![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Setelah menyelesaikan laporannya, Noelle dan Cryll langsung pergi ke penginapan tempat semuanya sudah menunggu.
Meskipun Noelle sudah menyelesaikan laporannya, ia masih belum bisa mendapatkan uang hadiahnya sebelum tempat itu selesai diperiksa oleh tim penjelajah yang dikirim guild.
"Ngomong-ngomong Cryll, bagaimana dengan level dan peringkat mu? "
Noelle bertanya tanpa melihat ke arah Cryll sambil terus berjalan menyusuri jalanan utama kota.
"Yahh, aku sudah menaikkan peringkat ku menjadi C, tapi aku mengalami kemacetan dengan level ku"
" … Kau meningkat dengan cepat"
"Begitulah, kau sendiri bagaimana? "
"Hmmm … "
Noelle diam dan berpikir sejenak, lalu dia menjawab seolah itu bukan rahasia sama sekali.
"Peringkat ku sendiri masih C sama sepertimu, dan level ku juga masih belum bertambah bahkan setelah stampede"
Noelle dengan murung mengakui kalau ia mengalami kemacetan dalam menaikkan levelnya, tapi Cryll tidak menunjukkan reaksi apapun yang berarti, dan hanya terus berjalan.
"Apa ini yang dimaksudkan dengan 'menabrak dinding level'? ini benar-benar menyebalkan", kata Cryll dengan sedikit sedih.
Noelle hanya menghela nafas lelah dan memberikan persetujuannya dengan mengangguk singkat.
Setelah beberapa saat menyusuri jalanan kota yang cukup ramai dengan orang dan kereta kuda yang lalu-lalang, Noelle dan Cryll akhirnya tiba di penginapan tempat Olivia dan yang lain sudah menunggu.
Saat Noelle dan Cryll masih berada di guild tadi, Olivia sudah memesan kamar dan mengabarkannya pada Noelle melalui telepati 'Oath of Blood'.
"Maaf karena telah membuat kalian menunggu~"
Begitu Noelle memasuki penginapan, ia langsung menghampiri meja tempat dimana Olivia, Charlotte, Chloe dan seorang gadis tambahan sedang duduk sambil menikmati cemilan mereka.
"Nn, Tidak disangka kita akan bertemu dengan mereka di sini", kata Olivia sambil menatap Cryll dan gadis lain yang duduk di seberangnya.
"Ini benar-benar kejutan kan? "
Noelle berkata sambil tersenyum, lalu pandangannya tertuju pada gadis yang duduk di seberang Olivia itu.
"Lama tidak bertemu, Stella", ucap Noelle sambil tersenyum pada gadis itu.
"Mhmm, lama tidak bertemu", gadis itu menjawab Noelle dengan senyuman.
Gadis itu, Stella sera Roselynn adalah putri ke-tiga dari keluarga bangsawan Roselynn, sekaligus tunangan Cryll yang ikut beroetualan bersama Cryll meninggalkan kekuarganya.
Dia tidak muncul di turnamen karena saat itu ia tidak mengetahui tentang pelarian Cryll, tapi setelah Stella bertemu dengannya lagi, dia langsung marah dan memaksa untuk ikut berpetualang bersama Cryll.
Sementara penampilannya benar-benar menggambarkan dirinya sebagai seorang putri yang cantik nan anggun, Stella memiliki watak dan kepribadian yang keras kepala dan sulit untuk ditolak sehingga Cryll hanya bisa setuju untuk membawa Stella bersama dengannya.
Meskipun begitu, Stella sama sekali tidak membebani Cryll. Ia adalah pemanah yang sangat ulung sehingga jika mereka ada di bumi, Stella tidak diragukan lagi akan dengan mudah lolos final di Kejuaraan Panahan Dunia.
(Kemampuan orang-orang di dunia ini mengerikan … )
Stella juga memiliki identitasnya sendiri sebagai seorang petualang. Bahkan Cryll sendiri baru mengetahui ini beberapa bulan yang lalu, tapi Stella sebenarnya adalah seorang petualang dengan peringkat-D.
Bahkan semua orang di rumah Roselynn juga sama sekali tidak mengetahui fakta ini.
Noelle dan Cryll ikut duduk di meja yang sama dengan keempat gadis itu dan menikmati cemilan mereka.
"Ah benar, aku lupa"
"Noelle? "
Noelle tiba-tiba tersentak saat ia dengan tenang menhirup teh-nya, Olivia yang melihat itu langsung bertanya dengan khawatir padanya.
Noelle merogoh sakunya sejenak, lalu mengeluarkan sesuatu dan memberikannya pada Cryll.
"Ini, aku tidak sengaja menemukan ini di jalanan"
Cryll dengan bingung mengambil barang itu, namun ia langsung menunjukkan reaksi terkejut begitu melihatnya.
"Ini … Di-dimana kau menemukan ini?! ", tanya Cryll dengan panik sambil meraih bahu Noelle dengan kedua tangannya.
"Sudah kubilang aku menemukannya di jalan brengsek! Apa kau tidak dengar?? Cepat lepaskan tanganmu! "
Sementara Cryll terus mengguncang bahu Noelle, Noelle hanya dengan jengkel menyingkirkan tangan Cryll dari tubuhnya dan menjauh.
"Memangnya apa itu? ", tanya Charlotte dengan penasaran.
Chloe sejak tadi sama sekali tidak merespon, dia hanya terus menikmati kue yang disajikan di hadapannya.
"Itu cincin"
"Cincin? "
"Lebih tepatnya cincin pertunangan mereka berdua", ucap Noelle menjelaskan pada Charlotte sambil menatao Cryll dan Stella yang dengan senang memandangi cincin itu.
Charlotte diam dan melirik Cryll, jika ia melihat reaksi Cryll, maka ia yakin kalau itu memang barang yang berharga baginya.
Tidak hanya Cryll, tapi Stella juga tersenyum senang saat melihatnya sambil berterimakasih pada Noelle.
"Baiklah, daripada itu … Apa yang kalian berdua lakukan di kota ini? "
"Hmm? Ahh … Sama seperti kalian, kami hanya berhenti di sini untuk beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan"
Noelle bertanya tentang apa yang Cryll dan Stella lakukan, tapi Cryll menjawab kalau ia hanya tinggal di kota ini untuk sementara sebelum melanjutkan perjalanan.
Itu artinya tujuan mereka sama.
"Memangnya kemana kalian akan pergi? ", Noelle bertanya lagi.
" …… Ibukota", Cryll menjawab setelah diam sejenak.
Bukannya dia tidak mau memberitahu Noelle, tapi ia hanya ragu apa memberitahu Noelle adalah hal yang bagus atau tidak.
"Kebetulan yang bagus"
"Eh? ", respon tak terduga dari Noelle itu membuat Cryll tersentak sejenak dan menatap Noelle.
"Apa? Kami bertiga juga akan pergi ke Ibukota, ada sesuatu yang harus kulakukan di sana, dan juga … Aku harus mengirimkan ini pada wanita sialan itu"
Noelle dengan kesal mengeluarkan sebuah kotak yang dibungkus rapih dari penyimpanan spasial miliknya, itu adalah barang yang diminta untuk dikirimkan oleh Ketua guild cabang Suiren.
" ……… Pfft"
"Apa? "
"Tidak, tidak … Aku hanya berpikir kalau kau sepertinya benar-benar tidak menyukai wanita itu", ucap Cryll sambil berusaha menahan tawanya.
"Berisik", Noelle menggerutu sambil mengalihkan pandangannya ke samping.
"Baiklah, baiklah, lupakan itu sejenak … Itu artinya tujuan kita sama, ya? ", tanya Noelle.
"Benar"
"Kalau begitu, kita bisa pergi bersama … Lagipula terlalu membosankan jika hanya berempat"
" … Apa boleh? ", Cryll ragu sejenak, lalu dia bertanya pada Noelle.
"Bukannya aku tidak mau, tapi … Bukankah itu akan mereporkanmu untuk membawa kami berdua bersama dalam perjalanan? "
" ……… Cryll … Sejak kapan kau menjadi begitu perhatian? ", tanya Noelle dengan wajah terkejut.
"A-apa maksudmu? "
"Cryll yang ku kenal adalah orang yang serakah dan akan dengan senang hati menerima tawaran apapun yang akan menguntungkan dirinya"
"Seberapa buruk aku di matamu?! "
Cryll tidak bisa menahan suaranya yang keluar secara spontan, tapi Noelle tidak mempedulikannya dan hanya tertawa singkat.
"Tidak masalah, lagipula kami tidak terburu-buru, untuk barang wanita itu … Yahh, dia bisa menunggu selama satu tahun"
Tampaknya wanita ketua guild cabang Suiren sama sekali tidak berarti di mata Noelle.
Sementara para gadis sedang menikmati cemilan mereka, Noelle dan Cryll terus membahas tentang keberangkatan mereka nantinya.
Mengesampingkan Noelle dan Olivia yang bisa menggunakan sihir terbang, serta Charlotte yang bisa terbang menggunakan sayapnya, Cryll dan Stella sama sekali tidak bisa melakukan itu.
Mereka bisa sampai di kota ini berkat kemampuan penguatan tubuh dan kelincahan mereka yang terus berlarian di hutan.
"Kau pikir aku ini siapa? "
Noelle berkata dengan senyum menantang terbentuk di bibirnya. Ia mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan sebuah aksesoris berbentuk pedang yang digantungkan menggunakan rantai perak di pergelangan tangannya.
"Itu … "
Cryll mengetahui barang itu dengan jelas karena ia sering melihatnya, tapi ia sedikit meragukan Noelle ketika ia menawarkan untuk menggunakan itu.
"Apa itu cukup kuat? Kudengar kau tidak bisa mengendalikan seorang manusia menggunakan itu? Lalu … Bagaimana? "
"Tentu saja tidak seperti itu bodoh", ucap Noelle sementara aksesoris di tangannya mulai diselimuti cahaya.
Detik kemudian, aksesoris itu telah berubah menjadi sebuah pedang panjang dengan warna hitam dan perak yang menyatu.
"Aku memang tidak bisa mempengaruhi tubuh makhluk hidup secara langsung, tapi akan berbeda jika aku memiliki perantara", ucap Noelle sambil tersenyum.
...****************...
Setelah beberapa hari menunggu di kota ini, Noelle, Olivia, dan rombongan segera meninggalkan gerbang kota setelah Noelle menyelesaikan semua urusannya.
Mereka terpaksa menetap di kota untuk dua minggu penuh karena butuh waktu bagi guild untuk memeriksa keaslian laporan yang diberikan Noelle mengenai sarang Harpy.
Seharusnya mereka bisa meninggalkan kota setelah tiga sampai empat hari istirahat karena sejak awal, mereka bahkan tidak memiliki sesuatu yang harus mereka persiapkan.
Semua anggota termasuk Cryll dan Stella sudah melengkapi persediaan mereka di hari pertama, tapi mereka masih belum berangkat karena Noelle tidak mau meninggalkan 'hasil buruannya' yang berharga.
"Ehehe~ Kalau begitu, ayo berangkat sekarang~"
Noelle dengan senyum cerah membawa semua orang menjauh dari kota.
Olivia dan yang lain tidak mengetahui jumlah yang didapatkan Noelle dengan menjual informasi tentang sarang Harpy, tapi sepertinya itu jumlah yang cukup banyak sehingga membuatnya dalam suasana hati yang baik.
"Aku tahu kita akan berpergian dengan terbang, tapi bagaimana? Baik aku maupun Stella sama sekali tidak menguasai sihir terbang? ", Cryll bertanya sambil memiringkan kepalanya.
"Hehe, tentang itu … "
Noelle tidak melanjutkan kata-katanya, melainkan membentangkan tikar besar yang dia beli di kota.
Tikar itu memiliki ukuran 15 × 15 meter. Dilihat dari sisi manapun, itu adalah tikar yang besar, dan Noelle membentangkan tikar itu di tanah.
"Baik, persiapannya sudah selesai~ Kalian duduklah di sana", kata Noelle sambil menunjuk tikar yang sudah dibentangkan itu.
Olivia dan Charlotte sudah mengerti tentang apa yang akan ia lakukan, tapi Chloe, Cryll dan Stella tidak.
Mereka bertiga hanya memiringkan kepalanya dengan bingung dan menuruti kata-kata Noelle untuk duduk di sana.
"Baik, semua sudah siap, kalau begitu … sebaiknya kalian lakukan sesuatu untuk menjaga posisi kalian agar tidak jatuh"
Noelle mengungumkan dan ikut duduk bersama mereka.
Ia mengeluarkan aksesoris berbentuk pedang perak dan menggantungkan rantainya di pergelangan tangannya.
"Bukankah itu ... Verstand …? ", Cryll bertanya seraya memiringkan kepalanya.
Cryll sudah mengetahui tentang kemampuan psychokinesis yang dimiliki pedang perak Verstand, tapi dia tidak terlalu mengerti cara kerjanya.
Noelle pernah mengatakan kalau senjata yang ia dan Olivia gunakan hampir mirip dengan Sword Geist yang Cryll gunakan, jadi Cryll sudah tidak terkejut lagi ketika melihat pedang itu.
Tapi Cryll masih tidak tahu tentang keberadaan senjata pecahan bintang yang lain karena Noelle tetap merahasiakannya.
"Pegangan yang erat", mengatakan itu, Verstand di tangan Noelle (dalam bentuk aksesoris) mulai bersinar terang dan tikar yang mereka duduki juga perlahan mulai terangkat ke atas.
"Woah! "
Cryll sedikit terkejut, tapi ia segera memulihkan ketenangannya dan berpegangan seperti yang Noelle katakan.
Setelah tikar itu melayang cukup tinggi dari tanah, tikar mulai bergerak maju secara perlahan, dan Noelle menggunakan mantra sihir angin untuk meminimalisir dampak angin yang menimpa tubuh mereka.
Setelah tikar terbang dengan stabil, Noelle menghela nafas lelah dan berbicara.
"Dengan begini, setidaknya beban pikiranku akan sedikit berkurang"
Akhirnya Cryll mengerti. Noelle menggunakan tikar ini untuk mengangkut semua orang dengan mengandalkan kemampuan psychokinesis miliknya sehingga ia dapat mengurangi beban pada otaknya.
Cryll juga pengguna senjata pecahan bintang yang mengandalkan pikiran untuk mengendalikan kekuatannya, jadi ia sedikit mengerti beban yang dirasakan Noelle ketika harus menggunakan kekuatannya secara berlebihan.
Justru mungkin Cryll merasakan suatu kekaguman pada Noelle yang sanggup menahan beban berat seperti itu pada pikirannya.
Kekuatan petir yang dihasilkan Sword Geist sangatlah besar sehingga ia merasa kalau itu memiliki kekuatan yang tidak terbatas, karena itulah Cryll harus berusaha keras untuk mengendalikan kekuatan itu sehingga ia tidak harus menghancurkan apapun yang ia sentuh dengan petir miliknya.
Dan Cryll sendiri bingung bagaimana Noelle bisa mengendalikan 5 buah pedang pada saat yang sama saat pertarungan, karena baginya, itu adalah hal yang mustahil.
...****************...
Setelah beberapa jam perjalanan, semua orang yang awalnya duduk dengan tenang di tikar langsung merasakan kebosanan yang sangat parah.
Selama perjalanan, Noelle, Olivia, Charlotte, serta Cryll bergantian untuk menggunakan sihir angin dan memasang perisai yang melindungi mereka dari tekanan, tapi itu tetap membuat mereka seolah tidak melakukan apapun dan hanya duduk diam.
Sejak pertengahan perjalanan, Chloe hanya duduk diam dan menikmati cemilannya lalu jatuh tidur setelah beberapa saat, itu membuat semua orang di atas tikar merasa iri akan pikirannya yang begitu tenang seolah tak memikirkan apapun.
Tapi jelas, yang paling dibebani karena perjalanan ini adalah Noelle.
Itu karena dia harus menggerakkan sebuah tikar besar yang diduduki oleh enam orang remaja dengan berat tubuh rata-rata 40 sampai 50 Kilogram.
Mengendalikan tikar bukanlah masalah, tapi karena ada banyak orang duduk di atasnya, itu menjadi sedikit sulit bagi Noelle.
Semakin berat objek yng diangkat menggunakan psychokinesis, semakin berat pula beban yang diterima pikiran Noelle.
(Dengan kecepatan saat ini sebagai asumsi … Kurasa kami akan mencapai kota selanjutnya dalam 2 hari, tapi … Mungkin aku hanya sanggup untuk terbang sampai beberapa jam lagi)
Noelle mengerutkan keningnya ketika ia memikirkan itu. Bagaimanapun, ia ingin mencapai kota selanjutnya secepat mungkin, penundaan yang sia-sia tidak bisa diterima.
Tentu saja akan nyaman jika pedang perak Verstand bisa digunakan oleh Cryll atau Olivia untuk sementara waktu agar bisa menggantikan Noelle mengendalikan tikar, tapi itu tidak mungkin.
Karena, Verstand termasuk salah satu dari senjata pecahan bintang, jadi hanya Noelle yang bisa menggunakannya sebagai orang yang dipilih.
(Untuk saat ini … )
Noelle mencoba mengalirkan suhir ke matanya agar ia bisa melihat dari kejauhan.
(Masih belum)
Dengan jumlah sihir yang ia masukkan ke matanya saat ini, ia bisa melihat sampai sekitar 2 sampai 3 kilometer jauhnya. Tapi, ia masih belum bisa melihat satupun petunjuk tentang kota berikutnya.
Noelle pun kembali meningkatkan jumlah sihir yang ia suntikkan ke matanya. Hasilnya, ia bisa melihat lebih jauh dari sebelumnya.
Jarak pandngnya telah meningkat drastis, dan ia akhirnya bisa melihat sebuah tembok batu raksasa yang dibangun dengan megah menghalangi pandangannya.
(Sudah kelihatan! Jaraknya sekitar … 200 kilometer … Sial, itu masih terlalu jauh …! )
Menggerutu di dalam pikirannya, Noelle tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa di bagian kedua matanya.
Urat-urat yang tampak mengerikan mulai timbul di permukaan kulit sekitar mata Noelle, dan pembuluh darah di matanya juga pecah lalu mengeluarkan sejumlah darah hingga membutakan pandangannya untuk sesaat.
Noelle tidak merasakan sakit akan hal itu, tapi pandangannya yang menjadi buta untuk sesaat benar-benar menjadi sensasi yang mengerikan.
Untungnya pembuluh darah itu segera beregenerasi dan pengelihatannya kembali menjadi normal.
Noelle segera menghaous jejak darah di wajahnya agar tidak terlihat oleh siapapun, tapi itu terlambat.
Olivia menyadari itu lebih dulu dan menyipitkan matanya saat dia menatap Noelle.
Olivia adlah vampir sama seperti Noelle, terlebih lagi dia adalah kelas Raja, jadi wajar jika ia agak sensitif terhadap bau darah.
Jika Chloe sedang bangun, mungkin ia juga akan menyadari itu, tapi Noelle merasa kalau Chloe terlalu bodoh untuk menyadarinya.
Olivia tidak mengatakan apapun dan hanya menatap Noelle dengan pandangan cemas.
...****************...
(AN: Maaf karena belakangan ini sedikit update, saudaraku baru saja menikah sehingga aku tidak memiliki waktu untuk istirahat)