[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World

[Silver Ash] - Become The Strongest In Another World
BAB 305: Ingatan yang sama



...****************...


Sudah satu minggu sejak terakhir kali mereka menginjakkan kaki di tempat ini.


Belum terlalu lama, tapi karena jarak antara kedua tempat saling berjauhan satu sama lain, Noelle dan Tania merasa kalau mereka telah menghabiskan banyak sekali waktu di perjalanan.


Saat ini, keduanya berada di area luar Hutan Dingin, dalam perjalanan menuju pemukiman suku Artof.


Semua informasi yang dibutuhkan sudah terkumpul, dan sekarang adalah saatnya untuk tahap pertama dari rencana; mendapatkan kerja sama dari suku Artof itu sendiri.


Saat keduanya berjalan semakin dalam ke area hutan, mereka tanpa sadar telah memasuki sebuah kawasan yang relatif aman, memiliki sebuah pagar pembatas besar yang menjadi satu-satunya penghalang antara suku Artof dengan dunia luar.


"Penghalang dari Ratu Bengis itu benar-benar aneh."


Noelle tidak bisa tidak mengeluh pada Ratu Bengis yang telah menempatkan sebuah penghalang mutlak, yang menjaga keselamatan desa.


Bahkan dengan kemampuan terbaik dari seluruh persepsinya, Noelle tidak dapat menemukan penghalang yang Ratu Bengis ciptakan. Itu seolah penghalangnya telah menyatu dengan alam itu sendiri.


"Zephiroth bahkan tidak merespon keberadaannya."


Tania bergumam sambil memperhatikan sabit besar yang dia pegang dengan satu tangan. Karena beberapa monster kuat muncul di perjalanan, Tania harus memanifestasikan wujud asli Zephiroth, dan menggunakannya untuk bertarung. Dia belum mengembalikannya ke ukuran kecil karena masih waspada akan keberadaan monster di sekitar.


Tapi itu juga mengejutkan. Zephiroth adalah sabit yang bisa dibilang sangat rakus. Itu tanpa ragu akan langsung menyerap energi sihir setelah bersentuhan dengannya. Karena itulah, sejauh ini belum ada penghalang sihir yang tidak bisa Tania tembus. Kecuali penghalang yang melindungi desa suku Artof ini.


"Ayo singkirkan pembahasan itu sejenak. Untuk sekarang, fokuslah pada tujuan."


Noelle menghela napas lelah, merasa yakin kalau topik itu tidak akan ada habisnya jika dibahas.


Daripada itu, dia benar-benar mengkhawatirkan proses diskusi dengan Dolum nantinya.


Sebenarnya, dia tidak ragu akan hasilnya; suku Artof pasti menerima tawaran itu. Namun, yang membuat Noelle khawatir adalah fakta bahwa dia telah menyembunyikan kemungkinan tertentu.


Tania di samping hanya meliriknya sedikit sebelum kembali fokus berjalan.


...****************...


Sesampainya di desa suku Artof, mereka langsung dibawa ke rumah Dolum. Di sana, beberapa orang, termasuk Dolum sendiri menjadi perwakilan langsung dari suku Artof.


Duduk sembrono di depan sebuah meja kecil, Noelle akhirnya menghela napas setelah melihat kegelisahan Dolum dan yang lain.


Dia sudah menduga ini, tapi tidak mengira kalau kegelisahan mereka begitu besar.


"Ja-jadi, apa yang Anda butuhkan dari kami semua? "


Setelah mengatasi keterangannya sendiri, Dolum berusaha bertanya. Dan respon Noelle akan hal itu adalah anggukan kecil, yang membuat Dolum menelan ludahnya karena gugup.


"Tidak banyak. Aku hanya membutuhkan keikutsertaan kalian sebagai pengikut setia Ratu Bengis."


" … Apa hanya itu? "


Dolum dan yang lain mau tak mau meragukan telinga mereka. Jika hanya itu permintaannya, maka mereka asti langsung setuju bahkan tanpa ditanya, dan mereka yakin kalau Grei Noctis tahu itu.


Menanggapi pertanyaan mereka, Noelle mengangguk. "Ya. Kalian, sebagai pengikut Ratu Bengis adalah salah satu poin yang sangat penting dalam menjalankan ritual kebangkitannya."


"K-kalau begitu, kami setuju! Jika apa yang dibutuhkan adalah diri kami sendiri, maka kami akan dengan senang hati melakukannya! "


Noelle sudah memperkirakan ini sebelumnya, tapi dia tetap terkejut saat melihat loyalitas yang ditunjukkan suku Artof pada Ratu Bengis.


Mereka benar-benar rela melakukan apa pun demi sang ratu yang bahkan keberadaannya setara dengan mitos itu.


Melihat itu semua, Noelle bisa merasakan emosi berputar di dadanya. Itu campur aduk, antara kekaguman, keraguan, sekaligus kemarahan.


Loyalitas suku Artof benar-benar mengagumkan, tapi di saat yang sama itu menjijikkan. Noelle tidak mengerti mengapa, tapi itulah yang pertama dia rasakan saat melihat persetujuan suku Artof dalam pelaksanaan ritual ini.


"Baiklah, kalau kalian sudah setuju, maka tidak ada alasan bagi kami untuk lebih lama di sini. Kami akan segera pergi untuk mengumpulkan katalis lainnya. Untuk saat ini, aku ingin kalian semua memperkuat kepercayaan kalian pada Ratu Bengis. Yahh, kurasa itu tidak akan sulit."


Pada dasarnya, tingkat keyakinan mereka pada Ratu Bengis telah mencapai batas maksimal. Mungkin ada yang kesetiaannya kurang, tapi jumlah mereka pun dapat dihitung dengan jari.


Noelle tidak menjelaskan ke mana dia akan pergi selanjutnya. Tapi, dia tetap memberi tahu Dolum kalau ini mungkin akan memakan waktu yang agak lama.


Masih ada beberapa katalis lagi yang dibutuhkan, dan untuk mendapatkannya, Noelle harus bertaruh nyawa karena berkunjung ke reruntuhan Kerajaan Fortenia.


Noelle berdiri dari tempat duduknya, dan Tania mengikuti. Setelah itu, keduanya pergi dengan mengabaikan teriakan terima kasih dari para anggota suku Artof yang hadir dalam diskusi.


"Noah, kamu yakin? "


Pada perjalanan menuju gerbang desa, Tania berbisik dengan suaranya yang sejak awal sulit didengar. Meski begitu, Noelle tanpa kegagalan sedikit pun menangkap semua yang ia katakan.


"Tentang apa? "


"Tidak memberi tahu mereka … tentang resikonya."


Keduanya terus berbisik saat mereka akhirnya tiba di gerbang. Begitu keluar, Noelle dengan suara aslinya langsung menjawab, "Kau pikir, semua akan lancar jika aku dengan jujur mengungkapkan semuanya? "


Tania langsung menggeleng. "Tidak, tapi … melihat reaksi mereka sekarang membuatku agak ragu."


Keduanya tiba-tiba berhenti berjalan, dan Noelle berbalik untuk menatap Tania.


Tania pun mengerti apa yang diisyaratkan tatapan itu.


"Aku … merasa tidak enak karena menyembunyikan sesuatu yang penting dari mereka. Karena sejak awal, ini semua adalah kepentingan mereka. Kita adalah orang yang secara tidak sengaja terlibat."


"Dan kita dengan sengaja melibatkan diri lebih dalam ke masalah mereka," sambung Noelle.


Tania pun tidak menyangkal. Karena dia tahu kalau apa yang Noelle katakan itu benar.


Ini benar-benar sulit. Noelle dengan sengaja tidak memberi tahu mereka resikonya, karena sejak awal itu memang tidak boleh.


Jika dia mengungkapkannya dalam diskusi, keyakinan suku Artof akan berkurang, dan ritual bisa gagal.


Bagaimanapun juga, ritual ini sendiri cukup penting bagi Noelle, karena dia akhirnya bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas dari banyak hal yang selalu mengganggunya selama ini.


Tania yang bingung harus memilih moral atau logika itu pun ikut berjalan, namun sedikit lebih lambat dari Noelle.


Ketika Ratu Bengis dibebaskan, kekacauan mungkin akan terjadi, karena sosok yang telah menahan gerbang itu dari dalam telah bangkit. Ketika itu terjadi, Ratu Bengis kemungkinan besar akan kehilangan kendali akan kekuatannya, menyebabkan gerbang besar terbuka. Dan meski itu hanya sesaat, hasilnya sangatlah fatal.


Baik itu Noelle maupun Tania sama sekali tidak ingin membayangkan bencana apa yng akan dilepaskan ketika mereka membangkitkan Ratu Bengis.


Tapi tentu saja, perkiraan resiko itu dibuat berdasarkan perhitungan. Ada kemungkinan itu tidak benar.


Namun, kemungkinan itu tidak lebih besar dari tiga puluh persen.


...****************...


Setelah meninggalkan wilayah Hutan Dingin, Noelle langsung membawa Tania kembali ke Alten.


Ini sangat merepotkan karena semua harus dilakukan dengan manual. Perjalan udara satu atau dua hari bukanlah perjalanan singkat. Itu cukup melelahkan, baik secara fisik maupun mental.


Meski begitu, Noelle tidak punya pilihan selain melakukannya. Dia belum menguasai teknik teleportasi, dan jika dia ingin melakukannya, dia harus mengorbankan banyak hal, dan tentu saja harus mengandalkan bantuan dari Noir.


Satu-satunya alasan Noelle ingin kembali ke Alten adalah karena dia ingin menjual lagi tanah yang telah ia beli, sekaligus mengambil rumah yang telah dia letakkan di sana. Dia sengaja meninggalkannya karena berpikir kalau dia mungkin akan kembali lagi, tapi ternyata tidak. Ini justru membuat rute dan waktu perjalanannya meningkat.


Sesampainya di Alten, Noelle dan Tania langsung masuk ke rumah, dan beristirahat di ruang tamu sampai mereka cukup pulih untuk beraktifitas normal.


Reruntuhan Kerajaan Fortenia tidak dimasukkan ke peta nasional, tapi itu ada di bagian utara Republik, dan ke arah timur dari Hutan Dingin. Normalnya, perjalanan akan memakan waktu hampir setengah bulan jika hanya mengandalkan kuda. Tapi, di sinilah keunggulan Noelle bersinar.


Dengan terbang, rute dan waktu tempuh akan berkurang drastis, menjadikannya perjalanan tercepat yang pernah ada untuk saat ini. Tentu saja, dengan tidak mengikutsertakan pengguna teknik teleportasi.


Hari masih cukup terang, tapi tidak lama lagi itu akan berubah menjadi malam yang gelap. Sambil menanti hal itu terjadi, Noelle bersantai di balkon rumahnya sendiri, menikmati secangkir teh yang mungkin tidak ada rasanya bagi lidah orang lain.


Sudah diputuskan, mereka akan berangkat ke Fortenia besok. Karena itu, segala persiapan harus diselesaikan hari ini juga.


Persiapan terpenting adalah menghapus rasa lelah. Noelle telah mengikuti persediaan senjatanya, dan dia bisa mendapatkan senjata kapan pun dia mau dengan menggunakan 'Dominasi'.


Tak jauh di belakang, Tania sedang menggambar sesuatu di buku catatan yang Noelle berikan padanya. Di samping, ada buku berjudul 'Sepherd and the Skinwalker' karangan Fuu Kafhka.


Noelle melirik gambaran Tania sejenak, dan merasa sedikit terkejut saat melihatnya dengan jelas.


"Siapa mereka? "


Apa yang Tania tuangkan dalam bukunya adalah gambar dari sekelompok orang. Itu memang belum selesai dibuat, tapi jumlahnya saja sudah sekitar dua belas orang.


Tania tidak balas menatap Noelle, melainkan fokus pada gambarnya sendiri. Dia menambahkan orang lain, dan terus melakukannya hingga halaman buku itu dirasa penuh dengan sosok asing.


"Orang-orang yang muncul di mimpiku."


Jawaban itu membuat Noelle mengangkat alisnya.


Jika apa yang Tania katakan itu benar, maka ini mungkin sebuah petunjuk.


Ingatan mengenai garis waktu sebelumnya akan timbul ke masa sekarang sebagai sensasi déjà vu atau mimpi yang dirasa akrab.


Karena mereka muncul di mimpi Tania, maka ada kemungkinan sekelompok orang itu adalah orang-orang yang Tania kenal di masa yang tidak diketahui kapan tepatnya.


"Apa kau pernah bertemu salah satu dari mereka sebelumnya? "


Kali ini Tania berhenti menggambar. Dia mengangkat bukunya, dan menunjukkan hasil gambaran itu pada Noelle.


Salah satu sosok yang ada di gambar itu dibuat menyerupai seorang gadis, yang membawa sebuah alat musik cello, yang masih satu keluarga dengan biola. Tania menunjuk pada gadis itu.


"Aku tidak pernah melihatnya, tapi … gambaran dirinya menjadi semakin jelas. Dia adalah orang yang menciptakan lagu yang pernah kamu dengar dariku."


"Jadi dia yang membuatnya, ya …."


Tania mengangguk, sekali lagi fokus pada bukunya. "Tapi … aku tidak ingat banyak."


Beberapa hari telah berlalu sejak mereka berkontak langsung dengan Penjajah Kristal. Dan sejak saat itu, ingatan yang asing sedikit demi sedikit mulai bangkit dalam kepala mereka.


Saat ini, yang Tania ingat adalah sosok yang ada di gambarnya, beserta dua nama asing.


"Yang paling jelas, aku hanya ingat nama 'Intaurus' dan 'Egoist'."


Noelle, yang telah kembali menatap langit sore, tiba-tiba melebarkan matanya. Dia sontak berbalik, menatap Tania dengan penuh keterkejutan.


"Kau … tahu dua nama itu? "


"Apa kamu juga mengetahuinya? " Tania memiringkan kepalanya dengan heran, di saat yang sama juga senang karena ini berarti dia memiliki ingatan yang sama dengan Noelle.


Begitu pula Noelle. Dia sama sekali tidak bisa menahan kegembiraannya, karena berhasil menemukan petunjuk kuat mengenai ingatan-ingatan yang muncul perlahan di kepalanya itu.


Intaurus dan Egoist. Dia ingat tentang dua nama yang disebutkan Tania itu. Namun, dia tidak tahu pasti apa maknanya.


Jika dia memang memiliki ingatan terkait dua nama itu, maka dia pasti memiliki koneksi dengan Tania di masa lalu. Ini sesuai dengan perkiraan yang telah ia buat beberapa waktu lalu.


Apa pun itu, Noelle senang karena dia telah menemukan petunjuk kuat, yang mungkin bisa membimbingnya pada suatu kebenaran.


...****************...