itu terjadi di satu tempat yang sama, yaitu salah satu kota di Kawasan Netral Elfrieden.


"Tian … Apa kau punya detail dari misi ini? "


Menanggapi pertanyaan Noelle, Tian dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah memeriksa semua arsip terkait, tapi aku hanya menemukan ini. Mungkin dulu ada, tapi para atasan pasti sudah memusnahkannya untuk beberapa alasan."


Melihat waktu dan tempatnya, pikiran Noelle secara alami mengaitkannya dengan satu orang.


Itu adalah pria tua pembawa sial yang dia temui di kota Nif.


Tidak ada alasan khusus mengenai penghubungan ini. Noelle hanya menentukan berdasarkan intuisinya. Meskipun begitu, ini membuatnya menjadi semakin waspada.


"Aku akan mencari informasi tentang ini lagi nanti. Untuk sekarang, Noah aku ingin bicara denganmu."


Tian melirik pada Felice sejenak, lalu kembali menatap Noelle, menunggunya membuat keputusan.


" … Biarkan Elis di sini."


Karena membaca laporan mengerikan itu, Felice jadi tidak memiliki tenaga untuk bergerak. Dia bahkan tidak berani menggerakkan kakinya.


Tian mengangguk.


"Langsung saja. Aku dengar kau ingin membuat kontrak dengan dewa. Apa itu benar? "


...****************...