[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 141: Cryll Rescue Plan



...****************...


"Livia, kamu harus segera keluar sekarang."


"Tidak mau."


"Ayolah, mau sampai kapan kamu bersembunyi di sana? "


"Menurut Noelle, karena siapa aku melakukan ini? "


" … Aku? "


"Tepat."


Noelle menghela napas lelah saat melihat Olivia yang terbungkus selimut di kasurnya, sama sekali tidak menunjukkan tanda akan bergerak.


Beberapa waktu telah berlalu sejak 'kejadian itu', dan kini Chloe sudah memberikan laporan kalau semua orang yang ia panggil sebelumnya telah berkumpul di ruang tamu.


Noelle ingin pergi menemui mereka secepat mungkin, tapi ia dihalangi dengan Olivia yang sama sekali tidak mau turun dari kasurnya.


Menyadari kalau semua tidak akan berjalan dengan baik, Noelle hanya bisa mengambil satu pilihan yang tersisa.


Noelle berjalan mendekati Olivia, dan dengan paksa menarik selimutnya.


Selimut yang melilit tubuh Olivia seketika terangkat, dan tubuh Olivia yang hanya menggunakan sweater abu-abu yang kusut itu terpampang dengan sangat jelas.


Rok dan stocking hitam yang ia gunakan sebelumnya telah terlepas, dan kini hanya tergeletak di lantai.


Olivia mengangkat wajahnya yang memerah dan menatap Noelle dengan kesal.


"Tidak perlu menatapku seperti itu. Perbaiki penampilanmu dan cepatlah ke ruang tamu, semua orang sudah menunggu."


Olivia tidak menjawabnya, dan hanya memalingkan wajahnya dengan kesal.


Meskipun ia ingin marah pada Noelle, ia tidak bisa melakukannya. Itu karena sebagian masalah ini adalah salahnya sendiri.


Dia tidak cukup peka sehingga tidak memperhatikan kegelisahan yang dimiliki Noelle seharian ini, sehingga akhirnya Noelle menunjukkan isi pikirannya dengan cara lain.


Karena itulah, Olivia tidak berhak marah pada Noelle. Ia hanya sedikit kesal karena Noelle tidak mengatakan apa yang ia pikirkan secara langsung.


Meskipun biasanya ia sangat terang-terangan.


" … Maaf, kurasa aku terlalu berlebihan."


Noelle menghela napas pasrah dan kembali menutupi tubuh Olivia dengan selimut itu.


"Aku akan keluar lebih dulu menemui mereka, kamu bisa menyusul ketika kamu siap. Sebisa mungkin aku tidak akan melibatkanmu dalam rencana yang akan kubahas di sana nanti," ucap Noelle sambil berjalan menjauhi Olivia.


Pintu terbuka, dan keberadaan Noelle menghilang sepenuhnya dari kamar itu.


Olivia yang masih ada di sana kini mengangkat wajahnya, menunjukkan ekspresi muram.


"Padahal ini bukan salah Noelle … Bodoh."


...****************...


"Jadi? Kenapa kau mengumpulkan kami di sini? "


Rico dengan waspada bertanya pada Noelle, sementara semua orang yang ada di kelompoknya hanya diam, menyerahkan masalah diskusi ini pada Rico seorang.


Noelle sedikit bingung saat melihat Rico yang berbicara padanya. Sebelumnya, ia telah mengharapkan kalau setidaknya Norman atau Kaira yang akan menjadi bagian penting dari diskusi ini, tapi tampaknya mereka berdua sama sekali tidak ada di sini sekarang.


Semua orang dari kelompok pangeran sudah berkumpul tepat di ruang tamu rumah Noelle. Semua kecuali sosok pangeran itu sendiri, dan dua orang lainnya.


Dua orang itu adalah Kaira dan Iris yang pergi entah ke mana.


"Jika kau mencari Norman, Kaira dan Iris, mereka saat ini ada di Celle untuk memberikan laporan yang lebih detail tentang apa yang terjadi sebelumnya. Mereka juga sedang memeriksa keadaan Dyland," ucap Rico seolah membaca pikiran Noelle dengan sempurna.


"Kapan mereka kembali? "


Jika mereka tidak akan kembali dalam waktu setidaknya dua hari, itu akan membuat Noelle dalam masalah.


"Mereka pergi dengan teleportasi kemarin, jadi seharusnya mereka akan segera kembali ke sini malam ini, atau besok."


"Begitu, ya … Kalau begitu, aku hanya perlu menjelaskannya pada kalian, dan kalian akan memberikan rinciannya pada mereka nanti? Bisakah kita melakukannya seperti itu? "


"Tergantung dengan apa yang ingin kau bicarakan."


Rico menyilangkan kedua lengannya, dan menatap Noelle dengan kuat seolah memberinya penegasan.


Noelle merespon hanya dengan mengangkat bahunya.


"Yahh, apa pun yang akan kuberi tahu pada kalian nanti, setidaknya satu di antara kalian pasti akan memberikan informasi ini pada pangeran itu."


"Dan? Bisakah kau segera memberi tahu kami tentang alasan kenapa kau memanggil kami semua ke sini? "


Noelle menyilangkan kakinya, dan menatap semua orang di sana dengan mata yang seolah memindai sampai bagian terdalam.


"Ini semua tentang Cryll."


"?!! "


Begitu nama Cryll disebutkan, ada perubahan drastis dari ekspresi salah satu orang di sana.


Itu adalah Stella yang keberadaannya menghilang entah ke mana saat penyerangan berlangsung.


Stella melebarkan matanya dengan terkejut, dan seketika tersentak.


"Cryll! Apa dia baik-baik saja?! "


Kekhawatiran terlihat sangat jelas di wajahnya saat ia berusaha mendapatkan kepastian dari Noelle. Meskipun begitu, Noelle sama sekali tidak menggerakkan ekspresinya, dan melanjutkan.


"Dia baik-baik saja. Setidaknya dia tidak akan dibunuh oleh mereka."


"Tunggu di sana, Noelle. Apa yang baru saja kau maksud itu? Siapa 'mereka' yang baru saja kau bicarakan ini? "


Rico mengangkat tangannya dan menyela percakapan, membuat Noelle menatap bingung padanya.


"Jangan tatap aku dengan heran seperti itu, oke? Wajar jika aku tidak tahu apa pun. Kami hampir tidak memiliki informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi di kota ini."


Setelah Rico mengatakannya, itu semua jadi masuk akal.


Hanya orang-orang di kelompok Noelle yang diundang ke ruangan Earl untuk memeriksa pesan ancaman yang diberikan oleh kelompok musuh. Wajar jika Rico atau bahkan semua orang di kelompok pangeran sama sekali tidak memiliki informasi tentang hal itu.


(Apa aku benar-benar harus menjelaskannya dari sana? Aku harap tidak … Yahh, setidaknya pangeran itu tidak ada di sini sekarang.)


Akan lebih merepotkan jika Norman ada di sana sekarang.


Itu karena, informasi yang akan Noelle ungkapkan setelah ini pastinya akan sangat mengguncang dirinya, dan membuatnya secara alami jadi memusuhi Noelle.


Dengan menghela napas lelah untuk yang ke sekian kalinya, Noelle mulai menjelaskan semua yang terjadi.


Mulai dengan misi penyelidikan reruntuhan, pesan ancaman dari Nuko yang berisi video Cryll yang disekap, dan alasan yang berkemungkinan besar menjadi pemicu dalam penyerangan yang dilakukan kelompok musuh.


Saat mendengarnya, Rico mengencangkan kepalan tangannya, dan memukul meja dengan kuat.


"Omong kosong! Jika kalian memiliki informasi seperti itu sejak awal–"


"Kau berharap kami memberi tahu kalian tentang informasi ini? Jangan begitu berharap. Kami sendiri masih tidak begitu mempercayainya saat itu. Dan tindakan kami yang merahasiakan pesan ancaman yang diberikan Nuko itu sangat penting untuk mencegah kepanikan publik."


Sebelum Rico menyelesaikan kalimatnya, Noelle sudah lebih dulu menyela sambil menatapnya dengan mata tak bernyawa.


"Meskipun begitu–"


"Bahkan jika aku atau setidaknya siapa pun yang mengetahui informasi itu memberi tahu kalian, apa yang akan kalian lakukan? Apa kalian bisa menciptakan rencana penanggulangan untuk menghalau para penyerang dan gelombang besar monster dari dunia bawah? Jangan terlalu berekspektasi karena itu rasanya sangat menyakitkan."


Rico tidak menjawab lagi. Dia tahu kalau apa yang Noelle katakan itu adalah benar adanya.


Bahkan jika dia atau setidaknya siapa pun di antara orang-orang di kelompoknya mengetahui tentang informasi itu, tidak ada satu pun dari mereka yang dapat menciptakan rencana penanggulangan.


Satu-satunya yang dapat mereka lakukan mungkin hanyalah mempercepat proses evakuasi, dan memperkuat diri untuk menghadapi gelombang monster yang akan datang.


Sebagian besar reinkarnator di kelompok pangeran memang memiliki kemampuan yang hebat dalam pertarungan. Tapi, hanya dengan itu saja pastinya tidak akan cukup untuk menghentikan penyerangan.


Dalam pertempuran malam itu, sesuatu yang sangat ironis bahkan terjadi. Seorang Knight of Round seperti Lucius harus merendahkan harga dirinya di hadapan sekelompok penjahat asing bernama Asterisk yang asal-usulnya sendiri bahkan masih abu-abu.


"Meskipun begitu, jika kau memberi tahu kami tentang hal itu, kita bisa membuat tindakan lanjutan untuk meminimalisir korban yang berjatuhan! "


Apa yang Rico katakan itu memang benar, tapi ia sendiri seharusnya tahu kalau tak itu tidak akan berpengaruh di hadapan Noelle.


"Memangnya, ada berapa banyak korban yang tewas dalam insiden itu? "


"Itu–"


Rico tidak bisa menjawabnya. Itu karena dia tahu berapa banyak jumlah korban yang tewas dalam insiden itu.


Jumlah korban yang tewas adalah 'nol'.


Dengan memasukkan semua orang yang menjadi tumbal peledakan oleh kelompok musuh, sama sekali tidak ada korban di antara warga sipil.


Hampir semua korban berasal dari kelompok asing seperti penduduk gelap, dan prajurit yang mengawal di beberapa tempat penting.


Selain dari itu, sama sekali tidak ada korban tewas.


Mengetahui hal itu saja sudah cukup untuk membuat jalan keluar Rico terblokir sepenuhnya.


Meskipun tidak separah Noelle, Rico sebenarnya tidak begitu peduli dengan keadaan orang lain, asalkan orang-orang terdekatnya dapat hidup dengan aman.


Dia menyadari itu, dan mau tak mau jadi menyetujui apa yang Noelle katakan sebelumnya.


Sisi baiknya adalah sama sekali tidak ada korban di antara penduduk.


Rico menggigit bibir bawahnya, dan memberikan instruksi pada semua orang di kelompoknya.


"Kalian, jangan beri tahu Norman tentang hal ini. Dia pasti tidak akan tinggal diam jika dia sampai tahu semua hal ini."


Mereka semua mengangguk sepakat, menyetujui apa yang Rico katakan.


Meskipun akan lebih mudah baginya jika ia membiarkan Norman mengurus semuanya, Rico tak mau repot dengan masalah yang akan datang setelahnya.


"Kalau begitu, kita bisa urus masalah ini nanti. Kau lebih baik cepat jelaskan tentang apa yang terjadi pada Cryll, Noelle."


Rico menatap Noelle dengan penuh penegasan, seolah tak akan membiarkannya lari.


Yahh, Noelle sama sekali tidak berniat untuk lari dari hal ini. Memang sudah menjadi niatnya untuk memberi tahu semua orang tentang informasi yang dia dapat.


Noelle mengangguk.


"Baguslah jika ini selesai dengan cepat. Aku ingin membahas sesuatu yang berkaitan dengan Cryll. Bisakah aku meminjam kekuatan kalian untuk menyelamatkannya? "


Apa yang Noelle katakan itu saja sudah cukup untuk membuat semua orang terkejut.


Sebelumnya, Noelle sama sekali tidak menunjukkan tanda akan kepedulian padanya. Dan sekarang, dia justru berharap kalau setidaknya Rico dan yang lain akan memberinya bantuan untuk menyelamatkan Cryll.


"Aku tahu apa yang kalian pikirkan, dan ini tidak seperti itu."


Noelle melambaikan tangannya dengan kesal, berusaha menyingkirkan pemikiran negatif yang dimiliki semua orang terhadap dirinya.


"Tentu aku ingin menyelamatkannya, tapi aku ingin membuat persiapan sematang mungkin sehingga tidak akan ada kesalahan. Tapi, tampaknya akan jadi masalah yang sangat merepotkan jika aku mengulur waktu lebih lama dari ini."


"Apa maksudmu? "


Rico mengangkat satu alisnya, mempertanyakan apa yang diucapkan Noelle barusan.


"Yahh, kau tahu–"


Tepat sebelum Noelle menyelesaikan kalimatnya, pintu yang mengarah ke kamar Noelle terbuka, menampilkan sosok Olivia bersama seorang gadis kecil yang memegang tangannya.


Semua pandangan tertuju pada mereka berdua, atau lebih tepatnya pada gadis kecil yang menggandeng tangan Olivia itu.


Mungkin karena rasa takut, atau apa pun itu, Levina mulai bersembunyi di belakang Olivia ketika ia merasakan banyak tatapan yang mengarah padanya.


Olivia mengelus kepalanya dengan lembut, dan perlahan membuatnya menunjukkan diri.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju sofa tempat semua orang duduk, dan secara alami mengambil tempat tepat di samping Noelle.


Noelle dengan terkejut menatap Olivia untuk sejenak, dan dibalas Olivia hanya dengan tatapan bingung yang disertai dengan gerakan memiringkan kepalanya.


Sebelumnya, ia berpikir kalau Olivia tidak akan keluar dari kamar setidaknya sampai semua pembicaraan ini berakhir.


Tapi Olivia telah memulihkan dirinya sendiri jauh lebih cepat dari yang Noelle pikirkan.


Untuk sesaat, Noelle ingin menghentikan semua pembicaraan dan fokus pada Olivia, tapi tampaknya ia tidak memiliki waktu untuk itu.


"Baik, kembali ke pembicaraan."


"Tunggu sebentar, Noelle. Bagaimana kau akan menjelaskan tentang gadis kecil itu? Dia orang yang disebut sebagai Archon oleh Nix Regina, 'kan? Kenapa dia ada bersamamu sekarang? "


Wajar jika Rico menanyakan itu. Semua orang di Eisen masih dicemaskan dengan serangan yang kemungkinan besar akan datang lagi di masa depan, dan salah satu bencana yang mereka khawatirkan adalah Archon.


Mata Rico menyipit, menatap Levina yang masih kebingungan dan tak dapat mengerti situasi ini.


Noelle membalas tatapan Rico itu dengan menghalangi pandangannya terhadap Levina, dan memberikan tatapan yang mengancam pada Rico.


"Dia tidak ada hubungannya dengan semua penyerangan sebelumnya. Jangan libatkan dia. Selain itu, apa yang ingin aku bahas di sini adalah tentang rencana penyelamatan Cryll, kau seharusnya tidak membawa topik lain dalam pembicaraan ini."


Sebisa mungkin Noelle ingin menghindari topik tentang Archon dan Levina, tapi tampaknya itu tak mungkin bisa dilakukan mengingat semua kejadian itu masih segar di ingatan semua orang.


Untuk menghindari topik itu, Noelle hanya bisa mengalihkan pembicaraan secara paksa, dan membuat semua orang kembali fokus dengan pembahasan utama mereka.


"Seperti yang kukatakan tadi. Akan lebih berbahaya bagiku jika kita tidak segera menyelamatkan Cryll. Jika kalian tidak mengerti maksudku, maka aku akan menjelaskannya."


Noelle menyipitkan matanya, dan membuat udara di ruangan itu menjadi semakin berat, sehingga semua orang mau tak mau jadi fokus mendengarkannya.


"Aku benci mengatakannya, tapi aku mengenal bajingan itu lebih dari yang kuinginkan. Dia pasti sudah melakukan sesuatu untuk menutupi jalan yang berbahaya untuknya. Dan setelah aku menyelidiknya sedikit, aku akhirnya tahu apa yang telah dia lakukan."


"Dan? Apa itu? " tanya Rico.


Noelle tersenyum, dan menjawabnya, "Dia pasti telah membuat semua orang di pihak musuh tertipu dengan identitas orang yang mereka sandera."


"Apa maksudmu? "


Sejauh ini, Rico masih belum mengerti maksudnya. Meskipun seharusnya Noelle sudah mengatakannya sejelas mungkin.


Tapi itu tidak masalah, Noelle sedang dalam suasana hati yang cukup baik sehingga ia mau menjelaskannya secara panjang lebar.


"Dalam situasi darurat, Cryll pasti tidak akan pernah membuat orang-orang yang dekat dengannya jadi terlibat dalam suatu masalah. Dan kali ini, situasinya sama persis dengan yang baru saja kudeskripsikan. Dia disandera, dan pastinya dia tidak mau membuat orang yang paling dekat dengannya, Stella jadi terlibat dengan ini, 'kan? "


" … Itu benar."


Jika Rico memikirkannya lebih jauh lagi, apa yang baru saja Noelle katakan itu memang benar.


Entah itu baik atau buruk, Noelle dan Cryll memiliki banyak kemiripan hampir dalam segala aspek.


Mereka berdua tidak begitu peduli dengan situasi orang lain, tapi sebagi gantinya, mereka jadi sangat sensitif dan overprotective terhadap orang yang dekat dengan mereka.


Jika target perlindungan Noelle adalah Olivia, maka Cryll akan memiliki Stella sebagai orang yang harus ia lindungi.


Itulah yang membuat mereka cukup mirip. Meskipun, mereka berdua bahkan tidak mau mengakui hal itu.


Noelle kemudian melanjutkan, "Dalam situasi seperti ini, dia pasti tidak akan menggunakan namanya sendiri, karena hal itu bisa menjadi senjata bagi para musuh untuk melemahkannya. Karena itu, dia pasti menggunakan nama seseorang untuk ditumbalkan di sini. Dan dalam hal ini, aku adalah orang yang menjadi tumbalnya."


Mata Rico melebar, tampak jelas kalau ia sudah memahami situasi ini.


"Bukankah itu artinya–"


Tepat sebelum Rico menyelesaikan kalimatnya, Noelle menyela dengan mengangguk, lalu menatap semua orang dengan serius.


"Orang yang saat ini sedang disandera oleh pihak musuh bukanlah Cryll Light, melainkan seseorang dengan nama Noelle Lynneheim."


Begitu Noelle mengatakannya, mata semua orang melebar akan keterkejutan. Tak terkecuali dengan Stella yang terlibat sebagai seseorang yang menjadi alasan Cryll melakukan tindakan itu.


"Jadi, alasan kau mengatakan kalau semua akan jadi lebih buruk jika kita mengulur waktu lebih lama lagi … "


Rico melirik pada Olivia yang dengan murung menundukkan kepalanya, yang kemudian dibalas Noelle hanya dengan anggukan singkat.


"Dia menggunakan namaku untuk penyamaran, dan dia secara tidak langsung sudah membuat Olivia terlibat dalam hal ini. Tidak ada alasan untuk tetap diam. Sekarang musuh sudah dalam keadaan kacau, kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya."


Rico mengangguk setuju, tapi ia kemudian menatap Noelle dengan bingung.


"Tunggu, Noelle. Aku mengerti dengan maksud perkataanmu itu. Tapi, kenapa kau tidak memberi tahu Earl tentang hal ini? "


Dalam situasi seperti ini, akan lebih baik jika mereka menyerahkannya kepada orang yang memiliki otoritas tertinggi di Eisen.


Jika mereka bisa membiarkan Earl bertindak sendiri, itu mungkin akan lebih aman. Atau setidaknya itulah yang Rico pikirkan.


Noelle menghela napas pasrah, dan menatap Rico dengan pandangan kecewa.


"Padahal kau pintar, tapi kenapa kau masih belum menyadarinya? Apa kau benar-benar masih percaya pada pria tua yang mencurigakan itu? "


"Aku tidak bisa menyangkal itu," jawab Rico dengan cepat.


Bahkan meskipun Rico telah menyadari gerak-gerik mencurigakan dari Earl, dia teto tidak bisa menghindarinya sepenuhnya.


Selama belum ada keputusan pasti yang diberikan pihak parlemen yang memiliki persetujuan langsung dari raja di ibu kota, Rico tak dapat mengambil keputusan besar tanpa pemberitahuan atau izin dari Earl yang merupakan otoritas tertinggi di Eisen.


Atau setidaknya itulah yang Rico pikirkan.


Tapi, demi apa pun yang terjadi, Noelle tidak akan pernah mau menghubungi Earl dan memberikan laporan berisi informasi ini padanya.


Untuk alasannya, bisa dibilang sangat sederhana. Itu karena Noelle sangat mencurigai Earl, dan tak pernah mempercayainya sejak awal.


Jika ia secara asal memberitahunya tentang hal seperti ini, sama artinya dengan ia menggantungkan keselamatan dirinya dan Olivia pada musuh.


"Yahh, seperti yang kukatakan sebelumnya. Ini adalah informasi rahasia yang hanya diketahui oleh semua orang yang ada di ruangan ini. Kalian bebas memberi tahu Norman tentang hal ini, dan aku akan menyerahkan masalah penyensorannya pada kalian nanti. Untuk sekarang, kota harus kembali ke topik."


Rico mengangguk, menunggu Noelle melanjutkan perkataannya.


"Beberapa waktu yang lalu, aku mendapat informasi tentang lokasi Cryll berada saat ini, dan aku juga sudah mengetahui struktur penjagaan tempat dia berada."


"Kalau begitu, seharusnya kau sudah memiliki rencana, 'kan? "


Noelle mengangguk, dan meletakkan secarik kertas tepat di atas meja.


"Aku sudah membuat banyak rencana untuk operasi ini. Tapi, sebagian besar rencanaku tidak akan bisa berjalan tanpa bantuan kalian. Karena itulah, aku berani mengatakan kalau 'aku membutuhkan kekuatan kalian' meski aku sangat benci melakukannya."


"Bukankah kau sedikit terlalu jujur? "


"Apa itu hal yang buruk? "


—Tentu saja tidak, adalah apa yang ingin Rico katakan padanya sebelum ia akhirnya menyadari suatu keanehan dari semua ini.


"Tunggu, Noelle. Aku ingin bertanya satu hal padamu."


"Apa itu? "


Menarik napas sejenak, Rico kemudian melanjutkan. "Berdasarkan apa yang sudah kau ceritakan sebelumnya, Cryll ditahan karena bertemu dengan musuh saat melakukan misi penyelidikan reruntuhan yang diberikan Earl, 'kan? Saat itu, kenapa mereka memilih untuk menahannya? Meskipun seharusnya akan lebih mudah bagi mereka untuk membunuhnya saat itu juga? "


Ap yang Rico tanyakan mungkin sedikit kasar, tapi itu memang benar adanya.


Musuh sama sekali tidak akan mendapat keuntungan apa pun dari membiarkan Cryll hidup, tapi mereka malah membiarkannya hidup sebagai seorang sandera. Jelas itu aneh.


Menanggapi itu, Noelle hanya tersenyum masam.


"Kau sudah tahu tentang kasus semua orang yang dijadikan sandera oleh musuh, 'kan? "


"? Ya … Itu tentang penduduk gelap yang kepalanya akan meledak setiap beberapa jam, 'kan? "


"Itu benar. Meskipun musuh memiliki jumlah sandera yang sangat besar di kota ini, kenapa mereka malah repot-repot menjadikan Cryll sebagai sandera tambahan? Terlebih lagi, mereka mengumumkannya sebelum rencana mereka dieksekusi. Dengan semua itu, kau seharusnya sudah bisa menebaknya, 'kan? "


Mata Rico menyipit, jelas tidak senang dengan apa yang dirinya sendiri pikirkan.


Menyadari hal itu, Noelle mengangkat satu sudut bibirnya, membentuk suatu senyum yang mengerikan.


"Tepay seperti yang kau pikirkan. Mereka hanya menjadikannya sebagai jaminan. Singkatnya, Cryll hanyalah sandera yang baru akan digunakan ketika rencana yang mereka buat telah gagal."


...****************...