[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 62: Permintaan (1)



...****************...


"Jadi, izinkan aku bertanya satu hal pada kalian."


Suara seorang pria bergema di ruangan yang sunyi itu.


Di hadapan pria itu adalah kelompok Noelle yang duduk diam di sofa, menunjukkan ekspresi seolah mereka tidak bersalah.


"Baik, pertanyaan apa itu? "


Noelle bertanya dengan sopan pada pria di depannya. Pria itu, bagaimanapun, dia hanya tersenyum kaku dan menghela nafas pasrah pada Noelle.


"Pertanyaan, kenapa kalian membekukan semua ruangan di restoran tadi? "


"Bukan salah kami."


"Dan? Kenapa begitu? "


"Ada seorang bajingan yang selalu menghalangi kami saat kami akan berangkat ke sini, seharusnya kau berterimakasih karena kami tidak membuatmu menunggu terlalu lama di sini."


Noelle berkata dengan penuh percaya diri dan membuat dahi pria di depannya memunculkan urat karena kesal.


"Bagaimana mungkin aku bisa berterimakasih sementara kalian menyebabkan kerugian besar yang harus diganti oleh pihak guild … "


"Eh? "


Pria itu berkata sambil memijat pelipisnya dan membuat Noelle sontak mengeluarkan suara kebingungan.


"Dari ekspresimu itu … Sepertinya kau tidak tahu apapun ya … "


"Mhmm, tolong jelaskan."


Menghela nafas sejenak, pria itu kemudian menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kerusakan yang kalian sebabkan karena sihir es itu sama sekali tidak membuat kerusakan yang berarti, tapi … Ada beberapa peralatan dan barang-barang hiasan lainnya yang tidak memiliki ketahanan tinggi terhadap sihir, jadi … Saat kalian menghilangkan es itu secara spontan, barang-barang itu juga langsung rusak … Itu sebabnya kami harus mengganti rugi kerusakan itu."


"Ahh … "


Senyum Noelle langsung kaku dan dia berusaha menahan wajahnya agar tidak menunjukkan reaksi yang mengerikan, tapi tangan yang tersembunyi di kantung jasnya jelas gemetar.


Cryll di sampingnya tanpa repot-repot menyembunyikan ekspresi ketakutannya terhadap sesuatu yang akan datang.


"Seharusnya aku memberi kalian sanksi karena telah membuat masalah yang melibatkan guild, tapi … Kalian telah memiliki banyak pencapaian dan akan dikirim ke misi berikutnya sehingga sanksi itu masih bisa kutahan."


"Tunggu sebentar di sana pria tua, apa maksudmu dengan 'akan dikirim ke misi berikutnya'? "


"Seperti yang ku katakan sebelumnya, sebagai ganti penangguhan sanksi kalian, aku memutuskan untuk mengirim kalian ke sebuah misi."


" … Tch."


Noelle hanya mampu mendecakkan lidahnya. Setelah ia memikirkan segala kemungkinannya, ia sama sekali tidak memiliki hak untuk menolak pria di depannya.


Akan lebih baik untuk menyelesaikan suatu misi daripada harus kehilangan lisensi petualangnya.


(Aahhh sialan … )


Mengacak-acak rambutnya sejenak, Noelle kembali menatap pria itu dan bertanya padanya.


"Baiklah, apa misi yang harus kami selesaikan untuk menebus sanksi itu? "


"Syukurlah kau menerimanya."


Pria itu tersenyum pada Noelle.


"Lagipula kami tidak memiliki pilihan lain, cepat katakan apa yang harus kami lakukan."


Noelle dengan tidak sabar meminta pria itu melanjutkan.


"Baiklah, aku senang kau mau bekerjasama … Kalau begitu, izinkan aku memperkenalkan diriku sejenak."


(Ahh, ya … )


Setelah ia memikirkannya, kelompoknya sama sekali tidak mengenal pria yang duduk di depannya, tapi Noelle secara alami mengerti kalau pria di depannya adalah sosok yang memiliki kekuasaan.


"Namaku adalah Terneth zava Gurazzud, hampir seperti yang kau pikirkan, aku adalah ketua guild di Eisen."


(Ahh … )


"Haha, aku mengerti keraguanmu, bagaimanapun, penampilanku benar-benar tidak cocok untuk jabatan yang kasar itu."


" … Tidak, tidak juga … Ini jauh lebih baik daripada ketua guild cabang Suiren yang seorang wanita penggoda."


Noelle menjawab setelah diam sejenak.


Secara penampilan, Terneth tidak tampak seperti seseorang yang kuat, melainkan lebih ke tipe intelektual, karena itulah Noelle sedikit ragu saat memikirkan Terneth adalah ketua guild.


Berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari banyak sumber, ketua guild cabang dipilih melalui sistem pemilihan umum dengan memungut suara warga sipil dan para petualang yang berkaitan dengan cabang tersebut.


Terneth tampak tidak terlalu kuat, tapi ia mampu menjadi ketua guild yang secara langsung menunjukkan kemampuannya sebagai pemimpin dan menarik hati masyarakat.


Itu jauh lebih baik daripada ketua guild cabang Suiren yang seorang wanita dewasa dengan gaun malam yang selalu menggoda Noelle setiap ada kesempatan.


"A-ahaha … Aku mengerti perasaanmu, tapi … Lynn sebenarnya adalah wanita yang sangat berbakat dan ahli dalam bertarung, ia juga sangat kompeten dalam hal administrasi sehingga mayoritas orang di Suiren mendukungnya menjadi ketua guild yang baru."


Terneth tersenyum masam.


Noelle dan semua orang yang mendengarkan penjelasan itupun mau tidak mau bertanya apakah mereka berdua saling kenal.


"Kau memanggilnya Lynn dengan sangat akrab, apa kalian memiliki hubungan? " tanya Noelle dengan penasaran.


"Begitulah, aku, Lynn dan beberapa orang lainnya dulu berada di party yang sama sampai akhirnya kami pensiun dan melanjutkan ke pekerjaan lain, meskipun aku terlihat lemah seperti ini, aku sangat yakin dengan kemampuanku sebagai seorang penyihir."


"Begitu ya … Daripada itu, mengapa kau memanggilnya dengan sebutan Lynn daripada nama aslinya? " Noelle kembali bertanya dengan penasaran.


Baik dirinya maupun Cryll sama sekali tidak ahli dalam berurusan dengan ketua guild cabang Suiren sehingga mereka selalu berharap melarikan diri dari setiap pertemuan.


Noelle berpikir mungkin saja jika ia mendengarkan nasihat Terneth, ia bisa mendapatkan kemampuan untuk mengatasi wanita itu.


"Nah, sebenarnya itu sama sekali bukan hal yang disengaja … Nama aslinya adalah Luna, tapi kami pernah secara tidak sengaja memanggilnya Lynn saat pertarungan melawan monster serangga raksasa."


"Monster serangga raksasa? "


Noelle sama sekali tidak pernah menemukan jenis monster seperti itu, jadi ia tidak tahu.


Ia mencoba bertanya pada yang lain dengan menatap mereka, namun baik Cryll, Stella, maupun Charlotte juga sama sekali tidak pernah melihatnya sehingga mereka hanya menggelengkan kepala mereka.


Noelle dengan bingung membayangkan wujud monster itu sementara ia merasakan tarikan lembut di lengan bajunya.


"Mhmm? "


"Noelle … Tidak bertanya padaku? "


Olivia menatapnya dari samping dengan wajah polos, dan Noelle membalas menatapnya.


"Untuk apa? Kita selalu bersama selama kurang lebih lima belas tahun, jika kau melihat monster sejenis itu maka aku juga akan melihatnya."


—Tidak ada gunanya menanyakan itu pada seseorang yang selalu menempel denganku sejak lahir.


Itulah yang ingin dikatakan Noelle sebelum ia akhirnya menutup mulutnya sendiri karena melihat Olivia yang cemberut.


Mungkin ia sudah menginjak ranjau, jadi ia hanya bisa dengan pasrah menerima apapun yang akan Olivia lakukan padanya.


Namun, sedikit diluar dugaan, Olivia tidak memarahinya atau apapun, melainkan hanya memalingkan wajahnya yang tampak memerah.


" …? "


"Jika kalian sudah selesai, apa kita bisa melanjutkan pembicaraannya? "


"Ahh, silahkan."


Noelle langsung mengangguk begitu Terneth meminta mereka melanjutkan percakapan.


"Berkaitan dengan monster serangga raksasa yang ku sebutkan tadi … Sebenarnya itulah alasan utama ku memanggil kalian ke sini."


(Bahkan dia tidak repot-repot menutupinya, ya … )


Semua orang di ruangan kecuali Chloe dengan mudah melihat kepercayaan diri Terneth yang sangat tinggi.


Terneth dengan blak-blakan mengungkapkan niat aslinya saat ia mengundang kelompok Noelle ke ruangan ketua guild.


Menggunakan kerusakan yang disebabkan Olivia di restoran hanyalah bagian yang menyempurnakan 'alibinya'.


Memejamkan mata sejenak, Noelle kemudian bertanya untuk memastikan.


"Singkatnya, kau ingin kami pergi mengatasi monster serangga raksasa itu, apa benar? "


Meskipun dia tersenyum, tapi matanya memancarkan cahaya yang tegas seolah memberitahu semua orang bahwa dia adalah sosok yang berkuasa.


"Apa ada informasi lebih lanjut? Sulit untuk menerima permintaan yang sangat samar ini."


Namun Noelle tetap tidak terpengaruh oleh tatapannya dan berbicara dengan santai.


Melihat itu, Terneth pun tersenyum.


"Bahkan setelah banyak waktu berlalu, hanya ada sedikit informasi yang bisa didapatkan dari monster ini … Saat kelompokku melawannya, monster itu terlalu kuat untuk dilumpuhkan sehingga mau tak mau kami hanya bisa menghancurkan semua bagian tubuhnya tanpa menyisakan apapun."


Terneth berbicara dengan ekspresi kecewa dan membuat Noelle kembali memejamkan matanya.


" … Setidaknya … Bisa kau beritahu kami bentuk monster ini? "


"Aku tahu kau akan bertanya begitu, jadi aku sudah menggambarnya."


Terneth memberikan secarik kertas yang nampak lusuh pada Noelle.


Noelle dan yang lain mencoba melihat gambar di kertas itu dan dibuat benar-benar terkejut setelahnya.


"H-hey … Apakah lawannya benar-benar makhluk ini? "


Noelle bertanya dengan gugup pada Terneth. Terneth bagaimanapun hanya tersenyum masam dan mengangguk dengan depresi.


Mau tak mau Noelle langsung mempercayainya.


Di kertas itu, tampak tertera coretan yang dibuat dengan sembarang dan rapih.


Coretan itu dengan jelas dan secara detail menggambarkan monster yang akan kelompok Noelle lawan nanti.


Bahkan gambar itu juga menjelaskan ukurannya yang tampak menyerupai gedung di dunia modern.


Itu adalah monster raksasa yang memiliki penampilan yang sangat mirip dengan serangga jenis belalang sembah.


Selain dari bentuk dan ukurannya, Terneth juga menuliskan beberapa kemampuan monster itu yang sudah is ketahui.


Salah satunya adalah monster itu mampu mengeluarkan sebuah perisai cahaya raksasa yang mampu melindunginya dari segala jenis serangan, baik itu serangan fisik maupun sihir.


Tubuh bagian atasnya yang tampak seperti capit itu sangatlah tajam sehingga monster itu memanfaatkannya sebagai senjata layaknya pedang raksasa.


Monster itu juga memiliki resistensi yang sangat tinggi terhadap panas sehingga segala jenis serangan yang mengakibatkan 'pembakaran' sama sekali tidak akan mempan terhadapnya.


Tubuhnya juga sangat keras sehingga senjata tajam hampir tidak berguna untuk melawannya.


"Apa-apaan ini … Bukankah dia terlalu kuat? "


"Apa kau bercanda? Serangan Sword Geist-ku akan sama sekali tidak berguna karena petirnya memiliki unsur panas yang akan menyebabkan pembakaran! Aku sama sekali tidak berguna di sini! "


"Tubuhnya yang keras akan menjadi masalah untuk Centipede yang memiliki kekuatan brutal berbasis duri"


" "Kami berdua menyerah." "


Noelle mengerutkan keningnya sementara Cryll dan Charlotte juga menyuarakan ketidaksenangan mereka begitu melihat keunggulan monster itu yang jelas menjadi counter dari serangan mereka.


Sedangkan Chloe dan Stella dengan kompak mengundurkan diri dari pertarungan karena mereka berdua sama sekali tidak akan berguna melawan makhluk itu.


"Nn, resistensi-nya mengerikan, tapi karena dia memiliki ketahanan yang tinggi terhadap panas, ada kemungkinan dia lemah terhadap dingin … Jadi mungkin sihir es ku mampu membantu sedikit."


Meskipun itu hanya perkiraan, kemungkinan monster itu mampu dikalahkan dengan sihir es milik Olivia tidaklah nol.


Tapi tetap saja itu adalah hal yang sulit. Membiarkan Olivia menggunakan sihir es-nya pada lawan yang bahkan belum teridentifikasi adalah hal yang terlalu beresiko, dan Noelle akan dengan keras menolaknya.


Tentu masih ada cara lain, itu adalah dengan mengandalkan kemampuan khusus Langen.


Berdasarkan apa yang dikatakan Anastasia dan menilai dari pengalamannya selama ini, pedang hitam Langen memiliki kemampuan untuk 'memotong segalanya'.


Noelle ingin mencoba kemungkinan itu, tapi ia langsung menutup matanya dan memikirkan beberapa solusi yang bisa berguna.


" … Hey, kau bilang kau dan rekanmu pernah melawannya dimasa lalu 'kan? Bagaimana kalian mengalahkannya? " Noelle bertanya dengan serius.


Terneth memejamkan matanya dan mengerutkan kening dengan ekspresi tidak senang ketika ia memikirkan masa lalu yang menyebalkan itu.


"Itu cukup sulit, kau tahu? Karena kami tidak bisa melumpuhkannya, kami harus memberikan serangan yang akan menghancurkan semua tubuhnya hingga tidak tersisa."


"Dan? Apa itu? "


Noelle bertanya dengan tidak sabar. Cryll di sampingnya juga mulai memajukan tubuhnya untuk mendengarkan dengan lebih jelas.


"Kami menembakkan meriam sihir berkekuatan tinggi dengan mengorbankan semua energi sihir yang aku, Lynn, dan beberapa penyihir di kelompok kami saat itu … Kami berhasil mengalahkannya, tapi berkat meriam sihir itu, semua penyihir di kelompok kami langsung pingsan selama dua minggu penuh."


"Meriam sihir … Apa itu sejenis dengan sihir 《Nuclear Cannon》 … Atau yang lain? "


" … Aku tidak akan bertanya dari mana kau mengetahui sihir terlarang seperti 《Nuclear Cannon》 yang seharusnya hanya diketahui oleh kalangan tertentu, tapi … Sihir yang kami gunakan itu sama sekali bukan sihir elemental."


Cryll, Stella, dan Charlotte bertanya-tanya apa maksudnya, namun Noelle dan Olivia telah menebak jawabannya dengan mudah.


Cryll menatap Noelle dengan wajah kebingungan dan meminta penjelasan.


Noelle hanya menghela nafas dan mulai menjelaskan tentang tebakannya.


"Kelompok mereka mengumpulkan semua energi sihir semua orang menjadi satu dan menembakkannya pada monster itu sehingga monster itu langsung hancur tak tersisa."


"Sungguh tebakan yang luar biasa, dan itu sepenuhnya benar, kau benar-benar luar biasa seperti yang diceritakan rumor."


Telinga Noelle dengan sempurna menangkan semua yang dikatakan Terneth tanpa terlewat info sedikitpun, jadi ia bertanya dengan dah berkedut.


"Apa yang kau maksud dengan rumor? "


Kali ini Terneth terlihat terkejut seolah Noelle baru saja mengatakan sesuatu yang gila.


"Kau … Tidak pernah mendengar rumor tentangmu sendiri? "


"Aku bahkan tidak pernah tahu kalau rumor seperti itu mulai beredar di masyarakat tanpa memasuki telingaku sedikitpun."


Terneth menghela nafas pasrah.


"Lupakan rumor itu sejenak, aku mendapatkan ide."


Noelle tiba-tiba berdiri dan tersenyum.


"Ide? "


"Mhmm, hey, bisakah kau membuatkan ku benda semacam ini? "


Noelle dengan cepat menggambar sesuatu di kertas itu.


Terneth yang melihatnya tampak tidak mengerti.


"Dengan kemampuan pandai besi kami saat ini, itu bukanlah hal yang sulit, tapi … Untuk apa kau menginginkan barang itu? "


"Akan kujelaskan saat barangnya sudah selesai, untuk sekarang kau sebaiknya menyiapkan barang itu dulu, ahh … Jika bisa, aku ingin dibuatkan dua sarung pedang yang baru, gunakan ini sebagai modelnya."


Noee mengeluarkan sebuah pedang panjang dari penyimpanan spasial miliknya.


Itu adalah pedang normal yang bisa ditemukan di mana pun, Noelle memberikan pedang itu sebagai contoh karena pedang itu memiliki bentuk yang sangat mirip dengan kedua pedang pecahan bintang miliknya.


(Sarung pedang ku yang sebelumnya sudah lusuh … )


"Sebuah barang aneh, dan dua sarung pedang baru … Bagaimana dengan desain luar sarungnya? "


"Akan kukirimkan nanti, beritahu aku di mana pandai besi yang kau pilih untuk mengerjakan itu."


"Baiklah, anggap saja permintaanmu sudah selesai, kau bisa menunggu sekitar tiga sampai empat hari lagi."


"Mhmm, kami akan menunggu jika waktu yang dibutuhkan hanya itu."


"Kalau begitu, aku sebagai [Eisen Guild Master] secara resmi akan berterimakasih pada kalian karena telah menerima permintaan yang mendesak ini."


Terneth membungkukkan tubuhnya dan dengan senyum ramah berterimakasih pada Noelle.


Itu membuat Noelle sedikit tidak nyaman.


"Ahh, kau tidak perlu berterimakasih seperti itu … "


Terneth tersenyum ketika melihat ketidaknyamanan Noelle, namun ia tetap melakukan apa yang harus ia lakukan sebagai seorang pemimpin.


Berterimakasih secara formal juga adalah hal yang penting dalam menjaga hubungan.


"Hm hm … Kalau begitu, mohon kerja samanya, Tuan [Sword Star] Noelle Lynneheim dan Tuan [Thunder Sanctus] Cryll Light."


" "Baiklah, mohon kerja samanya—Apa kau bilang? " "


...****************...