![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Mhmm? Aku ingat, saat kita selesai melintasi gerbang roh, kau mengatakan kalau perjalanan dunia roh itu berbeda dari yang kau tahu. Apa maksudnya? "
Mendengar pertanyaan itu, Norman sekali lagi tersenyum pahit.
"Heheh, itu karena suara bisikannya terdengar seperti lebih kuat dari biasanya. Aku seharusnya sudah terbiasa dengan perjalanan melalui gerbang roh, karena Kaira memegang item dengan fungsi yang serupa, tapi aku tidak menyangka kalau gerbang roh yang kita lewati itu begitu kuat sehingga memberikan pengaruh yang mengerikan."
"Begitu, ya … "
Sekarang Noelle ingat, bersama Kaira, Norman bisa melakukan perjalanan jauh dalam waktu yang singkat. Itu mungkin karena mereka memakai metode 'perjalanan melalui gerbang roh' untuk mempersingkat rute.
Sekarang, Noelle telah mendapatkan jawaban atas beberapa pertanyaannya. Meskipun ia masih dibuat bingung dan penasaran dengan beberapa hal, itu tidak menjadi masalah karena dia bisa mencari jawabannya sendiri nanti.
Noelle melihat ikan yang dipanggang itu sudah matang, dan langsung memakan salah satunya.
Setelah menunggu selama hampir 30 menit, akhirnya Cryll kembali, bertukar tempat dengan Norman untuk melakukan penjagaan. Setelah itu, mereka akhirnya mendapatkan satu kesimpulan.
Tepat seperti yang Noelle pikirkan, waktu di sini berjalan dengan sangat lambat.
Mereka bertiga sudah bertukar tempat beberapa kali, dan seharusnya sudah sekitar 6 jam terlewat. Namun, posisi bola mata raksasa itu berada cukup jauh dari posisi seharusnya.
Meskipun mengetahui itu, mereka tidak terburu-buru dan melanjutkan putaran penjagaan mereka seperti yang sudah direncanakan.
Hingga akhirnya, pagi lainnya tiba.
Mereka sudah melewati malam hari dengan rotasi penjagaan yang sama, dan tidak menemukan perubahan apa pun. Selain hewan-hewan kecil yang tidak berbahaya, sama sekali tidak ada monster atau hewan buas di sini, yang menyebabkan mereka mengendurkan sedikit rasa kewaspadaan mereka.
Dengan mata yang masih tertutup, Noelle berguling ke samping dan meraba di sekitar tempat itu. Namun, apa pun yang dia lakukan, dia tidak dapat menemukannya.
Noelle seketika membuka matanya yang telah kehilangan cahayanya itu, kemudian tersadar.
(Benar … Aku terpisah dari Olivia … )
Jika ini adalah hari biasa, maka Olivia pasti akan ada di sisinya, mengucapkan selamat pagi sambil mencium pipinya. Tentu saja, hal itu tak terjadi di sini.
Noelle dengan suasana hati yang agak buruk mencoba bangun, dan melihat ke luar tendanya.
Jam internalnya sedikit demi sedikit pulih dari kondisi tidur, dan ini seharusnya sudah cukup pagi.
Namun, begitu dia keluar, dia melihat langit masih agak gelap, dengan bola mata raksasa itu mengintip dari balik tebalnya awan.
Noelle melirik pada pendulum sederhana yang dia buat untuk mengukur waktu. Berdasarkan itu, ia menemukan kalau masih ada sekitar tujuh jam sampai putaran 24 jam selesai.
(Kami mungkin akan bergerak lebih cepat dari seharusnya … )
Karena mereka sudah memastikan tingkat keamanan tempat ini, hal-hal seperti rotasi penjagaan tidak diperlukan lagi, jadi mereka bisa segera bergerak dan pindah dari tempat itu secepat mungkin.
Noelle melakukan pemanasan sejenak, lalu berolahraga ringan untuk menyelesaikan jadwal hariannya.
Setelah selesai, dia akan mengayunkan pedangnya sendiri dengan gerakan yang berulang untuk waktu yang lama.
Cryll dan Norman bangun di tengah latihannya, dan mereka segera mencuci muka di sungai kecil yang tak jauh dari area perkemahan mereka.
Air sungai itu memiliki suhu yang sangat dingin hingga menusuk ke tulang. Untungnya, mereka bertiga memiliki ketahanan yang cukup baik untuk suhu seperti itu. Airnya sendiri tidak sedingin air di ibukota kerajaan ketika musim dingin tiba, jadi ini relatif biasa.
Setelah berdiskusi untuk beberapa waktu, mereka bertiga akhirnya sepakat untuk berangkat lebih awal dari rencana.
Mereka bertiga berjalan menyusuri hutan lebar itu sambil meninggalkan tanda untuk menandai jalur yang sudah mereka lewati. Ini berguna untuk mengantisipasi jika mereka terjebak di suatu 'labirin'.
Perjalanan ini telah menghabiskan lebih banyak waktu tanpa mereka sadari. Sekarang, mereka telah menemukan salah satu hal yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk keluar dari tempat ini.
"Ini … "
Apa yang mereka temukan adalah reruntuhan. Sebuah reruntuhan kuil lebih tepatnya.
Batu penyokong dengan banyak ukiran yang indah, namun memiliki lumut yang tumbuh di atasnya, berserakan di semua tempat, membuat semua yang ada di sana terlihat seperti rongsokan.
Noelle tanpa ragu berjalan mendekati salah satu pilar batu di sana, dan dengan jarinya menelusuri ukiran yang indah nan halus itu.
Mengejarnya, Cryll dan Norman melompati setiap penghalang yang ada, dan akhirnya sampai di sampingnya.
"Noelle, ini … "
Noelle mengangguk. "Minerva kuno … "
Ukiran di atas batu itu bukanlah ukiran biasa yang dibuat demi keindahan, melainkan rangkaian kata-kata yang disusun menggunakan bahasa Minerva kuno.
Noelle bisa mengetahuinya karena ia baru saja belajar bentuk Minerva kuno dari Norman.
"Jangan dibaca, mungkin saja itu akan membuat kita mengalami hal yang buruk."
Seperti yang sudah Norman jelaskan sebelumnya. Bahasa Minerva kuno digunakan untuk ritual. Jika dibaca secara sembarangan, maka itu mungkin akan mengusik 'sesuatu' yang ada di luar sana.
Noelle dan Cryll mengangguk, lalu beralih untuk melihat celah yang terbentuk di antara beberapa pilar batu.
Celah itu membentuk suatu pintu yang mengarah langsung ke bawah tanah, mengubah semua pilar itu menjadi pintu masuk yang indah untuknya.
Di sana sangat gelap, seolah tak ada cahaya dari luar yang bisa memasukinya. Itu bukanlah masalah bagi Noelle yang mempunyai pengelihatan yang baik di tempat gelap. Namun, itu mungkin akan menjadi suatu kesulitan bagi Cryll dan Norman.
Noelle mengangkat satu tangannya, dan menciptakan beberapa bola cahaya berukuran kecil yang melayang di sekitarnya.
"Tidak ada pilihan lain, ayo masuk."
Reruntuhan ini adalah satu-satunya yang mereka temukan di antara pepohonan yang lebat, jadi mereka hanya bisa memeriksanya untuk mencari cara agar bisa keluar dari tempat ini.
Setelah melewati celah, apa yang menyambut mereka di sana adalah tangga menuju ke bawah, dengan kegelapan total yang menyebabkan mereka tidak bisa melihat apa pun. Jika saja tidak ada bola cahaya dari Noelle, maka mata mereka akan buta sepenuhnya.
Hanya dengan memasukinya sedikit saja, mereka sudah bisa merasakan keanehannya.
Tempat mereka berdiri saat ini hanya berjarak sekitar dua meter dari celah yang terbentuk di antara pilar, tapi kegelapan di sana sangat tidak normal. Tidak ada cahaya yang masuk, seolah ada penghalang yang ditempatkan di pintu masuk.
Mereka bertiga berjalan menuruni tangga, sambil mengamati dinding dan langit-langit yang dipenuhi dengan berbagai tulisan dari bahasa Minerva kuno.
Hanya sebatas melihat, dan mereka tidak berani untuk bertindak lebih lanjut dengan membacanya.
Tulisan itu sendiri dibuat dengan metode pemahatan yang dilakukan langsung di permukaan batu, sehingga menciptakan cekungan yang sangat jelas.
Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya mencapai ujung anak tangga. Ketiganya seketika bersiap untuk apa yang akan datang sambil melihat ke sekeliling.
Noelle mengeluarkan Verstand yang telah diubah ukurannya menjadi lebih kecil, dan memberikan Langen pada Cryll. Nornan sendiri masih menggunakan Aligma seperti sebelumnya. Dengan kapasitas sihirnya, dia bisa dengan mudah menembakkan ribuan peluru sihir menggunakan itu.
Namun, tak lama kemudian, mereka menyadari kalau sama sekali tidak ada bahaya. Ketiganya secara bersamaan langsung rileks dan menurunkan kewaspadaan.
Noelle maju beberapa langkah dan membuat partikel cahaya di sekitarnya menyebar ke semua tempat. Dengan begitu, tempat yang gelap gulita itu kini dipenuhi dengan cahaya yang terang sehingga tidak akan menyulitkan nereka untuk melihat apa yang ada di sana.
Yang pertama mereka lihat saat itu adalah sebuah lempengan batu, berukuran raksasa dan menjulang tinggi ke atas, berdiri dengan megah seolah tak terpengaruh oleh arus waktu yang menimpanya.
"Sebuah prasasti … "
Itu tepat seperti yang Cryll katakan. Batu itu adalah sebuah batu tulis, atau yang lebih dikenal sebagai prasasti.
Berdiri dengan kokoh tanpa ada pergerakan, batu itu memiliki berbagai kata diukir di atasnya, menggunakan bahasa Minerva kuno.
Mata Norman perlahan kehilangan cahayanya saat dia dengan pasrah duduk di tanah, melihat ke prasasti itu.
Noelle tak mempedulikannya, dan mulai memeriksa sekeliling. Hasilnya, tidak ada apa pun.
Selain dinding dengan banyak ornamen aneh yang membawa getaran dunia lama, hanya ada tempat lilin yang digantungkan di beberapa titik.
Jika mereka mengecualikan prasasti raksasa itu, maka ruangan ini sangat layak untuk dikatakan sebagai ruangan kosong.
"Kurasa kita tidak punya pilihan lain … "
Noelle memasang senyum pahit saat dia berjalan mendekati prasasti itu. Dia berniat membacanya.
Jika bisa, dia ingin menghindari resiko dengan cara keluar dari tempat ini. Tapi, belum tentu dia akan menemukan cara untuk keluar di sana. Selain itu, dia ingat berapa lama waktu telah berjalan, dan dia hanya bisa menemukan satu reruntuhan asing yang misterius ini.
Kesempatan untuk menemukan reruntuhan lainnya mungkin sangatlah kecil.
Noelle memperluas jangkauan sinar bola cahaya itu, dan mulai melayang menggunakan sikit gravitasi, membuat dirinya berada di posisi yang sama dengan baris pertama kalimat.
"Bersiaplah untuk situasi terburuk," ucap Noelle pada Cryll dan Norman yang menunggu di bawah.
Keduanya secara bersamaan langsung meningkatkan kewaspadaan mereka dan bersiap dengan senjata mereka masing-masing, selagi Noelle berusaha meyakinkan dirinya untuk membaca kalimat itu.
"Baiklah, apa yang akan kita temukan di sini … 'Si putih dan emas, yang menjadi penguasa misterius di alam mimpi, yang menguasai jalan cahaya dan kabut ilusi. Menikmati semua sajian, dan membagikannya pada pengikutnya. Yang memberikan bencana ketakutan pada musuhnya."
Baris demi baris Noelle lafalkan menggunakan bahasa Minerva kuno, membuat seisi ruangan itu bergetar hebat. Meskipun begitu, Noelle tak berhenti, dia terus membaca seolah hanya itu yang bisa dia lakukan.
"Yang menyukai kisah indah dari dongeng dan masa lalu, serta 'Dia' yang tidak menyukai kesedihan. 'Dia' yang menciptakan taman imajiner, yang menunjukkan kenangan indah pada semua orang, juga yang menunjukkan mimpi buruk pada semua orang."
Kalimat itu berakhir di sana. Tidak ada lagi lanjutan.
Sejenak, tidak ada apa pun yang terjadi. Namun, Noelle adalah yang paling mengetahuinya. Saat dia membaca kalimat itu, dia merasakan kalau energi sihirnya secara bertahap berkurang dalam jumlah yang besar.
(Aku mengerti … Mengucapkan kalimat tertentu dengan menggunakan bahasa Minerva kuno akan menyerap energi sihirku sedikit demi sedikit, dan barusan … Itu seharusnya menjadi nama kehormatan untuk seseorang, dan melafalkannya menggunakan bahasa Minerva kuno hanya akan menguras energi sihirku dalam jumlah yang besar. Heh, baru beberapa saat yang lalu aku mempelajarinya, dan sekarang sudah dihadapkan pada praktik langsung.)
Tanpa mempedulikan apa yang Noelle pikirkan, ruangan itu mulai menunjukkan sedikit perubahan.
Beberapa lilin mulai bermunculan dalam keadaan menyala di tempat lilin yang digantung di dinding itu, dan semuanya menyala dengan api biru yang indah.
Noelle secara alami menyipitkan matanya dan memperhatikan setiap lilin itu. Ada pancaran energi tak dikenal di sana, tapi dia tak dapat menemukan sumbernya tidak peduli apa yang dia lakukan.
Noelle mengangkat tangannya dan bersiap untuk melancarkan serangan menggunakan sihir, tapi tak ada yang terjadi di sana.
"Apa yang terjadi? "
Cryll, yang masih tidak mengerti situasinya hanya bisa bingung. Begitu juga dengan Noelle dan Norman.
"Ini aneh … Apa kita melewatkan sesuatu? "
Norman mencoba menebak, tapi tak berhasil mendapatkan satu pun ide di kepalanya.
Kemudian, Noelle menggeleng. "Tidak, kita tidak melewatkan apa pun. Hanya saja … Mungkin kita harus menyelesaikan satu ritual lagi."
" … Kau benar."
Memikirkannya secara logis, memang itulah yang harus mereka lakukan.
Namun, detik kemudian, ketiganya tersadar. Ritual apa yang harus dilakukan selanjutnya? Tidak ada petunjuk yang jelas di sini.
Setelah beberapa menit keheningan, Noelle akhirnya menjentikkan jarinya secara naluri ketika dia mendapatkan satu ide.
Cryll dan Norman secara bersamaan memberinya tatapan bertanya-tanya, tapi Noelle bahkan tidak mempedulikan mereka. Dia dengan raut serius kembali menatap prasasti itu, dan membaca ulang tulisan yang tertera di sana.
Sekitar tiga menit kemudian, Noelle mengangguk. "Aku mengerti … "
Cryll dan Norman hendak bertanya apa maksudnya, tapi Noelle telah lebih dulu menoleh dan menjawab pertanyaan yang bahkan belum mereka tanyakan.
"Ritual selanjutnya, mungkin merupakan proses ritual sejati. Untuk melakukan itu, kita mungkin harus menemukan nama kehormatan sejati dari keberadaan ini."
Pada saat itulah, keduanya tersentak. Mereka akhirnya menyadari kejanggalan yang ada.
Biasanya, dalam proses ritual, nama kehormatan target do'a mereka hanya akan memiliki paling banyak sekitar enam ayat. Tapi, nama kehormatan yang tertulis di atas prasasti itu jelas melebihi batasnya.
Mungkin itulah kenapa tidak ada sesuatu yang spesial terjadi ketika Noelle melafalkannya dalam bahasa Minerva kuno.
"Aku mengerti maksudnya. Tapi, bagaimana kita akan menemukan nama kehormatan sejati itu? "
Cryll ingin menanyakan hal yang sama.
Noelle hanya mengangguk singkat, dan berbalik menatap salah satu lilin yang menyala.
"Jawabannya sedang kupikirkan. Yang jelas, petunjuknya ada di prasasti ini."
...****************...
20 menit kemudian, mereka akhirnya mengumpulkan semua nama kehormatan yang bisa mereka coba untuk ritual itu.
Ada sekitar 17 nama kehormatan yang berhasil mereka temukan, dan tidak ada yang tahu mana yang benar.
Noelle bahkan menghabiskan banyak waktu hanya untuk pemecahan kode sederhana ini.
Setelah beberapa kali kegagalan dalam pencocokan, mereka akhirnya menemukan satu nama kehormatan yang sesuai.
Bunyinya: "Engkau yang merupakan penyusup dari dunia luar. Yang menyukai dongeng dan masa lalu."
Nama kehormatannya hanya memiliki dua ayat, dan itu cukup sederhana.
Setelah membacakannya dengan cukup keras menggunakan bahasa Minerva kuno yang baru dia kuasai, Noelle akhirnya kembali merasakan perubahan.
Namun, sensasi yang mengerikan tiba-tiba muncul.
Itu seperti jantung dan hatinya telah dicengkeram oleh tangan yang tidak terlihat, dan tenggorokannya seperti dipenuhi dengan logam cair yang perlahan memadat. Matanya memanas, dan darah mulai mengalir dari ujung mata, lubang hidung, dan celah giginya.
Cryll dan Norman mengalami hal yang sama, tapi itu hanya terbatas pada telinga mereka saja. Sensasi yang mereka rasakan berbeda dari Noelle.
Mungkin itu karena mereka hanya mendengarkannya saja, sedangkan Noelle melafalkannya langsung, jadi efeknya jelas akan sangat berbeda.
Setelah beberapa menit perjuangan melawan sensasi mengerikan itu, rasa sakit yang Noelle alami perlahan mulai menghilang.
Logam padat yang sepertinya menyangkut di tenggorokannya juga sudah menghilang, seolah kembali ke wujud cair dan masuk langsung ke dalam perutnya.
Lilin yang menyala dengan api biru di sekitar mereka itu dengan cepat menunjukkan perubahan. Apinya menjadi lebih besar, dan suhu juga berubah menjadi lebih panas.
Hingga akhirnya, partikel cahaya yang tak terhitung jumlahnya muncul dari udara, memenuhi ruangan itu dengan cahaya yang agak menyilaukan.
Satu per satu partikel cahaya itu terhubung oleh garis cahaya asing yang tiba-tiba muncul; dan kemudian, partikel yang dihubungkan oleh garis cahaya itu membentuk suatu gerbang dengan banyak simbol di bingkainya.
Noelle, yang telah pulih dari kondisinya, berjalan mendekati gerbang itu dan menatapnya sambil tertegun.
"Jadi ritual untuk membuka gerbangnya adalah dengan memanggil nama kehormatannya, ya … Aku harap ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang buruk … "
...****************...