[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 281: Peniru di dalam Cermin (2)



...****************...


Ruangan itu penuh dengan suara dentingan yang dihasilkan ketika dia pedang saling bertabrakan.


Cryll dan tiruan sempurna dirinya sedang beradu pedang satu sama lain. Cryll menebas secara horizontal, namun peniru itu menangkisnya dengan sangat mudah, sebelum akhirnya memberikan tendangan ke sisi kiri tubuh Cryll.


Terpental ke samping sejenak, Cryll berusaha memperbaiki posisinya di udara dan mendarat dengan lancar setelah menghancurkan beberapa cermin di jalurnya.


"Jujur saja, kau takut, 'kan? "


Peniru itu tersenyum padanya sambil melangkah maju dengan membawa pedang. Setiap langkah yang ia ambil seperti mampu menghancurkan cermin yang ia injak, tapi dia terlihat tidak peduli dengan itu.


Tatapannya terfokus pada Cryll yang juga sedang menatapnya.


"Takut? "


Cryll memahami maksudnya, tapi berpura-pura tidak tahu untuk menguji seberapa jauh peniru ini mampu bertindak.


"Takut pada apa? "


Dia bangkit, dan bersiap untuk menyerang atau bahkan bertahan dari serangan peniru itu.


Seolah sudah menebak niatnya, peniru itu semakin tersenyum.


"Percuma menyembunyikannya. Aku adalah kau, dan kau adalah aku. Kita berbagi pemikiran dan ingatan yang sama. Karena itu, aku tahu semua yang kau rasakan."


Senyumnya menajam, dan peniru itu membungkuk sedikit. Hanya beberapa detik setelahnya, sosok peniru itu telah berada di hadapan Cryll, mengayunkan pedangnya dengan gerakan yang lebar.


"Kau takut untuk mengetahui alasan Noelle pergi," ucapnya dengan suara yang amat dingin, membuat Cryll merasakan gemetar yang kuat di sekujur tubuhnya.


"Bagimu, Noelle adalah rival yang tak tergantikan, seseorang yang menjadi alasanmu untuk menjadi semakin kuat setiap harinya. Perannya dalam semangatmu untuk meraih kekuatan jauh lebih besar dari Stella."


Satu tebasan mendarat di kulitnya, tapi untungnya luka itu tidak terlalu parah karena Cryll masih sanggup menahan serangan dengan pedangnya sendiri.


"Bukankah itu yang dikatakan guru? "


Tebasan lain mendarat di pangkal lengannya, dan kali ini Cryll nyaris kehilangan keseimbangan karena itu.


"Ketika kau menemukan sesuatu yang membuatmu ingin semakin kuat, kau harus selalu menjaganya. Tapi, kau justru takut untuk mengetahui alasan kenapa Noelle pergi."


"Kau sama sekali tidak peduli dengan mereka yang ada di belakangmu. Mereka tidak lebih dari alat yang kau gunakan sebagai alasan. Kau mencari Noelle untuk dirimu sendiri, tanpa memikirkan mereka."


Cryll melompat mundur, tapi peniru itu dengan tenang mengayunkan rantai jangkarnya hingga ujung jangkar menggores pipi Cryll. Ini membuat Cryll mau tak mau mengkalkulasikan ulang strateginya.


Yang paling merepotkan dari hal ini bukanlah kekuatan dari peniru itu, melainkan hasutan demi hasutan yang terus keluar, serta cara berpikirnya yang serupa dengannya sehingga tahu apa yang akan Cryll lakukan dalam langkah berikutnya.


Jika Cryll dan peniru ini diadu dalam pertandingan catur, seratus persen peniru itu akan menang dengan telak.


Ini karena dia merupakan tiruan sempurna dari Cryll, sehingga mampu memprediksi semua hal yang akan ia lakukan.


"Pada akhirnya kau hanyalah bocah egois yang peduli pada diri sendiri. Kenapa kau harus repot-repot menyembunyikan alasan sejatimu dari mereka? Bukankah akan lebih mudah jika kau jujur saja? "


Jangkarnya menancap tepat di bagian bingkai cermin, sehingga itu cukup kuat. Akhirnya, peniru itu memanfaatkannya untuk menarik dirinya sendiri lebih dekat ke tempat Cryll.


Kini mereka pada jarak yang bahkan tangan mereka bisa saling bersentuhan satu sama lain.


Peniru itu menatapnya dengan mata yang amat kosong, hingga membuat Cryll sendiri bergidik ngeri.


Apakah dia pernah membuat wajah seperti itu sebelumnya? Itu benar-benar kosong, sehingga Cryll ragu apakah wajahnya itu bernyawa atau tidak.


Tanpa dia sadari, peniru itu telah memegangi kepalanya dengan kedua tangan, dan menatap kedua matanya dengan seksama.


"Persetan dengan semua itu. Pikirkan saja urusanmu sendiri."


Peniru itu kemudian membanting kepalanya sendiri ke kepala Cryll, membuat Cryll bergidik ke belakang, dan memegangi dahinya dengan kesakitan.


Darah mengalir keluar dari dahi mereka, tapi reaksi mereka tak begitu parah. Masing-masing hanya mengambil beberapa langkah ke belakang, dan bersiap untuk pertarungan berikutnya.


...****************...


Sejak awal, Cryll bukanlah orang yang memikirkan apa yang orang lain katakan tentang dirinya.


Meski ada yang menghinanya, dia akan tetap diam selama itu tak berpengaruh ada hidupnya sendiri.


Perkataan buruk mereka hanya seperti angin lewat baginya yang ingin hidup tanpa beban pikiran.


Karena itu, ketika peniru itu membisikkan berbagai macam hasutan ke telinga Cryll, Cryll nyaris tidak terpengaruh.


Dia hanya terdiam karena peniru ini telah menyadarkannya akan suatu fakta; bahwa peran Noelle dalam hidupnya jauh lebih besar dari yang ia sendiri bayangkan.


Cryll membersihkan darah yang menetes dari sudut bibirnya, dan kembali mengayunkan pedangnya dengan gerakan yang amat lancar, seperti aliran air di sungai yang tenang.


Namun, serangannya ditangkis dengan gerakan yang serupa namun tak sama.


Tak diragukan lagi, itu gerakan dari gaya bertarung yang sama, hanya saja cara penggunaannya berbeda.


Cryll mengayunkan pedangnya secara horizontal dari kiri ke kanan, sedangkan peniru itu langsung mengerahkan kekuatan dari atas ke bawah, membuat pedang Cryll bergetar hebat sebelum akhirnya menancap di bingkai cermin yang terbuat dari kayu.


Tak berhenti di sana, peniru lagi-lagi menebas dengan gerakan yang sama, namun kali ini dia mengayunkan pedangnya secara diagonal dari kanan bawah ke atas.


Cryll refleks menangkis dengan pedang lain di tangannya, kemudian melompat mundur setelah menemukan momen yang tepat.


Ada pedang yang berbeda di masing-masing tangannya. Dan saat Cryll berusaha berpikir tentang bagaimana menembus pertahanan peniru, dia sadar kalau senjatanya tidak hanya satu.


Cryll mengeluarkan pedang lain yang ia gantungkan di pinggang, dan melemparnya secara brutal tepat ke arah peniru itu.


"Kau seharusnya tahu kalau itu sia-sia," ucap peniru itu sambil mengangkat bilah pedangnya setinggi kepala untuk melindungi diri dari lemparan pedang Cryll.


"Tentu aku tahu itu. Aku bukan Noelle yang bisa sesuka hati menggunakan pedang sebagai senjata proyektil. Tapi, aku masih bisa melakukan ini! "


Pedang yang ia lemparkan itu kembali ke tangannya. Rupanya, ada sebuah benang yang amat tipis terhubung dengan ujung pada gagang pedang itu.


"Benang? Kapan kau menyiapkannya? "


"Baru saja."


Cryll tahu kalau akan sia-sia untuk melawan peniru itu dengan kekuatan sejatinya. Karena itu, alih-alih mengeluarkan kekuatan penuh, akan lebih baik jika dia mengimprovisasi cara bertarungnya di tengah pertempuran.


Ini merupakan pertaruhan, tapi Cryll tidak memiliki cara lain untuk menang. Dia harus menyelesaikannya secepat mungkin.


Dia masih belum tahu apakah kekuatan peniru ini hanya sebatas pada kekuatannya sebelum masuk ke tempat yang penuh dengan cermin ini, atau akan secara otomatis diperbarui mengikuti perkembangannya setiap detik.


Jika peniru ini hanya merupakan tiruan sempurna dari dirinya, maka ini akan menjadi hal yang sederhana. Tapi, jika itu seperti yang Cryll takutkan, hasilnya akan berbeda.


(Gaya bertarungku, 'Grimald House' adalah jenis gaya bertarung dengan cara penggunaan yang tak terbatas. Tapi, apa peniru ini bisa mengaplikasikan cara bertarung baru dengan gaya ini? )


Gaya pertarungan Grimald House adalah sesuatu yang diwariskan pada Cryll oleh seorang petapa bernama Bernadict Grimald.


Cryll belajar dari petapa itu selama lebih dari dua tahun, dan berhasil mengadaptasi hampir semua teknik yang diperlukan untuk menguasai gaya bertarungnya dengan sangat efektif. Meski ada beberapa teknik yang belum dia kuasai, secara keseluruhan, nilai untuk Cryll dalam pengaplikasian teknik Grimald House adalah seratus poin.


Cryll tidak merasa bangga sedikit pun atas prestasinya yang berhasil mengejutkan peniru. Sebaliknya, dia tetap tenang dan melangkah maju dengan posisi yang siap menyerang kapan saja.


Diayunkan pedangnya secara diagonal dari kiri bawah, dan peniru itu menangkisnya dengan baik. Namun, Cryll tidak berhenti. Dia terus memberikan tebasan pada peniru itu, sampai akhirnya peniru melompat mundur karena sebuah pedang yang tiba-tiba datang menusuk dari atas kepalanya.


Itu nyaris. Jika saja peniru itu tak bergerak tepat waktu, maka kepalanya pasti akan langsung dihancurkan.


"Apa yang sebenarnya terjadi? "


Peniru itu mengerutkan kening sambil mempertanyakan situasinya. Meski begitu, Cryll hanya merespon dengan senyum arogan.


"Lihat siapa yang menjadi pecundang sekarang. Kalau kau benar-benar tiruan yang sempurna dari diriku, maka kau seharusnya sudah sadar dengan apa yang terjadi."


Tebakan Cryll benar. Situasinya akan berjalan dengan baik setelah ini. Dia hanya perlu terus-terusan mengimprovisasi cara bertarungnya.


Biarpun sempurna, peniru itu hanya memikik8 kekuatannya sampai saat sebelum dia memasuki tempat ini. Yang artinya, 'sistem peniruan' yang dilengkapi padanya hanya akan bekerja sebelum Cryll memasuki tempat yang penuh dengan cermin ini. Kemampuan ataupun segala hal yang ditirunya tidak akan mengalami pembaruan apa pun.


Sebaliknya, karena kemampuan adaptasinya yang luar biasa, Cryll bisa terus berkembang tanpa henti. Yang artinya, semenjak Cryll memasuki tempat ini, dia telah mengalami perkembangan yang jelas melampaui kemampuan peniru itu.


"Hehe, itu bagus! "


Peniru itu menyeringai tajam pada Cryll, dan masuk ke posisi siap menyerang.


Akhirnya, mereka berdua maju secara bersamaan, dan dentingan dari pedang mereka yang bertabrakan menjadi satu-satunya sumber suara di tempat itu.


Masing-masing bergerak sangat cepat, sehingga refleksi mereka sama sekali tidak terlihat di cermin. Bahkan, langkah mereka begitu ringan sehingga tidak ada keretakan apa pun pada cermin yang menjadi lantai.


Cryll mengayunkan pedangnya dengan tujuan untuk menipu, lalu menebas dengan sebuah belati kecil seykuran telapak tangan.


Pedangnya dihindari dengan mudah, tapi belati itu berhasil menggores leher peniru hingga mengeluarkan darah dalam jumlah besar.


"Ohh, apa kau berniat membunuhku? "


Cryll tersenyum tulus, entah pada peniru itu, atau pada dirinya sendiri. "Aku sudah memutuskannya."


Saat peniru itu masih memegangi lehernya yang terus mengeluarkan darah, Cryll sudah berada di depannya.


Cryll tidak bisa menggunakan sihir penyembuhan, dan dia juga tidak memiliki kemampuan apa pun yang terkait dengan regenerasi. Itu artinya, peniru yang mengadaptasi semua kemampuannya juga tidak akan bisa menyembuhkan dirinya sendiri.


Peniru itu hendak menebas dan melompat menjauhi Cryll, namun Cryll telah lebih dulu meraih kepalanya dengan kedua tangannya sendiri.


"Semua yang kau ucapkan itu benar. Aku memang takut untuk mengetahuinya. Tapi, apakah aku akan mengetahuinya atau tidak, itu adalah urusan nanti. Aku harus menyelesaikan apa yang ada di depanku. Juga, tentang kata-katamu sebelumnya, memang benar kalau aku mencari Noelle untuk kepentinganku sendiri. Tapi, aku masih tidak bisa berpaling dari mereka yang menunggu kehadiranku di belakang. Mereka semua, sedang menunggu kabar baik dariku."


Stella, Olivia, dan Chloe masih menunggunya. Mereka semua masih menunggu kabar baik dari Cryll, bahwa Cryll telah berhasil menemukan Noelle.


Sampai misi itu selesai, Cryll tak akan pernah berpaling dari mereka. Karena ini adalah bentuk dari kebanggaan dan harga diri yang ia miliki.


Sesuatu yang sangat sederhana, namun menjadi alasannya untuk terus memperjuangkan tujuannya hingga saat ini.


Memang benar, dia tidak bisa menyangkal jika apa yang diucapkan peniru itu, tapi setidaknya Cryll masih memiliki kesadaran akan dirinya sendiri. Dia masih memiliki tempat di hatinya untuk menaruh prioritas lain selain dari keegoisannya sendiri.


"Aku berterima kasih padamu karena telah menyadarkanku. Tapi, peranmun berakhir di sini. Aku sudah tidak membutuhkan kata-katamu."


Peniru itu tidak melakukan perlawanan apa pun. Dia membiarkan Cryll menusukkan pedang tepat ke jantungnya.


Tak lama kemudian, tubuh peniru itu bersinar samar, lalu berubah menjadi pecahan kaca yang menyatu dengan sekitar.


Cryll yang kini sendirian di tempat yang dipenuhi cermin hanya bisa bernapas lega.


Pertarungan yang melelahkan. Itu mungkin berlangsung jauh lebih lama dari yang ia pikirkan.


Sejujurnya, Cryll ingin beristirahat di sini sekarang juga, tapi dia tidak bisa karena dia sadar bahwa dia tidak berada di tempat yang benar.


Cryll melihat ke sekeliling. Banyak cermin sudah rusak, dengan pecahannya berserakan di lantai. Tidak diragukan lagi, itu pasti bekas pertarungannya dengan peniru.


"Bagaimana aku keluar dari sini? "


Cryll mengambil satu pecahan cermin di lantai, dan memperhatikan wajahnya sendiri yang terpantul di sana.


Wajahnya terlihat kusam, dengan jejak kelelahan yang amat jelas di sekitar mata.


Setelah menatap wajahnya sendiri untuk waktu yang agak lama, Cryll akhirnya terpikir suatu cara untuk keluar dari tempat ini.


Tempat ini seharusnya masih termasuk dalam area dungeon, jadi cara itu kemungkinan besar akan bekerja.


"Kalau tidak salah, nama kehormatannya adalah … 'Engkau yang merupakan penyusup dari dunia luar. Yang menyukai dongeng dan masa lalu.' Itu, 'kan? "


Sebuah nama kehormatan yang hanya terdiri dari dua ayat. Itu adalah nama kehormatan dari 'Dia yang Menyukai Dongeng dan Masa Lalu', sosok yang menciptakan dungeon ini.


Setelah memastikan tidak ada kesalahan dalam namaNya, Cryll kembali mengucapkan nama itu dengan bahasa Minerva Kuno.


"Engkau yang merupakan penyusup dari dunia luar. Yang menyukai dongeng dan masa lalu."


Kekuatan sihirnya seketika terkuras, nyaris kosong. Tenggorokan Cryll seperti baru saja menelan besi panas yang berlumuran darah. Selain itu, mata, hidung, dan telinganya juga terasa sangat panas.


Darah mulai mengalir keluar tak terkendali, dan Cryll dibiarkan dalam kondisi yang nyaris tidak bisa menahan rasa sakitnya.


Tak lama kemudian, pecahan cermin di lantai mulai bersinar, dan masing-masing berubah menjadi partikel cahaya yang kemudian melayang dan berkumpul di hadapan Cryll.


Semua partikel cahaya itu berkumpul membentuk suatu gerbang cahaya, dengan bisikan-bisikan yang seolah memanggil Cryll.


Rasa sakit pada tubuhnya telah menghilang, dan Cryll sudah memastikan kalau gerbang ini adalah Gerbang Roh yang menjadi sarana untuk keluar dari tempat ini.


Tanpa ragu, Cryll langsung melangkahkan kakinya melewati gerbang, dan kesadarannya seketika menghilang.


...****************...


Begitu dia bangun, dia sudah berada di ruangan yang sama sebelum dia dikirim ke tempat yang penuh dengan cermin itu.


Cryll segera bangun dan menjauh untuk mencegah kecelakaan yang tak diinginkan, dan kemudian sadar akan sesuatu,


Di salah satu cermin yang terpajang di dinding, bukannya memantulkan yang ada di depannya, cermin itu justru menunjukkan kegelapan yang amat pekat.


Tidak bisa melihat apa yang ada di sisi lain, Cryll hendak menjauhinya. Tapi kemudian dia sadar kalau cermin itu tidak ada sebelum dia masuk ke tempat yang penuh dengan cermin itu. Cermin yang dipenuhi kegelapan itu baru muncul setelah dia keluar.


"Apa ini jalannya? "


Cryll ragu, tapi tetap penasaran.


Pada akhirnya, dia memilih untuk mendekati cermin itu.


Seperti sebelumnya, masih tak ada yang terlihat, dan Cryll juga tidak merasakan sesuatu yang aneh darinya. Namun, entah mengapa Cryll tidak bisa mengabaikannya begitu saja.


"Ahh, persetan! "


Cryll mengerang sejenak, lalu tanpa ragu langsung melompat memasuki cermin yang dipenuhi kegelapan itu.


...****************...