[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 302: Kilasan (2)



...****************...


Itu adalah adegan yang muncul hanya sekilas. Berlangsung tidak lebih dari dua detik. Namun, kemunculannya membangkitkan perasaan yang aneh dalam diri Noelle.


Itu mirip dengan kebencian, tapi memiliki campuran trauma yang mendalam. Perasaan itu membuat Noelle tanpa sadar menatap para makhluk kristal itu dengan mata penuh kebencian.


Mereka kecil, lemah, dan tidak agresif. Pergerakan yang mereka lakukan hanya untuk berlindung dari serangan yang Noelle arahkan pada mereka.


Namun, tak peduli bagaimana mereka mencoba menghindar, pedang Noelle selalu tepat sasaran. Itu menancap dengan sangat lancar, dan seketika membunuhnya.


Kubangan lumpur tempat para makhluk itu keluar mulai menyusut, dan terlihat hanya ada sedikit cairan tersisa.


Semakin banyak Penjajah Kristal yang muncul, semakin menyusut pula kubangan itu.


(Apa mereka tercipta olehnya? )


Setelah membunuh Penjajah Kristal terakhir yang muncul, Noelle berjalan mendekati kubangan lumpur, mencelupkan jarinya ke sana, dan menjilat cairan yang menempel di ujung jarinya.


Tindakan itu membuat Tania dan Dolum yang ada di belakang seketika terkejut. Dolum hendak menghentikannya, tapi Noelle telah lebih dulu mencicipi rasa aneh dari kubangan lumpur yang baru saja ia jilat.


Rasanya pahit, dan menempel di lidah. Itulah yang dia rasakan pada awalnya.


Namun, semua rasa itu menghilang, ketika sakit yang luar biasa mulai muncul dari kepalanya, membuat Noelle tidak bisa melakukan apa pun selain memegangi kepalanya sendiri dengan putus asa.


"Ughh …."


Tania dan Dolum panik, dan berlari mendekatinya, tapi Noelle menghentikan gerakan mereka, dan fokus untuk menekan rasa sakit yang kemungkinan timbul dari otak, dan mulai menjalar ke setiap senti tubuhnya melalui sistem saraf dan pembuluh darah.


Kulit lengan yang terbuka menunjukkan tanda-tanda nekrosis, dan retakan samar mulai terbentuk di sana, menjalar ke bagian lain yang lebih sehat. Tenggorokannya panas, dan otaknya terus memvisualisasikan hal aneh ke telinga dan matanya sendiri.


Pertama, Noelle mendengarkan banyak sekali jeritan yang mengerikan. Itu juga saling tumpang tindih dengan suara Tania dan Dolum yang memanggilnya.


Kedua, entah memang pengelihatan atau kilas ingatan, tapi Noelle melihat ada banyak adegan yang terlintas setiap kali dia menggerakkan matanya.


Terakhir, yang membuat Noelle merasakan kengerian, adalah dia merasa seperti sedang terkoneksi dengan sosok kristal yang terbaring di dalam peti es.


Tanda nekrosis pada tubuhnya mulai menyebar, dan sedikit demi sedikit kristal ungu kehitaman mulai tumbuh di bekas luka itu.


"Kristal itu! "


Tania dan Dolum semakin panik, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tania pun mulai sadar kalau ini serupa dengan Wabah Kristal yang pernah dia dengar.


Dari yang keduanya tahu, setelah seseorang mulai mengalami transformasi menjadi kristal, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya. Karena itulah mereka benar-benar bingung harus berbuat apa ketika kristal itu mulai tumbuh di tubuh Noelle.


Hingga akhirnya, sebuah mahkota hitam yang berduri muncul dengan melayang di atas kepala Noelle.


Rambutnya dengan cepat menjadi hitam, dan kristal yang tumbuh itu kembali terserap ke dalam kulit, bersama dengan bekas nekrosis yang seharusnya menjadi luka permanen itu.


"Sialan …."


Noelle bernapas berat saat dia merasakan inderanya pulih. Suara jeritan juga perlahan menghilang, dan adegan-adegan yang ia lihat itu mulai menghilang.


Semua kembali ke keadaan normal. Hanya saja, mahkota berduri yang melayang di atas kepalanya itu berputar dengan kencang, sebelum akhirnya memuntahkan sebuah bongkahan kristal yang sama dengan yang tumbuh di tubuhnya tadi.


Setelah itu, mahkotanya pun menghilang. Tampaknya Noir telah melakukan sesuatu untuk melindunginya kali ini.


Noelle menyisir rambut yang telah memulihkan warna 'aslinya' itu, lalu melihat pada bongkahan kristal yang dimuntahkan oleh mahkota di saat terakhir.


Bentuknya oval, dengan permukaan yang cukup halus, sehingga sulit dipercaya kalau itu adalah kristal yang serupa dengan Wabah Kristal.


"Untungnya tidak ada sesuatu yang buruk terjadi …. Aku benar-benar harus mengurangi eksperimen nekat seperti itu …."


Saat dia menghela napas lega, perasaan mencekik seketika muncul. Tapi itu tidak menyakitkan, melainkan memiliki sensasi kelembutan yang membuat Noelle nyaman.


Dari belakang, Tania telah berlari untuk memeluknya.


"Jangan membuatku khawatir …."


"N-Nona Tania benar! Anda tidak seharusnya melakukan itu! Itu sudah gila! "


Bahkan tindakan itu dianggap gila oleh suku Artof yang memiliki kekebalan terhadap virus sampai tingkat tertentu. Ini membuat Noelle terkejut.


Noelle tidak bisa mengatakan apa pun, dan hanya bisa menepuk kepala Tania beberapa kali, sebelum akhirnya menoleh dan kembali melihat pada kubangan lumpur itu.


Lumpurnya sudah hampir menghilang, hanya ada sedikit jejak yang sedikit demi sedikit juga kembali ke tempat asalnya melalui celah pintu.


(Ini membuatnya semakin aneh. Sebenarnya, makhluk apa itu? )


Dari yang Noelle simpulkan sendiri, makhluk itu berasal dari lumpur yang mengandung virus. Atau mungkin lebih tepatnya, virus yang mengambil wujud cair seperti lumpur.


Jadi tidak hanya berasal dari kristal, virus itu juga memiliki wujud cair yang mampu menciptakan makhluk aneh seperti yang baru saja dia lawan. Dan kemungkinan, sosok kristal humanoid yang ada di peti es itu, juga tercipta dengan cara yang serupa.


(Tidak, daripada itu ….)


"Hei, lebih baik kalian tidak datang ke tempat ini terlalu sering. Karena bajingan yang tidur di dalam peti es sana, kemungkinan masih hidup. Dia hanya tersegel."


Pengumuman Noelle membuat Tania tercengang, sementara Dolum tidak mengatakan apa pun.


Reaksi itu membuat Noelle penasaran. Namun, dia tidak melakukan apa pun untuk memenuhi rasa penasarannya, dan justru berjalan mendekat ke gerbang setelah membuat Tania melepaskan pelukannya.


Setelah dilihat dari dekat, rupanya gerbang ini memiliki banyak sekali pola abstrak. Tapi, itu tidak benar-benar abstrak. Noelle dengan cepat menyadarinya. Semua pola itu akan membentuk suatu lingkaran sihir jika disusun dengan benar.


Namun, tidak ada cara untuk menyusun ulang karena semua itu adalah bagian dari satu hal yang sama, yaitu pintu gerbang.


Ada beberapa pertanyaan yang terlintas di benak Noelle, tapi tidak dia ungkapkan karena tidak tertarik untuk mendapatkan jawabannya sekarang.


Justru, Noelle memilih untuk melakukan beberapa percobaan terlebih dahulu.


Noelle mengetuk pintu gerbang itu beberapa kali, dan suara ketukannya bergema di sisi lain pintu.


"Ada ruangan lain, dan itu cukup besar."


Setelah memastikan itu, Noelle melanjutkan percobaan dengan menempelkan telinganya ke pintu, dan mulai memfokuskan indera pendengarannya.


Tania dan Dolum tidak melakukan apa pun, mereka hanya menunggu hasil dari percobaan Noelle. Meski sebenarnya, Dolum sudah memiliki beberapa informasi terkait sisi lain pintu itu.


Seluruh ruangan hening, dan di saat yang sama, pendengaran Noelle menajam. Peningkatannya bahkan membuatnya mampu mendengar bunyi detak jantungnya sendiri. Tapi, Noelle nyaris tidak menangkap suara yang berasal dari ruangan di balik pintu ini.


Itu seperti suara seseorang yang sedang bernapas tenang. Mungkin sedang tertidur.


"Kalau begitu …."


Noelle mundur beberapa langkah, lalu mulai mengangkat tangan kanannya.


Dari sarung tangan merahnya, darah menetes, tapi itu tidak jatuh ke lantai, melainkan langsung meluncur ke arah celah pintu. Noelle berniat memeriksa keadaan di dalam dengan mengandalkan darahnya.


Namun, sesaat setelah setetes darah itu masuk ke ruangan, Noelle langsung kehilangan koneksi dengannya. Hal ini membuat Noelle mengerutkan kening dengan tidak nyaman.


"Apa yang terjadi? " tanya Tania.


Noelle hanya meliriknya sebentar, lalu menjawab dengan suaranya yang diisi dengan kegelisahan.


"Entahlah. Darahku langsung lenyap setelah masuk ke dalam. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi ini benar-benar berbahaya."


Sejauh ini, Noelle bisa menghitung dengan jari kapan saja dia masuk ke situasi di mana darahnya bisa dinetralisir. Dan momen ini adalah salah satunya. Namun, kali ini tidak hanya dinetralisir, melainkan dihapus sepenuhnya tanpa sisa, seolah siapa pun atau apa pun yang ada di dalam sana sangatlah menolak kehadirannya.


Mulai memahami situasinya, Noelle hanya bisa mendecakkan lidah sambil diam-diam mengutuk Ratu Bengis karena telah meninggalkan masalah yang begitu merepotkan ini. Terlebih lagi, sampai harus menurunkan ramalan tentang pasangan yang akan menyelesaikan masalah ini.


Sekarang pandangan Noelle terhadap Ratu Bengis telah benar-benar menurun.


(Aku bahkan tidak bisa mengintip ke dalam sana menggunakan《Claorvoyance》, sialan! )


Noelle kemudian mengembalikan perhatiannya pada Dolum. "Aku mengerti sebagian besar kasusnya. Tapi, apa yang benar-benar kalian inginkan dari kami? Apakah itu adalah keselamatan? "


Meski merepotkan, Noelle tetap memilih untuk terlibat dalam masalah ini.


Bukan karena dia suka masalah, tapi karena dia memiliki firasat kalau ini akan menghasilkan sesuatu yang penting. Bagaimanapun juga, dia sempat membangkitkan sedikit ingatan hanya dengan menatap sebuah kristal yang tidur di dalam peti es. Jadi, mungkin saja, ada kesempatan untuk membangkitkan lebih banyak ingatan, dan Noelle tidak ingin membuang kesempatan itu.


Tapi, jika suku Artof benar-benar mengharapkan keselamatan, maka Noelle tidak akan bisa menjaminnya. Dia memang akan bekerja sama, tapi bukan berarti dia bisa menjamim masalah ini bisa selesai. Karena, tujuan Noelle bukanlah untuk menyelesaikan masalah suku Artof, melainkan menemukan lebih banyak kesempatan untuk menjawab semua pertanyaan, sekaligus mencari cara untuk membangkitkan lebih banyak ingatannya.


Jika masalah suku Artof selesai berkat ini, Noelle akan menganggapnya sebagai bonus. Tapi jika tidak, dia tidak akan mengalami kerugian. Mungkin.


Mendengar pertanyaan Noelel, Dolum terdiam sejenak.


Dia menatap bolak-balik antara tangannya sendiri, dan gerbang yang berdiri megah di depannya. Kemudian—


"Kami memang menginginkan keselamatan. Tapi, bukan kami yang harus diselamatkan, melainkan Ratu Bengis. Beliaulah yang membutuhkan keselamatan. Kami hanya ingin dia bebas dari penderitaannya, yang harus menanggung semua hidup kami."


"Apa maksudmu? "


Tidak hanya Noelle, tapi bahkan Tania mengerutkan keningnya atas pernyataan itu.


Alasannya sudah jelas. Kalimat yang baru Dolum keluarkan ini, merupakan sebuah kontradiksi jika disandingkan dengan kalimat-kalimat yang ia keluarkan saat menjelaskan situasi suku Artof pada Noelle dan Tania.


Dia bilang kalau Ratu Bengis telah menjatuhkan bencana musim dingin abadi pada mereka, dan menjadi salah satu penyebab penderitaan mereka selama ini. Namun, kini dia menjelaskan kalau yang dia dan anggota suku Artof harapkan bukanlah keselamatan diri mereka sendiri, melainkan Ratu Bengis yang telah menjatuhkan musim dingin abadi ini.


Meski Noelle tidak menganggapnya terlalu serius di awal, kini dia kembali penasaran. Tidak mungkin Dolum mengatakan itu tanpa alasan.


Memang, terkadang keinginan hati yang terdalam sering kali berlawanan dengan situasi yang tengah dihadapi.


(Terlalu cepat untuk menyimpulkan.)


Noelle baru saja menyadarinya. Dolum sama sekali belum mengatakan sesuatu yang secara langsung menjelaskan bahwa suku Artof membenci Ratu Bengis. Sejak awal, mereka malah memujanya.


(Ahh ….)


Pantas saja keanehan itu seperti tidak hilang dari dadanya. Karena Noelle baru saja menyadari maksud dari perasaan itu.


Dia sudah sadar tentang ini sejak awal, tapi dia berpura-pura tidak tahu.


Karena, perasaan yang suku Artof curahkan demi Ratu Bengis begitu aneh, sehingga membuat Noelle tiba-tiba memiliki perasaan kuat akan sesuatu yang tidak ia ketahui.


"Sepertinya ada kesalahpahaman di antara kita. Kalau begitu, biarkan saya mengoreksinya."


Dolum memegang erat liontin dengan permata biru muda yang menggantung di dadanya, kemudian berkata, "Kami sama sekali tidak membenci Ratu Bengis. Kami mencintainya. Meskipun beliau menjatuhkan musim dingin abadi yang menyakitkan, kami yakin beliau memiliki alasan."


"Ratu Bengis adalah penyelamat. Semua peninggalannya telah membantu suku kami bertahan hidup hingga saat ini. Tapi, jika beliau terus melakukan itu, maka …."


Ratu Bengis bukanlah entitas mitos. Dia benar-benar ada. Karena itu, entah seberapa besar beban yang harus dia tanggung untuk menyelamatkan sebuah suku yang tinggal bersama dengan bom waktu berupa virus.


Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa Ratu Bengis telah menyelamatkan dunia luar.


Musim dingin abadi di Hutan Dingin ini ibarat segel, yang mengisolasi virus bersama dengan suku Artof agar jauh dari peradaban luar.


Suku Artof memahami itu, meski mereka mungkin tidak tahu betapa seriusnya permasalahan tentang Wabah Kristal. Mereka yakin dengan tugas mereka sendiri, sebagai pelayan dari Ratu Bengis.


"Ini adalah hal yang hanya diketahui oleh kepala suku, tapi saya yakin bahwa tanpa mengetahuinya pun, para penduduk lain akan tetap memiliki keinginan yang sama."


Mengatakan itu, Dolum berbalik dan menatap tegas pada pintu gerbang yang masih berdiri dengan megah.


"Ratu Bengis yang kami cintai masih hidup, kini tengah tertidur di balik gerbang ini, sedang melindungi kami dari ancaman Penjajah Kristal yang lebih besar. Tapi, melakukan itu pasti telah membebani sang Ratu. Beliau layak untuk mendapatkan istirahat."


Pada saat ini, Noelle merasa seperti sedang melihat sosok lain sedang berbicara.


Itu adalah seorang pria muda yang tinggi, dengan rambut pirang cerah dan mantel putih berekor. Dia menatap ke arah cahaya, membelakangi Noelle.


Mantel militer putih dan rambut pirangnya bergoyang seolah ada angin kuat yang berhembus, tapi Noelle yakin kalau itu semua adalah ilusi. Karena bagaimanapun juga, yang berdiri di depannya adalah seorang pria tua dengan tinggi yang bahkan tidak mencapai setengah tubuhnya.


"Saya sebagai perwakilan suku Artof akan menyatakan, bahwa keinginan terbesar kami adalah membawakan kebebasan pada Ratu Bengis. Kami ingin melepas Ratu dari penderitaannya, dan di saat yang sama memberinya semua kebahagiaan yang layak beliau terima! "


Dolum kembali berbalik, menatap Noelle dan Tania dengan mata yang penuh dengan kesungguhan. Tatapan itu, mungkin tidak akan goyah meski Noelle melakukan cuci otak padanya.


Dan mungkin karena itulah, sosoknya begitu terasa familiar. Seperti seseorang yang sudah menemaninya sejak lama, namun juga seperti hantu yang tidak pernah dia kenali.


...****************...