![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Saat Olivia membuka matanya yang terasa sangat berat, dia melihat wajah tidur Noelle tepat di hadapannya.
"………! "
Diam sejenak, Olivia masih berusaha untuk bangun dari tidurnya dan akhirnya menyadari kalau wajahnya dan wajah Noelle sangat dekat.
Hidung mereka sudah bersentuhan, jadi Olivia tanpa sadar menggerakkan kepalanya mundur untuk mengambil sedikit jarak.
Wajah Noelle yang androgini dengan rambut putih salju terlihat jelas di matanya. Menatap nya dengan mata tenang, Olivia tanpa sadar menggerakkan tangannya untuk membelai rambut putih Noelle dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.
(…… Sudah lama aku tidak melihat mimpi itu...)
Sambil membelai wajah yang kekurangan pigmen milik Noelle, Olivia mulai memikirkan kembali mimpi yang dia alami tadi.
Masih cukup gelap di luar, dan berdasarkan perhitungan mental Olivia, hari masih malam.
Manusia cenderung melupakan sebagian besar isi mimpi yang baru saja mereka alami. Tapi karena mimpi yang dialami Olivia adalah kejadian nyata di masa lalu, tidak sulit untuknya mengingat itu.
Terlebih lagi, mimpi yang barusan adalah saat yang sangat penting baginya. Tidak mungkin Olivia akan melupakan saat-saat Noelle mengakui usahanya.
(… Seperti kata-kataku, aku berhasil menaklukkanmu, Izaya...)
Mengatakan itu dalam hatinya, Olivia akhirnya bergerak untuk lebih dekat dengan Noelle, tapi wajah sampai leher dan telinganya langsung memerah seketika.
"……!! "
Itu karena dia akhirnya menyadari kalau dia tidak menggunakan pakaian apapun, dan tidak hanya dia, Olivia akhirnya menyadari kalau dia dan Noelle sama sekali tidak memiliki pakaian yang menutupinya.
Hanya ada selimut tebal yang melindungi mereka dari suhu dinginnya malam hari. Meskipun begitu, Olivia bisa dengan jelas merasakan sentuhan dari tubuhnya yang menempel dengan Noelle.
Mereka benar-benar telanjang, jadi Olivia dengan jelas merasakan sensasi kehangatan yang dipancarkan tubuh Noelle. Terutama pada bagian bawah...
Merasakan sensasi sentuhan di bagian bawah, Olivia menjadi semakin memerah dari sebelumnya.
Tapi dia malah membenturkan dan menenggelamkan kepalanya pada dada Noelle dan akhirnya merasakan semua tubuh telanjangnya benar-benar sudah menempel sangat erat dengan Noelle.
Tapi dia tidak menjauh meskipun merasakan malu yang sangat luar biasa sehingga dia akan menggali lubang dan mengubur dirinya sendiri di sana.
Tidak, dia tidak akan seperti itu.
Dia malah mengangkat wajahnya dan dengan gelisah menatap wajah tidur Noelle yang polos dan terlihat sangat cocok dengan usia tubuhnya.
Mata hitam seperti vantablack yang menyerap cahaya itu menatap wajah Noelle dengan perasaan cinta dan kasih sayang.
Itu membangkitkan instingnya untuk menghisap darah sebagai vampir. Olivia tidak menyadarinya saat ini, tapi warna matanya sudah berganti dari hitam menjadi merah darah.
Tidak seperti Noelle, Olivia sangat buruk dalam hal mengendalikan insting vampirnya. Jadi hanya dengan sedikit rangsangan dari Noelle akan membangkitkan hasratnya untuk menghisap darah.
*Gulp...
Menelan ludahnya sendiri, Olivia akhirnya sadar dan dengan mata lembab bergerak untuk mencuri bibir Noelle.
Menciumnya sejenak, Olivia dengan lembut mulai menancapkan taringnya pada tengkuk Noelle yang terlihat bisa pecah kapan saja.
"Ngghhh ahh"
Olivia tidak sengaja membocorkan suara desahannya ketika dia menjilat darah yang mengalir di sekitar tengkuk Noelle.
Dan tentu saja, Noelle yang memiliki indera yang sensitif akan langsung terbangun ketika mendengar itu.
"……… Olivia? "
Mata abu-abu Noelle terbuka dan terlihat memancarkan cahaya di ruangan yang gelap itu.
Dia memanggil nama Olivia yang saat ini sedang asik menghisap darahnya dengan wajah memerah.
Olivia saat ini benar-benar mengabaikan tubuh mereka yang telanjang, sehingga Noelle bisa merasakan sensasi lembut menekan dadanya.
Tentu saja itu langsung membangunkan Noelle sepenuhnya, panas mulai menyebar ke wajahnya dan membuat kulitnya yang tadinya pucat menjadi kemerahan.
"O-Olivia?! "
Dia mulai memanggil nama Olivia dengan panik, tapi Olivia yang sudah termakan nafsu sebagai vampir malah menjawabnya sambil terus menjilati tengkuk Noelle.
"Haaahh ... haahhh ... ini salahmu Noelle ... kau harus bertanggung jawab haahh..."
Dengan matanya menjadi merah darah, Olivia berbicara padanya dengan wajah memerah dan suara yang lembab dan terdengar menggoda, dia benar-benar terlihat seperti orang yang berbeda dari Olivia yang malu-malu tadi.
Noelle tidak berbicara sama sekali, tapi dia malah membelai kepala Olivia dengan lembut. Meskipun begitu, bisa terlihat kalau Noelle juga sudah kehabisan kesabarannya sendiri.
Harga dirinya sebagai laki-laki dipertaruhkan disini! jadi dia memutuskan untuk menyerang Olivia lebih dulu!
Seperti itu, meskipun Noelle baru saja bangun, mereka sudah menyatu sekali lagi ... Meskipun ada turnamen yang harus mereka hadapi saat pagi...
Narator juga melihat mereka dengan senyuman dan air mata darah di wajahnya ... Perhatikan aku!