[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 278: Teman yang Hilang (1)



...****************...


Penyelidikan menyeluruh terhadap pulau ini memakan waktu selama lebih dari tiga hari.


Selama itu, Cryll hanya akan berhenti saat dia ingin istirahat. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menjelajahi keseluruhan pulau.


Seharusnya bisa lebih cepat, tapi terlalu banyak bagian yang runtuh, sehingga beberapa jalan menuju bawah tanah terblokir, dan Cryll harus memindahkan semuanya dengan hati-hati agar kerusakan tidak semakin parah.


Akhirnya, setelah penyelidikan, dia jadi mengetahui beberapa hal.


Yang paling jelas, struktur bawah tanah pulau ini sangatlah besar. Terlalu besar untuk bisa ditampung oleh pulau ini.


Cryll berasumsi kalau pihak musuh menggunakan semacam sihir spasial untuk memperluas ruang di bawah tanah.


Ada semacam tempat khusus yang terlihat seperti penjara, tapi Cryll tidak bisa menemukan apa pun di sana karena tempat itu mengalami kerusakan yang begitu parah.


Hari mulai gelap, dan Cryll sedang bersiap di tempat yang sudah ia buat untuk beristirahat.


Tempat istirahatnya menjadikan puing-puing bangunan sebagai dinding dan atap, sedangkan dia menemukan beberapa perlengkapan perkemahan yang pernah kelompoknya gunakan dulu.


Setelah melalui tiga hari ini, dia semakin sadar kalau memiliki Noelle dalam perjalanan petualangan adalah sebuah kemewahan.


Noelle memiliki gudang spasial yang bisa menampung barng sebanyak apa pun itu, jadi mereka tidak perlu membawa banyak hal di punggung mereka. Sementara itu, Cryll hanya bisa membawa perlengkapan dalam jumlah minimal, dan mengatur persediaan lainnya entah bagaimana.


Untungnya, jubah yang Chloe berikan mampu melindunginya dari hujan dan terik matahari, sehingga dia bisa meminimalisir penggunaan waktu untuk mengeringkan diri dan beristirahat.


Cryll menyalakan lentera yang ia bawa dari reruntuhan, dan mulai duduk di alas yang hanya terbuat dari jerami rajutan.


Dalam pencarian ini, dia beberapa kali hendak menyerah. Namun, mengingat bagaimana semua orang di rumah begitu menggantungkan harapan padanya, rasa lelah Cryll menghilang.


Dia teringat wajah Olivia yang selalu muram karena ketidakhadiran Noelle, dan dia juga ingat bagaimana ekspresi Stella yang begitu mengkhawatirkan kondisi Olivia. Dia tidak ingin siapa pun kecewa padanya.


Tetapi, ada satu alasan lain yang membuatnya tetap semangat dalam menjalankan pencarian.


Yaitu mencari keberadaan temannya.


"Di mana kau sebenarnya … Noelle …."


Cryll menghela napas dan melihat langit malam yang mulai menurun kecerahannya.


Bintang yang tak terhitung jumlahnya berserakan di langit, mengeluarkan kerlap-kerlip cahaya yang indah.


Dia ingat Noelle pernah bilang kalau dirinya dan Olivia begitu menyukai pemandangan ini.


Bersandar pada permukaan batu yang kasar, Cryll menciptakan aliran air dari sihir untuk mengisi cangkir, dan hendak menutup matanya sejenak, saat—


" …?! "


—Sebuah suara muncul entah dari mana, membuat Cryll langsung meraih aktivator Sword Geist di sampingnya, dan memusatkan perhatiannya pada sumber suara.


Setelah beberapa detik pencarian, dia akhirnya menemukan sumber suara.


Cryll dengan hati-hati berjalan mendekat, dan mulai melihat-lihat sekitar.


Suara itu muncul dari tempat pertama yang ia periksa saat ia sampai di pulau ini, dan dia yakin sekali kalau tidak ada apa pun di sana.


Namun, meski tipis, entah mengapa ada kabut abu-abu yang menutupi sekitarnya.


"Kabut ini …."


Setelah bermalam selama beberapa hari, Cryll tahu betul kalau kabut tidak akan sembarangan muncul. Yang artinya, ada sesuatu yang baru saja terjadi.


Cryll dengan cepat memindai sekelilingnya, dan menemukan penyebab mengapa kabut bisa tiba-tiba muncul.


"Jadi selama ini, itu berada sangat dekat dari tempatku, ya …."


Tak bisa menahan senyum di wajahnya, Cryll berjalan mendekat.


Tujuannya adalah sebuah lingkaran samar yang hanya bisa dilihat jika menerima intensitas cahaya tertentu.


Kebetulan, malam ini sinar bulannya lebih cerah dari biasanya, sehingga lingkaran yang Cryll tuju itu bersinar dan menunjukkan dirinya.


Terkait dengan suara dan kabut yang muncul, itu disebabkan oleh lingkaran yang secara tidak sengaja bereaksi terhadap energi sihir Cryll sebelumnya.


Itu adalah lingkaran sihir. Terlebih lagi, ukurannya cocok untuk satu orang.


(Aku tidak ingat pola sigil ini, tapi … Aku merasa familiar dengannya.)


Cryll mencoba mengingat-ingat, dan akhirnya sadar. Lingkaran sihir itu sama persis dengan lingkaran sihir yang membuatnya berteleportasi ke dalam dungeon.


Lingkaran sihir semakin bersinar saat awan yang menutupi bulan perlahan menghilang. Hingga akhirnya, lingkaran sihir itu aktif sepenuhnya.


Tanpa pikir panjang, Cryll langsung mengambil semua perlengkapannya, dan melompat ke dalam lingkaran sihir.


...****************...


Cahaya mereda, dan kegelapan menggantikannya.


Cryll sudah tidak asing dengan ini, jadi dia langsung menggunakan sihirnya untuk menciptakan partikel-partikel cahaya, dan mencoba merasakan sekelilingnya.


Pergerakannya terbatas. Tidak salah lagi, ini sama persis dengan tempat kemunculannya bersama Noelle dan Norman dulu.


(Kalau begitu … bagaimana aku bisa keluar dari sini ….)


Cryll berencana melakukan hal yang sama seperti dulu, tapi kemudian penghalang yang membuatnya tidak bisa bergerak itu menghilang.


Kali ini pemandangan yang ia ingat dengan jelas muncul di depannya.


Semua masih gelap, dan pondok itu seolah hanya dibuat dengan garis-garis putih tanpa tekstur permukaan apa pun.


Masih ada pohon dengan buah kepala manusia di bagian taman, dan Cryll berusaha keras untuk mengabaikannya.


Masuk ke dalam pondok, apa yang menyambutnya adalah ruangan dengan banyak patung mengerikan.


Dari sini, dia hanya perlu mengikuti ingatannya sendiri.


...****************...


Setelah banyak teka-teki, Cryll akhirnya samai di tempat yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


Seperti bagian dalam gua biasa, dengan banyak stalaktit menggantung di langit-langit.


Cryll melihat sekelilingnya dalam kebingungan total, sebelum akhirnya suara gemuruh muncul dengan disertai detaran tempat dia berpijak.


Satu per satu stalaktit yang menggantung di langit-langit mulai jatuh, dan Cryll dengan tenang menghindari semuanya. Tak lama kemudian, getaran berhenti, dan satu sosok monster muncul di hadapan Cryll.


Monster itu sama sekali tidak dia duga. Wujud dari makhluk itu tidak mungkin bisa berada di daratan.


Bagaimana tidak? Monster yang muncul adalah seekor hiu raksasa, dengan barisan gigi taring seperti bilah gergaji.


Panjang tubuhnya sekitar enam meter, dan satu siripnya saja membentang sepanjang hampir satu meter penuh.


Yang paling membuat Cryll heran, hiu raksasa itu justru muncul dengan melayang di udara, berputar-putar dengan tenang seolah dia tidak memiliki masalah apa pun.


(Aku ingat kalau makhluk ini seharusnya hidup di air, bukan udara.)


Cryll sedikit mengernyitkan dahinya, dan dia dengan tenang mengambil sebuah batu seukuran genggaman dari tanah.


Dimainkannya batu itu sejenak, lalu langsung ia lemparkan pada hiu yang masih terbang dengan santai itu.


Batu mengenai kepala hiu, dan gerakannya terhenti. Hiu itu mulai menoleh ke arah Cryll, menunjukkan wajah aneh yang entah bagaimana Cryll pahami sebagai 'wajah sebal'.


Detik kemudian, mulut hiu itu terbuka, menunjukkan barisan taring yang mengerikan baik dari ukuran maupun jumlahnya.


Hiu itu dengan cepat terbang ke arah Cryll, dan Cryll dengan refleksnya langsung melompat ke samping, membuat hiu itu menabrak dinding tepat di belakang tempat dia berdiri sebelumnya.


"Aku seharusnya tidak mengganggunya, ya …."


Tidak ada waktu untuk menyesal. Cryll langsung melompat, menembakkan jangkar pengait yang ia buat bersama Noelle ke salah satu stalaktit, dan menariknya kembali hingga stalaktit itu jatuh.


Jatuhnya stalaktit itu sesuai dengan yang direncanakan Cryll. Posisinya tepat berada di atas hiu yang mulai bergerak, dan menabrak kepala hiu itu hingga stalaktitnya hancur.


Hiu itu hanya bergidik sejenak, dan Cryll kembali melompat dan menembakkan jangkar pengaitnya ke stalaktit lain, tapi sepertinya hiu itu memiliki kemampuan pembelajaran yang cepat.


Dengan lincah, hiu itu terbang di udara dan menghindari hujan stalaktit yang Cryll sebabkan, hingga membuat Cryll sendiri terkejut dengan kemampuan belajarnya.


Medan tempatnya bertarung adalah sebuah gua dengan banyak stalaktit serta stalakmit. Ini bukan tempat yang cocok untuk pertarungan dengan gerakan yang luas dan bebas seperti yang digunakan Cryll.


Jika dia memiliki teknik telekinesis seperti Noelle, semua akan mudah, tapi kenyataannya berbeda sekarang.


Tempatnya tertutup, jadi tidak mungkin untuk menggunakan kekuatan petir dari Sword Geist. Selain itu, sejak awal Cryll tidak memiliki banyak senjata, jadi dia harus bergantung pada kemampuannya sendiri dalam mengendalikan situasi.


Setelah memahami medan sekitar, Cryll mulai menyusun rencana.


Ketenangan adalah hal yang harus diutamakan, karena itulah Cryll tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal yang tidak penting.


Sorot matanya dengan cepat berkeliaran ke rute yang ia buat, dan tubuhnya dengan lancar bergerak mengikuti itu.


Total panjang rantai kabel pada jangkar pengaitnya adalah sekitar dua ratus meter. Itu lentur, tapi keras dan kuat sehingga cocok untuk banyak situasi.


Cryll sudah menangapkan salah satu jangkarnya ke salah satu bagian dinding, dan dia terus bergerak dengan rantai kabel yang terus terulur.


Hiu itu terus mengejarnya, dan Cryll sadar kalau kemampuan pembelajaran pada hiu itu tidak sampai batas yang ia duga. Justru lebih rendah.


Cryll bergerak melalui sela-sela stalakmit di lantai, dan akhirnya sampai di titik akhir dari rute yang ia buat.


Dia berhenti, dan dengan tenang menatap pada hiu yang terus terbang melesat ke arahnya. Meski begitu, Cryll tidak melakukan apa pun.


Sampai hiu itu tiba di jarak yang tepat, Cryll langsung mengangkat tangannya yang menggenggam erat rantai kabelnya, dan menarik itu sekuat tenaga hingga rantai kabel itu menegang.


Seketika, pergerakan hiu terhenti.


Rantai kabel yang Cryll sebarkan di penjuru ruangan telah lepas dari stalakmit yang menjadi pengait mereka, dan kini mengekang tubuh hiu itu di udara.


"Maaf, kawan, tapi aku sibuk."


Cryll dengan tenang berjalan menghampiri hiu yang masih melayang di udara, dan dengan cepat mengayunkan dua pedang lengkungnya.


Pertama bagian mata, dan kemudian sirip hingga seluruh tubuh. Dua pedang Cryll dengan lancar memotong seluruh bagian tubuh hiu itu tanpa menyisakan bekas yang tak enak dilihat.


Akhirnya, kekuatan yang membuat hiu itu terbang menghilang, dan seluruh bagian tubuhnya jatuh berserakan ke tanah dengan darah yang merembes keluar.


Cryll menarik kembali rantai kabelnya, dan seluruh rantai kabel yang berserakan itu dengan gerakan yang seperti ular langsung masuk kembali ke dalam tabung gulungan di pinggangnya.


Sekarang, dia menatap setiap bagian tubuh hiu itu dengan harapan yang terpancar jelas di matanya.


"Apa daging makhluk ini bisa dimakan? "


...****************...