![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Ujian? "
Tania sekali lagi menunjukkan ekspresi bingung. Rasanya seperti ada tanda tanya di atas kepalanya, tapi Noelle mengabaikan itu.
Melihat Rudra masih berada pada jarak yang cukup jauh, Noelle pun tanpa ragu mengungkapkan dugaannya.
"Seperti yang kukatakan, Ratu Clament mungkin merancang ini semua sebagai bentuk ujian."
Noelle mengambil tiga keping batu berwarna dari tanah, dan mulai menyusunnya menjadi seperti segitiga.
"Untuk seseorang yang hendak mengorbankan dirinya, kenapa Ratu Bengis, atau Ratu Clament justru merancang segel yang bisa dibuka dari luar? "
Tania pun memikirkannya. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang Ratu Bengis itu pikirkan.
"Bendera, tiara, dan darah. Ketiga hal itu adalah katalis yang paling dibutuhkan untuk membuka segel yang menahan Ratu Bengis. Kau sendiri tahu itu, 'kan? " tanya Noelle saat dia menunjuk masing-masing batu sesuai dengan daftar katalis yang dibutuhkan.
Pertanyaannya membuat Tania mengangguk. Jawabannya sudah jelas sekali.
"Aku yakin kalau situasinya sangat buruk saat itu. Jadi, tidak mungkin Ratu Bengis akan melakukan sesuatu yang merepotkan seperti merancang segel yang bisa dibuka dengan sebuah ritual."
Apa yang Noelle katakan itu memang benar. Sebenarnya, akan jauh lebih mudah bagi Ratu Bengis untuk langsung menyegel dirinya saja. Waktu yang dibutuhkan untuk dia menciptakan segel dengan rangkaian ritual yang bisa melepasnya sama sekali tidak sedikit. Ratu Bengis harus sepenuhnya memikirkan apa saja yang diperlukan dalam ritual, salah satu bagian terpentingnya adalah katalis.
Dalam hal ini, jelas kalau segel memang dirancang seperti itu karena kesengajaan Ratu Bengis. Lalu kalau memang begitu, seharusnya Ratu Bengis memiliki tujuannya sendiri.
Dan itu kemungkinan besar untuk memberikan ujian pada 'seseorang' di masa depan.
(Tapi ini ….)
Noelle masih agak ragu, jadi dia memanggil Rudra untuk mendekat. Rudra pun menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Noelle.
"Apa yang kau butuhkan? "
"Hei, dalam satu generasi, apa ada anak perempuan yang memiliki lebih dari satu kemampuan spesial? "
Setiap putri yang lahir dari garis keturunan kerajaan akan memiliki kemampuan yang spesial. Noelle tidak akan melupakan itu. Dan. karena itulah dia bertanya.
Ratu Clament hanya disebutkan ahli dalam sihir elemen campuran, yaitu sihir es. Tapi Noelle tidak yakin kalau semuanya sesederhana itu.
Seperti Ratu pertama yang memiliki dua kemampuan spesial, Ratu Clament juga pasti punya lebih dari satu kemampuan. Dan tebakan Noelle, itu adalah kekuatan spesial di mana dia bisa memprediksi sedikit masa depan.
Itulah yang dimaksud dengan ramalan yang dimiliki suku Artof. Ratu Clament mungkin menuangkan semua kekuatannya untuk memprediksi masa depan, dan berhasil menemukan saat di mana semua masalah ini akan berakhir.
"Tapi … kenapa Yang Mulia mau memberi kalian ujian? "
Noelle tersenyum pada Rudra, lalu menjawab, "Bukankah sudah jelas? "
menggambar garis yang menghubungkan semua batu, Noelle kemudian melanjutkan, "Ratu Clament merancang ujian ini untuk menguji apakah kami layak atau tidak. Tapi, untuk apa dia menguji kelayakan kami? Pasti ada tujuan lain yang masih disembunyikan."
"Dan jika kau menyelidikinya lebih lanjut, kau akan sadar kalau Ratu Clament benar-benar dalam keadaan kritis sekarang ini."
Ratu Clament sedang dalam kondisi kritis. Itu adalah fakta yang awalnya Noelle sangkal. Tapi, penyangkalan itu kini telah menghilang, dan Noelle jadi semakin yakin kalau memang seperti itu faktanya.
Karena jika tidak, Ratu Clament sebagai Ratu Bengis pasti bisa menahan para Penjajah Kristal di dalam segel. Tapi apa yang terjadi sekarang? Terdapat kebocoran dari segel, dan cairan yang melahirkan para Penjajah Kristal kecil itu menyelinap keluar dari pintu.
Yang artinya, Ratu Bengis tidak dalam kondisi terbaik sehingga dia tidak bisa menahan gelombang pemberontakan Penjajah Kristal. Yang kemudian, membiarkan cairan aneh itu keluar.
Noelle juga ingat detail yang Dolum sisipkan pasa penjelasannya. Dari apa yang dia katakan, kemunculan pasukan kecil Penjajah Kristal selalu meningkat setiap tahunnya, dan entah kapan itu akan mencapai titik tertinggi.
Begitu Noelle menjelaskannya, Tania dan Rudra yang semula bingung kini tiba-tiba menjadi serius. Tania menggunakan tangan untuk mencubit dagunya sendiri, sedangkan Rudra mengepalkan tinjunya dengan kuat sehingga suara berderak dihasilkan dari tangan logamnya.
"Jadi … " Tania bergumam, hendak mengeluarkan pendapatnya sendiri. "Pada akhirnya, ujian ini dirancang untuk mencari tahu apa kita bisa membantu masalah Ratu Clament atau tidak, ya …."
Noelle mengangguk. "Tepat sekali."
"Dan bantuan yang dimaksud itu …." Rudra menghentikan kalimatnya. Noelle bisa merasakan banyak emosi berputar di suaranya yang berat dan salam.
Memang, mengerikan rasanya ketika mereka sudah menyadari situasi ini.
"Memang tidak kuberitahukan pada suku Artof, tapi … bukan hanya Ratu Bengis yang akan bebas jika segel dilepaskan. Kau sendiri menyadari itu, 'kan, Rudra? "
Jika segel dibuka, dan Ratu Bengis bangkit bersama Penjajah Kristal yang ia segel bersamanya, maka Penjajah Kristal itu akan langsung mengamuk, membawakan bencana yang mungkin saja jauh lebih besar dari yang pernah mereka alami.
Kekuatan Penjajah Kristal yang tersegel itu pastilah sangat mengerikan, karena Ratu Bengis bahkan sampai harus menyegel dirinya sendiri bersama 'makhluk itu'.
Namun, itu pun tidak cukup. Ratu Bengis sedikit demi sedikit kehilangan kekuatan nya, dan segel itu pun melemah.
Karena itulah, dengan kekuatannya yang tersisa, dia melihat jauh ke masa depan dan menemukan kemungkinan akan 'kemenangan'.
Pengelihatan ke masa depan itulah yang ia nubuatkan pada suku Artof sebagai ramalan, yang kini telah tertuju pada dua sosok baru, yaitu Noelle dan Tania.
Merasakan semuanya menjadi jauh lebih jelas, Noelle akhirnya tertawa kecil. Meski begitu, tatapannya seolah sedang melihat sesuatu yang sangat menyedihkan.
"'Queen Gambit'. Tujuan yang sebenarnya dimiliki Ratu Bengis adalah menahan semua gelombang serangan Penjajah Kristal di dalam segel, sampai pasangan yang dia ramalkan itu muncul."
Rudra dan Tania pun tetap diam, menunggu sampai Noelle mengungkapkan semua yang ada di kepalanya. Sebenarnya mereka tidak mau percaya, tapi memang beginilah kenyataannya. Noelle telah memberi tahu mereka tentang kenyataan yang sulit untuk dibantah.
"Begitu pasangan yang dia ramalkan itu muncul, maka segel akan terbuka. Dengan begitu, Ratu Bengis akan terbebas sepenuhnya. Hehe, tapi itu semua tidak akan berakhir begitu saja. Mungkin tidak akan ada 'happy end' di kisah ini."
Ratu Bengis merancang segel dan ujian agar dirinya bisa dibebaskan. Namun, pembebasan itu tidak dimaksudkan untuk menyelamatkannya, melainkan untuk menahan semua serangan sampai pertarungan terakhir dimulai.
Dan pertarungan terakhir itu, akan menjadi pertarungan yang melibatkan Ratu Bengis, dan pasangan yang dia ramalkan.
...****************...
"Dari penjelasanmu tadi, apa kau masih meragukan ramalan Yang Mulia? "
Matahari hampir terbenam. Noelle, Tania, dan Rudra yang sudah tidak tahu harus apa lagi itu memutuskan untuk beristirahat di tempat yang Rudra sebut rumahnya.
Saat Tania sedang mempersiapkan makanan di ruangan lain, Rudra tiba-tiba berbicara pada Noelle.
Bahkan meski waktu sudah berlalu, Noelle masih belum terbiasa dengan perilaku Rudra. Tubuhnya yang saat ini sama sekali tidak memiliki spesifikasi seperti manusia, jadi dia tidak bisa menebak apa yang Rudra pikirkan berdasarkan gestur, ekspresi, sorot mata, dan banyak lagi.
Semua itu membuat Noelle kewalahan karena dia tidak bisa menebak apa yang akan Rudra tanyakan atau bicarakan selanjutnya.
Namun, pertanyaan Rudra kali ini sedikit menusuk tepat di hatinya.
Noelle pun menjawab, "Aku tidak percaya. Atau, lebih tepatnya 'tidak bisa percaya'. Ramalan adalah hal yang terlalu samar, absurd, dan tidak bisa dijelaskan dengan logika normal manusia. Kau hanya bisa menganggapnya sebagai 'keajaiban' atau 'imajinasi'."
"Kenapa begitu? "
Rudra tidak tahu alasannya, tapi wajah Noelle begitu kosong saat dia menjawab.
"Memang benar kalau ini adalah dunia yang penuh keajaiban, di mana segala hal bisa saja terjadi, meski itu di luar logika manusia. Tapi, bahkan meski ramalan itu dibuat berdasarkan pandangan ke depan, aku tidak bisa memasrahkan diriku untuk mengikutinya."
Daripada ramalan, Noelle lebih mempercayai hukum sebab-akibat. Sesuatu di masa depan terjadi karena dia melakukan suatu hal di masa kini.
Baginya, kata 'ramalan' berarti tidak lebih dari perkiraan dan imajinasi. Seharusnya ada cara untuk membuat itu semua menjadi semakin jelas. Dan jawabannya adalah dengan menjalaninya sendiri, tanpa bergantung pada alur yang sudah disebutkan dalam 'ramalan'.
Secara singkat, pada dasarnya Noelle hanyalah karakter yang bebas, tidak mau patuh pada hal yang begitu samar seperti ramalan. Dia hanya akan bergerak berdasarkan keinginannya sendiri.
Orang seperti itulah Noelle, atau lebih tepatnya Canaria Izaya yang sudah berubah.
Noelle menatap lantai dengan wajah kosong, tetapi terlihat murung.
(Mungkin … kalau aku tidak pernah bertemu dengan Olivia, tidak bertemu dengan Ayano … aku mungkin akan menjalani ramalan itu tanpa ragu.)
'Jika saja', adalah kata yang remeh tetapi menakutkan. Itu tidak lebih dari kata yang digunakan untuk mengungkapkan rute lain dari apa yang sudah terjadi, entah itu baik atau buruk.
Bagi Noelle yang telah mengalami begitu banyak perubahan hanya dengan satu pertemuan dengan seorang gadis, kata itu adalah sebuah kutukan. Dia tidak mau memikirkannya.
Suku Artof begitu mempercayai ramalan yang Ratu Bengis turunkan. Dan itu membuat Noelle sedikit muak, meski dia sadar kalau itu adalah hal yang biasa.
(Mungkin saja … aku melihat suku Artof sebagai diriku yang dulu, alternatif dari diriku yang sekarang, yang tidak pernah bertemu dengan sosok yang merubah cara pandangku.)
Noelle menghela napas berat dan membuang semua pemikiran itu. Ekspresinya kembali normal. Tania akan datang sebentar lagi, dan selain itu Noelle juga ingin mempertahankan citra Grei Noctis sebagai orang yang tegas.
Namun, mata Rudra tidak melewatkannya sedikit pun. Dia mampu melihat menembus kedalaman pikiran Noelle, dan seketika mengubah penilaiannya sendiri terhadap Noelle.
Bocah yang tidak teratur, independen, sangat keras pada dirinya sendiri, tetapi tidak pernah mengingkari keputusan yang telah dia buat.
Kini Rudra tahu kalau Noelle sama sekali tidak mempercayai ramalan. Biarpun begitu, dia masih berkeinginan untuk membantu suku Artof; bukan karena dia merasa kasihan atau berkewajiban untuk membantu, tetapi karena dia merasa ingin, dan dia sudah membuat keputusan.
Karena hal itulah, keinginan Rudra untuk menyerahkan tugas ini pada Noelle … menjadi semakin besar.
(Benar-benar mirip dengan seseorang.)
Rudra membayangkan sosok seorang pria, yang dalam masa kejayaannya. Memakai zirah berat khas kesatria, dengan tombak hitam peninggalan leluhur di tangannya. Sosok yang begitu keras kepala, dan dia anggap sebagai bocah yang bodoh.
Yang tidak lain merupakan dirinya sendiri.
...****************...