![[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-silver-ash----become-the-strongest-in-another-world.webp)
...****************...
Hanya melihatnya sekilas saja Noelle sudah sadar kalau yang ada di hadapannya kini bukanlah Tania.
Tatapannya tajam dan dingin, seolah sangat mewaspadai setiap gerak-gerik Noelle.
Itu Tania, tapi pada saat yang sama bukan. Setidaknya, yang ada di sana adalah tubuh Tania sendiri.
"Ini mungkin pertama kalinya kita bisa bertemu dan berbicara langsung secara normal. Katakan, apa yang kau inginkan? "
Tania, atau yang lebih layak untuk dipanggil 'Navi' itu menatap Noelle.
Suaranya persis seperti Tania, tapi intonasi, nada, dan perasaan yang dituangkan ke dalamnya sangatlah berbeda. Yang ini terdengar sangat hampa, tidak manusiawi, dan terkesan seperti robot.
Noelle tersenyum tipis sambil menutup matanya. Dia kemudian mengangkat tangan dan satu jari.
"Pertama-tama, tolong jelaskan, siapa dan apa kau ini? "
Itu adalah sesuatu yang sudah lama ingin Noelle tanyakan pada Tania. Target pertanyaannya bukanlah Tania, melainkan Navi yang bersemayam dalam tubuh atau jiwanya.
Navi mendengus sekali, lalu menatap Noelle dengan mata yang menyipit.
"Seperti yang sudah kau tahu, namaku adalah Navi. Aku tidak yakin siapa atau apa aku ini, tapi kesadaranku pertama kali muncul ketika Tania hadir di dunia bawah."
Sebelum Noelle dapat merespon, Navi sudah mengangkat tangannya, menyela kata-kata Noelle.
"Tolong ingat kalau aku tidak wajib menjawab semua pertanyaanmu. Jadi jangan protes kalau aku menolak untuk menjawab."
Noelle langsung mengangguk. "Tentu, aku mengerti itu."
"Yahh, lagi pula hanya itu yang sebenarnya ingin kutanyakan. Tentu, ada hal lain yang ingin kupastikan, tapi itu terkait dengan privasi Tania, jadi aku tidak akan memaksakan pertanyaan."
Sejak awal, Noelle tidak memiliki banyak pertanyaan jika Navi muncul. Dia hanya ingin tahu, siapa sebenarnya Navi itu.
Namun, ini mungkin bisa menjadi kesempatan yang bagus. Noelle berusaha memeras otaknya untuk mengeluarkan semua pertanyaan yang ia miliki.
"Aku tahu ini kasar, tapi aku ingin tahu asal-usul Tania. Yahh, kau tidak akan menjawabnya, 'kan? "
Tidak ada ekspektasi pada suaranya. Datar, dan tidak memiliki harapan pada Navi yang duduk di hadapannya.
Mendengar itu, Navi pun tertawa kecil.
"Hehe, aku suka sikapmu itu. Baiklah, akan kuberi satu petunjuk tentang pertanyaanmu itu."
Hanya petunjuk, dan bukan jawaban yang sesungguhnya. Tapi itu bagus karena Noelle sejak awal tidak menyangka akan mendapatkan jawaban.
"Ingat semua kata kunci ini, Noah; Perburuan Anomali, dan desa Friesel. Yahh, kau itu pintar, jadi pasti tidak butuh waktu lama bagimu untuk memahaminya."
Hanya dua kata kunci, tapi itu seharusnya berguna.
(Mungkin aku bisa mencaritahunya nanti.)
Noelle diam-diam menambahkan hal baru pada daftar kegiatan yang akan ia lakukan ketika luang.
"Daripada itu, Noah, bisakah aku bertanya satu hal padamu? "
"Apa itu? "
Noelle sudah menduga kalau Navi akan menanyakan sesuatu padanya, tapi sedikit terkejut karena tidak menduga kalau dia akan bertanya dengan baik-baik.
"Kurasa kau baru saja memikirkan hal yang tidak sopan. Yahh, terserahlah. Yang ingin kutanyakan adalah … siapa dan dari mana sebenarnya kau ini? Baumu tidak seperti makhluk mana pun yang berasal dari dunia ini."
"Ohh? Apa kau penasaran?"
Noelle tersenyum dan menyipitkan matanya, menatap 'Tania' dengan mata tertarik sekaligus curiga.
Navi dengan tubuh Tania langsung mengangkat bahu dan mendengus.
"Aku benci mengakuinya, tapi kau benar. Aku memang penasaran. Kau hidup dan berbaur dengan semua orang seperti hal yang normal, tapi ada sesuatu yang aneh dari keberadaanmu."
"Apa maksudmu?" tanya Noelle.
Tanpa berpikir panjang, Navi langsung menjawabnya, "Aku tidak bisa melihatnya; rantai ikatan antara kau dengan dunia ini. Di mataku, kau itu … seperti hantu yang bergentayangan tanpa arti dan tujuan."
Noelle diam sejenak, tidak menatap Navi, melainkan menatap pada langit gelap di luar jendela.
Dia mengangkat tangan untuk menutupi wajahnya sendiri, dan detik kemudian, wajah serta seluruh anggota tubuhnya diselimuti asap hitam, yang sepenuhnya mengubah wujudnya.
Itu bukanlah wujud Grei Noctis ataupun Noah Ashrain, melainkan sosok laki-laki muda dengan rambut putih dan mata kelabu, Noelle Lynneheim.
Perubahan itu terlalu tiba-tiba sehingga Navi tidak mengerti mengapa ia melakukannya.
"Sudah lama aku tidak melihat wujud itu dengan sangat jelas."
"Hehe, kalau tidak salah, terakhir kalinya adalah saat Asterisk menyerang Rondo, ya?"
Pertemuan di markas Asterisk tidak dihitung, karena tempat itu ditutupi kabut tebal, sehingga bahkan tubuh mereka tidak sepenuhnya terlihat di sana.
"Apa kehadiranku terasa berubah?"
Navi langsung mengangguk. "Wujud itu … membuatmu seperti akan menghilang kapan saja."
"Seperti yang sudah kuduga," ucap Noelle sambil tersenyum masam.
Noelle sudah memutuskannya. Dia akan memberi tahu Navi tentang salah satu rahasianya.
"Navi, apa kau tahu sesuatu tentang dunia lain?"
Navi terlihat ragu, tapi dia langsung mengangguk beberapa saat setelahnya. "Secara teori, ya. Tapi, aku masih belum memahami pasti apa itu dunia lain. Aku juga tidak tahu apakah dunia lain itu benar-benar ada atau tidak. Apa kau berasal dari sana? "
"Itu benar," jawab Noelle sambil mengangguk sekali sebagai konfirmasi atas pertanyaan Navi.
"Ohh? Kau tanpa ragu langsung menjawabnya. Apa kau tidak takut aku akan menyebarkan informasi itu? Aku yakin, ada banyak pihak yang tertarik dengan topik 'dunia lain' itu."
Noelle mengangkat satu sudut bibirnya, menciptakan senyum dingin yang sudah lama tidak ia keluarkan.
Dengan wujud ini, entah mengapa senyum itu menjadi lebih menyeramkan.
"Dengan senang hati aku akan melihatmu mencobanya."
Kata-kata itu membuat ekspresi menghilang dari wajah Tania yang dikendalikan Navi. Dia menatap Noelle, tanpa ekspresi apa pun.
" … Yahh, aku tidak terlalu peduli tentang itu. Tapi … ini benar-benar membuatku penasaran, bagaimana kau bisa sampai ke dunia ini? "
Sejak dulu, sejak waktu yang tidak diketahui, konsep mengenai dunia lain selalu menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan. Banyak orang meyakini itu ada, sedangkan yang lain yakin kalau itu hanya mitos, karangan belaka.
Secara alami, itu membuat Navi penasaran.
"Itu bukanlah cerita yang luar biasa. Pada dasarnya, aku mati di dunia asalku, dan terlahir kembali ke dunia ini. Bisa dibilang … aku adalah salah satu anomali yang menyalahi aturan mengenai reinkarnasi."
Dunia bekerja dengan mengikuti siklus yang teratur.
Seseorang mati, lalu jiwanya akan mengembara sampai waktu yang ditentukan, dan tibalah saatnya jiwa pengembara itu kembali memasuki lingkaran reinkarnasi, sebelum akhirnya akan terlahir dengan tubuh baru.
Pada dasarnya, jiwa orang pengembara hanya bisa memasuki lingkaran reinkarnasi yang ada di dunia mereka masing-masing, sedangkan reinkarnator yang Noelle kenal itu berbeda.
Noelle menyebut dirinya dan semua reinkarnator sebagai anomali karena dia dan semua orang menyalahi aturan yang sudah ada, dan terlahir secara bersamaan di garis waktu yang sama pula.
Meski begitu, Noelle tidak menganggapnya sebagai masalah besar, mengingat reinkarnasi ini telah diatur oleh Anastasia. Entah apa yang telah dewi itu rencanakan, Noelle hanya bisa mengikutinya untuk sekarang.
" … Ini pertama kalinya aku mendengar tentang itu."
Noelle kemudian tertawa kecil. "Kau gagal melihat ikatan antara diriku dengan dunia ini … mungkin disebabkan oleh fakta bahwa aku memang tidak pernah terikat dengan dunia ini sejak awal. Tapi, di matamu perasaan itu jadi lebih buruk ketika aku kembali ke wujud ini. Kurasa semuanya masuk akal sekarang."
Ikatan antara seseorang dengan dunia atau tempat mereka berada … bergantung pada seberapa kuat identitas yang mereka miliki.
Dalam kasus Noelle, dirinya sebagai Noah dan Grei terlihat lebih jelas di mata Navi karena kedua identitas itu seperti sudah menyatu, menjadi identitas baru yang memiliki ikatan kuat dengan dunia ini.
Sementara itu, Noelle Lynneheim adalah anomali yang tidak memiliki ikatan khusus pada dunia. Itulah yang membuat hawa kehadirannya jadi lebih tipis. Navi diam-diam memikirkan itu.
"Baiklah, aku sudah memberitahumu tentang dunia lain, apa kau sekarang bisa memberitahuku sesuatu tentang dunia bawah?"
Noelle menginginkan pertukaran informasi yang setara, dan Navi menyetujuinya.
Penjelasan Navi cukup rumit, karena dibuat berdasarkan teori dan pengamatannya sendiri, karena itulah Noelle diam-diam membuat ringkasan yang lebih singkat.
Dunia bawah, pada dasarnya adalah tempat yang sama seperti konsep surga dan neraka, itu ada di dunia yang sama, tetapi berada di dimensi yang berbeda.
Ini membuat Noelle bertanya-tanya. Apakah dunia ini memiliki lebih dari dua dimensi; dimensi pertama yang lebih nyaman disebut dunia manusia/dunia material, dan yang kedua adalah dunia roh, yang masih tumpang tindih dengan dunia manusia. Sedangkan yang ketiga adalah dimensi yang Navi sebut sebagai 'dunia bawah'.
Jadi, secara tingkatan, ada 3 dimensi spasial di dunia ini. Yang teratas adalah tempat yang disebut Astral Zero (tempat tinggal para dewa). Kemudian ada dunia material, atau dunia manusia yang saling tumpang tindih dengan dunia roh. Dan di tingkatan terakhir, ada dunia bawah.
Tidak ada konsep surga dan neraka di dunia ini, semua hanyalah sesuatu yang dibuat-buat. Banyak agama menyatakan bahwa setelah penganut mati, mereka akan dibawa ke kastil suci tempat Dewa mereka berada. Tapi itu sebenarnya salah. Alih-alih dibawa ke sana, jiwa mereka justru akan masuk ke Astral Zero sebelum akhirnya kembali ke lingkaran reinkarnasi setelah menjadi jiwa pengembara untuk beberapa waktu.
Noelle mengangguk, merasa tercerahkan setelah salah satu pertanyaannya akhirnya terjawab.
"Tania sudah mengatakannya padaku, tapi bagaimana kau tahu kapan sebuah dungeon akan muncul? Dan kenapa kalian begitu terobsesi untuk menaklukkannya?"
Pertanyaan berikutnya, yang menjadi sumber rasa penasaran Noelle saat ini.
"Astaga, kau benar-benar banyak tanya. Tapi ya sudahlah, aku akan menjawabnya, karena kita akan sering bekerja sama setelah ini."
Navi mengamgkat bahu dengan pasrah dan melihat pada langit malam di luar.
Navi terlihat pusing dengan semua pertanyaan Noelle, tapi dia tidak menganggapnya merepotkan. Justru, dia dengan tenang menjawab semua pertanyaan yang diajukannya.
...****************...