![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
"Grei …."
Di kafetaria penginapan, Tania yang sedang menunggu sampai pesanannya tiba memanggil Noelle, yang hanya menatap kosong pada sudut ruangan untuk beberapa waktu.
Wajahnya terlihat seperti biasa, tapi jika dilihat lebih dekat, siapa pun akan menyadari bahwa dia sedang sibuk memikirkan sesuatu.
Begitulah sehingga Noelle bahkan mengabaikan panggilan Tania.
"Grei." Tania memanggil sekali lagi, tapi Noelle masih belum merespon.
Matanya sama sekali tidak berkedip, dan dia sesekali akan menggumamkan hal-hal yang tidak Tania mengerti.
Pelayan mendekat, dan meletakkan piring yang penuh dengan irisan kentang goreng tepat di hadapan Tania.
"Terima kasih," ucap Tania singkat pada pelayan itu.
Tania pun mengambil satu potongan kentang, dan menggunakan itu untuk menusuk lembut pipi Noelle.
"Mhmm? Apa? "
Noelle akhirnya merespon. Dia dengan lesu menoleh, dan menatap kosong pada Tania, menunggu sepatah kata keluar dari mulut gadis itu.
Setelah keheningan yang cukup memuakkan, Tania kembali menarik tangannya, dan memasukkan kentang goreng itu ke mulutnya sendiri, lalu melihat langit-langit dengan tatapan keheranan.
"Tentang wawancara tadi …."
Tania memperhatikan hampir semua sesi wawancara Noelle dengan Kafhka, dan dia merasa ingin menanyakan sesuatu tentang itu. Namun, dia tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan pertanyaannya.
Seolah membaca niatnya, Noelle langsung menggeleng lemah sambil melambaikan tangannya ringan ke kanan dan kiri.
"Daripada itu–"
Dia dengan terang-terangan mengubah topiknya.
"–Menurutmu, apa sebenarnya 'mereka' itu? "
Hanya dengan satu pertanyaan ini, Tania langsung kehilangan semua pertanyaan yang ingin dia keluarkan. Pikirannya kemudian fokus untuk menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan Noelle.
Namun, bahkan sejak kemarin, dia belum menemukan jawaban apa pun yang benar terkait dengan semua pertanyaan itu.
Pertemuan mereka dengan suku Artof, yang sekilas terlihat manusia, namun sebenaenya berbeda. Wujud mereka kerdil, dengan kulit yang sepenuhnya berwarna biru seperti tinta.
Mereka tinggal di kedalaman Hutan Dingin, jauh dari peradaban luar yang lebih maju. Menganggap Hutan Dingin adalah satu-satunya dunia mereka.
Pertemuan yang singkat dengan mereka, telah memberikan banyak pertanyaan pada Noelle yang saat itu juga sedang kebingungan.
Mereka tiba-tiba saja bersujud, dan berteriak bahwa Ratu Bengis telah mengirimkan berkah. Sebenarnya, apa maksudnya?
Setelah kejadian itu, suku Artof menjelaskan sedikit tentang diri mereka, tapi Noelle masih tidak paham. Pada akhirnya, seorang kepala suku yang bernama Dolum muncul dan memberikan penjelasan yang sederhana pada Noelle dan Tania.
Tania yang menerima pertanyaan dari Noelle itu pun terdiam, lalu menggeleng pasrah yang mengisyaratkan bahwa dia sendiri tidak tahu jawabannya.
Keduanya sama sekali tidak mampu menjelaskan apa itu suku Artof, karena memang keduanya sama sekali tidak mengetahui keberadaan mereka sebelum melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.
Pada akhirnya, saat itu Noelle meminta agar Dolum sebagai perwakilan Suku Artof memberinya waktu untuk berpikir. Noelle berniat memanfaatkan waktu ini untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Karena itulah dia buru-buru kembali ke Alten tanpa mengambil istirahat sekali pun sepanjang perjalanan.
Pertanyaan mengenai suku Artof-lah yang telah menghantui Noelle selama ini. Dia pun nyaris tidak bisa menjaga ketenangan saat wawancara dengan Kafhka.
Keduanya kemudian hening, dan Tania mengambil satu ketang lagi dari piringnya sambil menunduk sedikit.
Tiba-tiba, dia mengangkat kembali wajahnya, dan menatap Noelle dengan wajah yang terlihat agak antusias.
"Ayo cari informasi di guild atau perpustakaan. Kita mungkin bisa menemukan sesuatu di sana."
Noelle menghela napas pasrah, dan mengambil satu potongan kentang dari piring Tania. "Memang itu niatku," ucapnya sambil menggigit potongan kentang goreng itu.
(Terlalu asin.)
...****************...
Pencarian informasi mengenai suku Artif dimulai setelah Tania menghabiskan semua makanannya.
Hal pertama yang mereka lakukan setelah itu adalah mengunjungi guild, dan meminta izin untuk memeriksa ruang arsip yang ada di bawah tanah.
Sebagai petualang berperingkat tinggi, Noelle dan Tania bisa mendapatkan izin dengan mudah jika mereka memang ingin. Tapi tentu saja, izin itu harus diberikan atas persetujuan dari ketua, dan mereka juga hanya bisa meminta izin untuk memeriksa informasi yang spesifik mengenai sesuatu.
Singkatnya, setelah mereka diizinkan untuk mencari tahu mengenai suku Artof, mereka tidak diizinkan untuk memeriksa informasi lain, sampai waktu yang ditentukan oleh ketua sendiri berakhir.
Noelle memeriksa jam saku pemberian Dolf, yang entah mengapa masih ia simpan sampai sekarang, lalu mulai memberikan instruksi pada Tania.
"Kita tidak menemukan catatan apa pun tentang suku Artof, tapi ada banyak catatan yang berkaitan dengan Hutan Dingin. Mulailah dengan menyelidiki asal usul dari hutan itu, sementara aku akan memeriksa catatan mengenai Ratu Bengis."
...****************...
Setelah berjam-jam pencarian informasi, Noelle dan Tania secara kompak keluar dari perpustakaan kota, tentunya dengan ekspresi kecewa yang tidak tergambarkan dengan jelas di wajah mereka.
"Tidak ada catatan apa pun yang menyinggung keberadaan sukh Artof. Dan bahkan tidak ada satu pun yang bisa menjadi petunjuk. Tapi …."
Noelle meregangkan tubuhnya sambil menarik napas berat di bawah sinar matahari sore yang cerah. Sementara itu, Tania dengan lelah melanjutkan kata-kata yang belum sempat Noelle selesaikan.
"Kita malah menemukan segudang catatan tentang Ratu Bengis, yang kemungkinan besar hanya teori acak belaka …."
Alasan keduanya menganggap kalau semua informasi mengenai Ratu Bengis hanyalah teori belaka adalah karena setiap catatan memiliki pendapat yang berbeda.
Setelah secara bersamaan mengungkapkan kekecewaannya, Noelle dan Tania pun berdiri diam di depan perpustakaan tanpa melakukan apa pun. Tapi kemudian Noelle mengetuk lembut kepala Tania dengan punggung tangannya.
"Kurasa tidak semuanya sia-sia. Setidaknya kita bisa menemukan beberapa catatan yang sangat mirip satu sama lain. Jadi, bisa dibilang semua teori itu dibuat dengan berlandaskan satu pernyataan yang sama."
Setidaknya, mereka berdua tahu kalau Ratu Bengis bukanlah merupakan tokoh fiktif, melainkan seseorang yang benar-benar nyata adanya, meski identitas sejatinya sendiri masih tidak jelas.
Musim dingin abadi di Hutan Dingin juga terlihat tidak wajar, jadi Noelle berpikir kalau itu pasti sesuatu yang diciptakan dengan sihir. Karena itulah dia cukup percaya kalau keberadaan Ratu Bengis adalah sesuatu yang nyata. Atau setidaknya, ada suatu tokoh yang memiliki pengaruh besar di Hutan Dingin, sehingga disebut sebagai Ratu Bengis.
Mendengar ide Noelle, yang pertama Tania lakukan adalah mengerutkan keningnya.
"Tapi … nama Ratu Bengis saja sudah cukup mengisyaratkan sesuatu yang buruk, 'kan? Apa kamu yakin dia bukan keberadaan yang berbahaya? "
Memang, nama 'Ratu Bengis' sudah dengan jelas menyatakan bahwa dia adalah keberadaan yang berbahaya. Kata 'bengis' bisa juga diartikan dengan 'kejam' dan 'pemarah'.
Noelle menyilangkan lengannya di depan dada, lalu tersenyum rumit. "Berbahaya atau tidak adalah sesuatu yang belum jelas. Kita bisa memverifikasinya nanti. Untuk sekarang, mari fokus pada masalah yang ada."
Itu benar, yang mereka cari adalah informasi tentang suku Artof.
Keberadaan Ratu Bengis mungkin berpengaruh pada jawaban yang akan mereka temukan, tapi untuk sekarang itu bukanlah hal yang penting. Keduanya benar-benar kekurangan informasi mengenai karakter yang disebut Ratu Bengis ini.
"Tania, sebenarnya kau sudah terlibat terlalu dalam dengan ini, dan aku juga tidak percaya kalau aku mengatakannya. Tapi … apa kau masih ingin melanjutkan penyelidikan ini? "
Pada awalnya, dan seharusnya, Tanja tidak memiliki kaitan apa pun dengan masalah suku Artof. Yang membuatnya sampai terlibat dalam hal ini adalah karena dia menjadi pemandu Noelle dalam menemukan jantung Spirit Hunter.
Singkatnya, jika Tania tidak melibatkan diri dalam masalah Noelle sejak awal, dia tidak akan pernah memiliki campur tangan dengan masalah ini.
Menunjukkan wajah bingung sejenak, Tania kemudian tersenyum tipis pada Noelle, sebuah senyuman yang sudah Noelle lihat berkali-kali darinya, tetapi tetap saja membuatnya terpukau.
(Gadis dengan minim ekspresi cenderung sangat manis ketika tersenyum seperti itu ….)
Sedikit mengingatkannya pada Olivia, yang membuat Noelle mau tak mau merasa berdosa karena telah menyamakan keduanya.
"Aku tidak keberatan," ucap Tania.
Gadis itu kemudian menoleh dalam upaya mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Melakukan penyelidikan bersama No– maksudku Grei itu menyenangkan."
Dia nyaris saja memanggilnya dengan nama Noah alih-alih Grei. Karena menyadari sekitarnya yang masih ramai, Tania langsung mengoreksi kata-katanya sendiri.
"Selain itu … aku juga penasaran. Suku Artof, mereka kelihatannya begitu tertutup, tapi sangat menyambut kedatangan orang luar seperti kita. Ahh, Navi juga ingin mengetahuinya, jadi ini kesempatan yang menguntungkan."
(Sekali lagi, siapa itu Navi? )
Noelle akhirnya mengangkat bahu dan menghela napas pasrah.
Meski alasannya sulit dimengerti, Noelle tidak memiliki hak untuk menolak. Karena itulah, dia ….
"Yahh, baiklah kalau kau bersikeras."
Menutupi rasa canggung yang mengalir ke tenggorokannya, Noelle berdeham dan menatap langit dengan mata linglung.
"Aku berniat mendatangi mereka lagi. Apa kau mau ikut? "
'Mereka' yang Noelle maksud itu tentu saja sudah jelas identitasnya. Bahkan Tania pun tidak perlu mengingat-ingat untuk memahami objektif yang dijelaskan Noelle.
Jika mendatangi suku Artof adalah pilihan terbaik, maka tentu saja Tania tidak akan menolaknya.
Awalnya Noelle tidak ingin melakukan ini, tapi tampaknya tidak ada yang lebih baik daripada bertanya langsung pada mereka, suku Artof mengenai situasinya.
Noelle berniat menunda sampai dia mendapatkan informasi yang cukup, tapi kemudian ia sadar kalau informasi itu sama sekali tidak ada.
Atau mungkin ada, hanya saja belum diketahui punlik.
Misalnya saja … informasi yang disembunyikan gereja.
Noelle baru ingat kalau ada yang disebut 'organisasi rahasia milik gereja'.
Mungkin saja mereka mengetahui sesuatu yang ingin Noelle ketahui. Namun, mengingat dia baru saja menyusup belum lama ini, dan menyebabkan kekacauan, Noelle jadi tidak ingin mengambil resiko lebih banyak lagi.
Setelah penyusupan terakhirnya, organisasi gereja mungkin telah sadar, dan justru memperkuat keamanan. Karena itulah, pilihan untuk mebgirek informasi dari gereja adah yang pertama Noelle keluarkan dari daftar.
Tawaran dari Noelle membuat Tania memiringkan kepalanya dengan heran.
"Tentu saja aku ikut."
...****************...