[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 254: Kesulitan (2)



...****************...


Situasi yang sulit juga dialami oleh Dexter.


Dia mencoba menginterupsi pertarungan antara Tian dan Moldy, namun tidak pernah berhasil. Ada banyak penyebab untuk masalah ini.


Yang pertama, pertahanan Moldy terlalu kuat, dan dia juga sangat fokus pada Tian. Alasan lainnya, yaitu karena gangguan dari pihak luar.


Dexter melihat ke samping, dan menemukan sosok pria tua berjubah sedang mengarahkan ujung tongkatnya pada dirinya seorang.


Meskipun pria tua itu sedang bertarung dengan Noah, dia masih sempat mengacaukan strategi Dexter untuk memecah pertahanan Moldy.


Dexter mencoba mengamati pertarungan untuk menemukan celah, namun pria tua berjubah itu terus bertindak seolah menutupi celah yang diciptakan Moldy.


Ini benar-benar menyebabkan.


Di tempat yang tak jauh darinya, para anggota pengejaran telah terjatuh dengan alasan yang tidak dia ketahui. Semua yang berhasil selamat mencoba menyelamatkan mereka semua, sekaligus menciptakan penghalang agar pertarungan ini tidak bocor ke publik.


Jumlah personil sudah sangat berkurang. Bahkan jika jumlahnya masih sama, Dexter sendiri ragu kalau itu akan cukup untuk menghadapi kelompok Swallow Life Order ini.


Seharusnya hanya ada Moldy, tapi dua orang telah dikirim untuk menjadi bala bantuannya. Terlebih lagi, kedua orang itu memiliki kekuatan yang tidak dapat diukur oleh Dexter sendiri.


Pria tua penyihir itu adalah satu hal, tapi seorang gadis bernama Silis itu kelihatannya menjadi masalah yang besar.


Gadis itu mengincar anggota yang paling tidak berdaya saat ini, yaitu Felice.


" … Sialan."


Untungnya, lokasi Felice tidak jauh dari Noah dan orang tak dikenal dengan sabit itu, jadi Dexter bisa lebih tenang.


Dexter terus diam sambil mengamati pertarungan Moldy, bersama dengan gerak-gerik pria tua berjubah itu. Akhirnya, dia menemukan sedikit celah.


Asalkan Noah bisa mengalihkan perhatian pria tua itu lebih baik lagi, maka dia bisa memanfaatkan kesempatan untuk menemukan celah pada pertahanan Moldy. Dexter memikirkan itu setelah ia melihat pertarungan Noah melawan pria tua itu.


(Tapi … Bajingan itu juga pasti sedang kesulitan sekarang … )


Yang menjadi masalahnya, Noah sedang bertarung sambil melindungi Felice. Itu artinya, dia tidak bisa lengah sedikit pun.


Sekali saja dia fokus pada satu orang, maka yang lain pasti akan menyerang Felice.


Silis juga merupakan variabel yang sulit untuk diperhitungkan. Dia memiliki teknik yang tidak Dexter pahami.


Saat dia akan mendaratkan pukulan pada Moldy sebelumnya, sangat jelas kalau pukulannya telah mengenai tubuh Silis. Namun, bukannya Silis yang terdampak pukulannya, efek pukulan itu justru mengalami 'rebound' dan berbalik mengenai Dexter sendiri.


(Dia mempunyai teknik yang bisa membalikkan serangan lawan. Kalau begitu … )


Sulit untuk melawan seseorang yang memiliki teknik seperti itu. Namun, setelah celah ditemukan, akan mudah untuk mengatasinya.


Kelihatannya Noah juga sudah menyadari ini. Dia berhati-hati untuk tidak menyerang Silis, dan hanya bertahan saat menerima serangannya.


Di saat Dexter sedang fokus mengamati pergerakan Gild dan Silis, seekor kucing hitam muncul di sampingnya, dan memanggilnya dengan suara seorang pria tua.


Itu adalah suara Tian.


"Dexter, apa kau menemukan sesuatu? "


Tanpa berbasa-basi, Dexter langsung menjelaskan semua yang baru saja ia temukan. Tian yang menghubunginya melalui familiar pun mengangguk.


"Buat kesempatan agar aku bisa mendekati Noah. Aku akan mencari cara agar fokus Moldy bisa sedikit terpecah. Setelah itu, kau harus menyerangnya dari titik buta, dan buat agar dia menjauh dari medan pertarungan."


"Tapi, bagaimana? "


Tugas seperti itu bukanlah masalah besar bagi Dexter. Hanya saja, dia tidak tahu bagaimana harus melakukannya.


"Kau lihat posisiku? Saat aku menjaga jarak dari Moldy, kau cari cara untuk menyelinap ke sisi kirinya tanpa dia sadari. Setelah itu, aku akan menyerang, dan dia pasti akan menahannya. Di saat itulah, kau harus menyerangnya dan membuat dia harus mundur ke sisi yang menguntungkan."


"Begitu, ya."


Dexter mengerti garis besarnya. Jika dia menyerang Moldy di saat yang tepat, maka Moldy pasti akan mundur untuk menjaga jarak aman. Dia pasti akan melompat ke arah kanan dari sudut pandang Tian, dan di arah itulah Gild serta Silis berada.


"Lalu? "


"Noah pasti akan memahami rencana kita, dan dia akan memanfaatkan kesempatan itu. Setelah Noah menyerang bala bantuan musuh, posisi Felice akan lebih terlindungi, dan di saat itulah kau harus membawanya mundur. Tapi, aku yakin kalau Felice tidak akan dalam kondisi yang baik setelah kita memecah kerja sama mereka. Karena itulah, prioritaskan untuk melindungi Felice, dan berikan dia sihir penyembuhan jika perlu."


Dexter tanpa ragu mengangguk, dan seolah menanggapi reaksinya, kucing hitam di sampingnya itu segera menghilang ke udara kosong.


...****************...


Setelah mempersiapkan dirinya untuk menjalankan rencana Tian, Dexter perlahan mundur ke belakang, dan bergerak tanpa suara menuju sisi kiri dari posisi Tian. Dia kemudian bersiap untuk mendekati Moldy dari sana, dan menunggu untuk Tian menyelesaikan bagiannya.


Seperti yang sudah Tian katakan sebelumnya.


Keduanya maju secara bersamaan, dan bilah pedang mereka yang berbeda ukuran itu saling berbenturan. Pedang milik Tian tipis, namun itu cukup kuat sehingga mampu bertahan dari serangan Moldy.


Setelah intervensi antara keduanya berlangsung, Dexter langsung mendekati Moldy seperti yang sudah direncanakan, dan menunggu sampai Moldy berniat kembali ke posisinya.


Lagi-lagi itu tepat seperti yang Tian jelaskan.


Moldy berniat melompat mundur, namun itu adalah saat di mana Dexter muncul.


Dexter mengumpulkan kekuatan pada kaki dan tangannya, lalu memberikan pukulan yang kuat pada Moldy.


"Ups! "


Moldy tertawa kecil sambil menahan pukulan itu, namun sebagai gantinya ia harus terpental sedikit ke arah pukulan Dexter. Itu adalah arah kanan dari sudut pandang Tian.


"Bingo."


Noelle muncul dan tersenyum pada Moldy, sebelum akhirnya melayangkan sebuah tendangan keras ke arah lehernya.


Meskipun begitu, Moldy berhasil melindungi lehernya tepat waktu menggunakan tangannya, sehingga kerusakan yang dihasilkan tidak begitu besar. Hanya saja, tangan kanannya mengalami keretakan tulang yang cukup parah karena kerasnya tendangan yang Noelle berikan.


"Kau kuat. Kepalaku akan langsung hilang jika aku tidak melindungi leherku sendiri," ucap Moldy sambil memperbaiki posisi berdirinya sambil memegangi lengan kanannya.


Di sisi lain, Gild yang sebelumnya sedang bertarung dengan Noelle langsung mengayunkan tongkatnya.


"Moldy! "


Sebuah bilah angin yang cukup tajam muncul, dan melesat ke arah leher Noelle.


Noelle tidak membuang waktunya, dan langsung menunduk untuk menghindari bilah angin itu, lalu mengayunkan pedangnya ke belakang sambil memanfaatkan momentum itu untuk berbalik.


Beberapa pedang yang tajam mulai meluncur ke arah Gild, namun Gild tidak panik. Dia melirik pada Silis, yang kemudian dibalas Silis dengan menggerakkan tubuhnya untuk menghalangi semua pedang itu.


Noelle melihat gerakan itu, dan segera menghentikan semua pedangnya.


Jika dia membiarkan pedangnya menyentuh tubuh Silis, maka efek rebound akan diberikan pada Noelle karena kemampuan unik yang dimiliki Silis.


『Kekuatan untuk memutarbalikkan nasib. Hehe, tapi itu terlalu lemah. Tidak cukup untuk membalikkan serangan yang mematikan.』


(Terima kasih untuk informasinya.)


『Sama-sama.』


Noelle tersenyum dan mengeluarkan sebuah tombak api yang sama seperti sebelumnya. Di dalam tombak api itu, ada sebuah tombak batu yang sangat padat.


Dia belum benar-benar mencoba ini pada Silis, tapi dia memiliki firasat kalau ini akan berhasil.


Kemampuan Silis tidak sekuat yang ia duga sebelumnya. Dia sebenarnya hanya menerima serangan dari musuh, lalu menggunakan kekuatan dari《Envy》untuk menukar nasibnya dengan penyerang.


Jika ia menyerang Silis dengan niat setengah-setengah, maka Silis bisa membalikkan keadaan. Semua serangan yang Noelle kerahkan hanya akan berbalik pada dirinya sendiri.


Melihat tombak api meluncur ke arahnya, Silis segera mengerutkan keningnya. Tidak diragukan lagi, itu adalah serangan yang dapat langsung membunuhnya jika terkena di titik vital.


Silis menoleh, dan memberikan sinyal pada Gild, dan Gild segera mengangguk.


Kemudian, posisi mereka berdua ditukar. Gild menggantikan Silis untuk menahan serangan itu, sedangkan Silis untuk sementara harus berurusan dengan Tania.


Gild segera menciptakan dia penghalang sekaligus. Penghalang sihir seketika menghapus tombak api, dan penghalang fisik dengan mudah menghancurkan tombak batu di dalam api itu.


(Apa《Envy》memiliki kekuatan teleportasi? )


Noelle mengerutkan keningnya dengan penasaran. Sejauh yang ia pahami, jika Silis benar-benar seorang penyihir, maka seharusnya bukan masalah bagian untuk menciptakan sebuah penghalang untuk menahan serangan itu.


Namun, alih-alih menciptakan penghalang, dia justru memilih untuk bertukar tempat dengan Gild.


『Tidak, kekuatan dari dosa tidak memberikan banyak kemampuan, kau tahu?《Envy》hanya memiliki beberapa kemampuan yang terkait dengan takdir.』


(Takdir? )


Noelle mengangkat alisnya sebagai respon untuk kata-kata itu. Tidak biasanya Noir memberikan penjelasan, jadi dia akan mendengarkan dengan tenang.


(Aku mengerti. Kalau begitu … )


Pertukaran tempat itu pasti dilakukan oleh Gild.


Itu mungkin teknik yang serupa dengan yang pernah digunakan oleh Terneth di Eisen dulu.


"Yahh, apa pun itu sudah tidak ada hubungannya."


Noelle kembali tersenyum dan seketika berada di hadapan Gild.


Dengan refleksnya, Gild hendak melompat mundur, namun sensasi dingin di punggungnya membuatnya melakukan tindakan darurat untuk melarikan diri dari situasi yang berbahaya.


Benar saja. Di tempatnya berdiri sebelumnya, kaki Noelle dan Dexter sudah saling bersilangan.


Jika Gild tetap berada di sana, lehernya mungkin akan langsung terputus karena serangan kompak keduanya.


Noelle dan Dexter saking menatap sejenak, sebelum akhirnya keduanya mengangguk secara bersamaan.


Sosok Dexter menghilang, dan dia hanya memiliki jarak beberapa meter dengan Felice.


Namun, tentu saja pihak lain yang ada di sana tidak membiarkannya begitu saja.


Sambil menahan Tania, Silis mengarahkan ujung tongkatnya pada Dexter, dan menembakkan sebuah petir langsung ke arahnya.


Dexter berhasil menghindar, namun karena itulah dia semakin jauh dari Felice.


Di waktu yang singkat itu, Silis telah lebih dulu menciptakan sebuah bola cahaya raksasa yang mengambang di atas tangannya yang terangkat.


"Ini buruk." Noelle tersenyum dan tertawa sambil meneteskan keringat tanda kekhawatiran, namun entah bagaimana dia berhasil tepat waktu menciptakan sebuah penghalang yang melindungi Dexter dan Felice.


Namun, kekuatan sihir Silis melebihi perkiraannya.


Bola cahaya raksasa yang dilemparkan Silis itu berhasil memecahkan penghalang nya, dan menelan Dexter serta Silis di waktu yang sama.


Tentu saja, keduanya masih hidup, namun dalam keadaan yang berbeda.


Felice sudah kehilangan kesadarannya sejak awal, namun sekarang ia jauh lebih buruk. Sementara itu, Dexter masih bertahan. Dia terluka cukup parah, tapi berhasil menahan agar kesadarannya tidak lenyap.


"Sialan … "


Dexter merasa dirinya bisa pingsan kapan saja, tapi tiba-tiba Noelle menggunakan sihir penyembuhan padanya, sehingga semua lukanya menghilang.


Tidak lupa, Noelle juga memberikan Felice sihir penyembuhan, sehingga keadaannya tidak akan terlalu parah.


Dexter tidak membuang kesempatan ini. Sebaliknya, dia langsung berlari ke arah Felice, menggendongnya, dan membawanya menjauh dari lokasi pertarungan.


Felice dibawa ke tempat semua orang yang terluka berada.


"Berapa banyak korbannya? "


Selagi masih di sana, Dexter bertanya pada salah satu petugas yang menjaga penghalang agar keributan tidak bocor ke dunia luar.


Penjaga itu pun menjawab, "Ada sekitar empat belas anggota yang jatuh. Mereka masih belum bangun sampai sekarang, dan kami tidak tahu alasannya."


" ……… "


Dexter tanpa sadar menguatkan kepalan tangannya.


Situasi ini lebih buruk dari yang ia duga.


" … Jaga mereka semua, dan pastikan untuk mempertahankan penghalangnya."


Hanya itu instruksi yang bisa Dexter berikan. Penjaga itu mengangguk dengan tegas, lalu kembali pada tugasnya, sementara Dexter berlari mendekati Tian.


Begitu mendekat, Dexter sadar kalau situasinya nyaris tidak berubah.


Moldy masih semangat bertarung, dan kali ini ia memiliki Silis yang membantunya.


Lagi-lagi, Dexter mencoba menginterupsi pertarungan mereka, namun selalu gagal. Hanya pergerakan cepat dan sunyi Tian yang mampu menyamai kekuatan mereka yang brutal.


Melihat ke arah lain, Noah juga tidak dalam kondisi yang begitu baik. Pertarungan antara dia dan Gild berada di jalan yang buntu.


Bahkan meski Noah dibantu oleh seorang gadis asing dengan sabit itu, dia masih belum bisa menemukan celah yang tepat untuk menyerang.


Di saat itulah, bala bantuan akhirnya tiba.


Dolf muncul dengan membawa sekitar 10 orang tambahan dari Gereja Dewi Zelica, dan masing-masing dari mereka langsung mengambil tugas yang berbeda.


Beberapa membantu pemulihan anggota yang terluka, dan beberapa mencoba membantu anggota lain untuk bertarung.


Dolf sendiri segera mendatangi Tian, dan bertanya pada orang tua itu mengenai situasinya.


"Bagaimana? "


"Cukup buruk," jawab Tian singkat. Tian diam sejenak sambil menatap Moldy di depan, kemudian melanjutkan, "Musuh memiliki banyak teknik aneh, dan tidak ada jaminan kalau mereka tidak akan lari lagi."


Ini mungkin menjadi satu-satunya kesempatan bagi gereja untuk menangkap anggota Swallow Life Order. Karena itulah, mereka tidak bisa menyerah sekarang.


Membiarkan musuh melarikan diri sama artinya dengan membuang harta yang sangat berharga. Itu sulit untuk dicari.


"Ya, aku bisa melihat situasinya sekarang … "


Dolf menghela napas lelah saat dia melihat ke sekeliling.


Keadaannya cukup kacau. Hanya anggota dari Gereja Dewi Zelica yang masih bertarung, sedangkan anggota tambahan mereka justru pingsan karena alasan yang tidak diketahui.


"Hei, hei! Kenapa kalian sibuk bicara! "


Moldy tidak membiarkan percakapan itu terus berlangsung, dan mulai menyerang Tian seperti sebelumnya. Tian mencoba membalas, namun serangannya ditahan oleh Silis dengan menempatkan sihir penghalang di sekujur tubuh Moldy.


"Dolf, mundurlah dari sini. Swallow Life Order mendapatkan bantuan dari organisasi lain. Aku tidak tahu kenapa, tapi sepertinya mereka sedang bekerja sama sekarang."


"Ya, aku tahu itu."


Dolf mengangguk, lalu melompat mundur ke tempat perlindungan anggota yang terluka.


Sebelum dia sampai ke tempat ini, sekelompok agen kepolisian datang menemuinya, dan memberikan laporan singkat mengenai apa yang terjadi.


Rupanya, mereka adalah para agen kepolisian yang bekerja sama dengan Noah Ashrain untuk menemukan keberadaan seseorang bernama Gild.


Dengan memanfaatkan informasi itu, Dolf mulai menyusun rencana, namun tidak berhasil menemukan satu pun yang efektif. Semuanya memiliki resiko yang besar.


Meksipun begitu, bukan berarti dirinya memiliki pilihan lain. Sebagai pemimpin utama dalam misi ini, dia harus berani mengambil resiko itu.


Dolf melirik ke belakangnya, dan menemukan dua sosok yang sudah sangat ia kenal.


"Louen, Rita, bantulah Tian. Aku tahu itu, kalian sangat ahli dalam berurusan dengan anggota organisasi itu."


"Baik."


Louen dengan tenang menjawab, sedangkan Rita tetap diam. Di samping mereka, Dexter berniat langsung membantu Tian tanpa menunggu perintah.


"Dexter, jangan bertindak gegabah. Bekerjasamalah dengan Louen dan Rita, lalu fokus untuk mengalahkan salah satu dari dua orang itu."


Kalimat terakhir merujuk pada Moldy dan Silis. Meskipun target utama kali ini adalah Moldy, Silis ikut menjadi prioritas karena telah terlibat dengan musuh.


Terlebih lagi, gadis itu merupakan anggota dari organisasi Hermit Cult yang berbahaya. Dolf harus memanfaatkan situasi ini untuk memastikan hubungan antara Swallow Life Order dengan Hermit Cult.


"Baiklah."


Tidak seperti biasanya, hari ini Dexter benar-benar bertindak tenang. Dia tidak gegabah, dan menjalani perintah seperti seharusnya.


Melihat ketiganya pergi membantu Tian, Dolf melihat ke arah lain.


Pandangannya fokus pada pertarungan Noah bersama seorang gadis asing, melawan seorang pria yang diduga bernama Gild.


Dolf tidak mengenal siapa gadis itu, tapi jelas kalau mereka berada di pihak yang sama sekarang.


"Semua unit, jangan memaksakan diri untuk terlibat dalam pertarungan. Fokuslah untuk menemukan solusi agar anggota kita bisa terbangun. Serahkan musuh pada kami."


Biarpun Dolf sebenarnya tidak begitu bagus dalam pertarungan langsung, dia tetaplah seseorang dengan banyak pengalaman. Setidaknya, itu cukup untuk membuatnya bertahan hidup.


Dolf berniat membantu Noah, tapi kemudian sebuah portal tiba-tiba dibuka di dekatnya.


Dari portal itu, beberapa monster dengan wujud aneh mulai berhamburan keluar.


...****************...