[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 207: Keberuntungan yang Mengerikan



...****************...


Tak ada perubahan khusus pada ekspresi Noir. Dia hanya diam dan dengan seksama memperhatikan Noelle yang sedang berjuang melepaskan dirinya dari tekanan ketakutan.


Seolah sudah terlalu lama menunggu, Noir kemudian mendengus kecil sekali, lalu berbicara pada Noelle dengan suara yang sama seperti sebelumnya.


"Kau terlalu lama. Ayo kita bermain tanya jawab."


Tanpa menunggu jawaban dari Noelle, Noir sudah kembali membuka mulutnya. "Aku yakin kau sudah tahu apa yang baru saja 'kucuri' darimu itu. Tapi, apa kau bisa mengatakannya? "


Ekspresi Noelle perlahan berubah. Warna semakin menghilang dari wajahnya yang sudah pucat sejak awal. Dia yakin sekali tidak ada yang salah dengan tebakannya. Kalau begitu, hanya ada satu jawaban yang bisa dia berikan.


Kali ini dia bisa membuka mulutnya, tapi hanya jawaban singkat yang berhasil keluar. "Kau … Merampas 'sistemku'."


Jawabannya sedikit tidak jelas, tapi itu berhasil mengungkapkan semuanya.


Apa yang baru saja Noir 'curi' adalah sistem yang Noelle miliki. Itu adalah sistem yang dimiliki semua orang, dan menyelimuti seluruh dunia, sesuatu yang Dewi Anastasia ciptakan dalam skala besar.


Tidak salah lagi, itu telah 'dicuri' darinya. Noelle telah memastikannya sendiri beberapa saat yang lalu. Dia sama sekali tidak bisa melihat statusnya.


Kenyataan itu membuat Noelle seketika melebarkan matanya dengan penuh ketidakpercayaan. Sebelumnya, dia tidak terlalu peduli dengan status atau apa pun itu karena sebenarnya itu tidak terlalu berpengaruh pada kekuatannya. Namun, melihat bagaimana itu telah 'dicuri' secara langsung oleh seseorang, adalah hal yang tidak pernah Noelle bayangkan.


Sistem itu adalah sesuatu yang Anastasia ciptakan, itu seharusnya memiliki struktur dan cara kerja yang sangat kompleks. Terlebih lagi, tidak mungkin seorang dewa setingkat Anastasia tidak memiliki tindakan pencegahan apa pun. Dia seharusnya memiliki sistem lain yang membuat sistem ciptaannya menjadi sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat.


Saat pikirannya berkeliling, dia melihat senyum di wajah Noir semakin melebar. Dia menatap Noelle seolah dia sedang bersenang-senang.


"Hehe, bagaimana mungkin vampir berlevel rendah sepertimu bisa memiliki niat untuk bertemu dengan'Nya'? Bahkan seorang setengah dewa atau malaikat yang sudah hidup sangat lama akan berpikir ribuan kali untuk sampai pada pemikiran dan ide seperti itu."


Bahkan tanpa penjelasan yang lebih lanjut, Noelle sudah mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Noir. 'Dia' yang Noir sebutkan sebelumnya adalah entitas yang disebut sebagai Pencipta Sejati, Chronoa.


Noelle tidak bisa menjawabnya, karena dia sendiri tahu kalau pilihannya itu gila. Ada banyak hal yang tidak diketahui di dunia ini, tapi begitulah prinsipnya, dia akan mencapai apa yang dia inginkan, bahkan jika itu sulit sekali pun.


Saat ini, Noelle sebisa mungkin tidak memikirkan atau melakukan sesuatu yang berbahaya. Itu karena dia secara naluri paham kalau Noir yang ada di hadapannya ini memiliki kekuatan yang dapat memutarbalikkan semua itu. Bahkan satu pemikiran yang berbahaya bisa menjadi pedang bermata ganda untuknya.


Tentu saja, Noelle secara alami membuat beberapa perkiraan tentang batas kekuatan Noir. Dia berusaha mencari celah, tanpa melibatkan pemikiran yang berbahaya baginya. Ini membuatnya segera menghapus sosok Olivia dan rekan-rekan dari pikirannya, mencegah Noir mengetahui keberadaan mereka.


Noir tidak mengatakan apa pun lagi, dan terus menatap pada gumpalan cahaya yang ada di tangannya. Itu adalah 'sistem' yang baru saja dia 'curi'. Kemudian, dia segera memasukkan cahaya itu ke dalam mulutnya, menelannya dalam sekali lewat.


Noelle melihat ini sebagai kesempatan, jadi dia langsung melompat jauh ke belakang, bersiap dengan semua serangan terkuatnya. Dia sudah sadar akan kekuatan yang Noir miliki, jadi tidak ada gunanya menahan diri.


Justru, yang terpojok di sini adalah dirinya sendiri.


Noelle menarik Langen dan bersiap menyersng kapan saja, tapi Noir bahkan tidak bergerak sedikit pun. Dia hanya melirik Noelle sedikit, lalu tersenyum tipis.


Kemudian, sosoknya menghilang, digantikan oleh ratusan bulu gagak yang tersebar ke semua tempat.


Hal itu membuat Noelle secara alami meningkatkan kewaspadaannya, dan dia segera melihat ke sekeliling, tapi tidak menemukan sosok Noir di mana pun.


Jelas, Noir tidak akan mudah ditemukan. Dia bisa muncul secara tiba-tiba tanpa Noelle sadari; itu artinya dia bisa dengan mudah mengelabui persepsi yang Noelle miliki.


Sesaat kemudian, suara tawa yang terdengar angkuh dan sombong muncul, bergema di sekitar. Beberapa gagak dengan tubuh hitam murni muncul dan terbang di sekeliling Noelle.


Satu per satu gagak membuka mulutnya, dan berbicara dalam bahasa dan suara manusia, "Bukankah kau sedikit terlambat? Sebenarnya, kau bisa mengambil tindakan perlindungan diri sejak pertama kali aku muncul. Aku hanya menggunakan auraku, dan sama sekali tidak menggunakan serangan. Jelas, kau bisa dengan mudah terpengaruh oleh emosimu sendiri."


"Padahal, jika kau segera menenangkan dirimu saat itu, kau pasti sudah berhasil melarikan diri sekarang. Ahh, pada akhirnya kau hanya vampir kecil yang bodoh dan kurang pengalaman. Aku menyesal karena sudah merasakan kemiripan denganmu."


Dengan itu, sosok Noir kembali muncul, namun tidak dengan penampilan sebelumnya. Dia sudah berubah. Tubuhnya menjadi lebih tinggi, dan rambutnya yang sedikit bergelombang dan keriting itu tergerai sedikit ke bawah, menutupi separuh alisnya. Mahkota di atas kepalanya telah berubah menjadi lebih besar, dan itu berputar di tempat, menjadikannya seperti halo malaikat yang menyeramkan.


Dia memandang Noelle dengan cara yang normal, dan tanpa bentuk permusuhan apa pun. Namun, justru itulah yang menjadi hal paling menakutkan bagi Noelle.


Tangannya terulur lagi, tapi dia hanya meraih udara kosong. Dia membuka-tutup tangannya seolah sedang meraih sesuatu, tapi tak ada yang keluar setelah sekian lama.


Ini membuat Noelle bingung sejenak, dan dia hampir tidak dapat membuat respon yang sesuai. Untungnya, dia tersadar dengan lebih cepat, dan langsung menyerang sosok Noir menggunakan Langen.


Tubuh Noir terbelah secara horizontal, tapi kemudian itu berubah menjadi gumpalan asap hitam yang menyatu dengan siluetnya. Sosoknya kemudian kembali muncul tanpa terluka sedikit pun.


Noelle tidak membuang kesempatan, dia langsung melompat ke belakang dan berlari secepat mungkin.


Meskipun sistemnya sudah tidak ada lagi, Noelle masih bisa menggunakan semua kekuatannya. Sistem itu hanya membuatnya lebih mudah mengorganisir mereka.


Noelle memeriksa koneksinya dengan Olivia menggunakan《Oath of Blood》, dan menyadari kalau Olivia berada di jarak yang tidak terlalu jauh darinya.


(Ini buruk.)


Sekarang dia sedang bermain kejar-kejaran dengan Noir, jadi sebisa mungkin dia ingin menghindari kejadian seperti bertemu dengan Olivia secara tiba-tiba. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika orang lain terlibat dalam hal ini.


Akan lebih baik baginya untuk berlari ke arah yang berbeda dari Olivia dan secara terang-terangan menghindarinya. Dengan begitu, Olivia pasti akan sadar kalau ada sesuatu yang salah, dia tidak akan bersikeras untuk mengejar Noelle dalam situasi seperti itu.


Setelah membuat keputusan, Noelle langsung berbelok dan memilih rute pelarian yang berbeda. Dia melewati sebuah hutan dengan pepohonan yang memiliki daun berwarna hitam pekat.


Beberapa monster sesekali akan terlibat dalam pelariannya, tapi Noelle dengan mudah menghabisi mereka semua. Saat ini, semua fokusnya telah ia kerahkan untuk melarikan diri dari sosok misterius bernama Noir.


Dia tidak tahu apakah Noir masih mengejarnya, tapi dia tidak bisa berhenti sekarang. Setidaknya, dia harus terus berlari menghindarinya sampai gelombang kabut itu muncul, membuat dia kembali ke dunia nyata.


(Semoga saja dia tidak menanamkan pelacak padaku. Ini akan membahayakan semua orang … )


...****************...


"Ughh … "


Jam internalnya sudah tidak berfungsi. Rasanya dia sudah berlari untuk waktu yang sangat lama.


Bahkan, dia sudah melewati banyak sekali manifestasi mimpi, tapi dia tidak berhenti berlari.


Dia sekarang sedang berada di area perkebunan. Tidak jauh di belakangnya, sebuah kastil raksasa yang megah dapat dilihat secara jelas.


Erwin pernah mengatakannya sebelumnya, kalau semua manifestasi mimpi di alam ini akan terus ada sampai kapan pun meski si pemilik mimpi sudah tidak ada di dunia. Ini membuatnya memikirkan beberapa pertanyaan untuk sejenak; sebenarnya, siapa yang memimpikan kastil itu? Dari ukurannya, tidak mungkin itu ditinggali oleh manusia.


Itu hanya berarti satu. Kastil itu tidak dimanifestasikan dari mimpi manusia, melainkan sosok yang mirip dengan raksasa.


Noelle sudah melewati kastil itu dua kali, dan dia selalu merasakan keanehan yang tidak jelas di sekitar kastil. Perasaan itu begitu aneh sehingga ia ingin segera meninggalkan srea itu secepatnya.


Saat pikiran Noelle berputar dengan banyak pertanyaan, gumpalan asap hitam tiba-tiba muncul di sekitarnya, diikuti dengan beberapa gagak yang menjerit dengan histeris.


Noir telah muncul di hadapannya.


Noelle secara alami berhenti, dan menatap Noir dengan pandangan ragu.


"Hehe, tidak ada gunanya menutupi rasa takutmu, Little Vampy. Aku sangat sensitif dengan emosi manusia, jadi aku tahu kalau kau sedang berpura-pura kuat untuk menggertakku. Hehe, aku tidak pernah bertemu seseorang yang nekat sepertimu."


Apa yang Noir katakan itu sepenuhnya benar. Noelle hanya berpura-pura kuat, dan tidak menunjukkan rasa takutnya untuk menggertak Noir. Dengan begitu, setidaknya dia bisa mengulur beberapa waktu.


"Baiklah, itu cukup. Kejar-kejaran yang sangat biasa ini membuatku bosan."


Noir melambaikan tangannya dengan jengkel, dan seekor gagak tiba-tiba bertengger di bahunya. Setelah itu, dia menatap Noelle dengan sedikit senyum di wajahnya.


Detik kemudian, Noelle merasakan sensasi yang luar biasa menyakitkan. Tubuhnya seperti akan meledak kapan saja, dan kepalanya seperti sedang ditusuk dengan ribuan jarum pada saat yang sama.


Kata-kata itu secara jelas menyiratkan kalau dia sudah berada di tingkat seorang dewa. Noelle menatapnya dengan tidak percaya, dan di saat yang sama berusaha menahan serangan psikis yang Noir berikan.


Senyum di wajah Noir semakin melebar, dan mahkota di atas kepalanya mempercepat putarannya sendiri seolah menunjukkan gejolak emosi yang Noir rasakan.


Kemudian, dia mengangkat tangannya. Dia mengabaikan Noelle yang dengan susah payah berusaha lari dari penusukan psikis, dan langsung meremas tangannya sendiri.


Beberapa detik setelah itu, rasa sakit yang Noelle alami menjadi semakin gila. Ini seperti ada sesuatu yang merobek jiwanya secara langsung.


Fisiknya tidak terpengaruh, tapi dia hampir gila karena rasa sakit yang belum pernah ia rasakan ini.


Memang, terkadang serangan psikis jauh lebih menyakitkan dari fisik.


Noelle memegangi kepalanya sendiri dalam upaya untuk meredam rasa sakitnya, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun, sehingga dia hanya bisa meronta di tempat.


Namun, keberuntungan pasti merasa kasihan padanya, sehingga gumpalan kabut abu-abu yang menariknya kembali ke dunia nyata tiba-tiba muncul.


Noelle langsung bangkit dari tempatnya, dan dia memegangi kepalanya sendiri dengan sedikit panik.


Dia kemudian melihat ke sekitarnya, dan menyadari kalau dia sudah kembali ke ruang makan di kapal.


Setelah memastikan situasinya, Noelle diam-diam berterima kasih pada yang mewakili keberuntungan.


(Syukurlah aku kembali ke dunia nyata tepat waktu. Jika tidak, aku pasti sudah kehilangan kendali.)


Dia menghela napas lega saat memikirkan keberuntungan ini.


Sebelumnya, Noelle telah berada dalam situasi yang tidak memungkinkannya untuk berpikir secara normal. Serangan psikis yang Noir berikan telah membuatnya hampir gila, dan dia tidak mampu memikirkan apa pun.


(Haha, aku mungkin akan mengadakan ritual untuk meningkatkan keberuntunganku. Aku harap itu akan berhasil.)


Saat ini, Noelle telah mendapatkan kembali semua pikiran dan ketenangannya. Dia melihat ke sekelilingnya, dan menemukan semua orang sedang berdiskusi tentang apa yang mereka temukan.


Noelle menghela napasnya dan berdiri. Kemudian, dia keluar dari ruangan, diikuti oleh semua orang secara bergantian.


...****************...


Begitu sampai di luar, Noelle kembali mengorganisir pikirannya, berusaha menempatkan semua yang berbahaya di belakang, dan mulai mencari solusi untuk masalahnya dengan Noir.


Perlahan, satu demi satu sosok keluar dari pintu yang berbeda. Mereka akan mencari tempat mereka sendiri untuk duduk, lalu mulai berdiskusi tentang apa yang mereka alami sebelumnya.


Noelle segera mencari Erwin, dan menghampirinya. Selama itu, Olivia sedang bersama Levina dan akan mendekatinya, tapi segera berhenti ketika melihatnya sedang mendatangi Erwin.


Saat melihat Noelle mendekat, Erwin segera tersenyum dan mengangkat tangannya, tapi Noelle hanya menanggapinya dengan sedikit tidak bersemangat.


Noelle duduk test di sampingnya, lalu bertanya dengan suara yang dalam dan serius, "Apa kau mengenal seseorang bernama Noir? "


Erwin berpikir sejenak, memeriksa ingatannya. "Tidak, aku tidak tahu," jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.


Jawaban itu membuat Noelle merasakan dia emosi yang berbeda; yang pertama adalah kelegaan yang aneh, sementara yang lainnya adalah ketakutan dan kecemasan yang meningkat.


"Apa yang terjadi? " Erwin tidak melewatkan sedikit pun reaksi Noelle, dan langsung bertanya adanya. Namun, Noelle hanya menggelengkan kepalanya sambil mengucapkan terima kasih dan pergi begitu saja.


Setelah kembali ke tempatnya, Noelle langsung dihampiri oleh Olivia yang menatapnya dengan kecemasan yang jelas.


"Apa yang terjadi sebelumnya? "


Pertanyaan itu jelas mengacu pada saat mereka masih di alam mimpi kolektif. Saat itu, Olivia dengan jelas memahami isyarat atau kode dari Noelle yang berlari menjauh darinya.


Hanya dari hal itu membuat Olivia langsung menyimpulkan kalau Noelle terlibat dalam sesuatu yang berbahaya. Wajar baginya untuk khawatir.


Pada saat yang sama, Noelle juga ragu harus menceritakan apa pada Olivia. Baginya, ini adalah masalah yang benar-benar rumit dan beresiko, akan sangat berbahaya jika Olivia mengetahuinya.


(Kurasa lebih baik untuk tidak menceritakannya … ) Noelle dengan cepat membuat keputusan. Dia menoleh pada Olivia dan tersenyum kecil.


"Tidak ada, hanya masalah kecil. Kamu ingat dengan anggota organisasi yang kuceritakan sebelumnya? Aku terlibat dalam kejar-kejaran dengannya."


Noelle memutuskan untuk tidak menceritakan apa pun tentang Noir, dan menumbalkan anggota Swallow Life Order yang ia temui untuk menggantikan tokoh Noir dalam ceritanya. Lagi pula, Noelle yakin resikonya akan jauh lebih kecil daripada harus memberi tahu Olivia tentang Noir.


Dia awalnya ingin menyembunyikan semua itu dari Olivia, tapi mengingat bagaimana Olivia begitu sensitif dengan rahasia, Noelle memutuskan untuk membocorkannya sedikit.


Olivia tetap diam untuk beberapa detik, lalu memaksakan senyumnya sambil menatap Noelle. "Kalau itu yang Noelle katakan … "


Dia tidak melanjutkan kalimatnya, seolah ada yang menahannya. Pada akhirnya, dia hanya bisa menghela napas dengan pasrah sambil sesekali memasang wajah cemberut.


Jelas, dia masih tidak mempercayai kata-kata Noelle.


(Apa yang Noelle sembunyikan jauh lebih kompleks dari yang kupikirkan. Aku ingin tahu, tapi … Aku tidak bisa memaksa Noelle … )


Olivia seketika dihadapkan pada dilema yang tidak mengenakkan. Selama berada di alam mimpi kolektif, dia tidak pernah mengalami sesuatu yang benar-benar luar biasa sehingga layak untuk diperhatikan, jadi dia benar-benar merasa kurang dalam hal kontribusi.


Dia juga merasa tidak enak karena harus membiarkan Noelle mengatasi banyak masalah sendirian, namun kenyataannya memang Olivia tidak memiliki kualifikasi yang lengkap untuk ikut bergabung dalam penyelesaian.


Mengesampingkan bagaimana Noelle selalu menyimpan banyak rahasia darinya, Olivia selalu mempercayai Noelle sampai tahap yang agak mengerikan. Olivia yakin kalau Noelle tidak akan melakukan sesuatu yang akan mengkhianatinya, jadi dia bisa merasa aman.


Namun, sangat disayangkan, masalah yang kini Noelle hadapi adalah sesuatu yang sedikit berbeda dari kekhawatirannya. Ini tidak akan masuk ke tanah ke 'pengkhianatan', melainkan lebih dari itu.


Noelle sudah berusaha menghapus kekhawatirannya sendiri, dan dengan serius mendengarkan diskusi.


Sekarang adalah giliran Norman untuk menceritakan bagiannya, dan itu membuat semua orang terkejut.


Selama ceritanya, Norman juga memasukkan beberapa pemikiran yang ia buat sendiri, tentang bagaimana seseorang tidak mungkin bisa muncul di alam mimpi tanpa berada di area yang sesuai. Bahkan Erwin juga sudah memverifikasi itu.


Kalau begitu, siapa sosok yang sedang tidur di takhta itu? Pertanyaan ini bergema di pikiran semua orang.


Namun, pada saat yang sama, Noelle juga memikirkan kemungkinan lain.


(Ada kemungkinan orang yang Norman lihat itu berkaitan dengan Noir, tapi … Sayangnya aku tidak punya cara untuk memverifikasinya langsung. Dia mengatakan kalau kastil itu berada di pulau yang melayang di langit, sedangkan efek kabut pengganggu sihir sangatlah kuat di sana.)


Noelle awalnya berencana memeriksa kastil itu, tapi ia segera menghapus pemikirannya itu setelah memprediksi betapa banyaknya masalah yang akan ia hadapi.


Salah satu masalah terbesar yang sedang ia hadapi saat ini adalah Noir. Dia tidak tahu apakah Noir mengetahui tentang lokasinya atau tidak, tapi Noelle memiliki perasaan kalau semakin lama dia menghabiskan waktu di sini, maka semakin besar juga peluangnya untuk terlibat dalam bahaya besar.


Karena itulah, setelah dia menceritakan bagiannya, dia segera mengusulkan untuk mempercepat perjalanan dan kembali ke taman kabut itu secepat mungkin.


Untungnya, semua orang setuju dengan usulannya.


Noelle menghela napas lega dan memasuki kabin bersama semua orang. Dia siap untuk beristirahat di kamarnya sendiri.


Pada saat itu, seekor gagak tiba-tiba muncul dan bertengger di tiang layar kapal.


Mata merahnya berkilau dengan cahaya yang menyeramkan saat tawa manusia keluar dari mulutnya, "Hehe."


...****************...